Anda di halaman 1dari 2

Analisa Hasil

Pada praktikum gizi ikani materi pengujian kadar air diketahui bahwa kadar air
tertinggi dari data seluruh kelompok adalah pada kelompok 15 shift 4 dengan
menggunakan sampel udang segar sebesar 85% dan kadar air terendah pada
kelompok 10 shift 4 dengan sampel siomay udang sebesar 50%. Rata rata persen
kadar air tertinggi pada sampel udang segar sebesar 81,62% dan rata rata persen
kadar air terndah pada sampel siomay udang sebesar 53,375%.

Perbandingan kadar air antara sampel segar dan sampel olahan bisa dilihat dari
rata rata % kadar air yang didapat pada sampel segar ikan bandeng dan udang segar
didapat rata rata % kadar air lebih tinggi dari sampel produk olahan dengan rata rata
masing masing ikan bandeng 75,5% dan udang 81,625%, sedangkan bandeng sebesar
65,5% dan siomay udang 53,375%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar air
sampel segar dengan produk olahan lebih tinggi Karena produk olahan telah diberi
perlakuan pada proses pembuatannya sehingga kadar airnya berkurang.

Jika dibandingkan dengan standar nasional Indonesia pada produk otak otak
bandeng batas maksimum sesuai SNI 60%, sedangkan pada praktikum sebesar 65,5%,
sehingga tidak memenuhi standar yang ditentukan, untuk siomay udang SNI nomor
7756 : 2013 menetapkan Batasan maksimal 60% dan pada praktikum didapatkan data
53,375%, sehingga memenuhi standar yang ditentukan.

Kadar ikan Tandipang asap kering selama penyimpanan dari 20 hari ke 40 hari
cenderung meningkat, naiknya kadar disebabkan Karena kelembapan ruangan
penyimpanan lebih tinggi dari produk sehingga produk akan menyerap air yang dapat
mengakibatkan kadar air tinggi, nilai kadar air ikan tandipang masih rendah jika
dibandingkan dengan kadar air yang disyaratkan SNI untuk ikan teri asin kering yaitu
maksimal 20% dan ikan asap maksimal 60% ( Kaparang et al., 2012).

Analisis kadar air merupakan komponen penting dari kelaitas material dan
berfungsi sebagai control kualitas produksi, pada produsen farmasi, produsen makanan
dan menyebabkan kontrol kadar air sangat mempengaruhi sifat fisik dan kualitas
produk, kadar air mempengaruhi sifat fisik suatu zat seperti berat, densitas, viskositas,
indeks bau, konduktivitas dan masih banyak lagi (Rani et al., 2013)