Anda di halaman 1dari 13

BAB III

PEMILIHAN KONSEP

3.1. Landasan Teori

Landasan teori merupakan bagian yang mengandung teori

bersifat relevan untuk menjelaskan hal-hal yang akan dibahas

atau diteliti guna memecahkan permasalahan dengan

menggunakan pembahasan teoritis tersebut. Berikut ini

merupakan landasan teori berkaitan dengan pemilihan konsep

yang terdiri dari pemilihan konsep, metode pemilihan konsep,

tinjauan metodologi, penyaringan konsep, dan penilaian konsep.

3.1.1 Pemilihan Konsep

Pemilihan konsep atau yang dikenal juga dengan seleksi

konsep merupakan proses menilai konsep dengan memperhatikan

kebutuhan pelanggan dan kriteria lain, membandingkan kekuatan

dan kelemahan relatif dari konsep, dan memilih satu atau lebih

konsep untuk penyelidikan, pengujian dan pengembangan

selanjutnya. Seleksi konsep merupakan proses penyempitan

serangkaian alternatif konsep yang sedang dipertimbangkan.

Seleksi konsep merupakan proses penyempitan serangkaian

alternatif konsep yang sedang dipertimbangkan. Meskipun seleksi

konsep merupakan proses yang menyempit, namun seringkali

berulang dan mungkin tidak segera menghasilkan sebuah konsep

yang dominan (Ulrich, 2001).

III-1
III-2

Sejumlah konsep awalnya disaring menjadi jumlah yang

lebih kecil, tetapi jumlah kecil ini lalu dapat digabungkan atau

diperbaiki sehingga memperluas kembali konsep-konsep yang

sedang dipertimbangkan. Berdasarkan beberapa iterasi akhirnya

dipilih sebuah konsep yang dominan (Ulrich, 2001).

3.1.2 Metode Pemilihan Konsep

Tim dapat menggunakan beberapa metode untuk memilih

beberapa konsep diantara konsep konsep alternatif. Metode

pemilihan konsep sangat bervariasi dilihat dari efektivitasnya.

Beberapa metode yang dapat digunakan oleh tim dalam memilih

konsep yaitu (Ulrich, 2001).

1. Keputusan eksternal merupakan metode dimana konsep-

konsep dikembalikan kepada pelanggan, klien, atau beberapa

lingkup eksternal lainnya untuk diseleksi.


2. Produk juara yaitu suatu metode dengan seorang anggota yang

berpengaruh dari tim pengembangan produk memilih sebuah

konsep atas dasar pilihan pribadi.


3. Intuisi merupakan metode yang konsepnya dipilih berdasarkan

perasaan. Kriteria eksplisit atau analisis pertentangan tidak

digunakan. Konsep yang dipilih semata-mata yang kelihatan

lebih baik.
4. Multivoting merupakan metode dimana tiap anggota tim

memilih beberapa konsep. Konsep yang paling banyak dipilih

yang akan digunakan.


5. Pro dan kontra yaitu suatu metode dimana tim mendaftar

kekuatan dan kelemahan dari tiap konsep dan membuat

sebuah pilihan berdasarkan pendapat kelompok.


III-3

6. Prototipe dan pengujian yaitu organisasi membuat dan menguji

prototipe dari tiap konsep, lalu menyeleksi berdasarkan data

pengujian.
7. Matriks keputusan merupakan metode dimana tim menilai

masing-masing konsep berdasarkan kriteria penyeleksian yang

telah ditetapkan sebelum yang dapat diberi bobot.

Tanggapan pasar terhadap sebuah produk bergantung pada

konsep produk. Beberapa praktisi dan peneliti percaya bahwa

pemilihan sebuah konsep akan mempengaruhi biaya pembuatan


produk. Proses seleksi konsep yang terstruktur akan membantu

mempertahankan objektivitas keseluruhan fase konsep dari proses

pengembangan dan menuntun tim pengembangan produk melalui

proses yang kritis, sulit dan kadangkala emosional. Secara khusus

metode seleksi konsep yang terstruktur memberikan keuntungan

potensial sebagai berikut (Ulrich, 2001).

