Anda di halaman 1dari 30

BAB V

DESIGN TOOLING

5.1. Landasan Teori

Landasan teori merupakan bagian yang mengandung teori

bersifat relevan untuk menjelaskan tentang variabel sebagai dasar

untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah.

Berikut ini merupakan landasan teori berkaitan dengan design

tooling yang terdiri dari beberapa sub bab yaitu proses produksi,

design tooling, mesin dan peralatan, keselamatan kerja, dan alat

pelindung diri.

5.1.1 Proses Produksi

Proses produksi adalah suatu proses kegiatan yang

mengubah bahan baku menjadi barang lain yang mempunyai nilai

tambah lebih tinggi disebut proses produksi. Istilah proses

produksi dalam bahasa inggris adalah manufacture. Manufaktur

sendiri memiliki arti yaitu membuat dengan tangan (manual) atau

dengan mesin sehingga menghasilkan sesuatu barang. Kata

manufaktur tidak terlepas dari kata industri dan industri

manufaktur. Industri adalah kelompok perusahaan yang

menghasilkan dan menjual barang sejenis atau jasa sejenis

(Prawirosentono, 2001).

Berbagai macam perusahaan melakukan proses produksi

untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan jenis proses

produksi atau berdasarkan sifat manufakturnya, perusahaan

V-1
V-2

manufaktur dibagi menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut

(Prawirosentono, 2001).

1. Perusahaan dengan proses produksi terus-menerus (continuous

process atau continuous manufacture). Perusahaan manufaktur

ini beroperasi secara terus-menerus untuk memenuhi stok

pasar atau kebutuhan pasar. Selama stok barang hasil produksi

yang terdapat di pasaran masih diperlukan konsumen,

perusahaan akan terus memproduksi barang tersebut.

2. Perusahaan dengan proses produksi yang terputus-putus

(intermitten process atau intermitten manufacture). Perusahaan

manufaktur yang berproduksi secara terputus-putus

menggantungkan proses produksinya pada pesanan atau job

order. Perusahaan ini akan berproduksi membuat suatu jenis

barang jika barang tersebut ada yang memesannya dan barang

yang dibuat harus sesuai dengan permintaan pemesan. Tidak

dilakukan proses produksi selama tidak ada pesanan.

5.1.2 Design Tooling

Design tooling adalah proses perancangan dan

pengembangan alat, metode, dan teknik yang diperlukan untuk

memperbaiki efisiensi dan produktifitas dari suatu proses

manufaktur. Hal ini akan meningkatkan kualitas produksi dan

lebih ekonomis, agar dapat menjamin biaya produk tetap

kompetitif. Selama tidak ada satu-pun proses yang dapat

menghasilkan semua bentuk manufaktur yang diinginkan, desain

tool akan selalu berubah dan berkembangnya proses kreatifitas


V-3

pemecahan masalah. Produksi dengan volume produksi yang

besar dan kecepatan produksi yang tinggi memerlukan alat bantu

yang khusus. Industri membutuhkan mesin dan tool sebagai alat

bantu khusus untuk memproduksi produk berkualitas tinggi

dalam volume yang besar dan kecepatan produksi yang tinggi

(Hoffman, 1996).

Tujuan utama dari tool design adalah menurunkan biaya

manufaktur, dengan mempertahankan kualitas produk dan

meningkatkan produksi. Tool designer harus memenuhi tujuan

dalam mencapai tujuan tersebut. Berikut ini tujuan-tujuan

tersebut (Hoffman, 1996).

1. Menyajikan design tool yang simpel dan mudah di operasikan

untuk mendapatkan efisiensi maksimum.

2. Mengurangi biaya manufaktur dengan memproduksi parts

dengan biaya sekecil mungkin.

3. Design tools yang secara konsisten dapat memproduksi parts

dengan kualitas tinggi.

4. Meningkatkan tingkatan produksi dengan adanya machine

tools.

5. Design tool agar sangat mudah dalam pembuatannya dan

mencegah kesalahan dalam penggunaannya.

6. Pilih material yang sesuai agar mendapatkan umur tool yang

dibutuhkan.

7. Mempertimbangkan keselamatan pekerja dalam mendesain

tool.
V-4

Sebagai bagian penting dari proses manufaktur, tool

design berada pada posisi antara desain produk dan produksi

produk. Informasi ini diteruskan ke bagian proses planning

engineer, bekerja sama dengan product designer dan tool designer,

perencanaan metode yang akan digunakan untuk memproduksi

suatu part (Hoffman, 1996).

5.1.3 Mesin dan Peralatan

Mesin adalah suatu alat yang digunakan saat melakukan

proses pembuatan sebuah produk, dan dalam penggunaan mesin

diperlukan adanya tenaga pendukung seperti energi listrik.

Peralatan dalam proses pembuatan sebuah produk adalah benda

yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap dan tidak

menggunakan tenaga listrik ketika digunakan (Widarto, 2008).

