Anda di halaman 1dari 13

A.

PENGERTIAN GEDUNG PERTUNJUKAN (TEATER)

Gedung merupakan bangunan (rumah) untuk kantor, rapat/ tempat


mempertunjukan hasil-hasil kesenian (Poerwadarminta 1976),
sementara pertunjukan sendiri adalaha tontonan (seperti bioskop,
wayang, wayang orang, dsb), pemeran, demonstrasi. Jadi yang di
maksudkan sebagai sebuah gedung pertunjukan adalah suatu tempat
yang di pergunakan untuk menggelar pertunjukan, baik itu dari bioskop,
wayang, pagelaran music, hasil karya galeri, bahkan seni tari.

Pengertian tentang Teater yaitu teater berasal dari bahasa Yunani


theatron (SEEING PLACE) yang artinya gedung pertunjukan
sementara pengertian dari auditrorium sendiri di jelaskan melalui
beberapa makna yang ada yaitu 1. Merupakan aula, 2. bagian tetaer
sekolah / bangunan umum, 3. sebuah ruangan besar untuk pertunjukan
musik dan sandiwara dll, desain gedung pada teater juga memiliki
bentuk dan gaya tersendiri tergantung kebutuhannya, sekarang ini
perkembangan lebih ke arah struktur yang fungsional dan mampu
memenuhi kebutuhan akan serbaguna dan flexible, dengan
menampilkan tampilan dekoratif. Flexible yang di maksud meliputi
menataan tempat duduk penonton, alih fungsi panggung (backstage),
kemmampuan untuk menambah daya tampung penonton serta
penataan terhadap akustik yang mungkin dapat mempengaruhi
pementasan, hal ini di maksud agar gedung mampu menampung
kegiatan baik ringan/ bentuk yang kompleks sekalipun.

Jenis pertunjukan yang di khususkan pada studi ini adalah teater,


Teater memiliki ciri khas yaitu dengan adanya bentuk tempat duduk di
lantai bawah (yaitu penonton duduk pada bidang besa berbentuk kurva
yang menanjak / naik) dan panggung yang terletak di depan terlihat
jelas.
B. ELEMEN PADA TEATER
1. STAGE (PANGGUNG)
Dalam sebuah pertunjukan yang menjadi inti (core) adalah panggung
pertunjukannya, yang lebih di kenal dengan istilah tata panggung di
lihat dari segi elemen pembentuk teater, ada 3 Jenis panggung yaitu

Panggung proscenium Panggung Thrust


Panggung Arena Panggung ini seperti
Panggung yang Disebut juga panggung panggung proscenium
menontonnya melingkar/ bingkai karena penonton tetapi dua pertiga
duduk mengelilingi menyaksikan aksi akot
Pemilihan panggung juga harus di perhatikan apakah sesuai
bagian denga
depannya
panggung. Biasanya di dalam lakon melalui menjorok kearah
kebutuhan
buat terbuka yang di perlukan untuk suatu teater, pemilihan dari level
/ tertutup sebuah bingkai/
ketinggian dari tempat duduk juga
lengkungan harus di perhatikan dimana
proscenium
penonton dapat melihat

Gangw
Gangw
ay
ay

Dari gambar berikut merupakan


penataan tempat duduk yang
memungkinkan penonton untuk
tidak terhalang oleh penonton
2. AKUSTIK (BUNYI)
yang lain, juga terdapat gangway
Tata akustik merupakan pengolahan suara pada suatu ruang untuk
yang berfungsi sebagai jalur lalu
menghasilkan kualitas suara yang nyaman
lalang untuk untuk dinikmati,
keperluan khusus
merupakan unsur penunjang terhadap keberhasilan desain yang
baik, karena pengaruhnya sangat luas untuk di nikmati dan juga
terdapat unsur yang menimbulkan efek-efek fisik dan emosional.
Hal ini sangat penting bagi keberhasilan suatu teater dimana suara
di berikan dari tetaer dapat tersampaikan ke penonton secara
maximal hingga kursi yang terbelakang sekalipun, beberapa syarat-
syarat yang di perlukan untuk perancangan gedung pertunjukan :

