Anda di halaman 1dari 41

KATA PENGANTAR

Untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan pada umumnya dan


kegiatan penyusunan perencanaan, penyelenggaraan, pelaksanaan, pengendalian,
pengawasan dan penilaian, dirasakan kebutuhan akan informasi kesehatan
semakin diperlukan. Hal ini terutama dalam upaya perluasan pemerataan dan
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
Program pemantapan Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah
satu program yang sangat diperlukan. Oleh karena itu perlu dimanfaatkan dan
dikembangkan untuk menunjang sepenuhnya pelaksanaan dan pengembangan
program upaya kesehatan. Propil Kesehatan Puskesmas Sukamerindu Kota
Bengkulu tahun 2013 ini merupakan penyajian data hasil kegiatan puskesmas
selama satu tahun kegiatan.
Tujuan disusunnya Propil Kesehatan ini dalah untuk memberikan
gambaran kesehatan secara menyeluruh di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu
Kota Bengkulu dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan
secara berhasil guna dan berdaya guna demi tercapainya Indonesia Sehat 2015,
yang berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal dan Indikator Kota Sehat.
Walaupun mutu Propil Kesehatan yang disajikan ini masih belum
memadai namun diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan acuan bagi
perencanaan, penilaian kegiatan kesehatan yang telah dilaksanakan di Puskesmas
Sukamerindu.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu memperlancar
proses penyusunan Propil Kesehatan Puskesmas Sukamerindu tahun 2013 ini
kami mengucapkan terima kasih.

Bengkulu, Januari 2013


TIM PENYUSUN

DAFTAR ISI
Halaman

Halaman Judul ... i

Kata Pengantar . ii

Daftar Isi .... iii

BAB I : PENDAHULUAN 1

BAB II : GAMBARAN UMUM

A. SEJARAH SINGKAT

1. Sejarah Puskesmas.. 3
2. Prestasi Yang diraih. 6

B. SUMBER DAYA

1. Fasilitas.. 6
2. Sumber Daya Manusia.. 7

C. GEORAFI DAN KEPENDUDUKAN

1. Geografis. 8

2. Kependudukan..... 9

BAB III : PEMBANGUMAN KESEHATAN

A. VISI. 11

B. MISI. . . 11

C. Program Pembangunan Kesehatan 12

D. Pengembangan Puskesmas . 12

E. Langkah Penyempurnaan Pelayanan.. 13

BAB IV : PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

A. Derajat Kesehatan.. 15

B. Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan 17

C. Hasil Kegiatan Di Luar Kegiatan Pokok... 28

BAB V : PENUTUP ... .. 30

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar masih perlu

mendapatkan perhatian yang lebih besar, pembangunan kesehatan bertujuan

untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi

setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk

mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat diselenggarakan

sebagai upaya kesehatan dengan pendekatan, pemeliharaan dan peningkatan

kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan

penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan

secara menyeluruh dan terpadu serta berkesinambungan.

Program pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini

telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup

bermakna yang ditandai dengan menurunnya angka kematian bayi dan angka

kematian ibu serta meningkatnya angka harapan hidup, namun dengan

terjadinya krisis ekonomi yang berdampak luas telah mempengaruhi

perbaikan hasil pembangunan kesehatan. Pengalaman menunjukan bahwa

krisis ekonomi secara langsung akan menurunkan tingkat pendapatan,

mempengaruhi perubahan pola konsumsi dan status gizi . Ancaman lebih

lanjut adalah menurunnya cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi,

semakin besarnya proporsi keluarga miskin yang rawan terhadap masalah

masalah kesehatan

Upaya kesehatan perlu ditingkatkan dengan tujuan agar dapat

menyelenggarakan upaya kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau

oleh masyarakat, terutama yang berpenghasilan. Dengan peran serta aktif dari

masyarakat, sesuai fungsi Puskesmas sebagai pusat pengembangan,

pembinaan dan pelaksanaan upaya kesehatan diwilayah kerjanya maka

kegiatan yang akan dilaksnakan oleh puskesmas dari waktu kewaktu terus
berkembnag dan perlu direncanakan dengan seksama agar dapat menjadi

pedoman dalam pelaksanaan peningkatan upaya kesehatan.

Sistem Informasi Kesehatan dikembangkan terutama untuk

mendukung manajemen kesehatan. Propil Kesehatan ini sangat diperlukan

untuk memenuhi kebutuhan akan data / informasi kesehatan bagi semua

pihak.

Adapun pokok-pokok yang diuraikan pada setiap Bab dalam propil ini

adalah untuk melihat situasi kesehatan masyarakat di wilayah kerja

Puskesmas Sukamerindu yang antara lain data mengenai Geografi dan

Kependudukan, Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan serta Pencapaian

Pembangunan Kesehatan yang mengacu pada Indikator Kesehatan dan

Standar Pelayanan Minimal.

BAB II
GAMBARAN UMUM

A. SEJARAH SINGKAT

1. SEJARAH PUSKESMAS

Puskesmas Sukamerindu Bengkulu berdiri pada tahun 1971 dan


dikelolah oleh seorang Bidan. Puskesmas Sukamerindu semula
merupakan BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak). Pada tahun 1975 BKIA
Sukamerindu mendapat pengembangan program menjadi BPKIA (Balai
Pengobatan Ibu dan Anak) sehingga lingkup kerjanya lebih luas.
Pada tahun 1978 BPKIA Sukamerindu resmi menjadi Puskesmas
Sukamerindu dengan wilayah kerja 8 (delapan) kelurahan yaitu :
1. Kelurahan Sukamerindu

2. Kelurahan Pintu Batu

3. Kelurahan Bajak

4. Kelurahan Tengah Padang

5. Kelurahan Pengantungan

6. Kelurahan Kampung Kelawi

7. Kelurahan Kampung Bali

8. Kelurahan Pasar Bengkulu

Dengan adanya perluasan wilayah kota madya Bengkulu pada


tahun 1987 maka Puskesmas Sukamerindu mendapat tambahan wilayah
kerja sebanyak 3 (tiga) desa yaitu :
1. Desa Semarang

