Anda di halaman 1dari 32

BAB IV

DESAIN KONSEP

4.1. Landasan Teori

Landasan teori merupakan bagian yang mengandung teori

bersifat relevan untuk menjelaskan tentang variabel sebagai dasar

untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah.

Landasan teori dari desain konsep terdiri atas pengertian CATIA,

memulai CATIA, sketcher, toolbar dress-up features, toolbar sketch-

based features, dan toolbar view. Berikut ini merupakan landasan

teori dari desain konsep.

4.1.1 Pengetian CATIA

Persaingan yang kian ketat membuat industri manufaktur

harus memilih cara yang cerdas dan efisien. Ribuan industri besar

ataupun usaha kecil menengah di seluruh dunia mempercayakan

teknologinya kepada sebuah peranti lunak yang andal yaitu

Computer Aided Three Dimensional Interactive Application (CATIA).

Peranti lunak ini digunakan untuk membantu proses desain,

rekayasa, dan manufaktur. Peranti lunak yang diusung IBM ini

lazim dikategorikan sebagai Computer Aided Design (CAD),

Computer Aided Engineering (CAE), dan Computer Aided

Manufacturing (CAM). Proses pemodelan dengan CATIA seluruhnya

dilakukan secara digital sehingga tidak diperlukan lagi gambar

manual ataupun model fisik (Pinem, 2009).

IV-1
IV-2

Proses manufaktur juga diprogram dalam CATIA sehingga

verifikasi dan validasi proses manufaktur dapat dilakukan secara

offline sehingga tidak mengganggu proses produksi dan

mengurangi reject. CATIA mulanya dikembangkan oleh Dessault

Systemes untuk keperluan Dessault Aviation dan baru dikenal

sejak tahun 1981 untuk digunakan secara komersial. Kemudian

pda tahun 1982 CADAM digabungkan dengan CATIA dan

dipasarkan oleh IBM. CATIA V5 yang baru saja merilis fitur

terbarunya dan mendukung prosesor 64 bit menjadi andalan

industri di dunia yaitu 80 ribu perusahaan di 80 negara

menggunakannya (Pinem, 2009).

Penggunaan di industri otomotif mencapai 33%, aerospace

16%, alat elektronik dan konsumen 13%, pabrikasi dan assembly

34%, juga pabrik dan kapal 4%. CATIA secara teknis sangat

mudah digunakan dan memiliki aplikasi yang lengkap dan lebih

dari 140 modul untuk berbagai kebutuhan industri (Pinem, 2009).

4.1.2 Memulai CATIA

Penggunaan software CATIA tidak berbeda dengan

penggunaan software lainnya. Langkah yang harus dilakukan

untuk membuka software CATIA adalah sebagai berikut (Pinem,

2009).

1. Memilih icon CATIA pada desktop atau Start Program lalu akan

muncul tampilan seperti Gambar 4.1.


IV-3

Gambar 4.1 Tampilan CATIA Awal

2. Selanjutnya akan muncul tampilan part design untuk

menggambar 3D dengan cara: pilih File New pilih part OK,

maka akan muncul tampilan part design seperti Gambar 4.2.

Gambar 4.2 Langkah Pemilihan Tampilan Part Design


3. Selanjutnya akan muncul tampilan part design dan akan

muncul part1 yang terdiri atas xy plane, yz plane, zx plane dan

part body seperti Gambar 4.3 .


IV-4

Gambar 4.3 Tampilan Part Design

4. Sebelum memulai penggambaran hendaknya diatur terlebih

dahulu penggunaan satuan yang akan dipakai dengan cara

sebagai berikut. Memilih tools Option memilih Parameters dan

Measures pilih Units pada Length : kemudian, memilih

milimeter (mm) jika diinginkan satuan milimeter, lalu OK.

Tampilan tersebut akan muncul seperti Gambar 4.4.

Gambar 4.4 Kotak Dialog Option


5. Part design adalah suatu tampilan untuk menggambar objek 3D

solid setelah dibuat terlebih dahulu sketch objek ditampilan

sketcher, dengan kata lain sketch digambar pada tampilan


IV-5

sketcher dan akan diubah menjadi objek 3D solid ditampilan

part design, lalu masuk kembali ke tampilan sketcher untuk

menggambar sketch berikutnya dan akan dibentuk lagi di part

design untuk membentuk 3D-nya.


6. Toolbar yang akan digunakan untuk keluar dari tampilan part

design adalah toolbar sketch dan toolbar yang digunakan untuk

keluar dari tampilan sketcher adalah toolbar exit workbench.

Workbench adalah tempat modul kita melakukan pekerjaan

sesuai dengan fasilitas modul. Sketch merupakan dasar awal

dalam pembuatan design, karena setiap desain diawali

pembuatan model 2D.

