Anda di halaman 1dari 30

BERKAS PASIEN

Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : UPTD Puskesmas Kampung Bali


No Berkas : 01/KedKomunitas/2017/FKIK/UNIB
No Rekam Medis :
Data Administrasi : 1805
Diisi Oleh : Rizki Putra Amanda, S.Ked NPM: H1AP09040
Saarah Agustin, S.Ked NPM: H1AP10037

Pasien Keterangan
Nama Tn. A Pasien
Umur / tgl. Lahir 29 tahun
Alamat Jl. Jend. Sudirman, Kota Bengkulu
Jenis kelamin Laki-laki
Agama Islam
Pendidikan -
Pekerjaan -
Status perkawinan Menikah
Kedatangan yang ke 1

Telah diobati Ya / tidak


ssebelumnya
Alergi obat Ya/tidak
Sistem pembayaran BPJS (KIS)
2

DATA PELAYANAN

1. ANAMNESIS (subyektif)
(Dilakukan secara: autoanamnesis dengan ibu pasien)
A. Alasan kedatangan/ keluhan utama
Alasan kedatangan : Gatal di seluruh tubuh
Kekhawatiran : Gatal akan meninggalkan bekas koreng di kulit
Harapan : Penyakit yang dialami saat ini bisa sembuh.
Persepsi : Gatal disebabkan karena penggunaan air sumur untuk mandi

B. Keluhan lain / tambahan


1. Kulit menjadi merah dan luka karena sering digaruk

C. Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang :


Pasien Tn. A, laki-laki, 29 tahun, datang dengan keluhan gatal seluruh tubuh
sejak 1 bulan yang lalu. Gatal dirasakan makin memberat ketika malam hari pada
sela jari, lipat paha, perut, lipat bokong. Gatal dirasakan sangat mengganggu
sehingga pasien sulit tidur. Pasien sering menggaruk daerah yang gatal hingga
kemerahan dan berdarah. Keluhan akan berkurang ketika menjelang dini hari.
Keluhan gatal juga disertai munculnya bintil-bintil kecil di daerah lipat paha, perut
dan sela jari. Selama ini ketika gatal muncul pasien hanya mengaruk terus menerus
hingga luka namun keluhan gatal tidak hilang.
Istri dan anak pasien juga mengalami keluhan yang sama. Keluhan
dirasakan hampir 3 bulan namun tidak diobati. Pasien sering menggunakan pakaian
kerja yang sama berulang kali tanpa dicuci. Pasien menggunakan handuk yang
sama dengan istri dan anaknya. Pasien mengira sakit yang dialami karena alergi air
yang digunakan untuk mandi dan mencuci. Keluarga kemudian membatasi
penggunaan air untuk mandi namun keluhan tidak berkurang. Tetangga pasien juga
mengalami keluhan yang sama.
3

D. Riwayat Penyakit Dahulu


1. Tidak ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya
2. Tidak memiliki riwayat alergi berupa asma, alergi obat, alergi makanan.

E. Riwayat Penyakit Keluarga:


Istri dan anak pasien memiliki keluhan yang sama.

F. Riwayat Kebiasaan, Sosial, Ekonomi dan Lingkungan


1. Pasien tinggal bersama istri dan kedua orang anaknya. Lingkungan di sekitar
rumah padat penduduk. Pasien tinggal di rumah sederhana, kebersihan rumah
cukup baik, dengan bangunan permanen (dinding dan lantai semen). Ventilasi
dan jumlah jendela kurang memadai. Terdapat sebuah kamar mandi yang
terletak di sebelah dapur.
2. Pasien bekerja sebagai seorang juru parkir dari pagi hingga malam hari. Untuk
kerja pasien menggunakan pakaian yang sama berulang kali tanpa dicuci.
Terkadang setelah bekerja pasien jarang mandi dan langsung tidur
menggunakan pakaian yang sama.
3. Istri pasien merupakan ibu rumah tangga dengan sebagian besar aktivitas
dihabiskan di rumah. Pasien sering bertengkar dengan istri karena faktor
ekonomi.
4. Pasien memiliki 2 orang anak, anak pertama berusia 9 tahun sekolah di SD kelas
III. Anak kedua berusia 5 tahun belum disekolahkan karena keterbatasan
keuangan.
5. Pasien berobat menggunakan BPJS KIS. Jarak dari rumah pasien ke puskesmas
kampung bali sekitar dua kilometer.