1. Produk yang terfokus pada konsumen. Konsep secara eksplisit

dievaluasi berdasarkan kriteria pelanggan, seleksi konsep

kemungkinan besar difokuskan kepada pelanggan.

2. Rancangan yang kompetitif. Dilakukannya Perbandingan

(benchmarking) konsep dengan rancangan yang sudah ada,

desainer akan mengusahakan rancangan agar menyamai atau

melebihi penampilan pesaingnya pada beberapa dimensi kunci.

3. Koordinasi proses dan produk yang lebih baik. Evaluasi produk

yang eksplisit dengan penekanan terhadap kriteria manufaktur

akan memperbaiki kemampuan produksi produk

danmenyesuaikan produk dengan kapabilitas proses dari

perusahaan.
III-4

4. Mengurangi waktu untuk perkenalan produk. Sebuah metode

yang terstruktur akan menjadi sebuah bahasa umum diantara

insinyur perancangan, manufaktur, perancangan industri,

pemasaran dan manajemen proyek. Hal itu mengakibatkan

berkurangnya kesalahan dalam komunikasi yang menyebabkan

komunikasi lebih cepat serta kesalahan awal dapat

diminimalkan.

5. Pengambilan keputusan kelompok yang lebih efektif. Metode

yang terstruktur akan mendorong pengambilan keputusan


berdasarkan kriteria objektif dan memperkecil kemungkinan

keputusan yang sewenang-wenang atau faktor personal yang

mempengaruhi pemilihan konsep produk.

6. Dokumentasi proses keputusan. Metode yang terstruktur akan

membantu menghasilkan catatan yang membantu memahami

alasan (rasionalitas) yang berada dibelakang keputusan konsep.

Catatan bermanfaat untuk membantu proses belajar (asimilasi)

anggota tim baru dan menilai dengan cepat pengaruh

perubahan kebutuhan konsumen pada alternatif yang tersedia.

3.1.3 Tinjauan Metodologi

Tahapan metodologi seleksi konsep terbagi menjadi dua.

Tahapan pertama yaitu penyaringan konsep dan tahapan kedua

yaitu penilaian konsep. Masing-masing metode didukung oleh

matriks keputusan yang digunakan oleh tim untuk menilai,

menguras, dan memilih konsep yang terbaik. Meskipun metode

yang digunakan terstruktur, semua ditekankan kembali pada


III-5

aturan kelompok untuk memperbaiki dan mengkombinasikan

konsep (Ulrich, 2001).

Penyaringan adalah proses yang evaluasinya masih berupa

perkiraan yang ditujukan untuk mempersempit alternatif.

Penilaian konsep merupakan sebuah analisis konsep yang ada

untuk memilih salah satu konsep memungkinkan untuk

membawa kesuksesan pada sebuah produk (Ulrich, 2001).

Tahapan penyaringan konsep mengevaluasi konsep awal

dengan membandingkan terhadap konsep referensi yang

menggunakan matriks penyaringan. Tahap awal ini terdiri atas

perbandingan kuantitatif yang secara rinci sulit untuk dihasilkan

dan mungkin menyesatkan, sehingga digunakan sebuah sistem

penilaian komparatif yang masih kasar. Setelah beberapa alternatif

dihilangkan, tim dapat memilih untuk meneruskan pada penilaian

konsep, lalu mengadakan analisis yang lebih terperinci, serta

mengevalusi kuantitatif yang lebih terhadap konsep yang tersisa

dengan menggunakan matriks penilaian sebagai pedoman.

Tahapan seleksi konsep, baik penyaringan maupun penilaian,

mengikuti enam langkah yang membawa tim melewati aktivitas

seleksi konsep, yang terdiri dari (Ulrich, 2001).

