Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat TUHAN yang maha Esa , atas rahmat dan
tuntunan-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. dan sesuai
dengan yang di harapkan.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini disusun dalam bentuk yang sangat sederhana dan
masih banyak kekurangannya.Oleh karena itu, saran dan kritik sangat di harapkan demi
perbaikan pada masa yang akan datang.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ikan merupakan makanan yang banyak mengandung protein dan di konsumsi oleh manusia
oleh manusia sejak beberapa abad yang lalu. Ikan banyak di kenal karena termasuk lauk-pauk
yang mudah di dapat,harga terjangkau dan memiliki nilai gizi yang cukup.
Salah satu komponen gizi yang terkandung dalam ikan dan diduga berperan dalam
meningkatkan kecerdasan ialah Docosa-hexaenoic-acid (DHA), yang merupakan asam lemak tak
jenuh ganda berupa rantai panjang Omega-3, terdiri dari 22 atom karbon, 32 atom hydrogen dan
2 atom oksigen. DHA merupakan asam lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk mencegah
penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah otak, jantung dan organ reproduksi pria. DHA
sangat penting untuk perkembangan otak.
Untuk menjadi bangsa yang cerdas makan ikan perlu lebih digalakkan. Kalaupun ikan yang
kaya DHA seperti tuna atau salmon sulit terjangkau, ikan local seperti lele, mas, mujair, bandeng,
teri, kakap atau jenis lainnya tidak jadi masalah, karena ikan tersebut juga kaya protein, bahkan
ikan asin memiliki kandungan protein tertinggi.
Ikan yang dikonsumsi perlu memenuhi persyaratan tertentu, seperti habitatnya tidak
tercemar logam berat (Hg, Pb, dan Cu). Selain itu, ikan harus dalam kondisi yang segar. Ciri-ciri
ikan yang masih segar: tidak berbau amis, dagingnya masih kenyal, ekornya tidak kering dan
menghitam serta matanya tidak berwarna merah, Hindari ikan yang penempatannya ditumpukan
bersama hewan laut lainnya seperti kepiting, kerang dan udang, sebab hal itu akan menyebabkan
terjadinya kontaminasi silang Indonesia memiliki perairan yang sangat luas, baik lautan atau
daratan, dengan demikian potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki sangat besar. Upaya
peningkatan konsumsi ikan akan memberikan manfaat ganda, selain meningkatkan kecerdasan,
juga makin menggairahkan sector perikanan.
B. Tujuan
Dalam penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai ikan tuna
sirip kuning, sehingga kita dapat memberikan penjelasan yang benar tentang ikan tuna sirip
kuning.

C. Manfaat
Kita dapat mengetahui manfaat yang ada dalam ikan tuna sirip kuning, terlebih manfaat
dalam bidang ekonomi atau nilai gizi yang ada di dalamnya. Sehingga kita dapat
memanfaatkanya secara optimal dan tidak berlebihan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Klasifikasi dan Morfologi Ikan Tuna
Menurut Collete dan Nauen (1983), klasifikasi ikan ekor kuning atau yellowfin tuna
(Bonnaterre,1788), adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub phylum : Vertebrata Thunnus
Class : Teleostei
Sub Class : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Genus : Thun
Species : Thunnus albacore (Albacore)
Ikan ekor kuning adalah anggota dari albacore, bonito, makarel, dan tuna. Jenis-jenis ikan
tuna agak susah untuk dibedakan spesiesnya. Blackeye, blackfin, albacore, dan ekor kuning
memiliki bentuk yang mirip dan sering ditangkap bersama-sama.Karakteristik yang membedakan
ikan ekor kuning dari spesies yang lain adalah sirip anal dan dorsal yang memanjang pada
ukuran ikan yang besar.
Madidihang dewasa memiliki tubuh yang berukuran besar, dengan panjang dari ujung
moncong hingga ujung percabangan sirip ekor (FL, fork length) mencapai 195 cm; namun
umumnya hingga 150 cm. Bentuknya gilig panjang serupa torpedo (fusiform), agak memipih
dari sisi ke sisi.
Madidihang dapat mencapai berat melebihi 300 pon (136 kg), Rata rata umur ikan tuna
sirip kuning 8 tahun, tuna termasuk perenang cepat dengan kecepatan mencapai 80 km/jam dan
terkuat diantara ikan-ikan vertebrata lainya mereka membengkokkan siripnya yang digunakan
untuk berenang cepat.
Ikan tuna sirip kuning memakan berbagai ikan ikan kecil, cumi cumi, udang dan kepiting.
Ikan ini merupakan pemburu yang handal, dengan matanya yang besar dan indra penciumanya
yang tajam untuk mencari mangsanya. Kapasitas maksimum isi perut ikan tuna sirip kuning
adalah 7 % dari berat tubuh mereka, dan setiap harinya mengonsumsi makanan 15 % dari berat
tubuh mereka. (Sumadiharga, 2009)
B. Kandungan Gizi Ikan Tuna

