Anda di halaman 1dari 4

Lampiran

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BANJARMASIN
STANDAR OPERASIONAL PIJAT OKSITOSIN
PROSEDUR
Pengertian Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang
belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima atau
keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon
prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan.
Tujuan Untuk meningkatkan hormone oksitosin yang dapat
menenangkan ibu, sehingga pengeluaran ASI menjadi lebih
lancar.
Persiapan Alat 1. Kursi
2. Meja
3. Minyak kelapa atau baby oil
4. Handuk
5. Buku catatan dan alat tulis
Prosedur Pra-Interaksi:
1. Perawat mencuci tangan.
2. Peralatan didekatkan ke dekat klien.
3. Menutup gorden atau pintu dan memastikan pivasi klien
terjaga
Orientasi:
1. Perawat mengucapkan salam.
2. Menjelaskan tujuan tindakan kepada klien.
Interaksi:
1. Atur posisi ibu dengan duduk dikursi dan bersandar
kedepan, tangan dilipat di atas meja di depannya dan
letakkan kepala ibu di atas lengannya (posisi telungkup).
Posisi payudara menggantung.
2. Pijat kedua sisi tulang belakang klien dengan minyak
menggunakan dua kepalan tangan dan ibu jari menunjuk
ke depan.
3. Tekan dengan kuat, membentuk gerakan lingkaran kecil
dengan kedua ibu jarinya.
4. Perawat menggosok kearah bawah dua sisi tulang
belakang, pada saat yang sama, pijat dari leher kearah
tulang belikat selama 2 atau 3 menit.
5. Amati respon klien selama tindakan.
6. Bersihkan punggung klien dengan handuk setelah
tindakan.
Terminasi:
1. Evaluasi perasaan klien, rapikan klien dan alat.
2. Melakukan terminasi dan kontrak berikutnya.
3. Perawat mencuci tangan.
4. Dokumentasi.

Lampiran
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BANJARMASIN
STANDAR ACUPRESSURE POINT FOR LACTATION
OPERASIONAL
PROSEDUR
Pengertian Acupressure point for lactation adalah stimulasi tubuh manusia dengan
penekanan pada titik-titik meridian acupressure.
Tujuan Untuk meningkatkan hormone oksitosin yang dapat menenangkan ibu,
sehingga pengeluaran ASI menjadi lebih lancar.
Persiapan Alat 1. Minyak kelapa atau baby oil
2. Handuk
3. Buku catatan dan alat tulis.
Prosedur Pra-Interaksi:
1. Perawat mencuci tangan.
2. Peralatan didekatkan ke dekat klien.
3. Menutup gorden atau pintu dan memastikan pivasi klien terjaga
Orientasi:
1. Perawat mengucapkan salam.
2. Menjelaskan tujuan tindakan kepada klien.
Interaksi:
1. Atur posisi ibu berbaring dalam keadaan rileks, tidak tegang.
2. Tentukan titik pijat yang tepat yaitu di titik meridian tertentu.
3. Cara memijat dapat dilakukan dengan menekan menggunakan
ujung jari tangan yang sudah diolesi minyak kemudian diputar atau
diurut pada titik meridian yang tepat selama 30 detik - 2 menit.
4. Penekanan pada awal harus dilakukan dengan lembut, kemudian
secara bertahap kekuatan penekanan ditambah sampai terasa sensasi
ringan, tetapi tidak sakit.
5. Ulangi prosedur 2-4 pada setiap titik meridian yang disarankan.
6. Amati respon klien selama tindakan.
7. Bersihkan tubuh klien dengan handuk setelah tindakan.
Terminasi:
1. Evaluasi perasaan klien, rapikan klien dan alat.
2. Melakukan terminasi dan kontrak berikutnya.
3. Perawat mencuci tangan.
4. Dokumentasi

TITIK-TITIK MERIDIAN ACUPRESSURE


Meridian Lambung Titik ST 17 (Ruzhong)
(Stomach-ST) Terletak pada garis
lateral dada II, di sela iga
ke 4, tepat pada
sentrum papilla mamae.

Titik ST 18 (Rugen)
Terletak pada garis
lateral dada II, di sela iga
ke-5

Meridian Lambung Titik ST 36 (Zusanli)


(Stomach-ST) Terletak 3 cm dibawah
patella, lateral 1 jari dari
pundak anterior tulang
tibia pada otot tibialis
anterior

Meridian Limpa Titik SP 6 ((Sanyinjiao)


(Spleen-SP) Terletak 3 cm di atas
malleolus internus, ditepi
posterior tibia.
Meridian Usus Besar LI 4 (He gu)
(Large Intentine-LI) Terletak pada punggung
tangan, di antara
metacarpal I dan II,
pertengahan sisi radial
dari os metacarpal II.

Anda mungkin juga menyukai