Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Indonesia memiliki berbagai macam kerajinan tangan-nya.memamfaatkan
berbagai jenis-jenis barang,baik yang bekas maupun yang masih baru.banyak
barang-barang bekas yang ada di sekitar kita dapat dapat di mamfaatkan, Cuma
kurang-nya kreatifitas dan kesadaran untuk memamfaatkan barang-barang bekas
tersebut.
Tidak hanya meningkatkan kreatifitas dan memamfaatkan barang-barang
bekas. Tetapi kita juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi
masyarakat.contohnya,ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan
memamfaatkan hal tersebut untuk mengisi waktu luang dan membantu
perekonomian keluarga mereka .barang bekas yang tadinya hanya menjadi barang
yang terbuang, sekarang sudah menjadi barang yang cantik dan bermanfaat bagi
banyak orang. boneka tangan ini pernah di buat oleh orang lain tetapi terdapat
perbedaan yaitu model yang kami gunakan cukup berbeda.
Dengan alasan itu,kami mengambil judul membuat boneka tangan (puppet)
dari kaos kaki bekas,kain bekas,dan karton bekas.kami dapat informasi ini dari
situs internet .namun kami membuatnya lebih berbeda.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara membuat boneka tangan (puppet) ?
2. Apakah pemanfaatan kaos kaki bekas dan kain bekas dapat di pergunakan
sebagai bahan dasar pembuatan boneka puppet ?
3. Bahan-bahan apa sajakah yang dipergunakan dalam pembuatan boneka puppet ?
C. Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui cara pembuatan boneka tangan (puppet).
2. Untuk mengetahui bahan-bahan dasar seperti kaos kaki bekas dapat
dipergunakan sebagai, pembuatan boneka puppet.
3. Untuk mengetahui manfaat barang-barang bekas yang dipergunakan dalam
pembuatan boneka tangan (puppet).
D. Manfaat penelitian
Bagi masyarakaat / lingkungan
1. Alternative bagi masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan.
2. Dapat mengurangi sampah yang terdapat di lingkungan sekitarnya.
3. Menambah penghasilan ekonomi keluarga.
Bagi sekolah / penulis
1. Mengurangi populasi sampah di lingkungan sekolah.
2. Menambah kreativitas dan imajinasi siswa di sekolah,di rumah,dan di mana saja.
3. Melatih kemampuan siswa dalam membuat karya ilmiah remaja.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A.Kajian pustaka
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Setiap aktivitas
manusia pasti menimbulkan pembuangan atau sampah. Jumlah dan jenis sampah
sebanding dengan tingkat konsumsi manusia terhadap barang atau material yang
digunakan manusia sehari-hari. Berdasarkan kamus istilah lingkungan (1994),
Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk
maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian barang rusak atau
bercacat dalam pembuatan manufaktur, materi berkelebihan,ditolak, pembuangan.
Soewedo (1983) menyatakan bahwa sampah adalah bagian dari sesuatu yang
tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya
berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia (termasuk kegiatan industri),
tetapi bukan yang biologis. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau
dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum
memiliki nilai ekonomis. (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink,
1996). Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh
pemiliknya atau pemakai semula.Klasifikasi sampah secara umum dibagi menjadi
tiga jenis yaitu sampah organik,anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun.
Sampah organik (sampah basah), yaitu sampah yang mudah membusuk seperti
sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah jenis ini dapat
terdegradasi (membusuk atau hancur) secara alami. Pada umumnya, sebagian besar
sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup
60-70% dari total volume sampah. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi
kompos atau energi alternatif berupa biogas yang melalui serangkaian proses
pengolahan.

Sampah Anorganik
Sampah anorganik (sampah kering), yaitu sampah yang tidak mudah membusuk,
seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan
gelas minuman, kaleng, dan sebagainya. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi
secara alami oleh alam. Walaupun demikian, sampah ini dapat dijadikan sampah
komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya sehingga
apabila diolah lebih lanjut dapat menghasilkan keuntungan. Selain dijual sampah
anorganik dapat diolah menjadi barang hiasan rumah tangga, peralatan rumah
tangga, dan bahan dalam pembuatan karya seni rupa. Beberapa sampah anorganik
yang dapat dijual dan diolah menjadi produk baru adalah plastik wadah
pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas,
baik kertas koran, HVS, maupun karton.
Sampah B3 (limbah berbahaya dan beracun)
Limbah B3 ternyata bisa menghasilkan uang. Cairan cuci cetak film (fixer), bisa
menghasilkan perak murni. Memang diperlukan pengetahuan proses kimia yang
memadai karena melibatkan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan berac