6. PEMERIKSAAN FISIK (obyektif)


1. Tanda Vital
a. Tekanan Darah (duduk) : 110/70 mmHg c. nadi : 84 x/menit
b. Pernafasan : 18x/ menit d. Suhu Badan : 36,8o C
4

2. Status Gizi
a. Tinggi Badan : 162 cm Berat Badan : 68 Kg STATUS GIZI :
1. Bentuk Badan Astenikus Atletikus Piknikus

3. Tingkat Kesadaran dan keadaan umum


Keterangan
a. Kesadaran : Compos Mentis Kesadaran menurun
b. Tampak kesakitan : Tidak Ya
c. Berjalan ada gangguan : Tidak Ya

4. Kelenjar Getah Bening Jumlah, Ukuran, Perlekatan, Konsistensi


1. Leher : Normal Tidak Normal
2. Submandibula Normal Tidak Normal
3. Ketiak : Normal Tidak Normal
4. Inguinal Normal Tidak Normal

5. Mata Mata Kanan MataKiri Ket


1. Persepsi Warna Normal Buta Warna Parsial Normal Buta Warna Parsial
Buta Warna Total Buta Warna Total
2. Kelopak Mata Normal Edema periorbital Normal Edema periorbital
3. Konjungtiva Normal Hiperemis Sekret Normal Hiperemis Sekret
Pucat Pterigium Pucat Pterigium
4. Kesegarisan / gerak bola Normal Strabismus Normal Strabismus
mata
5. Sklera Normal Ikterik Normal Ikterik

6. Lensa mata tidak keruh Keruh Tidak keruh Keruh


7. Bulu Mata Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal

8. Penglihatan 3 dimensi Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal

6.Telinga Telinga kanan Telinga kiri


a. Daun Telinga Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
b. Liang Telinga Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
c. Serumen Tidak ada Ada serumen Tidak ada Ada serumen
Menyumbat (prop) Menyumbat (prop)
d. Membrana Intak Tidak intak Intak Tidak intak
Timpani lainnya lainnya ..
e. Test berbisik (Tidak dilakukan)
f. Test Garpu tala (Tidak dilakukan)
g. Rinne (Tidak dilakukan)
h. Weber (Tidak dilakukan)
i. Swabach (Tidak dilakukan)
5

7. Hidung
a. Meatus Nasi Normal Tidak Normal
b. Septum Nasi Normal Deviasi ke ........
c. Konka Nasal Normal Udem lubang hidung ........
d. Nyeri Ketok Sinus maksilaris Normal Nyeri tekan positif di ..
e. Penciuman : tidak dilakukan

8. Tenggorokan
a. Pharynx Normal Hiperemis Granulasi
1. Tonsil : Kanan : Kiri :
Ukuran To T1 T2 T3 To T1 T2 T3
Normal Hiperemis Normal Hiperemis

2. Palatum Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal

9. Leher
1. Gerakan leher Normal Terbatas
2. Kelenjar Thyroid Normal Tidak Normal
3. Pulsasi Carotis Normal Bruit
4. Tekanan Vena Jugularis Normal Tidak Normal
5. Trachea Normal Deviasi
6. Lain-lain : ..

10. Dada Keterangan


1. Bentuk Simetris Asimetris
2. Lain lain

11. Paru- Paru dan Jantung


Keterangan
a. Palpasi Normal Tidak Normal
Kanan Kiri

b. Perkusi Sonor Redup Hipersonor Sonor Redup Hipersonor

Iktus Kordis : Normal Tidak Normal , sebutkan


.............
Batas Jantung : Tidak Normal , sebutkan
Normal

c. Auskultasi : - bunyi Vesikular Vesikular Bronchovesikular


napas Bronchovesikular
- Bunyi Napas Ronkhi Wheezing Ronkhi Wheezing
tambahan
6

- Bunyi Jantung Normal Tidak Normal Sebutkan ....

12. Abdomen
Keterangan
Tidak Normal (tampak
1. Inspeksi Normal
cembung)
2. Perkusi Timpani Redup, Shifting dullness (+)
3. Auskultasi: Bising Usus Normal Tidak Normal
4. Hati Normal Teraba.jbpx jbac
5. Limpa Normal Teraba shcufner ..

