Anda di halaman 1dari 18

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Korelasi

(Correlation Study) merupakan penelitian atau penelaahan hubungan

antara dua variabel pada suatu situasi atau sekelompok subjek. Hal ini

dilakukan untuk melihat hubungan antara gejala gejala satu dengan gejala

yang lain, atau variabel satu dengan variabel yang lain. Untuk mengetahui

korelasi antara suatu variabel dengan variabel lain tersebut diusahakan

dengan mengidentifikasi variabel yang ada pada suatu objek, kemudian

diidentifikasi pula variabel lain yang ada pada objek yang samma dan

dilihat apakah ada hubungan antara keduannya (Notoatmodjo, 2012).

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini Croos

Sectional yaitu studi penelitian (survei) analitik untuk mempelajari

dinamika korelasi antara faktor-faktor dengan efek, dengan cara

pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat

dapat diartikan dimana variabel sebab (risiko) dan variabel akibat (kasus)

yang terjadi pada objek penelitian diukur dan dikumpulkan secara

simultan (dalam waktu bersamaan) (Notoatmodjo, 2010).

B. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas

Kabupaten Semarang.

2. Waktu Penelitian

41
42

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2017.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi dalam peneltian ini adalah keseluruhan subjek

penelitian (Arikunto, 2011). Populasi dalam penelitian ini adalah

semua ibu yang menggunakan KB Aktif yang berjumlah 3.899 orang

pada bulan November 2016 di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas

Kabupaten Semarang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek

yang diteliti yang dianggap memwakili populasi (Notoatmodjo, 2012).

Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang menggunakan KB

Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang.

Besarnya sampel dalam penelitian ini didapatkan dengan

menggunakan rumus Slovin dalam Saryono (2011).

N
n=
1+(N . e 2)

Keterangan :

n : Jumlah Sampel

N : Jumlah Populasi

e : Standar Eror (10%)

42
43

N
n=
1+ ( N . e 2)

3.899
n=
1+(3.899 0,12)

3.899
n=
1+ ( 3.899 0,01 )

3.899
n=
1+(38,99)

3.899
n=
39,89

n=97,7=98 orang

Agar karateristik sampel tidak menyimpang dari populasinya,

maka sebelum dilakukan penelitian sampel perlu ditentukan kriteria

inklusi maupun kriteria ekslusi. Kriteria inklusi adalah kriteria-kriteria

atau ciri-ciri yang perlu diambil oleh setiap anggota populasi yang

dapat diambil sebagai sampel. Sedangkan kriteria ekslusi adalah ciri-

ciri anggota populasi yang tidak dapat diambil sebagai sampel.

a. Kriteria inklusi

1) Pasangan usia subur yang menjadi peserta KB Aktif

2) Pasangan usia subur yang menetap tinggal di wilayah setempat

3) Pasangan usia subur yang bisa baca dan tulis

b. Kriteria Ekslusi

43
44

1) Pasangan usia subur yang memiliki penyakit penyerta

(Hipertensi, gula darah, dan penyakit kelamin)

3. Tehnik Sampling

Sampling adalah suatu cara yang ditempuh dengan penelitian

dengan cara tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah

Purposive Sampling yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu

yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat yang

sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2012).

D. Definisi Opersional

Agar variabel dapat diukur dengan menggunakan instrument atau

alat ukur, maka variabel harus diberi batasan atau definisi operasional

variabel. Definisi operasional ini penting dan diperlukan agar pengukuran

variabel atau pengumpulan data (variabel) itu konsisten antara sumber data

(responden) yang satu dengan responden yang lain. Disamping variabel

harus didefinisi operasionalkan juga perlu dijelaskan cara atau metode

pengukuran, hasil ukur, serta skala pengukuran yang digunakan

(Notoatmodjo, 2012).

Tabel 3.1 Definisi Operasional Faktor-faktor yang Berhubungan dengan


Pemilihan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja
Puskesmas Bergas di Kabupaten Semarang.

