Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dewasa ini dengan adanya prinsip pasar bebas, investasi dalam bentuk
kepemilikan aset finansial mulai diminati oleh masyarakat di Indonesia. Investasi
pada saham menawarkan tingkat pertumbuhan keuntungan yang cepat dengan
risiko yang juga sebanding. Untuk memperoleh tingkat return yang tinggi, maka
investor harus berani menanggung risiko yang tinggi juga. Oleh karena itu,
pemodal harus berhati-hati dalam menentukan saham mana yang akan
dipilihnya untuk berinvestasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi,
hendaknya seorang investor melakukan analisis terhadap semua saham-saham
yang ada dan kemudian memilih yang dianggap aman serta mampu
menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Salah satu cara untuk

meminimumkan risiko adalah dengan melakukan diversifikasi atau menyebar


investasinya dengan membentuk portofolio yang terdiri dari beberapa saham

Teori dasar pemilihan portofolio pertama kali dicetuskan oleh Harry M. Marko-
witz (1952). Pemilihan portofolio membahas tentang permasalahan bagaimana
meng-alokasikan penanaman modal agar dapat membawa keuntungan
terbanyak namun dengan resiko yang terkecil. Pembentukan portofolio
menyangkut identikasi saham- saham mana yang akan dipilih dan berapa
proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing saham tersebut.
Pemilihan portofolio dari banyak sekuritas dimaksudkan untuk mengurangi resiko
yang ditanggung. Teori optimisasi sangat aplikatif pada permasalahan-
permasalahan yang menyangkut pengoptimalan. Banyak metode- metode
optimasi yang berkembang digunakan untuk merumuskan berbagai masalah
misalnya dalam transportasi, manufaktur, penjadwalan kru maskapai
penerbangan dan investasi.

Dalam membentuk suatu portofolio, akan timbul suatu masalah.


Permasalahannya adalah terdapat banyak sekali kemungkinan portofolio yang
dapat dibentuk dari kombinasi aktiva berisiko yang tersedia di pasar. Kombinasi
ini dapat mencpai jumlah yang tidak terbatas. Kombinasi ini juga memasukkan
aktiva bebas resiko dalam pembentukan portofolio. Jika terdapat kemungkinan
portofolio yang jumlahnya tidak terbatas maka akan timbul pertanyaan portofolio
mana yng akan dipilih oleh investor. Jika investor adalah rasional, maka mereka
akan memilih portofolio yang optimal.

Portofolio optimal dapat ditentukan dengan model Markowitz atau


dengan model Indeks Tunggal. Untuk menentukan porofolio yang optimal dengan
model-model ini yang pertama kali dibutuhkan adalah menentukan portofolio
yang efisien. Untuk model-model ini semua portofolio yang optimal adalah
portofolio yang efisien, karena tiap-tiap investor mempunyai kurva berbeda yang
tidak sama, portofolio optimal akan berbeda untuk masing-masing investor.
Investor yang lebih menyukai resiko akan memilih portofolio dengan return yang
lebih tinggi dengan membayar resiko yang juga lebih tinggi dibandingkan
dengan investor yang kurang menyukai resiko. Jika aktiva tidak berisiko
dipertimbangkan, aktiva ini dapat merubah portofolio optimal yang mungkin
sudah dipilih investor

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah menentukan portofolio yang efisien?

2. Bagaimanakah menentukan portofolio yang optimal?

3. Bagamianakah menentukan penginvestasian dan peminjaman dana bebas


risiko?