2. Desa Tanjung Agung

3. Desa Rawa Makmur

Dari ketiga desa itu Puskesmas Sukamerindu hanya bertanggung


jawab secara administrasi sedangkan operasionalnya langsung dibawah
pengawasan Dinas Kesehatan Kota Madya Bengkulu. Pada bulan Januari
1988 desa Semarang dan Tanjung Agung tidak lagi dalam wilayah kerja
Puskesmas Sukamerindu dan diganti dengan 5 (lima) desa lain yaitu :
1. Desa Bentiring
2. Desa Kandang Limun

3. Desa Pematang gubernur

4. Desa Talang Kering

5. Desa Beringin Jaya

Pada bulan Agustus 1988 Puskesmas Sukamerindu kembali


mengalami perubahan wilayah kerja menjadi 12 (dua belas)
kelurahan/desa, yaitu :
1. Kelurahan Sukamerindu

2. Kelurahan Pintu Batu

3. Kelurahan Bajak

4. Kelurahan Tengah Padang

5. Kelurahan Pengantungan

6. Kelurahan Kampung Kelawi

7. Kelurahan Kampung Bali

8. Kelurahan Pasar Bengkulu

9. Desa Tanjung Agung

10. Desa Tanjung Jaya

11. Desa Semarang

12. Desa Surabaya

Puskesmas Sukamerindu dibantu oleh didukung oleh 10 (sepuluh)


Puskesmas Pembantu antara lain :
1. Puskesmas Pembantu Pintu Batu

2. Puskesmas Pembantu Bajak

3. Puskesmas Pembantu Pengantungan

4. Puskesmas Pembantu Tengah Padang

5. Puskesmas Pembantu Kampung Kelawi

6. Puskesmas Pembantu Kampung Bali


7. Puskesmas Pembantu Pasar Bengkulu

8. Puskesmas Pembantu Tanjung Agung

9. Puskesmas Pembantu Semarang

10. Puskesmas Pembantu Surabaya

Bulan Juni 1991 Puskesmas Pembantu Kampung Bali dijadikan


Puskesmas Induk dengan mengambil sebagian wilayah kerja Puskesmas
Sukamerindu sehingga wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu tinggal 7
(tujuh) kelurahan dan desa yaitu :
1. Kelurahan Sukamerindu

2. Kelurahan Pintu Batu

3. Kelurahan Pengantungan

4. Desa Tanjung Agung

5. Desa Tanjung Jaya

6. Desa Semarang

7. Desa Surabaya

Dalam melakukan tugas dan kegiatan Puskesmas Sukamerindu dibantu 5


(lima) Puskesmas Pembantu (Pustu) yaitu :
1. Puskesmas Pembantu Sentiong

2. Puskesmas Pembantu Semarang

3. Puskesmas Pembantu Surabaya

4. Puskesmas Pembantu Pintu Batu

5. Puskesmas Pembantu Tanjung Agung

Seiring dengan pemekaran wilayah kota Bengkulu maka sejak


tahun 2008 Puskesmas Sukamerindu kembali mengalami perubahan
wilayah kerja menjadi 7 (tujuh) kelurahan, yaitu :
1. Kelurahan Suamerindu
2. Kelurahan Tanjung Agung
3. Kelurahan Tanjung Jaya
4. Kelurahan Semarang
5. Kelurahan Surabaya
6. Kelurahan Pasar Bengkulu
7. Kelurahan Kampung Kelawi
Untuk membantu pelaksanaan tugas dan kegiatan Puskesmas
Sukamerindu saat ini di dukung oleh 6 (enam) Puskesmas Pembantu
(Pustu) yaitu :
1. Puskesmas Pembantu Sentiong

2. Puskesmas Pembantu Tanjung Agung

3. Puskesmas Pembantu Semarang

4. Puskesmas Pembantu Surabaya

5. Puskesmas Pembantu Pasar Bengkulu

6. Puskesmas Pembantu Kampung Kelawi

Sejak mulai berdiri hingga saat ini Puskesmas Sukamerindu


Bengkulu telah beberapa kali mengalami penggantian pimpinan, yaitu :
1. Dr. Iskandar Nawawi, Tahun 1978 - 1982

2. Dr. Geri Haryati, Tahun 1982 - 1983

3. Dr. Robert Maruahal Sinaga, Tahun 1983 - 1986

4. Dr. M. Ikhsan Hajar, Tahun 1986 - 1988

5. Dr. Sri Zubaidah, Tahun 1988 - 1989

6. Dr. Retno Widyaningsih, Tahun 1989 - 1991

7. Dr. Satrio Budiman, Tahun 1991 - 1992

8. Dr. BA. Muctar, Tahun 1992 - 1996

9. Dr. Rena Sihpratiti, Tahun 1996 2004

10. Dr. Rosmedi, Tahun 2004 - 2005

11. Drg. Marlina Azora MM, Tahun 2005 - 2006

12. Dr. Dessy Noermadhanningsih, Tahun 2006 2009

13. Dr. Annelin Kurniati, Tahun 2009 2011

14. Dr. Erlina Pnca Putri, Tahun 2011 - sekarang

2. PRESTASI YANG DIRAIH


Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu sejak berdiri hingga
saat ini telah meraih berbagai penghargaan baik di daerah maupun di
Tingkat Nasional, antara lain :
1. Citra Pelayanan Paripurna Tingkat Nasional Tahun . 2002
2. Juara I Lomba Puskesmas Terbersih & Berprestasi Tingkat Propinsi
Bengkulu Tahun 2004
3. Unit Pelayanan Publik dengan kinerja Baik Tingkat Propinsi
Bengkulu Tahun 2006
4. Piala Citra Pelayanan Prima Tingkat Nasional Tahun 2008
5. Juara I Lomba Senam Jantung Sehat Tahun 2015
6. Juara I Puskesmas Santun Lansia Tingkat Kota Tahun 2015
7. Juara I Lomba Asah Terampil Kader Posyandu Tahun 2015
8. Juara II Lomba Balita Sehat Tingkat Kota Bengkulu Tahun 2015
9. Juara I Lomba Puskesmas Terbersih dan Berprestasi Tahun 2015

