Anda di halaman 1dari 33

KELIPING ALAT KESEHATAN

ALAT- ALAT DIAGNOSTIK

Disusun oleh :

1. Ayunda Afifah (141550043)


2. Debi Desvitasari (141550048)
3. Imam Agus Faisal (141550041)
4. Maya Fazri Mulyani (141550045)
5. Siti Rohmi (141550044)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KHARISMA PERSADA
TANGGERANG SELATAN
2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesai keliping yang berjudul Alat-Alat kesehatandiagnostik ini. keliping
ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah alat alat kesehatan
Pada penyusunan makalah ini, penyusun banyak mendapatkan bantuan dan dorongan
dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati penyusun mengucapkan terima
kasih sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing yang senantiasa memberikan petunjuk
penyusunan serta teman-teman satu angkatan yang memberikan dorongan dan motivasi
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Disadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan,
karena itu dibutuhkan saran dan kritik yang membangun agar menjadi lebih baik kedepannya

Tanggerang, januari 2015

Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Permenkes RI/NO.220/Men.Kes/Per/XI/1976. Alat kesehatan


merupakan barang instrument, aparat atau alat yang termasuk tiap
komponen bagian atau alat perlengkapan yang diproduksi, dijual
atau dimaksudkan untuk digunakan dalam :
1. Pemeliharaan dan perawatan kesehatan, diagnose,
penyembuhan, peringanan atau pencegahan penyakit, kelainan
keadaan badan ataui gejalanya pada manusia.
2. Pemulihan, perbaikan atau perubahan suatu fungsi badan atau
struktur badan manusia.
3. Diagnosa kehamilan pada manusia atau pemeliharaan selama
kehamilan dan setelah melahirkan termasuk pemeliharaan bayi.
4. Usaha mencegah kehamilan pada manusia dan tidak termasuk
golongan obat.
Alat kesehatan adalah instrument, aparatus, mesin atau implant
yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah,
mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit,
merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia atau
membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Menurut
keputusan mentri kesehatan republic indonesia nomor 116/SK/79
alat kesehatan dapat digolongkan dengan :
a. Preparat untuk pemeliharaan dan perawatan
b. Pestisida dan inektisida pembasmi hama manusia dan bintang
peliharaan
c. Alat kecantikan
d. Peralatan obstetric dan hgynekologi
e. Peralatan anastesi
f. Peralatan kedokteran gigi
g. Peralatan kedokteran THT
h. Peralatan kedokteran Mata

B. Tujuan

1. Untuk mengetahui macam macam alat-alat kesehatandiagnostik.


2. Untuk mengetahui fungsi- fungsi alat kesehatan diagnostik
3. Untuk mengetahiu cara penggunaan atau pemakaian dari alat- alat
kesehatandiagnostik.

C. Manfaat

Secara umum penulisan diharapkan :


1. Menambahpengetahuanparapembacauntuklebihmemahami tentang alat alat
kesehatandiagnostik.
2. Memberi tahu kepada pembaca bahwa alat alat kesehatan mempunyai fungsi
masing masing untuk penyembuhan penyakit.
3. Membantu pembaca mengetahui macam macam dari alat diagnostik beserta
fungsi dan cara pemakaiannya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

ALAT DIAGNOSTIK

Alat-alat perlengkapan (diagnostic equipments) adalah alat-alat yang digunakan oleh


para dokter atau tenaga medis lainnya dimana dengan bantuannya dapat diketahui, ditentukan
diagnosa penyakit seseorang yang diperiksa.

No Nama Gambar Fungsi Cara penggunaan


1. Stetoskop Digunakan untuk 1. Siapkan klien dengan
mendeteksi,mempelaja posisi senyaman mungkin
ri,mendengarkan
2. Buka bagian baju yang
bunyi (suara) yang
menutupi dada klien
timbul dari dalam
tubuh/rongga tubuh
3. Pasang stetoskop pada
telinga pemeriksa

4. Gunakan diafragma untuk


dewasa dan bell untuk
anak-anak

5. Letakkan stetoskop diatas


kulit pada area intercostal
(otot antar tulang rusuk)

6. Instruksikan pada pasien


untuk bernafas perlahan
dengan mulut sedikit
tertutup

7. Dengarkan inspirasi dan


ekspirasi.

