Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Rancang Bangun dan Jenis Penelitian

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah survey analitik

dengan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari

dinamika korelasi antara faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan,

observasi atau pengumpulam data sekaligus pada suatu saat (point time

approach ) ( Soekodjo Notoatmodjo, 2005:145 ).

Jadi dalam penelitian ini semua subyek penelitian diamati pada waktu

yang sama.

B. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dimulai dengan melakukan penelusuran pustaka, survei

awal, mempersiapkan proposal penelitian, pra penelitian, kolokium dan

dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian sampai penyusunan laporan

akhir pada bulan Juni 2014.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

22
Menurut Sugiono ( 2004 ), Populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulannya.


Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Dinas

Kesehatan Provinsi NTB yang mengikuti pemerikasaan kesehatan pada

hari Jumat di Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebanyak 164 orang.


Proporsi masing-masing bidang adalah sebagai berikut :

No Nama Bidang di Dikes Provinsi NTB Jumlah Pegawai


1 Sekretariat 49
2 Bidang Binkesmas 23
3 Bidang P2PL 36
4 Bidang Promkes PSDMK 28
5 Bidang Yankes 28
Jumlah 164

2. Sampel Penelitian

Besar sampel dengan menggunakan rumus yaitu: (Notoatmodjo,

2002).

N
n 2
1 N (d )

Katerangan

n = Besar sampel

N = Besar populasi kriteria

d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan 0,1

23
164
n
1 164(0,1) 2

164
n
1 164(0,01)

= 40,9 di bulatkan menjadi = 41 sampel.

Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Proportional Simple

Random Sampling sebagai berikut :.

No Nama Bidang Jumlah Sampel


di Dikes Provinsi NTB
1 Sekretariat = 49/164x41 = 12,25 = 12
2 Bidang Binkesmas = 23/164x41 = 5,75 = 6
3 Bidang P2PL = 36/164x41 = 8,99 = 9
4 Bidang Promkes PSDMK = 28/164x41 = 6,99 = 7
5 Bidang Yankes = 28/164x41 = 6,99 = 7
Jumlah 41

B. Variabel Penlitian

1. Variabel Independen ( Bebas ) : Stres Kerja

2. Variabel Dependen ( Terikat ) : Tekanan Darah

C. Definisi Operasional Variabel

24
Definisi Cara Pengukuran Skala
No Variabel
Operasional Parameter Data
I. Variabel Independen
1. Stres Kerja Stres Kerja adalah Pengumpulan data menggunakan Ordinal
Tekanan yang alat bantu kuisioner, pengisian
dirasakan sebagai kuisioner dilakukan oleh responden,
beban disekitar kemudian dikatagorikan menurut
lingkungan kerja. tingkatan Stress dari Dr. Robert J.
Van Amberg, (Psikiater) yang
dikutip oleh Prof. Dr. dr. H. Dadang
Hawari dalam buku Alquran Ilmu
Kedokteran Jiwa dan Kesehatan
Jiwa, sebagai berikut :
Stress Tingkat I , bila jumlah
nilai 00-25 (Kode 1)
Stress Tingkat II, bila jumlah
nilai 26-50 (Kode 2)
Stess Tingkat III, bila jumlah
nilai Nilai 51-75 (kode 3)
Stress Tingkat IV, bila jumlah
nilai 76-100 (Kode 4)
Stress Tingkat V, bila jumlah
nilai 101-125 (Kode 5)
StressTingkat VI, bila jumlah
nilai 126-150 (Kode 6)

II. Variabel Dependen


2. Tekanan Tekanan darah Tensi Meter yang di Ukur Sesuai Ordinal
Darah adalah Ukuran usia berdasarkan dengan Joint
denyut nadi yang National Committee VII:2004,
diukur pada vena dikatagorikan menjadi :
lengan
Tekanan Darah Normal
dibawah 120/80 mmHg
(Kode 1)
Pre Hipertensi 120-
139/80-89 mmHg (Kode 2)
Hipertensi Stadium 1
140-159/90-99 mmHg (Kode
3)

Hipertensi Stadium 2
Diatas 160/100 mmHg (Kode

25
4)
D. Teknik dan instrument pengumpulan data

1. Teknik Pengumpulan Data

a. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer. Melalui

pemeriksaan tekanan darah pada pegawai dengan menggunakn Alat

Tensi Meter ( Sphygmomanometer ) dan pengumpulan data

menggunakan alat bantu kuisioner.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara


sebagai berikut:

b. Untuk mengukur stres kerja, menggunakan alat bantu kuisioner,

Kuisioner yang dipakai adalah kuisioner yang dibuat oleh Nursalam

(2013).

c. Sedangkan untuk mengukur Tekanan Darah adalah dengan

menggunakn Alat Tensi Meter ( Sphygmomanometer )

E. Teknik Analisa Data

Sebelum dilakukan pengolahan data, variable kuisioner hasil

pengukuran tekanan darah pekerja diberi skor sesuai dengan bobot jawaban

26
pada tiap pilihan jawaban dari pertanyaan yang disediakan. Pengolahan data

dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

1. Editing

Data yang sudah terkumpul sebaiknya perlu dilakukan

pemeriksaan terlebih dahulu, apakah data tersebut sudah sesuai seperti apa

yang diharapkan atau tidak dengan harapan supaya jelas sifat-sifat yang

dimiliki oleh data tersebut (Azwar, 2005).

2. Coding

Pengkodean (Coding) ini dipandang perlu karena data yang

dikumpulkan banyak macamnya apalagi jika pengumpulan data

mempergunakan pertanyaan yang sifatnya terbuka. untuk mempermudah

semua itu maka data-data tersebut perlu diberikan simbol-simbol tertentu

pada masing-masing responden. (Azwar, 2005)

3. Entry

Memasukkan data untuk diolah menggunakan komputer.

4. Tabulasi

Tabulasi data bertujuan untuk mempermudah dalam menganalisa

data yang sudah terkumpul sesuai dengan tujuan penelitian karena

kegiatan tabulasi akan memberikan gambaran hasil berupa tabel-tabel

yang sangat berperan dalam menganalisa (Azwar, 2005)

5. Uji Statistik

27
Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan

softwere program SPSS dengan menggunakan alat uji Korelasi Spearman

Rank yaitu untuk mencari hubungan atau untuk menguji signifikan

hipotesis asosiatif bila masing masing variabel yang dihubungkan

berbentuk ordinal.

Kriteria penerimaan hipotesis adalah sebagai berikut :

a. Bila nilai asym.sig./sig./nilai probabilitas < 0,05 ( signifikan ) maka

hipotesis diterima atau ke dua variabel yang

dihubungkan/dikorelasikan mempunyai hubungan yang

signifikan/mempunyai hubungan yang bermakna

b. Kekuatan serta arah hubungan (positif/negatif) dengan melihat nilai

koefisien korelasinya (r), dengan batasan sebagai berikut :

Kekuatan Hubungan Berdasarkan Nilai Koefisen Korelasi


Nilai Korelasi (r) Keterangan
0,00 - < 0,20 Kekuatan hubungan sangat lemah
0,20 - < 0,40 Kekuatan hubungan lemah/rendah
0,40 - < 0,70 Kekuatan hubungan sedang / cukup
0,70 - < 0,90 Kekuatan hubungan Kuat / tinggi
0,90 - 1,00 Kekuatan hubungan sangat kuat / sangat tinggi
( Ali Muhidin Sambas dan Maman Abdurahman, 2007)

28