B. SUMBER DAYA

1. FASILITAS
Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu memiliki sebuah gedung

berlantai 2 (dua) dengan fasilitas yang cukup memadai untuk

memberikan pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas pelayanan di

Puskesmas Sukamerindu terdiri dari :


1. Ruang Poli Umum dilengkapi alat yang memadai
2. Ruang Poli Balita dilengkapi alat yang memadai
3. Ruang Poli Lansia dilengkapi alat yang memadai
4. Ruang Poli Gigi dilengkapi alat yang memadai
5. Ruang Poli KIA/KB dilengkapi alat yang memadai
6. Ruang Poli P2M dilengkapi alat yang memadai
7. Ruang Poli Imunisasi dilengkapi alat yang memadai
8. Ruang Klinik Gizi & Laktasi dilengkapi alat yang memadai
9. Ruang Klinik Sanitasi dilengkapi alat yang memadai
10. Ruang Klinik PKPR/PKRE
11. Ruang Unit Gawat Darurat dilengkapi alat yang memadai
12. Ruang Laboratorium dan alat pemeriksaan yg memadai
13. Ruang Apotek dan Gudang Obat
14. Ruang Pendaftaran
15. Ruang Tunggu di tiap Lantai
16. Ruang Aula
17. Ruang Kepala UPTD
18. Ruang Tata Usaha
19. Gudang
20. WC karyawan & WC pasien
21. Halaman Parkir
22. Sarana Audio Visual ( TV, VCD dan Tape Recorder)
23. 1 (satu) Unit mobil Ambulan
24. 3 (tiga) unit kendaraan roda dua (motor)

25. SUMBER DAYA MANUSIA


Dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,

Puskesmas Sukamerindu di dukung oleh 55 tenaga yang terdiri 45 orang

PNS dan 10 orang TKS yang tersebar di Puskesmas Induk dan 6 (enam)

PUSTU dari berbagai disiplin ilmu sebagaimana tercantum pada tabel

berikut ini :

TABEL DATA KETENAGAAN

No. Jenis Ketenagaan Jumlah Ket


1. Dokter Umum 1 2 PPDS
2. Dokter Gigi 1
3. Sarjana Kesehatan Masyarakat 8
4. Sarjana Keperawatan 4
5. Apoteker / AA 1/ 1
6. Akademi Keperawatan 3
7. Bidan D1/D3/D4 3/6/1
8. Perawat SPK/AKPER 7/3
9. Perawat Gigi 1
10. SMAK /AAK 0/1
11. Sanitarian/ AKL 0
12. AKZI / SPAG 0
13. SPPM 1
14. Pekarya Kesehatan 1
15. Non PNS ( TKS ) 10

J U M LAH orang

C. GEOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN

1. GEOGRAFI

Puskesmas Sukamerindu terletak antara 8 LS dan 110 BT.

Luas wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu adalah 17,22 Km secara

administratif berbatasan dengan batas :

Sebelah Utara : Kelurahan Rawa Makmur


Sebelah Selatan : Kelurahan Belakang Pondok

Sebelah Barat : Kelurahan Kampung Bali

Sebelah Timur : Kelurahan Sawah Lebar

Kondisi daerah beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata

antara 250 300 ml pertahun, suhu udara rata-rata : 17 C - 21 C untuk

musim hujan sedangkan untuk musim panas 31 C - 33 C

Keadaan daerah :

sebagian berbukit-bukit sebagai tempat pemukiman

sebagian dataran rendah yang merupakan pemukiman penduduk,

dan sebagian berupa rawa-rawa dan semak belukar

Wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu berada di Kecamatan

Sungai Serut Kota Bengkulu dan meliputi 7 (tujuh) Kelurahan, yaitu :

Kelurahan Sukamerindu

Kelurahan Tanjung Agung

Kelurahan Tanjung Jaya

Kelurahan Semarang

Kelurahan Surabaya

Kelurahan Kampung Kelawi

KelurahanPasar Bengkulu

2. KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Kecamatan Sungai Serut pada tahun adalah


22.472 jiwa yang terdiri dari 7 (tujuh) Kelurahan dengan rincian jumlah
penduduk dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini:
Tabel 1
Jumlah Penduduk Kecamatan Sungai Serut Tahun
No Kelurahan RT Jiwa KK
1 Sukamerindu 18 6981 1521
2 Tanjung Agung 3 1194 228
3 Pasar Bengkulu 4 1446 312
4 Semarang 9 2036 416
5 Surabaya 17 6482 1530
6 Tanjung Jaya 8 2002 617
7 Kampung Kelawi 9 2331 407
Jumlah 61 22.472 5031

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN & KELOMPOK UMUR

JUMLA
H JUMLAH PENDUDUK
N KELURAH
PEND
O AN
UDUK
LAKI-LAKI PEREMPUAN
>
5- 15- 45- JUML 0- 5- 15- 45- >=
0-4 =6 JU
14 44 64 AH 4 14 44 64 65
5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Sukameri 35 55 1,6 56 25 336 35 56 1,6 61 27
6,765
ndu 2 5 38 2 6 6 9 8 63 8 3

Tanjung 11 26 11 27
2 1,194 86 87 72 584 84 99 83
Agung 2 9 9 3

Tanjung 12 27 21 10 13 28 22
3 1,510 90 84 740 78
Jaya 6 4 4 0 3 0 7

12 19 48 18 100 13 21 48 19
4 Semarang 2,100 63 64
1 9 1 5 1 1 1 9 0

39 89 1,5 30 11 320 40 89 1,5 41 11


5 Surabaya 6,546
9 3 50 3 1 8 9 0 56 3 8

Kampung 11 24 58 15 114 13 25 59 16 10
6 2,002 99
Kelawi 9 3 0 6 9 5 6 2 5 7

Pasar 11 20 46 19 100 11 19 47 20
7 2,355 81 86
Bengkulu 0 0 6 2 1 6 8 4 2

22,47 1,2 2,3 5,2 1,6 76 11,0 1,3 2,3 5,3 1,9 80
JUMLAH
2 77 28 58 99 6 49 34 75 27 14 9

Kepadatan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota

Bengkulu sebesar : 1,3 / m atau 1304,9 / km.