Kanan : Normal Kiri : Normal


6. Ginjal
Tidak Normal Tidak Normal

Kanan : Normal Kiri : Normal


7. Ballotement
Tidak Normal Tidak Normal
Kanan : Normal Kiri : Normal
8. Nyeri costo vertebrae
Tidak Normal Tidak Normal
13. Genitourinaria Tidak diperiksa
14a.Tulang/Sendi Ekstremitas Atas Kanan Kiri

- Gerakan Normal Tidak normal Normal Tidak normal


- Tulang Normal Tidak normal Normal Tidak normal
- Sensibilitas Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Oedema Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Varises Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Kekuatan otot 5/5/5/5 5/5/5/5
- Vaskularisasi Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Kelainan kuku jari Tidak ada Ada Tidak ada Ada

14b.Tulang/Sendi Ekstremitas Bawah Kanan Kiri

- Gerakan Normal tidak normal Normal Tidak normal


- Kekuatan otot 5/5/5/5 5/5/5/5
- Tulang Normal Tidak normal Normal Tidak normal
- Sensibilitas Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Oedema Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Varises Tidak ada Ada Tidak ada Ada
- Vaskularisasi Baik Tidak baik Baik Tidak baik
- Kelainan kuku jari Tidak ada Ada Tidak ada Ada

14c. Otot Motorik Kanan Kiri


1. Trofi Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
1. Tonus Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal
7

3. Kekuatan 5/5/5/5 5/5/5/5 Gerakan abnormal :


(Fs motorik) Tidak ada
Tic Ataxia
Lainnya ..
14d. Refleks Kanan Kiri

a. Refleks Fisiologis patella, Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal


lainnya
b Refleks Patologis:
Babinsky Negatif Positif Negatif Positif
Chaddock Negatif Positif Negatif Positif
Oppenheim Negatif Positif Negatif Positif
Schaefer Negatif Positif Negatif Positif
15. Kulit
1. Selaput Lendir Normal Tidak Normal
2. Kuku Normal Tidak Normal
3. Kulit Normal Tidak Normal

16. STATUS DERMATOLOGIS


Lokasi : sela jari tangan dan kaki, lipat paha, lipat bokong, abdomen.
Efloresensi : Tampak papula milier sewarna kulit sebagian eritema, berbatas tegas, berbentuk
lingkaran tak beraturan dengan terowongan, serta terdapat pustul, erosi dan ekskoriasi yang tertutup krusta
merah kehitaman
8

4. PENGKAJIAN MASALAH KESEHATAN PASIEN

Keluhan : Pemeriksaan :
Bintil-bintil di kulit 1. Status generalis dbn
yang terasa gatal sejak 2. Status dermatologik Papul
1 minggu yang lalu muilti-pel milier sebagian
eritematosa, seluruh tubuh
terutama lipatan paha dan
bokong serta sela jari
tangan. Pustul, erosi,
Tn. A, 29 tahun, ekskoriasi, scratch mark(+)
dengan Skabies

Faktor Internal : Faktor eksternal :


1. Pasien 1. keluarga memiliki
menggaruk kulit keluhan yang
hingga luka Alasan Pembinaan: sama
2. Pasien sering 1. Kurangnya 2. Kurangnya
pengetahuan pasien pengetahuan
menggunakan
dan keluarga keluarga tentang
pakaian berulang terhadap penyakit
kali tanpa dicuci. penyakit yang
yang dialami
sedang dihadapi
2. penyakit yang
dialami pasien juga
diderita oleh istri
dan anak pasien
yang dikategorikan
penyakit menular
karena higiene yang
buruk
9

5. DIAGNOSIS HOLISTIK (assessment)


Aspek personal :
Alasan kedatangan : Gatal di seluruh tubuh
Kekhawatiran : Gatal akan meninggalkan bekas koreng di kulit
Harapan : Penyakit yang dialami saat ini bisa sembuh.
Persepsi : Menurut pasien gatal disebabkan karena alergi air.

Aspek klinik :
1. Gatal seluruh tubuh terutama pada sela jari tangan, lipat paha, lipat bokong.
Gatal terutama malam hari. Anggota keluarga lain juga memiliki keluhan yang
sama dan belum diobati.
2. Ditemukan papul milier sebagian eritem, berbentuk lingkaran tak beraturan,
ditemukan terowongan dengan pustul dan scracth mark (+)
Diagnosis kerja : Skabies
Prognosis : Bonam

Aspek risiko internal :


Faktor Internal :
1. Pasien sering menggunakan pakaian yang sama tanpa dicuci.
2. Anggota keluarga dan beberapa tetangga memiliki keluhan yang sama.

Aspek psikososial keluarga :


Psikologis
1. Pasien sering bertengkar dengan istri karena masalah ekonomi

Derajat fungsional : 1
10

2. RENCANA PENATALAKSANAAN PASIEN (Planning)

Hasil yang
No Kegiatan Sasaran Waktu
diharapkan
Rencana kedatangan I (22 April 2017)
1 Aspek Personal
1. Konseling dan edukasi mengenai Pasien - Pasien dan keluarga mulai
skabies, penyebab, dan pencegahan dan mengerti mengenai skabies,
kekambuhan. keluarga penyebab, dan pencegahan
2. Memberikan motivasi kepada kekambuhan.
keluarga untuk mengobati seluruh - Pasien mau berobat secara
anggota keluarga yang memiliki rutin.
keluhan yang sama.