1. Mesin gerinda

Mesin gerinda adalah suatu mesin perkakas yang digunakan

untuk mengasah atau memotong benda kerja dengan tujuan

tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah berputarnya batu

gerinda kemudian menyentuh benda kerja sehingga terjadi

proses pengikisan, penajaman, pengasahan, atau pemotongan.

(Widarto, 2008).

Pekerjaan menggerinda terbagi atas 4 jenis diantaranya

menggerinda permukaan sejajar, menggerinda permukaan

vertikal, menggerinda pahat dan menggerinda bor. Pada

menggerinda permukaan sejajar suatu benda kerja tidak selalu

mendapatkan benda kerja dalam keadaan yang sudah rata,

untuk itu kita perlu membuat suatu pedoman, dalam


V-5

menggerinda suatu benda keja yang belum rata sebaiknya

tidak kita gunakan cekam magnet pada ragum, baru sesudah

kita buat bidang pedoman kita pindahkan pada cekam magnet

(Daryanto, 2002).

Mesin gerinda memiliki petunjuk yang harus diperhatikan

selama proses penggerindaan untuk meminimalisir kecelakaan

kerja pada proses penggunaannya. Berikut petunjuk yang

harus diperhatikan antara lain (Sucahyo, 2004).

a. Benda kerja disandarkan pada alat penahan hingga


keadaannya stabil.

b. Penggerindaan harus digeser-geserkan agar batu gerinda

tetap rata. Sedangkan batu gerinda yang belum merata,

sebaiknya diratakan dengan menggunakan pengasah batu

gerinda (dresser).

c. Batu gerinda harus diputar berlawanan arah dengan sisi

potong pahat.

d. Mengarahkan mesin secara perlahan-lahan dari berbagai

posisi secara teratur dan aman sampai benda kerja terlihat

rata dan halus.

e. Tekanan harus ringan agar benda yang diasah tidak cepat

panas dan terkontrol asahannya, serta batu gerinda tidak

cepat aus.

f. Selalu menggunakan cairan pendingin yang cukup banyak.

g. Periksa alat-alat potong yang diasah, terutama sudut-sudut

pemotongnya.

h. Selalu memperhatikan keselamatan kerja.

2. Jigsaw
V-6

Jigsaw merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk

memotong benda kerja sama halnya dengan mesin gergaji.

Pada umumnya operasi pemotongan dengan panjang terbatas.

Pisau gergaji mesin ini merupakan pisau baja bervariasi dari

panjang 300 mm sampai 900 mm, dibuat dengan ketebalan 1,3

mm sampai 3,1 mm untuk pengoperasian dengan kecepatan

tinggi (Amstead, 1995)

Fungsi utama mesin gergaji adalah untuk memotong benda

kerja dalam jumlah banyak. Macam mesin gergaji adalah mesin

gergaji datar, mesin gergaji pita, dan mesin gergaji bundar

(Daryanto, 2002).

Perputaran motor dihubungkan oleh sebuah sabuk pada roda

penerus, roda gigi pada poros keping penerus dihubungkan

dengan roda gigi penghubung, poros roda gigi penghubung

memutar keping penggerak menggerakkan batang penggerak

sehingga menghasilkan gerakan mundur maju pada sengkang

gergaji. Jika ujung batang penggerak dipasang dekat sumbu


keping penggerak, maka sengkang gergaji akan bergerak

pendek, makin jauh letak ujung batang penggerak dari sumbu

pengerak makin panjang gerakan sengkang. Maka pengaturan

panjang langkah ini dilakukan dengan cara mengendorkan

mur pengikatnya kemudian menggeserkan batang penggerak

itu pada suatu kedudukan yang kita kehendaki (Daryanto,

2002).

Jigsaw digunakan untuk memotong benda kerja secara

horizontal maupun vertikal. Berikut ini merupakan prinsip

kerja dari jigsaw adalah sebagai berikut (Amstead, 1995).


V-7

a. Mesin yang mempunyai selang gurdi, sekrup sayap dan

sebagainya, mesin tidak dibatasi oleh operasi penggurdian.

b. Mesin dihidupkan dengan menekan saklar sumber daya

listrik, mata gergaji naik turun dan bantalan benda kerja

diarahkan ke benda kerja yang akan dipotong sesuai

ukuran yang diinginkan dan menghasilkan serbuk kayu.

Jigsaw memiliki petunjuk yang harus diperhatikan selama

proses pemotongan untuk meminimalisir kecelakaan kerja

pada proses penggunaannya. Pengoperasian jigsaw terdiri dari

beberapa tahap. Berikut ini adalah penjelasannya (Amstead,

1995).

a. Meletakkan benda kerja berupa papan, triplek, besi kotak

dsb pada penopag kayu atau besi yang kokoh dan rata.

b. Membuka dua plastik pelindung.

c. Memasang mata pisau sesuai dengan benda kerja yang

akan dipotong menggunakan kunci L dan mengencangkan

(arah mata pisau ke depan). Memasang plastik pelindung

pisau.

d. Menyeting tingkat akurasi pemotongan dengan guide rule

(jika pemotongan lurus).

e. Menyeting kecepatan sesuai dengan ketebalan benda kerja.

f. Memasang kabel penghubung ke stop kontak dan

memastikan kabel dalam kondisi normal, aman, tidak

melilit dan tidak ketarik.

g. Menghidupkan mesin dengan menekan dan menahan

tombol trigger, jika pemotongan berlangsung lama bisa

memindahkan kearah belakang tombol lock lever.