BAB III

PEMBANGUNAN KESEHATAN

A. V I S I

Visi Puskesmas Sukamerindu sejalan dengan Visi Pembangunan

Kesehatan di Indonesia, yaitu : Pembangunan dan Pelayanan Kesehatan

Masyarakat yang merata, adil, bermutu dan terjangkau untuk

mewujudkan masyarakat sehat di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu.

B. M I S I

Untuk dapat mewujudkan Visi tersebut puskesmas Sukamerindu

mempunyai empat Misi, yaitu :

1. Menggerakan pembangunan kecamatan yang berwawasan kesehatan

2. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat

3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata

dan terjangkau

4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan

masyarakat beserta lingkungannya


Guna mewujutkan Visi dan Misi tersebut, puskesmas Sukamerindu

mempunyai Motto : Puskesmas Sukamerindu Bersinar, yang berarti

bahwa puskesmas Sukamerindu adalah Puskesmas yang BERsih, Sehat,

Indah, Nyaman, Aman dan Ramah dalam memberikan pelayanan prima

kepada masyarakat. Dengan semboyan : Prima Dalam Pelayanan, Mantap

Dalam Pemberdayaan, Guna Mewujudkan Masyarakat Yang Mandiri untuk

Hidup Sehat.

C. PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN

Sesuai dengan tuntutan Puskesmas Era Desentralisasi, Puskesmas

Sukamerindu selama tahun 2015 telah melaksanakan Basic Six atau enam

program unggulan, yaitu :

a. Promosi Kesehatan (Promkes)

b. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) termasuk Keluarga Berencana

c. Kesehatan Lingkungan (Kesling)

d. Upaya Peningkatan Gizi

e. Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)

f. Pengobatan

Selain melaksanakan keenam program unggulan, Puskesmas Sukamerindu

juga melaksanakan program pelaksanaan pengembangan yaitu :

a. Perawatan Kesehatan masyarakat (Perkesmas)

b. Kesehatan Gigi dan mulut

c. Kesehatan Usia lanjut

d. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Sebagai program pelengkap Puskesmas Sukamerindu dilengkapi

dengan Laboratorium sederhana dan Sistem Pencatatan dan Pelaporan


Terpadu Puskesmas (SP2TP). Sedangkan sembilan program kerja Puskesmas

lainnya tetap dilaksanakan tetapi tidak menjadi prioritas pelaksanaan program

kerja Puskesmas Sukamerindu selama tahun 2015.

D. PENGEMBANGAN PUSKESMAS
Tujuan dan sasaran umum pembangunan kesehatan adalah

meningkatkan kesadaran, keamanan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap

orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Gua

mencapai tujuan tersebut perlu adanya kebijakan untuk pengembangan

Puskesmas Sukamerindu, yaitu :


1. Peningkatan mutu pelayanan terhadap pemakai jasa Puskesmas

Sukamerindu.
2. Peningkatan fasilitas di Puskesmas Suakamerindu sehingga pemakai jasa

merasa puas.
3. Peingkatan fasilitas administrasi sehingga pelayanan administrasi berjalan

lancar.
4. Peningkatn cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat.

E. LANGKAH-LANGKAH PENYEMPURNAAN PELAYANAN

Letak Puskesmas Sukamerindu yang strategis, menjadikan tingkat

kunjungan pasien setiap harinya cukup tinggi . Dengan megedepankan

pelayanan yang prima bagi masyarakat, baik yang sakit maupun yang sehat,

baik di dalam maupun di luar gedung, Puskesmas Sukamerindu berusaha

melayani yang tidak terlayani dan menjangkau yang tidak terjangkau oleh

pelayanan kesehatan dengan berbagai kegiatan dan melalui berbagai program.

Ada beberapa langkah yang telah dilaksanakan Puskesmas

Sukamerindu Kota Bengkulu sebagai upaya untuk penyempurnaan pelayanan,

yaitu :
1. Pembelian/pengadaan alat medis dan non medis untuk menunjang

pelayanan yang optimal sesuai Standar Pelayanan Minial (SPM).


2. Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana Puskesmas

Sukamerindu.
3. Peningkatan alat penunjang administrasi sehingga kegiatan dapat berjalan

lebih lancar.
4. Pemeliharaan lingkungan hijau di Puskesmas Sukamerindu dengan

penanaman tanaman hias, baik di dalam maupun di luar gedung

Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu.


5. Penigkatan sarana dan prasarana Puskesmas Sukamerindu.
6. Pengiriman tenaga medis atau non medis untuk mengikuti kegiatan

pendidikan dan atau pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan

profesionalisme di bidangnya.
7. Pelayanan One Stop Service untuk Lansia sehingga para Lansia

mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan cepat di satu

titik pelayanan.
8. Pelayanan sore hari sebagai upaya perluasan jangkauan pelayanan

kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan yang tidak sempat datang

di pagi hari.
9. Pelayanan Jemput Sehat Warga ( PJSW ) sebagai upaya untuk

menjangkau masyarakat yang belum/tidak terjangkau oleh layanan

kesehatan .
10. Program Jemput Sakit Pulang Sehat sebagai upaya membantu masyarakat

yang butuh perawatan lebih lanjut di rumah sakit agar segera

mendapatkan penangan di Rumah Sakit.


