Anda di halaman 1dari 27

BAB II

ISI

1. TINJAUAN UMUM TUMBUHAN

Tanaman sirsak memiliki nama spesies Annona muricata linn., merupakan


salah satu tanaman dari kelas Dicotyledonae, keluarga Annonaceae, dan genus Annona.
Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda (Zuurzak) yang berarti kantong asam.
Tanaman buah tropis ini didatangkan ke Nusantara oleh pemerintah Kolonial Hindia
Belanda pada abad ke-19, Zuurzak bukan asli tanaman asli Eropa.
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang
tahun jika kondisi air tanah terpenuhi selama pertumbuhannya. Tanaman ini berasal dari
daerah tropis di benua Amerika, yaitu hutan Amazon (Amerika Selatan), Karibia, dan
Amerika Tengah. Di tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi.
Sirsak merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin B dan C cukup
tinggi, mempunyai rasa manis-asam dan menyegarkan, sehingga digemari masyarakat
sebagai buah segar maupun olahan. Sebagai tanaman pekarangan komoditas ini masih
terbuka cukup lebar untuk dikembangkan. Salah satu faktor yang menjadi kendala
dalam pengembangan sirsak ini adalah terbatasnya informasi dan penerapan teknologi
budidaya termasuk pemeliharaan tanaman (penyulaman, pengairan, pemupukan,
pemangkasan dan sanitasi kebun) yang tepat, sehingga tidak mengherankan apabila
produksi dan kualitas buah yang dihasilkan masih rendah dan belum sesuai dengan
yang diharapkan.
Pohon Sirsak mempunyai percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya
antara 3 sampai 8 meter. Daunnya memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur
terbalik. Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk bunga seperti
kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga cekung, benang sarinya cukup banyak,
begitu pula bakal buahnya. Menanam tanaman Sirsak dengan mempergunakan bijinya.
Dapat juga dengan cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah adalah pada bulan
Januari dan Februari setiap tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya sudah
harus dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak 6 meter.
Produksi sirsak di Indonesi tergolong rendah dibandingkan dengan produksi
buah lain, seperti jeruk, mangga, durian, pisang, dan manggis. Hingga saat ini penyebab
utamanya adalah belum banyak petani yang tertarik untuk membudidayakan pohon
sirsak. Alasan utama para petani adalah hasil panen yang sulit diprediksi dan masa
simpan buah yang singkat. Di sisi lain, pedagang buah sirsak juga memiliki masalah
yang sama, yakni sulit memenuhi permintaan pasar akibat waktu pemanenan sirsak
yang sulit diprediksi. Bahkan pada tahun 2007, produksi buah sirsak di Indonesia
mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peremajaan pohon
sirsak yang sudah tua. Alhasil, penurunan produksi buah sirsak kembali terjadi pada
tahun 2008.
Secara geografis, prospek pengembangan produksi sirsak di Indonesia sangat terbuka
lebar. Coba perhatikan kondisi tanah di Negara Indonesia yang subur dan beriklim
tropis, kondisi tanha tersebut sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman hortikulutura,
salah satunya tanaman sirsak. Namun kenyataan pahitnya hasil produksi buah sirsak
segar di Indonesia hanya dipasarkan secara lokal dan belum mampu memenuhi
kebutuhan ekspor karena berbagai faktor, seperti jumlah produksi yang belum
memenuhi permintaan ekspor dan teknologi untuk mengatasi kendala waktu simpan
buah yang sangat singkat belum dikembangkan.
a. Morfologi tanaman Sirsak
1.) Daun

Daun berbentuk bulat telur terbalik, agak tebal dan pada permukaan bagian atas
yang halus berwarna hijau tua, sedangkan pada bagian bawah daun warnanya lebih tua,
ujung daun meruncing, tangkai daun panjangnya 3-7 mm., pinggiran rata dan
permukaan daun mengkilap.

2) Bunga
Bunga tunggal (flos simplex) dalam satu bunga terdapat banyak putik
sehingga dinamakan bunga berpistil majemuk. bagian bunga tersusun secara
hemicylis, yaitu sebagian terdapat dalam lingkaran yang lain spiral atau terpencar.
mahkota bunga berjumlah 6 sepalum yang terdiri atas 2 lingkaran, bentuknya hampir
segi tiga, tebal dan kaku, berwarna kuning keputih-putihan, dan setelah tua mekar,
kemudian lepas dari dasar bunganya. putik dan benang sari lebar dengan banyak
karpel (bakal buah). bunga keluar dari ketiak daun, cabang, ranting, atau pohon.
bunga umumnya sempurna, tetapi terkadang hanya bunga jantan dan bunga betina
saja dalam satu pohon. bunga melakukan penyerbukan silang, karena umumnya
tepung sari matang lebih dahulu sebelum putiknya (Radi, 1998).
Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek,
berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun
kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm; daun
mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur
melebar, berukuran (3-5) cm x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-
4) cm x (1,5-3,5) cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun
atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 mm, tangkai
sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul.

3) Buah
Buah sejati berganda (agregat fruit) yakni buah yang berasal dari satu bunga
dengan banyak bakal buah tetapi membentuk satubuah. Buahnya berbentuk jorong
dan ujungnya mengecil dan memiliki duri sisik halus. apabila sudah tua daging buah
berwarna putih, lembek, dan berserat dengan banyak biji berwarna coklat kehitaman
(Radi, 1998).
Buahnya yang matang, yang merupakan buah semu, berbentuk bulat telur
melebar atau mendekati jorong, berukuran (10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau
tua dan tertutup oleh duri-duri lunak yang panjangnya sampai 6 mm, daging buahnya
yang berwarna putih itu berdaging dan penuh dengan sari buah. Bijinya banyak,
berbentuk bulat telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat kehitaman,
berkilap
Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah yang dapat dimakan,
20% kulit, 8,5% biji, dan 4% poros tengah buah, dari berat keseluruhan buah.
Kandungan gulanya sekitar 68% dari seluruh bagian padat daging buah. Sirsak
merupakan sumber vitamin B yang lumayan jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah)
dan vitamin C (20 mg/ 100 g daging buah), dan sedikit sampai sedang kandungan
kalsium dan fosfornya. Sifat yang paling disenangi orang dari sirsak ini ialah
harumnya dan aromanya yang sangat menggiurkan. Daging buahnya mirip dengan
cherimoya, warna putihnya yang murni itu sangat stabil, walaupun sedang diolah.
4) Biji
Berwarna coklat agak kehitaman dan keras, berujung tumpul, permukaan halus
mengkilat dengan ukuran panjang kira-kira 16,8 mm dan lebar 9,6 mm. jumlah biji
dalam satu buah bervariasi, berkisar antara 20-70 butir biji normal, sedangkan yang
tidak normal berwarna putih kecoklatan dan tidak berisi (Radi, 1998).
5) Pohon
Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m, tajuknya cocok
dengan model arsitektur Troll dengan ketinggian mencapai 8-10 meter, dan diameter
batang 10-30 cm, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Tanaman ini memiliki
batang utama yang kecil dan pendek.