2. Tensimeter digunakan untuk 1. Posisikan pasien


mengukur tekanan berbaring, atau duduk,
darah tubuh, berapa selanjutnya manset
angka systole(pada tensimeter diikatkan pada
waktu jantung lengan atas, sekitar 2 jari
kuncup) dan berapa diatas lipatan siku.
2. Stetoskop diletakkan pada
angka diastole (pada
arteri brakhialis yang
waktu jantung
berada pada lipatan siku.
mengembang lagi).
3. Sambil mendengarkan
denyut nadi, tekanan
didalam tensimeter
dinaikkan dengan cara
memompa sampai sekitar
140 mmHg, jika orang
yang kita ukur terkena
hipertensi naikkan hingga
160 mmHg sehingga
denyut nadi tidak
terdengar lagi, kemudian
tekanan didalam
tensimeter pelan-pelan
diturunkan.
4. Pada saat denyut nadi
mulai terdengar lagi, baca
tekanan yang terdapat pada
batas atau permukaan air
raksa yang terdapat pada
tensi meter, jika misalnya
menunjukkan angka 110
mmHg maka berarti
tekanan tekanan sistolnya
adalah 110 mmHg.
5. Pada proses pengukuran,
tekanan didalam
tensimeter tetap
diturunkan. Suara denyut
nadi akan terdengar lebih
jelas sampai suatu saat
suara denyutan terdengar
melemah dan akhirnya
menghilang. Saat denyut
terdengar melemah,
kembali kita lihat tekanan
dalam tensimeter,jika
misalnya menunjukkan
angka 82 mmHg, maka
tekanan diastolnya adalah
82 mmHg.