1. Kekerasan Bunyi
Kekerasan bunyi yang kurang terutama pada gedung pertunjukan
ukuran besar di sebabkan oleh energy yang hilang pada
perambatan gelombang bunyi, karena jarak tempuh cukup
panjang, dan penyerapan suara oleh penonton (kursi yang
empuk, karpet, tirai) untuk menangani hal tersebut dengan cara:
a. Memperpendek jarak penonton dengan sumber bunyi
Jarak tempat duduk penonton tidak boleh lebih dari 20 meter
dari panggung agar penyaji pertunjukan dapat terlihat dan
terdengar dengan jelas.
b. Penaikan sumber bunyi
c. Pemiringan lantai
Lantai di area penonton harus dibuat miring karena bunyi
lebih mudah diserap bila merambat melewati penonton
dengan sinar datang miring (grazing incidence).

Aturan gradien
d. Sumber kemiringan
bunyi harus dilantai yanglapisan
kelilingi ditetapkan tidak boleh
pemantul suaralebih
dari Di
1:8kelilingi
atau 30oleh
dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan
permukaan pemantul seperti gypsum board,
plwood, flxyglass

2. Pemilhan ruang yang tepat


3. Distribusi bunyi yang merata
Energi bunyi dari sumber bunyi harus terdistribusi secara merata
ke setiap bagian ruang, baik yang dekat maupun yang jauh dari
sumber bunyi, untuk mencapai hal tersebut, perlu di usahakan
elemen pembentuk ruangannya yaitu langit-langit, lantai dan
dinding
3. SEATING (TEMPAT
DUDUK)
Seating / tempat duduk merupakan standart pengaturan tempat
duduk yang meliputi ukuran jarak serta penempatan posisi kursi itu
sendiri

dalam penerapan dalam


auditorium sendiri seating
dapat di bentuk sesuai
kebutuhan yang di perlukan
seperti gambar di bawah ini
Persyaratan dari tempat duduk atau kursi adalah :

o Konstruksi cukup kuat dan tidak mudah untuk bersarangnya


binatang pengganggu antara lain kutu busuk atau serangga
lainnya.
o Ukuran kursi yaitu :
- Lebih kurang 40-50 cm.
- Tinggi kursi dari lantai sebaiknya 48 cm.
- Tinggi sandaran 38-40 cm dengan lebar sandaran
disesuaikan dengan kenyamanan.
- Sandaran tangan berfungsi juga sebagai pembatas.
- Sandaran pengguna tidak boleh terlalu tegak.

4. PENCAHAYAAN
Pencahayaan sendiri membicarakan soal lampu yang berada dalam
teater, dimana semua pusat pada lampu di atur melalu area yang di
namakan dimmer, ruangan ini terletak di belakang kursi/ auditorium
yang tersedia untuk mengontrol pementasan secara keseluruhan,
pada ruangan ini memerlukan beberapa persyaratan yang harus di
penuhi yaitu seperti gambar berikut :

