Anda di halaman 1dari 6

BMS FARMAKOLOGI PRAKTIKUM

BLOK 9 - FK UKI

1. Benar untuk LD50 suatu obat


a. Adalah dosis obat yang dapat membunuh sebanyak 50 hewan
coba
b. Adalah dosis suatu obat walaupun diaplikasikan dengan cara
apapun akan membunuh sebanyak 5 ekor hewan coba
c. Adalah dosis tunggal suatu obat yang dapat membunuh 50%
hewan coba
d. Adalah dosis berulang suatu obat yang dapat membunuh 50%
hewan coba
e. BSSD (bukan salah satu diatas / semua jawaban diatas salah)

2. Manfaat LD50
a. Untuk penggolongan toxicity rating dari senyawa kimia dalam
beberapa kategori
b. Bisa memperkirakan organ sasaran dari senyawa kimia yang
masuk ke dalam tubuh
c. Untuk penenhmn toksisitas senyawa kimia dalam jangka yang
lebih panjang
d. Merupakan ukuran toksisitas akut senyawa kimia
e. SDB (semua pernyataan diatas benar)

3. Faktor kinetik dari senyawa kimia yang dapat mempengaruhi


besarnya nilai LD50 suatu senyawa kimia adalah
a. Cara masuknya ke dalam tubuh hewan
b. Laju detoksikasi senyawa kimia
c. Macam detoksikasi senyawa kimia
d. Absorpsi dan ekskresi
e. SDB

4. Besarnya nilai LD50 suatu senyawa kimia terhadap spesies hewan


yang sama
a. Paling tinggi/ besarnya bila senyawa kimia diapllikasikan secara
intravena
b. Besarnya tergantung banyaknya barrier dalam tubuh yang harus
dilewati senyawa kimia
c. Umumnya tergantung suhu lingkungan
d. SDB
e. BSSD

5. Besarnya nilai LD50 terhadap berbagai macam spesies hewan


a. Pada umumnya berbeda
b. Selalu sama
c. Hanya sama asalkan masuknya ke tubuh hewan lewat jalan yang
sama
d. Sama besarnya asalkan berat badan hewan yang digunakan
sama
e. BSSD

6. Pernyataan yang paling benar adalah


a. LD50 dari dua macam obat terhadap spesies hewan yang sama
biasanya berbeda
b. Senyawa kimia yang mempunyai LD50 sebesar 500mg/kgbb
kurang toksis dari senyawa yang LD50 nya 50mg/kgbb
c. Senyawa kimia yang mempunyai LD50 15gr/kgbb dikategorikan
relativ aman
d. SDB
e. BSSD

7. Berdasarkan perhitungan LD50, menurut Thompson & C. Weil


yakni :
LogLD50 : logD + d (f+1) maka
a. D adalah dosis terendah yang digunakan dari macam-macam
dosis yang digunakan dalam percobaan
b. D adalah logaritma interval dosis yang disesuaikan dalam
percobaan
c. f suatu angka faktor yang bisa diperoleh dari tabel yang
digunakan
d. SDB
e. BSSD

8. Besarnya nilai LD50 suatu obat bermanfaat untuk menentukan


batas keamanan pemakaina obat tsb
a. Makin besar index terapi dari obat tsb makin tidak aman
b. Makin kecil index terapi obat makin aman sebab index terapi :
ED50----LD50
c. Makin besar index terapi obat makin aman sebab index terapi :
LD50----ED50
d. LD50 hanya menentukan jumlah 50 % hewan coba yang
digunakan
e. BSSD

9. Kalau saudara hendak mengaplikasikan berapa ml obat yang


harus diberikan pada hewan untuk dosis D pada soal no. 7 dengan
konsenkasi 1 % dan dosis 50 mg/kgbb dan hewan coba 20 gr
makan yang harus diaplikasikan sebanyak
a. 0,1ml b. 0,5ml c. 1ml d. 5ml e. 2ml
10. Dalam penentuan LD50 berdasarkan metoda Thompson & C.
Weil untuk mendapatkan besarnya nilai f dari tabel yang ada
memerlukan data kecuali
a. Jumlah hewan yang digunakan untuk setiap kelompok dosis
yang digunakan
b. Banyaknya pengenceran dosis yang digunakan
c. Interval dosis yang digunakan
d. Jumlah hewan yang mati dari masing2 kelompok dosis yang
digunakan

11. Berhubung adanya barier dalam tubuh yang dapat


menghambat senyawa kimia yang masuk ke dalam tubuh menuju
sirkulasi darah dapat menyebabkan besarnya nilai LD50
a. Paling rendah untuk senyawa yang masuk secara intravena
b. Paling besar senyawa yang masuk lewat saluran cerna
c. Lewat jalur intra peritoneal < dari oral
d. BSSD
e. SDB

12. Hal-hal yang perlu dicermati dalam pelaksanaan penentuan


LD50 dari suatu senyawa kimia
a. Umur hewan coba
b. Cara pemberian senyawa
c. Berat badan hewan coba
d. Kondisi kesehatan hewan coba
e. SDB