Definisi Cara Alat Hasil Skala


No Variabel
Operasional Ukur Ukur Ukur Ukur
1. Tingkat Waktu yang Kuesioner kuesioner 1. Umur Ordinal

44
45

umur dihitung antara ibu < 20


waktu tahun
dilahirkan 2. Umur
hingga ibu 20-
dilaksanakan 30 tahun
wawancara 3. Umur
terkait dengan ibu > 30
pemilihan tahun
kontrasepsi
IUD dengan
cara mengisi
dan
melengkapi
indentitas pada
bagian lembar
depan
kuesioner.

2. Tingkat Pemahaman Kuesioner kuesioner Jumlah Ordinal


pengetahuan ibu tentang alat 15 jawaban
kontrasepsi pertanyaan maksimum
IUD seperti favorable 11 dan nilai
pengertian, dengan minimum 0
keuntungan, jawaban dibagi
syarat untuk menjadi
penggunaan pertanyaan kriteria
IUD, waktu favorable 1. Baik : 8-
pemasangan benar = 1 11(76-
IUD, kerugian salah = 0 100%)
IUD, petunjuk 2. Cukup :
bagi klien yang 4-7 (56-
menggunakan 76%)
IUD, terkait 3. Kurang :
dengan 0-3 (<
penggunaan 56%)
IUD

3. Tingkat Jumlah anak Kuesioner Kuesioner 1. Jumlah Ordinal

45
46

paritas yang pernah anak < 1


dilahirkan baik 2. Jumlah
lahir hidup anak
maupun lahir antara 2-
mati. 3
3. Jumlah
anak > 3

4. Tingkat Bentuk suatu Kuesioner kuesioner 1. Menduk Ordinal


dukungan dukungan 11 ung
suami suami yang pertanyaan 2. Tidak
diberikan dengan menduk
kepada istri ketentuan ung
yang berupa jawaban
dukungan skor 1 untuk
emosi, ya dan skor
instrumental 0 untuk
dan informasi jawaban
terkait dalam tidak
pemilihan
kontrasepsi
terutama
kontrasepsi
IUD.

5. Pemilihan Jenis atau alat Kuesioner Kuesioner 1. IUD Nomina


IUD kontrasepsi dengan 2. Non l
yang sedang ketentuan 1 IUD
digunakan. untuk
memakai
dan 0 untuk
tidak
memakai

E. Vraiabel Penelitian

Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh angota-anggota

suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang

lain (Notoatmodjo, 2007). Variabel dalam penelitian ini terdiri dari :

46
47

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi terhadap

variabel lainnya (Notoatmodjo, 2012). Variabel bebas dalam penelitian

ini adalah faktor tingkat umur, pengetahuan, paritas dan dukungan

suami.

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel

lainnya (Notoatmodjo, 2012). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah

penggunaan kontrasepsi IUD.

F. Prosedur Penelitian

1. Prosedur penelitian

Prosedur dalam penelitian ini adalah :

a. Peneliti meminta surat pengantar dari kampus Universitas Ngudi

Waluyo Ungaran yang ditujukan ke kantor KESBANG POL dan

LINMAS Kabupaten Semarang.

b. Setelah mendapatkan surat tembusan dari kesbangpol, peneliti

menyerahkan surat tebusan ke kepala dinas kesehatan kabupaten

semarang, kemudian dari dinas kesehatan surat tersebut diteruskan

ke kepala puskesmas bergas.

c. Setelah diberikan ijin oleh pihak yang bersangkutan, peneliti

melakukan pendekatan pada calon responden dengan menjelaskan

maksud dan tujuan penelitian.

47
48

d. Peneliti melakukan pencarian responden dengan mendatangi setiap

desa atau wilayah kerja puskesmas bergas secara door to door

untuk mencari responden dengan ketentuan kriteria inklusi untuk

dijadikan responden.

e. Setelah mendapatkan responden peneliti membagikan kuesioner

kepada peserta KB aktif yang menjadi responden. Kuesioner

pengetahuan dalam bentuk multiple coise dan untuk kuesioner

dukungan suami dalam bentuk ya-tidak responden dalam memilih

jawaban pada setiap soal yang terlampir. Ibu yang bersedia menjadi

responden dipersilahkan membaca lembar permohonan menjadi

responden dan menandatangani informed consent (lembar

persetujuan).

f. Responden diminta dan diarahkan untuk mengisi semua pertanyaan

dan setelah selesai responden diminta untuk mengembalikan

lembar kuesioner kepada peneliti.

g. Setelah lembar kuesioner terkumpul, peneliti melakukan editing

atau mengecek kelengkapan lembar kuesioner. Apabila ada

jawaban-jawaban yang belum lengkap maka mempersilahkan

kembali responden untuk membenarkan dan melengkapi lembar

kuesioner tersebut, kemudian memasukkan berkas yang telah

lengkap kedalam stopmap.