b. Daerah Asal dan Penyebaran


Sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh
dan berbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selama pertumbuhannya.
Menurut beberapa literatur, tanaman sirsak berasal dari Amerika Tengah. Di Indonesia
tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik mulai dari daratan rendah beriklim kering
sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Penyebaran
hampir merata dibuktikan dengan adanya nama-nama daerah yang berbeda beda
untuk tanaman sirsak (Radi, 1998).
c. Sistematika Tumbuhan
Tanaman sirsak (Annona muricata Linn.) termasuk tanaman tahunan dengan
sistematik sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
Ordo : Polycarpiceae
Famili : Annonaceae
Genus : Annona
Species : Anona muricata Linn

d. Jenis Sirsak yang Banyak Ditemukan Di Indonesia


Menurut berbagai literatur, jenis sirsak yang banyak ditemukan di Indonesia
sebagai berikut:
1) Sirsak Ratu; daerah penyebaran sirsak ratu adalah daerah Pelabuhan Ratu,
Sukabumi (Jawa Barat). Buah sirsak ratu memiliki ukuran yang beragam, mulai dari
ukuran kecil hingga besar. Berkulit licin dan berduri, daging buah kering bertepung
dan manis. Buah sirsak ini sangan cocok dikonsumsi dalam keadaan segar atau diolah
menjadi minuman.
2) Sirsak Biasa; buah sirsak biasa tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Bentuk
buah sirsak biasa memiliki kemiripan dengan sirsak ratu. Perbedaannya terletak pada
daging buah yang bertepung, berkadar air tinggi, dan berasa asam manis. Buah sirsak
ini paling cocok untuk minuman, seperti campuran es krim, jus buah, atau sari buah.
Disamping itu, sirsak biasa cocok diolah menjadi wajik, dodol, selai, sirup, dan jelly.
3) Sirsak Bali; sirsak bali biasa disebut dengan sirsak gundul, sirsak sabun, sirsak
mentega, atau sirsak irian. Sesuai dengan namanya, daerah penyebaran sirsak bali
adalah Pulau Dewata, Bali dan daerah sekitarnya. Memiliki ukuran kecil sekitar 200-
300 gram per buah. Kulit buahnya licin, tidak berduri, dan daging buahnya manis.
Sirsak bali sangat cocok dikonsumsi dalam keadaan segar atau dibuat minuman.
4) Sirsak Mandalika; sirsak mandalika tersebar di seluruh wilayah Nusantara
Tampilan sirsak jenis ini mirip dengan buah nona, yakni berbentuk bulat, daging buah
berwarna kuning, bijinya banyak, rasanya manis, dan duri kulitnya lebih jarang.
Sirsak mandalika lebih cocok diolah menjadi produk makanan atau minuman.

2. KHASIAT DAN PENGGUNAAN SECARA TRADISIONAL


Buah Sirsak (Annona muricata L) adalah salah satu makanan yang populer di
Indonesia, mungkin sebagian dari anda juga adalah pengkonsumsi dari buah sirsak ini.
Namun dibalik dari rasanya yang sedikit asam asam ini ternyata buah sirsak ini
mengandung manfaat yang luar biasa.
Karena beredarnya khasiat buah sirsak ini hingga sampai ke telinga para pakar
riset di Health Sciences Institute, dan mereka pun melakukan riset ternyata hasilnya
sangat mengejutkan, selain obat untuk berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan
tekanan darah tinggi, anti bakteri, anti jamur dan menormalkan sistem syaraf yang
kurang baik. Ternyata buah sirsak ini berkhasiat membunuh tumor/kanker. (Beyond
Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences
Institute).
Manfaat Sirsak :
Buah sirsak yang matang (100 gram) dapat memenuhi 13 % kebutuhan
serat pangan per hari (dimakan segar).
Kandungan vitamin C buah sirsak tinggi, baik untuk meningkatkan
daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan.
Daun sirsak mengandung zat annonaceuos acetogenins yang memiliki
kemampuan membunuh sel kanker terutama kanker usus, prostat, paru-
paru, payudara, dan pankreas tanpa merusak sel yang sehat.
Mengolah yaitu dengan mengambil 10 lembar daun sirsak , dicuci dan
direbus dengan 3 gelas air. Biarkan hingga air tinggal 1 gelas.
Diminum pagi dan sore hari.
Daun sirsak juga bermafaat mengobati bisul, sakit pinggang, eksim.
Buah sirsak dan daun sirsak bermanfaat mengobati penyakit liver,
ambeien, sakit kandung air seni, batu empedu.
Sirsak dapat dimakan dalam keadaan segar sebagai pencuci mulut jika
matang betul, atau dicampur dengan es krim atau susu dijadikan
minuman yang lezat, seperti dilakukan di Jawa, Kuba, dan sebagian
dari Amerika. Akan tetapi, buah ini lebih sering dimakan dalam bentuk
puree setelah daging buahnya diperas dan disaring. Juga dapat
dijadikan selai buah, sari buah (setelah dicampur gula), nektar atau
sirop. Juga digunakan dalam pembuatan eskrim. Di Indonesia dodol
sirsak dibuat dengan cara daging buahnya dipanaskan dalam air dan
diberi gula sampai campuran itu mengental. Di Filipina, buah sirsak
muda beserta bijinya yang masih lunak digunakan sebagai sayuran.
Buah tua yang masih keras dapat dibuat kue yang lezat rasa dan
aromanya.
Beberapa manfaat dan kegunaan sirsak beserta ramuannya, antara lain sebagai
berikut:
Sakit Pinggang. 20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4
gelas.
Ambeien. Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya
sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Sakit Kandung Air Seni. Buah sirsak setengah masak, gula dan garam
secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan
biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-
turut.
Bayi diare. Buah sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan
disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret
sebanyak 2-3 sendok makan.
Anyang-anyangan. Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya.
Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air
sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
Berikut ini adalah Manfaat,Khasiat dan Cara Pengolahan Daun Sirsak Untuk
Kesehatan :

1. Untuk mengobati kanker

Manfaat daun sirsak dapat digunakan untuk menghambat sel kanker dan
menyembuhkan kanker lebih cepat dan efektif.Jika dibandingkan dengan kemoterapi
daun sirsak lebih aman.Selain mahal kemoterapi juga memberikan efek samping.
Penelitian telah membuktikan bahwa sirsak memiliki bahan aktif yang 10000 kali
lebih kuat dari kemoterapi dalam melawan sel-sel kanker.Dengan demikian,daun
sirsak dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker termasuk prostat,paru-
paru dan kanker payudara.