3. Buku Isi digunakan untuk 1. Sebelum memakai


Hara mengetes apakah pastikan digunakan pada
seseorang buta warna ruangan dimana sinar yang
atau tidak. terang seperti siang hari.
2. Posisi Buku tes dengan
mata pasien sekitar 75 cm
dengan kemiringan yang
mengarah pada lurusnya
pandangan pasien ke objek
itu.
3. Tes nomer 1 25 berupa
angka dan semua jawaban
harus diberikan dalam
waktu paling lama 3 detik.
Jika pasien tidak bisa
membaca angka maka
diberikan pilihan tes mulai
nomer 26 38 dengan cara
menelusuri lintasan mulai
dari tanda X sanpai tanda
X yang satunya. Setiap
melalukan tracking
lintasan itu diperlukan
waktu paling lama 10
detik.
4. Chart Vision digunakan untuk test Pasien berada pada jarak 20
Snellen char bertuliskan huruf- kaki (enam meter) dari chart.
huruf dengan ukuran Satu mata ditutup, kemudian
besar tertentu dan diminta mengeja deretan
ukuran tersebut harus huruf dimulai baris atas. Ada
dapat dilihat oleh mata 11 baris, semakin banyak
yang normal pada baris, semakin bagus pula
jarak tertentu. ketajaman visualnya.
5. ECG untuk mendektesi 1. Mempersiapkan alat ECG
2. Menghubungkan kabel
(Electrocardi aktivitas listrik
power kesaklar
ografi) jantung
3. Menghubungkan kabel
ground kesaluran ledeng
atau ketanah dengan kabel
dibungkus kasa lembab
4. Memastikan alat
berfungsi dengan baik
5. Mempersiapkan pasien
6. Pasien dipersilahkan
membuka baju atas dan
kaos dalamnya serta
berbaring diatas tempat
tidur dan dianjurkan
untuk tidak tegang serta
memberitahu prosedur
yang akan dilakukan
7. Memberishkan tempat-
tempat yang akan
ditempel elektroda dengan
kapas alcohol 70% pada
bagian venteral kedua
lengan bawah (dekat
pergelangan tangan) dan
bagian lateral kedua
tungkai bawah (dekat
pergelangan kaki), serta
dada, jika perlu dada dan
pergelangan kaki diukur
8. Keempat elektroda
ekteremitas diberi jelly
9. Oleskan sedikit pasta
elektroda pada tempat
tempat yang akan
dipasangkan elektroda
10. Pasang keempat elektroda
ekteremitas tersebut pada
kedua pergelangan tangan
dan kaki dengan
ketentuan :
- Merah : lengan
kanan(RA)
- Kuning : lengan kiri (LA)
- Hijau : tungkai kiri (LF)
- Hitam : tungkai kanan
(RF)
11. Dada diberi jelly sesuai
dengan lokasi untuk
elektroda
12. Pasang elektroda
precordial (VI-V6)
disesuaikan dengan kabel
13. Tekan On untuk
menghidupkan alat
14. Atur posisi jarun penulis
agar terletak ditengan
lebar kertas, kemudian
membuat rekaman
kalibrasi
15. Membuat rekaman ECG
dari Lead I, Lead II, Lead
III, aVR, aVL, aVF, V1,
V2, V3, V4, V5 dan V6
16. Rekam setiap sadapan
dibuat minimal 3 siklus
17. Setelah selesai membuat
rekaman tekan tombol
Off
6. EEG 1. Mendiagnosis 1. Sebelum melakukan
(Electroence epilepsy dan prosedur perekaman EEG
phalogram) tanda-tandanya sebaiknya diketahui
2. Mengecek
standart minimal
permasalahan pada 2. Perekam EEG yaitu
orang yang memakai minimal 16
mengalami channel yang bekerja
kehilangan secara simultan. Setiap
kesadaran area diotak bisa
3. Mencari tahu
memberikan pola yang
apakah seseorang
sama atau berbeda pada
dalam keadaan
waktu yang bersamaan,
koma
dan menurut pengalaman
4. Mempelajari
diperlukan perekam pada
penyebab susah
minimal 8 area diotak
tidur
5. Melihat aktivitas secara simultan untuk
otak ketika mendapatkan distribusi
seseorang pola EEG.
menerima obat 3. Memakai minilam 17
anastesi selama elektrode pencata. Semua
operasi otak electrode ini harus
6. Membantu orang
mencakup area frontal,
yang memiliki
sentral, pariental,
masalah psikis,
oksipital, temporal,
seperti rasa gugup
auricural atau mastoid,
dan kesehatan
vortex dan elektroda
mental
ground
4. Kedua system
monopolar(referensial)
dan bipolar (diferensial)
harus digunakan secara
rutin. Penggunaan system
sekaligus adalah esensial
untuk mendapatkan
informasi yang akurat
5. Harus ada prosedur buka
tutup mata. Aktifitas alfa
dapat memberi informasi
tentang fungsi abnormal
otak. Aktifitak paroksimal
dapat pula dicetuskan
oleh prosedur ini
6. Mesin EEG harus
dikalibrasikan diawal dan
di akhir rekaman.
Perekaman harus dicatat
7. Lama perekaman minimal
15-20 menit pada
penderita sadar. Bila ada
prosedur stimulansi fotik,
hiperventilasi dan tidur
maka lama perekaman
harus ditambah
7. EMG 1. Membantu 1. Unipolar
Dilakukan dengan 1
(Elektromyo membedakan
elektroda terpasang pada
grafi) antara gangguan
otot yang diukur dan
otot primer
dibandingkan dengan
seperti distrofi
electroda lain yang
otot dengan
diletakkan di otot yang
gangguan
minim gerakan
sekunder
2. Bipolar
2. Membantu
Secara bipolar 2 electroda
menentukan
yang aktif diletakkan
penyakit
secara berdekatan di otot
degeneratif saraf
yang akan dikur dan
sentral, kerusakan
dibandingkan dengan
saraf, atau cedera
kondisi di ground
saraf.
3. Membantu
mendiagnosa
gangguan
neuromuskular
seperti myastenia
grafi
8. USG melihat janin di dalam Cara kerja usg 4d yaitu
rahim ibu transduser memancarkan
hamil, melihat gelombang suara frekuensi
pergerakan serta tinggi kedalam perut. Oleh
perkembangan sebuah organ didalam perut sebagian
janin, mendeteksi dari gelombang dipantulkan
perbedaan antar kembali. Gelombang
jaringan-jaringan pantulan lalu ditangkap oleh
lunak dalam tubuh. alat penerima, kemudian
diolah oleh komputer dalam
bentuk gambar layar monitor.