4.1.3 Sketcher

Sebelum memasuki materi CATIA lebih jauh, maka hal

yang perlu diketahui pertama kali adalah menggambar sketsa 2

dimensi yang nantinya akan dijadikan 3 dimensi. Berikut adalah

pembahasan semua penggunaan dan langkah pemakaian toolbar

yang ada pada tampilan sketcher. Penggambaran sketch dilakukan

dengan cara memilih atau mengklik toolbar yang sesuai pada

sketcher workbench jelas terlihat perbedaan toolbars dengan part

design workbench. Workbench memiliki masing-masing toolbar

yaitu part design yang terdiri dari perintah-perintah untuk

membuat, mengedit suatu desain model 3 dimensi. Berikut ini

merupakan tampilan sketcher yang dapat dilihat pada Gambar 4.5


beserta pembahasannya (Pinem, 2009).
IV-6

Gambar 4.5 Toolbar Profile pada Sketcher

1. Toolbar Profile

Toolbar profile merupakan toolbar yang terdapat pada toolbar

sketcher. Toolbar profile digunakan untuk menggambar sketch

dalam bentuk garis dan busur yang saling berhubungan.

2. Toolbar Rectangle

Toolbar rectangle memiliki 9 buah toolbar yang memiliki

kegunaan menggambar yang berbeda. Berikut ini merupakan

tampilan toolbar rectangle yang dapat dilihat pada Gambar 4.6

beserta pembahasannya.

Gambar 4.6 Toolbar Rectangle

a. Toolbar Rectangle
Toolbar rectangle merupakan salah satu toolbar pada toolbar

rectangle. Toolbar ini digunakan untuk menggambar sketch

empat persegi panjang.


b. Toolbar Oriented Rectangle

Toolbar Oriented Rectangle merupakan salah satu toolbar yang

terdapat pada toolbar rectangle. Toolbar oriented rectangle

digunakan untuk menggambar persegi yang saling tegak

lurus dan paralel.

c. Toolbar Parallelogram
Toolbar parallelogram merupakan salah satu toolbar yang

terdapat dalam toolbar rectangle. Toolbar parallelogram

digunakan untuk menggambar persegi empat yang saling

paralel antara dua sisi yang saling berhadapan.


d. Toolbar Elongated Hole
IV-7

Toolbar elongated hole merupakan salah satu toolbar yang

terdapat dalam toolbar rectangle. Toolbar ini digunakan untuk

menggambar dua garis sejajar dan sekaligus dua busur

setengah lingkaran.
e. Toolbar Cylindrical Elongated Hole
Toolbar cylindrical elongated hole merupakan toolbar yang

terdapat pada toolbar rectangle. Toolbar cylindrical elongated

hole digunakan untuk menggambar objek seperti gambar

yang terdapat pada toolbarnya.


f. Toolbar Key Hole Profile
Toolbar key hole profile merupakan toolbar yang terdapat

dalam toolbar rectangle. Toolbar key hole profile digunakan

untuk menggambar objek yang memiliki bentuk kunci.


g. Toolbar Hexagon
Toolbar hexagon merupakan toolbar yang terdapat didalam

toolbar rectangle. Toolbar hexagon digunakan untuk

menggambar objek berbentuk persegi enam sama sisi.

h. Toolbar Centered Rectangle


Toolbar centered rectangle adalah toolbar yang terdapat dalam

toolbar rectangle. Toolbar centered rectangle digunakan untuk

menggambar objek berbentuk persegi empat dengan

menentukan titik pusat persegi dan salah satu titik sudut

persegi.
i. Toolbar centered parallelogram
Toolbar centered parallelogram merupakan toolbar yang

terdapat dalam toolbar rectangle. Toolbar centered

parallelogram digunakan untuk menggambar objek persegi


IV-8

empat yang paralel dengan atau terhadap garis yang telah

ada.
3. Toolbar Circle
Toolbar circle digunakan untuk menggambar lingkaran dan

busur. Penggambaran lingkaran dan busur dapat dilakukan

denan beberapa cara yang disediakan oleh CATIA. Berikut ini

merupakan tampilan dari toolbar circle yang dapat dilihat pada

Gambar 4.7 beserta pembahasannya.

Gambar 4.7 Toolbar Circle

a. Toolbar Circle
Toolbar circle merupakan salah satu toolbar yang terdapat

didalam toolbar circle. Toolbar circle digunakan untuk

menggambarkan lingkaran dengan cara memilih 1 titik pusat

lingkaran dan 1 titik yang lain sebagai jari-jari.


b. Toolbar Three Point Circle
Toolbar three point circle merupakan salah satu toolbar yang

terdapat didalam toolbar circle. Toolbar three point circle

digunakan untuk menggambarkan lingkaran dengan cara

memilih 3 buah titik sembarang.


c. Toolbar Circle Using Coordinates
Toolbar circle using coordinates merupakan salah satu toolbar

yang terdapat didalam toolbar circle. Toolbar circle using

coordinates digunakan untuk menggambarkan lingkaran

dengan cara menentukan koordinat tiik pusat dan jari-jari.


d. Toolbar Tri-Tangent Circle
Toolbar tri-tangent circle merupakan salah satu toolbar yang

terdapat didalam toolbar circle. Toolbar tri-tangent circle

digunakan untuk menggambarkan lingkaran yang

bersinggungan dengan 3 buah objek.