Cara pengolahan untuk pengobatan ; ambil 10 helai daun sirsak lalu cuci
hingga bersih,kemudian rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa satu
cangkir,saring,dinginkan dan minum ramuan ini setiap pagi selama 3-4 minggu untuk
memperbaiki kondisi.Daun sirsak merupakan satu-satunya obat kanker alami paling
ampuh sampai saat ini.

2. Untuk mengobati asam urat

Selain untuk kanker,manfaat dari daun sirsak juga dapat digunakan untuk
mengobati asam urat.Bahkan banyak metode pengobatan asam urat dengan
menggunakan daun sirsak.Makan daun sirsak dapat sangat membantu dalam
mengobati asam urat.

Cara pengolahan ; ambil sekitar 6-10 helai daun sirsak yang sudah tua tetapi
masih tetap berwarna hijau,rebus daun sirsak dengan 2 cangkir air bersih sampai
mendidih dan biarkan hingga tersisa sekitar 1 cangkir.Minum ramuan ini dua kali
sehari di pagi hari dan sore hari untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

3. Untuk mengobati nyeri punggung

Sakit nyeri pada punggung sering dialami oleh banyak orang,terutama saat
brolahraga.Menggunakan bahan-bahan kimia untuk nyeri punggung dapat
mengakibatkan efek samping.Daun sirsak merupakan obat herbal yang efektif untuk
mengobati nyeri punggung dan tanpa efek samping.

Cara pengolahan ; anda bisa merebus 20 lembar daun sirsak dalam 5 gelas air
sampai tersisa 3 gelas.Minum cangkir ramuan ini sekali dalam sehari.

4. Untuk mengobati eksim dan rematik


Penyakit rematik lebih sering di derita oleh orang tua,sakit rematik ini
menyebabkan rasa sakit yang hebat.Daun sirsak adalah pengobatan alami untuk sakit
arthritis.

Cara pengolahan ; haluskan daun sirsak dan oleskan pada daerah tubuh yang
terasa nyeri akibat arthritis dan eksim.Lakukan ini secara teratur dua kali sehari.

5. Pengobatan Diabetes Batas

Kadar gula normal seseorang berkisar antara 70 mg sampai 120 mg.Nutrisi


dalam daun sirsak diyakini mamu menstabilkan kadar gula darah dalam kisaran
normal.Selain itu,ekstrak daun sirsak dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk
obat diabetes alami.

6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi


Kandungan gizi daun sirsak diyakini mempu meningkatkan sistem kekebalan
tubuh dan menghindari infeksi dalam tubuh.

Cara pengolahan ; rebus 4/5 daun sirsak dalam 4 gelas air sampai tersisa satu
gelas air dan minum air rebusan daun sirsak ramuan ini secara teratur sekali dalam
sehari.

7. Daun sirsak untuk mengobati bisul

Bisul adalah gangguan kulit yang ditandai dengan nyeri yang sangat besar dan
bahkan memiliki risiko terkena infeksi.Bisul dapat terjadi pada bagian tubuh maupun
wajah,sehingga keberadaan bisul menganggu kesehaan kulit dan kecantikan.Daun
sirsak adalah obat alami untuk menyembuhkan bisul.Anda dapat memilih beberapa
daun sirsak muda dan menempatkannya pada tubuh yang terkena bisul.

8. Untuk mengobati Eksim

Seperti telah dinyatakan sebelumnya,daun sirsak dapat mengobati eksim


dengan cara alami.Anda dapat menumbuk daun sirsak hingga halus dan
menerapkannya pada daerah yang terkena dua kali sehari secara teratur.Ini akan
membantu dalam mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh eksim. Sebuah bubur
dibuat dengan daun sirsak segar dan air mawar jika diterapkan pada kulit dapat sangat
berguna dalam mencegah terjadinya komedo dan masalah kulit lainnya juga.

9. Manfaat daun sirsak mampu menyingkirkan kutu

Kita semua ingin rambut sehat terbebas dari kerusakan,namun sayangnya gaya
hidup tidak sehat ditambah lagi paparan bahan kimia berbahaya dan polusi
lingkungan dapat membuat rambut menjadi rusak,bercabang,rontok dan menyebabkan
seseorang beruban meskipun dalam usia yang relative muda.Bahan alami dan produk
herbal sangat efektif dalam memerangi masalah ini. Manfaat daun sirsak untuk
rambut belum banyak diketahui oleh banyak orang.Daun sirsak memiliki kemampuan
untuk menghambat pertumbuhan parasit,selain sifat obat lainnya.Dengan menerapkan
rebusan daun sirsak pada rambut anda dapat membantu anda untuk menyingkirkan
kutu kepala di kepala.

3. KANDUNGAN KIMIA

a. Kandungan Kimia Dalam Daun Sirsak (Annona muricata L.)

Daun sirsak memiliki kandungan kimia berupa alkaloid, tannin, dan beberapa
kandungan lainnya termasuk senyawa annonaceous acetogenins. Annonaceous
acetogenins merupakan senyawa yang memiliki potensi sitotoksik. Senyawa
sitotoksik merupakan senyawa yang dapat bersifat toksik untuk menghambat dan
menghentikan pertumbuhan sel kanker (Mardiana, 2011). Menurut Robinson (1995),
kandungan senyawa dalam daun sirsak antara lain steroid/terpenoid,
flavonoid,kumarin, alkaloid, dan tanin. Senyawa flavonoidberfungsi sebagai
antioksidan untuk penyakitkanker, anti mikroba, anti virus, pengaturfotosintetis, dan
pengatur tumbuh (Robinson, 1995).

