Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDU

LAPORAN PRAKTIKUM INDIVIDU Judul Praktikum Mata Kuliah / Kode Semester / SKS Nama Mahasiswa NIM Kelompok

Judul Praktikum Mata Kuliah / Kode Semester / SKS Nama Mahasiswa NIM Kelompok Tanggal Praktikum Tanggal Penyerahan Laporan Dosen Pengampu

Nilai

: Generator DC (Penguat Terpisah) : Praktik Mesin Listrik Lanjut

6 (enam) / 2 SKS : Herlambang Aji Prasetyo : 5301414001 :

:

: 21 Maret 2017 : 04 April 2017 : Drs. Sutarno M.T.

Drs. Isdiyarto M.Pd.

:

LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNNES

2017

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Laboratorium: Elektro

Semt: 6

No: 1

Jurusan: Teknik Elektro

Generator DC (Penguat Terpisah)

Waktu : 2 SKS

  • A. Tujuan Praktikum

    • 1. Analisis perubahan arus beban secara tiba – tiba.

    • 2. Analisis perubahan arus medan magnet secara tiba – tiba.

  • B. Teori Dasar

Jenis-Jenis Generator DC

Generator DC berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker) dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • 1. Generator penguat terpisah

  • 2. Generator shunt

  • 3. Generator kompon

  • 1. Generator Penguat Terpisah

Pada generator penguat terpisah, belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak

terhubung menjadi satu dengan rotor. Terdapat dua jenis generator penguat terpisah, yaitu:

  • 1. Penguat elektromagnetik (Gambar 8.a)

  • 2. Magnet permanent / magnet tetap (Gambar 8.b)

Laboratorium: Elektro Semt: 6 Jurusan: Teknik Elektro Generator DC (Penguat Terpisah) Waktu : 2 SKS A.

Gambar 8. Generator Penguat Terpisah. Energi listrik yang dihasilkan oleh penguat elektromagnet dapat diatur melalui pengaturan tegangan eksitasi. Pengaturan dapat dilakukan secara elektronik atau magnetik. Generator ini bekerja dengan catu daya DC dari luar yang dimasukkan melalui belitan F1-F2.

Penguat dengan magnet permanen menghasilkan tegangan output generator yang konstan dari terminal rotor A1-A2. Karakteristik tegangan V relatif konstan dan tegangan akan menurun sedikit ketika arus beban I dinaikkan mendekati harga nominalnya.

Karakteristik Generator Penguat Terpisah

Penguat dengan magnet permanen menghasilkan tegangan output generator yang konstan dari terminal rotor A1-A2. Karakteristik tegangan

Gambar 9. Karakteristik Generator Penguat Terpisah

Gambar 9 menunjukkan:

  • a. karakteristik generator penguat terpisah saat eksitasi penuh (Ie 100%)

dan saat eksitasi setengah penuh (Ie 50%). Ie adalah arus eksitasi, I adalah arus beban.Tegangan output generator akan sedikit turun jika arus beban semakin besar.

  • b. Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar.

  • c. Perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi jangkar,

selanjutnya mengakibatkan turunnya pasokan arus penguat ke medan

magnet, sehingga tegangan induksi menjadi kecil.

2. Generator Shunt

Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). Tegangan awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet stator. Rotor berputar dalam medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan yang akan memperkuat medan magnet stator, sampai dicapai

tegangan nominalnya. Pengaturan arus eksitasi yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar arus eksitasi shunt, makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan, dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya. Diagram rangkaian generator shunt dapat dilihat pada Gambar 10.

tegangan nominalnya. Pengaturan arus eksitasi yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar

Gambar 10. Diagram Rangkaian Generator Shunt

Jika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi, maka sisa megnetisasi tidak akan ada, atau jika belitan eksitasi salah sambung atau jika arah putaran terbalik, atau rotor terhubung-singkat, maka tidak akan ada tegangan atau energi listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut.

Karakteristik Generator Shunt

Gambar 11. Karakteristik Generator Shunt. Generator shunt mempunyai karakteristik seperti ditunjukkan pada Gambar 11. Tegangan output

Gambar 11. Karakteristik Generator Shunt. Generator shunt mempunyai karakteristik seperti ditunjukkan pada Gambar 11. Tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan arus beban yang sama, dibandingkan dengan tegangan output pada generator penguat terpisah.

Sebagai sumber tegangan, karakteristik dari generator penguat terpisah dan generator shunt tentu kurang baik, karena seharusnya sebuah generator mempunyai tegangan output yang konstan, namun hal ini dapat diperbaiki pada generator kompon.