IV-9

e. Toolbar Three Point Arc


Toolbar three point arc merupakan salah satu dari Toolbar

circle. Toolbar three point arc digunakan untuk

menggambarkan busur dari tiga buah titik


f. Toolbar Three Point Arc With Limits
Toolbar three point arc with limits merupakan salah satu

toolbar yang terdapat didalam toolbar circle. Toolbar three point

arc with limits digunakan untuk menggambar busur dengan

cara menentukan tiga buah titik dimana titik pertama dan

kedua sebagai pembatas busur dan titik ketiga sebagai jari-

jari.
g. Toolbar Arc
Toolbar arc merupakan salah satu toolbar yang terdapat

didalam toolbar circle. Toolbar arc digunakan untuk

menggambar busur dengan cara menentukan 3 buah titik

dimana titik pertama sebagai pusat busur, titik kedua sebagai

pembatas awal busur, dan titik ketiga sebagai pembatas akhir

busur.

4. Toolbar Spline

Toolbar spline merupakan bagian dari toolbar profile. Toolbar

spline digunakan untuk menggambar kurva sembarang dengan

cara menentukan beberapa atau banyak titik.

5. Toolbar Ellipse

Toolbar ellipse merupakan bagian dari toolbar profile. Toolbar

ellipse terdapat 4 buah tampilan toolbar yang dapat dilihat pada

Gambar 4.8 beserta pembahasannya.


IV-10

Gambar 4.8 Toolbar Ellipse


a. Toolbar Ellipse
Toolbar ellipse digunakan untuk menggambar ellipse dengan

cara menentukan titik pusat ellipse, menentukan titik sumbu

mayor (sumbu panjang) dan titik sumbu minor (sumbu

pendek). Toolbar ellipse merupakan bagian dari toolbar ellipse.


b. Toolbar Parabola
Toolbar parabola merupakan bagian dari toolbar ellipse.

Toolbar parabola digunakan untuk menggambar parabola

dengan cara menentukan titik fokus, titik puncak, titik batas


awal parabola, dan titik batas akhir parabola.
c. Toolbar Hyperbola
Toolbar hyperbola merupakan bagian dari toolbar ellipse.

Toolbar hyperbola digunakan untuk menggambar hiperbola

dengan cara menentukan titik fokus, titik pusat, titik sebagai

garis asimot, titik sebagai batas awal hiperbola, dan titik

sebagai batas akhir hiperbola.


d. Toolbar Conic
Toolbar conic merupakan bagian dari toolbar ellipse. Toolbar

conic digunakan untuk menggambar conic dengan cara

menentukan dua titik singgung pada objek.


6. Toolbar Line
Toolbar profile juga memiliki toolbar yang digunakan untuk

membuat garis yaitu toolbar line. Tampilan toolbar yang terdapat

pada toolbar line dapat dilihat pada Gambar 4.9 beserta

pembahasannya.

Gambar 4.9 Toolbar Line


a. Toolbar Line
Toolbar pada toolbar line adalah line. Toolbar line digunakan

untuk menggambar garis dengan cara memilih dua buah titik.


IV-11

b. Toolbar Bi-Tangent Line


Toolbar pada toolbar line adalah bi-tangent line. Toolbar bi-

tangent line digunakan untuk menggambar garis yang

menyinggung 2 buah objek.


c. Toolbar Bisecting Line
Toolbar pada toolbar line adalah toolbar bisecting line. Toolbar

bisecting line digunakan untuk menggambar garis simetri

terhadap dua buah garis yang saling berpotongan.


d. Toolbar Line To Normal Curve
Toolbar pada toolbar line adalah toolbar line to normal curve.

Toolbar line to normal curve digunakan untuk menggambar

garis yang tegak lurus dengan kurva.


7. Toolbar Axis
Toolbar axis merupakan bagian dari toolbar profile. Toolbar axis

digunakan untuk menggambar garis sumbu dengan cara

memilih dua buah titik.


8. Toolbar Point By Clicking
Toolbar profile juga memiliki toolbar yang digunakan untuk

membuat titik yaitu toolbar point by clicking. Tampilan toolbar

yang terdapat pada toolbar by clicking dapat dilihat pada

Gambar 4.10 beserta pembahasannya.

Gambar 4.10 Toolbar Point


a. Toolbar Point
Toolbar pada toolbar axis merupakan toolbar point. Toolbar

axis digunakan untuk menggambar titik dengan cara memilih

disembarang tempat yang diinginkan.


b. Toolbar Point By Using Coordinate
Toolbar pada toolbar axis merupakan toolbar point by using

coordinate. Toolbar point by using coordinate digunakan untuk


IV-12

menggambarkan titik dengan cara menentukan posisi

koordinatnya.
c. Toolbar Equidistant Points
Toolbar pada toolbar axis adalah toolbar equidistant points.

Toolbar equidistant points digunakan untuk menggambar titik

dalam jumlah yang diinginkan pada sebuah objek.


d. Toolbar Intersection Points
Toolbar pada toolbar axis adalah toolbar intersection points.

Toolbar intersection points digunakan untuk menggambar titik

pada dua buah objek yang saling berpotongan.


e. Toolbar Projection Points
Toolbar pada toolbar axis adalah toolbar projection points.