BAB IV

PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

A. DERAJAT KESEHATAN

Data dan informasi tentang derajat kesehatan di Puskesmas


Sukamerindu dapat di lihat dari angka kematian bayi, angka kematian
balita, angka kematian kasar, angka kematian ibu bersalin dan status gizi
masyarakat.
a. Angka Kematian Bayi (AKB)
Selama tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu
ditemukan kematian bayi sebanyak 1 orang. Ini berarti angka IMR di
Puskesmas Sukamerindu sebesar 12,73/1000 kelahiran.
b. Angka Kematian Anak Balita (CMR)
Selama tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu
tidak ditemukan kematian balita.
c. Angka Kematian Kasar (CDR)
Selama tahun 2015 jumlah kematian yang ditemukan di wilayah
kerja Puskesmas Sukamerindu adalah 44 Orang. Ini berarti angka
kematian kasar di Puskesmas Sukamerindu tahun 2015 sebesar
1.96/1000 penduduk.
d. Angka Kelahiran Kasar (CBR)
Dalam tahun 2015 jumlah kelahiran sebanyak 394 orang, 394
persalinan ini semuanya ditolong oleh tenaga kesehatan. Ini berarti
angka kelahiran kasar sebesar 17,53/1000 kelahiran.
Data ini dihimpun dari Puskesmas Pembantu, laporan Bidan
Praktek Swasta serta kelurahan yang terdapat di wilayah kerja
Puskesmas Sukamerindu selama tahun .
e. Angka Kematian Ibu Bersalin (AKI)
Selama tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu
tidak ditemukan 1kematian ibu bersalin.
f. Status Gizi Masyarakat
Status gizi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu
tahun berdasarkan hasil pemantauan gizi masyarakat, dari 1044 balita
yang ditimbang,94.25 % balita gizi baik, 0.10%5 balita gizi lebih, 24
balita gizi kurang dan 9 balita gizi buruk.

GRAFIK STATUS GIZI MASYARAKAT

0% 0%

GIZI BAIK GIZI KURANG GIZI BURUK GIZI LEBIH

100%

g. Angka Kesakitan (Morbiditas)


Angka kesakitan adalah salah satu indicator derajat kesehatan
penduduk. Selama tahun di Puskesms Sukamerindu tercatat
37.253pasien yang berobat, ini berarti angka kesakitan di Puskesmas
Sukamerindu adalah sebesar 1,66/penduduk atau 1657,75/1000
penduduk.
Berdasarkan data 10 (sepuluh) penyakit terbanyak diPuskesmas
Sukamerindu selama tahun ditemukan bahwa ISPA merupakan
penyakit terbanyak untuk semua golongan umur diikuti oleh penyakit
lainnya.
F. PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

1. Promosi Kesehatan ( Promkes/PKM)

Program promkes mengembangkan berbagai program perbaikan

prilaku di bidang kesehatan sesuai dengan masalah prilaku masyarakat

setempat melalui kegiatan yang bernuansa pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan promkes dilaksanakan di dalam gedung berupa penyuluhan

langsung, penyebaran info sehat dan majalah dinding. Untuk kegiatan di

luar gedung berupa penyuluhan langsung ke masyarakat tentang

kesehatan melalui kegiatan Posyandu balita, Posyandu Usila, UKS dan

pemasangan spanduk bertema kesehatan.

Selama tahun 2015 telah dilaksanakan penyuluhan kelompok

sebanyak 269 kali yang dilaksanakan didalam gedung dan penyuluhan

di luar gedung, terutama di Posyandu balita, Posyandu Usila, Sekolah

dan penyuluhan kesehatan masyarakat di kelurahan pada saat kegiatan

program jemput sehat warga (PJSW).

Institusi Pendidikan merupakan salah satu sasaran Upaya

Promosi Kesehatan. Di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu terdapat

14 TK/PAUD, 9 Sekolah Dasar, 3 Sekolah Menengah Pertama dan 3

Sekolah Menengah Atas / Kejuruan.


Upaya Promosi Kesehatan di Institusi Pendidikan dilaksanakan

secara berkala pada saat pelaksanaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang

(DDTK) Anak, Penjaringan Kesehatan Anak sekolah, Pelaksanaan

BIAS, Pembinaan UKS dan Penyuluhan Kesehatan secara berkala

sesuai jadwal yang telah disepakati dengan pihak Institusi Pendidikan

terkait.
Selain memberikan penyuluhan kesehatan, upaya promosi

kesehatan di Institusi pendidikan dilakukan dengan cara penyebaran


informasi kesehatan melalui papan informasi kesehatan, leaflet, Poster

dan Spanduk bertema Kesehatan.


Di wilayah kerja Puskesmas terdapat 14 Posyandu Balita, yang

terdiri dari Posyandu Madya 6 (42,85%), Posyandu Purnama 5

(35,71%) dan Posyandu Mandiri 3 (21,44). Selain itu terdapat 4(empat)

Posyandu Lansia dan 1(satu) Posbindu. Di dukung oleh orang kader

posyandu sebagai bentuk peran serta masyarakat di Bidang Kesehatan.

UKBM lainnya semua kelurahan di wilayah kerja Puskesmas

Sukamerindu telah terbentuk menjadi Kelurahan Siaga.

2. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana (KIA/KB)

Kegiatan Progran KIA/KB dilaksanakan di dalam gedung

berupa pelayanan pemeriksaaan ibu hamil, pemantauan tumbuh

kembang anak, konseling, pelayanan dan pemasangan alat kontrasepsi.

Sementara kegiatan luar gudung berupa pembinaan dan pelayanan di

posyandu.

Selama tahun 2015 sasaran bumil sebanyak 677 orang dan

bulin 647 .orang. Pencapaian K1 sebanyak 100,2% dan K4 sebanyak

100%. Sedangkan persalinan yang di tolong tenaga kesehatan sebanyak

93,5 %. Sasaran bayi sebanyak 616 orang, angka pencapaian KN1

sebanyak 99,67 % dan KN2 sebanyak 99,67 %.

