Anda di halaman 1dari 61

BAB VII

PETA KERJA REVISI

7.1. Landasan Teori

Landasan teori merupakan bagian yang mengandung teori

bersifat relevan untuk digunakan sebagai acuan dalam pembuatan

peta-peta kerja. Berikut adalah landasan teori mengenai peta kerja

yang terdiri dari bebeapa sub bab yaitu peta-peta kerja, peta kerja

keseluruhan, dan peta kerja setempat. Berikut adalah

pembahasan mengenai peta kerja.

7.1.1 Peta-Peta Kerja

Peta-peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis

dan jelas untuk berkomunikasi secara luas dan sekaligus melalui

peta-peta kerja ini bisa mendapatkan informasi-informasi yang

diperlukan untuk memperbaiki suatu metode kerja. Contoh

informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu

metode kerja terutama dalam suatu proses pembuatan, adalah

jumlah benda kerja yang harus dibuat, waktu operasi mesin,

kapasitas mesin, bahan-bahan khusus yang harus disediakan,

alat-alat khusus yang harus disediakan, dan sebagainya.

Kesimpulannya, peta kerja adalah suatu alat yang

menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas

biasanya kerja pembuatan (Sutalaksana, 2006).

Peta peta kerja atau sering disebut perta proses (process)

merupakan alat komunikasi yang sistematis dan logis guna

VII-1
VII-2

menganalisa proses kerja dari tahap awal sampai akhir, melalui

peta proses ini kita mendapatkan informasi-informasi yang

diperlukan untuk memperbaiki metoda kerja. Lewat peta kerja ini

pula kita bisa melihat semua langkah (prosedur kerja) yang

dialami oleh benda kerja tersebut (Wignjosoebroto, 1996).

Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan

kerja secara sistematis dan jelas. Lewat peta-peta ini kita bisa

melihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu

benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk bahan baku),


kemudian menggambarkan semua langkah yang dialaminya,

seperti transportasi, operasi mesin, pemeriksaan dan perakitan,

sampai akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap atau

merupakan bagian dari suatu produk lengkap. Pemahaman yang

seksama terhadap suatu peta kerja akan memudahkan

memperbaiki metoda kerja dari suatu proses produksi. Pada

dasarnya semua perbaikan tersebut ditujukan untuk mengurangi

biaya produksi secara keseluruhan, dengan demikian, peta ini

merupakan alat yang baik untuk menganalisis suatu pekerjaan

sehingga mempermudah perencanaan perbaikan kerja

(Sutalaksana, 2006).

Peta-peta peta kerja memiliki lambang-lambang dalam

penyampaian informasinya, lambang ini bertujuan untuk

memudahkan pembacaan informasi dari peta tersebut. Peta-peta

kerja yang ada sekarang ini dikembangkaan oleh Gilbreth yang

pada saat itu mengusulkan 40 buah lambang yang bisa dipakai.

Kemudian pada tahun berikutnya jumlah lambang-lambang

tersebut disederhanakan sehingga hanya tinggal empat macam


VII-3

yaitu operasi, transportasi, pemeriksaan, dan penyimpanan atau

menunggu (Sutalaksana, 2006).

Tahun 1947, American Society of Mechanical Engineers

(ASME) membuat standar lambang-lambang yang terdiri dari lima

macam lambang. Lambang-lambang ini merupakan modifikasi

dari lambang yang digunakan oleh Gilbert, yaitu menambah

lambang baru (D) untuk kejadian menunggu. Berikut adalah Tabel

7.1 mengenai lambang-lambang yang ditetapkan ASME

(Sutalaksana, 2006).
Tabel 7.1 Lambang-Lambang ASME
No. Lambang Nama Penjelasan
Kegiatan yang dilakukan

apabila benda kerja


1. Operasi
mengalami proses perbuahan

sifat, baik fisik atau kimiawi.


Kegiatan yang dilakukan

apabila benda kerja atau

peralatan mengalami

pemeriksaan baik untuk segi


2.
Pemeriksaan kualitas maupun kuantitas,

dengan menyesuaikan

karakteristik performansi yang

telah distandarkan.
Kegiatan apabila benda kerja,

pekerja atau perlengkapan


3. Transportasi
mengalami perpindahan

tempat.
Apabila benda kerja, pekerja

ataupun perlengkapan,tidak
4. Menunggu
mengalami apa-apa selain

menunggu.
VII-4

Apabila benda kerja disimpan

5. Penyimpanan untuk jangka waktu cukup

lama.
Proses yang terjadi apabila

antara aktivitas operasi dan


Aktivitas
6. pemeriksaan dilakukan
Gabungan
bersamaan atau dilakukan

pada suatu tempat kerja.

Peta-peta kerja terbagi menjadi dua jenis yaitu peta-peta

kerja keseluruhan, yang terdiri dari peta proses operasi, peta

aliran proses, peta kelompok kerja, dan diagram aliran. Sedangkan

peta kerja setempat terdiri dari peta pekerja dan mesin dan peta

tangan kanan dan tangan kiri. Berikut penjelasan dari masing-

masing peta kerja.

7.1.2 Peta Kerja Keseluruhan

Peta kerja keseluruhan merupakan suatu kegiatan kerja

yang melibatkan sebagian besar atau semua sistem kerja yang

diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Peta kerja

keseluruhan dibagi menjadi beberapa macam peta kerja

diantaranya peta proses operasi, peta aliran proses, peta kelompok

kerja, dan diagram alir (Sutalaksana, 2006).

1. Peta Proses Operasi

Suatu peta proses operasi yang menggambarkan langkah-

langkah operasi dan pemeriksaan yang dialami bahan dalam

urutan-urutanya sejak awal sampai menjadi produk jadi utuh

maupun sebagai bagian setengah jadi. Peta ini juga memuat


VII-5

informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis lebih

lanjut, seperti waktu yang dihabiskan, material yang

digunakan, dan tempat atau alat atau mesin yang dipakai.

Sesuai dengan relevansinya, pada akhir keseluruhan proses

dinyatakan keberadaan penyimpanan. Keguanaan dari peta ini

adalah:

a. Mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggaranya.


b. Memperkirakan kebutuhan akan bahan baku.
c. Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik.
d. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang

sedang dipakai.
e. Sebagai alat pelatihan kerja.

2. Peta Aliran Proses

Peta aliran proses adalah suatu diagram yang menunjukan

urutan-urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi,

menunggu, dan penyimanan yang terjadi dalam satu proses

atau prosedur yang berlangsung. Didalamnya dimuat

informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti

waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan yang terjadi.

Peta aliran proses memungkinkan untuk digunakan dalam

aktivitas perkantoran, pada umumnya peta aliran proses

terbagi dalam tiga tipe salah satunya yaitu Peta Aliran Proses

Tipe Bahan Peta aliran proses tipe bahan adalah suatu peta

yang menggambarkan kejadian yang dialami bahan (bisa

merupakan salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu

proses atau prosedur operasi. Secara lebih terperinci dapat

diuraikan kegunaan umum dari suatu peta aliran proses.


VII-6

Berikut adalah kegunaan peta aliran proses (Sutalaksana,

2006):
a. Bisa digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau

aktivitas orang mulai awal masuk dalam suatu proses

sampai aktivitas terakhir.


b. Peta ini bisa memberikan informasi mengenai waktu

penyelesaian suatu proses atau prosedur.


c. Bisa digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang

dialami bahan atau dilakukan oleh orang selama proses

atau prosedur berlangsung.

3. Diagram Aliran

Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala

dari susunan lantai dan gedung, yang menunjukkan lokasi

dari semua aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses.