Pada daun sirsak ditemukan senyawa acetogenin yang bermanfaat mengobati


berbagai penyakit. Acetogenin memiliki sitotoksisitas terhadap sel kanker. Acetogenin
berperan serta dalam melindungi sistem kekebalan tubuh serta mencegah infeksi yang
mematikan (Erlinger, 2004). Hasil riset menyatakan, sirsak mengandung acetogenin
yang mampu melawan 12 jenis sel kanker. Banyaknya manfaat sirsak membuat orang
mulai beralih mengonsumsi suplemen herbal daun sirsak sebagai alternatif
pencegahan dan pengobatan konvensional (Adjie, 2011). Pada daun sirsak, telah
ditemukan 18 jenis annonaceous acetogenin dan telah terbukti secara in vitro bersifat
sitotoksik (Zeng et al, 1996). Menurut Putu (2012), para peneliti di Taiwan tahun
2003 juga melaporkan bahwa kandungan asetogenin daun sirsak (Annona muricata
L.) memiliki sifat toksik yang tinggi terhadap sel kanker ovarium, serviks, dan sel
kanker kulit pada dosis rendah. Acetogenins sering disebut sebagai inhibitor I atau
penghambat pertumbuhan sel kanker paling kuat (Zuhud, 2011). Chang (1998) dalam
Restuati (2013) menyatakan bahwa pada tumbuhan Annonaceae terdapat senyawa
metabolit sekunder berupa acetogenin yang dapat mengobati penyakit kanker yaitu
pada Hep 2,2,15 (human hepatoma cell transfected HBV), Hep. G2 (human hepatoma
cell), KB (human nasophryngeal carcinoma) and CCM2 (human colon tumor cell).

Daun sirsak mengandung tanin, alkaloid, dan sejumlah kandungan kimia


lainnya seperti acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin,
annomuricin, anomurine, anonol, gentisic acid caclourine, linoleic acid,
gigantetronin dan muricapentocin. Kandungan senyawa kimia tersebut merupakan
senyawa yg dapat memberikan manfaat untuk tubuh, baik sebagai obat ataupun
meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

b. Kandungan Kimia dalam Buah Sirsak

Zat yang terkandung pada Buah Sirsak


Karbohidrat
Fruktosa
Vitamin C
Vitamin B 1
Vitamin B 2
Melihat dari senyawa yang terkandung buah/ daging sirsak sangat baik untuk
asupan energi kebutuhan tubuh sehari hari dan tingginya vitamin dan kadar air
sangat baik untuk mencegah tubuh dari bahaya dehidrasi.

c. Kandungan Kimia dalam Biji Sirsak


Biji sirsak yang hitam dan keras ini bisa juga mengandung senyawa alkaloid lebih
berfungsi sebagai insektisida.

4. UJI AKTIVITAS BIOLOGI


a. Uji Aktivitas Ekstrak Biji Sirsak (Annona Muricata L.) terhadap Sel Kanker
BAHAN DAN METODE
Bahan Tanaman. Bahan Tanman yang digunakan adalah biji dari buah
sirsak (Annona muricata Linn.),yang diperoleh dari Kecamatan
Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Biji sirsak tersebut diekstraksi
dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.
Sel Kanker Manusia. Sel kanker manusia yang digunakan adalah
beberapa jenis continous cell line, diantaranya yaitu sel kanker
payudara (T47D), sel kanker kolon (WiDr), sel kanker serviks (HeLa)
dan sel kanker nasofaring (Raji) yang diperoleh dari CCRC (Cancer
Chemoprevention Research Center) Univeristas Gajah Mada, Yogyakarta.
Bahan Kimia. Etanol 96%, Media Rosewell Park Memorial Institute
(RPMI 1640) (Gibco), Fetal Bovine Serum (FBS) (Sigma), Penisilin
streptomisin (Sigma), Amfoterizin B (Sigma), Dimethyl sulfoxide
(DMSO), tripsin-EDTA (Sigma) (tripsin 0,25%), Tripan Blue (Sigma), 3-
(4,5-dimetiltiazol-2-il) difenil tetrazolium bromida (MTT) (Sigma),
Sodium Duodecyl Suphate (SDS) dan Phosphat Buffer Saline (PBS)
(Invitrogen).
Uji Sitotoksik dengan Metode MTT. Metode ini didasarkan pada reaksi
reduksi reagen MTT (3-(4,5- dimetiltiazol-2-il)-2,5-difeniltetrazolium
bromide) yang dikatalis oleh enzim suksinat dehidrogenase yang
dikandung oleh sel hidup. Secara ringkas tahapan pengujian ini adalah di
ditransfer sejumlah sel uji sebanyak 1x104 sel/sumuran dalam
media kultur lengkap yang terdiri dari FBS sebagai nutrisi utama sel,
penisilin-sterptomisin sebagai pencegah kontaminan.
bakteri, amfoterizin-B sebagai pencegah kontaminan jamur dan RPMI
1640 sebagai media pembawa (volume masing-masing sumuran 100
l) kedalam 96- well plate dan diinkubasi dalam inkubator CO2 5%
semalam. Selanjutnya dilakukan pemberian sampel uji dengan seri kadar
dan dibuat replikasi tiga kali (triplo), kemudian diinkubasikan kembali
semalam. Pengujian hari ke tiga, penambahan reagen MTT, dan setelah
4 jam akan terbentuk kristal formazan pada sel yang masih hidup.
Selanjutnya ditambahkan SDS stoper untuk menghentikan reaksi MTT.
Kemudian dilakukan pembacaan absorbansi menggunakan elisa reader
pada panjang gelombang 595nm.
Berdasarkan nilai absorbansi yang diperoleh dilakukan penentuan persen
viabilitas sel dengan menggunakan rumus:

Selanjutnya bersama dengan data kadar sampel yang digunakan dilanjutkan


penentuan nilai IC50 (Fresney,2005).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Ekstraksi dan Penapisan Fitokimia. Sejumlah 250 gram serbuk
simplisia biji sirsak diekstraksi menggunakan metode maserasi
menggunakan pelarut etanol 96% total sebanyak 2,5 liter (dilakukan
3 kali), menghasilkan esktrak kental biji sirsak sebanyak 13,546 gram.
Selanjutnya dilakukan penapisan fitokimia, untuk mengetahui
kandungan golongan kimia yang terdapat dalam ekstrak biji sirsak.
Berdasarkan uji skrining fitokimia ekstrak etanol biji sirsak diperoleh
hasil positif pada senyawa golongan kimia yang dapat dilihat pada Tabel
1.