1. Menyiapkan matriks seleksi

2. Menilai konsep

3. Merangking konsep-konsep

4. Mengkombinasi dan memperbaiki konsep

5. Memilih satu atau lebih konsep

6. Merefleksikan hasil dan proses


III-6

3.1.4 Penyaringan Konsep

Penyaringan konsep merupakan proses yang evaluasinya

masih berupa perkiraan yang ditujukan untuk mempersempit

alternatif. Tahapan yang termasuk kedalam seleksi konsep ini

didasarkan pada metode yang dikembangkan oleh Stuart Pugh

tahun 1980-an dan dikenal juga dengan sebutan seleksi konsep

pugh. Tujuan tahapan ini yaitu untuk mempersempit jumlah

konsep secara cepat dan untuk memperbaiki konsep. Tahapan

penyaringan konsep terdiri atas beberapa langkah yaitu (Ulrich,


2001).

1. Menyiapkan matriks seleksi

Persiapan matriks diawali dengan penentuan media fisik yang

sesuai untuk masalah yang sedang ditangani. Individu atau

kelompok kecil dengan daftar kriteria singkat dapat

menggunakan media kertas sedangkan kelompok yang lebih

besar dapat menggunakan papan tulis maupun flip chart.

Input berupa konsep dan kriteria dimasukkan kedalam

matriks. Konsep ditampilkan pada tingkatan rincian yang

sama untuk menghasilkan perbandingan dan pilihan yang

tidak bisa. Identitas konsep-konsep yang akan dipilih

dicantumkan pada bagian atas matriks. Kriteria seleksi

dituliskan sepanjang sisi kiri matriks penyaringan.

2. Menilai konsep

Tiga simbol yang dianggap sebagai nilai relatif digunakan

dalam matriks penyaringan konsep. Simbol + untuk lebih baik,

0 untuk sama dengan, serta simbol - untuk lebih buruk. Nilai


III-7

tersebut memperlihatkan bagaimana konsep dibandingkan

dengan konsep referensi untuk kriteria tertentu.

3. Merangking konsep-konsep

Selesainya langkah penilaian konsep dilanjutkan dengan

menjumlahkan nilai relatif serta mencatat jumlah untuk tiap

kategori pada bagian bawah matriks. Jumlah nilai tiap konsep

kemudian diberi peringkat.

4. Menggabungkan dan memperbaiki konsep - konsep

Selesainya langkah merangking konsep dilanjutkan dengan


pemeriksaan yang dilakukan oleh tim apakah hasilnya masuk

akal. Kemudian dipertimbangkan bila terdapat penggabungan

dan perbaikan konsep tertentu. Dua hal yang harus

dipertimbangkan adalah.

a. Adakah konsep yang secara umum baik, tetapi nilainya

turun karena salah satu kriterianya berpenampilan buruk?

Dapatkah sedikit modifikasi memperbaiki konsep secara

keseluruhan dengan tetap menjaga perbedaan dengan

konsep lainnya?

b. Adakah 2 konsep yang dapat digabungkan untuk

mendapatkan kualitas yang lebih baik sekaligus

menghilangkan kualitas yang lebih buruk?

5. Memilih satu atau lebih konsep

Tim yang telah puas dengan pemahaman akan tiap konsep dan

kualitas relatifnya akan memutuskan konsep mana yang harus

dipilih untuk perbaikan dan analisi yang lebih jauh. Selama

tahapan sebelumnya, tim mungkin sudah dapat merasakan

dengan jelas konsep mana yang paling menjanjikan.


III-8

6. Merefleksikan hasil dan proses

Langkah akhir dari penyaringan konsep yakni tim

merefleksikan hasil dan proses dimana tiap anggota tim harus

merasa nyaman. Pertimbangan nyata yang hasilnya dapat

dimengerti bagi setiap orang akan mengurangi kemungkinan

terjadinya kesalahan dan meningnkatkan kemungkinan

seluruh tim untuk setuju pada kegiatan pengembangan

berikutnya.