Alat X-Ray
Alat X-Ray adalah sebagai alat diagnostik dimana kita dapat memeriksa, mengenal, dan
mengetahui penyakit sipenderita dari film X-Ray yang kita teliti. Selain untuk penyakit paru-
paru, alat X-Ray digunakan juga untuk memeriksa ada tidaknya patah tulang, ada tidaknya
pembesaran jantung dll.
9 X-Ray sebagai alat diagnostik 1.Pasiendiharapkanuntu
. untukmemeriksa, kmelepasbaju yang
mengenal, dan mengetahui dikenakan.
penyakit sipenderita dari 2.Pastikanposisitegakda
film X-Ray yang kita teliti. nkepalasejajar
Selain untuk penyakit 3.Tempelkanbadankeala
paru-paru, alat X-Ray t x-ray
digunakan juga untuk
memeriksa ada tidaknya
patah tulang, ada tidaknya
pembesaran jantung dll.

Alat Ultrasound
Ultrasound adalah suatu alat pencitraan yang biasanya digunakan untuk mendiagnosis
berbagai penyakit dan kodisi kesehatan lainnya. Alat ini memiliki kemampuan untuk
menciptakan gelombang suara yang akan menimbulkan gema ketika disorotkan ke dalam
tubuh. Gelombang-gelombang ini kemudiaan akan menciptakan gambar yang dapat
digunakan oleh tenaga kesehatan untuk mendiagnosis penyakit atau kondisi pasien pada saat
itu.
10 Scanner Kegunaan alat Ultrasound 1.) Siapkan alat
2.) Jelaskan prosedur
scanner ini adalah sebagai
kepada pasien
alat diagnostika dimana
3.) Berikan gen pada
kita dapat
ujung alat, kemudian
memeriksa,mengenal, dan
letakkan alat di bagian
mengetahui adanya
yang akan diperiksa
kelainan-kelainan organ
sampai mengeluarkan
tubuh kita baik langsung
gelombang suara yang
dari TV monitor atau dari
akan menembus pada
potret Polaroid yang
bagian kulit dan
menyertai perlengkapan
menampilkan bagian
alat ini.dengan alat ini kita
dalam tubu yang
dapat mengetahui kelainan
diperiksa di monitor
di hati, ginjal, jantung
atau layar.
tanpa takut adanya efek 4.) kemudian dokumen
samping seperti yang tasikan kepada pasien
ditimbulkan oleh alat X-
Ray

11 Doppler Alat yang digunakan untuk 1)Mula-


. mendengar denyut jantung mulapasiendiperintahka
janin nuntukduduksenyaman
mungkindenganposisi
dada telanjang.
2)Ambil fetal Doppler
kemudiantekantombol
power.
3)Setelahlampu
Doppler menyala,
berarti Doppler
siapdioperasikan.
4)Oleskanjelpada
probe,
kemudianditempelkanp
ada dada
pasiensebelahkiri.
5)Setelahterdengarbuny
ijantung, volume
Doppler
ditingkatkandanmulaidi
hitungselama 1 menit.

