Anda di halaman 1dari 6

Mekanika Reservoir

Analisa Inti Batuan

Resume Pemahaman Tentang WorkOver Rig


Asprak: M. Ilham Abrar

Kelompok 2 : Rifari Irsat Wicaksono (1501053)


Riski Audya Angelica (1501073)
Bagus Setiawan (1501019)
Syahrul Aditya (1501423)
Enhanced Oil Recovery (EOR) Water Injection
Enhanced Oil Recovery (EOR) adalah teknik yang berkaitan dengan
upaya meningkatkan perolehan minyak (oil recovery) dari suatu reservoar, dengan cara
menginjeksikan fluida, atau fluida + bahan kimia, atau panas kedalam reservoir melalui sumur
injeksi dan memproduksikan minyaknya melalui sumur produksi.
Tujuan dilakukannya peningkatan perolehan minyak ini adalah untuk terus meningkatkan
produksi minyak pada suatu sumur produksi. Dimana pada tahap awal minyak tersebut agar
mengalir dengan sendirinya atau sering disebut dengan natural flow, namun setelah beberapa
tahap ini akan mengalami penruran produksi maka dibutuhkan metode secondary recovery untuk
kembali menigkatkan produksi minyak pada sumur produksi tersebut.

Pada makalah ini akan secara khusus dibahas mengenai upaya peningkatan perolehan minyak
melalui injeksi air. Injeksi air merupakan salah satu metoda EOR yang paling banyak dilakukan
sampai saat ini. Biasanya injeksi air digolongkan ke dalam injeksi tak tercampur.
Alasan-alasan sering digunakannya injeksi air ialah:
Mobilitas yang cukup rendah
Air cukup mudah diperoleh
Pengadaan air cukup murah
Berat kolom air dalam sumur injeksi turut menekan, sehingga cukup banyak mengurangi
besarnya tekanan injeksi yang perlu diberikan di permukaan; jika dibandingkan dengan injeksi
gas, dari segi ini berat air sangat menolong.
Air biasanya mudah tersebar ke seantero reservoir, sehingga menghasilkan efisiensi
penyapuan yang cukup tinggi.
Effisiensi pendesakan air juga cukup baik. sehingga harga Sor sesudah injeksi air = 30%
cukup mudah didapat.

Pemakaian injeksi air sebagai meloda untuk menaikan peralehan minyak dimulai pada tahun
1880 setelah John F. Carll menyimpulkan bahwa air tanah dari lapisan yang lebih dangkal dapat
membantu produksi minyak. Secara tidak sengaja, hal telah terjadi sebelum di Pennsylvania
opada tahun 1865. Tujuan Injeksi air adalah mengimbangi penurunan tekanan reservoir dengan
menginjeksikan air ke dalam reservoir

A. Pemilihan Metode Injeksi Air sebagai Metode EOR


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ketika natural flow menjadi tidak efisien lagi,
pemilihan metode EOR untuk mengangkat minyak yang masih tersimpan dibawah merupakan
sesuatu yang bersifat wajib dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak suatu sumur.
Metode EOR sendiri yang digunakan untuk lifting ada bermacam macam misalnya injeksi
polimer dan in situ combustion. Pemilihan jenis metode EOR yang ini sangat bergantung pada
faktor tehnikal dan ekonomis.

1. Faktor Teknik
Injeksi air sebagai metode EOR sangat diutamkan pada setiap kasus dimana tidak terdapat
pembatas praktis, dimana rasio mobilitas yang tinggi. Selain itu pada reservoir yang
mengandung under saturated oil yang tinggi, injeksi air sangatlah sesuai karena perbandingan
gas dan minyak yang rendah akan berhasil hanya didalam volume yang kecil dari gas yang
tersedia untuk injeksi gas. Pada reservoir yang mengandung saturasi minyak, air sangat cocok
sebagai fluida injeksi selama permeabilitas airnya cukup tinggi. Namun, pada reservoir yang
mengandung volatile oil metode injeksi gas sangatlah diutamakan dalam melakukan recovery.
2. Faktor Ekonomis
Dalam melakukan recovery selain memperhitungkan efisiensi dari metode recovery yang
digunakan perlu dipertimbangkan juga biaya dari proyek injeksi tersebut. Unsur unsur yang
perlu dipertimbangkan misalnya;
Biaya pembelajaran dan eksperiment laboratorium
Biaya penggalian sumur tambahan
Biaya dari peralatan operasi sepri pompa, filter dan lain lain.
Pemilihan air sebagai metode EOR dapat disebabkan oleh beberapa faktor ekonomis sebagai
berikut.
Ketersediaan air yang melimpah dan mudah didapat.
Mobilitas air yang tinggi;
Harga pembelian air yang sangat murah.
B. Mekanika Perpindahan
Mekanika perpindahan yang dimaksud disini adalah pola perpindahan air atau pergerakan air
pada saat dilakukan injeksi. Pola perpindahan air pada lapisan batuan ini dibedakan menjdai dua
yaitu pada reservoir homogen dan reservoir heterogen
1. Reservoir Homogen
Pada reservoir homogeny dianggap bahwa reservoir tersebut tersusun atas lapisan homogeny
tunggal dimana fluida bergerak secara horizontal. Selain itu dianggap juga bahwa tingkat saturasi
pada reservoir tersebut adalah konstan.
2. Reservoir Heterogen
Reservoir heterogen dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis Antaralain reservoir yang memiliki
celah/retakan, reservoir berlapis dan reservoir dengan heterogonitas yang acak.