1.3. Tujuan

1. Untuk mengetahui pemilihan portofolio yang efisien

2. Unutk mengetahui pemilihan portofolio yang optimal

3. Unutk mengetahui penginvestasian dan peminjaman dana bebas risiko.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Teori Portofolio

Harry M. Markowitz mengembangkan suatu teori pada dekade 1950-an yang


disebut dengan Teori Portofolio Markowitz. Teori Markowitz menggunakan
beberapa pengukuran statistik dasar untuk mengembangkan suatu rencana
portofolio, diantaranyaexpected return, standar deviasi baik sekuritas maupun
portofolio, dan korelasi antar return. Teori ini memformulasikan keberadaan
unsur return dan risiko dalam suatu investasi, dimana unsur risiko dapat
diminimalisir melalui diversifikasi dan mengkombinasikan berbagai instrumen
investasi kedalam portofolio. Pada tahun 1952 teori tersebut dipublikasi secara
luas pada Journal of Finance.

Teori Portofolio Markowitz didasarkan atas pendekatan mean (ratarata)


danvariance (varian), dimana mean merupakan pengukuran tingkat return dan
varian merupakan pengukuran tingkat risiko. Teori Portofolio Markowitz ini
disebut juga sebagaimean-Varian Model, yang menekankan pada usaha
memaksimalkan ekspektasi return(mean) dan meminimumkan
ketidakpastian/risiko (varian) untuk memilih dan menyusun portofolio optimal.
Markowitz mengembangkan Index Model sebagai penyederhanaan dariMean-
Varian Model, yang berusaha untuk menjawab berbagai permasalahan dalam
penyusunan portofolio, yaitu terdapatnya begitu banyak kombinasi aktiva
berisiko yang dapat dipilih dan disusun menjadi suatu portofolio. Dari sekian
banyak kombinasi yang mungkin dipilih, investor rasional pasti akan memilih
portofolio optimal (efficient set).

Untuk menentukan penyusunan portofolio optimal dengan menggunakan Index


Model, yang terutama dibutuhkan adalah penentuan portofolio yang efisien,
sebab pada dasarnya semua portofolio yang efisien adalah portofolio yang
optimal. Pada perkembangan berikutnya pada tahun 1963 William F. Sharpe
mengembangkan Single Index Model (Model Indeks Tunggal) yang merupakan
penyederhanaan Index model yang sebelumnya telah dikembangkan oleh
Markowitz. Model Indeks Tunggal menjelaskan hubungan antara return dari
setiap sekuritas individual dengan return indeks pasar. Model ini memberikan
metode alternatif untuk menghitung varian dari suatu portofolio, yang lebih
sederhana dan lebih mudah dihitung jika dibandingkan dengan metode
perhitungan markowitz. Pendekatan alternatif ini dapat digunakan untuk dasar
menyelesaikan permasalahan dalam penyusunan portofolio. Sebagaimana telah
dirumuskan oleh markowitz, yaitu menentukan efficient set dari suatu portofolio,
maka dalam Model indeks Tunggal ini membutuhkan perhitungan yang lebih
sedikit.

2.2. Menentukan Portofolio Efisien

Portofolio yang efisien (efficient portfolio) didefinisikan sebagai portofolio


yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan resiko yang sudah tertentu
atau memberikan resiko yang terkecil dengan return ekspektasi yang sudah
tertentu. Portofolio yang efisien ini dapat ditentukan dengan memilih tingkat
return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan resikonya atau
menentukan tingkat resiko tertentu dan kemudian memaksimumkan return
ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio yang efisien ini
karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari
dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau resiko portofolio.
Investor dapat memilih kombinasi dari aktiva-aktiva untuk membentuk
portofolionya. Seluruh set yang memberikan kemungkinan porofolio yang dapat
dibentuk dari kombinasi n-aktiva yang tersedia disebut dengan opportunity set
atau attainable set. Semua titik di attainable set menyediakan semua
kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun yang tidak efisien yang dapat
dipilih oleh investor. Akan tetapi investor yang rasional tidak akan memilih
portofolio yang tidak efisien. Rasional investor hanya tertarik dengan porofolio
yang efisien. Kumpulan (set) dari portofolio yang efisien ini disebut dengan
efficient set atau efficient frontier.