Alat Pacu Jantung


Pacu jantung adalah sebuah alat pacu yang dipasang pada jantung seseorang yang
mengalami gangguan pada listrik jantungnya. Alat ini besarnya seperti korek api yang tipis
dan dihubungkan dengan serambi jantung dengan sebuah kawat kecil yang umumnya disebut
LEAD.
11 Alat Pacu alat pacu yang dipasang 1. Nyalakan
Jantung pada jantung seseorang deflbrilator
yang mengalami
2. Tentukan enerji
gangguan pada listrik
yang diperlukan
jantungnya. Alat ini
dengan cara
besarnya seperti korek api
memutar atau
yang tipis dan
menggeser tombol
dihubungkan dengan
enerji
serambi jantung dengan
sebuah kawat kecil yang
3. Paddle diberi jeli
umumnya disebut LEAD.
secukupnya.
4. Letakkan paddle
dengan posisi
paddle apex
diletakkan pada
apeks jantung dan
paddle sternum
diletakkan pada
garis sternal kanan
di bawah klavikula.

5. Isi (Charge) enerji,


tunggu sampai
enerji terisi penuh,
untuk mengetahui
enerji sudah penuh,
banyak macamnya
tergantung dari
defibrilator yang
dipakai, ada yang
memberi tanda
dengan
menunjukkan angka
joule yang diset, ada
pula yang memberi
tanda dengan bunyi
bahkan ada juga
yang memberi tanda
dengan nyala
lampu.

6. Jika enerji sudah


penuh, beri aba-aba
dengan suara keras
dan jelas agar tidak
ada lagi anggota tim
yang masih ada
kontak dengan
pasien atau korban,
termasuk juga yang
mengoperatorkan
defibrilator, sebagai
contoh:
"Enerji siap "
"Saya siap "
"Tim lain siap"

7. Kaji ulang layar


monitor
defibrillator,
pastikan irama
masih VF/VT tanda
nadi, pastikan enerji
sesuai dengan yang
diset, dan pastikan
modus yang dipakai
adalah asinkron,
jika semua benar,
berikan enerji
tersebut dengan cara
menekan kedua
tombol discharge
pada kedua paddle.
Pastikan paddle
menempel dengan
baik pada dada
pasien (beban
tekanan pada paddle
kira-kira 10 kg).

8. Kaji ulang di layar


monitor defibrilator
apakah irama
berubah atau tetap
sama scperti
sebelum dilakukan
defibrilasi, jika
berubah cek nadi
untuk menentukan
perlu tidaknya
dilakukan RJP, jika
tidak berubah
lakukan RJP untuk
selanjutnya lakukan
survey kedua.