CAKUPAN KIA 2015


101
100
100 99.5
98.95
99
98
97 96.5
96 95.69

95
94
93
K1 K4 KN 1 KN 2 LINAKES
Untuk pencapaian program KB selama tahun 2015, jumlah

akseptor KB aktif sebanyak 2565 orang. Jumlah Akseptor KB baru

terdiri dari Akseptor KB suntik = 255 orang, KB Pil = 40 orang, Implan

= 3 orang dan IUD = 19 orang serta Kondom = 5 orang.

PROPORSI ALAT KONTRASEPSI AKSEPTOR KB AKTIF

1% 2%
12% 6%

SUNTIK PIL IUD IMPLANT KONDOM

79%

3. Kesehatan Lingkungan

Faktor lingkungan mempunyai pengaruh yang paling besar

terhadap derajat kesehatan masyarakat. Walaupun begitu kesehatan

lingkungan juga berkaitan erat dengan prilaku masyarakat sehingga

peningkatan prasarana fisik perlu di imbangi dengan peningkatan

pendidikan/pengetahuan pada masyarakat tentang hygiene dan

sanitasi lingkungan.

Aspek sarana kesehatan lingkungan yang sangat penting adalah :

Penyediaan air bersih

Pembuangan kotoran

Sarana Pembuangan Air limbah (Spal)

Perumahan
Keadaan sarana Ibadah, TPM/TPU, Kesehatan Kerja

Industri kecil/ Rumah tangga dan Institusi Pendidikan.

Untuk menunjang tercapainya lingkungan sehat, program kesling

juga menerapkan PHBS yang bertujuan untuk meningkatkan

pengetahuan, keterampilan, kesadaran dan kemampuan masyarakat

dalam upaya penyediaan, pemanfaatan serta pemeliharaan sarana

air minum dan jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan.

Hasil pencapaian program kesling selama tahun 2015 dapat

dilihat dari persentase KK dengan akses rumah sehat sebanyak

63%, persentase KK dengan jamban sehat sebanyak 73%,

persentase KK dengan SPAL yang memenuhi syarat sebanyak

66%, persentase TTU yang memenuhi syarat sebanyak 80% dan

persentase TPM yang memenuhi syarat sebanyak 97,05%.

Rendahnya angka pencapai di program kesling dikarenakan

masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan

sehat (PHBS) serta akibat rendahnya tingkat ekonomi masyarakat.

4. Peningkatan Gizi

Untuk memperoleh gambaran tentang status gizi

masyarakat dapat menggunakan indicator antara lain yang terpenting

adalah angka kurang Mocial peotein (KEP), kurang Iodium (GAKI)

dan anmia gizi. Gari hasil SKPG dapat dilihat status gizi bayi dan

balita di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu.

Selain dari hasil survey Status Gizi Masyarakat juga dapat


dilihat dari Analisa Hasil Cakupan SKDN di wilayah kerja
Puskesmas Sukamerindu Tahun 2015 sebagaimana yang tedapat
pada table berikut ini :
Analisa Cakupan SKDN Menurut Kelurahan
Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerindu Tahun 2015

CAKUPAN (%)
K/S D/S N/S D/K N/D M.O D.O
NO KELURAHAN
1 Sukamerindu K/S D/S N/S D/K N/D M.O D.O
2 Tanjung Agung 94,14 59,97 54,67 63,70 91,16 5,9 36,3
3 Tanjung Jaya 94,12 59,80 57,26 63,54 83,60 5,9 36,3
4 Semarang 94,02 64,10 43,73 68,18 89,33 6,0 31,8
5 Surabaya 96,73 54,25 54,78 56,08 84,33 3,3 43,9
6 Kampung Kelawi 98,09 59,39 43,67 60,55 92,22 1,9 37,4
7 Pasar Bengkulu 94,30 52,53 43,67 55,70 8,31 5,7 44,3
JUMLAH 97,7 92,30 46,15 34,26 50 74,24 7,7

Untuk pemberian Vitamin A selama bulan Februari 2015

sebanyak 1165 (84,7%) balita. Sedangkan pemberian bulan Agustus

sebanyak 1031 (75,3) balita. Sedangkan Vitamin A untuk Ibu Nifas

sebanyak 90,82 % Ibu Nifas mendapatkan Vitamin A.

Selama tahun 2015 pemberian Tablet tambah darah (Fe)


pada ibu hamil adalah Fe 30 sebanyak 97,92 % dan Fe 90 sebanyak
91,93 % ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah.
Upaya untuk meningkatkan gizi masyarakat juga
dilaksanakan dengan cara membuka klinik konsultasi gizi bagi
masyarakat terutama bagi masyarakat yang mempunyai masalah
gangguan gizi atau penyakit yang berhubungan dengan gizi
(misalnya Hypertensi dan Diabetes Mellitus).
Selain itu juga di Puskesmas Sukamerindu juga dibuka
kelas ibu hamil dan klinik laktasi, dimana ada seorang konselor ASI
yang siap membantu ibu menyusui yang mengalami masalah
menyusui.

5. Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)

a. Malaria

Angka kesakitan Malaria yan g ditemukan selama tahun

2015 adalah Malaria dengan pemeriksaan laboratorium dan

Malaria klinis. Jumlah penderita Malaria (+) Vivax sebanyak 856

orang. Sedangkan penderita Malaria Klinis sebanyak 368 orang.


Penderita yang berobat ke Puskesmas Sukamerindu kebanyakan

berasal dari luar wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu.