Dua aktiva yang membentuk portofolio dapat berkorelasi antara lain :

1. Korelasi Positif Sempurna : Dua buah aktiva A dan B, yaitu = +1

2. Tidak Ada Korelasi Antara Sekuritas : Dua Aktiva A dan B, yaitu = 0

3. Korelasi Negatif Sempurna : Dua Buah Aktiva A dan B, yaitu = -1

2.3.Pemilihan Portofolio Optimal

Portofolio optimal merupakan pilihan dari berbagai sekuritas dari portofolio


efisien. Portofolio yang optimal ini dapat ditentukan dengan memilih
tingkat return ekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya, atau
menentukan tingkat risiko yang tertentu dan kemudian
memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih
portofolio optimal ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan
mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitureturn ekspektasi atau risiko
portofolio.Dalam memilih portofolio yang optimal ada beberapa pendekatan
yaitu:

a. Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor

Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor mengasumsikan hanya


didasarkan pada return ekspektasi dan risiko dari portofolio secara implisist yang
menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utility yang sama atau berada
pada titik persinggungan utiliti investor dengan effiicient set. (Jogiyanto, 2000:
193)
Tiap investor mempunyai tanggapan risiko yang berbeda-beda. Investor yang
mempunyai tanggapan kurang menyukai risiko mungkin akan memilih portofolio
di titik B. Tapi, investor lainnya mungkin mempunyai tanggapan risiko berbeda,
sehingga mereka memilih portofolio yang lainnya selama portofolio tersebut
merupakan portofolio efisien yang masih berada di efficient set. Portofolio mana
yang akan dipilih investor tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing.

Untuk investor ke-1, portofolio optimal adalah berada di titik C1 yang


memberikan kepuasan kepada investor ini sebesar U2. jika investor ini rasional,
dia tidak akan memilih portofolio D1 karena walaupun portofolio ini tersedia dan
dapat dipilih yang berada diattainable set, tapi bukan portofolio yang efisien,
sehingga akan memberikan kepuasan sebesar U1 yang lebih rendah
dibandingkan dengan kepuasan sebesar U2. Investor akan memilih portofolio
yang memberikan kepuasan yang tertinggi.

b. Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz

Dalam pendekatan ini pemilihan portofolio investor didasarkan pada preferensi


mereka terhadap return yang diharapkan dan risiko masing-masing pilihan
portofolio, kontribusi yang sangat pentinga bagi investor adalah bagaimana
seharusnya melakukan deversifikasi secara optimal.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari model markowitz menurut yaitu;
(Tandelilin,2001: 79)

a. Semua titik portofolio yang ada dalam permukaan efisien mempunyai


kedudukan yang sama antara satu dengan lainnya.

b. Model Markowitz tidak memasukkan isu bahwa investor boleh meminjam


dana untuk membiayai portofolio pada aset yang berisiko dan Model Markowitz
juga belum memperhitungkan kemungkinan investor untuk melakukan investasi
pada aset bebas risiko.

c. Dalam kenyataanya, investor yang berbeda-beda akan mengestimasi


imput yang berbeda pula ke dalam model Markowitz, sehingga garis pemukaan
efisien yang dihasilkan juga berbeda-beda bagi masing-masing investor.

Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz di dasarkan pada empat asumsi,


yaitu: (Tandelilin, 2001: 78)
1. waktu yang digunakan hanya satu periode

2. Tidak ada biaya transaksi

3. Preferensi investor hanya didasarkan pada return ekspektasi dan risiko

4. Tidak ada simpanan dan pinjaman bebas risiko

Asumsi bahwa preferensi investor mengasumsikan hanya didasarkan pada return


ekspektasi dan risiko dari portofolio secara implisist yang menganggap bahwa
investor mempunyai fungsi utility yang sama. Pada kenyatannya tiap-tiap
investor memiliki fungsi utilitas yang berbeda, sehingga portofolio optimal akan
dapat berbeda.

c. Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas


risiko.