Toolbar projection points digunakan untuk memproyeksikan

titik pada suatu objek.


9. Toolbar Operation

Toolbar operation ini terbagi menjadi 5 toolbar didalamnya.

Berikut merupakan tampilan dari toolbar operation yang dapat

dilihat pada Gambar 4.11 beserta pembahasannya.

Gambar 4.11 Toolbar Operation

a. Toolbar Corner
Toolbar corner merupakan bagian dari toolbar operation.

Toolbar corner digunakan untuk memberikan jari-jari atau

kelengkungan pada sebuah sudut yang dibentuk oleh dua

buah objek.
b. Toolbar chamfer
Toolbar chamfer merupakan bagian dari toolbar operation.

Toolbar chamfer digunakan untuk memberikan bentuk

chamfer pada sebuah objek yang bersudut.


10. Toolbar trim
IV-13

Toolbar trim merupakan bagian dari toolbar operation. Toolbar

trim terdapat lagi beberapa buah toolbar. Berikut ini

merupakan tampilan dari toolbar trim yang dapat dilihat pada

Gambar 4.12 beserta pembahasannya.

Gambar 4.12 Toolbar Trim


a. Toolbar Trim
Toolbar trim merupakan bagian dari toolbar trim. Toolbar trim

digunakan untuk memotong bagian objek yang ada

pembatasnya.
b. Toolbar Break
Toolbar break merupakan bagian dari toolbar trim. Toolbar

break digunakan untuk memotong atau memisah bagian

objek menjadi 2 bagian dengan cara memilih posisi objek

dan memilih pembatasnya.

c. Toolbar Quick Trim


Toolbar quick trim merupakan bagian dari toolbar trim.

Toolbar quick trim digunakan untuk memotong bagian objek

dengan cepat sampai batas yang ada.


d. Toolbar Closed
Toolbar closed merupakan bagian dari toolbar trim. Toolbar

closed digunakan untuk menggambar objek busur menjadi

objek tertutup lingkaran.


e. Toolbar Complement
Toolbar complement merupakan bagian dari toolbar trim.

Toolbar complement digunakan untuk menggambar

pasangan busur yang ada dengan meniadakan busur

sebelumnya.
IV-14

11. Toolbar mirror


Toolbar mirror merupakan bagian dari toolbar operation. Toolbar

mirror terbagi menjadi 6 toolbar. Berikut merupakan tampilan

dari toolbar mirror pada Gambar 4.13 beserta pembahasannya.

Gambar 4.13 Toolbar Mirror

a. Scalling
Toolbar scalling merupakan bagian dari Toolbar mirror.

Toolbar scalling adalah perintah untuk pengaturan skala

dari gambar menggunakan referensi arah.


b. Mirror
Toolbar mirror merupakan bagian dari Toolbar mirror.

Toolbar mirror adalah perintah untuk menduplikat objek

menggunakan sistem cermin. Referensi yang digunakan bisa

dari permukaan (face) atau plane.

c. Translation
Toolbar translation merupakan bagian dari Toolbar mirror.

Toolbar translation adalah perintah untuk memindahkan

objek menggunakan referensi arah permukaan (face) dan

plane.
d. Rotation
Toolbar rotation merupakan bagian dari Toolbar mirror.

Toolbar rotation adalah perintah untuk memindahkan objek

dengan sistem rotasi (putaran). Proses rotasi umumnya

memerlukan sumbu putaran sebagai acuan (axis) yang bisa

di buat (created axis) atau referensi dari objek.


e. Symetri
Toolbar symetri merupakan bagian dari Toolbar mirror.

Toolbar symetri adalah perintah untuk memindahkan objek


IV-15

menggunakan sistem mirror. Toolbar symetri digunakan

untuk menggambar objek simetri terhadap objek pertama

tetapi objek yang pertama akan hilang.


f. Offset
Toolbar offset merupakan bagian dari Toolbar mirror. Toolbar

offset digunakan untuk menggambar objek yang sejajar

dengan objek yang dipilih jika garis dan jaraknya dapat

ditentukan.
12. Toolbar Constraint

Toolbar constraint digunakan untuk memberikan ukuran pada

objek agar sesuai dengan yang diinginkan. Toolbar constraint

ini memiliki toolbar-toolbar seperti pada Gambar 4.14 beserta

pembahasannya.

Gambar 4.14 Toolbar Constraint

a. Toolbar Constraint Defined in Dialog Box


Toolbar constraint defined in dialog box digunakan untuk

menggambar objek-objek agar saling berhubungan satu

dengan yang lainnya dan sesuai dengan yang diinginkan.


b. Toolbar Constraint
Toolbar constraint merupakan salah satu bagian dari toolbar

constraint. Toolbar constraint digunakan untuk memberikan

ukuran pada objek yang dipilih.


c. Toolbar Contact Constraint
Toolbar contact constraint digunakan untuk menggambar 2

buah objek yang saling berhimpit. Toolbar contact constraint

juga dapat menggambarkan garis dengan lingkaran yang

bersinggungan.
IV-16

4.1.4 Toolbar Dress-Up Features

Penggambaran skets dilakukan dengan cara memilih atau

mengklik toolbar yang sesuai dengan yang diinginkan. Berikut

adalah pembahasan semua penggunaan yang ada pada tampilan

dress-up features dan dibagi dalam beberapa pembahasan (Pinem,

2009).