Gambar 5: Grafik EOR injeksi air pada reservoir heterogen


a. Reservoir bercelah, dimana satu atau lebih sistem retakan membagi formasi menjadi lebih atau
kurang block block tetap and menghasilkan fluida konduktif tinggi. Pada reservoir bercelah
sering diasumsikan bahwa fluida terperangkap pada celah celah batuan oleh gaya gravitasi.
Selama proses injeksi air akan ada peningkatan stabil dari minyak/air antarmuka pada rekahan
dimana bersifat flat dan horizontal.
b. Reservoir Berlapis
Untuk reservoir berlapis ada 2 permasalan yang harus dipertimbangkan, tergantung keterdapatan
penghubung dalam lapisan.
c. Reservoir dengan heterogenitas yang beragam, dimana pada reservoir jenis ini terdapat 2 atau
lebih tipe porositas yang terdistribusi secara acak. Pada reservoir tipe ini proses imbibisi juga
terjadi, dimana hubungan antara oil yang direcovery dan injeksi air dapat dilihat pada gambar
dibawah.
C. Water Injection Performance Calculations
Hasil dibutuhkan dalam estimasi total minyak yang kembali didapatkan dan tingkat produksi air.
Jumlah minyak yang dapat kembali didapat dengan menggunkan injeksi air dapat di hitung
dengan persamaan sebagai berikut.

D. Saturasi Gas Bebas Optimal untuk Injeksi Air


Banyak penelitian telah mendemonstrasikan keuntungan dari effect dari keterdapatan saturasi
gas bebas awal pada recovery minyak dengan menggunakan injeksi air. Dampaknya mencapai
maksimum pada nilai saturasi gas tertentu, dan proses recovery kemudian akan menghasilkan
hasil yang lebih baik jika dibandingkan bila tidak terdapat nilai tertentu dari saturasi gas bebas
awal. Namun, teori dari fenomena ini belum teruji dengan baik, menurut Cole hal ini didasarkan
pada fakta bahwa tegangan muka antara air dan gas itu lebih tinggi jika dibandingkan antara gas
dan minyak. Karena fluida reservoir memiliki kecendurungan untuk menyusun diri untuk
menimalisir energy, kebanyakan partikel gas akan mengelilingi minyak. Akibatnya, saturasi
minyak sisa setelah pengaliran air menjadi berkurang.
Berdasarkan hasil laboratorium, korelasi dibawah ini menunjukkan saturasi gas optimum:

E. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan injeksi air


Agar dapat melakukan injkesi air pada reservoir point point berikut harus dipertimbangkan:
a) Pembangunan sumur injeksi
Dalam penyelesaian sumur injeksi harus memperhatikan hal sebagai berikut:
1. Penyelesaian awal
Pada pembangunan dan penyelesaian sumur injeksi terdapat dua kemungkinan yaiutu penggalian
sumur baru atau pengubahan sumur produksi menjadi sumur injeksi. Pada pengubahan sumur
produksi menjadi sumur injeksi terlebih dahulu produksi minyak pada sumur tersebut harus
sudah benar benar selesai dimana cadangan minyak pada sumur tersebut telah terambil secara
maksimal. Jika pelapis (casing) dari sumur masih dalam kondisi baik dan masih tahan pada
tekanan tertentu, maka injeksi dapat dilakukan. Namun, jika tidak maka harus dilakukan
pelapisan kembali pada sumur tersebut.
2. Pemilahan zona perangkap
Zona perangkap yang dimaksud disini adalah zona yang dapat memerangkap minyak dan akan
sulit untuk di recovery dengan menggunakan injeks air. Dikarenakan dapat mengurangi produksi
dari EOR maka zona perangkap ini mesti ditutup. Dalam melakukan pendeteksian zona zona
perangkap ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan tracer unsur radioaktif pada air.
Sedangkan untuk melakukan penutupan dari zona yang memerangkap minyak tersebut dapat
menggunakan mineral talc, zinc oxide, semen, dan koloids.