Aktiva bebas risiko adalah aktiva yang mempunyai return ekspektasi tertentu
dengan varian return (risiko) yang sama dengan nol, karena variannya sama
dengan nol, maka kovarian antara bebas resiko juga sama dengan nol. Aktiva
bebas risiko misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI), karena variannya (deviasi
standar ) = 0 kovarian antara bebas aktiva bebas risiko dengan aktiva berisiko
yang lainnya akan menjadi sama dengan nol sebagai berikut; (jogiyanto, 2000:
195)

sBRi = rBRi . sBR . si

Dari pernyataan di atas, maka aset bebas risiko merupaka aset yang tingkat
returnnya di masa depan sudah dapat dipastikan pada saat ini karena
ditunjukkan oleh varians yang sama dengan nol.

d. Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Tunggal

Model indeks tunggal dapat digunakan sebagai alternatif dari model Markowitz
untuk menentukan efficient set dengan perhitungan yang lebih sederhana. Model
ini merupakan penyederhanaan dari model Markowitz. Model ini dikembangkan
oleh William Sharpe (1963) yang disebut dengan (single-index model), yang
dapat digunakan untuk menghitung return ekspektasi dan risiko portofolio.
(Jogiyanto, 2000: 203)

Model indeks tunggal didasarka pada pengamatan bahwa harga dari suatu
skuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar dan memepunyai reaksi
yang sama terhadap suatu faktor atau indeks harga saham gabungan (IHSG),
karena return dari suatu sekuritas dan return dari indeks pasar yang
umum dapat ditulis sebagai berikut; (Halim, 2003: 78)

Ri = ai +bi . RM + ei
Ri = return sekuritas ke-i

ai = nilai ekspektasi dari return sekuritas yang independen terhadap

return pasar

bi = Beta yang merupakan koefisien yang mengukur perubahan R i

akibat dari perubahan RM

RM = tingkat return dari indeks pasar, juga merupakan suatu variabel

Acak

ei = kesalahan residual yang merupakan variabel acak dengan nilai

ekspektasinya sama dengan nol atau E(ei) = 0

Model indeks tunggal membagi return dari suatu sekuritas ke dalam dua
komponen yaitu;

a. Komponen return yang unik diwakili oleh alpha (a i) yang independen


terhadap return pasar.

b. Komponen return yang berhubungan dengan return pasar yang diwakili


beta (bi) dan RM Sehingga bentuk ekspektasi return dapat ditulis dengan
persamaan;

E (Ri) = E ( ai + bi . RM + ei) atau

= E ( aI) + E(bi ) . E(RM) + E( eI)

atau bisa diformulasikan sebagai berikut;

E (Ri) = ai + bi . E(RM )

sumber: (Jogiyanto, 2000: 204-206)

e. Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Ganda

Model indeks ganda menganggap ada faktor lain selain IHSG yang dapat
mempengaruhi terjadinya korelasi antar efek. dalam upaya mengestimasi
ekspekted return, standar deviasi dan kovarian efek secara akurat model indeks
ganda lebih berpotensi sebab actual return efek tidak hanya sensitif terhadap
perubahan IHSG atau ada faktor lain yang mungkin mempengaruhi return efek,
seperti tingkat bunga bebas risiko. (Halim, 2003: 82). Dalam bentuk persamaan,
model indek berganda untuk saham individual secara umum dapat ditulis
sebagai berikut:

keterangan:
ER(i) = ekspektasi return efek i

= ekspektasi return efek i jika tiap faktor bernilai 0 (konstanta)

= sensitive efek i terhadap faktor (koefisien regrasi)

F1....Fn = faktor yang mempengaruhi efek i

Ei = faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model

Untuk membentuk portofolio yang efisien, terdapat beberapa asumsi yang harus
diperhatikan. Asumsi tersebut antara lain:

1. Perilaku Investor

Bahwa semua investor tidak menyukai risiko (risk averse). Investor yang
dihadapkan pada dua pilihan yaitu investasi yang menawarkan keuntungan
(return) yang sama dengan risiko yang berbeda, akan memilih investasi yang
memiliki risiko yang lebih rendah.