V-8

h. Mengarahkan mesin ke depan secara perlahan-lahan

sampai benda kerja terpotong dengan sempurna.

i. Mematikan mesin dengan mengarahkan ke depan tombol

lock lever dan melepaskan tombol.

3. Mesin kompresor

Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara

dengan kata lain kompresor adalah penghasil udara mampat.

Karena proses pemampatan, udara mempunyai tekanan yang

lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan

(1atm). Penggunaan kompresor sangat penting pada lingkup

industri, baik sebagai penghasil udara mampat atau sebagai

satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompresor banyak dipakai

untuk mesin pneumatik, sedangkan yang menjadi satu dengan

mesin yaitu turbin gas, mesin pendingin dan lainnya (Sunyoto,

2008).

Memahami prinsip kerja dari mesin kompresor, dapat diambil

contoh penggunaan kompresor sederhana, yaitu pompa ban

sepeda atau mobil dapat dijelaskan sebagai berikut. Torak

pompa ditarik keatas, tekanan di bawah silinder akan turun

sampai di bawah tekanan atmosfer sehingga udara akan

masuk melalui celah katup hisap yang kendur. Katup terbuat

dari kulit lentur, dapat mengencang dan mengendur dan

dipasang pada torak. Setelah udara masuk pompa kemudian

torak turun kebawah dan menekan udara, sehingga volumenya

menjadi kecil. Tekanan menjadi naik terus sampai melebihi

tekanan di dalam ban, sehingga udara mampat dapat masuk

ban melalui katup, karena diisi udara mampat terus menerus,


V-9

tekanan di dalam ban menjadi naik. Berdasarkan contoh

tersebut, proses pemampatan terjadi karena perubahan

volume pada udara yaitu menjadi lebih kecil dari kondisi awal.

Prinsip kerja kompresor dan pompa adalah sama, kedua mesin

tersebut menggunakan energi luar kemudian diubah menjadi

energi fluida. Pompa khususnya pada bagian nosel ke luarnya

energi kecepatan diubah menjadi energi tekanan, begitu juga

kompresor pada katup ke luar udara mampat mempunyai

energi tekanan yang besar (Sunyoto, 2008).

Berbeda dengan pompa yang klasifikasinya berdasarkan pola

aliran, klasifikasi kompresor biasanya berdasarkan tekanannya

atau cara pemampatannya. Kompresor berdasarkan cara

pemampatannya dibedakan menjadi dua jenis yaitu jenis turbo

dan jenis perpindahan. Jenis turbo menggunakan gaya

sentrifugal yang diakibatkan oleh putaran impeler sehingga

udara mengalami kenaikan energi yang akan diubah menjadi

energi tekanan. Sedangkan jenis perpindahan, dengan

memperkecil volume udara yang dihisap ke dalam silinder atau

stator dengan torak atau sudu. Kompresor yang

diklasifikasikan berdasarkan tekanannya adalah kompresor

untuk pemampat (tekanan tinggi), blower untuk peniup

(tekanan sedang) dan fan untuk kipas (tekanan rendah)

(Sunyoto, 2008).

5.1.4 Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja adalah spesialisasi ilmu kesehatan

beserta prakteknya yang bertujuan agar para pekerja atau


V-10

masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-

tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif

atau kuratif terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang

diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan serta terhadap

penyakit umum (Sumamur, 1996).

Hakekatnya keselamatan dan kesehatan kerja merupakan

suatu keilmuan multidisiplin yang menerapkan upaya

pemeliharaan dan peningkatan kondisi lingkungan kerja. Selain

itu keselamatan dan kesehatan kerja juga menerapkan keamanan


kerja, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja serta melindungi

tenaga kerja terhadap risiko bahaya dalam melakukan pekerjaan

serta mencegah terjadinya kerugian akibat kecelakaan kerja,

penyakit akibat kerja, kebakaran, peledakan atau pencemaran

lingkungan kerja (Sumamur, 1996).

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat

dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri.

Perkembangan industri di Indonesia saat ini menimbulkan

konsekuensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan

meningkatnya risiko kecelakaan di lingkungan kerja. Kecelakaan

kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan.

Tidak terduga oleh karena latar belakang peristiwa itu dari unsur

kesengajaan, lebih-lebih dalam unsur perencanaan. Oleh karena

peristiwa kecelakaan disertai kerugian material atau penderitaan

dari yang paling ringan sampai pada yang paling berat (Kani,

2013).
V-11

Kecelakaan kerja dapat menyebabkan kerugian baik

kepada pekerja, perusahaan, bahan baku dan sebagainya. Berikut

adalah kerugian-kerugian tersebut (Waruwu, 2016).