1. Toolbar Fillets

Toolbar fillets digunakan untuk memberi kelengkungan atau

jari-jari tertentu pada objek solid 3 dimensi.

2. Toolbar Chamfer

Toolbar chamfer digunakan untuk memberikan bentuk chamfer

pada suatu objek 3 dimensi.

3. Toolbar Draft Angle

Toolbar draft angle digunakan untuk merubah permukaan

suatu objek sesuai dengan besar sudut yang diinginkan dengan

cara memilih permukaan yang tetap.

4. Toolbar Sheel

Toolbar sheel digunakan untuk memotong atau melubangi objek

3 dimensi sampai dengan batas ketebalan yang diinginkan.

5. Toolbar Thickness

Toolbar thickness digunakan untuk menambah ketebalan suatu

permukaan atau bidang yang dipilih sesuai dengan ukuran yang

diinginkan.

4.1.5 Toolbar Sketch-Based Features


IV-17

Penggambaran skets dilakukan dengan cara memilih atau

mengklik toolbar yang sesuai dengan yang diinginkan. Berikut

adalah pembahasan semua penggunaan yang ada pada tampilan

sketch-based features dan dibagi dalam beberapa pembahasan

(Pinem, 2009).

1. Toolbar Pad

Toolbar pad digunakan untuk memberi ketebalan atau

ketinggian pada objek 2 dimensi yang sudah selesai di gambar.

2. Toolbar Pocket

Toolbar pocket digunakan untuk memotong atau melubangi

objek 3 dimensi.

3. Toolbar Shaft

Toolbar shaft digunakan untuk membentuk objek 3 dimensi

dengan cara memutar skets yang telah digambar terhadap

sumbu putar sehingga lintasannya membentuk objek 3 dimensi.

4. Toolbar Groove

Toolbar groove digunakan untuk memotong objek 3 dimensi

dengan cara memutar skets yang telah digambar terhadap

sumbu putar yang dipilih.

5. Toolbar Hole

Toolbar hole digunakan untuk melubangi objek 3 dimensi pada

suatu bidang yang dipilih secara langsung.

6. Toolbar Rib
IV-18

Toolbar rib digunakan untuk membuat skets menjadi objek 3

dimensi dengan cara mengikuti lintasan atau path skets yang

dipilih.

7. Toolbar Slot

Toolbar slot digunakan untuk membuat skets kedua memotong

objek 3 dimensi yang dilaluinya mengikuti lintasan skets

pertama yang ada.

4.1.6 Toolbar View

Toolbar view digunakan untuk melihat tampilan gambar

sesuai dengan yang diinginkan misalnya tampilan objek

diperbesar, diperkecil, diputar dan lain sebagainya. Toolbar view

terdapat beberapa buah toolbar yang memiliki kegunaan masing-

masing pada toolbar tersebut. Berikut ini adalah pembahasan dari

masing-masing toolbar tersebut (Pinem, 2009).

1. Toolbar Fit All In

Toolbar fit all in digunakan untuk memperlihatkan seluruh

bagian gambar pada part.

2. Toolbar Pan

Toolbar pan digunakan untuk menggeser objek kearah yang

diinginkan.

3. Toolbar Rotate

Toolbar rotate digunakan untuk memutar objek 3 dimensi ke

posisi yang diinginkan.

4. Toolbar Zoom In

Toolbar zoom in digunakan untuk memperbesar tampilan objek


IV-19

5. Toolbar Zoom Out

Toolbar zoom out digunakan untuk memperkecil tampilan objek.

6. Toolbar Create Multi-View

Toolbar create multi-view digunakan untuk menampilkan objek

dalam empat pandangan.

7. Toolbar Normal View

Toolbar normal view digunakan untuk menampilkan objek yang

tegak lurus bidang.

8. Toolbar Quick View

Toolbar quick view digunakan untuk menampilkan objek agar

sesuai dengan tampak-tampaknya.

4.2. Deskripsi Konsep

Deskripsi konsep berguna sebagai gambaran dalam

pembuatan desain konsep. Deskripsi konsep terdiri atas konsep

alternatif 1, konsep alternatif 2 dan konsep terpilih. Deskripsi

konsep yang digunakan pada desain konsep berisikan tabel

spesifikasi produk. Berikut ini merupakan tabel spesifikasi produk

yang dapat dilihat pada Tabel 4.1.