Aspek Klinis - Keluhan berkurang


Pasien
2. - Mengevaluasi keluhan pasien - Keluarga memahami dan
- Memeriksa status dermatologis berobat secara bersama-
pasien sama
- Aspek higiene keluarga
Farmakologi :
meningkat.
Salaf 2-4 cream 3x1
- Seluruh anggota keluarga
CTM tab 3x 4 mg
mengalami perbaikan
keluhan.
Non farmakologi
Seluruh anggota keluarga diobati
Mandi rutin 2 kali sehari
Mencuci seluruh pakaian di
rumah.
Membersihkan seluruh rumah
11

Aspek Psikososial Keluarga dan


Lingkungan
- Memberikan edukasi kepada Pasien memahami penyebab dan
3. pasien bahwa penyakit bisa Pasien pengobatan yang akan dilakukan.
diobati. dan
keluarga

Persetujuan Ka. UPTD PKM. Persetujuan Pembimbing


Kampung Bali Tanda tangan :
Tanda tangan:

Nama Jelas : dr. Een Endang Sari


Nama Jelas : dr. Een Endang Sari Tanggal :
Tanggal :
12

VI. TINDAK LANJUT DAN HASIL INTERVENSI SAAT DI PUSKESMAS


DAN KEDATANGAN I DI RUMAH PASIEN
Tanggal INTERVENSI YANG DILAKUKAN, DIAGNOSIS HOLISTIK
DAN RENCANA SELANJUTNYA
Puskesmas Intervensi yang dilakukan :
17 April - Anamnesis dan pemeriksaan fisik
2017 - Diagnosis
- Informed consent untuk rencana melakukan kunjungan rumah
Hasil :
- Seluruh tubuh gatal, disertai muncul bintil-bintil pada sela
jari, lipat paha dan bokong
- Gatal dirasakan terutama pada malam hari, anggota keluarga
lain mengeluhkan hal yang sama. Tetangga pasien juga
mengalami hal yang sama.
- Pemeriksaan Fisik = Efloresensi : Tampak papula milier
sebagian eritema, berbatas tegas, bentuk lingkaran tidak
beraturan, ditemukan terowongan bawah kulit serta terdapat
pustul, erosi dan eksoriasi
Penatalaksanaan
- Salaf 2-4 cream 3x1
- CTM tab 3x4 mg

Rencana selanjutnya :
- Kunjungan rumah
Aspek personal :
- Alasan kedatangan : Gatal seluruh tubuh terutama sela jari,
lipat paha, bokong dan sekitar kelamin.
- Kekhawatiran : .akan meninggalkan koreng di kulit
- Harapan : Penyakit yang dialami saat ini bisa
sembuh.
13

- Persepsi : Menurut pasien penyakit disebabkan


alergi air
Aspek klinik :
- Seluruh tubuh gatal, disertai muncul bintil-bintil pada sela
jari, lipat paha dan bokong
- Gatal dirasakan terutama pada malam hari, anggota keluarga
lain mengeluhkan hal yang sama. Tetangga pasien juga
mengalami hal yang sama.
Farmakologi :
- Terapi Skabies:
- Salaf 2-4 cream 3x1
- CTM tab 3x4 mg
Non farmakologi
- Menjaga higyene dengan baik, mengganti dan mencuci
pakaian.
- Mandi teratur 2 kali sehari
- Mengobati seluruh anggota keluarga dengan keluhan yang
sama.
Aspek psikososial keluarga dan lingkungan
- Memberikan edukasi kepada pasien bahwa penyakit ini
merupakan penyakit menular sehingga seluruh keluarga yang
punya keluhan harus diobati
- Menjaga hygiene diri, keluarga dan lingkungan
14

VII. KESIMPULAN PENATALAKSANAAN PASIEN DALAM

BINAAN PERTAMA

Diagnosis Holistik pada Saat Berakhirnya Pembinaan Pertama


Aspek personal :

Aspek klinik :

Aspek psikososial keluarga :

Derajat fungsional : 1

Persetujuan Pembimbing
Tanda tangan :

Nama Jelas : dr. Een Endang Sari


Tanggal :
15

BERKAS KELUARGA BINAAN


Nama Fasilitas Pelayanan Kesehatan : UPTD Puskesmas Kampung Bali
No Berkas : 02/KedKomunitas/2017/FKIK/UNIB
No Rekam Medis : 1700
Nama Pembina : Delviastri Widyana, S.Ked NPM: H1AP011007
Saarah Agustin, S.Ked NPM: H1AP10037
Mario Okta W, S.Ked NPM H1AP090

Alasan untuk dilaksanakan pembinaan keluarga pada keluarga ini:


1. Pasien menderita penyakit kulit neurodermatitis yang butuh dukungan keluarga
dalam proses penyembuhan dan mencegah kekambuhan.
2. Keluarga pasien tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang penyakit
yang dialami pasien
3. Penanganan masalah kesehatan yang diderita pasien sangat memerlukan
partisipasi anggota keluarga. Diperlukan adanya perhatian dan menghindari
masalah yang menjadi beban pikiran bagi pasien.