1. Kerusakan, merupakan kerugian yang berdampak pada

peralatan atau mesin yang digunakan dalam kerja atau pada

hasil produksi.

2. Kekacauan organisasi, merupakan kerugian yang berdampak

karena adanya keterlambatan proses, penggantian alat atau

tenaga kerja baru.


3. Keluhan dan kesedihan, merupakan kerugian diluar material

yang diderita oleh tenaga kerja namun lebih cenderung pada

kerugian yang bersifat psikis.

4. Kelainan dan cacat, merupakan kerugian yang diderita tenaga

kerja secara fisik, bisa berupa sakit yang terobati atau yang

lebih fatal adalah kelainan dan cacat.

5. Kematian, merupakan kerugian yang menduduki posisi

puncak terhadap fisik dan psikis tenaga kerja.

Usaha-usaha pencegahan timbulnya kecelakaan kerja

perlu dilakukan sedini mungkin oleh pihak perusahaan. Adapun

tindakan-tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut

(Waruwu, 2016):

1. Mengidentifikasi setiap jenis pekerjaan yang berisiko dan

mengelompokkannya sesuai tingkat risikonya.

2. Adanya pelatihan bagi para pekerja konstruksi sesuai

keahliannya.

3. Melakukan pengawasan secara lebih intensif terhadap

pelaksanaan pekerjaan.
V-12

4. Menyediakan alat perlindungan kerja selama durasi proyek.

5. Melaksanakan pengaturan dilokasi proyek konstruksi.

5.1.5 Alat Pelindung Diri

APD adalah alat yang digunakan seseorang dalam

melakukan pekerjaan dengan maksud melindungi dirinya dari

sumber bahaya tertentu, baik yang berasal dari pekerjaan dan

lingkungan kerja, dan berguna dalam usaha mencegah atau

mengurangi kemungkinan cedera atau sakit. Alat pelindung diri

adalah alat yang dipergunakan untuk tujuan melindungi

karyawan dari risiko cedera yang disebabkan oleh bahaya-bahaya

yang ada di tempat kerja (Syukri, 1997).

APD merupakan peralatan yang harus disediakan oleh

pengusaha oleh karyawan. Kewajiban menggunakan APD itu

sendiri telah disepakati oleh pemerintah melalui departemen

tenaga kerja Republik Indonesia. APD yang diberikan kepada

karyawan juga harus memenuhi persyaratan. APD yang baik

adalah yang memenuhi persyaratan yaitu enak dipakai, tidak

menggangu pekerjaan, dan memberikan perlindungan efektif

terhadap jenis bahaya. Berikut APD yang digunakan (Syukri,

1997):

1. Pakaian pelindung (wear pack)

Pakaian pelindung dapat digunakan untuk melindungi tubuh

dari beberapa hal yang dapat mengakibatkan kecelakaan atau

membahayakan saat bekerja. Pakaian pelindung berfungsi

untuk melindungi badan sebagian atau seluruh bagian badan


V-13

dari bahaya temperatur panas atau dingin, percikan bahan-

bahan kimia, dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur.

2. Alat pelindung mata dan muka

Alat pelindung mata dan muka adalah alat pelindung yang

berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan

bahan kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang

melayang di udara dan di badan air, percikan benda-benda

kecil, panas, atau uap panas, radiasi gelombang

elektromagnetik yang mengion maupun yang tidak mengion,


pancaran cahaya, benturan atau pukulan benda keras atau

benda tajam. Pekerjaan pengelasan maupun pekerjaan

permesinan perlu menggunakan pelindung mata. Hal ini untuk

melindungi mata dari percikan api ataupun serpihan dari besi

yang mengalami proses pengerjaan permesinan.

3. Alat pelindung kaki

Alat pelindung digunakan untuk melindungi kaki dari tertimpa

atau berbenturan dengan benda-benda berat. Alat pelindung

kaki bentuknya seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit

dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Alat

pelindung kaki berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal

yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat,

benda panas, cairan kimia, dsb.

4. Alat pelindung tangan

Alat pelindung tangan dapat digunakan untuk melindungi

tangan dari beberapa hal yang dapat mengakibatkan

kecelakaan atau membahayakan saat bekerja. Alat pelindung

tangan berfungsi sebagai alat yang dapat melindungi tangan


V-14

pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat

mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung

tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.

5. Alat pelindung kepala

Alat pelindung kepala adalah alat pelindung dapat digunakan

untuk melindungi kepala dari beberapa hal yang dapat

mengakibatkan kecelakaan atau membahayakan saat bekerja.

Alat pelindung kepala berfungsi untuk melindungi kepala dari

benda yang berpotensi mengenai kepala secara langsung


maupun tidak langsung.

6. Alat pelindung telinga

Alat pelindung telinga adalah alat pelindung dapat digunakan

untuk melindungi telinga dari beberapa hal yang dapat

mengakibatkan kecelakaan atau membahayakan saat bekerja.

Alat pelindung telinga berfungsi untuk melindungi alat

pendengaran terhadap kebisingan atau tekanan. Hal ini

dimaksudkan karena telinga tidak mampu menahan suara

dalam intensitas yang tinggi dan memekakkan telinga.