Tabel 4.1 Spesifikasi Produk
Konsep Material Fitur Ukuran (cm)
Alternatif 1 Jati Belanda 1 Sekat 12 x 10 x 17,5
Alternatif 2 Triplek 1 Sekat 13 x 10 x 15,5
Konsep Terpilih Jati Belanda 1 Sekat 13 x 10 x 15,5

Berdasarkan Tabel 4.1 mengenai spesifikasi produk

terdapat tiga konsep berbeda yaitu konsep alternatif 1, konsep

alternatif 2, dan konsep terpilih. Konsep alternatif 1 menggunakan

material kayu jati belanda dengan fitur 1 sekat dan memiliki


IV-20

ukuran 12 x 10 x 17,5 cm. Konsep alternatif 2 menggunakan

material kayu triplek dengan fitur 1 sekat dan memiliki ukuran 13

x 10 x 15,5 cm. Konsep terpilih menggunakan material kayu jati

belanda dengan fitur 1 sekat dan memiliki ukuran 13 x 10 x 15,5

cm.
Konsep alternatif 1 dan konsep alternatif 2 memiliki

perbedaan pada material yang digunakan yaitu kayu jati belanda

untuk konsep alternatif 1 dan kayu triplek untuk konsep alternatif

2 sedangkan pada konsep alternatif 1 dan konsep alternatif 2


memiliki ukuran yang berbeda yaitu sebesar 12 x 10 x 17,5 cm

untuk konsep alternatif 1 dan 13 x 10 x 15,5 cm untuk konsep

alternatif 2. Konsep alternatif 2 dan konsep terpilih memiliki

perbedaan pada material yang digunakan yaitu kayu triplek untuk

konsep alternatif 2 dan kayu jati belanda untuk konsep terpilih

sedangkan pada konsep alternatif 2 dan konsep terpilih memiliki

ukuran yang sama yaitu sebesar 13 x 10 x 15,5 cm. Konsep

alternatif 1, alternatif 2, dan konsep terpilih memiliki fitur

masing-masing 1 sekat.

4.2.1 Konsep Alternatif 1

Konsep alternatif merupakan konsep yang memiliki pilihan

diantara dua atau beberapa kemungkinan. Beberapa alternatif

konsep yang diturunkan melalui pohon klasifikasi dan tabel

kombinasi pada tahap penurunan konsep kemudian dipilih

melalui sebuah matriks yang disebut matriks pugh. Input matriks

tersebut adalah kebutuhan pelanggan, bobot kepentingan dan

alternatif konsep.
IV-21

Berdasarkan matriks pugh pada tahap pemilihan konsep,

didapatkan sebuah konsep alternatif 1 yang nantinya akan

diseleksi oleh PT Selancar. Konsep yang terpilih menjadi alternatif

1 adalah konsep C2 yang merupakan penggabungan dari konsep

B, D, J dan L. Konsep ini dipilih menjadi konsep alternatif 2

karena memiliki nilai skor yaitu 9.

Konsep alternatif 1 yang terpilih selanjutnya akan diseleksi

oleh PT Selancar. Konsep tersebut memiliki spesifikasi produk

tempat sendok dan garpu berbahan kayu jati belanda. Produk

tempat sendok dan garpu tersebut memiliki fitur tambahan 1

sekat dan berdimensi keseluruhan 12 x 10 x 17,5 cm.

Produk tempat sendok dan garpu pada konsep alternatif 1

memiliki 5 komponen. Komponen pertama yaitu papan depan

dengan dimensi 12 x 16 x 0,5 cm. Komponen papan samping

dengan dimensi 9 x 14 x 0,5 cm. Komponen sekat dengan dimensi

9 x 11 x 0,5 cm. Komponen alas dengan dimensi 10 x 10 x 0,5 cm

serta komponen kaki dengan dimensi 1 x 1 x 1 cm.

4.2.2 Konsep Alternatif 2

Konsep alternatif merupakan konsep yang memiliki pilihan

diantara dua atau beberapa kemungkinan. Beberapa alternatif

konsep yang diturunkan melalui pohon klasifikasi dan tabel

kombinasi pada tahap penurunan konsep kemudian dipilih

melalui sebuah matriks yang disebut matriks pugh. Input matriks

tersebut adalah kebutuhan pelanggan, bobot kepentingan dan

alternatif konsep.
IV-22

Berdasarkan matriks pugh pada tahap pemilihan konsep,

didapatkan sebuah konsep alternatif 2 yang nantinya akan

diseleksi oleh PT Selancar. Konsep yang terpilih menjadi alternatif

adalah konsep C3 yang merupakan penggabungan dari konsep E

dan G. Konsep ini dipilih menjadi konsep alternatif 2 karena

memiliki nilai skor yaitu 3.

Konsep alternatif 2 yang terpilih selanjutnya akan diseleksi

oleh PT Selancar. Konsep tersebut memiliki spesifikasi produk

tempat sendok dan garpu berbahan kayu triplek. Produk tempat

sendok dan garpu tersebut memiliki fitur tambahan 1 sekat dan

berdimensi keseluruhan 13 x 10 x 15,5 cm.

Produk tempat sendok dan garpu pada konsep alternatif 2

memiliki 5 komponen. Komponen pertama yaitu papan depan

dengan dimensi 13 x 14 x 0,5 cm. Komponen papan samping

dengan dimensi 9 x 14 x 0,5 cm. Komponen sekat dengan dimensi

9 x 11 x 0,5 cm. Komponen alas dengan dimensi 10 x 10 x 0,5 cm

serta komponen kaki dengan dimensi 1 x 1 x 1 cm.