Aktivitas yang berarti pergerakan suatu material atau orang

dari satu tempat ke tempat berikutnya, dinyatakan oleh garis

aliran dalam diagram tersebut. arah aliran digambarkan

dengan anak panah kecil pada garis aliran tersebut. Walaupun

peta aliran proses merupakan suatu peta yang memuat

informasi-informasi relatif lengkap sehubungan dengan proses

dalam suatu pabrik atau kantor, tetapi peta tersebut tidak

menunjukkan gambar arah aliran selama bekerja. Sebagai

contoh dengan mengetahui tata letak atau keadaan ruang

tempat terjadi perpindahan suatu barang, maka dapat

dianalisis apakah tata letak dalam ruangan tersebut

memungkinkan jarak perpindahan seminimum mungkin.

Kegunaan suatu diagram aliran dapat diuraikan sebagai

berikut (Sutalaksana, 2006):


VII-7

a. Lebih memperjelas suatu peta aliran proses, apalagi jika

arah aliran merupakan faktor yang penting.


b. Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja.

7.1.3 Peta Kerja Setempat

Peta kerja setempat merupakan hal yang menyangkut hanya

satu sistem kerja saja yang biasanya melibatkan orang dan

fasilitas dalam jumlah terbatas. Peta kerja setempat digunakan

untuk mempermudah perbaikan suatu sistem stasiun kerja,

sehingga dicapai suatu keadaan ideal untuk saat itu. Ada berbagai

macam peta kerja yang umum dipakai untuk menganalisa proses

kerja setempat, yaitu antara lain (Sutalaksana, 2006):

1. Peta Pekerja dan Mesin


Peta pekerja dan mesin adalah diagram yang menggambarkan

koordinasi antara waktu bekerja dan waktu delay dari

interaksi antara pekerja dan mesin. Peta pekerja dan mesin

merupakan suatu grafik yang menggambarkan koordinasi

antara waktu bekerja dan waktu mengannggur dari kombinasi

antara pekerja dan mesin. Kegunaan peta pekerja dan mesin

adalah meningkatan efektivitas penggunaan dan perbaikan

keseimbangan kerja dilakukan dengan merubah tata letak

tempat kerja, mengatur kembali gerakan-gerakan kerja,

merancang kembali mesin dan peralatan, dan menambah

pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya. Peta pekerja dan

mesin memiliki tiga lambang yang dapat dilihat pada Tabel 7.2

(Sutalaksana, 2006)
Tabel 7.2 Lambang-Lambang Peta Pekerja dan Mesin
VII-8

No. Lambang Kegunaan


1.

Digunakan untuk menyatakan pekerja atau

mesin yang sedang menganggur atau salah

Menganggur satunya sedang menunggu


2.

Keadaan ini menunjukan seorang pekerja

yang sedang bekerja dan independen dengan

Independen mesin dan pekerja lainya


3.

Keadaan ini menunjukan apabila diantara

operator dan mesn atau dengan operator

lainya sedang bekerja secara bersama-sama.


Kombinasi

2. Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri


Peta tangan kanan dan tangan kiri merupakan suatu alat dari

studi gerakan untuk mengetahui gerakan-gerakan yang

dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri dalam

melakukan pekerjaan yang biasanya adalah proses perakitan.

Peta ini menggambarkan semua gerakan saat bekerja dan

waktu delay yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan

kiri, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang

dibebenakan pada tangan kanan dan tangan kiri ketika

melakukan pekerjaan. Peta ini menggambarkan operasi secara

lengkap contohnya yakni saat setiap siklus dari pekerja terjadi

dengan cepat secara berulang. Kegunaan peta tangan dan

tangan kiri adalah sebagai berikut (Sutalaksana, 2006):


a. Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi

kelelahan.
VII-9

b. Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang

tidak efisien dan tidak produktif sehingga akan

mempersingkat waktu kerja.


c. Sebagai alat untuk menganalisis tata letak sistem kerja.
d. Sebagai alat untuk melatih pekerja yang baru, dengan cara

kerja yang ideal.


Peta ini sangat baik untuk menganalisis suatu sistem kerja

sehingga memperoleh perbaikan tata letak peralatan, pola

gerakan pekerja yang baik , urutan pekerjaan yang baik. Peta

ini dapat digunakan untuk melihat dengan jelas pola-pola

gerakan yang tidak efisien dan gerakan-gerakan yang tidak

perlu (Wignjosoebroto, 1992).

Elemen-elemen gerakan yang biasa digunakan pada peta

tangan kanan dan tangan kiri terbagi menjadi delapan buah.

Berikut adalah delapan elemen yang dapat dilihat pada Tabel

7.3 (Sutalaksana, 2006).


Tabel 7.3 Elemen-Elemen Gerakan Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri
Elemen Gerakan Lambang
Menjangkau Re (Reach)
Memegang G (Grasp)
Membawa M (Move)
Mengarahkan P (Position)
Menggunakan U (Use)
Melepas RI (Release)
Menunggu D (Delay)
Memegang untuk memakai H (Hold)
7.1.4 Makna Kaizen atau Just In Time

Kaizen berasal dari kata KAI artinya perbaikan dan ZEN

artinya baik. Kaizen diartikan sebagai perbaikan terus menerus

(continous improvement). Ciri kunci manajemen kaizen antara lain

lebih memperhatikan proses dan bukan hasil, manajmen

fungsional-silang dan menggunakan lingkaran kualitas dan


VII-10

perlatan lain untuk mendukung peningkatan yang terus menerus

(Handayani, 2005).

Dalam Bahasa Jepang, kaizen berarti perbaikan yang

berkesinambungan (continuous improvement). Istilah itu mencakup

pengertian perbaikan yang melibatkan semua orang, baik manajer

dan karyawan, dan melibatkan biaya dalam jumlah tidak

seberapa. Kaizen () terdiri dari dua kanji yakni (kai) artinya

perubahan dan (zen) artinya (yoi) kebaikan. Dalam

bahasa china disebut gaishan ( ), gai ( ) artinya perubahan

atau tindakan perbaikan shan( ) artinya baik atau keuntungan.

Konsep kaizen cara berpikirnya berorientasi pada proses,

sedangkan cara berpikir negara-negara Barat lebih cenderung

tentang pembaharuan yang berorientasi pada hasil (Imai, 2005).

Filsafat kaizen menganggap bahwa cara hidup kita seperti

kehidupan kerja atau kehidupan sosial maupun kehidupan

rumah tangga hendaknya terfokus pada upaya perbaikan terus

menerus. Perbaikan dalam kaizen bersifat kecil dan beransur.

Kebalikan dari inovasi, yang dipakai dalam manajemen barat

umumnya dan merupakan perubahaan besar-besaran melalui

terobosan teknologi, konsep manajemen, atau teknik produksi

mutakhir. Kaizen tidak bersifat dramatis dan proses kaizen

diterapkan berdasarkan akal sehat dan berbiaya rendah,

menjamin kemajuan beransur yang memberikan imbalan hasil

dalam jangka panjang. Jadi kaizen merupakan pendekatan

dengan risiko rendah (Handayani, 2005).


VII-11

Pada penerapannya dalam perusahaan, Kaizen mencakup

pengertian perbaikan yang berkesinambungan yang melibatkan

seluruh pekerjanya, baik manajemen tingkat atas sampai

manajemen tingkat bawah (Takeda, 2006).

1. Konsep Seiri () atau pemilahan

Konsep Seiri yaitu disiplin di tempat kerja dengan cara

melakukan pemisahan berbagai alat atau komponen ditempat

masing-masing, sehingga untuk mencarinya nanti bila

diperlukan akan lebih mudah. Seiri adalah memisahkan benda

yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, kemudian

menyingkirkan yang tidak diperlukan (ringkas). Sesungguhnya,

terdapat banyak barang yang tidak diperlukan di dalam setiap

pabrik. Barang yang tidak diperlukan artinya barang tersebut

tidak dibutuhkan untuk kegiatan produksi saat ini.