7. Alat pelindung pernapasan

Alat pelindung pernapasan adalah alat pelindung yang dapat

digunakan untuk melindungi pernapasan dari beberapa hal

yang dapat mengakibatkan kecelakaan atau membahayakan

saat bekerja. Alat pelindung pernapasan berfungsi sebagai

pelindung hidung dan penyaring udara yang dihirup saat

bekerja di tempat yang memiliki kualitas udara buruk (misal

berdebu, beracun, dan sebagainya).


V-15

Alat pelindung diri ini sudah seharusnya digunakan oleh

seluruh pekerja dalam kaitannya sebagai tindakan preventif dari

potensi terjadinya kecelakaan kerja. Penggunaan alat pelindung

diri ini lebih ditujukan kepada tindakan pencegahan terjadinya

kecelakaan kerja dan dapat meminimalisasi keluhan atau penyakit

yang berpotensi terjadi. Adapun kelemahan dari alat pelindung diri

adalah kemampuan perlindungan yang tidak sempurna, tenaga

kerja tidak merasa aman karena ukuran yang terkadang tidak

sesuai, dan komunikasi terganggu (Syukri, 1997).

5.2. Hasil dan Pembahasan

Hasil dan pembahasan pada design tooling terdiri atas

proses kerja pembuatan produk, bahan, peralatan, mesin produk

terpilih dan potensi bahaya kecelakaan kerja serta alat pelindung

diri yang digunakan. Berikut ini hasil dan pembahasan untuk

design tooling.

5.2.1 Proses Kerja Pembuatan Produk

Pembuatan produk tempat sendok dan garpu dilakukan

secara intermitten yaitu dilakukan perproses kerja. Metode

intermitten dipilih agar proses produksi menghasilkan tiap produk

tempat sendok dan garpu yang berkualitas memenuhi kebutuhan

pelanggan.

Proses kerja pembuatan produk tempat sendok dan garpu

pertama yang dilakukan adalah proses pengambilan bahan baku

yang terletak di gudang penyimpanan. Pengambilan bahan berupa

lembaran kayu jati belanda sepanjang 70 x 50 x 0,5 cm dan


V-16

batangan kayu jati belanda sepanjang 10 x 1 x 1 cm. Lembaran

kayu jati belanda akan dilakukan proses menjadi beberapa

komponen yaitu 1 buah papan alas, 1 buah papan sekat, 2 buah

papan samping, dan 2 buah papan belakang dan depan. Batangan

kayu jati belanda akan dilakukan proses menjadi komponen yaitu

4 buah kaki.

Proses berikutnya adalah proses pengukuran. Alat ukur

berupa penggaris dan pulpen digunakan untuk mengukur serta

menandai dimensi produk tempat sendok dan garpu. Proses


mengukur pertama adalah komponen alas yaitu sebesar 10 x 10 x

0,5 cm. Proses mengukur kedua adalah komponen sekat yaitu

sebesar 9 x 11 x 0,5 cm. Proses mengukur ketiga adalah

komponen papan samping kanan dan kiri yaitu sebesar 9 x 14 x

0,5 cm. Proses mengukur keempat adalah komponen papan depan

dan belakang yaitu sebesar 13 x 14 x 0,5 cm. Proses mengukur

kelima adalah komponen kaki yaitu sebesar 1 x 1 x 1 cm.

Proses selanjutnya adalah proses pemotongan material

kayu jati belanda sesuai pengukuran yang dilakukan sebelumnya.

Proses pemotongan material tersebut menggunakan jigsaw. Proses

pemotongan pertama yaitu memotong komponen alas. Proses

pemotongan kedua yaitu memotong komponen papan sekat. Proses

pemotongan ketiga yaitu memotong komponen papan samping

kanan dan kiri. Proses pemotongan keempat yaitu memotong

komponen papan depan dan belakang. Proses pemotongan terakhir

adalah memotong komponen kaki. Setelah proses pemotongan,

komponen akan dilakukan pemeriksaan sebelum proses

selanjutnya.
V-17

Proses berikutnya yaitu proses penghalusan untuk

menghilangkan sisa hasil potongan yang membuat komponen

produk tempat sendok garpu kasar. Proses penghalusan

menggunakan bantuan berupa mesin gerinda halus. Proses

penghalusan pertama adalah menghaluskan komponen papan

alas. Proses penghalusan kedua adalah menghaluskan komponen

papan sekat. Proses penghalusan ketiga adalah menghaluskan

komponen papan samping kanan dan kiri. Proses penghaluskan

keempat adalah menghaluskan komponen papan depan dan


belakang. Proses penghalusan terakhir adalah menghaluskan

komponen kaki. Setelah proses penghalusan, komponen akan

dilakukan pemeriksaan sebelum proses selanjutnya.

Komponen-komponen penyusun dari produk tempat

sendok dan garpu yang telah dihaluskan kemudian akan melalui

proses perakitan. Dimulai dengan penyatuan alas dengan sekat.