Alat diagnostik lain


No Nama Alat Gambar Kegunaan Cara menggunakan
.
1. Alat bantu Untuk membantu 1. Buka penutup batrai
dengar pendengaran dengan cara ditarik
dari atas
kebawahmasukkan
satu buah batrai tipe
AG13
2. sambungkan selang
kelubang mikrofon,
dan pilihlah eartip
yang sesuai dengan
besar lubang telinga
anda
3. tekan tombol power
untuk menylakan
alat
4. tekan 1x alat akan
menyala dalam
frekuensi suara
rendah , tekan 2x
alat akan menyala
dalam frekuensi
tinggi
5. untuk mematikan
alat cukup menekan
tombol power
selama 3 detik
6. tekan tombolvolum
pada sisi atas alat
untuk menambah
besar volume suara
output , tekan sisi
bawah alat umtuk
mengecilkan volume
suara output
2. Alat membuang produk- Setting dan priming
hemodialisa produk sisa metabolisme 1) Mesin dihidupkan
seperti potassium dan 2) Lakukan setting
urea dari darah dengan cara: keluarkan
dialyzer dan AV blood
line dari bungkusnya,
juga slang infus /
transfusi set dan NaCl
(perhatikan
sterilitasnya)
3) Sambungkan normal
saline dengan seti infus,
set infus dengan selang
arteri, selang darah
arteri dengan dialyzer,
dialyzer dengan selang
darah venous
4) Masukkan selang
segmen ke dalam
pompa darah, putarlah
pump dengan menekan
tombol tanda V atau
(pompa akan otomatis
berputar sesuai arah
jarum jam)
5) Bukalah klem pada
set infus, alirkan normal
saline ke selang darah
arteri, tampung cairan
ke dalam gelas ukur
6) Setelah selang arteri
terisi normal saline,
selang arteri diklem
b. Lakukan priming
dengan posisi dialyzer
biru (outlet) di atas dan
merah (inlet) di bawah
1) Tekan tombol start
pada pompa darah,
tekan tombol V atau
untuk menentukan
angka yang diinginkan
(dalam posisi priming
sebaiknya kecepatan
aliran darah 100 rpm)
2) Setelah selang darah
dan dialyzer terisi
semua dengan normal
saline, habiskan cairan
normal sebanyak 500 cc
3) Lanjutkan priming
dengan normal saline
sebanyak 1000 cc.
Putarlah Qb dan rpm
4) Sambungkan ujung
selang darah arteri dan
ujung selang darah
venous
5) Semua klem dibuka
kecuali klem heparin
6) Setelah priming,
mesin akan ke posisi
dialysis, start layar
menunjukkan
preparation, artinya:
consentrate dan RO
telah tercampur dengan
melihat petunjuk
conductivity telah
mencapai (normal: 13.8
14.2). Pada keadaan
preparation, selang
concentrate boleh
disambung ke dialyzer
7) Lakukan sirkulasi
dalam. Caranya:
sambung ujung blood
line arteri vena
a) Ganti cairan normal
saline dengan yang baru
500 cc
b) Tekan tombol UFG
500 dan time life 10
menit
c) Putarlah kecepatan
aliran darah (pump) 350
rpm
d) Hidupkan tombol UF
ke posisi on mesin
akan otomatis
melakukan ultrafiltrasi
(cairan normal saline
akan berkurang
sebanyak 500 cc dalam
waktu 10 menit
e) Setelah UV
mencapai 500 cc, akan
muncul pada layar
UFG reached artinya
UFG sudah tercapai
8) Pemberian heparin
pada selang arteri
Berikan heparin
sebanyak 1500 unit
sampai 2000 unit pada
selang arteri. Lakukan
sirkulasi selama 5 menit
agar heparin mengisi ke
seluruh selang darah
dan dialyzer, berikan
kecepatan 100 rpm
c. Dialyzer siap pakai
ke pasien
Sambil menunggu
pasien, matikan flow
dialisat agar concentrate
tidak boros
Catatan: jika dialyzer
reuse, priming 500 cc
dengan Qb 100 rpm
sirkulasi untuk
membuang formalin
(UFG: 500, time life 20
menit dengan Qb 350
rpm). Bilaslah selang
darah dan dialyzer
dengan normal saline
sebanyak 2000 cc
3. Alat KB Untuk mencegah Se1. panjang prosedur,
kehamilan harus diterapkan teknik
jangan menyentuh
(no touch technique).
Bagian dari sonde dan
alat pemasangan yang
sudah terisi yang masuk
ke dalam uterus jangan
disentuh, bahkan
dengan tangan yang
sudah bersarung,
kapanpun. Dengan
demikian, pemakaian
sarung tangan yang
bersih (non-steril)
sudah memadai.
2. 2. Setelah pemeriksaan
panggul bimanual,
serviksdipajankan
dengan speculum
sementara wanita
berbaring dalam posisi
litotomi modifikasi atau
posisi lateral.
3. 3. Serviks dibersihkan
dengan antiseptik dan
dipegang dengan
forseps atraumatik 12
inci (forseps Allis
panjang sering
digunakan). Tarikan
ringan untuk
meluruskan kanalis
uteroservikalis
membantu pemasangan
AKDR di fundus.
4. 4.Sonde uterus
dimasukkan dengan
htai-hati untuk
menentukan kedalaman
dan arah rongga uterus
serta arah dan
kepatenan kanalis
servikalis apabila
dijumpai
spasme/stenosis serviks,
maka mungkin perlu
dipertimbangkan
pemberian anestetik
lokal dan dilatasi os
serviks.
5. 5. AKDR dimasukkan
ke dalam alat
pemasangan sehingga
AKDR akan berletak
rata dalam bidang
transversal rongga
uterus saat dilepaskan.
6. 6. AKDR jangan berada
di dalam alat
pemasanga lebih dari
beberapa menit karena
alat ini akan kehilangan
elastisitasnya dan
bentuknya akan
berubah.
7. 7. Tabung alat
pemasanga secara hati-
hati dimasukkan
melalui kanalis
servikalis, AKDR
dilepaskan sesuai
instruksi spesifik untuk
masing-masing alat
kemudian alat
pemasang dikeluarkan.
8. 8. Setelah pemasangan,
dianjurkan untuk
melakukan sonde
kanalis ulang untuk
menyingkirkan
kemungkinan AKDR
terletak rendah. AKDR
harus diletakkan di
fundus agar insidensi
ekspulsi dan kehamilan
rendah.
9. 9. Benang AKDR harus
dipotong dengan
gunting panjang sampai
sekitar 3 cm dan os
eksternus.