2. Konsep Seiton ()

Konsep ini menyusun dengan rapi dan mengenali benda untuk

mempermudah penggunaan. Kata Jepang seiton ( ) secara

harfiah berarti menyusun benda dengan cara yang menarik

(rapi). Dalam konteks 5 S. Hal ini berarti mengatur barang-

barang sehingga setiap orang dapat menemukannya dengan

cepat. Untuk mencapai langkah ini, pelat penunjuk digunakan

untuk menetapkan nama tiap barang dan tempat

penyimpanannya. Seiton memungkinkan pekerja dengan

mudah mengenali dan mengambil kembali perkakas dan

bahan, dan dengan mudah mengembalikannya ke lokasi di

dekat tempat penggunaan. Pelat penunjuk digunakan untuk


VII-12

memudahkan penempatan dan pengambilan kembali bahan

yang diperlukan.

3. Konsep Seiso ( )

Konsep ini selalu mengutamakan kebersihan dengan menjaga

kerapihan dan kebersihan (resik). lni adalah proses

pembersihan dasar dimana suatu daerah disapu dan

kemudian dipel dengan kain pel. Karena lantai, jendela,

maupun dinding harus dibersihkan, seiso setara dengan

aktifitas pembersihan berskala besar yang dilakukan setiap

akhir tahun di rumah tangga Jepang. Meskipun pembersihan

besar-besaran di seluruh perusahaan dilakukan beberapa kali

dalam setahun, tiap tempat kerja perlu dibersihkan setiap hari.

Aktifitas itu cenderung mengurangi kerusakan mesin akibat

tumpahan minyak, abu, dan sampah. Contohnya, kalau ada

pekerja yang mengeluh ada mesin yang rusak ini tidak berarti

mesin itu perlu penyetelan. Sebenarnya, yang diperlukan

mungkin hanya program pembersihan di tempat kerja.

4. Konsep Seiketsu ()

Seiketsu yaitu usaha yang terus menerus untuk

mempertahankan 3 S tersebut diatas, yakni Seiri, Seiton), dan

Seiso. Pada prinsipnya mengusahakan agar tempat kerja yang

sudah menjadi baik dapat selalu terpelihara. Di tempat kerja


yang terawat dengan baik, kerawanan dan penyimpangan
dapat segera dikenali, sehingga berbagai masalah dapat
dicegah sedini mungkin. Memelihara tempat kerja tetap bersih

tanpa sampah atau tetesan minyak adalah aktivitas Seiketsu,

antara seiso dengan seiketsu sangat berkaitan erat.


VII-13

5. Konsep Shitsuke ( )

Shitsuke adalah metode yang digunakan untuk memotivasi

pekerja agar terus menerus melakukan dan ikut serta dalam

kegiatan perawatan dan aktivitas perbaikan serta membuat

pekerja terbiasa mentaati aturan (rajin). Hal ini dianggap

sebagai komponen yang paling sukar dari 5 S. Untuk aktivitas

ini, pekerja Jepang diharapkan melatih pengandalian diri

sendiri, bukan dikendalikan manajemen.

7.1.5 Daftar Pertanyaan Perbaikan

Berikut ini akan dikemukankan daftar pertanyaan

sehubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya

pekerjaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Daftar

pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis terarahkan secara

sistematik untuk menganalisis keenam peta pekerja yang sudah

diuraikan sebelumnya. Selanjutnya terarahkan pula untuk

memperbaiki rancangan sistem kerja yang dipetakan. Teknik

bertanya merupakan teknik yang biasa digunakan dalam

menganalisis peta-peta kerja. Dengan adanya daftar pertanyaan

penganalisis menjadi tahu atau teringatkan lokasi terjadinya

kekurangan atau kesalahan pada suatu sistem kerja.

Daftar-daftar pertanyaan ini disusun sehubungan dengan

faktor-faktor seperti operasi, pemeriksaan, transportasi,

menunggu, dan menyimpan. Selanjutnya disampaikan juga

pertanyaan-pertanyaan kritis tentang bahan, perkakas dan

perlengkapan, mesin pekerja, lingkungan kerja, fasilitas bagi


VII-14

pekerja, dan hal-hal yang tergolong ke dalam faktor manajemen

(Sutalaksana, 2006).

1. Berhubungan dengan Operasi

Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan operasi:

a. Apa sesungguhnya tujuan dari operasi ini? Adakah cara lain


untuk mencapai tujuan ini ?
b. Apakah hasil operasi ini betul-betul dibutuhkan? Jika ada,

mengapa dibutuuhkan?
c. Dapatkah operasi ini dihilangkan dengan jalan:
1) Menggunakan bahan lain?
2) Mengubah rancangan benda kerjanya?
a. Adakah perbaikan diperoleh jika urut-urutan operasi

diubah?
b. Dapatkah tata letak dari sistem kerja diubah, sehingga

kinerja kerja dapat ditingkatkan?


c. Akan lebih ekonomiskah jika operasi ini dikerjkan secara

subkontrak?
2. Berhubungan dengan Pemeriksaan

Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan pemeriksaan:

a. Apakah proses pemeriksaan ini memang diperlukan?


b. Apakah pemeriksaan 100% dapat diganti dengan cara

sampling?
VII-15

c. Dapatkah bermacam-macam pemeriksaan dikombinasikan

sehingga mengurangi ongkos pengangkutan?


d. Dapatkah toleransi, kelonggaran, dan kehalusan (pada

barang jadi) dikurangi?


e. Perlukah standar yang sama untuk semua pelanggan?
f. Apakah sebab utama dari penolakan barang ini?
g. Apakah mutu standar telah ditetapkan dengan baik?
h. Apakah pemeriksaan in memerlukan kemampuan yang

tinggi?
i. Dapatkah tata letak sistem kerja atau urut-urutan

pemeriksaan diperbaiki?
3. Berhubungan dengan Transportasi

Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut adalah daftar

pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-peta

kerja yang berhubungan dengan transportasi:

a. Dapatkah jarak perpindahan dikurangi dengan mengubah

susunan tata letak tempat kerja?


b. Apakah cara pengangkutannya (alat yang digunakan dan

kecepatan pengangkutan) sudah tepat?


c. Dapatkah transportasi dilaksanakan bersamaan dengan

aktivitas lainnya?
d. Dapatkah jumlah barang yang diangkut diperbesar, sehingga

ongkos transportasi per unit menjadi kecil?


e. Apakah benda yang diangkut sudah ditempatkan pada

posisi yang baik untuk dibawa?


f. Apakah alat-alat untuk pekerjaan tersebut sudah yang

paling murah?
g. Dapatkah barang yang telah selesai diolah, cepat

disingkirkan?
VII-16

h. Apakah tempat penampungan telah baik sehingga bahan

mudah dikeluarkan?
i. Dapatkah bahan baku yang masuk langsung diangkut ke

tempat kerja pertama?


j. Dapatkah penyimpanan dan penumpukan bahan diubah

sehingga mengurangi pelayanan dan pengangkutannya?


4. Berhubungan dengan Menunggu dan Penyimpanan

Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan penyimpanan:

a. Apakah tata letak penyimpanan bahan sudah baik sehingga

pengiriman dan penerimaan barang tidak sukar?


b. Dapatkah jumlah atau lamanya menunggu dan

penyimpanan dikurangi dengan jalan:


1) Membuat jadwal produksi yang lebih baik
2) Mempertinggi kapasitas pabrik
3) Memberikan ruangan untuk bergerak yang lebih luas
4) Mengerjakan lebih dari satu aktivitas pada satu tempat
c. Apakah penyimpanan ini terjadi karena terlalu banyaknya

pengiriman bahan ?
d. Apakah waktu sering terbuang karena seringnya pindah

kerja?
5. Berhubungan dengan Bahan

Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan bahan:


VII-17

a. Apakah bahan-bahan yang digunakan betul-betul telah

cocok dan merupakan harga termurah?


b. Dapatkah digunakan bahan yang lebih ringan?
c. Apakah jumlah dan ukuran bahan memungkinkan

pemakaian yang paling efisien sewaktu dipotong atau

diproses?
d. Bagaimana perbandingan antara biaya bahan dan biaya

tenanga kerja?
e. Apakah bahan bebas dari sudut tajam dan tumpul?
f. Perlukah pemeriksaan dilakukan seteliti itu? Pemeriksaan

yang teliti bisa berkecendrungan lebih sulit dan lama.


g. Dapatkah barang tersebut dibuat dengan memanfaatkan

bahan buangan?
h. Dapatkah penyimpanan dari bahan dan barang-barang

setengah jadi dikurangi?