Proses perakitan selanjutnya dilakukan penyatuan papan depan

dengan alas dan sekat. Komponen papan samping kemudian

digabungkan dengan komponen yang sudah dirakit sebelumnya.

Tiap-tiap sudut dari papan alas dipasangi komponen kaki. Setiap

proses perakitan dari awal hingga akhir menggunakan alat berupa

paku tembak dengan paku sepanjang 2 cm serta lem kayu. Setiap

proses perakitan berlangsung, dilakukan pula proses pemeriksaan

terhadap hasil perakitan.

Komponen yang telah digabungkan menjadi satu kesatuan

utuh berupa produk tempat sendok dan garpu kemudian dipernis

dengan menggunakan mesin kompresor serta alat berupa spray

gun kemudian dikeringkan selama kurang lebih 5 menit. Proses


V-18

terakhir yaitu dilakukan pengecekan sebelum produk tempat

sendok dan garpu dikemas lalu dipasarkan.

5.2.2 Bahan, Peralatan dan Mesin Produk Terpilih

Proses produksi dari pembuatan tempat sendok dan

garpu tidak terlepas dari penggunaan bahan, peralatan dan mesin.

Melalui pemilihan bahan, peralatan dan mesin yang tepat

diharapkan proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan

efisien. Berikut adalah bahan, peralatan dan mesin yang

digunakan.
1. Bahan
Bahan adalah material-material yang digunakan dalam

membuat suatu produk. Bahan yang dilibatkan dalam proses

pembuatan tempat sendok dan garpu terdiri dari berbagai

macam. Berikut adalah bahan yang digunakan dalam proses

produksi tempat sendok dan garpu.


a. Kayu jati belanda
Kayu jati balanda merupakan bahan utama dari penyusun

produk tempat sendok dan garpu. Seluruh komponen dari

produk berasal dari bahan kayu jati balanda. Pemilihan

bahan ini mengacu pada proses pemilihan konsep yang

memilih bahan dengan material kayu jati balanda karena

material ini kuat. Kayu jati belanda termasuk kayu pinus,

kayu ini banyak digunakan karena memiliki serat kayu

indah dan memiliki permukaan serat yang halus. Selain itu

kayu jati balanda mudah dalam proses pengerjaan karena

memiliki karakter yang lebih lunak dibandingkan jenis

kayu lainnya.
V-19

Gambar 5.1 Kayu Jati Belanda


b. Paku
Paku merupakan suatu logam keras umumnya terbuat dari

baja yang berujung runcing, digunakan untuk melekatkan

dua bahan dengan menembus kedua bahan tersebut.

Prinsip kerja yang terjadi pada paku yang melekatkan dua

bahan adalah terjadi gaya gesek pada arah vertikal dan

gaya tegangan pada arah lateral. Pemilihan paku digunakan

untuk proses perakitan komponen yang dibuat agar

sambungan terpasang dengan kokoh. Paku yang digunakan

dalam pembuatan tempat sendok dan garpu memiliki

panjang berukuran 2 cm. Pemilihan paku ini supaya dapat

menancap dengan kokoh pada kayu yang memiliki

ketebalan 0,5 cm. Cara kerja penggunaan paku pada

proses pembuatan produk ini adalah dengan bantuan alat

paku tembak.

Gambar 5.2 Paku


c. Cat pernis
V-20

Pernis merupakan sebuah tahapan akhir dari suatu proses

yang biasa diterapkan pada produk kayu maupun

permukaan lainnya untuk membuat sebuah lapisan

menjadi mengkilap dan melindungi permukaan agar tahan

lama. Penggunaan cat pernis pada proses akhir digunakan

supaya menambah daya tahan produk dan produk menjadi

tampak lebih menarik. Cara kerja penggunaan cat pernis

pada proses akhir produk adalah menyemprotkan cat pada

permukaan produk dengan bantuan alat spray gun dan

kompresor.

Gambar 5.3 Cat Pernis


d. Lem kayu
Lem adalah suatu bahan yang digunakan untuk

merekatkan beberapa bahan menjadi satu kesatuan.

Terdapat berbagai macam jenis lem sesuai dengan

kebutuhan lem tersebut. Proses pembuatan produk tempat

sendok dan garpu menggunakan lem kayu untuk

merekatkan sambungan antar komponen. Penggunaan dari

lem kayu dengan cara membubuhi lem ke sisi yang akan

direkatkan atau dilakukan penyambungan. Proses lem ini

dilakukan sebelum menggunakan paku tembak ketika

proses perakitan berlangsung.


V-21

Gambar 5.4 Lem Kayu

2. Peralatan
Peralatan adalah suatu benda yang digunakan dengan tujuan

mempermudah pekerjaan dan membantu dalam proses


pembuatan produk. Peralatan yang digunakan dalam proses

pembuatan tempat sendok dan garpu terdiri dari berbagai

macam. Berikut adalah peralatan yang digunakan dalam

proses produksi tempat sendok dan garpu.


a. Alat tulis
Alat tulis merupakan alat yang memiliki kegunaan untuk

membuat tanda atau bentuk diatas suatu permukaan.