4. Inhaler Untuk memulihkan atau


1. Duduk tegak atau
melebarkan saluran
berdiri dengan dagu
pernafasan akibat
terangkat.
serangan asma

2. Buka tutup inhaler


dan kocok inhaler
dengan teratur.

3. Jika baru pertama


kali menggunakan
inhaler selama
seminggu atau lebih,
maka untuk
penggunaan pertama
sebelum digunakan,
semprotkan inhaler
ke udara untuk
mengecek apakah
inhaler berfungsi
dengan baik.

4. Tarik nafas dalam-


dalam dan buang
perlahan. Lalu
letakkan bagian
mulut inhaler pada
mulut (diantara gigi
atas dan bawah),
kemudian tutup
mulut dengan
merapatkan bibir
(jangan digigit).

5. Mulai dengan
bernapas perlahan
dan dalam melalui
mulut inhaler,
sambil bernapas
secara berbarengan
tekan bagian tombol
inhaler untuk
melepaskan obatnya.
Satu kali tekan
merupakan satu kali
semprotan obat.

6. Lanjutkan untuk
bernapas dalam
untuk memastikan
obat dapat mencapai
paru-paru.

7. Tahan napas selama


kurang lebih 10
detik (atau selama
kondisi senyaman
yang terasa) lalu
buang napas
perlahan.

8. Jika membutuhkan
semprotan
berikutnya, tunggu
sampai 30 detik, dan
kocok kembali
inhaler, ulangi
langkah 4 sampai 7.

9. Tutup kembali
mulut inhaler dan
simpan inhaler di
tempat yang kering.

10. Setelah selesai,


berkumur-kumur,
dan catat dosis yang
sudah terpakai.

5. Turbuhaler Untuk memulihkan


1. Cuci tangan sebelum
pernafasan seperti
menggunakan
serangan kelelahan
inhaler

2. Pegang turbuhaler
dalam keadaan tegak
lurus. Buka tutup
turbuhaler dengan
memutar tutupnya

3. Putar grip ke kiri


sampai bunyi klik
(untuk membuka
segel)

4. Putar grip ke kanan,


lalu putar balik ke
kiri sampai bunyi
klik (untuk
mengambil dosis
obat)