Tabel 1. Hasil penapisan fitokimia ekstrak biji sirsak berdasarkan reaksi warna dan
pengendapan
No. Golongan Nama Reaksi Reaksi Warna, Pengendapan Keterangan
Senyawa dan KLT
1. Alkaloid Mayer Terjadi endapan (+) alkaloid

Wagner Terjadi endapan (+) alkaloid


Uji KLT Dragendorf (+) noda warna (+) alkaloid
Jingga (Rf: 0,67)
2. Glikosida Uji buih Terjadi buih (+) saponin
Saponin
Liebermann-Burchard Tidak terjadi warna hijau biru, (-) saponin steroid, saponin
merah ungu atau kuning muda triterpenoid, saponin jenuh

Terjadi cincin merah

Salkowski (+) steroid tak jenuh


KLT penampak noda (+) noda merah ungu (+) terpenoid/ steroid bebas
anisaldehid asam sulfat (Rf: 0,37)
3. Flavonoid KLT (+) noda kuning intensif (+) flavonoid
Butanol, as. asetat glasial, air (Rf: 0,51)
4. Tanin dan Gelatin NaCl Tidak terjadi endapan (-) tanin
Polifenol
FeCl3 Terjadi warna hijau - hitam (+) polifenol

Uji sitotoksik secara In Vitro. Uji sitotoksisitas terhadap sel kanker


merupakan pengujian dasar yang umum pada obat antikanker maupun
senyawa kemopreventif. Melalui parameter IC50, dapat dil ihatpotensi
toksik senyawa/bahan yang diujikan.Salah satu metode yang umum
digunakan untuk uji sitotoksisitas secara in vitro adalah metode MTT.
Adapun perinsip pengujian ini adalah reduksi garam kuning tetrazolium
MTT oleh enzim reduktase, suksinat tetrazolium yang masuk ke dalam
rantai respirasi pada mitokondria sel- sel yang hidup dan membentuk kristal
formazan berwarna ungu dan tidak larut air. Penambahan reagen stopper
(bersifat detergenik) dapat melarutkan kristal berwarna ini yang kemudian
diukur absorbansinya menggunakan elisa reader pada panjang
gelombang 595 nm. Berdasarkan nilai absorbansi yang diperoleh
dilakukan penentuan persen viabilitas. Selanjutnya bersama dengan data kadar
sampel yang digunakan dilakukan penentuan nilai IC50 (Fresney, 2005).
Harga IC50 dari ekstrak etanol biji sirsak pada masing-masing sel
kanker tertera pada Tabel 2:
Tabel 2. Nilai IC50 Ekstrak Biji Sirsak pada sel kanker mamalia
Harga IC50 (g/mL)
Sampel
Sel T47D Sel WiDr Sel HeLa Sel Raji
Ekstrak Biji 20,36 1,58 40,06 3,12 8,91 4,49 11,24 4,53
Sirsak
Gambar 1. Kurva linieritas persen viabiltas masing-masing sel kanker terhadap konsentrasi
ekstrak etanol biji sirsak(Annona muricata L.)
Berdasarkan kurva hubungan antara konsentrasi ekstrak dengan persen sel
hidup untuk mengetahui jumlah masing-masing sel kanker (T47D,
WiDr, HeLa, dan Raji) yang diujikan dengan ekstrak etanol kulit buah
sirsak dapat dilihat secara umum bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan uji
yang diberikan semakin rendah persentase kehidupan masing-masing sel
kanker yang terjadi (Gambar 1), yang dapat diartikan memiliki aktivitas
sitotoksisitas terhadap masing-masing sel kanker tersebut. Disebutkan dalam
literatur, bahwa ekstrak dapat dikatakan memiliki aktivitas sitotoksik
jika nilai IC50 kurang dari 1000 g/mL setelah 24 jam kontak dengan sel
kanker. Sehingga dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol biji sirsak dapat
digunakan sebagai pilihan terapi antikanker. Aktivitas ini dapat disebabkan
kandungan kimia yang spesifik dari familia Annonaceae yaitu annoceous
acetogenin.
Annonaceous acetogenin bekerja menghambat dan membunuh sel kanker
secara selektif, karena mampu mendeteksi dan membedakan sel normal
dan sel kanker. Asetogenin menyerang sel secara selektif, artinya
hanya sel yang diidentifikasi sebagai sel kanker saja yang diserang, sementara
sel normal tidak diserang. Mekanisme ini sangat berbeda dengan cara kerja
obat- obatan kemoterapi yang menyerang sel kanker dan juga sel normal.
Akibatnya sel normal ikut rusak dan mati yang berakibat pada timbulnya
berbagai macam efek samping. Cara acetogenin dalam membedakan sel
kanker dan sel normal adalah berdasarkan dari kebutuhan sel akan ATP
(Adenosine Trifosfate). Karena sel kanker bergerak, tumbuh dan
berduplikasi lebih cepat dan aktif dibandingkan sel normal, maka
sel kanker membutuhkan energi ATP dalam jumlah yang lebih banyak.
Acetogenin mendeteksi kebutuhan ATP yang lebih tinggi sebagai sel
kanker. Selanjutnya acetogenin masuk ke dalam sel kanker dan menempel
pada dinding sebelah dalam mitokondria, yaitu organ di dalam sel yang
berfungsi sebagai tempat memproduksi energi ATP bagisel.Selanjutnya
acetogenin memblok produksi energi ATP di dalam mitokondria sel kanker.
Akibatnya suplai energi untuk sel kanker akan terputus, sel kanker menjadi
lemah dan akhirnya mati (Alali et al., 1999).
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak biji sirsak memiliki
potensi sitotoksik terhadap semua sel uji (T47D, HeLa, WiDr dan Raji),
meskipun memiliki harga IC50 lebih tinggi dibanding obat antikanker
doxorubicin (hasil tidak dipublikasikan). Kemampuan ekstrak biji sirsak
menghambat pertumbuhan paling kuat terhadap sel kanker servik (HeLa)
dengan IC50 sebesar (8,906 4,497 g/ml). Kondisi ini didukung oleh
penelitian sebelumnya yang menyebutkan efek sitotoksik biji sirsak terhadap
kanker ovarian Ehrlichs Ascites Carcinoma (EAC) yang diinokulasikan ke
dalam tikus (Ukwubile, 2012). Dengan demikian, ekstrak ini dapat
dikembangkan sebagai pengobatan antikanker, utamanya untukkanker
servik. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui
mekanisme ekstrak etanol daun sirsak dalam menghambat pertumbuhan sel
raji, sehingga penggunaannya dapat tepat pada siklus proliferasi yang sesuai
pada sel kanker tersebut.

b.Potensi Antioksidan Berbagai Sediaan Buah Sirsak [Anonna Muricata Linn]