6. Berhubungan dengan Perkakas dan Perlengkapan
Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan perlengkapan:


a. Dapatkah digunakan alat yang paling ampuh dan berada

dalam keadan baik untuk pekerjaan ini?


b. Jika menggunakan mesin potong, apakah sudut potong dari

alat tersebut sudah betul?


c. Apakah posisi kedua tangan memungkinkan untuk kerja

produktif saat menggunakan perkakas atau fixtures?


d. Dapatkah dirancang alat-alat yang lebih sederhana tanpa

mengubah kemampuannya?
e. Dapatkah dirancang suatu alat penahan yang dapat

digunakan bukan hanya untuk satu pekerjaan?


VII-18

f. Sudah cukupkah jumlah perkakas danperlengkapan untuk

setiap aktivitas?
g. Dapatkah alat penahan dirancang dari bahan yang lebih

ringan?

7. Berhubungan dengan Mesin


Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan mesin:


a. Pada saat persiapan:
1) Dapatkah operator mempersiapkan mesinnya sendirian?
2) Dapatkah sejumlah persiapan mesin dikurangi dengan

jalan
b. Apakah sudah mengadakan persediaan yang tepat?
c. Apakah keterlambatan yang terjadi karena pemeriksaan

terhadap barang yang dibuat pertama kali?


d. Pada saat operasi:
1) Dapatkah operasi ini dihilangkan atau digabungkan

dengan yang lainnya?


2) Dapatkah kecepatan dari mesin dapat dihilangkan?
3) Dapatkah digunakan kecepatan yang otomatis?
4) Dapatkah pemeriksaan dikombinasikan dengan operasi?
5) Apakah mesin dalam kondisi yang baik?
8. Berhubungan dengan Pekerja
Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan pekerja:


a. Apakah mental dan fisik pekerja telat memenuhi syarat

untuk melaksanakan tugasnya?


VII-19

b. Sudahkah pekerja mendapatkan pengetahuan dan

keterampilan yang cukup berkenaan dengan tugas-

tugasnya?
c. Apakah telah dilakukan pengawasan yang baik?
d. Dapatkah kinerja pekerja diperbaiki dengan memberikan

pendidikan-pendidikan?
9. Berhubungan dengan Lingkungan Kerja
Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan lingkungan kerja:


a. Apakah penerangan, suhu, kelembaban, dan ventilasi ruang

kerja sudah baik?


b. Dapatkah uap, asap, dan debu disingkirkan dengan sistem

penyedot?
c. Apakah lanta cukup aman, rata tapi tidak licin?
d. Apakah para pekerja sudah dididik untuk bekerja dengan

aman dan sehat?


e. Apakah lingkungan kerja setiap waktu kelihatan selalu

bersih dan teratur?


10. Berhubungan dengan Fasilitas untuk Bekerja
Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan fasilitas untuk bekerja:


a. Apakah kamar kecil, lemari-lemari, mushalla, dan ruang

istirahat sudah cukup memadai?


b. Sudahkah pekerja dilengkapi dengan alat-alat pelindung diri

yang memadai?
VII-20

c. Apakah memungkinkan bagi pekerja untuk duduk atau

berdiri saat bekerja berganti-ganti?


d. Apakah gizi para karyawan sudah terjamin dengan baik?

Sudahkah makanan tambahan dipikirkan sebagai

pendukung produktivitas kerja?


11. Berhubungan dengan Faktor Manajemen
Daftar pertanyaan ini dikemukakan agar penganalisis

terarahkan secara sistematik untuk menganalisis keenam peta

kerja yang sudah diuraikan sebelumnya. Berikut ini adalah

daftar pertanyaan untuk perbaikan dan penganalisaan peta-

peta kerja yang berhubungan dengan faktor manajemen:


a. Apakah panjang hari kerja dan jadwal kerja-istirahat

diselenggarakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan

hasil maksimum atau ekonomis?


b. Apakah pekerja telah mendapatkan upah yang memadai,

baik secara minimum untuk kebutuhan-kebutuhan

dasarnya maupun berkenaan dengan resiko pekerjaannya?


c. Apakah diterapkan sistem upah perangsang dan pekerja

betul-betul mengerti sistem tersebut. Apakah mereka bekerja

menurut sistem itu?

d. Apakah diadakan pencatatan mengenai prestasi kerja?

7.2. Peta Kerja Revisi

Berdasarkan pengamatan terhadap pembuatan produk

tempat sendok dan garpu produk revisi, dapat dibuatkan peta

kerja keseluruhan dan peta kerja setempat. Pada hasil dan

pembahasan ini akan dijelaskan peta kerja keseluruhan yang

meliputi peta proses operasi, peta aliran proses, dan diagram


VII-21

aliran. Pembahasan mengenai peta kerja setempat meliputi peta

pekerja dan mesin serta peta tangan kanan dan tangan kiri.

Berikut ini adalah hasil dan pembahasan dari masing-masing peta

kerja revisi.

7.2.1 Peta Proses Operasi

Peta proses operasi adalah langkah-langkah proses dan

pemeriksaan yang akan dialami bahan baku dari awal perakitan

hingga menjadi suatu produk. Peta ini menggambarkan suatu

proses produksi dan memberikan informasi berupa waktu,

operasi, mesin atau alat, dan komponen yang ada. Berikut adalah

gambar peta proses operasi seperti yang dapat dilihat pada

Gambar 7.1.
VII-22

Gambar 7.1 Peta Proses Operasi

Berdasarkan Gambar 7.1 pada peta proses operasi

menggambarkan langkah-langkah operasi dan pemeriksaan yang

dialami oleh bahan dari urutan awal hingga akhir. Berdasarkan

peta dapat dilihat bahwa proses untuk memproduksi sebuah

produk tempat sendok dan garpu menggunakan penomoran

secara intermittent, dimana penomoran tersebut dibuat dengan


VII-23

cara menyelesaikan tiap proses pada semua komponen terlebih

dahulu. Komponen utama dalam proses perakitan tempat sendok

dan garpu adalah komponen papan depan dan belakang, karena

komponen papan depan dan belakang yang paling banyak

mengalami perlakuan dan saling berkaitan dengan komponen yang

lainnya. Peta proses operasi ini hanya terdiri dari 1 peta karena

peta proses operasi ini memuat proses produksi tempat sendok

dan garpu secara keseluruhan dengan berbagai operasi seperti

mengukur, memotong, menghaluskan, dan merakit, dan mengecat.