Data Demografi Keluarga


Alamat : Jalan Sentot Alibasya Kelurahan Bajak, Kota Bengkulu.
Tabel 1. Anggota keluarga yang tinggal serumah atau yang memiliki hubungan
dekat dengan keluarga
No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan Berpartisipasi Keterangan
dalam keluarga dalam pembinaan Tambahan
1 Ny Y Kepala Keluarga P 53 th SMP IRT Ya Sehat
2 Tn W Menantu L 34 th SMA Pegawai Ya Sehat
Honorer
3 Ny W Anak P 32 th SMA IRT Ya Sehat
4 Nn S Anak P 21 th SMA Mahasiswa Ya Sehat
5 AN T Anak L 16 th SMP Pelajar Ya Sehat
6 An. V Cucu P 11 th - Pelajar Ya Pasien
7 An. Z Cucu P 7 th - Pelajar - -
16

Diagram 1. Genogram

Keterangan :
1. Laki laki
2. Perempuan
3. Pasien
4. Tinggal serumah
5. Meninggal

Data Dinamika Keluarga


Bentuk keluarga : Extended Family
Tahapan siklus hidup keluarga :` Keluarga masa pensiun dan lansia

Diagram 2. Family Map

Ny
.y

Ny.W Tn W Keterangan:
Laki-laki

Perempuan
Nn S
An V
Pasien

Hubungan tidak dekat


An T
An Z Hubungan dekat
17

Tabel 2. Fungsi-fungsi dalam keluarga


Kesimpulan
Fungsi pembina untuk fungsi
Penilaian
Keluarga keluarga yang
bersangkutan
Biologis 6. Pasien telah lama menderita penyakit keluarga yang Berdasarkan penilaian
diperberat dengan faktor psikoloigis terhadap komponen
7. Lingkungan rumah padat penduduk dan terletak di pinggir pada keluarga, maka
pantai pembina dapat
menyimpulkan bahwa
fungsi biologis kurang
baik.

Psikologis Suami pasien baru saja meninggal 7 bulan yang lalu dan Berdasarkan penilaian
pasien masih sering merasa sedih; Anak laki-laki bungsu pasien terhadap komponen
sering bolos sekolah dan keluyuran sehingga pasien sering pada keluarga, maka
marah-marah; Menantu Pasien baru saja di PHK dari pekerjaan pembina dapat
sebagai honorer di dinas perhubungan. Keadaan pasien menyimpulkan bahwa
memerlukan dukungan dari keluarga. Komunikasi sangat dekat fungsi psikologis
dengan ibu. kurang baik.
Sosial Keluarga ini tidak memiliki anggota keluarga dekat yang Fungsi sosial berjalan
tinggal di kota bengkulu. Tidak ada anggota keluarga yang kurang baik.
mengenyam pendidikan tinggi. Kedua orang tua tamatan SD.
Hubungan dengan masyarakat terjalin baik kecuali dengan
tetangga depan rumah yang bersaing usaha dengan pasien.
Keluarga ini dikenal baik di lingkungan sekitar, sehingga tidak
sulit mencari alamat pasien.
18

Ekonomi & 1. Kebutuhan primer terutama papan belum dapat terpenuhi Fungsi ekonomi kurang
dengan baik, pasien tinggal di rumah pribadi dan membuka baik.
Pemenuhan
usaha warung didepan rumah.
kebutuhan
2. Penghasilan total keluarga dianggap kurang untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari.
3. Gaya hidup sederhana, tidak konsumtif dengan prioritas
penggunaan uang sesuai kebutuhan primer, sekunder, dan
tersier.
4. Alokasi dana khusus untuk kesehatan belum ada. Selama ini,
biaya pengobatan pasien masih ditanggung oleh BPJS KIS
yang dimiliki pasien.
Adaptif 1.Keluarga pasien tidak menganggap kesembuhan pasien Fungsi adaptif keluarga
berhubungan erat dengan dukungan pemuh keluarga. terhadap keadaan pasien
belum berjalan baik.