2. Jenis Pengumpulan Data

Data yang diperoleh terbagi atas dua jenis data yaitu :

48
49

a. Data primer

Data primer yaitu dta yang diperolehsecara langsung

dengan melakukan sendiri pengumpulan data (wawancara, angket,

kuesioner, obsevasi dan test) terhadap objek penelitian (Arikunto,

2010). Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh

secara langsung dari ibu yang meliputi umur, pengetahuan, paritas,

dukungan suami, frekuensi senggama, gaya hidup, pendidikan,

sosial budaya dan ekonomi serta sikap dan pandangan negatif

masyarakat.

b. Data sekunder

Data sekunder yaitu, data yang berasal dari olahan data

primer. Dan data sekunder biasanya didapatkan dari instansi

pengumpulan data seperti badan pusat statistic, dinas kesehatan,

rumah sakit dan puskesmas (Arikunto, 2010). Data sekunder dalam

penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari puskesmas dari

tahun 2014 dengan tahun 2015 di Wilayah Kerja Puskesmas Bergas

Kabupaten Semarang.

3. Instrument Penelitian

a. Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam proposal

penelitian ini yaitu kuesioner terlampir yang disusun oleh peneliti

sendiri berdasarkan konsep kuesioner tertutup. Kuesioner yang

49
50

digunakan untuk mengetahui umur, pengetahuan, paritas dan

dukungan suami yang berhubungan dengan pemilihan penggunaan

kontrasepsi IUD .

Kuesioner pengetahuan tentang kontrasepsi IUD berjumlah

15 pertanyaan dan untuk kuesioner dukungan suami berjumlah 11

soal.

Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Pengetahuan

Non Item
No Item Pertanyaan Jumlah
Positif Negarif
1. Pengertian IUD 1 1
2. Keuntungan IUD 2,11 2
3. Indikasi IUD 3,9 2
4. Kontraindikasi IUD 4 12 2
5. Efek samping IUD 5,16 2
6. Syarat-syarat pengguna IUD 6 1
7. Waktu pemasangan IUD 7 13 2
8. Kerugian IUD 8 14 2
9. Petunjuk bagi klien yang 10 1
menggunakan IUD

Jumlah 12 3 15

Kuesioner pengetahuan tentang kontrasepsi IUD ini terdiri dari 15

item, dijabarkan dalam butuiran item pertanyaan yang terdiri dari butiran

Favorable dan Unfavorable . Alternatif untuk masing-masing jawaban

50
51

pada item favorable adalah benar = 1 dan salah = 0. Alternative untuk

masing-masing jawaban item unfavorable adalah benar = 0 dan salah = 1

Skor dalam penelitian ini maksimal 15 dan minimal 0. Kategori

pengetahuan baik dengan skor 11-15, cukup 6-10 dan kurang 0-5.

Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Dukungan Suami

Non Item
No Item Pertanyaan Jumlah
positif
1. Dukungan informasi 1,2,10,11 5
2. Dukungan emosional 3,4,5,7,9 5
3. Dukungan 6 1
instrumental
Jumlah 11 11

Kuesioner tentang dukungan suami terdiri dari 11 item pertanyaan.

Dijabarkan dalam butiran item pertanyaan yang terdiri dari butiran

favorable. Alternatif untuk masing-masing jawaban pada butiran favorable

adalah ya = 1 dan tidak = 0. Skor dalam penelitian ini maksimal 11 dan

minimal 0, kategori mendukung dengan skor = 6-11 dan kategori tidak

mendukung dengan skror 0-5.

Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Pemilihan Kontrasepsi

No Jenis Pertanyaan Jumah Soal Nomor Soal


1. Pengguna IUD 1 A (7)
2. Non IUD 1 A (7)

51
52

Kuesioner pemilihan kontrasepsi terdiri dari 1 item pertanyaan.

Alternatif untuk masing-masing jawaban jika ya = 1 dan jika tidak = 0.

b. Uji Validitas dan Uji Rehabilitas

1) Uji Validitas

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur

tersebut benar-benar mengukur apa yang di ukur. Validitas

pengumpulan dan yang merupakan salah satu syarat yang harus

dipenuhi sebelum alat tersebut digunakan (Notoatmodjo, 2012).

Validitas yang digunakan validitas eksternal karena

instrument tersebut sesuai dengan data atau informasi lain yang

mengenai variabel penelitian yang dimaksud. Dalam uji validitas

penenlitian ini akan menggunakan alat ukur atau instrument

kuesioner. Menurut Sugiyono (2010), uji validitas bisa

menggunakan rumus korelasi Product Moment sebagai berikut :

N XY ( x )( y )
r xy =
{N X ( X ) }{( N Y ( Y )) }
2 2 2 2

Keterangan :

rxy : koefisien korelasi antara x dan y

x : jumlah skor dari setiap pertanyaan

52
53

Y : jumlah skor total pertanyaan

XY : jumlah perkalian skor x dan y semua subyek

N : jumlah subyek

Dari hasil perhitungan, apabila didapatkan nilai r hitung

lebih besar dari r table, maka instrument dikatakan valid. Dengan N

sebesar 20, maka nilai r table pada taraf signifikan 5% adalah 0,444

(Sugiyono, 2010).

2) Uji Reabilitas

Reabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya

untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrument

tersebut sudah baik. Instrument yang sudah dapat dipercaya, yang

riable akan menghasilkan data yang dapat dipercaya (Riyanto,

2011).

Reabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana

suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan

(Notoatmodjo, 2012). Reabilitas atau dapat diandalkan bahwa

sesuatu instrument tersebut sudah baik sebagai alat pengumpuan

data jika instrument tersebut sudah baik (Arikunto, 2010). Penguji

reablitas instrument dengan menggunakan teknik Alpa Cronbach

dengan rumus Alpa Cronbach koefisien sebagai berikut :

[
r 11 =
k
][
( k1 )
1
ab2
21 ]
53
54

Keterangan :

r 11 : reabilitas instrument

k : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

ab2 : jumlah varian butir


2
1 : varian total

Uji reabilitas dan validitas pada kuesioner ini akan

dilakukan pada Puskesmas Pringapus dimana sampel berjumlah 20

orang ibu KB aktif dengan tujuan untuk menunjukkan sejauh mana

suatu alat ukur hasil dari pengukuran itu tetap konsisten.

G. Etika Penelitian
Menurut Hidayat (2008) bahwa Masalah etika penelitian

kebidanan merupakan masalah yang sangat penting dalam penelitian,

mengingat penelitian kebidanan berhubungan langsung dengan manusia,

maka segi etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang harus

diperhatikan antara lain adalah :


1 Informed consent
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti

dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan.

Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan

dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden.

Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan

tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika subjek bersedia, maka

54
55

mereka harus menandatangani lembar persetujuan. Jika responden

tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak pasien.


2 Tanpa Nama (Anonim)
Masalah etika kebidanan merupakan masalah yang

memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan

cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada

lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar

pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan di sajikan.


3 Kerahasiaan (confidentiality)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan

jaminan kerahasiaan penelitian, baik informasi maupun masalah-

masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin

kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan

dilaporkan pada hasil riset (Hidayat, 2008).


H. Pengolahan dan Analisa Data
Menurut Notoatmodjo (2012) ada 4 tahapan dalam pengolahan data

yang harus dilalui yaitu :


1 Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran

data yang diperoleh atau di kumpulkan. Editing dapat dilakukan

pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul

(Hidayat, 2008).
2 Coding
Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik

(angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori.

Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan analisis

data menggunakan komputer. Biasanya dalam pemberian kode

dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu buku (code book)

55
56

untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode

dari suatu variebel (Hidayat, 2008).