Informasi yang didapat dari peta proses operasi diatas adalah

waktu operasi sejak barang mentah hingga menjadi produk jadi

yaitu selama 19,2348 menit yang terdiri dari 5 komponen yaitu 1

unit komponen alas, 1 unit papan sekat, 2 unit papan depan dan

belakang, 2 unit papan samping, dan 4 unit kaki. Alat dan mesin

yang digunakan adalah alat tulis untuk mengukur seperti

meteran, dan pulpen, jigsaw yang digunakan untuk memotong,

mesin gerinda halus yang digunakan untuk menghaluskan, paku

tembak yang digunakan untuk menyatukan tiap-tiap komponen,

dan spray gun serta kompresor untuk pengecatan. Selain itu,

terdapat pula komponen tambahan berupa lem yang berguna

untuk menyatukan beberapa komponen. Komponen tambahan

yaitu komponen lain yang melekat pada komponen-komponen

utama tanpa merubah fungsi dari produk, seperti pada peta

proses operasi komponen tambahan ditunjukkan dengan tanda

panah yang mengarah pada proses perakitan. Kegiatan yang

dilakukan yaitu sebanyak 20 operasi dan 15 pemeriksaan dengan

total 35.
VII-24

7.2.2 Peta Aliran Proses

Peta aliran proses merupakan sebuah diagram yang

menunjukkan urutan-urutan dari operasi, pemeriksaan,

transportasi, menunggu, dan penyimpanan. Peta ini digunakan

untuk mengetahui aktivitas orang atau aliran bahan dari awal

masuk proses hingga proses aktivitas terakhir serta diberikan

informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses. Peta aliran

proses berjumlah 5 yang terdiri dari 5 komponen. Berikut adalah

peta alitan proses yang dapat dilihat pada Gambar 7.2 sampai

Gambar 7.6.
VII-25

Gambar 7.2 Peta Aliran Proses Komponen Papan Alas


VII-26

Gambar 7.3 Peta Aliran Proses Komponen Papan Sekat


VII-27

Gambar 7.4 Peta Aliran Proses Komponen Papan Depan dan Belakang

Gambar 7.5 Peta Aliran Proses Komponen Papan Samping


VII-28

Gambar 7.6 Peta Aliran Proses Komponen Kaki

Berdasarkan peta aliran proses pada Gambar 7.2 sampai

Gambar 7.6 dapat diketahui bahwa peta aliran proses merupakan

suatu diagram yang menunjukan urutan-urutan dari operasi,


pemeriksaan, transporasi, menunggu, dan penyimpanan yang

terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. Informasi-

informasi yang terdapat didalam peta aliran proses diperlukan

untuk menganalisis waktu yang dibutuhkan dan jarak

perpindahan yang terjadi. Waktu yang dibutuhkan dinyatakan

dalam detik sementara jarak perpindahan dinyatakan dalam

meter.

Berdasarkan Gambar 7.2 dapat dilihat pada bagian dalam

peta aliran proses terdapat judul peta yang berada pada baris

paling atas dan ditulis peta aliran proses kemudian diikuti


VII-29

dengan pencatatan identifikasi seperti pekerjaan yang dilakukan

yaitu pembuatan komponen alas (A) sebanyak 1 unit, nomor peta

yang tercantum yaitu 2, peta yang digunakan yaitu jenis bahan

karena pada peta menggambarkan kejadian yang dialami suatu

bahan dari bahan mentah hingga menjadi produk, peta yang

digunakan merupakan peta sekarang, dan yang terakhir peta ini

dipetakan oleh kelompok 6 (Enam) pada tanggal 20 november

2016.

Bagian sebelah kiri atas berdampingan dengan informasi


yang dicatat terdapat ringkasan yang memuat jumlah, waktu dan

jarak total dari setiap kegiatan yang terjadi. Kegiatan operasi peta

aliran proses sekarang memiliki jumlah kegiatan sebanyak 8

dengan waktu 10,9334 menit. Kegiatan pemeriksaan peta aliran

proses sekarang memiliki jumlah kegiatan sebanyak 7 dengan

waktu pengerjaan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan

operasi. Kegiatan transportasi peta aliran proses sekarang

memiliki jumlah kegiatan sebanyak 6 dengan waktu 0,2435 menit.

Kegiatan menunggu peta aliran proses sekarang memiliki jumlah

kegiatan sebanyak 3 dengan waktu 8,0578. Kegiatan penyimpanan

peta aliran proses sekarang memiliki jumlah kegiatan sebanyak 1.

Jarak total yang dialami kegiatan pada peta aliran proses yaitu 28

meter.

Bagian badan berisi uraian proses-proses yang terjadi secara

lengkap dengan lambang-lambang dan informasi jarak

perpindahan, jumlah yang dilayani dan waktu yang dibutuhkan

serta dimuat pula kolom-kolom analisis, catatan, dan tindakan

yang diambil berdasarkan analisis tersebut. Uraian kegiatannya


VII-30

yaitu mengambil bahan baku berupa kayu jati belanda digudang

disimbolkan dengan lambang penyimpanan, proses selanjutnya

yaitu membawa bahan ke tempat pengukuran disimbolkan dengan

lambang transportasi, jarak perpindahan sebesar 8 m dan waktu

yang digunakan 0.0067 menit.

7.2.3 Diagram Aliran

Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala

dari susunan lantai dan gedung yang menunjukkan lokasi dari

semua aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses pada

pembuatan produk tempat sendok dan garpu. Diagram aliran ini

berjumlah 5 diagram berdasarkan komponennya yang terdiri dari

papan alas, papan sekat, papan depan dan belakang, papan

samping, dan komponen kaki. Diagram aliran pada proses

pembuatan produk tempat sendok dan garpu memiliki 7 stasiun

kerja. Stasiun kerja pada proses pembuatan produk terdiri dari

gudang, tempat pengukuran, tempat pemotongan, tempat

penghalusan, tempat perakitan, tempat pengecatan, dan tempat

penyimpanan. Simbol yang digunakan dalam diagram alir berupa

penyimpanan, operasi, pemeriksaan, menunggu, dan transportasi.

Gambar diagram aliran setiap komponen akan ditampilkan dalam

Gambar 7.7 sampai Gambar 7.11. Berikut adalah gambar diagram

aliran pada tiap komponen.


VII-31

Gambar 7.7 Diagram Aliran Komponen Papan Alas

Gambar 7.8 Diagram Aliran Komponen Papan Sekat


VII-32

Gambar 7.9 Diagram Aliran komponen Papan Depan dan Belakang


VII-33

Gambar 7.10 Diagram Aliran Komponen Papan Samping

Gambar 7.11 Diagram Aliran Komponen Kaki

Berdasarkan diagram aliran pada Gambar 7.7 sampai

Gambar 7.11 dapat diketahui bahwa diagram aliran merupakan

suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung

yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam

peta aliran proses. Informasi-informasi yang terdapat didalam peta

aliran proses diperlukan untuk menganalisa tata letak stasiun

kerja.

Bagian yang akan dianalisis adalah diagram aliran

komponen utama karena pada komponen utama memiliki banyak

perlakuan dibanding komponen lain. Komponen utama produk

tempat sendok dan garpu yaitu komponen alas yang terdapat pada

Gambar 7.7. Bagian yang terdapat didalam diagram aliran adalah


VII-34

judul peta dibagian kepala. Judul peta ditulis diagram aliran

yang kemudian diikuti oleh pekerjaan yang dilakukan seperti

pembuatan komponen tempat sendok dan garpu papan alas terdiri

dari 1 unit, nomor peta yaitu 7, keadaan memetakan peta

sekarang, dan dipetakan oleh kelompok 6 pada tanggal 20

November 2016.

Bagian isi diagram aliran berisi 7 stasiun kerja yang akan

dilewati sebelum menjadi produk tempat sendok dan garpu

stasiun kerjanya yaitu gudang, tempat pengukuran, tempat


pemotongan, tempat penghalusan, tempat perakitan, tempat

pengecatan, dan tempat penyimpanan produk yang sudah jadi.

Lambang-lambang yang digunakan pada diagram aliran komponen

papan depan dan belakang yaitu lambang operasi, pemeriksaan,

transportasi, menunggu, dan penyimpanan. Lambang-lambang

tersebut kemudian diberi nomor sesuai dengan urutan prosesnya.

Diagram aliran pada papan depan dan belakang berakhir pada

stasiun kerja tempat penyimpanan dikarenakan komponen alas

merupakan komponen utama.