Ikan tuna merupakan ikan konsumsi yang mempunyai nilai komersial yang tinggi, karena
ikan tuna merupakan jenis ikan dengan kandungan protein yang sangat tinggi namun memiliki
kandungan lemak yang rendah. Tuna mengandung protein berkisar antara 22,6 26,2 g/100 g
daging. Lemak antar 0,2 2,7 g/100 g daging. Selain itu tuna mengandung mineral kalsium,
fosfor, besi dan sodium, vitamin A, dan vitamin B.Untuk melihat kandungan gizi dan nutrisi
pada ikan tuna bisa lihat tabel di bawah [Thunnus sp].

Kandungan Gizi
Per 100 gr

Protein 131

Lemak [termasuk omega 3] 26

Dalam Kalsium 9 kelompok ikan tuna,


bagian yang dapat dimakan berkisar antara
50 -60 %. Kadar protein Zat Besi 4 daging putih tuna lebih
tinggi daripada daging merahnya. Namun
sebaliknya, ikan tuna Sodium 52 memiliki kadar lemak
daging yang lebih rendah dari daging
Fosfor 220
merahnya.Ikan tuna memiliki nilai jual yang
sangat tinggi dan termasuk jenis ikan
Energi 131
yang paling banyak dicari dan dicuri dari
perairan Indonesia, disebabkan karena rasanya yang lezat.
Sebagai sumber pangan, madidihang mengandung air dalam deret 70 sampai 80%,
protein antara 18% sampai 20%, lemak antara 0,5% sampai lebih dari 20%, serta berbagai
vitamin dan mineral. Sesudah ditangkap dan mati, secara keseluruhan madidihang akan
mengalami proses penurunan mutu (proses deteriorasi), baik disebabkan oleh faktor-faktor intern
(dalam tubuh madidihang) maupun faktor ekstern (lingkungan) yang menjurus pada penurunan
mutu.

Mengingat ikan tuna segar khususnya madidihang mempunyai mutu yang sangat labil,
maka untuk mempertahankan kesegaran awal selama mungkin, maka penangananya harus
tangkas, cepat dan teliti, kemudian ikan secepatnya didinginkan dengan cara menyelimuti tubuh
ikan dengan es hancuran (crush iced) atau es kepingan (flake iced).