3.1.5 Penilaian Konsep

Penilaian konsep merupakan sebuah analisis konsep yang

ada untuk memilih salah satu konsep memungkinkan untuk

membawa kesuksesan pada sebuah produk. Penilaian konsep

digunakan agar peningkatan jumlah alternatif penyelesaian

(resolusi) dapat dibedakan lebih baik diantara konsep yang

bersaing. Tahapan penilaian konsep terdiri atas beberapa langkah

yaitu (Ulrich, 2001).

1. Menyiapkan matriks selesai

Seperti langkah yang dilakukan pada tahap penyaringan, tim

menyiapkan matriks dan mengidentifikasi konsep referensi.

Konsep yang telah diidentifikasi untuk sebuah analisis lalu

diisikan pada bagian atas matriks. Konsep telah mengalami

perbaikan dalam beberapa hal sejak penyaringan konsep, dan

mungkin diungkapkan secara lebih terperinci. Sehubungan

dengan konsep yang lebih terperinci, tim mungkin ingin

menambahkan lebih banyak rincian pada kriteria seleksi.


III-9

Tingkat rincian kriteria akan bergantung pada kebutuhan tim.

Setelah kriteria dicatat, tim menambahkan bobot kepentingan

ke dalam matriks.

2. Menilai konsep

Cara yang paling mudah bagi tim untuk menyelesaikan tahap

ini yaitu dengan menilai seluruh konsep terhadap satu kriteria

sekaligus sebelum berpindah pada kriteria berikutnya.

Dibutuhkan perbedaan yang nyata antara setiap konsep yang

bersaing, maka diperlukan skala yang lebih halus atau jelas.


3. Merangking konsep

Setelah penilaian diberikan untuk tiap konsep, nilai berbobot

dihitung dengan mengalikan nilai dengan bobot kriteria. Total

nilai untuk tiap konsep merupakan penjumlahan dari nilai

yang berbobot. Akhirnya tiap konsep diberi peringkat sesuai

dengan total nilainya.

4. Menggabungkan dan memperbaiki konsep

Tim mencari pengganti atau kombinasi yang memperbaiki

konsep. Meskipun proses penyusunan konsep formal pada

umumnya selesai sebelum seleksi konsep dimulai, beberapa

perbaikan kreatif dan kemajuan terjadi selama proses seleksi

konsep, saat tim menyadari kekuatan dan kelemahan beberapa

tampilan dari konsep produk.

5. Memilih satu atau lebih konsep

Seleksi akhir bukan hanya memilih konsep yang mencapai

peringkat tertinggi setelah melewati proses. Lebih jauh, tim

harus menggali evaluasi awal dengan mengadakan analisis

sensitivitas. Penyelidikan sensitivitas rangking terhadap variasi


III-10

nilai tertentu, anggota tim dapat menaksir apakah

ketidakpastian mengenai rangking tertentu mempunyai

pengaruh besar terhadap pilihan tim. Penggunaan matriks

seleksi membuat tim memutuskan untuk memilih dua atau

lebih konsep terbaik.

6. Merefleksikan hasil dan proses

Tim merefleksikan pada konsep terpilih dan proses seleksi

konsep. Tahap ini merupakan titik tidak bisa kembali untuk

proses pengembangan konsep. Setiap orang dalam tim harus


merasa nyaman karena seluruh masalah yang berhubungan

telah dibahas dan konsep terpilih memiliki potensi terbesar

untuk memuaskan pelanggan demi mencapai kesuksesan

secara ekonomi. Setelah tiap tahap seleksi konsep dijalani, tim

perlu melihat kembali tiap konsep yang harus dihilangkan

untuk pertimbangan selanjutnya.

3.2. Hasil dan Pembahasan

Hasil merupakan sesuatu yang didapatkan atau diketahui

dari pemilihan konsep sedangkan pembahasan memuat gagasan

yang terkait dengan apa yang telah dilakukan dan apa yang

diamati, dipaparkan dan dianalisis. Berikut ini adalah hasil dan

pembahasan dari pemilihan konsep.