Data Risiko Internal Keluarga


Tabel 3. Perilaku kesehatan keluarga
Perilaku Sikap & perilaku keluarga yang Kesimpulan pembina
menggambarkan perilaku tersebut untuk perilaku yang
bersangkutan
Kebersihan pribadi & 1. Penampilan keluarga kurang bersih dan tampak Kebersihan diri dan keluarga
lingkungan sederhana. kurang baik.
2. Keluarga mandi 2x/hari. Kebersihan lingkungan
3. Keadaan rumah tampak kurang teratur dan sempit. sekitar kurang baik.
4. Pencahayaan dan ventilasi didalam rumah cukup.
5. Lingkungan sekitar adalah perumahan dengan
pemukiman padat penduduk, dengan cuaca di
pinggir laut yang panas dan kering.
6. Rumah pasien memiliki jamban pribadi.
7. Kamar mandi tidak memiliki pintu penutup, dengan
ukuran sempit dan sumber air berasal dari air
ledeng.
19

Pencegahan spesifik 1. Pasien rutin kontrol ke puskesmas. Pelayanan Keluarga sudah menerapkan
kesehatan yang sering dikunjungi pasien hanya perilaku hidup sehat.
puskesmas.
2. Aktivitas pasien hanya dirumah dan ikut pengajian

Gizi keluarga 1. Kebutuhan pangan tercukupi Kualitas makanan keluarga


2. Keluarga memasak sendiri makanan sehari-hari belum tercukupi, kuantitas
3. Penyediaan makanan dilakukan sendiri cukup, kurangnya variasi
4. Pola makan keluarga teratur, biasanya 2-3x/hari makanan.

Asah asih asuh 1. Hubungan antar anggota keluarga baik. Fungsi asah, asih, asuh dalam
2. Kegiatan keagamaan keluarga baik keluarga ini sudah baik.
3. Keluarga mengasuh anak dengan baik
4. Tidak ada hambatan dalam tumbuh kembang anak
Kesehatan reproduksi 1. Pasien merupakan kepala keluarga dan suami Kesehatan reproduksi kurang
pasien meninggal dunia 7 bulan yang lalu baik, jarak antar anak cukup
2. Pasien menikah usia 18 tahun, usia kehamilan dekat (<3 tahun)
pertama usia 19 tahun, usia kehamilan kedua 21
tahun, usia kehamilan ketiga 22 tahun, usia
kehamilan keempat 25 tahun, usia kehamilan
kelima 34 tahun
3. Pasien sekarang tidak menggunakan KB .
Latihan jasmani / 1. Pasien tidak memiliki aktivitas fisik khusus yang Aktivitas fisik dalam keluarga
aktivitas fisik rutin dijalankan. kurang baik.
2. Aktivitas sehari-hari hanya di rumah dan sesekali
ikut pengajian.
Penggunaan pelayanan 1. Pasien lebih sering menggunakan pelayanan Perilaku kesehatan keluarga
kesehatan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit setempat sudah berrsifat promotif dan
1. Jarak rumah ke pelayanan kesehatan (puskesmas) preventif
3 Km. Pasien biasa menggunakan kendaraan
bermotor.

Kebiasaan / perilaku 2. Menantu dan anak bungsu pasien seorang perokok, Perilaku kesehatan dalam
lainnya yang buruk sering merokok di dalam rumah. keluarga kurang baik
untuk kesehatan 3. Lauk-pauk dan makanan di rumah pasien banyak
hanya untuk memenuhi kebutuhan makanan
keluarga
20

Data Sarana Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Kehidupan Keluarga


Tabel 4. Faktor pelayanan kesehatan
Faktor Keterangan Kesimpulan pembina
untuk faktor pelayanan
Pusat pelayanan kesehatan 4. Pasien rutin berobat ke puskesmas atau Puskesmas mudah dijangkau,
kesehatan
yang digunakan oleh pasien rumah sakit. biaya pengobatan gratis.
dan keluarga

Cara mencapai pusat


pelayanan kesehatan tersebut 1. Pasien harus menggunakan kendaraan
bermotor untuk menuju ke Puskesmas atau
rumah sakit.

