Anda di halaman 1dari 2

Alur Penyuluhan

Mahasiswa hadir di Puskesmas Sukaraja pada pukul 08.30 WIB. Setelah


berkumpul di Puskesmas, mahasiswa diantarkan oleh kader Puskesmas
Sukaraja dan Posyandu ke Posyandu Nusa Indah. Setelah sampai di
Posyandu Nusa Indah, mahasiswa menyiapkan ruangan di musholla
sebelah posyandu dan peralatan yang akan digunakan untuk penyuluhan
sembari menunggu ibu-ibu yang datang untuk memeriksakan tumbuh
kembang balita. Sebelum memulai penyuluhan mahasiswa membagikan
leaflet mengenai TBC dan menanyakan pengetahuan ibu-ibu mengenai
penyakit TBC sembari menunggu ibu-ibu yang lain selesai memeriksakan
balitanya ke posyandu. Setelah ibu-ibu selesai berkunjung ke posyandu
dan berkumpul di musholla pada pukul 10.00 WIB, acara penyuluhan
mengenai tuberculosis dimulai.
Penyuluhan dimoderatori oleh Amira Puri Zahra yang membuka acara dan
menjelaskan mengenai penyuluhan TBC serta tujuan dari penyuluhan.
Setelah pembukaan, penyuluhan disampaikan dengan metode role play
yang menceritakan mengenai Echa Putri Anjani yang khawatir karena
anaknya batuk-batuk dan tidak kunjung sembuh, ia khawatir anaknya
terkena TBC karena tetangganya bu Nadia Kusnadi dan Pak Rachman Aziz
menderita batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh dan batuk berdarah.
Sehingga ibu Echa dan anaknya Sabrina melaporkan kejadian tersebut ke
pak RT Cakra Wijaya. Setelah pak RT Cakra menerima laporan tersebut, ia
berinisiatif untuk mengunjungi rumah bu Nadia lalu ke rumah pak
Rachman untuk menanyakan keluhan yang dideritanya dan menganjurkan
untuk segera ke Puskesmas agar penyakitnya tidak bertambah parah dan
menular ke orang lain. Lalu bu Nadia pergi ke Puskesmas menemui dokter
Nadira Rahil, dokter menjelaskan mengenai penyakit bu Nadia (TBC)
(pengertian, penyebab, cara penularan, gejala) dan memberikan resep
untuk diambil di apotik. Pak Rachman juga berkunjung ke dokter Vincha
Rahma D dan dokter menjelaskan kemungkinan berdasarkan gejala yang
dialami pak Rachman, ia mendertita TBC dan diperlukan pemeriksaan
penunjang termasuk pemeriksaan sputum. Lalu dokter Vincha
mengajarkan kepada pak Rachman mengenai cara pengambilan sampel
sputum selama 3 kali (sewaktu, pagi hari, sewaktu), mengenai
tatalaksana dan komplikasi yang akan terjadi serta diberi resep untuk
mengambil obat. Lalu bu Nadia dan pak Rachman ke Apotik untuk
mengambil obat, dan apoteker Dinah Zafira Qubra dan Vermitia
memberikan obat TBC dan menjelaskan cara konsumsinya, lama
mengkonsumsi obat dan pentingnya kepatuhan dalam meminum obat
TBC.
Selain dengan role play, mahasiswa juga membagikan leaflet mengenai
TBC. Leflet tersebut berisi mengenai pengertian, gejala, penyebab, cara
penularan, tata laksana dan komplikasi TBC sehingga ibu-ibu yang datang
dapat membacanya dan mengerti mengenai penyakit TBC. Setelah
melakukan role play dilakukan sesi tanya jawab kepada ibu-ibu yang
datang mengenai TBC.