2. Konsep fungsi utilitas dalam kurva indiferen

Fungsi utilitas diartikan sebagai suatu fungsi matematis yang menunjukkan nilai
dari semua alternatif pilihan yang ada. Semakin tinggi nilai dari suatu alternatif,
semakin tinggi utilitas alternatif tersebut. Sedangkan dalam portofolio, fungsi
utilitas ditunjukkan oleh preferen seorang investor terhadap berbagai macam
pilihan investasi dari masing-masing keuntungan (return) dan risiko.

Dalam pendekatan Markowitz, untuk menentukan efisien atau efficient frontier


dapat diketahui dari oppurtunity set atau attainable set. Investor dapat memilih
kombinasi dari aktiva-aktiva yang dimilikinya untuk membentuk portofolio.
Semua set yang memberikan kemungkinan portofolio baik yang efisien maupun
yang tidak efisien yang dapat dipilih oleh investor. Oleh karena tidak semua
portofolio yang tersedia di oppurtunity set merupakan portofolio yang efisien.
Hanya kumpulan (set) dari seluruh portofolio yang efisien yang disebut efisien
set atau efficient frontier.

Efficient frontier merupakan kombinasi aset-aset yang membentuk portofolio


yang efisien. Pada saat investor menentukan portofolio-portofolio yang efisien
yang sesuai dengan preferensi investor, maka portofolio-portofolio yang lain di
luar portofolio yang efisien akan diabaikan oleh investor. Dari gambar berikut ini,
yang termasuk dalam portofolio yang efisien adalah garis pada titik BCDE,
sedangkan garis diluar titik tersebut, seperti AGH bukan merupakan portofolio
yang efisien.
Titik-titik kombinasi portofolio yang efisien (titik BCDE) investor dapat memilih
salah satu titik untuk menentukan portofolio yang optimal. Namun dalam
menentukan pilihan portofolio yang optimal. Namun dalan menentukan pilihan
portofolio yang optimal tersebut, investor akan melakukan pertimbangan
terhadap preferensinya yaitu terhadap keuntungan (return) yang diharapkan dan
risiko yang ditanggung oleh investor. Dari gambar di bawah ini preferensi
investor ditunjukkan oleh kurva indiferen (U 1 dan U2). Portofolio investor adalah
portofolio ada titik D, karena menawarkan keuntungan (return) yang diharapkan
dan risiko yang sesuai dengan preferensi investor.

Gambar

Portofol

io Efisien dan Portofolio Optimal


Sumber : Tandelilin (2001 : 78)

2.4.Model Utilitas yang Diharapkan

Model utilitas yang diharapkan menyatakan bahwa para pemodal akan


memilih suatu kesempatan investasi yang diharapkan yang tertinggi. Utilitas
yang diharapkan yang tertinggi tidak selalu sama dengan tingkat keuntungan
yang diharapkan yang tertinggi. Berdasarkan model ini dipergunakan beberapa
aksioma tentang perilaku pemodal dalam pengambilan keputusan investasi.
Aksioma-aksioma tersebut adalah :

Para pemodal mampu memilih berbagai alternative dengan menyusun


peringkat dari alternatif-alternatif tersebut sehingga bisa diambil
keputusan.

Setiap peringkat alternatif-alternatif tersebut bersifat transitif. Artinya


kalau investasi A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai C, maka A
tentu lebih disukai daripada C.

Para pemodal akan memperhatikan resiko alternatif yang dipertimbangkan


dan tidak memperhatikan sifat alternatif-alternatif tersebut.

Para pemodal mampu menentukan certainty equivalent dari setiap


investasi yang tidak pasti. Certainty Equivalent suatu investasi
menunjukkan nilai pasti yang ekuivalen dengan nilai pengharapan dari
investasi tersebut.

