Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN TERNAK PERAH DI PETERNAKAN PAK NASRUDDIN DI

DUSUN BABA, KELURAHAN CENDANA, KABUPATEN ENREKANG,


SULAWESI SELATAN

DIAN SETYAWATI MANSUR


60700114054

JURUSAN ILMU PETERNAKAN


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2016

PENDAHULUAN

Sapi perah merupakan golongan hewan ternak ruminansia yang dapat mendukung
pemenuhan kebutuhan akan bahan pangan bergizi tinggi yaitu susu. Pemeliharaan sapi perah
beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini
senantiasa di dorong oleh pemerintah agar swasembada susu tercapai secepatnya. Untuk
memenuhi kebutuhan susu secara nasional, perkembangan sapi perah perlu mendapat pembinaan
yang lebih terencana sehingga hasilnya akan meningkat dari tahun ke tahun.

Sususebagaisalahsatuprodukpeternakanmerupakansumber protein hewani yang


semakindibutuhkandalammeningkatkankualitashidupmasyarakat.Sebagaiupayauntukmemenuhik
ebutuhansusutersebutdilakukanpeningkatanpopulasi, produksidanproduktifivitassapiperah.
Untukitubibitsapiperahmemegangperananpentingdalamupayapengembanganpembibitansapiperah
.

Bangsasapiperah di Indonesia dapatdikatakantidakada.Sapiperah di Indonesia


berasaldarisapiimpordanhasildaripersilangansapiimpordengansapi local.Padatahun 1955 di
Indonesia terdapatsekitar200000 ekorsapiperahdan hamper seluruhnyamerupakansapi FH
danketurunannya (Prihadi, 1997).

Produksisususapi FH di Indonesia tidaksetinggi di tempatasalnya. Hal


inibanyakdipengaruhioleh factor antara lain iklim, kualitaspakan, seleksi yang kurangketat,
manajemendanmungkinjugasapi yang dikirimke Indonesia kualitasgenetiknyatidaksebaik yang
diternakkandinegeriasalnya. Sapi FH murni yang ada di Indonesia rata-rata
produksisusunyasekitar 10 liter per haridengan calving interval 12-15 bulandan lama
laktasikuranglebih 10 bulanatauproduksisusu rata-rata 2500-3000 liter per laktasi (Prihadi,
1997).

TujuanPraktekLapang
Untuk mengetahui sistem pemeliharaan atau tatalaksana pemeliharaan sapi
perahdanUntuk mengetahui manajemen ternak perah yang baik dan benar yang meliputi
perkandangan, penangan penyakit, pemberian pakan, pemerahan dan pengolahan produk susu.

METODE PRAKTEK LAPANGAN

Waktudantempat
Waktudantempat praktek Lapang ManajemenTernakPerah dilaksanakan pada hari
Minggu, 13November 2016, bertempat di Peternakan Rakyat di Dusun Baba, Kelurahan
Cendana, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan..

Alatdanbahan
Alatdanbahan yang dilakukanpadaprakteklapanginiadalah ember, milkenpancimasak,
kompor gas, alatpengaduk, cetakandangke (Tempurungkelapa), saringandansendok, minyak,
air,airsususapi, garam dangetah papaya.

Prosedur
Proses pemerahan: memandikansapi yang dalammasalaktasi/siapuntukdiperah,
Membersihkansela-selahpaha, kotoransapidanmembersihkanambingsapi,
Membersihkantempatdanperalatan yang akandigunakandalam proses pemerahan,
Mengoleskanminyakpadaputingsapiuntukmembantudalam proses pemerahan, Melakukan proses
pemerahandengan tanganyaitudenganduajaridan lima jari.
Pemerahandilakukandengancarameremasputingdengangerakanjari-
jaritangansecaraberturutturutdariataskebawah, Susudimasukkandalamwadah yang
disediakan.Proses pembuatandangke: menyiapkanalatdanbahan yang
dibutuhkandalampembuatandangke, tuangsusukedalampanic, rebus sampaisuhusekitar 60-80oC,
sebelummendidih, masukkan garam danenzim papain beberapatetes

HASIL DAN PEMBAHASAN


HasilPengamatan
Hasilpengamatandaripraktek lapang iniadalahsebagaiberikut:

No.Jenis SistemJumlahJumlah Jenis Waktu


Ternak pemeliharaanTernakProduksi Pakanpemberian
(ekor)Susu (lt/e/hr)Pakan

1Sapi FHInsentif23 15-17 KonsentratPagi


(Friesien dan dan
Holstein)HijauanSore

Sumber: Usaha Peternakan SapiPerahRakyat didusun Baba, KelurahanCendana, Kecematan