pendinginan air laut dingin (chilled sea water) ikan segera dicelupkan dan disimpan dalam
palka air laut dingin. Biasanya setiap kapal dilengkapi dengan alat pengontrol suhu sehingga
suhu di palka dapat diatur sedemikian rupa sekitar 0 C.
C. Manfaat Ikan Tuna
1. Kaya Omega-3
Nilai gizi tuna yang sangat baik, kandungan omega-3-nya membuat tuna mempunyai
seribu satu manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, hal itu harus didukung dengan pemilihan,
pengolahan, dan penyimpanan tuna yang baik. Ikan tuna yang masih segar sebaiknya disimpan di
lemari es (jika akan segera digunakan) atau dibekukan (jika ingin disimpan untuk beberapa
lama). Dilihat dari komposisi gizinya, tuna mempunyai nilai gizi yang sangat luar biasa. Kadar
protein pada ikan tuna hampir dua kali kadar protein pada telur yang selama ini dikenal sebagai
sumber protein utama. Kadar protein per 100 gram ikan tuna dan telur masing-masing 22 g dan
13 g.
Sebagai salah satu komoditas laut, ikan tuna juga kaya akan asam lemak omega-3.
Kandungan omega-3 pada ikan air laut, seperti ikan tuna, adalah 28 kali lebih banyak daripada
ikan air tawar. Perbandingan kadar omega-3 antara ikan tuna dengan ikan jenis lainnya dapat
dilihat pada. Omega-3 dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan menghambat proses
terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Konsumsi ikan 30 gram sehari dapat
mereduksi risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 50 persen. Asam lemak omega-3 juga
mempunyai peran penting untuk proses tumbuh kembang sel-sel saraf, termasuk sel otak,
sehingga dapat meningkatkan kecerdasan, terutama pada anak-anak yang sedang mengalami
proses tumbuh kembang.
2. Sumber Mineral
Ikan tuna juga kaya berbagai mineral penting yang esensial bagi tubuh. Kandungan iodium
pada ikan tuna mencapai 28 kali kandungan iodium pada ikan air tawar. Iodium sangat berperan
penting untuk mencegah penyakit gondok dan meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, ikan
tuna juga kaya akan selenium. Konsumsi 100 gram ikan tuna cukup untuk memenuhi 52,9 persen
kebutuhan tubuh akan selenium. Selenium mempunyai peran penting di dalam tubuh, yaitu
mengaktifkan enzim antioksidan glutathione peroxidase. Enzim ini dapat melindungi tubuh dari
serangan radikal bebas penyebab berbagai jenis kanker.
3. Sumber Vitamin
Kandungan vitamin pada ikan tuna, terutama jenis sirip kuning sangat tinggi, yaitu
mencapai 2,183 IU. Konsumsi 100 gram ikan tuna sirip kuning cukup untuk memenuhi 43,6
persen kebutuhan tubuh akan vitamin A setiap hari. Vitamin A sangat baik untuk pemeliharaan
sel epitel, peningkatan imunitas tubuh, pertumbuhan, penglihatan, dan reproduksi.
4. Cegah Stroke dan Obesitas
Kandungan gizi yang tinggi membuat tuna sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai
penyakit, salah satunya stroke. Sebuah studi yang pernah dilakukan selama 15 tahun
menunjukkan bahwa konsumsi ikan tuna 2-4 kali setiap minggu, dapat mereduksi 27% resiko
penyakit sroke daripada yang hanya mengkonsumsi 1 kali dalam sebulan. Konsumsi 5 kali atau
lebih dalam setiap minggunya dapat mereduksi penyakit stroke hingga 52 persen. Konsumsi tuna
13 kali per bulan dapat mengurangi risiko tubuh dari ischemic stroke, yaitu stroke yang
disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak.
Dari delapan penelitian yang tercatat dalam The George Mateljan Foundation (2006),
konsumsi tuna 1-3 kali per bulan dapat mengurangi risiko ischemic stroke sebesar 9 persen.
Selanjutnya risiko menurun sebanyak 13 persen pada konsumsi tuna sekali seminggu, 18 persen
pada konsumsi 2-4 kali per minggu, serta 31 persen pada konsumsi tuna 5 kali atau lebih setiap
minggunya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 6th Congress of The International
Society for the Study of Fatty Acids and Lipid pada Desember 2004 membuktikan bahwa ikan
tuna dapat mencegah obesitas dan sangat baik untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Hal itu
disebabkan kandungan EPA (eicosapentaenoic acid) yang tinggi pada ikan tuna dapat
menstimulasi hormon leptin, yaitu sebuah hormon yang membantu meregulasi asupan makanan.
Dengan regulasi tersebut, tubuh akan terhindar dari konsumsi makanan secara berlebihan,
penyebab obesitas.
Ikan tuna dengan omega-3nya yang tinggi sangat bermanfaat menjaga fungsi jantung.
Omega-3 meningkatkan rasio konsentrasi HDL atau kolesterol baik dalam tubuh, menekan
terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah, dan menjaga ritme detak jantung.
5. Mencegah Kanker
Suatu studi menemukan bahwa tuna berperan untuk mencegah kanker, antara lain kanker
ovari, kanker pankreas, dan jenis kanker yang menyerang saluran pencernaan lain (kanker mulut,
faring, esophagus, perut, dan usus). Kandungan omega-3 yang berlimpah pada tuna juga
bermanfaat untuk mencegah kanker payudara dan menurunkan risiko terkena leukimia.
Ikan tuna juga baik untuk mencegah kanker payudara. Hal tersebut disebabkan kandungan
omega-3 pada tuna dapat menghambat enzim proinflammatory yang disebut cyclooxygenase 2
(COX 2), enzim pendukung terjadinya kanker payudara. Omega-3 juga dapat mengaktifkan
reseptor di membran sel yang disebut peroxisome proliferator-activated receptor (PPAR)-, yang
bisa menangkap aktivitas sel penyebab kanker. Selain itu, omega-3 juga dapat memperbaiki
DNA.