Pemberian kode dilakukan sebagai berikut :
a Untuk pertanyaan variabel independent (pengetahuan) yaitu :
Untuk pertanyaan favorable :
1) Untuk jawaban benar diberi nilai 1
2) Untuk jawaban salah diberi nilai 0

Untuk pertanyaan unfavorable :

1) Untuk jawaban benar diberi nilai 0


2) Untuk jawaban salah diberi nilai 1
b Untuk pertanyaan variabel independent (dukungan suami)

yaitu :
1) Untuk jawaban ya diberi nilai 1
2) Untuk jawaban tidak diberi nilai 0
c Untuk pertanyaan variabel dependent (penggunaan IUD)

yaitu :
1) Untuk jawaban ya diberi nilai 1
2) Untuk jawaban tidak diberi nilai 0
3 Pemberian Nilai (skoring)
Setelah pemberian angka selesai kemudian dilakukan

scoring sesuai kriteria yang dibuat penelliti dengan pemberian nilai

pada hasil jawaban kuesioner yang telah diisi oleh responden. Bila

jawaban benar maka nilainya 1 dan jawaban salah nilainya 0.


4 Penyusunan Data (Tabulating)
Membuat tabulasi dalam kerja memproses data, membuat

tabulasi lain adalah masukkan data ke table-table dan mengatur

angka-angka sehingga dapat dihitung.


I. Analisa Data
1 Analisa Data
Penelitian ini menggunakan 2 (dua) analisa data yaitu analisa univariat

dan bivariat
a Analisa Univariat

56
57

Analisa univariat adalah analisa yang bertujuan untuk

menjelaskan atau mendikripsikan karateristik setiap variabel

penelitian (Notoatmodjo, 2012). Analisa univariat dalam

penelitian ini untuk mendeskripsikan variabel dependen yang

kemudian hasinya disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penggunaan

kontrasepsi IUD. Variabel penggunaan kontrasepsi dikategorikan

menjadi 2 yaitu memakai IUD dan Non IUD. Berdasarkan lembar

kuesioner dimana rumus presentase yang memakai IUD dan Non

IUD yaitu :

f
x 100
P n

Keterangan :
P = Proporsi
f = Frekuensi dari tiap kategori
n = Jumlah sampel
b Analisa Bivariat
Analisa bivariat adalah yang dilakukan terhadap dua

variabel yang saling berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo,

2012). Analisa ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat dua

variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat yang diduga

mempunyai hubungan. Analisa bivariat ini untuk mengetahui

hubungan umur, pengetahuan, paritas dan dukungan suami

terhadap pemilihan kontrasepsi IUD yang variabel dependen dan

independennya dianalisis engan uji chi-square (x2), dimana uji

57
58

chi-square (x2) adalah untuk melihat kemaknaan hubungan antara

variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan

Sofrware SPPS 16.0 For Windws dan didukung oleh Microsoft

Exel 2007 dengan tingkat kepercayaan 95%.


Syarat dan ketentuan dalam melakukan uji chi-square adalah :
1) Tidak ada sel yang nilai observed yang bernilai nol.
2) Sel mempunyai nilai expected kurang dari 5, maksimal 20%

dari jumlah sel.


3) Nilai yang diambil continuity correction.
4) Apabila tabelnya 2 x 2 dan ada nilai E < 5, maka uji yang

dipakai adalah fishers exact test.


5) Apabila tabelnya lebih dari 2 x 2, misalnya 2 x 3, 3 x 3 dll,

maka digunakan uji pearson chi-square.

Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan

antara variabel bebas dan terikat, maka p- value dibandingkan

dengan tingkat kesalahan yang digunakan yaitu 5% atau p- value

= 0,005. Apabila p- value 0,05 maka H 0 ditolak dan Ha diterima,

yang berarti ada hubungan antara variabel bebas dan variabel

terikat. Sebaliknya apabila p- value > 0,05 maka H0 diterima dan

Ha ditolak, yang berarti tidak ada hubungan antara variabel bebas

dan variabel terikat (Notoatmodjo, 2012).

J. Jadwal Penelitian
Terlampir

58