Selain itu alat tulis berguna dalam proses pengukuran

benda kerja dari proses produksi diantaranya untuk

menandai suatu ukuran, mencatat ukuran, dan

mengukur benda kerja. Alat tulis yang digunakan adalah

penggaris, dan pulpen. Penggunaan penggaris dan pulpen

ini sangat diperlukan dalam proses pengukuran benda

kerja sebelum proses pemotongan berlangsung.


V-22

Gambar 5.5 Alat Tulis


b. Spray gun
Spray gun merupakan alat yang digunakan untuk melapisi

cat pada permukaan benda kerja dengan menyemprotkan

cat. Prinsip kerja pada spray gun adalah menghubungkan

alat ini dengan mesin kompresor untuk mendapatkan

tekanan udara yang akan membantu penyemprotan cat.

Pemilihan alat spray gun adalah untuk mempermudah dan

mempercepat proses pengecatan produk.

Gambar 5.6 Spray Gun


c. Paku tembak
Paku tembak merupakan alat untuk memasukkan paku ke

dalam benda kerja dengan menggunakan tenaga angin atau

tekanan udara. Alat ini banyak digunakan untuk

pengerjaan berbahan baku kayu. Pemilihan alat paku

tembak adalah untuk mempermudah proses pelekatan


V-23

atau pemasangan komponen-komponen produk dengan

cepat dan jumlah yang banyak.

Gambar 5.7 Paku Tembak


3. Mesin
Mesin adalah suatu alat mekanik atau elektrik yang mengubah

energi untuk membantu proses pengerjaan produksi. Mesin

yang digunakan dalam proses pembuatan tempat sendok dan

garpu terdiri dari berbagai macam. Berikut adalah mesin yang

digunakan dalam proses produksi tempat sendok dan garpu.


a. Jigsaw
Jigsaw merupakan mesin yang diperuntukan memotong

kayu dengan berbagai macam bentuk baik secara tegak

lurus maupun melengkung. Prinsip kerja dari mesin ini

adalah mata pisau yang bergerak naik dan turun serta

pemotongan yang dapat mengikuti pola yang tergambar

pada benda kerja. Pemilihan jigsaw dengan mata pisau

halus untuk menghasilkan pemotongan yang rapih.

Gambar 5.8 Jigsaw


V-24

b. Mesin gerinda halus


Mesin gerinda merupakan mesin yang digunakan untuk

menggerinda permukaan benda kerja menjadi halus

merata, terlebih untuk mengasah pahat pemotong dari

mesin-mesin perkakas. Pemilihan mesin gerinda halus

digunakan untuk menghaluskan permukaan benda kerja

setelah proses pemotongan oleh jigsaw supaya hasil

pemotongan menjadi halus.

Gambar 5.9 Mesin Gerinda Halus


c. Mesin kompresor
Mesin kompresor digunakan untuk proses membersihkan

sisa hasil pemotongan kayu atau serbuk kayu yang masih

menempel pada benda kerja. Selain itu penggunaan mesin

kompresor digunakan bersamaan dengan spray gun untuk

proses pengecatan produk dengan cepat. Mesin paku

tembak digunakan untuk mempermudah proses

pemasangan komponen-komponen produk dengan cepat

dan jumlah yang banyak.


V-25

Gambar 5.10 Mesin Kompresor

5.2.3 Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja serta Alat Pelindung

Diri Yang Digunakan

Kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada saat pemuatan

produk meliputi 4 hal yaitu kecelakaan kerja pada operator,

kecelakaan kerja pada alat, kecelakaan kerja pada mesin, dan

kecelakaan kerja pada benda kerja. Kecelakan kerja yang mungkin

terjadi pada operator salah satunya adalah tertimpa benda kerja,

untuk menghindari terjadinya kecelakaan tersebut maka operator

sebaiknya menggunakan pelindung kepala seperti helm dan

pelindung kaki seperti sepatu safety, selain itu kecelakaan dapat

terjadi akibat serbuk- serbuk bahan baku yang bisa saja melukai

mata dan wajah yang akan mengakibatkan iritasi, maka dari itu

untuk menghindari terjadinya kecelakaan sebaiknya

menggunakan pelindung mata (kacamata) dan pelindung hidung

(masker bedah), kecelakaan kerja lainnya yang mungkin terjadi

yaitu tangan operator terluka akibat mesin yang digunakan, untuk

menghindari kecelakaan tersebut maka menggunakan sarung

tangan berbahan kain.


V-26

Kecelakaan kerja pada operator selanjutnya yang mungkin

terjadi yaitu operator mengalami kebisingan pada telinga akibat

mesin yang digunakan mengeluarkan bunyi yang keras, untuk

melindungi telinga pada operator dapat menggunakan earplug.

Kecelakaan kerja pada benda kerja yang mungkin terjadi yaitu

kayu yang digunakan patah, kayu yang digunakan tergolong

bahan yang dalam kategori cacat (tidak semua bahan baku

mengalami keempurnaan), serta kayu retak ketika dipaku atau

saat proses perakitan.