A. Lampu Overstage, merupakan lampu yang berada pada bagian


atas panggung, yang merupakan pencahayaan utama dari suatu
panggung pementasan.
B. Lampu Ladder, merupakan lampu yang terletak di bagian sisi
panggung yang dipasang secara menggantung, dan dapat digeser
sesuai kebutuhan pementasan sesuai jalur atau track tempat
lampu tersebut dipasang
C. Lampu Boom, merupakan lampu yang terletak di bagaian sisi
panggung seperti lampu ladder, hanya saja posisisnya tidak
menggantung, dan biasanya terpasang pada rangka besi yang
dapat di geser sesuai kebutuhan
D. Lampu Perch, merupakan lampu yang terletak pada bagian
belakang bingkai panggung, yang menyorot langsung ke arah
pemain, guna memberikan efek pencahayaan.
Tata cahaya lampu memiliki 4 fungsi :
a. Visibility - membuat para penonton dapat melihat dengan
jelas, dan untuk sutradara agar dapat mengatur perhatian
dengan variasi intensitas dan warnacahaya.
b. Naturalism - pencahayaan panggung harus dapat mengimitasi
pencahayaanalami maupun buatan pada tempat di mana
adegan tersebut dilakukan, sehinggadapat menciptakan ilusi
yang mudah dipercaya. Fungsi ini termasuk di
dalamnyacahaya matahari dan bulan, desa dan kota, interior
dan eksterior, pada tempa tyang nyata maupun imajinasi.
c. Design - pada organisasi teater, tata cahaya panggung
merupakan bagian dari desain latar. Sang desainer
bartanggung jawab untuk mengatur pencahayaan
pertunjukan.
d. Mood - banyak desainer dan sutradara bergantung pada
pencahayaan sebagaifasilitas penting untuk menciptakan
suasana yang diinginkan

5. PENGHAWAAN
Penghawaan di sini meliputi kenyamanan para penonton yang
mengatur serta pengaturan suhu ruang kontrol, untuk menjaga
suhu alat-alat elektronik serta kenyamanan petugas, terdapat 2
jenis penghawaan yaitu penghawaan alami yang biasanya
menggunakan ventilasi silang (cross ventilation) dan juga
penghawaan buatan yang menggunakan air condition (AC) yang
biasa di gunakan di berbagai tempat.

2
1

1. Penghawaan buatan
(AC)
2. Penghawaan alami
(cross ventilation)

6. PENGAMANAN
Pengamanan gedung meliputi pengamanan terhadap kemungkinan
resiko kebakaran dan sambaran petir, serta pengamanan terhadap tindak
kejahatan dan sistem komunikasi.

C. ANALISIS FUNGSIONAL
1. Program ruang teater
PENGGUANA KEGIATAN

PEMERAN
MENGISI ACARA, MEMPERSIAPKAN ACARA, GLADI
PENTAS /
BERSIH
ARTIS

PENONTON MASUK KE DALAM TEATER, MENCARI TEMPAT DUDUK,


(300) MENIKMATI ACARA, KELUAR TEATER
MEMPERSIAPKAN TEKNIS PADA TEATER, GLADI BERSIH
PEKERJA
PADA BAGIAN TEKNIS, MEMANTAU BERJALANNYA
PANGGUNG
ACARA, MEMBERESKAN SETELAH ACARA SELESAI

RUANG FUNGSI KEBUTUHAN /


PERLENGKAPAN
RUANG SOUND, RUANG
RUANG SEMINAR, KONFERENSI, DIMMER, LIGHTNING
PERTUNJUKAN SENI, RAPAT (BERUPA PENCAHAYAAN
TEATER
BESAR, DRAMA, GEDUNG PADA LAMPU), PROYETOR,
LATIHAN SENI, DLL. GENSET, STOP KONTAK,
KABEL,

HUBUNGAN
RUANG

PANGGUNG RUANG
PERSIAPAN
ORCHESTRA.

Kursi penonton / RUANG


auditorium PUBLIK

Soun Dimm RUANG


d er TEATER

PERSYARATAN RUANG TEATER

Akustik
- Memperpendek jarak antar penonton dengan sumber bunyi , jarak
tempat duduk penonton tidak boleh lebih dari 20 m
- Penaikan sumber suara, sehingga menjamin bunyi langsung
bebas ke setiap pendengar
- Kemiringan lantai, untuk memperoleh sumber bunyi max area
tempat duduk penonton di miringkan 30o
- Sumber bunyi harus di kelilingi lapisan pemantul suara
- Kesesuaian luas lantai dengan voume ruang
- Menghindari pemantulan bunyi pararel yang saling berhadapan
- Penempatan penonton di area yang menguntungkan
- Ruang harus bebas dari cacat akustik