PROPORSI MALARIA (+) & MALARIA KLINIS

MALARIA KLINIS; 30%

MALARIA (+) VIVAX; 70%

b. Diare

Berdasarkan hasil laporan petugas P2 Diare dan dari

laporan PPM Posyandu ditemukan penderita diare sebanyak

1.409 kasus dan 100% mendapatkan Oralit. Jumlah ini sudah

termasuk penderita yang berasal dari luar wilayah sebanyak 822

kasus = 52,12%

c. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Program ISPA bertujuan untuk menurunkan angka

kematian dan angka kesakitan Pnemonia. Selama tahun 2015

ditemukan penderita Pnemonia sebanyak 239 orang .Untuk

angka penderita ISPA ditemukan sebanyak 2.579 kasus.

d. TB Paru

Selama tahun 2015 ditemukan penderita TB Paru sebanyak 47

orang BTA (+) dan rontgent (+) tidak ditemukan. Data ini

diperoleh dari laporan pemegang program TB Paru.


e. Demam Berdarah (DHF)

Pada tahun 2015 ditemukan MocialM DHF sebanyak 4 orang

diwilayah kerja Puskesmas Sukamerindu.

f. Imunisasi

Pelayanan imunisasi dilaksanakan baik didalam maupun

diluar gedung (Posyandu). Untuk angka pencapaian imunisasi dapat

dilihat pada table berikut :

Hasil Pelaksanaan Program Imunisasi Tahun 2015

Jenis Imunisasi Sasaran Absolut Persentase


BCG 616 257 50.5
616
POLIO 312 61.4
616
POLIO 239 47
616
POLIO 244 48
616
POLIO 214 42.1
616
COMBO 302 59.4
616
COMBO 294 57.8
616
COMBO 261 51.3
616
CAMPAK 241 47.4
TT 1 670 166 44.8
TT 2 670 130 35.1

Rendahnya angka pencapaian program Imunisasi di Puskesmas

Sukamerindu disebabkan masyarakat banyak yang Imunisasi di

Dokter Praktek atau Bidan Praktek Swasta (BPS) sedangkan dari

Dokter Praktek ataupun BPS tidak melapor ke Puskesmas, sehingga

petugas Imunisasi di Puskesmas kehilangan data hasil Imunisasi.

6. Pengobatan

Jumlah kunjungan pasien selama tahun sebanyak 42.656


kunjungan, 13.225 kunjungan , terdiri dari kunjungan pasien baru dan
29.431 kunjungan pasien lama. Jumlah kunjungan tersebut terbagi atas
10.758 kunjungan pasien Askes, 21.962 kunjungan pasien gratis
(masyarakat umum), 5.426 kunjungan pasien Jamkesmas, 603 kunjungan
pasien Gakin/Jamkeskot dan 3.907 kunjungan Luar Gedung
(Posyandu/Posbindu).

PROPORSI
KUNJUNGAN PASIEN LAMA & BARU

13225; 31%

29431; 69%

PROPORSI PASIEN ASKES/JAMKESMAS/UMUM/JAMKESDA

JAMKESDA; 2%
ASKES; 10758; 28%

UMUM; 57%
JAMKESMAS; 14%

Selain melayani pasien yang berobat jalan, juga melayani

tindakan gawat darurat /kecelakaan sebanyak 362 kasus dan khitan 18

orang serta pemeriksaan kesehatan calon haji sebanyak 132 orang. Bagi

pasien yang memerlukan tindak lanjut dirujuk ke RSUD dr. M. Yunus


ataupun ke RS Bhayangkara dan RSJKO Pusat Bengkulu. Jumlah rujukan

ke RSUD dr. M Yunus Bengkulu sebanyak 1844, Rujukan ke RS

Bhayangkara sebanyak 315 dan rujukan ke RSJKO Bengkulu sebanyak

157. Jumlah rujukan Askes sebanyak 1.642 orang, rujukan Laboratorium

sebanyak 8 orang, rujukan pasen Jamkesmas/Jamkesprop/SKTM sebanyak

670 orang dan rujukan pasien umum sebanyak 4 orang.

PROPORSI RUJUKAN PASIEN ASKES/JAMKESMAS/UMUM

RUJUKAN UMUM; 0%
RUJUKAN JAMKESMAS; 29%

RUJUKAN ASKES; 71%

Dari beberapa kasus penyakit yang ada terdapat sepuluh penyakit

terbanyak, yaitu ISPA diikuti oleh penyakit lainnya (lihat Grafik 10

Penyakit Terbanyak).

7. Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)

Pelayanan perkesmas ditujukan untuk memberikan bantuan,

bimbingan, penyuluhan, pengawasan dan perlindungan kepada individu,

keluarga, kelompok khusus serta masyarakat. Bantuan yang diberikan

nuntuk memecahkan masalah kesehatan yang dihadapi akibat

ketidaktahuan, ketidakmauan, ataupun ketidakmampuan dengan

menggunakan proses keperawatan.

Selama tahun 2015 jumlah keluarga Rawan ada sebanyak 314 KK,

sedangkan yang dibina sebanyak 140 KK. Dengan kasus pembinaan


maternal resti sebanyak 150 orang, bayi resti sebanyak 5 orang, balita

resti sebanyak 32 orang, usila resti sebanyak 74 orang dan penyakit

kronis sebanyak 102 orang dan DO TB tidak ditemukan.

8. Kesehatan Gigi dan Mulut

Selama tahun 2015 kasus penyakit gigi yang terbanyak adalah


penyakit pulpua dan jaringan periapikal sebanyak 1113 kasus, kemudian
Gingifitis dan penyakit periodeltal sebanyak 256 kasus, dan penyakit
rongga mulut kelenjar ludah dan lain sebanyak 318 dan Caries Gigi
sebanyak 58 kasus.
Tindakan yang paling banyak dilakukan di Poli Gigi adalah
pencabutan gigi sebanyak 838 kasus, sedangkan penambalan gigi tidak
dapat dilakukan karena tidak tersedianya alat dan bahan.
Total kunjungn selama tahun 2015 yaitu sebanyak 4139
kunjungan., dengan perincian kunjungan ibu hamil sebanyak 22
kunjungan, anak prasekolah sebanyak 358 kunjungan, usia sekolah
sebanyak 954 kinjungan dan lain-lain sebanyak 2.447 kunjungan.

Untuk kegiatan luar gedung dilaksanakan pembinaan

UKS/UKGS dan pembinaan/pelatihan Dokter kecil sebanyak 90 orang.

Dan kegiatan penjaringan anak kelas I SD sebanyak 441 orang, 77 orang

(38,03%) diantaranya perlu mendapatkan perawatan gigi.