Pengolahan Kembali Limbah Kain bekas dan Karton

Industri tekstil merupakan salah satu industry besar di Indonesia. Dari


industry banyak sekali limbah yang dibuang. Salah satunya adalah kain-kain bekas
potongan kecil-kecil yang disebut kain perca. Kain-kain ini dibuang oleh
perusahaan tekstil dalam bentuk karungan yang biasa dibeli oleh pedagang kecil.
Kain perca sering kali kita buang percuma. mungkin paling banter cuma bisa kita
gunakan sebagai kain lap. Tapi sebenarnya kalau kita tahu pemanfaatannya,kita
bisa menggunakan untuk banyak hal yang mempunyai nilai ekonomis yang lebih
tinggi dari pada sekedar menjadi alat pembersih seperti :
1. Menjadi bahan pengisi badan boneka,sofa
2. Digiling halus untuk bahan pengisi bantal atau guling
3. Dijahit menjadi rangkaian keset
4. Dibentuk menjadi tas,dompet,sandal ataupun sepatu
5. Diserut untuk dijadikan benang
Ide pengembangan industry lanjutan dari kain perca ini didapatkan oleh orang-
orang yang berpikir kreatif untuk mendapatkan nilai guna dari kain perca. Mulai
dari coba-coba membuat kain perca menjadi barang sederhana seperti keset atau
taplak meja dengan balutan seni, pedagang kecil mengadu nasib untuk menjualnya.
Melihat peluang pasar yang menyambut baik, maka industry pengolahan kain
perca ini mulai ditekuni secara serius.
Faktor yang mempengaruhi penjualan kain perca adalah karakteristik perca itu
sendiri dan kemampuan penjual melihat keadaan pasar. Jenis kain perca yang ada
di pasaran tingkat pengepul biasa bercampur antara jenis kain yang satu dengan
yang lainnya. tinggi rendahnya harga tergantung besarnya kecilnya pasokan kain
perca dengan kebutuhan tiap industri yang menpunyai permintaan jenis-jenis kain
perca yang sesuai untuk produk yang dibuat. Begitu juga dengan warna. Putih
adalah warna yang mempunyai nilai jual paling tinggi. Sedangkan warna gelap
umumnya mempunyai nilai jual yang lebih rendah. namun bagaimanapun juga
membidik pasar yang cocok dengan pasokan kain yang kita miliki akan
menempatkan nilai harga jual barang lebih tinggi. dari pada asal menjual pada
industri yang tidak memperhatikan jenis kain,karena produk yang dihasilkan tingi
memiliki kriteria jenis kain tertentu sepeti pada industri pembuat boneka,pembuat
sofa ataupun petani buah yang biasa memanfaatkan sebagai sekat antara buah-
buahan agar tidak rusak karena benturan saat pengangkutan. Banyak jenis kain
yang biasa ada dipasaran seperti kain kaos dari jenis katun,poleyster dan
sebagainya. ada lagi yang berasal dari bahan TC,jeans dan yang masih banyak lagi
yang lainnya.
Harga pasaran yang naik turun membuat harga kain perca selalu menyesuaikan
hukum pasar yaitu dimana bila stok berlimpah sedangkan permintaan terbatas
maka harga kain perca mengalami penurunan. Tapi bila sebaliknya maka harga
kain akan melambung. Disinilah dituntut pengamatan pasar yang baik dari setiap
pelaku bisnis.
. manfaat barang bekas :

1.Gelas yang retak tidak layak digunakan untuk minum. Akan tetapi, jangan lekas
dibuang. Dengan sentuhan cat pada gelas, dapat dimanfaatkan untuk wadah alat
tulis atau alat-alat yang lainnya. Cara yang lebih mudah dengan menempelkan
stiker yang menarik sesuai keinginan.
2.boneka tangan (puppet)

B.KERANGKA PIKIR
A. Materi penelitian

No ALAT DAN BAHAN KEGUNAAN


Untuk menggunting bahan sesuai ukuran yang
1 GUNTING kita inginkan
2 PULPEN/PENSIL untuk menggambar pola yang di inginkan
3 BENANG untuk menjahit pola yang telah ada
sebagai alat penyambung bahan yang akan di
4 JARUM jahit
yang di gunakan sebagai bahan dasar
5 KAIN BEKAS pembuatan boneka
6 KARTON BEKAS untuk menggambar pola yang di inginkan

B. Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.Deskriptif adalah salah satu metode
penelitian dengan cara observasi dengan cara memberikan fakta secara actual dan
kontekstual.Data ini di peroleh dari internet.
C. Metode pengambilan sampel
Sampah anorganik tidak dapat terdegradasi secara alami. Dengan kreativitas,
sampah ini bisa didaur ulang untuk beragam kebutuhan. Ada beberapa sampah
yang bisa dimanfaatkan:

Sampah kertas

Sampah kertas bisa dikumpulkan menjadi satu bagian yang dipisahkan dari sampah
lainnya. Entah selanjutnya dibuang ke tempat sampah atau dijual ke tukang loak,
minimal kita sudah memudahkan langkah para pengelola sampah untuk melakukan
pengolahan tingkat lanjut. Kumpulan sampah kertas bisa dibuat berbagai macam
jenis kerajinan tangan, seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang. Nilai jual
sampah kertas daur ulang jauh lebih tinggi dari sekadar sampah kertas biasa.
Kertas daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat kerajinan
tangan, atau Anda sendiri yang membuat karya seni yang menghasilkan.

Limbah kain

Industri tekstil merupakan salah satu industry besar di Indonesia. Dari


industry banyak sekali limbah yang dibuang. Salah satunya adalah kain-kain bekas
potongan kecil-kecil yang disebut kain perca. Kain-kain ini dibuang oleh
perusahaan tekstil dalam bentuk karungan yang biasa dibeli oleh pedagang kecil.
Kain perca sering kali kita buang percuma. mungkin paling banter cuma bisa kita
gunakan sebagai kain lap. Tapi sebenarnya kalau kita tahu pemanfaatannya,kita
bisa menggunakan untuk banyak hal yang mempunyai nilai ekonomis yang lebih
tinggi dari pada sekedar menjadi alat pembersih seperti :
1. Menjadi bahan pengisi badan boneka,sofa
2. Digiling halus untuk bahan pengisi bantal atau guling
3. Dijahit menjadi rangkaian keset
4. Dibentuk menjadi tas,dompet,sandal ataupun sepatu
5. Diserut untuk dijadikan benang
Ide pengembangan industry lanjutan dari kain perca ini didapatkan oleh orang-
orang yang berpikir kreatif untuk mendapatkan nilai guna dari kain perca. Mulai
dari coba-coba membuat kain perca menjadi barang sederhana seperti keset atau
taplak meja dengan balutan seni, pedagang kecil mengadu nasib untuk menjualnya.
Melihat peluang pasar yang menyambut baik, maka industry pengolahan kain
perca ini mulai ditekuni secara serius.
(Dilihat 1,883 kali) Sampah anorganik tidak dapat terdegradasi secara alami.
Dengan kreativitas, sampah ini bisa didaur ulang untuk beragam kebutuhan. Ada
beberapa sampah yang bisa dimanfaatkan:

D. Tehnik pengumpulan data


Tehnik pengumpulan adalah sebagai berikut :
Tentukan tempat pengambilan data
Mengklasifikasikan barang-barang yang di gunakan
Kumpulkan semua materi penelitian (sampel) yang di temukan
Simpan sampel untuk analisis lebih lanjut

E. Populasi dan sampel

Pengertian Sampah
Populasi Sampah dapat di artikan seperti, semua material yang dibuang dari
kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Sampah
yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan tempat perdagangan dikenal dengan
limbah municipal yang tidak berbahaya (non hazardous). Sampel yaitu barang-
barang bekas yang terbuang, contohnya kaos kaki bekas, kain bekas,dan karton
bekas dll. Dapat di manfaatkan sebagi bahan dasar pembuatan boneka puppet.
Sampah di bedakan menjadi 2 yaitu :
Sampah organic dan anorganik
Sampah organic juga dibagi menjadi dua :
Sampah organik basah.
Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air
yang cukup tinggi. Contohnya sisa-sisa makanan.
Sampah organik kering.
Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain
yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas,
dan dedaunan kering.