Proses pada diagram aliran diawali dari pengambilan bahan

baku digudang dengan lambang penyimpanan kemudian bahan

baku tersebut dibawa ke tempat pengukuran dengan lambang

transportasi. Proses selanjutnya pada tempat pengukuran adalah

menunggu komponen papan samping kemudian, mengukur

komponen alas dan menunggu komponen papan depan, papan

samping, dan kaki kemudian, komponen tersebut dibawa ke

tempat pemotongan.
VII-35

7.2.4 Peta Pekerja dan Mesin

Peta pekerja dan mesin adalah peta yang menggambarkan

koordinasi atau hubungan yang terjadi antara pekerja dan mesin

yang digunakan. Peta ini dapat digunakan untuk mengurangi

waktu delay pekerja atau mesin. Peta pekerja dan mesin dibuat

berdasarkan jumlah mesin yang dibutuhkan pada setiap proses

operasi setiap komponen. Peta pekerja dan mesin terdiri dari 5

peta pada proses memotong dengan menggunakan jigsaw dan 5

peta pada proses menghaluskan dengan menggunakan mesin

gerinda halus. Informasi yang diperoleh dari peta pekerja dan

mesin adalah waktu kerja pekerja dan mesin, waktu delay pekerja

dan mesin, waktu total pekerja dan mesin, dan persen

penggunaan pada pekerja dan mesin. Waktu yang digunakan pada

peta pekerja dan mesin dinyatakan dalam menit. Gambar peta

pekerja dan mesin akan ditampilkan dalam Gambar 7.12 sampai

Gambar 7.26. Berikut adalah peta pekerja dan mesin tiap

komponen.
VII-36

Gambar 7.12 Peta Pekerja dan Mesin Memotong Komponen Papan Alas
VII-37

Gambar 7.13 Peta Pekerja dan Mesin Memotong Komponen Papan Sekat
VII-38

Gambar 7.14 Peta Pekerja dan Mesin Memotong Komponen Papan Depan
dan Belakang

Gambar 7.15 Peta Pekerja dan Mesin Memotong Komponen Papan Samping
VII-39

Gambar 7.16 Peta Pekerja dan Mesin Memotong Komponen Kaki

Gambar 7.17 Peta Pekerja dan Mesin Menghaluskan Komponen Papan Alas
VII-40

Gambar 7.18 Peta Pekerja dan Mesin Menghaluskan Komponen Papan Sekat

Gambar 7.19 Peta Pekerja dan Mesin Menghaluskan Komponen Papan


Depan dan Belakang
VII-41

Gambar 7.20 Peta Pekerja dan Mesin Menghaluskan Komponen Papan


Samping
VII-42

Gambar 7.21 Peta Pekerja dan Mesin Menghaluskan Komponen Kaki

Gambar 7.22 Peta Pekerja dan Mesin Perakitan 1


VII-43

Gambar 7.23 Peta Pekerja dan Mesin Perakitan 2


VII-44

Gambar 7.24 Peta Pekerja dan Mesin Perakitan 3

Gambar 7.25 Peta Pekerja dan Mesin Perakitan 4


VII-45

Gambar 7.26 Peta Pekerja dan Mesin Pengecatan Produk

Berdasarkan peta pekerja dan mesin pada Gambar 7.12

sampai Gambar 7.26 dapat diketahui bahwa peta pekerja dan

mesin merupakan peta yang menggambarkan koordinasi atau

hubungan yang terjadi antara pekerja dan mesin yang digunakan.

Informasi-informasi yang terdapat didalam peta pekerja dan mesin

diperlukan untuk menganalisa waktu menganggur pada pekerja

dan mesin.

Bagian yang akan dianalisis adalah peta pekerja dan mesin

pada komponen utama yaitu memotong komponen papan depan

dan belakang yang terdapat pada Gambar 7.12. Bagian dari peta

pekerja dan mesin dibagian atas kertas dinyatakan peta pekerja

dan mesin sebagai kepalanya kemudian diikuti oleh informasi-

informasi yang meliputi pekerjaan yang di kerjakan seperti


VII-46

memotong komponen papan depan dan belakang tempat sendok

dan garpu, nama mesin yaitu jigsaw, nama pekerja yaitu Sulam,

nomor peta yaitu 12, metoda yang digunakan sekarang, dipetakan

oleh kelompok 6 pada tanggal 20 November 2016.

Bagian isi peta pekerja dan mesin merupakan uraian

kegiatan anatara pekerja dan mesin yang digunakan. Peta pekerja

dan mesin pada pekerja memotong papan depan dan belakang

menggunakan jigsaw sedangkan jigsaw memotong papan depan

dan belakang menunjukkan lambang kerja kombinasi yang berarti

antara operator dengan mesin sedang bekerja secara bersama-

sama dengan waktu 0,5 menit.

7.2.5 Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri

Peta tangan kanan dan tangan kiri merupakan peta kerja

yang menggambarkan semua gerakan saat bekerja dan waktu

delay yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri, juga

menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada

tangan kanan dan tangan kiri ketika melakukan suatu pekerjaan

(Sutalaksana, 2006).

Informasi yang didapat dari peta tangan kanan dan tangan

kiri digunakan untuk mengurangi waktu menganggur antara

tangan kanan dan tangan kiri, serta menyeimbangkan beban

gerakan yang dilakukan tangan kanan dan tangan kiri. Peta

tangan kanan dan tangan kiri berjumlah 5 peta yang terdiri dari

uraian kegiatan yang dilakukan pada komponen utama yaitu

mengukur papan alas, memotong papan alas, menghaluskan


VII-47

papan alas, merakit 1, dan pengecatan. Gambar peta kerja tangan

kanan dan tangan kiri setiap kegiatan akan ditampilkan dalam

Gambar 7.27 sampai Gambar 7.31.

Gambar 7.27 Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri Pengukuran Komponen
Papan Alas
VII-48

Gambar 7.28 Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri Pemotongan Komponen
Papan Alas
VII-49

Gambar 7.29 Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri Penghalusan Komponen
Papan Alas
VII-50

Gambar 7.30 Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri Perakitan 1


VII-51

Gambar 7.31 Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri Perakitan 2

Berdasarkan peta tangan kanan dan tangan kiri pada

Gambar 7.27sampai Gambar 7.31 dapat diketahui bahwa peta

tangan kanan dan tangan kiri merupakan peta kerja yang

menggambarkan semua gerakan saat bekerja dan waktu delay

yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri. Informasi yang
VII-52

diberikan antara lain hubungan yang jelas antara waktu kerja dan

waktu menganggur dari tangan kanan dan tangan kiri, serta

menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada

tangan kanan dan tangan kiri.

Peta tangan kanan dan tangan kiri yang akan dibahas yaitu

peta Gambar 7.27 peta tangan kanan dan tangan kiri pengukuran

papan alas. Peta tangan kanan dan tangan kiri dibagi menjadi tiga

bagian yaitu kepala yang memuat bagan dari sistem kerja dengan

paling atas ditulis peta tangan kanan dan tangan kiri serta
memuat identifikasi seperti pekerjaan yaitu pengukuran bagian

papan depan dan belakang, nama departemen yaitu pengukuran,

nomor peta yaitu 27, metoda yang digunakan yaitu sekarang,

dengan dipetakan oleh kelompok 6 pada tanggal 20 November

2016. Bagian badan yang memuat sketsa dari sistem kerja yang

memperlihatkan skala sesuai dengan tempatnya. Bagian badan

yang dibagi dalam dua pihak yaitu sebelah kiri kertas untuk

menggambarkan kegiatan tangan kiri dan sebelah kanan kertas

untuk menggambarkan kegiatan tangan kanan dengan

memperhatikan elemen-elemen gerakan. Bagian penutup yaitu

pada ringkasan yang berisi informasi mengenai waktu tiap siklus,

jumlah produk tiap siklus, dan waktu untuk membuat satu

produk. Kegiatan pada tangan kiri yaitu menjangkau dengan

lambang Re yang berarti reach dalam waktu 0,0167 menit

sedangkan tangan kanan yaitu menjangkau meteran dengan

lambang Re dalam waktu 0,0167 menit dengan jarak 0,2 meter.


VII-53

7.3 Daftar Pertanyaan Perbaikan

Daftar pertanyaan perbaikan adalah daftar pertanyaan yang

berisi perbaikan atau apa saja yang harus dipertanyakan ketika

membuat peta kerja revisi. Berikut adalah Tabel 7.4 yang berisi

daftar pertanyaan sesuai dengan jenis kegiatannya.


