Anda di halaman 1dari 4

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROSES DENGAN METODE

DISCOVERY PADA MATERI GERAK MELINGKAR SISWA


KELAS X-7 SMA NEGERI 3 SURAKARTA

Oleh:

Nama : Inge Mireya Thalia P

NIM : K2314020

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan memegang peran penting sebagai tolok ukur atas
kemajuan suatu bangsa. Tercapainya keberhasilan dari proses pendidikan
dapat membantu pencapaian tujuan pembangunan nasional. Sebab, upaya
meraih keberhasilan dalam pencapaian pembangunan tersebut mutlak
diperlukan penguasaan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi atau IPTEK.
Menurut Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-4 yang
memuat cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan itu, harkat dan martabat seluruh warga negara akan dapat
terwujud. Salah satunya dengan disediakannya sekolah dan sistem sekolah
sebagai suatu lembaga sosial dan pendidikan dipilih dan ditempatkan di
antara sistem kelembagaan yang telah ada.
Suyata mengemukakan bahwa fungsi utama sekolah pada awalnya
adalah pengajaran, namun dalam perkembangannya sekolah berfungsi
majemuk dengan pendidikan sebagai intinya. Persoalan jumlah dan siapa
yang perlu memperoleh pendidikan kiranya cukup jelas, yaitu semua
rakyat pembentuk bangsa, sedangkan yang perlu dipikirkan dan
diusahakan adalah kualitas pendidikan atau mutu kecerdasan serta cara
pencapaiannya merupakan implikasi pesan utama cita-cita bangsa
Indonesia.
Memasuki abad ke-21, gelombang globalisasi semakin kuat dan
terbuka. Kemajuan teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan
kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia
berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang
bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Akibatnya
masyarakat mulai merasakan adanya ketertinggalan dalam mutu
pendidikan.
Ilmu pengetahuan alam mempunyai pengaruh cukup penting
terhadap kemajuan teknologi oleh sebab itu peningkatan kualitas
pendidikan dan sistem pengajaran IPA perlu diperbaharui dari pendidikan
yang bercorak Internasional menuju pendidikan yang modern. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan mencari dan menerapkan sistem dan
metode-metode baru dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.
Kurikulum 2013 sering disebut juga dengan kurikulum berbasis
karakter. Kurikulum ini merupakan kurikulum baru yang dikeluarkan oleh
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum
2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada
pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut
untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi
serta memiliki sopan santun dan sikpa disiplin yang tinggi.
Pada pembelajaran fisika, khusunya pada pokok bahasan Gerak
Melingkar Beraturan sering ditemukan siswa yang mengalami kesulitan
belajar. Hal tersebut dapat disebabkan oleh terbatasnya waktu belajar
siswa di kelas. Selain itu juga dapat dikarenakan strategi pembelajaran
yang dilaksanakan kurang tepat. Pembelajaran yang dilakukan sering kali
hanya memberi contoh-contoh soal dan latihan soal yang terbatas,
sehingga siswa kurang dapat memahami secara baik konsep-konsep atau
prinsip yang berhubungan dengan materi Fisika. Penyebab lain adalah
kurangnya penjelasan keterkaitan antara konsep yang sudah dimiliki siswa
dengan konsep yang akan diajarkan, serta kurangnya kemampuan
untuk dapat memetakan atau menguraikan konsep-konsep Fisika yang
rumit menjadi konsep-konsep Fisika yang lebih spesifik. Hal ini
mempunyai pengaruh besar terhadap waktu belajar siswa di kelas dalam
mempelajari suatu pokok bahasan baru.
Sesuai dengan kurikulum 2013, siswa dituntut untuk berperan aktif
dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, siswa tidak serta merta
langsung diberikan materi yang berupa persamaan atau rumus kemudian
melakukan latihan soal, tetapi siswa diberikan kesempatan untuk berperan
langsung dalam memperoleh suatu informasi atau materi pembelajaran.
Guru berperan sebagai motivator dan fasilitator. Terdapat beberapa
metode pembelajaran yang menitikberatkan pada pengoptimalan peserta
didik untuk aktif dalam proses pembelajaran, salah satunya adalah metode
pembelajaran discovery yang merupakan metode pembelajaran yang
mengutamakan cara belajar aktif dan berorientasi pada proses.
Pada metode ini peserta didik dapat mengembangkan cara
belajarnya dengan menjadi lebih aktif sebab dalam pelaksanaan
pembelajaran ini peserta didik dapat belajar untuk menguasai metode
ilmiah tertentu yang kelak diharapkan dapat dikembangkan sendiri oleh
peserta didik tersebut. Selain itu peserta didik dilatih untuk berpikir kritis
dalam memecahkan suatu permasalahan yang harapannya dapat menjadi
suatu kebiasaan dan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang
mempelajari gejala alam dan interaksinya dengan menerangkan
bagaimana gejala-gejala alam tersebut terukur melalui penelitian dan
pengamatan. Fisika terdiri dari produk- produk, nilai dan sikap ilmiah.
Oleh karena itu, pembelajaran Fisika akan lebih baik apalagi disajikan
menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, misalnya discovery.
Hal ini bertujuan agar prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.
Pembelajaran Fisika di sekolah-sekolah, masih banyak yang
menggunakan metode ceramah. Dengan metode pembelajaran tersebut
guru memegang fungsi penting dalam pembelajaran. Kebanyakan siswa
merasa bosan pada saat guru ceramah di depan kelas sehingga kegiatan
pembelajaran tidak berjalan dengan baik. Metode ceramah digunakan
karena alasan keterbatasan waktu atau tidak tersedianya fasilitas yang
memadai di sekolah. Penggunan metode tergantung pada situasi dan
kondisi pada saat proses belajar-mengejar berlangsung.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka peneliti mengajukan
judul penelitian : MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROSES
DENGAN METODE DISCOVERY PADA MATERI GERAK
MELINGKAR SISWA KELAS X-7 SMA NEGERI 3 SURAKARTA
TAHUN 2017 / 2018.