Sampah Anorganik
Sampah anorganik tidak dapat terdegradasi secara alami. Dengan kreativitas,
sampah ini bisa didaur ulang untuk beragam kebutuhan. Ada beberapa sampah
yang bisa dimanfaatkan:
Sampah kertas
Sampah kertas bisa dikumpulkan menjadi satu bagian yang dipisahkan dari
sampah lainnya. Entah selanjutnya dibuang ke tempat sampah atau dijual ke
tukang loak, minimal kita sudah memudahkan langkah para pengelola sampah
untuk melakukan pengolahan tingkat lanjut. Kumpulan sampah kertas bisa dibuat
berbagai macam jenis kerajinan tangan, seperti topeng, patung, dan kertas daur
ulang. Nilai jual sampah kertas daur ulang jauh lebih tinggi dari sekadar sampah
kertas biasa. Kertas daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat
kerajinan tangan, atau Anda sendiri yang membuat karya seni yang menghasilkan.
Sampah kaleng
kemasan kaleng yang digunakan untuk barang-barang keperluan sehari-hari.
Sementara sumber daya tambang tidak dapat diperbaharui, jika bisa pun butuh
waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk membentuknya. Suatu saat bahan
tambang tersebut akan habis dieksplorasi. Oleh karena itu, akan bijak jika kita ikut
andil dalam gerakan menyukseskan daur ulang. Kaleng baja 100% dapat didaur
ulang karena siklus hidupnya tidak akan pernah berakhir.
Sampah botol
Botol beling memiliki nilai tinggi, apalagi masih utuh. Jika sudah tidak utuh
akan didaur ulang lagi bersama dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak
menjadi botol baru. Harga sampah botol bekas minuman lebih rendah karena
bentuknya khusus sehingga pembelinya terbatas perusahaan minuman itu. Botol
kecap lebih mahal karena banyak produk yang bisa dikemas dengan botol itu.
Usaha botol bekas juga memberi peluang kerja bagi ibu-ibu sebagai pencuci botol.
Sampah plastik
Saat ini sudah banyak kerajinan yang dibuat dengan bahan dasar sampah plastik
seperti tas, dompet, cover meja, dan tempat tisu.

F. Waktu dan Lokasi Penelitian


Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2010 14 november 2010 pada
pukul 15.00 selesai. Peneltian dilakukan di rumah saudara Nur sahira.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil

Banyaknya barang-barang bekas yang menumpuk di sekitar lingkungan kita


tanpa ada kesadaran untuk menindak lanjuti. Sehingga timbul pertanyaan
bagaimana agar barang-barang bekas tersebut tidak menjadi suatu masalah dalam
kehidupan di lingkungan kita. Barang-barang bekas/ sampah Itu, semua dapat
menimbulkan berbagai macam bencana seperti: banjir, pencemaran lingkungan dan
lain sebagainya.
Sampah terbagi atas dua yaitu sampah organik, dan sampah anorganik. sampah-
sampah tersebut dapat kita temui di mana saja.
Dari berbagai kondisi tersebut kami mengambil tindakan untuk membuat suatu
karya atau kerajinan dengan memanfaatkan barang-barang bekas tersebut. Barang-
barang bekas yang kami manfaatkan yaitu sampah anorganik yang berupa limbah
kain dan kaos kaki bekas.
Limbah kain dan kaos kaki bekas ini, banyak kita temukan/terbuang begitu saja.
Timbullah ide kami untuk memanfaatkan Limbah kain dan kaos kaki bekas ini
untuk diolah kembali, salah satunya dengan membuat boneka tangan/puppet. Dari
limbah kain dan kaos kaki bekas tersebut, yang tadinya sudah tidak dapat
dipergunakan lagi. Dari hal itu timbul pertanyaan dari kami bagaimana cara
pembuatan boneka tangan/puppet ? Dan apakah pemamfaatan kaos kaki bekas dan
kain bekas dapat di mamfaatkan menjadi bahan dasar gagaboneka tangan? lalu
bahan-bahan apa saja yang dipergunakan dalam boneka tangan tersebut?
Dari , pertanyaan pertanyaan tersebut kami merencanakan dan merancang
percobaan yaitu membuat membuat kain dan kaos kaki bekas tersebut menjadi
boneka tangan/puppet.
Adanya rancangan dalam pembuataan boneka tangan/puppet dilakukan sebagai
berikut:
1. Siapkan semua bahan yang ingin digunakan.

2. Buatlah pola sesuai dengan apa yang diinginkan.

3. Jahitlah kain sesuai dengan bentuk yang di inginkan lalu sambungkan dengan
kaos kaki yang di gunakan.

4. tambahkan hiasan pada boneka sudah dibuat.


Dalam pembuatan ini kami sengaja mengambil limbah kain dan kaos kaki sebagai
bahan utama, untuk dijadikan suatu kerajinan yang dapat bermamfaat.