Tarif pelayanan kesehatan 1. sangat mahal


tersebut dirasakan 2. mahal
3. terjangkau
4. murah
5. gratis

Kualitas pelayanan kesehatan sangat baik


tersebut dirasakan baik
biasa
tidak memuaskan
21

Tabel 5. Tempat tinggal

Kepemilikan rumah : menumpang /kontrak/ hibah/ milik sendiri


Daerah perumahan : kumuh / padat cukup bersih / berjauhan/ mewah

Karakteristik Rumah Kesimpulan pembina untuk


tempat tinggal

Luas bangunan rumah : 20 x 14 m2 Pasien tinggal di rumah bersama tiga orang


2
Luar total tanah rumah : 25 x 17 m anak, satu orang menantu dan dua orang
cucu. Tinggal di rumah pribadi terletak
Jumlah orang dalam satu rumah : 7 org
dipinggir jalan yang cukup padat, dengan
lingkungan yang kurang terjaga
Bertingkat / tidak bertingkat
kebersihannya. Penerangan di rumah
cukup. Ventilasi cukup, namun
Lantai rumah dari : tanah / semen / keramik / lain-lain*
ventilasinya tidak terdapat kawat kasa.
Dinding rumah dari : papan / tembok / kombinasi* Terdapat kipas angin untuk membantu
sirkulasi udara rumah.
Penerangan di dalam rumah
Kebersihan rumah kurang baik, tata letak
Jendela Ada
barang dalam rumah tidak teratur dan
Listrik : Ada/tidak
dapur berserakkan. Sumber air minum dari
air PAM, limbah dialirkan ke belakang
Ventilasi
rumah yang terdapat saluran got, memiliki
Kelembapan rumah : lembap/tidak
1 kamar mandi dan memiliki jamban,
Bantuan ventilasi di dalam rumah : ada/tidak
kamar mandi tidak memiliki pintu
Bila ada, yaitu : AC / Kipas angin / exhaust fan
penutup.
Perbandingan luas ventilasi dan luas lantai = 1:8
Kondisi rumah secara keseluruhan
Kebersihan di dalam rumah Kurang Baik.
Kurang Bersih

Tata letak barang dalam rumah


Tidak teratur dan dapur berserak.
22

Sumber air
Air minum dan masak dari :
Sumur / pompa tangan / pompa listrik / PAM / beli
dari tukang air
Air cuci
Sumur / pompa tangan / pompa listrik / PAM / beli
dari tukang air
Jarak sumber air dari septik tank : -

Kamar Mandi Keluarga


Ada / Tidak Ada
Dalam Rumah / Luar Rumah
Jumlah : 1 Buah, ukuran 1,5 x 1,5 m2

Jamban
Ada / Tidak Ada
Dengan pegangan / Tanpa pegangan
Bentuk jamban : Jongkok / Duduk

Limbah & sampah


Limbah dialirkan ke : tidak ada / got / kali
Tempat sampah di luar rumah : ada / tidak
Kesan kebersihan lingkungan permukiman :
baik / cukup / kurang
23

Diagram 3. Denah rumah


U

DEPAN

Warung PKM S

Ruang
Tamu
Dapur+ cucian 1
Kamar
Kamar WC
1,5

Kamar Kamar
2
2

R
2 2 u
m
a
h
24

Pengkajian Masalah Kesehatan Keluarga

Life style :
1. Aktivitas fisik/latihan jasmani kurang
2. Sehari-hari ibu bekerja sebagai IRT dan
ikut pengajian

Perilaku kesehatan: Lingkungan


1. Latihan jasmani Psikososial ekonomi:
kurang Keluarga pasien
2. Kebersihan diri menambah beban
cukup pikiran pasien dan
memperparah penyakit
pasien
FAMILY

Sistem
Pelayanan
kesehatan: Pekerjaan:
Pelayanan Pasien : IRT
kesehatan , 53 tahun,
primer dekat Neurodermatitis
terjangkau

Lingkungan fisik:
Fungsi Biologis:
Pasien tinggal
Pasien baru didiagnosis
neurodermatitis dan dilingkungan pantai
keluarga tidak mengerti dengan cuaca yang
tentang penyakit ini. panas dan kering

1. Keadaan rumah kurang bersih dan


tidak rapi, ventilasi dan
pencahayaan cukup
2. Lingkungan rumah padat dan
sangat bising
25

Diagnosis Kesehatan Keluarga


Masalah internal keluarga
Masalah biologis : Neurodermatitis
Masalah psikososial :
1. Suami pasien baru saja meninggal 7 bulan yang lalu dan pasien masih sering
merasa sedih
2. Anak laki-laki bungsu pasien sering bolos sekolah dan keluyuran sehingga
pasien sering marah-marah.
3. Menantu Pasien baru saja di PHK dari pekerjaan sebagai honorer di dinas
perhubungan

Masalah eksternal keluarga


Masalah lingkungan rumah : - Cuaca panas dan kering disekitar rumah
memperberat gatal yang dialami pasien.