Alat pelindung diri (APD) merupakan peralatan

keselamatan yang digunakan oleh pekerja apabila berada dalam

suatu tempat kerja yang berbahaya dan berfungsi untuk

melindungi bagian-bagian tubuh yang lebih berisiko. Bagian-

bagian tubuh yang berisiko terkena bahaya yang harus dilindungi

diantaranya kepala, mata, wajah, tangan, kaki, dan telinga. Alat

pelindung diri (APD) merupakan kelengkapan yang wajib

digunakan saat bekerja sesuai kebutuhan untuk menjaga

keselamatan pekerja itu sendiri dan orang disekelilingnya. Berikut

adalah alat pelindung diri yang digunakan oleh pekerja dalam

memproduksi tempat sendok dan garpu.

1. Alat pelindung kepala

Alat pelindung kepala adalah alat pelindung yang digunakan

untuk melindungi kepala dari beberapa hal yang dapat

mengakibatkan kecelakaan atau membahayakan saat bekerja.

Alat pelindung kepala berupa helm memiliki fungsi untuk

melindungi kepala dari terjatuhnya material yang berpotensi

mengenai kepala secara langsung maupun tidak langsung.


V-27

Helm melindungi kepala saat melakukan pekerjaan dan

menghindari terjatuhnya material yang dapat mengenai kepala.

Melindungi dari benturan, kejatuhan atau terpukul benda

tajam atau keras.

Gambar 5.11 Helm

2. Alat pelindung mata dan muka

Alat pelindung mata dan muka adalah alat pelindung yang

berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan

bahan kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang

melayang di udara, debu, maupun percikan benda-benda kecil.

Alat pelindung mata dan muka yang dapat digunakan pekerja

dalam proses produksi tempat sendok dan garpu yaitu

kacamata goggles. Goggles digunakan untuk melindungi mata

saat melakukan pekerjaan menggunakan mesin jigzaw dan

gerinda yang menghasilkan pertikel atau debu yang dihasilkan

produk agar tidak masuk ke dalam mata pekerja.

Gambar 5.12 Goggles

3. Alat pelindung pernapasan


V-28

Alat pelindung pernapasan adalah alat pelindung yang

berfungsi sebagai pelindung organ pernapasan hidung dan

penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat yang

memiliki kualitas udara buruk (seperti berdebu, beracun, dan

lain sebagainya). Alat pelindung pernapasan yang digunakan

pekerja dalam proses produksi tempat sendok dan garpu yaitu

masker bedah.

Gambar 5.13 Masker Bedah

4. Alat pelindung telinga

Alat pelindung telinga adalah alat yang berfungsi sebagai

pelindung organ pendengaran telinga dari kebisingan atau

intensitas suara tinggi yang dapat membahayakan pekerja. Alat

pelindung telinga yang digunakan pekerja dalam proses

produksi tempat sendok dan garpu yaitu earplug. Earplug

berfungsi untuk melindungi telinga saat penggunaan alat-alat

yang memiliki tekanan dan suara dengan intensitas yang

tinggi.
V-29

Gambar 5.14 Ear Plug

5. Alat pelindung tangan

Alat pelindung tangan adalah alat pelindung yang berfungsi

melindungi tangan pada saat bekerja di tempat ataupun suatu

kondisi yang dapat mencederai tangan. Alat pelindung tangan

yang digunakan pekerja dalam proses produksi tempat sendok

dan garpu yaitu sarung tangan berbahan kain. Sarung tangan

kain melindungi tangan dan jari-jari tangan saat melakukan

pekerjaan dan berfungsi menghindari bersentuhan langsung

dengan alat-alat yang berisiko serta menghindari cedera yang

dapat ditimbulkan dari pengunaan mesin dan material yang

digunakan.

Gambar 5.15 Sarung Tangan Kain

6. Pakaian pelindung

Pakaian pelindung adalah alat pelindung yang berfungsi

melindungi sebagian badan atau seluruh bagian badan dari

bahaya temperatur panas atau dingin ekstrim, percikan

bahan-bahan kimia berbahaya, dan lingkungan kerja seperti

virus, bakteri dan lain sebagainya. Pakaian pelindung yang

digunakan pekerja dalam proses produksi tempat sendok dan

garpu yaitu wear pack.


V-30

Gambar 5.16 Wear Pack

7. Alat pelindung kaki

Alat pelindung kaki adalah alat pelindung yang berfungsi

melindungi kaki dari kecelakaan fatal akibat tertimpa benda

tajam maupun benturan dengan benda-benda berat dan keras.

Alat pelindung kaki yang digunakan pekerja dalam proses

produksi tempat sendok dan garpu yaitu sepatu safety

berbahan karet. Sepatu safety berfungsi untuk melindungi

bagian tubuh yaitu kaki untuk menghindari jatuhnya material

agar tidak mencederai kaki pekerja, melindungi kaki dari

tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda berat,

tertusuk benda tajam dan tergelincir.

Gambar 5.15 Sepatu