Tabel 7.4 Daftar Pertanyaan Perbaikan
No Keterangan Daftar Pertanyaan
1 Berhubungan 1. Apa sesungguhnya tujuan dari operasi yang sudah
dengan Operasi dikerjakan? Adakah cara lain untuk mencapai
tujuan tersebut ?
2. Apakah hasil operasi yang sudah dikerjakan
benar-benar dibutuhkan? Jika ada, mengapa
dibutuhkan?
3. Adakah perbaikan diperoleh jika urutan-urutan
operasi diubah?
4. Dapatkah tata letak dari sistem kerja diubah,
sehingga kinerja kerja dapat ditingkatkan?
5. Jika operasinya diubah, apa pengaruhnya pada
operasi lain?
6. Apakah operasi yang dilakukan merupakan
perbaikan dari operasi sebelumnya? Jika demikian,
apakah perbaikan operasi lebih murah dari ongkos
timbul akibat kesalahan yang tadi?
7. Adakah sesuatu yang dapat dikerjakan sehingga
mengurangi produk gagal atau rusak?
2 Berhubungan 1. Apakah proses pemeriksaan memang diperlukan?
dengan
2. Apakah pemeriksaan 100% dapat diganti dengan
pemeriksaan
cara sampling?
3. Dapatkah bermacam-macam pemeriksaan
dikombinasikan sehingga mengurangi ongkos
pengangkutan?
4. Dapatkah toleransi, kelonggaran dan kehalusan
(pada barang jadi berkurang)?
5. Perlukah standar yang sama untuk semua
pelanggan?
6. Apakah pemeriksaan dengan menggunakan mesin
atau lebih ekonomis dari pada menggunakan orang?
7. Apakah mutu standar telah ditetapkan dengan
baik?
8. Apakah teknik pengendalian kualitas setara
statistik sudah digunakan?
VII-54

9. Apakah pemeriksaan ini memerlukan kemampuan


yang tinggi?
10. Dapatkah tata letak sistem kerja atau urutan-
urutan pemeriksaan diperbaiki?
3 Berhubungan 1. Dapatkah jarak perpindahan produk atau
dengan komponen mempengaruhi waktu tempuh?
Transportasi 2. Apakah cara pengangkutan (alat yang digunakan)
sudah tepat?

3. Dapatkah transportasi dilaksanakan bersamaan


dengan aktivitas lainnya?

Tabel 7.4 Daftar Pertanyaan perbaikan (Lanjutan)


No Keterangan Daftar Pertanyaan
4. Dapatkah jumlah yang diangkut diperbesar,
sehingga ongkos transportasi menjadi lebih kecil?
5. Apakah benda yang diangkut sudah ditempatkan
pada posisi yang baik untuk dibawa?
6. Apakah harus digunakan kereta dorong, dorklift,
atau ban berjalan?
7. Dapatkah cara mendorong bahan dari satu
pekerja ke pekerja tugas lain digunakan?
8. Apakah tempat penampungan telah baik sehingga
bahan mudah dikeluarkan?
9. Apakah dapat memanfaatkan prinsip gaya berat
dimana operasi pertama dilaksanakan pada tingkat
yang paling tinggi?
10. Dapatkah barang yang telah selesai diolah, cepat
disingkirkan?
11. Dapatkah bahan baku yang masuk langsung
diangkut ketempat kerja pertama?
12. Dapatkah penyimpanan dan penumpukan bahan
diubah sehingga mengurangi pelayanan dan
pengangkutannya?
13. Dapatkah digunakan tanda-tanda seperti; lampu,
lonceng dan sebagainya untuk mengurangi
penundaan atau kemacetan lajur operasi?
4 Berhubungan 1. Apakah tata letak penyimpanan bahan sudah
dengan baik, sehingga pengiriman dan penerimaan tidak
Menunggu dan susah?
VII-55

Penyimpanan 2. Dapatkah jumlah atau lamanya menunggu dan


penyimpanan dikurangi dengan melihat aspek
pembuatan jadwal produksi yang lebih baik,
mempertinggi kapasitas pabrik, memberikan
ruangan untuk bergerak yang lebih luas, dan
mengerjakan lebih dari satu aktivitas pada satu
tempat?
3. Apakah penyimpanan ini terjadi karena terlalu
banyaknya pengiriman bahan?

4. Apakah waktu sering terbuang karena seringnya


pindah kerja?
5. Apakah bahan sudah disimpan pada tempat yang
mengenakan dan aman dari kemungkinan rusak
atau hilang?

Tabel 7.4 Daftar Pertanyaan Perbaikan (Lanjutan)


No Keterangan Daftar Pertanyaan
6. Apakah para pekerja menganggur karena instruksi
tidak dirancang untuk waktu yang cukup atau
karena kurangnya fasilitas produksi seperti: mesin,
bahan dan pekerja?
5 Berhubungan 1. Apakah bahan-bahan yang digunakan sudah
dengan Bahan cocok untuk produk dan dengan kualitas yang baik?
2. Dapatkah digunakan bahan yang lebih ringan
atau kualitasnya lebih baik?
3. Dapatkah barang tersebut dibuat dengan
memanfaatkan bahan yang dibuang?
4. Perlukah pemeriksaan bahan setelah dilakukan
operasi?
5. Apakah bahan bebas dari sudut tajam dan
tumpul?
6 Berhubungan 1. Dapatkah menggunakan alat yang paling baik
dengan dalam bidang operasinya?
Perkakas dan 2. Jika menggunakan mesin yang lebih baik dan
Peralatan modern apakah hasil yang didapat sudah betul?
3. Sudah cukupkah jumlah perkakas dan
perlengkapan untuk setiap aktivitas?
4. Apakah bahan olahan bisa mudah untuk dipasang
untuk dibongkar dari alat yang digunakan?
5. Jika pekerjaan teliti, apakah sudah menyiapkan
alat yang wajar untuk digunakan?
6. Apakah alat yang digunakan sudah ergonomis dan
sesuai dengan dimensi tubuh manusia?
7. Apakah luas mesin mempengaruhi terhadap
VII-56

jalurnya produksi?
7 Berhubungan Pada saat persiapan
dengan Mesin 1. Dapatkah operator mempersiapkan mesinnya
sendirian?
2. Dapatkah sejumlah persiapan mesin dikurangi
dengan jalan mengadakan persediaan yag tepat?
3. Dapatkah gambar, alat-alat, dan ukuran diperoleh
tanpa memperlambat operasi?
4. Apakah keterlambatan yang terjadi karena
pemeriksaan terhadap barang yang dibuat pertama
kali?
Pada saat operasi
1.Dapatkah operasi ini dihilangkan atau
digabungkan dengan yang lainnya?
2.Dapatkah kecepatan dan input dari mesin
ditingkatkan?
3.Dapatkah digunakan kecepatan yang otomatis?
4. Apakah mesin dalam keadaan yang baik?
Tabel 7.5 adalah tabel perbaikan peta kerja yang berisi nama

peta, no operasi, hubungan, no pertanyaan serta jawaban

terhadap pertanyaan perbaikan yang diajukan berdasarkan

perubahan peta revisi. Berikut ini adalah daftar pertanyaan serta

jawaban sesuai dengan jenis kegiatannya.