5. Hembuskan nafas
melalui mulut

6. Tempatkan mulut
turbuhaler di antara
bibir, jangan digigit
hiruplah dengan
nafas yang dalam

7. Keluarkan
Turbuhaler dari
mulut

8. Tahan nafas selama


10 detik, lalu
bernafas seperti
biasa

9. Tutup Turbuhaler

10. Jika membutuhkan


tambahan dosis
dapat mengulangi
langkah 3-8

11. Berkumur dengan


air. Setelah
berkumur, buanglah
air tersebut dan
jangan ditelan.
6. Nebulizer meredakan gejala asma
1. Bersihkan tangan
dengan segera dan paling
anda sebelum
sering digunakan untuk
menggunakan
mengobati serangan
nebulizer
asma berat pada saat
dilakukan operasi atau
2. Isi nebulizer cup
pada kasus-kasus gawat
dengan obat yang
darurat.
telah diresepkan
oleh dokter

3. Hubungkan corong
atau masker ke
nebulizer cup

4. Hubungkan selang
dari kompresor ke
nebulizer cup

5. Letakkan corong
atau masker ke
mulut, lalu
bernapaslah dengan
mulut (jika
menggunakan
corong) hingga obat
dalam nebulizer cup
habis. Biasanya obat
dalam cup akan
habis setelah 5-10
menit.

6. Setelah obat habis,


bersihkan nebulizer
cup dan corong atau
masker dengan air,
lalu keringkan untuk
digunakan pada
pengobatan
berikutnya

Sebelum menghirup
obat, posisikan
duduk dengan
dengan tegak di
kursi yang cukup
nyaman.

Bernapaslah dengan
pelan dan dalam.
Jika bisa, berikan
jeda (menahan
napas) 2-3 detik
sebelum
menghembuskan
napas.

Selama proses
berlangsung, jika
obat menempel pada
sisi nebulizer cup,
anda bisa sedikit
mengguncang pelan
(menggunakan jari)
cup agar obat
(cairan) mengalir
turun.

Anak kecil biasanya


akan lebih nyaman
jika menggunakan
masker daripada
corong.
Menggunakan
masker membuat
pasien dapat
bernapas dengan
normal melalui
hidung ataupun
mulut.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Alat-alat perlengkapan (diagnostic equipments) adalah alat-alat yang digunakan


oleh para dokter atau tenaga medis lainnya dimana dengan bantuannya dapat diketahui,
ditentukan diagnosa penyakit seseorang yang diperiksa.
Alat X-Ray adalah sebagai alat diagnostik dimana kita dapat memeriksa,
mengenal, dan mengetahui penyakit sipenderita dari film X-Ray yang kita teliti. Selain
untuk penyakit paru-paru, alat X-Ray digunakan juga untuk memeriksa ada tidaknya
patah tulang, ada tidaknya pembesaran jantung dll.
Alat Ultrasound adalah suatu alat pencitraan yang biasanya digunakan untuk
mendiagnosis berbagai penyakit dan kodisi kesehatan lainnya. Alat ini memiliki
kemampuan untuk menciptakan gelombang suara yang akan menimbulkan gema ketika
disorotkan ke dalam tubuh. Gelombang-gelombang ini kemudiaan akan menciptakan
gambar yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan untuk mendiagnosis penyakit atau
kondisi pasien pada saat itu.
Pacu jantung adalah sebuah alat pacu yang dipasang pada jantung seseorang yang
mengalami gangguan pada listrik jantungnya. Alat ini besarnya seperti korek api yang
tipis dan dihubungkan dengan serambi jantung dengan sebuah kawat kecil yang
umumnya disebut LEAD.
Berdasarkan alat-alat diagnostik diatas dapat disimpulkan, dengan mengetahui
alat-alat diagnostik kita dapat memahami fungsi dan cara pemakaian dari alat-alat
tersebut dan memperlancar dalam melakukan suatu percobaan atau praktikan.

B. Saran
Sebaiknya alat-alat yang digunakan lebih diperhatikan dan dirawat lagi agar dapat
digunakan dengan maksimal tanpa ada kekurangan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Pratiwi, heni, 2008. EEG (Electroencephalogram).


2. Merdeka, Try.2011. Tata Cara Pelaksanaan EEG (Electroencephalogram).