3.2.1 Matriks Pugh

Matriks pugh merupakan suatu matriks yang digunakan

untuk menilai konsep yang sebelumnya telah diuraikan pada tabel


III-11

kombinasi. Matriks pugh yang dihasilkan didapat dari tabel

kombinasi berdasarkan dari pohon klasifikasi. Berikut ini matriks

pugh untuk produk tempat sendok dan garpu pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1 Matriks Pugh


Kriteria Bobot Konsep
Pemilihan Kepentingan Ref A B C D E F G H I J K L
Material
Tahan 5 0 + + + + + + + + 0 0 0 0
Lama
Fitur
4 0 + + + + + + + + + + + +
Tambahan
Ukuran
4 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0
Sedang
Jumlah + 13 9 13 9 13 9 13 9 8 4 8 4
Jumlah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah - 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Skor 13 9 13 9 13 9 13 9 8 4 8 4
Ranking 1 2 1 2 1 2 1 2 3 4 3 4
Pilihan C1 C2 C1 C2 C1 C2 C1 C2 C3 N C3 N
Berdasarkan Tabel 3.1 dipaparkan matriks pugh untuk

produk tempat sendok dan garpu. Input matriks pugh berupa

beberapa konsep, kriteria pemilihan serta bobot kepentingan.

Konsep yang menjadi input dalam matriks pugh yakni konsep yang

sudah dikombinasikan dalam tabel kombinasi mulai dari konsep A

hingga konsep L serta konsep produk referensi yang menjadi

patokan dalam penyaringan konsep. Kriteria pemilihan yang

menjadi input dalam matriks pugh yakni berupa kebutuhan

konsumen terhadap produk tempat sendok dan garpu yang terdiri

atas material tahan lama, fitur tambahan, serta ukuran sedang.


III-12

Bobot kepentingan yang menjadi input dalam matriks pugh didapat

dari matriks HOQ.

Matriks pugh membandingkan konsep produk referensi

dengan konsep produk alternatif. Penilaian yang dilakukan pada

matriks pugh menggunakan beberapa simbol yaitu +, - , dan 0.

Simbol + memiliki maksud lebih baik dari produk referensi. Simbol

- yang artinya tidak lebih baik dari produk referensi. Simbol 0

memiliki maksud sama dengan produk referensi.

Hasil matriks pugh diketahui terdapat 4 peringkat konsep.

Peringkat pertama dengan nilai akhir 13 terdiri dari konsep A, C,

E dan G yang kemudian di kombinasikan menjadi konsep C1.

Peringkat kedua dengan nilai akhir 9 terdiri dari konsep B, D, F

dan H yang kemudian di kombinasikan menjadi konsep C2.

Peringkat ketiga dengan nilai akhir 8 terdiri dari konsep I serta

konsep K yang kemudian dianggap konsep C3. Peringkat keempat

dengan nilai akhir 4 terdiri dari konsep J dan konsep L.

Konsep C1 terdiri dari konsep A C, E dan G kemudian

dikombinasikan sehingga memiliki spesifikasi produk tempat

sendok dan garpu yaitu material yang berbahan dasar kayu jati

belanda, terdapat fitur tambahan 1 sekat dengan ukuran produk

tempat sendok dan garpu yaitu 13 x 10 x 15,5 cm. Konsep C2

terdiri dari konsep B, D, F dan H kemudian dikombinasikan

sehingga memiliki spesifikasi produk tempat sendok dan garpu

yang materialnya berbahan dasar kayu jati belanda, terdapat fitur

tambahan berjumlah 1 sekat dan memiliki ukuran produk yaitu

12 x 10 x 17,5 cm. Konsep C3 yang terdiri atas konsep I dan

konsep K memiliki spesifikasi tempat sendok dan garpu dengan


III-13

material yang berbahan dasar triplek, berfitur tambahan 1 sekat

dan berukuran produk 13 x 10 x 15,5 cm. Konsep C1, C2, dan C3

dipilih dikarenakan ketiga konsep tersebut memiliki nilai yang

tinggi dibandingkan konsep lain yang nilainya relatif rendah.