4.2.3 Konsep Terpilih

Konsep terpilih merupakan konsep yang telah diseleksi

atau konsep yang dipilih untuk dikembangkan oleh PT Selancar.

Konsep terpilih didapatkan dari beberapa alternatif konsep yang

diturunkan melalui pohon klasifikasi dan tabel kombinasi pada

tahap penurunan konsep kemudian dipilih melalui sebuah

matriks yang disebut matriks pugh. Input matriks tersebut adalah

kebutuhan pelanggan, bobot kepentingan dan alternatif konsep.


IV-23

Berdasarkan matriks pugh pada tahap pemilihan konsep,

didapatkan sebuah konsep terpilih yang nantinya akan

dikembangkan oleh PT Selancar. Konsep yang terpilih ini adalah

konsep C1 yang merupakan penggabungan dari konsep A, C, I dan

K. Konsep ini dipilih menjadi konsep terpilih karena memiliki nilai

skor yaitu 13.

Konsep terpilih selanjutnya akan dikembangkan oleh PT

Selancar. Konsep tersebut memiliki spesifikasi produk tempat

sendok dan garpu berbahan kayu jati belanda. Produk tempat

sendok dan garpu tersebut memiliki fitur tambahan 1 sekat dan

berdimensi keseluruhan 13 x 10 x 15,5 cm.

Produk tempat sendok dan garpu pada konsep terpilih

memiliki 5 komponen. Komponen pertama yaitu papan depan

dengan dimensi 13 x 14 x 0,5 cm. Komponen papan samping

dengan dimensi 9 x 14 x 0,5 cm. Komponen sekat dengan dimensi

9 x 11 x 0,5 cm. Komponen alas dengan dimensi 10 x 10 x 0,5 cm

serta komponen kaki dengan dimensi 1 x 1 x 1 cm.

4.3. Desain Konsep Produk Terpilih


Desain konsep adalah dasar pemikiran desainer didalam

usahanya memecahkan tuntutan desain maupun problem desain.

Desain konsep produk terpilih merupakan desain dari beberapa

konsep yang telah melewati proses penyeleksian dan selanjutnya

akan dikembangkan oleh pengembang. Desain konsep produk

terdiri atas 2D konsep alternatif 1 dan 2 serta drafting dan 3D

konsep terpilih. Berikut ini merupakan desain konsep produk


IV-24

terpilih yang terdiri dari 2D konsep alternatif 1 dan 2 serta

drafting dan 3D konsep terpilih.

4.3.1 2D Konsep Alternatif 1 dan 2

2D merupakan suatu karya seni yang memiliki dua sisi

penglihatan yaitu panjang dan lebar. 2D konsep alternatif 1 dan 2

merupakan pengaplikasian gambar teknik terhadap proses

produksi tempat sendok dan garpu. 2D konsep alternatif 1 dan

konsep alternatif 2 menggunakan penggambaran dengan secara

manual. Berikut ini merupakan tampilan gambar manual dari 2D

konsep alternatif yang tersaji dalam Gambar 4.15 konsep alternatif

1 dan Gambar 4.16 konsep alternatif 2.


Gambar 4.15 2D Konsep Alternatif 1
IV-1
IV-26

Berdasarkan gambar 2D konsep alternatif 1 yang disajikan

dalam Gambar 4.15 dapat diketahui bahwa pada produk tempat

sendok dan garpu PT Selancar terdapat 3 sudut pandang

penglihatan yaitu tampak depan, tampak atas, dan tampak

samping kanan. Gambar 2D konsep alternatif 1 produk tempat

sendok dan garpu menggunakan skala perbandingan 1:5 dengan

satuan ukur milimeter (mm). Konsep alternatif 1 menggunakan

material kayu jati belanda. Proyeksi yang digunakan merupakan

proyeksi Amerika. Proyeksi Amerika biasanya sering disebut sudut

ketiga dan juga ada yang menyebutkan proyeksi kuadran III.

Proyeksi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama

dengan arah pandangannya.


Tampak depan pada konsep alternatif 2 produk tempat

sendok dan garpu yang dipilih oleh PT Selancar memiliki dimensi

keseluruhan pada tinggi sebesar 17,5 cm, dimensi papan depan

sebesar 12 x 16 cm, dimensi pada sekat sebesar 9 x 11 cm,

dimensi pada kaki sebesar 1 x 1 cm. Ketebalan untuk setiap

komponen yang terdiri dari papan depan, papan samping, sekat,


dan alas sebesar 0,5 cm sedangkan pada kaki sebesar 1 cm.

Tampak atas pada konsep alternatif 2 produk tempat sendok dan

garpu PT selancar memiliki dimensi pada papan depan sebesar 12

x 16 cm dan pada papan samping sebesar 9 x 16 cm sedangkan

untuk ketebalan dari masing masing papan adalah 0,5 cm.