(Potential Test Of Antioxidant Various Preparation Of Soursop Fruit [Annona
Muricata Linn])
METODE
Penelitian ini menganalisis secara kuantitatif kandungan vitamin C dan
total polifenol, serta menguji aktivitas antioksidannya dalam bentuk
tiga sediaan buah sirsak yaitu sari buah, ekstrak etanol 96%, dan
ekstrak etil asetat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap dengan 2 ulangan. Hubungan antara
kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan serta kandungan
polifenol dan aktivitas antioksidan diuji dengan korelasi
Pearson.Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan
Mei 2013 di Laboratorium Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Pakuan dan di Laboratorium Balai
Penelitian Peternakan Ciawi, Bogor. Bahan baku yang digunakan
adalah 50 kg buah sirsak masak yang dibeli dari pasar Bogor. Buah
sirsak masak selanjutnya dipisahkan dari kulit dan bijinya sehingga
menghasilkan 33,5 kg daging buah, lalu diblansir secara bertahap
dengan cara dimasukkan dalam dandang yang berisi air mendidih
selama 5 menit untuk satu sisi dan 5 menit berikutnya untuk yang lain.
Daging buah kemudian dibuat tiga sediaan yaitu 10 kg daging buah
dibuat sari buah sirsak,10 kg daging buah dibuat ekstrak etanol 96%,
dan 10 kg daging buah dibuat ekstrak etil asetat.Pembuatan sari buah
sirsak dilakukan dengan menyaring daging buah sirsak menggunakan
kain batis, filtrat hasil penyaringan dianggap sebagai sari buah sirsak
100 persen. Ketiga sediaan selanjutnya dikarakterisasi dengan
melakukan penghitungan rendemen, uji organoleptik,penetapan kadar
air, dan pengamatan organoleptik.Pembuatan ekstrak etanol 96%
dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol
96%. Maserasi tahap awal yaitu merendam 10 Kg daging buah
dalam 10 L etanol 96% selama 2 hari dalam botol kaca coklat yang
dilapisi alumunium foil. Selama perendaman dilakukan pengadukan
(setiap 6 jam). Selanjutnya setelah dimaserasi selama 2 hari, maserat
disaring dengan kain batis, filtrat disimpan dalam botol kaca coklat
yang lain, dan residunya dimaserasi kembali dengan 10L etanol 96%
selama 1 (satu) hari. Setelah maserasi kedua selesai, maserat disaring
dengan kain batis. Filtrat digabungkan, kemuadian diendap-tuangkan.
Stelah itu, ekstrak diuapkan pelarutnya menggunakan rotary

evaporator pada suhu 400 C dan di vacuum dryer agar diperoleh


ekstrak kental.
Sediaan yang diperoleh dilakukan uji fitokimia secara kualitatif

untuk kandungan flavonoid, alkaloid,tanin,saponin dan


Spektrofotometri Serapan atom)19. Uji kuantitatif kandungan
polifenol dan vitamin C dilakukan di Laboratorium Farmasi FMIPA,
Universitas Pakuan, Bogor secara duplo.
Pada semua sediaan yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji
aktivitas antioksidan. Pengujian antioksidan dilakukan dengan

pereaksi DPPH(1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)20. Nilai persentase


hambatan terhadap DPPH dihitung berdasarkan persamaan berikut:

Nilai IC 50 (Inhibition Concentration 50) diperoleh dari perpotongan


garis antara 50 persen daya hambat dengan sumbu konsentrasi
menggunakan persamaan linier (y=bx+a), dimana y=50 dan x
menunjukkan IC 50 . Penetapan aktivitas antioksidan berbagai
sediaan sirsak dalam penelitian inidisesuaikan dengan standar dari

Yen, et al21 yaitu: sangat aktif (<50 ppm), aktif (50-100 ppm),
kurang aktif (100-1000 ppm), tidak aktif (>1000 ppm).
Selanjutnya untuk mengetahui hubungan antara variabel kadar
polifenol dan kadar vitamin C terhadap aktivitas antioksidan
dilakukan analisis data dengan metode Pearson menggunakan
program SPSS 17.0. Dalam menentukan katagori kekuatan hubungan
antara kandungan vitamin C dan aktivitas antioksidan serta h
ubungan antara polifenol dengan aktivitas antioksidan.
HASIL
Preparasi dan Karakterisasi Buah Sirsak
Sepuluh kilogram daging buah sirsak dibuat sari buah, menghasilkan
rendemen sari buah sirsak sebesar 64,28 persen dengan kadar air sari
buah sebesar 42,3 persen. Ekstraksi 10 kg daging buah
menggunakan pelarut etil asetat, menghasilkan ekstrak kental
dengan kadar air 11,52 persen sebanyak 162 gram, sehingga
rendemen untuk ekstrak etil asetat adalah 1,44 persen.Ekstraksi 10
kg daging buah menggunakan pelarut etanol 96%,menghasilkan
ekstrak kental dengan kadar air 3,77 persen 1.486,75 gram, sehingga
rendemennya sebesar 14,89 persen.
Karakteristik hasil preparasi sediaan buah sirsak pada Tabel 1.
Sediaan Fisik Warna Rasa Aroma Rende- Kadar
men Air
(%) (%)
Sari buah kental putih asam manis khas sirsak 64,28 42,3
Ekstrak Etil Asetat kental coklat-kuning asam manis khas sirsak 1,44 11,52
Ekstrak etanol 96 % kental coklat asam manis khas sirsak 14,89. 3,77

Hasil Uji Fitokimia Kualitatif


Hasil uji fitokimia kualitatif menunjukkan bahwa di dalam semua
sediaan terkandung alkaloid, tanin, saponin, flavonoid dan
polifenol, dimana di antara senyawa-senyawa tersebut, senyawa
tanin, flavonoid dan polifenol berfungsi sebagai antioksidan.Hasil
uji fitokimia semua sediaan disajikan dalam Tabel 2.
Identifikasi Senyawa Parameter Sari buah Ekstrak Ekstrak
etanol 96% etil asetat
Flavonoid Merah jingga + + +
Dragendorf Endapan merah + + +

Wagner Endapan coklat + + +

Mayer Endapan putih + + +


Saponin Terbentuk emulsi + + +
Tanin Endapan putih + + +
Hasil Uji Fitokimia Kuantitatif
Hasil penetapan kandungan polifenol, vitamin C, Natrium, Kalium
dalam tiga sediaan buah sirsak disajikan dalam Tabel 3. Kadar
polifenol ekstrak etanol 96% lebih besar daripada ekstrak etil
asetat, dan lebih kecil jika dibandingkan dengan sari buah.
Sediaan Polifenol (g SAG) Vit C (mg) Natrium (g) Kalium (g)
a a
Sari Buah 0, 473 38,24 0,0269 0,39
b b
Ekstrak Etanol 96% 0, 324 30,56 0,0416 0,26
c a
Ekstrak Etil Asetat 0, 194 35,66 0,0436 0,22
Hasil Uji Aktivitas Antioksidan
Hasil penetapan aktivitas antioksidan dan nilai persentase inhibisi
DPPH sari buah, ekstrak etanol 96 persen dan ekstrak etil asetat
disajikan dalam Tabel 4.
Konsentrasi Inhibisi Konsentrasi Inhibisi Konsentrasi Inhibisi Konsentrasi Inhibisi
Vit. C Vit. C Sari buah sari ekstrak ekstrak ekstrak etil ekstrak
(ppm) (%) (ppm) buah etanol etanol asetat etil
(%) (ppm) (%) (ppm) asetat
(%)
2 25,38 100 41,99 400 31,64 200 27,99
4 48,59 200 45,83 500 38,93 300 36,79
6 72,95 300 50,73 600 45,83 400 44,42