Gambar: dari hasil pengolahan limbah kain, kaos kaki bekas, dll. Menjadi boneka
tangan puppet.
.
Dari hasil pengerjaan ini kita dapat menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang
sering muncul. Bahwa kita dapat mengetahui cara pembuatan boneka
tangan/puppet, dan memamfaatkan kain dan kaos kaki bekas menjadi bahan utama,
dan bahan-bahan yang di gunakan sebagai berikut :
kaos kaki

kain

gunting

benang

jarum

kertas karton

B. PEMBAHASAN

limbah yang tidak digunakan, bisa kita olah kembali menjadi barang yang
bermamfaat. Salah satunya sampah anorganik yang kami gunakan untuk membuat
suatu kerajinan. Limbah-limbah tersebut memiliki banyak manfaat bagi
masyarakat apabila di mamfaatkan dengan baik, yaitu dengan mengurangi
pencemaran sampah yang ada di lingkungan sekitar. Sehingga dapat mengurangi
terjadinya pencemaran lingkungan.
Maka dari itu, kami mengambil tema yaitu: pemanfaatan kain bekas dan kaos
kaki bekas menjadi boneka tangan atau puppet. Agar bisa memberi inspirasi
terhadap masyarakat dalam memanfaatkan sampah atau barang bekas menjadi
suatu barang yang bernilai tinggi, dan dapat digunakan.
Dari kerajinan yang kami buat itu, kami mendapatkan informasi dari internet.
Dalam internet pengolahan limbah kainnya di buat menjadi boneka tangan.
Kerajinan tersebut sudah sering kami dapatkan. Maka dari itu kami membuat
sesuatu yang lebih berbeda dari segi bentuknya.
Kerajinan yang kami buat memiliki persamaan dengan kerajinan yang kami
dapatkan dari internet, yaitu dari penggunaan bahannya,
selain dari itu, juga memiliki perbedaan. Dalam kerajinan dari internet hanya
mengunakan kain perca sebagai hiasan agar tampak lebih indah.
Sedangkan pada kerajinan yang kami buat, yaitu Boneka tangan/ puppet, kita
menggunakan kaos kaki, kain, kertas dengan membuatnya menjadi suatu boneka
tangan/puppet, dan menambahkan kertas yang berfungsi sebagai topi/hiasan.
Dan juga terdapat pula perbedaan pada cara pembuatannya, limbah kertas yang
kami pakai tidak di sulam tetapi, di lem, sedangkan di internet di sulam.
Itu semua berbeda dengan cara pembutan kami yaitu limbah kaos kaki dll. itu
harus melalui proses pengeleman dan penyulaman antara satu kain dengan kain,
kertas yang lainnya , untuk dapat di bentuk sesuai dengan keinginan.

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian kami dapat menyimpulkan bahwa


Kaos kaki bekas, Kain bekas,dll dapat dijadikan boneka tangan /puppet.
Limbah-limbah tersebut kami ambil dari limbah industri/ tukang jahit, dan barang-
barang bekas punya kami.

Pembuatan pakaian dari limbah limbah ini di lakukan dengan cara sebagai
berikut:

1. Pengumpulan barang- barang bekas/ limbah-limbah.

2. Penyambungan antara boneka/kaos kaki bekas dengan kaos kaki bekas

3. Memberikan hiasan pada kaos kaki tersebut

4. Pembuatan boneka tangan /puppet.


Pengolahan sampah ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu: menjadikan
sebagai hiasan yang unik, atau bisa juga digunakan untuk opera untuk anak-anak.

B. SARAN
Secara umum:
Kami menyarankan agar dilakukan penelitian mengenai sampah-sampah yang
dapat di olah kembali.

Kami menyarankan agar limbah-limbah kain yang tidak terpakai sebaiknya


diolah kembali.

Kami menyarankan agar masyarakat dapat berkreasi dalam pengolaha sampah


yang dapat menghasilkan barang yang bermutu, sehingga dapat membantu
perekonomian masyarakat.

Secara khusus:
Kami sarakan agar guru atau pembimbing bisa memberi arahan kepada
siswanya untuk memanfaatkan sampah.

Kami sarankan agar siswa dapat mempelajari cara-cara pengolahan sampah


menjadi suatu kerajinan, dengan memanfaatkan barang bekas tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
http://google.com/
Modul : Mulok (KIR) SMA Negeri 12 Makassar.
Dra.Herlina Sulaiman, guru pembimbing karya ilmiah remaja (KIR).
http: //blogspot.com
htpp://Ask.com