Anda di halaman 1dari 4

Acara :

Analisa Petrografi dan Petrogenesa Batuan Metamorf


Nama : Dita Dwi Febriani Kelompok : 1 ( Selasa 09.15 )
NIM : 410015133 Tanggal : 9 Mei 2017
Kode Sampel : Filit (M) / R1 Perbesaran Okuler : 10X
Jenis Batuan : Batuan Metamorf Perbesaran Obyektif : 4 X
PPL XPL

2
2 1
1

4
4

3 3

Keterangan Gambar :
1. Klorit.
2. Kuarsa.
3. Dolomit.
4. Opak
Deskripsi Mikroskopis :
Pada pengamatan sayatan tipis batuan dengan kode sample Filit (M) / R1
menggunakan mikroskop dengan perbesaran okuler 10 X dan perbesaran obyek 4 X
sehingga total perbesaran adalah 40X. Setelah diamati pada sayatan batuan tersebut
termasuk kedalam jenis batuan metamorf dengan proses metamorfik yang terjadi yaitu
Allochemical Metamorfism (metasomatism), denngan Reaksi kimia yang terjadi yaitu Fase
Padat (Solid Phase), pada sayatan batuan tersebut memperlihatkan struktur berupa Fracture
Cleavage karena pada sayatan tersebut memperlihatkan pecahan yang tidak beraturan. Pada
sayatan tersebut terdiri dari mineral Klorit, Kuarsa, Dolomit. Dengan kristal Nuklei dan
pertembuhan yang Heterogen, dan memiliki bentuk kristal Skeleal.

Deskripsi Mineral :
1. Klorit
PPL
Warna hijau, Relief, bentuk anhedral, belahan tidak ada, pecahan ada, pleokroisme
dikroik
XPL
Birefringe : warna hitam kehijauan, nilai 0.020, orde 2, Pemadaman miring,
Orientasi Length Slow, kembaran tidak ada.
2. Kuarsa
PPL
Warna putih bening, relief rendah, bentuk subhedral, belahan tidak terlihat, pecahan
tidak terlihat, pleokroisme lemah.
XPL
Birefringe : Warna putih kekuningan, Nilai 0.010, Orde 1, pemadaman miring, ,
orientasi length slow. kembaran tidak ada.
3. Dolomit.
PPL
Warna putih keabu-abuan, Relief sedang-tinggi, belahan tidak ada, pecahan ada,
PRAKTIKUM PETROGRAFI
Laboratorium Hard Rock Teknik Geologi STTNAS Yogyakarta

Grid pada sayatan tipis yang dibuat sebagai dasar perhitungan :

PRAKTIKUM PETROGRAFI
PRAKTIKUM PETROGRAFI
Laboratorium Hard Rock Teknik Geologi STTNAS Yogyakarta