Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FARMAKOLOGI
PERCOBAAN 3
PREPARASI DARAH DAN ORGAN HEWAN COBA

DISUSUN OLEH

Nama : Qurrota Ayun ( PO.71.39.0.14.025 )


Rani Nareza Ulfa ( PO.71.39.0.14.027 )
Rhavi Ronaldi ( PO.71.39.0.13.029 )
Riska ( PO.71.39.0.13.031 )

Tanggal Praktikum : 06 April 2016


Dosen Pembimbing : Dr. Drs. Sonlimar Mangunsong., Apt., M.Kes

LABORATORIUM FARMAKOLOGI
JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
2016
LAPORAN AKHIR

PERCOBAAN 3

PREPASI DARAH DAN ORGAN HEWAN COBA

RABU, 06 April 2016

Nama : 1. Qurrota Ayun


2. Rani Nareza Ulfa
3. Rhavi Ronaldi
4. Riska
Kelas : II A

Kelompok : Ganjil

Sub Kelompok : IV

I. Tujuan Percobaan
Agar mahasiswa dapat memahami serta melakukan teknik pengambilan
darah, urine dan organ dalam hewan coba secara benar.

II. Teori
Penelitian preklinik adalah suatu penelitian yang menggunakan hewan coba
sebagai tempat dilakukannya uji khasiat calon obat, herbal atau ekstrak. Disain
penelitian dapat melakukan kajian terhadap darah maupun organ hewan coba.
Parameter kimia terutama ditujukan terhadap arah dan urine. Untuk melakukan
pengambilan darah, urine dan organ dalam dari hewan coba memerlukan
keterampilan khusus. Disesuiakan dengan tujuan percobaan.

III. Bahan dan Alat:


1. Hewan Coba ( Mencit,tikus putih atau kelinci)
2. Seperangkat Alat Bedah.
3. Eter anastesi atau Kloroform
4. Diazepam Inj
5. Papan Bedah
6. Spuit
7. Pisau bedah / silet
8. Tabung darah
9. Larutan Formalin 10%
IV. Prosedur Percobaan:
a. Hewan coba ditimbang
b. Lakukan pengambilan darah melalui ekor ( Sayat dengan pisau bedah)
c. Lakukan anastesi dengan Eter 5 mL.
d. Segera Lakukan Pengambilan darah : Intrakardial dengan spit 3 mL.
e. Pindahkan darah kedalam tabung dengan hati-hati
f. Lakukan pemeriksaan darah sesuai tujuan penelitian
g. Lakukan Pembedahan abdomen untuk pengambilan organ ginjal, hepar,
limfa, pankreas atau usus . Sesuaikan dengan tujuan percobaan.

V. Hasil dan Pembahasan

Lakukan dokumentasi dan pencatatan hasil penelitian : Foto kamera atau


digital selama percobaan.
Timbang organ yang diteliti.
Setelah selesai percobaan, lakukan pembuangan limbah hewan coba dengan
benar yaitu dengan cara dikubur dalam tanah.

A. Teknik pengambilan darah melalui ekor tikus


1. Tikus yang telah ditimbang dimasukkan kedalam sebuah wadah anastesi
yang telah diberi eter
2. Siapkan objek gelas
3. Berishkan ekor tikus dengan alcohol
4. Sayat tipis bagian ekor, keluarkan tetesan darah objek gelas

B. Teknik pengambilan darag secara intrakadrial


1. siapkan spuit dan wadah penampung darah
2. raba bagian torak hingga bagian jantung
3. ambil darag sebanyak 3 ml
4. pindahkan darag sebanyak 3 ml tadi kedalam wadah yang telah
disiapkan

C. Proses pembedahan
1. tarik kulit bagian bawah dengan pinset
2. gunting hingga vertical melalui bagian tengah hingga membelah torak
3. ambil organ yang dibutuhakan : hepar, ginjal, limfa, jantung
4. timbang masing-masing organ

D. Pembuatan preparat
1. sayat tipis baguan ekor, darah keluar
2. lalu letakab darag di objek Gekas dan tutup dengan objek gelas
3. amaiti dibawag mikroskop

E. Data penimbangan
1. tikus 1
limfa : 1,1148
hepar : 6,7159
ginjal kiri : 0,9117
ginjal kanan : 0,9521
jantung : 0,9196
2. tikus 2
limfa : 1,1148
hepar : 6,7159
ginjal kiri : 0,9117
ginjal kanan : 0,9521
jantung : 0,9196

Dalam praktek kali ini agak sulit mengambil darah dari jantung tikus tersebut,
dikarenakan belum terbiasa dan baru pertama mencoba mengabil darah dari
jantung, dan cukup lama membuat tikus tersebut pingsan. Setelah itu
melakukan pembedahan terhadap tikus tersebut tidak begitu sulit dari pada
harus mengambil darah dari jantung tikus tersebut, namun pembedahan ini
membutuhkan gunting oprasi yang tajam, ketika melakukan praktek
percobaan agak sulit untuk menyayat atau menggunting bagian perut tikus
dikarenakan gunting atau pisau bedah yang tumpul. Ketika membuka bagian
dalam tubuh tikus tersebut kami mecoba langsung mengambil darah dari
jantung tikus tersebut, dan darah tikus tersebut masih ada. Setelah itu
mengambil bagian organ tikus tersebut (hepar, limfa, jantung, dan ginjal) dan
menibang nya. Kemudian mengecek di mikroskop darah tersebut.

VI. Kesimpulan

Dalam percobaan ini pengambilan darah melalui jantung lebih sulit


dibandingkan pengambilan darah pada ekor tikus, dikarenakan jantung
terletak didalam organ tubuh sehingga membutuhkan ketelitian untuk mencari
denyut jantung dan mengambil darah dari jantung tersebut.

Hasil darah yang diambil sebelum pembedahan lebih segar atau lebih
merah dibandingkan sesudah pembedahan, dikarenakan setelah
pembedahan jantung sudah teroksidasi oksigen sehingga meyebabkan darah
lebih merah kehitaman.
Lampiran Gambar

Pengambilan preparasi darah melalui ekor tikus

Pengambilan darah pada secara intrakardial


Proses Pembedahan
Daftar Pustaka

Katzung. Bertram G. 2001. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Salemba


Medika.
Sihombing,ferdinan. 2010. Memberikan Obat Oral.
http:Nersferdimanskeprawatansweblog.htm