Anda di halaman 1dari 3

A.

KONSEP PIJAT PERINEUM


1. Pengertian pijat perineum
Pijat perineum adalah teknik pemijatan, pengurutan dan penepukan
yang dilakukan secara sistematik pada perineum yang membantu untuk
meregangkan kulit dan jaringan di sekitar vagina dan perineum secara
perlahan dan lembut. Metode ini merupakan cara mempersiapkan jaringan
perineum untuk proses kelahiran.

2. Manfaat pijat perineum


a. Meningkatkan elastisitas perineum, sehingga meningkatkan aliran
darah perineum dan kapasitas untuk meregangkan lebih mudah
terutama pada jaringan pada jaringan parut atau perineum kaku.
b. Peregangan dan pemijatan perineum pada kala dua persalinan
disarankan untuk merilekskan perineum dan serta mengurangi
tindakan episiotomi.
c. Membantu ibu lebih santai disaat pemeriksaan vagina
d. Mengurangi kecemasan ibu, sehingga meningkatkan kesiapan mental
ibu saat persalinan.
e. Selama pemijatan, wanita hamil dapat berlatih merasakan relaksasi
otot perineum. Dan ini dapat membantu menyiapkan peregangan
vagina mencegah robekan perineum dan perasaan panas (akibat
pijitan) seperti ketika kepala bayi lahir.
f. Meningkatkan kedekatan hubungan dengan pasangan , bila ibu hamil
melibatkan pasangan untuk melakukan pijat perineum.
g. Pijat perineum sangat mudah dilakukan, tidak menyakitkan dan tidak
mengeluarkan biaya.

3. Indikasi Pijat Perineum


Pijat perineum mulai dilakukan pada kehamilan trimester III, antara
34-36 minggu untuk meningkatkan fleksibilitas otot perineum dan
menurunkan kekakuan otot perineum untuk mempermudah waktu
persalinan.

4. Kontra Indikasi Pijat Perineum


Pijat perineum sebaiknya dihindari jika ada keadaan ibu:
a. vagina lecet
b. herpes genital
c. vaginitis
d. condyloma accuminata dan
e. penyakit seksual lainnya dan baru melakukan pijat perineum saat
penyakit sembuh.

5. Prinsip Pijat Perineum


a. Ibu hamil harus periksa ke bidan sebelum melakukan pemijatan
perineum (untuk mendeteksi adakah penyakit genetalia).
b. Ibu telah diberikan konseling tentang informasi pemijatan perineum.
c. Tangan yang digunakan untuk pemijatan bersih dan kuku jari tidak
panjang.
d. Gunakan pelumas yang menyebabkan tidak iritasi.
e. Pijat perineum dapat dilakukan sendiri ataupun dengan bantuan bidan.

6. Langkah-langkah Pijat Perineum


a. Cucilah tangan ibu atau pasangan terlebih dahulu dan pastikan kuku
tidak panjang.
b. Beberapa wanita ada yang berbaring miring menggunakan bantal
untuk menyangga kaki mereka. Ada yang menggunakan posisi semi
litotomi (atur posisi senyaman mungkin). Ibu dapat menggunakan
cermin untuk pertama kali guna mengetahui daerah perineum tersebut.
c. Lumuri ibu jari dan jaringan perineum dengan pelumas. Gunakan
pelumas seperti minyak vitamin E, minyak sayur atau KY Jelly
(jangan gunakan baby oil, minyak air atau petroleum jelly).
d. Secara perlahan masukkan ibu jari 1-2 inci atau 3-5 cm kedalam
vagina dan mengusap dengan adekuat kebawah dan gerakan
kesamping selama 5 menit. Rasakan sampai sedikit panas dan sensasi
regangan, tahan posisi tersebut 1-2 menit.
e. Dengan ibu jari, pijat secara perlahan bagian setengah vagina dengan
gerakan membentuk hurup U. Untuk memusatkan relaksasi otot
vagina. Hal ini dilakukan secara perlahan dan teknik pernafasan
dalam.
f. Memijat sisi dinding vagina dan ke arah perineum. Jangan
menggosok ke arah uretra. Hindari dari pembukaan dari katup uretra
(lubang kencing) untuk menghindari iritasi atau infeksi. Berhenti
apabila saat ketuban pecah atau persalinan dimulai.
g. Pijat selama 5-10 menit setiap hari, setelah 1-2 minggu perhatikan
peregangan dan rasa panas perineum (akibat pijatan).

7. Waktu pemijatan
Sebaliknya, pemijatan dimulai sejak enam minggu sebelum tanggal
persalinan. Lakukan 5-6 kali seminggu, kemudian semakin intens menjadi
setiap hari pada dua minggu terakhir menjelang hari H dengan durasi
sebagai berikut :
a. Minggu pertama 5 menit
b. Sisa minggu menjelang persalinan 5-10 menit
c. Berhenti pada saat ketuban pecah atau persalinan di mulai.