Persyaratan tempat duduk penonton


- Konstruksi kuat dan tidak mudah untuk bersarangnya binatang
- Ukuran kursi
1. Kurang lebih 40-50 cm
2. Tinggi kursi dari lantai 48 cm
3. Tinggi sandaran 38-40 cm dengan lebar sandaran di sesuaikan
dengan kenyamanan
4. Sandaran tangan berfungsi sebagai pembatas
5. Sandaran pengguna tidak boleh terlalu tegak
- Jarak antar kursi dengan di depannya minimal 40 cm berfungsi
untuk jalan ketempat kursi yang di tuju
- Tiap penonton harus dapat melihat dengan sudut pandang max 30o

Pencahayaan
- Memerlukan ruang dimmer untuk mengatur pencahayaan
- Penempatan lampu pada langit- langit di letakan di Flying bridge
- Akses menuju ke posisi lampu harus tidak mengganggu penonton
Luas
- Panggung dapat menampung berbagai macam acara, bukaan
panggung 9-12 m
- Orchestra Pit : Untuk 15-30 orang, Ruang pemusik (0.9 m2), 9.3 m2
untuk piano dan 4.6 m2 untuk timpani
- Auditorium / tempat duduk pada penonton tiap orang 0.65 m2/
orang 0.8 m2/ orang

LUAS RUANG TEATER

PANGGUNG
10 X 8 = 80 m2

SIRKULASI 20%
PANGGUNG 20% X 80 = 16 m2

LUAS TOTAL PANGGUNG


80 + 16 = 96 m2
1 KURSI
0.9 x 0.5 = 0.45 m2

KURSI UNTUK 300 ORANG


AUDITORIUM 0.45 X 300 = 135 m2
/ TEMPAT
DUDUK (300 SIRKULASI 20%
ORANG) 135 X 20% = 27 m2

LUAS TOTAL AUDITORIUM / TEMPAT DUDUK


135 + 27 += 162 m2

ORCH PT
12 X 4 = 48 m2

ORCHESTRA SIRKULASI 20%


PIT 48 X 20% = 9.6 m2

LUAS TOTAL ORCH PIT


48 + 96 = 57.6 m2

RUANG
LUAS RUANG DIMMER DAN SOUND :
SOUND DAN
2X (3 X 3 ) = 18 m2
DIMMER

LUAS KESELURUHAN LAHAN TEATER


LUAS TEATER = 96 + 162 + 57.6 + 18 = 333.6 m2
SIRKULASI ANTAR RUANG 10% = 10% X 333.6 = 33.36 m2
2
LUAS TOTAL RUANG TEATER = 333.6 + 33.36 = 366.96

D. SKEMATIK DESAIN

DIMMER
ORCHESTRA PIT PANGGUN
G

SOUND

E. DAFTAR PUSTAKA
1. http://repository.upi.edu/20221/5/S_TB_1104148_Chapter2.pdf
2. http://erepo.unud.ac.id/11200/3/7ff1d420eb868e426793fe7dffc4a15
7.pdf
3. https://www.academia.edu/23781324/PERENCANAAN_DAN_PERANCA
NGAN_GEDUNG_PERTUNJUKAN?auto=download
4. PERENCANAAN_DAN_PERANCANGAN_GEDUNG_PERTU.pdf
PPPA 4
UTS SEMESTER GENAP 2016/2017

PROGRAM RUANG TEATER UNIKA SOEGIJAPRANATA

OLEH:
GABRIEL NICHOLAUS 15.A1.0008

PEMBIMBING:
IR. EDY PRAWOTO, M.T.
Kelas 1
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
FAKULTAS ARSITEKTUR DAN DESAIN
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2017