8 90,38 400 55,89 700 51,69 500 52,17

500 60,13 800 61,46 600 58,34


IC 50 (ppm) 4,15
IC 50 (ppm) 282,61 IC 50 (ppm) 660,08 IC 50 (ppm) 480,26

Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan aktivitas sari buah,


ekstrak etanol 96% dan etil asetat lebih rendah dibandingkan dengan
aktivitas vitamin C kontrol.
Nilai IC 50 sari buah merupakan yang terendah diantara ketiga jenis
sediaan, yang artinya sari buah mempunyai aktivitas antioksidan
yang lebih baik dibandingkan dengan sediaan yang lain.
Hasil uji korelasi antara polifenol dengan aktivitas antioksidan dan
korelasi antara vitamin C dengan aktivitas antioksidan disajikan pada
Tabel 5. Nilai Pearson correlation menunjukkan nilai korelasi (r).
Hasil uji korelasi antara kadar polifenol dan aktivitas antioksidan
menunjukkan bahwa nilai r adalah -0,556 (Gambar 1) dan ini
menunjukkan korelasi kuat, sedangkan hasil uji korelasi antara
vitamin C dan aktivitas antioksidan menunjukkan nilai r adalah -

0,977 (Gambar 2) dan ini menunjukkan korelasi yang sangat kuat21.

Vitamin C Polifenol
IC Pearson Correlation -.977 -.556

Sig. (2-tailed) .137 .624

N 3 3
5. PRODUK YANG BEREDAR

1. HABBAT PLUS SIRSAK


Kapsul Habbat Sirsak merupakan produk herbal yang diformulasikan dari ekstrak
minyak habbatussauda dan sirsak yang memilik khasiat lebih kuat karena kapsul ini
lebih mudah diserap tubuh.Kapsul herbail ini mampu membunuh sel kanker yang
bersarang ditubuh,terutama kanker prostat,pankreas dan paru-paru.

2. KAPSUL HERBA DAUN SIRSAK

Produk ini terbuat dari daun tumbuhan sirsak yang memilik nama latin Annona
Muricata. Daun sirsak untuk kanker dapat bekerja seperti kemoterapi alami bagi
tubuh. Efek Farmakologi Herbal :

- Aitotoksik : meracuni sel kanker


- Kapsul daun sirsak anti kanker yaitu menghambat pertumbuhan sel kanker.
- Anti tumor : menghambat pertumbuhan tumor.
- Anti oksidan sebagai penahan dan pencegah oksidasi.
- Anti mutagenik yaitu zat bersifat menghambat mutasi gen.

3. TEH CELUP SIRSAK


Produk ini dapat mengatasi kanker prostat,pankreas dan paru-paru.

4. MADU SIRSAK

Manfaat Madu Ekstrak Daun Sirsak yaitu sebagai alternatif untuk membantu proses
penyembuhan kanker. Bermanfaat membunuh sel-sel kanker seperti : Asam
urat,Kanker Usus Besar.Kanker Payudara, Kanker Prostat,Paru-paru,dll. Melindungi
sistem kekebalan tubuh dan sebagai antibiotik alami.

6. PENGOLAHAN SIMPLISIA

CARA PEMBUATAN SIMPLISIA SIRSAK SEBAGAI OBAT


Bagian tanaman sirsak yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan adalah buah, daun,
kulit kayu, bunga dan biji. Berdasarkan riset terhadap kandungan fitokimia sirsak,
tanaman ini mempunyai berbagai khasiat untuk pengobatan beragam penyakit. Pada
umumnya semua bagian dari pohon sirsak adalah bermanfaat sebagai obat namun
untuk keperluan pembuatan simplisia yang digunakan adalah daun, kulit kayu dan
bunga sirsak.
Dengan segudang manfaat, tanaman sirsak dapat diolah sebagai bahan obat herbal
yang selain mendatangkan manfaat kesehatan juga mempunyai peluang ekonomi
dengan memproduksinya memperkaya khasanah obat tradisional nusantara. Sebagai
wirausaha obat herbal, pada dasarnya sirsak khususnya daunnya dapat diolah menjadi
simplisia (ekstrak) menjadi kapsul atau teh herbal. Proses pembuatan simplisia daun
sirsak terdiri atas beberapa tahap yaitu pencucian, penirisan, pengirisan, pengeringan
dan pengemasan. Semua tahapan diatas harus diperhatikan untuk mencegah hilangnya
zat-zat berkhasiat yang terkandung dalam daun sirsak. Simplisia daun sirsak yang
baik adalah bila kadar airnya rendah yaitu antara 10 % - 15 %, tidak mengandung
kotoran, serta tidak ada penyimpangan warna, rasa dan aroma.

Daun sirsak yang dipilih adalah daun yang tidak terlalu tua atau terlalu muda.
Sebaiknya diambil daun ke 4 atau 5 dari ujung. Pemilihan dengan metode ini
dikarenakan kandungan annonaceous acetoginin pada kondisi ini adalah paling tinggi.
Sedangkan tanaman yang baik yang digunakan sebagai sumber simplisia adalah
tanaman sirsak yang tumbuh pada ketinggian 50 meter diatas permukaan laut. Daun
yang sudah dipetik kemudian dimasukkan kedalam keranjang.

Daun sirsak dicuci dengan air bersih agar bebas dari kotoran, tanah dan debu yang
menempel. Hal ini penting dikarenakan kotoran dapat mempengaruhi khasiat yang
terkandung dalam bahan baku tersebut. Pencucian dapat dilakukan sesuai dengan
kebutuhan.
Setelah dicuci, daun sirsak dapat ditiriskan dalam wadah keranjang yang berlubang
agar airnya dapat menetes kebawah.

Pengeringan bertujuan agar mengurangi kadar air, mempertahankan daya fisiologis


bahan serta mengawetkan dan mempertahankan kualitas produk. Metode pengeringan
dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dijemur dibawah sinar matahari atau diangin-
anginkan pada suhu kamar.
Pengeringan simplisia daun sirsak dengan bantuan sinar matahari biasanya dilakukan
selama 3-5 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8 %. Caranya adalah dengan
menjemur daun sirsak diatas tikar atau rangka pengering. Selama pengeringan
daun sirsak harus dibolak baliksetiap 4 jam agar merata keringnya.