Tampak samping produk tempat sendok dan garpu PT Selancar

memiliki dimensi sebesar 9 x 116 cm dengan ketebalan sebesar 0,5

cm.
Gambar 4.16 2D Konsep Alternatif 2
IV-1
IV-28

Berdasarkan gambar 2D konsep alternatif 2 yang disajikan

dalam Gambar 4.16 dapat diketahui bahwa pada produk tempat

sendok dan garpu PT Selancar terdapat 3 sudut pandang

penglihatan yaitu tampak depan, tampak atas, dan tampak

samping kanan. Gambar 2D konsep alternatif 2 produk tempat

sendok dan garpu menggunakan material kayu triplek dengan

skala perbandingan 1:5 serta satuan ukur milimeter (mm).

Proyeksi yang digunakan merupakan proyeksi Amerika. Proyeksi

Amerika biasanya sering disebut sudut ketiga dan juga ada yang

menyebutkan proyeksi kuadran III. Proyeksi Amerika merupakan

proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandangannya.


Tampak depan pada konsep alternatif 2 produk tempat

sendok dan garpu yang dipilih oleh PT Selancar memiliki dimensi

keseluruhan pada tinggi sebesar 15,5 cm, dimensi papan depan

sebesar 13 x 14 cm, dimensi pada tsekat sebesar 9 x 11 cm,

dimensi pada kaki sebesar 1 x 1 cm. Ketebalan untuk setiap

komponen yang terdiri dari papan depan, papan samping, sekat,

dan alas sebesar 0,5 cm sedangkan pada kaki sebesar 1 cm.


Tampak atas pada konsep alternatif 2 produk tempat sendok dan

garpu PT selancar memiliki dimensi pada papan depan sebesar 13

x 14 cm dan pada papan samping sebesar 9 x 14 cm sedangkan

untuk ketebalan dari masing masing papan adalah 0,5 cm.

Tampak samping produk tempat sendok dan garpu PT Selancar

memiliki dimensi sebesar 9 x14 cm dengan ketebalan sebesar 0,5

cm.

4.3.2 Drafting dan 3D Konsep Terpilih

Pengaplikasian gambar teknik terhadap proses produksi

tempat sendok dan garpu menggunakan drafting dan 3D konsep

terpilih. Drafting merupakan pengkonversian gambar dari 3

dimensi menjadi gambar 2 dimensi. 3D merupakan penggambaran


IV-29

bentuk suatu benda berdasarkan panjang, lebar, dan tinggi.

Drafting dan pembuatan 3D konsep terpilih dalam pembuatan

desain konsep produk tempat sendok dan garpu PT Selancar

dibuat dengan menggunakan perangkat lunak CATIA V5R16.

Berikut ini merupakan tampilan gambar dari drafting konsep

terpilih dan 3D konsep terpilih yang dapat dilihat pada Gambar

4.17 dan Gambar 4.18.


Gambar 4.17 Drafting Konsep Terpilih
IV-1
IV-31

Berdasarkan Gambar 4.17 drafting konsep terpilih yang

disajikan dalam Gambar 4.17 dapat diketahui bahwa pada produk

tempat sendok dan garpu PT Selancar terdapat 5 sudut pandang

penglihatan yaitu tampak depan (front view), tampak atas (top

view), tampak bawah (bottom view), tampak kiri (left view), dan

isometrik (isometric view). Drafting produk tempat sendok dan

garpu menggunakan skala perbandingan 1:5 serta memiliki massa

sebesar 0,39 kg. Proyeksi yang digunakan merupakan proyeksi

Eropa. Proyeksi Eropa merupakan proyeksi sudut pertama atau

proyeksi kuadran I. Proyeksi Eropa merupakan proyeksi yang

letaknya terbalik dengan arah pandangnya.

Gambar 4.18 3D Konsep Terpilih

Berdasarkan Gambar 4.18 3D konsep terpilih yang

disajikan dalam Gambar 4.18 yang dibuat oleh PT Selancar, dapat

diketahui bahwa produk tempat sendok dan garpu tersebut

diperoleh berdasarkan pemilihan konsep terpilih yang sebelumnya

telah diseleksi oleh PT Selancar. Penyeleksian konsep tersebut

didapatkan dari beberapa alternatif konsep yang diturunkan


IV-32

melalui pohon klasifikasi dan tabel kombinasi pada tahap

penurunan konsep kemudian dipilih melalui sebuah matriks yang

disebut matriks pugh sehingga didapatkan konsep terpilih yang

memiliki nilai skor tertinggi.

Konsep terpilih yang didapatkan oleh PT Selancar

menggunakan material kayu jati belanda dengan fitur tambahan

berupa satu buah sekat dengan ukuran keseluruhan sebesar 13 x

10 x 15,5 cm. Konsep terpilih tersebut memiliki 5 komponen

berupa papan depan, papan samping, sekat, alas dan kaki.

Komponen papan depan memiliki dimensi sebesar 13 x 14 x 0,5


cm. Komponen papan samping memiliki dimensi sebesar 9 x 14 x

0,5 cm. Komponen sekat memiliki dimensi sebesar 9 x 11 x 0,5

cm. Komponen papan alas memiliki dimensi sebesar 10 x 10 x 10

cm. Komponen kaki memiliki dimensi sebesar 1 x 1 x 1 cm.