Generator Kompon

Generator kompon mempunyai dua penguat eksitasi pada inti kutub utama yang sama. Satu penguat eksitasi merupakan penguat shunt, dan lainnya merupakan penguat seri. Diagram rangkaian generator kompon ditunjukkan pada Gambar 12. Pengatur medan magnet (D1-D2) terletak di depan belitan shunt.

Gambar 12. Diagram Rangkaian Generator Kompon Karakteristik Generator Kompon Gambar 13. Karakteristik Generator Kompon Gambar 13

Gambar 12. Diagram Rangkaian Generator Kompon

Karakteristik Generator Kompon

Gambar 12. Diagram Rangkaian Generator Kompon Karakteristik Generator Kompon Gambar 13. Karakteristik Generator Kompon Gambar 13

Gambar 13. Karakteristik Generator Kompon

Gambar 13 menunjukkan karakteristik generator kompon. Tegangan output generator terlihat konstan dengan pertambahan arus beban, baik pada arus eksitasi penuh maupun eksitasi 50%. Hal ini disebabkan oleh adanya penguatan lilitan seri, yang cenderung naik tegangannya jika arus beban bertambah besar. Jadi ini merupakan kompensasi dari generator shunt, yang cenderung tegangannya akan turun jika arus bebannya naik.

  • C. Alat dan Bahan yang diperlukan

a.

Unit motor – generator DC

1 buah

b.

Beban lampu

1 buah

c.

Ampere meter DC

1 buah

d.

Multimeter

1 buah

e.

Tachometer

1 buah

f.

Kabel penghubung

secukupnya

  • D. Langkah Kerja

Rangkaian Uji

a. Unit motor – generator DC 1 buah b. Beban lampu 1 buah c. Ampere meter

Langkah Percobaan

 

1.

Perubahan beban tetap

a.

S o posisi Off , motor - generator dioperasikan, S On , atur penguat magnit hingga

tegangan keluaran 110 V

b.

S o posisi On , S 1 dan S 2 On, catat besaran arus, tegangan dan rpm pada lembar tabel

c.

S o posisi Off , S 1 dan S 2 On, catat perubahan besaran arus, tegangan dan rpm pada

lembar tabel

d.

S o posisi On , S 1 dan S 2 On, catat perubahan besaran arus, tegangan dan rpm pada

lembar tabel

2.

Perubahan beban tiba-tiba (suddenly load)

a.

S o On , S 1 Off S 2 On-Off sebanyak lima kali dengan waktu cepat catat data

b.

S o On , S 2 On, S 1 On -Off sebanyak lima kali dengan waktu cepat catat data

c.

S 2 On, S 1 On, dan S o On -Off sebanyak lima kali dengan waktu cepat catat data

3. Perubahan arus penguat magnit secara tiba-tiba (exiter curerent)

a.

S o On , S 1 On S 2 On, dan S On-Off sebanyak lima kali dengan waktu cepat catat data

b.

S o On , S 1 On S 2 On, dan S On-Off sebanyak lima kali dengan waktu lambat catat data

  • E. Data Pengukuran

No.

Peubah (Variabel)

Tegangan (V)

(rpm)

No. Peubah (Variabel) Tegangan (V) (rpm) Keterangan

Keterangan

 

1

2

3

1

2

  • 00 Nol Beban I = 0 (S 1 = Off)

110

110

110

  • 01 S 1 dan S 2 = On lalu S o = On-

17

60

18

892

917

Arus > 1A

 

Off-On

  • 02 S 1 dan S 2 = On lalu

25

90

25

1200

1371

Arus > 1A

 

S o = On – Off – On (durasi 1,

5 dan 10 detik )

  • 07 S 1 dan S 2 = On lalu S o = On-

20

85

20

900

987

Arus > 1A

 

dan S On- Off-On

  • 08 S 1 dan S 2 = On lalu

26

95

27

1300

1720

Arus > 1A

S o = On dan S On– Off – On

 

(durasi 1, 5 dan 10 detik )

F.

Pembahasan

 
  • A. Kesimpulan

    • 1. Arus DC yang mengalir tidak dapat kami ukur dengan alasan keterbatasan kemampuan alat ukur itu sendiri.

    • 2. Perubahan beban tinggi akan mengakibatkan penurunan tegangan, lonjakan arus, dan semakin lambat putaran generator.

    • 3. Perubahan beban yang terjadi secara cepat mengakibatkan lonjakan arus dan tegangan yang tidak stabil yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat

  • B. Saran

  • Untuk penggunaan generator DC sebaiknya di batasi dalam penggunaan beban, jangan sampai jumlah tegangan pada beban melampaui sumber tegangan yang dapat mengkaibatkan drop tegangan.