Cara pengeringan lainnya adalah dengan menggunakan rak oven. Daun sirsak yang
sudah ditiriskan dihamparkan dalam loyang lalu dioven dengan suhu 60 derajat
celcius selama 30 menit. Selanjutnya simplisia daun sirsak siap dikemas dan disimpan
ditempat yang kering serta terlindungi dari sinar matahari agar tidak rusak.

Pengemasan bertujuan untuk menjaga kualitas simplisia daun sirsak yang sudah
diproduksi. Kemasan dipilih sebaiknya yang mampu mencegah uap air masuk
kedalam produk yang sudah jadi. Dengan demikian simplisia tidak mudah berjamur
yang akan membahayakan kesehatan bila dikonsumsi.Selanjutnya simplisia dapat
dibuat dengan berbagai bentuk seperti bahan rebusan, bubuk kering, atau bahan
ekstrak daun sirsak.
Cara kerja pembuatan Simplisia
Paska panen sortasi basah pencucian perubahan bentuk pengeringan
sortasi kering penyimpanan dan pengepakan.
Proses pembuatan simplisia
1. Pengumpulan/panen
a. Tekhnik pengumpulan
Pengumpulan/panen dapat dilakukan dengan tangan atau
menggunakan alat (mesin). Apabila pengambilan dilakukan
secara langsung (pemetikan) maka harus memperhatikan
keterampilan si pemetik, misalnya dikehendaki daun yang muda,
maka daun yang tua jangan dipetik dan jangan merusak bagian
tanaman lainnya.
b. Waktu pengumpulan atau panen
Kadar kandungan zat aktif suatu simplisia dilakukan oleh waktu
panen, umur tanaman, bagian yang diambil dan lingkungan
tempat tumbuhnya, sehingga diperlukan satu waktu pengumpulan
yang tepat yaitu pada saat kandungan zat aktifnya mencapai
jumlah maksimal.
Pada umumnya waktu pengumpulan sebagai berikut :
1. Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan
sebelum buah menjadi masak.
2. Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar.
3. Buah dipetik dalam keadaan tua, kecuali buah mengkudu
dipetik sebelum buah masak.
4. Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna.
5. Akar, rimpang (rhizoma), umbi (tuber), dan umbi lapis
(bulbus) dikumpulkan sewaktu proses pertumbuhannya
berhenti.

c. Bagian tanaman
Adapun cara pengambilan simplisia/bagian tanaman adalah :
1. Kulit batang/klika (cortex) diambil dari batang utama dan cabang,
dikelupas dengan ukuran panjang dan lebar tertentu.
2. Batang (caulis) diambil dari cabang utama sampai leher akar, dipotong-
potong dengan panjang dan diameter tertentu.
3. Kayu (lignum) diambil dari batang atau cabang, kelupas kulitnya dan
dipotong-potong kecil.
4. Daun (folium) diambil daun tua daun kelima dari pucuk. Daun muda
dipetik satu persatu secara manual.
5. Bunga (flos) dapat berupa kuncup atau mahkota bunga atau daun bunga,
dapat dipetik langsung dengan tangan.
6. Akar (radix) diambil bagian yang berada dibawah permukaan tanah
dipotong-potong dengan ukuran tertentu.
7. Rimpang (rhizoma). Tanaman dicabut, rimpang diambil dan dibersihkan
dari akar, dipotong melintang dengan ketebalan tertentu.
8. Buah (fructus) dapat berupa buah yang masak, matang, atau buah muda,
dipetik dengan tangan.
9. Biji (semen). Buah yang dipetik dikupas kulitnya menggunakan tangan
atau alat, biji dikumpulkan dan dicuci.
10. Herba atau bagian tanaman yang berada diatas tanah diambil dan
dibersihkan.
2. Sortasi basah dan pencucian
Sortasi basah dan pencucian dimaksudkan untuk membersihkan tanaman dari
benda-benda asing dari luar (tanah,batu, dan sebagainya) dan memisahkan
bagian tanaman yang tidak dikehendaki. Pencuciaan terutama dilakukan bagi
simplisia utamanya bagian tanaman yang berada di bawah tanah, untuk
membersihkan simplisia dari sisa-sisa tanah yang melekatat.
3. Perajangan
Perajangan dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan dan
perwadahan. Setelah dicuci dan dibersihkan dari kotoran dan benda-benda
asing, materi dijemur dulu kurang lebih 1 hari kemudian dipotong-potong
kecil dengan ukuran antara 0,25-0,6 cm yang setara dengan ayakan 4/18.
Pembuatan serbuk simplisia kecuali dinyatakan lain, seluruh simplisia
harus dihaluskan menjadi serbuk (4/18).
4. Pengeringan
Pengeringan simplisia bisadilakukan dengan cara diangin-anginkan di
atas koranpadasuhutertentu (misalnyadaun, buah, biji, bunga,
kulitbatang,rimpang) ataupun dikeringkan dibawah sinar matahari
dengan menggunakan kainhitam (misalnya pada akar, batang, dan
kayu). Jika dikeringkan pada ada suhu kamar berkisar 15-300C, pada
suhu sejuk berkisar 5-150C, pada suhu dingin 0-50C.
Tujuan pengeringan pada tanaman:
1) Untuk mendapatkan simplisia yang awet, tidak rusak dan dapat digunakan
dalam jangka waktu yang relatif lama.
2) Mengurangi kadar air, sehingga mencegah pertumbuhan mikroorganisme
seperti terjadinya pembusukan oleh jamur atau bakteri karna terhentinya
proses enzimatik dalam jaringan tumbuhan yang selnya telah mati. Agar reaksi
enzimatik tidak dapat berlangsung, kadar air yang dianjurkan adalah kurang
dari 10%.
3) Mudah dalam penyimpangan dan dihaluskan bila dibuat serbuk.
5. Sortasi kering
Sortasi kering dilakukan sebelum perwadahan yang bertujuan memisahkan
sisa-sisa benda asing atau bagian tanaman yang tidak dikehendaki pada saat
sortasi basah. Pemilihan dilakukan terhadap bahan-bahan yang terlalu gosong,
bahan yang rusak akibat tertindas roda kenderaan (misalnya dikeringkan ditepi
jalan raya).
6. Pewadahan dan penyimpanan simplisia
Simplisia yang diperoleh diberi wadah yang baik dan disimpan pada tempat
yang dapat menjamin terpeliharanya mutuh dari simplisia. Wadah terbuat dari
plastik tebal atau gelas yang berwarna gelap dan tertutup kedap memberikan
suatu jaminan yang memadahi terhadap isinya. Wadah dari logam tidak
dianjurkan agar tidak berpengaruh teradap simplisia.