Model utilitas yang diharapkan ini menggunakan asumsi terhadap sikap pemodal
terhadap risiko. Sikap-sikap tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

risk averse (tidak menyukai risiko)

risk neutral (netral terhadap risiko)

risk seeker (menyukai risiko)

2.5.Menginvestasikan Dan Meminjam Dana Bebas Resiko

Dalam model Markowitz investor bisa menentukan pilihan portofolio optimal dari
berbagai pilihan portopolio yang efisien. Akan tetapi model Markowitz tersebut
membatasi pilihan investor hanya pada potofolio yang terdiri dari asset beresiko.
Padahal dalam kenyataannya investor bebas memilih potofolio yang juga terdiri
dari asset bebas resiko.

Gambar 4.

Perubahan Pada Permukaan Efisien Markowitz

Jika Dimasukkan Asset Bebas Risiko

Dalam gambar diatas menunujkkan apa yang terjadi pada permukaan efisien jika
asset bebas risiko dimasukkan dalam pemilihan portofolio. Titik R f menunujukan
kombinasi antara return dan risiko aset bebas risiko. Titik Rf yang terletak tepat
pada garis vertikal mengambarkan bahwa risko aset tersebut sama dengan nol.
Investor bisa mengkombinasikan asset bebas risiko ini dengan kumpulan
portofolio efisien yang ada pada permukaan efisien . dengan menghubungkan
titik Rf dan pilihan portofolio pada permukaan efisien kita akan menemukan
suatu kombinasi baru yang sebelumnya tidak kita temukan pada model
portofolio Markowitz.

Menginvestasikan dana bebas risiko

Dengan dimasukannya Rf dalam model Markowitz maka permukaan efisen akan


berubah membentuk garis lurus yang menghubungkan Rf dan titik optimal yang
dipilh investor, misalnya jika portofolio optimal investor berada pada titik L maka
jika investor tersebut mengkombinasikan portofolio L dengan asset bebas resiko,
permukaan efisien yang akan terbentuk akan menjadi Rf-L. jika investor
menginvestasikan seluruh dananya pada asset bebas risiko maka return yang di
harapkan adalah sebesar Rf dengan risko sebesar nol. Jika investor
menginvestasikan seluruh dananya pada asset beresiko , misalnya pada titik L
maka return yang diharapkan adalah sebesar E(Rf). semakin besar porsi dana
yang di investasikan pada asset berisiko, semakin besar return yang diharapkan
dari portofolio tersebut. Hal ini didasari dari hubungan yang searah antara risiko
dan return ; semakin besar risiko semakin besar return yang di harapkan

Meminjam dana bebas risiko

Dengan mencari tambahan dana yang berasal dari pinjaman, investor bisa
menambah dana yang dimilikinya untuk diinvestasikan. Jika dana pinjaman
tersebut digabungkan dengan dana yang dimiliki saat ini dan digunakan untuk
investasi , maka investor akan mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan
return yang diharapkan dari investasi lebih tinggi. Tentu saja sesuai dengan
hubungan searah antara investasi dengan risiko.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Portofolio yang optimal ini dapat ditentukan dengan memilih


tingkat returnekspektasi tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya, atau
menentukan tingkat risiko yang tertentu dan kemudian
memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih
portofolio optimal ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan
mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau risiko
portofolio.Dalam memilih portofolio yang optimal ada beberapa pendekatan
yaitu:

Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor

Portofolio optimal berdasarkan model Markowitz

Portofolio optimal dengan adanya simpanan dan pinjaman bebas risiko.

Portofolio optimal berdasarkan model Indeks Tunggal


DAFTAR PUSATAKA

http://ilerning.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=98:pemilihan
portofolio&catid=43:investasi-dan-lembaga-keuangan&Itemid=59

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Muniya%20Alteza,
%20SE.,M%20Si./Materi%20Manajemen%20Investasi_Pembentukan%20dan
%20Pemilihan%20Portofolio.pdf

Tandelilin Eduardus, 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio,


BPFE-Yogyakarta, edisi pertama.

http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/materi-5-pemilhan-
portofolio.pdf