6. Meningkatkan fungsi kognitif otak


Omega-3 membantu meningkatkan fungsi mengingat atau fungsi kognitif otak, sehingga
menghindarkan kita dari penyakit degenarasi fungsi otak seperti Alzheimer karena membantu
memperlancar suplai darah ke otak. Omega-3 juga menurunkan risiko inflamasi, memperantarai
signal agar dapat diterima oleh otak, pada orang yang menderita Alzhemeir akan mengalami
gangguan dalam hal penyampaian signal atau impuls ke otak.

7. Meningkatkan response hormon Insulin


Tuna juga disarankan untuk dikonsumsi bagi mereka yang menderita diabetes tipe-2,
karena kandungan lemak omega-3nya yang melimpah. Berbagai penelitian menyarankan,
omega-3 pada ikan tuna mencegah Anda dari kegemukan dan meningkatkan respon hormon
insulin pada tubuh. Asam lemak omega 3 yang terkenal dengan nama EPA inilah yang membantu
meregulasi berat badan dan juga metabolisme tubuh dengan mensekresi hormon leptin.

8. Membantu proses detoksifikasi


Selenium bersama dengan omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna, merupakan bahan
bakar penting untuk produksi gluthathione peroxidase jenis antioksidan. Antioksidan inilah
yang berfungsi penting untuk kesehatan hati yang berperan untuk detoksifikasi. Selenium juga
berperan untuk mencegah kanker dan penyakit jantung

9. Bagus untuk menurunkan berat badan


Karena kandungan protein yang tinggi, tuna meningkatkan metabolisme dan membantu
membakar lemak tubuh, yang keduanya adalah aset tak ternilai untuk berat badan dan
pemeliharaan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada makalah ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa ikan merupakan
bahan makanan yang banyak mengandung protein, dan dengan mengkonsumsi ikan yang cukup,
sesuai dengan kebutuhan, maka akan sangat baik terhadap kecerdasan otak.
B. Saran
Kita harus mengadakan penelitian tentang distribusi ikan tuna di Indonesia. Karena untuk
sekarang ini ikan tuna belum dimanfaatkan dengan baik di Indonesia. Sehingga kita dapat
mengekspor ikan tuna ini ke Negara-negara luar.
DAFTAR PUSTAKA

Andamari, R, dan J. Hutapea. (2003). The reproduction biology of yellofin tuna (Thunnus
albacores) from indian ocean. Paper internasional marine and fisheries IMFS : 135-140.

http://factsandhealth.blogspot.com/2011/04/manfaat-kesehatan-dari-mengkonsumsi.html

http://indonesia-mania.blogspot.com/2009/07/ikan-tuna.html