Skor Kemampuan Keluarga dalam Penyelesaian Masalah dan


Rencana Penatalaksanaan
Coping
Coping
Hasil yang score akhir
No Kegiatan Sasaran Waktu score
diharapkan yang
awal
diharapkan
1 Konseling dan edukasi Ketiga 3 Keluarga memahami 3 5
kepada keluarga Anak minggu lebih jauh tentang
mengenai penyakit Pasien penyakit
neurodermatitis, dan neurodermatitis,
penyebab, dan Menantu penyebab dan
pencegahan. pencegahan
2 Edukasi dan konseling Ketiga 3 Keluarga bersedia 3 5
anggota keluarga Anak minggu selalu menemani
mengenai pentingnya Pasien pasien kontrol secara
peran keluarga dalam dan berkala
mengatasi penyakit Menantu
pasien.
26

3 Edukasi kepada anak anak 3 anak laki-laki 2 5


laki-laki bungsu laki-laki Minggu bungsu pasien
pasien mengenai bungsu minta izin kepada
kebiasaan anak pasien pasien pasien dan
yang sering bolos dan memberitahu pasien
pulang larut malam bila pulang malam
dan komunikasi karena membuat
dengan pasien agar tugas dan mengikuti
pasien tidak cemas pelajaran disekolah
dengan baik
4 Edukasi tentang Pasien 3 Rumah dan 4 5
pentingnya untuk terus dan minggu lingkungan sekitar
menjaga kebersihan keluarga rumah selalu bersih
rumah dan lingkungan dan rapi.
sekitar.
5 Edukasi tentang Pasien 3 Pasien mulai rajin 3 5
minggu
pentingnya olahraga dan senam 1 minggu
teratur untuk Suami sekali di puskesmas
mengurangi stress dan pasien dan lari pagi 3 kali
beban pikiran pasien. seminggu

Kesimpulan Pembinaan Keluarga pada Pembinaan Keluarga Saat


Ini
1. Masalah kesehatan keluarga pada saat berakhirnya pembinaan dan
coping score akhir
Coping Score
No. Masalah yang terselesaikan
akhir
1 Keluarga lebih memahami mengenai penyakit 5
neurodermatitis yang dialami pasien, penyebab,
pencegahan
2 Keluarga selalu menemani pasien berkontrol berkala 5
ke pelayanan kesehatan
27

3 Keluarga terus menerapkan pola diet/ contoh menu yang 5


diberikan pembina dan pembatasan asupan garam pada
pasien
4 Anak bungsu pasien mulai jarang pulang larut malam 4
5 Rumah dan lingkungan sekitar rumah selalu bersih dan 5
rapi.

1. Derajat Fungsional Saat Pembinaan Terakhir: 1


2. Faktor Pendukung terselesainya masalah kesehatan pasien :
a. Terdapat jaminan kesehatan untuk berobat
b. Keluarga pasien kooperatif
c. Pasien mau berusaha memotivasi diri dan semangat untuk menyembuhkan
sakitnya.
d. Anak perempuan pasien selalu menemani pasien kontrol ke pelayanan
kesehatan
e. Pembina diterima dengan baik
f. Tersedia waktu yang cukup
g. Lokasi rumah pasien dekat dengan pusat pelayanan primer

3. Faktor penghambat terselesaikannya masalah-masalah kesehatan pasien :


a. Anak laki-laki pasien masih sering bolos sekolah dan keluyuran sehingga
membuat pasien cemas dan dapat mempengaruhi penyakit pasien karena
faktor stress.

4. Rencana penatalaksanaan pasien selanjutnya:


a. Melakukan edukasi terarah dan konseling berulang pada pasien dan
keluarga mengenai penatalaksanaan neurodermatitis, termasuk faktor yang
memperberat dan memperingan penyakit, olahraga rutin, menghindari
stress, serta kontrol teratur ke Puskesmas.
b. Edukasi dan konseling kepada pasien serta keluarga mengenai pentingnya
menghindari hal-hal yang dapat menjadi beban pikiran bagi pasien.
28

c. Melakukan edukasi kepada pasien dan keluarganya mengenai pentingnya


memeriksakan diri ke puskesmas jika ada masalah terkait kesehatan
keluarga.

Persetujuan Pembimbing
Tanda tangan :

Nama Jelas : dr. Een Endang Sari


Tanggal :
29

Dokumentasi Kegiatan Kedokteran Keluarga

A. Dokumentasi saat Kunjungan Rumah I

Gambar 1. Rumah Pasien

Gambar 2. Saat Wawancara


30

Gambar 3. Foto Tungkai bawah


yang mengalami keluhan