Tabel 7.5 Perbaikan Peta Kerja
No. Peta No. Hubungan No. Mengapa? Alasan
Operasi Pertanyaan
1. PPO O-1 Operasi 3 Iya, karena jika
sampai diubah maka waktu
O-20 proses produksi
suatu produk akan
menjadi lebih singkat.
2. PPO O-1 Operasi 5 Iya, dengan
sampai perbaikan yang telah
O-20 dilakukan
mengusahakan untuk
proses produksi
minim akan
kesalahan yang dapat
timbul.
3. PPO O-6 dan Operasi 7 Ada, proses
I-1 pemeriksaan selalu
VII-57

sampai dilakukan setelah


O-20 kegiatan operasi yang
dan I- diharapkan dapat
15 mengurangi produk
gagal atau rusak.
4. PPO I-1 Pemeriksaan 1 Pemeriksaan
sampai diperlukan agar
I-15 produk yang
dihasilkan adalah
produk yang
berkualitas sesuai
dengan standar.
5. PPO O-1 Bahan 1 Iya, berdasarkan
sampai pemilihan konsep
O-5 didapatkan bahan
yang lebih
berkualitas dari
produk sebelumnya.
6. PPO O-6 dan Mesin saat 1 Iya, setelah proses
I-1 operasi operasi yang
sampai menggunakan mesin
O-20 dapat digabungkan
dan I- dengan proses
15 pemeriksaan.
Tabel 7.5 Perbaikan Peta Kerja (Lanjutan)
No. Peta No. Hubungan No. Mengapa? Alasan
Operasi Pertanyaan
7. PAP O-5, O- Transportasi 1 Iya, semakin jauh
10, O- jarak yang ditempuh
15, O- oleh bahan maka
19 akan berdampak
pada waktu tempuh
bahan berpindah.
8. PAP O-5, O- Transportasi 6 Tidak, karena jarak
10, O- antara stasiun kerja
15, O- tidak terlalu jauh
19 atau dengan kata lain
tidak perlu
menggunakan kereta
dorong dan
sejenisnya.
9. PAP O-1, O- Menuggu 3 Tidak, waktu
6 dan dan menunggu terjadi
O-11 penyimpanan akibat proses
menunggu operasi
ketika bahan lain
dikerjakan.
VII-58

10. DA O-20 Operasi 4 Iya, dengan


menyatukan lokasi
pengecatan dengan
lokasi pengeringan
dapat mempersingkat
waktu produksi dan
meningkatkan
produktifitas.
11. PTKTK O-6 Perkakas dan 1 Iya, dengan
sampai peralatan menggunakan
O-20 bantuan peralatan
membuat proses
produksi lebih mudah
dikerjakan.
12. PTKTK O-6 Perkakas dan 3 Sudah, pemilihan alat
sampai peralatan untuk mendukung
O-20 proses produksi telah
dilakukan dalam
tahap design tooling
diharapkan dapat
meningkatkan
produktifitas.
13. PPM O-6 Menunggu 6 Tidak, melalui peta
sampai dan pekerja dan mesin
O-20 penyimpanan diketahui manusia
atau pekerja dapat
bekerja 100% tanpa
ada waktu
menganggur.
Berdasarkan Tabel 7.5 perbaikan peta kerja yang tersaji,

mengenai perbaikan peta kerja yang merupakan suatu alat yang

mengambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas,

(biasanya kerja produksi) dengan beberapa perbaikan dari

kegiatan kerja sebelumnya yang terdiri dari 13 pertanyaan, dapat

diketahui bahwa pada peta proses operasi memiliki hubungan

pada proses operasi dengan nomor pertanyaan 3 mengenai

perbaikan urutan-urutan operasi. Jawaban pertanyaan tersebut

ya. Hal ini dikarenakan jika waktu diubah maka waktu proses

produksi suatu produk akan menjadi lebih singkat.


VII-59

Peta proses operasi memiliki hubungan pada proses operasi

dengan nomor pertanyan 5 mengenai adanya pengaruh pada

operasi lain. Jawaban dari pertanyaan tersebut ya. Hal ini

dikarenakan dengan perbaikan yang telah dilakukan

mengusahakan untuk proses produksi minim akan kesalahan

yang timbul.

Peta proses operasi memiliki hubungan pada proses operasi

dengan nomor pertanyaan 7 mengenai sesuatu yang dapat

dikerjakan untuk mengurangi produk gagal atau rusak. Jawaban


dari pertanyaan tersebut ya. Hal ini dikarenakan pada proses

pemeriksaan selalu dilakukan setelah kegiatan operasi yang

diharapkan dapat mengurangi produk gagal atau rusak.

Peta proses operasi memiliki hubungan pada proses

pemeriksaan dengan nomor pertanyaan 1 mengenai tujuan dari

operasi yang sudah dikerjakan dan adakah cara lain untuk

mencapai tujuan tersebut. Hal ini dikarenakan pada proses

pemeriksaan diperlukan agar produk yang dihasilkan adalah

produk yang berkualitas sesuai dengan standar.

Peta proses operasi memiliki hubungan pada bahan dengan

nomor pertanyaan 1 mengenai bahan yang digunakan sudah

cocok untuk produk dan dengan kualitas yang baik. Jawaban dari

pertanyaan tersebut ya. Hal ini dikarenakan pemilihan bahan

berdasarkan pemilihan konsep didapatkan bahan yang lebih baik

atau berkualitas dari produk sebelumnya.

Peta proses operasi memiliki hubungan pada mesin saat

operasi dengan nomor pertanyaan 1 mengenai penggunaan alat

yang baik dalam bidang operasinya. Hal ini dikarenakan setelah


VII-60

setelah proses operasi yang menggunakan mesin dapat

digabungkan dengan proses pemeriksaan.

Peta aliran proses memiliki hubungan pada proses

transportasi dengan nomor pertanyaan 1 mengenai jarak

perpindahan produk atau komponen mempengaruhi waktu

tempuh. Hal ini dikarenakan semakin jauh jarak yang ditempuh

oleh bahan maka akan berdampak pada waktu tempuh bahan

berpindah.

Peta aliran proses memiliki hubungan pada proses


transportasi dengan nomor pertanyaan 6 mengenai apakah harus

menggunakan kereta dorong, dorklift, atau bahan berjalan.

Jawaban dari pertanyaan tersebut tidak. Hal ini dikarenakan

karena jarak antara stasiun kerja tidak terlalu jauh atau dengan

kata lain tidak perlu menggunakan kereta dorong dan sejenisnya.

Peta aliran proses memiliki hubungan pada proses

menunggu dan penyimpanan dengan nomor pertanyaan 3

mengenai apakah penyimpanan terjadi karena terlalu banyak

pengiriman barang. Jawaban dari perrtanyaan tersebut tidak. Hal

ini menunjukkan waktu menunggu terjadi akibat proses

menunggu operasi ketika bahan lain dikerjakan.

Diagram aliran memiliki hubungan pada proses operasi

dengan nomor pertanyaan 4 mengenai dapatkah tata letak pabrik

diubah, sehingga kinerja dapat ditingkatkan. Jawaban dari

pertanyaan tersebut ya. Hal ini dikarenakan dengan menyatukan

lokasi pengecatan dengan lokasi pengeringan dapat

mempersingkat waktu produksi dan meningkatkan produktivitas.


VII-61

Peta tangan kanan dan tangan kiri memiliki hubungan pada

perkakas dan peralatan dengan nomor pertanyaan 1 mengenai

dapatkan menggunakan alat yang paling baik dalam bidang

operasinya. Jawaban dari pertanyaan tersebut ya. Hal ini

dikarenakan pemilihan alat untuk mendukung proses produksi

telah dilakukan dalam tahap design tooling diharapkan dapat

meningkatkan produktivitas.

Peta tangan kanan dan tangan kiri memiliki hubungan pada

perkakas dan peralatan dengan nomor pertanyaan 3 mengenai

sudah cukupkah jumlah perkakas dan perlengkapan untuk setiap

aktivitas. Jawaban dari pertanyaan tersebut sudah. Hal ini

dikarenakan pemilihan alat untuk mendukung proses produksi

telah dilakukan dalam tahap design tooling diharapkan dapat

meningkatkan produktifitas.

Peta pekerja dan mesin memiliki hubungan pada proses

menunggu dan penyimpanan dengan nomor pertanyaan 6

mengenaiapakah para pekerja menganggur karena instruksi tidak

dirancang untuk waktu yang cukup atau karena kurangnya

fasilitas. Jawaban dari pertanyaan ini tidak. Hal ini dikarenakan

melalui peta pekerja dan mesin diketahui manusia atau pekerja

dapat bekerja 100% tanpa ada waktu menganggur.