13. Benar untuk LD50 merupakan ukuran toksisitas akut


a. Senyawa kimia/obat yang berupa gas/mudah menguap
b. Senyawa kimia/obat yang berupa cairan/ padatan
c. Senyawa kimia pencemar air
d. Senyawa kimia pencemar udara
e. BSSD

14. Untuk penentuan LD50 menurut metoda Thompson & C. Weil


a. Memerlukan 4 pengenceran dosis interval 2
b. Memerlukan 4 kelompol hewan coba dengan masing2 kelompok
terdiri atas 4 ekor hewan
c. Penentuan berdasarkan hitungan matematis dan tabel
d. Tingkat kepercayaan (confidence limit) 95 %
e. SDB

15. Untuk dapat memperoleh nilai LD50 yang akurat kecuali


a. Jumlah hewan yang digunakan untuk setiap kelompok dosis
hewan semakin banyak
b. Interval dosis yang digunakan harus sekecil mungkin
c. Variasi berat badan hewan coba hendaknya sekecil mungkin
d. Ketelitian didalam pengukuran jumlah senyawa yang
diaplikasikan
e. SDB

Bab. Obat SSO (Sistem Saraf Otonom)

16. Obat SSO


a. Parasimpatik menyebabkan syaraf simpatik terangsang
b. Hambatan syaraf simpatik dapat dilakukan oleh parasimpatik
c. Efek yang timbul akibat pemberian parasimpatomimetik serupa
dengan pemberian simpatik
d. SDB
e. BSSD

17. Efek yang dapat timbul akibat penyuntikan pilokarpin pada


mencit kecuali
a. Diarhea
b. Sesak napas
c. Hipersalivasi
d. Peningkatan peristaltik usus
e. Takhikardi

18. Berdasarkan hasil pengamatan seperti tertera pada no. 17


maka pilokarpin bisa dikategorikan sebagai
a. Parasimpatomimetik
b. Parasimpatolitik
c. Simpatis mimetik
d. Simpatolitik
e. BSSD

19. Penetoen epinefrin pada mata kelinci dapat menyebabkan


a. Pupil mata mengecil
b. Mukosa konjungtiva kemerahan
c. Refleks palpebra menghilang
d. Pupil mata midriasis
e. Daya akomodasi menghilang

20. Bila mata kelinci ditetesi dengan pilokarpin


a. Pupil mata mengecil karena otot radier iris relaksasi
b. Pupil mata mengecil karena otot circuler iris berkontraksi
c. Mukosa konjungtiva pucat
d. Pupil mata midriasis
e. BSSD

21. Bila hanya mata kiri yang ditetesi dengan atropin maka
a. Kerja syaraf simpatis pada mata kiri diblok oleh stropine
b. Kedua pupil mata berdilatasi
c. Hanya pupil mata kiri yang berdilatasi
d. Otot radier iris mata kiri dan kanan relaksasi
e. BSSD

22. Efek yang sama akibat pemberian obat golongan


parasimpatomimetik maupun simpatomimetik adalah
a. Terhadap frekuensi napas
b. Terhadap frekuensi denyut jantung
c. Terhadapat sekresi kelenjar saliva
d. Terhadap peristaltik usus
e. BSSD

23. Efek yang sama dapat ditimbulkan akibat pemberian


pilokarpin dengan
a. Atropin
b. Epineprin
c. Asetilkolin
d. Adrenalin
e. BSSD

24. Bila terjadi sesak napas yang diakibatkan oleh pemberian


pilokarpin sebaiknya diatasi dengan pemberian
a. Epineprin
b. Atropin
c. Parasimpatomimetik
d. SDB
e. BSSD

25. Pemberian obat parasimpatomimetik dapat menyebabkan


peningkatan kontraksi otot polos dari KECUALI
a. Saluran cerna
b. Bronkhus
c. Vesica urinaria
d. Jantung

26. Efek pilokarpin dan epineprin berlawanan terhadap kerja dari


KECUALI
a. Jantung
b. Saluran cerna
c. Bronkhus
d. Vesica urinaria
e. Kelenjar saliva

27. Efek pilokarpin dan atropin berlawanan terhadap kerja dari


a. Kelenjar saliva
b. Bronkhus
c. Saluran cerna
d. Pupil mata
e. SDB
28. Termasuk dalam kelompok obat parasimpatomimetik kecuali
a. Atropin
b. Pilokarpin
c. Asetilkolin
d. Arekolin
e. Fisostigmin

29. Daya kerja yang benar dari obat dibawah ini adalah
a. Pilokarpin langsung berIkatan dengan reseptor muskarinik
b. Epineprin langsung berikatan dengan reseptor alfabeta
c. Atropin memblokade reseptor muskarinik
d. SDB
e. BSSD

30. Pernyataan dibawa ini yang benar


a. Syaraf parasimpatis dikenal pula dengan nama syaraf
kraniosakral
b. Syaraf simpatis atau saraf torako lumbal
c. Reseptor syaraf parasimpatis adalah muskarinik dan nikotinik
d. Satu unit syaraf otonom terdiri atas preganglionik dan
pascanglionik
e. SDB