b) Sumber dan Perawatan dari injeksi air


1. Sumber injeksi air
Setelah injeksi dalam progress pada waktu tertentu, air injeksi akan hadir pada sumur produksi
melalui lapisan lapisan yang bersifat permeable. Air tersevut terpisah dengan minyak pada
permukaan sehingga air yang telah digunakan tersebut dapat kembali di injeksikan pada sumur
injeksi. Volume air yang tersedia untuk recycling meningkat seiring waktu, ksejak produksi
minyak berkurang maka produksi air meningkat. Sehingga sangatlah dibutuhkan untuk memiliki
sumber air tersendiri karena, pertama agar injeksi air dapat berlangsung terus dan untuk
menggantikan volume dari produksi minyak. Penggunaan dua sumber air dapat memberikan
dampak negative dimana diperlukan pemeliharaan khusu karena komposisi air tersebut akan
berubah, perubahan komposisi ini dapat terjadi akibat pencampuran dan reaksi kimia yang terjadi
dibawah permukaan. Sumber air yang biasa digunakan antara lain:
a. Sumber dari air segar
Air permukaan yang terdapat di danau dan sungai, memiliki kualitas yang kurang dimana
mengandung oksigen tinggi, mengandung material yang dapat menyumbat seperti; pasir, dan
bakteri sehingga memerlukan metode penyaringan khusus.
Air alluvial sering ditemukan pada sumur dangkal air jenis lebih baik jika dibandingkan dengan
air permukaan karena telah mengalami penyaringan secara alami, namun tidak menutup
kemungkinan mengandung bakteri anaerobic.
Reservoir dangkal permeable, adalah tempat dimana air segar sering terbentuk. Namun, air
tersebut dapat bersumber dari area yang bermacam macam.
b. Sumber air asin
Pada reservoir minyak dalam, seringkali ditemukan formasi pembentuk air asin. Air tersebu
dapat dipompa kepermukan dan dapat dimanfaatkan sebagai air injeksi. Namun, harus
dilakukan perawatan khusus dimana jika air asin tersbut tidak mengandung senyawa CO 2 atau
H2S maka air tersebut haruslah dilindungi dari kontak dengan atmosphere dan langsung
diinjeksikan setelah dilakukan filtrasi; kehadiran CO2 atau H2S memerlukan perawatan khusus .
Air jenis ini juga biasanya mengandung bakteri anaerobic.
Penggunaan air laut, Air laut biasanya bersifat korosif dan memerlukan perwatan khusus untuk
mengurangi dampak korosinya terhadap bahan logam
Dikarenakan pencampuran dari air yang berbeda tidak dapat dihindari maka sangatlah penting
untuk mengetahui komposisi air tersebut. Perhatian khusus diberikan pada kehadiran pasangan
ion berikut, karena ion ion berikut dapat membentuk endapan:
Barium dan sulfat
Kalsium dan sulfat
Kalsium dan karbonat
Besi dan sulfur
Besi dan oksigen
Perlapisan endapan dari sulfat sangatlah merusak, karena senyawa tersebut tidak sangat mudah
larut pada pelarut maupun asam; penggunaan polyphosphate dapat menghindari pengendapat
senyawa sulfat.
2. Tujuan dilakukan perwatan
Tujuan dilakukan perwatan air adalah:
Untuk menghindari penutuptan reservoir
Penutupan reservoir ini dapat disebabkan oleh; material padat, korosi, bakteri, dan penggunaan
air yang tidak sesuai
Untuk menghindari korosi pada sumur injeksi
Korosi haruslah dihindari untuk melindungi peralatan logam dan juga agar tidak menutup
reservoir seperti yang telah dijelaskan diatas. Korosi dapat disebabkan oleh kehadiran gas tidak
larut pada air seperti: H2S, CO2, dan oksigen serta akibat baketri.

Untuk menghindari pengembangan shales


Pengembangan lapisan shale ini dapat diakibatkan oleh pergantian ion penyusun air dan shale
sehingga mengakibatkan berkurangnya permeabilitas batuan.
3. Metode Perawatan
Metode perwatan yang sering digunakan adalah metode fisika, kimia, dan biologi. Perawatan
dengam menggunakan metode fisika antara lain; filtrasi, pemisahan air dan minyak, dan
penggasan. Sedangkan perawatan secara kimia mencangkup penambahan reduksi tekanan
permukaan dan penghambat korosi. Perawatan biological meliputi penggunaan bakteri dan
algicides.
4. Tipe system injeksi air
Dasarnya terdapat dua tipe system injeksi air yaitu; tipe tertutup dimana air terlindungi dari
kontak dengan atmosphere dan system terbuka dimana memerlukan perwatan terhadap aeration
dan sedimentasi. Sistem terbuka ini memerlukan perhatian khusus jika dibandingkan system
tertutup.
Pada system tertutup terdapat dua buah jalur yaitu jalur pertama untuk menginjeksikan air dan
yang kedua jalur untuk daur ulang air yang telah di injeksi.
c) Pompa
Dua tipe pompa yang digunakan injeksi air adalah tipe reciprocating dan centrifugal.
Pompa tipe reciprocating memiliki dua keuntungan yaitu efisiensi tinggi dan fleksibel. Bisa
dioperasikan pada area yang luas. Sedangkan kekurangannya adalah memerlukan perawatan
yang lebih sering, khususnya ketika korosif atau ketika fluida mengandung pasir sedang pompa.
Pompa ini dapan didesain untuk beroperasi pada tekanan diatas 200 bar atau dengan tingkat
produksi 1000 m3/day.
Pompa tipe centrifugal bersifat kurang efisien jika dibandingkan dengan reciprocating pums
namun umumnya pompa tipe ini lebih tahan lama dan biaya perawatan kurang. Dapat dipasang
secara horizontal atau vertical dan sering digunakan pada tingkat produksi sekitar seribu m 3/day
dengan tekanan dibawah 100 bar.