10. Kesehatan Usia Lanjut

Selama tahun 2015 jumlah sasaran pembinaan usila sebanyak

1.551 orang. Jumlah Usila yang mendapatkan pelayanan kesehatan

sebanyak 428 orang (usia 45-59 th) dan 392 orang (usia > 60 th).

Kelompok Usila yang ada sebanyak 4 (empat) kelomok Usila,

yaitu : kelompok Usila Cinta Kasih Sukamerindu, Kelompok Kelompok

Permata Rindu Sukamerindu, Kelompok Usila Kemuning Sukamerindu

serta Kelompok Usila Flamboyan Semarang. Kegiatan kelompok Usila

yang telah dilaksanakan berupa senam bersama, pemeriksaan kesehatan


dan pengobatan, pengajian bulanan serta rekreasi bersama setiap 3 bulan

sekali.

11. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Klinik PKPR Puskesmas Sukamerindu mulai dibuka sejak bulan

November 2005, melayani pasien usia remaja (13-19 th) yang

mempunyai keluhan masalah kesehatan termasuk masalah

penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan rutin setiap bulan adalah penyuluhan

kesehatan di SLTPN 10, SLTPN 7, SMPIT dan SMAIT Hidayatullah

serta SMK Pelayaran setiap triwulan (sesuai jadwal), selain itu juga

dilakukan pemeriksaan Hb pada siswi kelas I SLTP sebanyak 1.624 orang

siswi dan 401 orang diantaranya menderita M anemia ringan.

12. Laboratorium Sederhana

Pemeriksaan laboratorium yang dilaksanakan adalah

pemeriksaan DDR (Malaria) sebanyak 2.234 specimen, BTA sebanyak

621 orang atau 1.863 sediaan (termasuk kiriman BTA dari Puskesmas

Satelit), pemeriksaan Urine rutin sebanyak 150 specimen, Golongan

darah sebanyak 310 orang dan pemeriksaan Hb sebanyak 256 orang serta

tes kehamilan sebanyak 99 orang. Pemeriksaan Glukosa Darah (GDS)

281 orang, Cholesterol 42 orang dan Asam Urat sebanyak 65 orang.

D. HASIL KEGIATAN DI LUAR KEGIATAN POKOK

a. PPM Posyandu

Posyandu yang ada sebanyak 14 Posyandu, yaitu :

1. Posyandu Kembang Intan Kelurahan Pasar Bengkulu

2. Posyandu Mawar Kelurahan Sukamerindu


3. Posyandu Seroja Kelurahan Sukamerindu

4. Posyandu Kemuning Kelurahan Sukamerindu

5. Posyandu Anggrek Kelurahan Sukamerindu

6. Posyandu Semoga Jaya Kelurahan Tanjung Jaya

7. Posyandu Tiara Dita Kelurahan Tanjung Agung

8. Posyandu Nusa Indah Kelurahan Semarang

9. Posyandu anggrek Jingga Kelurahan Semarang

10. Posyandu Sedap Malam Kelurahan Surabaya

11. Posyandu Teratai Kelurahan Surabaya

12. Posyandu Delima Kelurahan Surabaya

13. Posyandu Kenangan Kelurahan Surabaya

14. Posyandu Flamboyan Kelurahan Kampung Kelawi

Dalam rangka revitalisasi Posyandu, telah dilaksanakan pembinaan kader

Posyandu atau pelatihan kader Posyandu setiap 6 bulan sekali dan

pertemuan rutin kader Posyandu pada tanggal 24 setiap bulan. Jumlah

Kader Posyandu sebanyak 108 orang dan jumlah kader aktif sebanyak 86

orang.

b. Desa Siaga
Di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu terdapat 7 (tujuh)

kelurahan, dimana semua kelurahan telah terbentuk menjadi Desa Siaga,

walaupun belum menjadi Desa Siaga Aktif sebagaimana yang diharapkan.

c. Program Jemput Sehat Warga (PJSW)


Kegiatan Program Jemput Sehat Warga ( PJSW ) merupakan

upaya untuk menjangkau masyarakat yang belum/tidak terjangkau oleh

layanan kesehatan . Kegiatan ini di laksanakan setiap bulan sekali dengan

kegiatan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan

bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari diluar jam dinas

di kelurahan yang telah ditetapkan sesuai dengan jadwal kegiatan PJSW.


BAB V

PENUTUP

Dengan adanya kebijakan desentralisasi, maka kebutuhan akan

informasi harus dirumuskan di berbagai tingkat aministrasi, termasuk di tingkat

yang paling bawah yaitu tingkat Puskesmas. Kecenderungan sampai saat ini

menunjukan bahwa perumusan kebutuhan informasi harus didasarkan kepada

konsnsus diantara para pelaku, yaitu yang mencakup baik para pengelola data dan

informasi maupun para pemakai informasi, khususnya para pengambil keputusan.

Kepentingan produsen maupun konsumen informasi harus dipertimbangkan.

Berbagai perbaikan terhadap upaya kesehatan, upaya dan sarana

kesehatan telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan, sejalan dengan

perbaikan kondisi umum dan perbaikan keadaan social dan ekonomi masyarakat.

Dalam pembuatan Propil Kesehatan ini masih banyak terdapat kendala

dalam penyediaan data/informasi yang akurat, tepat waktu dan dalam bentuk yang

sesuai dengan kebutuhan dimana belum adanya mekanisme dan media yang
memadai dan baku yang dapat dipergunakan di setiap jenjang administrasi

kesehatan.

Penyajian Profil Kesehatan Puskesmas Sukamerindu ini diharapkan

dapat memberikan gambaran keadaan kesehatan secara menyeluruh di kecamatan

Sungai Serut Kota Bengkulu tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan

keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai.

DOKUMENTASI
SELURUH STAF PUSKESMAS SUKAMERINDU
SIAP MEMBERIKAN PELAYANAN PRIMA BAGI MASYARAKAT
TERIMA KASIH