Cendana,KabupatenEnrekang, Sulawesi selatan, 2016.
Pembahasan

GambaranUmumPeternakanSapiPerah
Berdasarkanprakteklapang yang
telahdilakukanmakadapatdiketahuibahwapopulasiternakperahpadapeternakanPakNasruddinadala
h 23 ekordimana 19ekoradalahsapi yang berproduksipadasaatitu 1 ekor bunting dan 3ekorpedet.
PadapeternakanPakNasruddin, sapiperah yang dipeliharayaitusapi Frisian Holland (FH) yang
merupakansalahsatubangsasapi sub tropis. Hal inisesuaidenganpendapatAko
(2015),yangmenyatakanbahwa yang termasukbangsa-bangsasapiperahsubtropisadalah Frisian
Holstein, Yersey, Ayrshire, dan brown swiss. Sapi FH adalahsapiperah yang populasinya paling
besardiseluruhduniabahkan di Negara-negaratropisseperti di Indonesia.

Manajemen Perkandangan
Sistemperkandanganpadausahainimenggunakankandangkelompok.Kandangkelompokad
alahkandang yang dapatmenampungsapidalamjumlah yang banyak .Halinisesuidenganpendapat
Budi (2006),
bahwaKandangkelompokumumnyadigunakanpadaperusahaanpenggemukansapisistemfeedlot.Sat
ukandangdapatmenampungsapisampaibeberapapuluhekor.
Manajemen Pakan dan Air Minum
Manajemen pakan pada usaha ini adalah dilakukan setiap hari, pada waktu pagi dan sore
hari baik itu pakan hijauan maupun konsentrat yaitu dengan standar 40% dari berat badan sapi
itu sendiri. Hal inisesuaidenganpendapatSuprajitna (2008), menyatakanbahwa, bahan
makanansapiberupahijauandansilase. Sapiperahbiasamengkonsumsiberbagaijenishijauandansisa-
sisahasilpertaniansepertijeramipadiataujagung, dedak,
maupunhasilikutanpabrikmisalnyabungkilkacangtanah, bungkilkelapa, ampastahu, ampasbir,
danampaskecap.
Pakan sapi perah terdiridarihijauandankonsentrat. Pakan yang diberikanharusberkualitas
yang tinggidanharusmelihatkandungannutrisi yang
dibutuhkanuntukternak. Pemberiankonsentratdiberikanterlebihdahuludibandingkanhijauan.Biasa
nyapemberiankonsentratdiberikandenganbersamaanpakanlainkarenauntukmencukupikebutuhangi
zi yang dibutuhkanuntukternak. Hal inisesuaidengan pendapat Suprajitna (2008)
bahwaumumnyaransumternakbesar (sapi) terdiridari 60 % hijauandan 40 %
limbahpengolahanpangan (bekatuldanbungkil), sedangkanpemberianpakansilase
hendaknyasebelumhijauan, bertujuanuntukmerangsang pertumbuhanmikrobia rumen. Pakan
hijauandiberikansetelahpemerahan agar mikrobiadalam rumen
dapatdimanfaatkandankarbohidratdapatdicerna.
Manajemen Kesehatan
Pada peternakan sapi perah Pak Nasruddincara pencegahan penyakit yang dilakukan
adalah dengan sanitasi kandang dan pembersihan ternak setiap hari dengan tujuan supaya ternak
tidak terkena penyakit mastitis karena sapi perah sangat identik dengan penyakit mastitis yang
disebabkan oleh bakteri. Mastitis dapat menyerang sapi perah apabila pada ambing sapi perah
kotor maka disitulah ambing dapat terkontaminasi oleh bakteri yang namanya penyakit mastitis.
Mastitis dapat menyebabkan pembengkakkan pada ambing adan biasanya ada salah satu puting
yang tidak dapat mengeluarkan air susu.Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Fadillah (2007),
yang mengatakan bahwa salahsatu parameter yang
dapatdigunakanuntukpemeliharaansapidenganmelihat body condition scoring, Jika BCS
lebihdariempatdapatmenyebabkangangguansetelahmelahirkansepertiretensiplasenta, distokia,
ketosis danpanaritium. Sedangkankondisitubuh yang kurusmenyebabkanproduksisusumenurun.

Penanganan Dan Pemasaran Air Susu


Pada peternakan sapi perah Pak Nasruddin penangannnya yaitu dengan cara air susu
tersebut dibuat suatu produk yang dikenal dengan nama dangke dan sebagian air susu langsung
dijual ke konsumen terdekat atau diluar daerah. Pemasaran dangke tersebut sangat sederhana
karena dangke dikenal sebagai makanan khas Enrekang yang berasal dari air susu produk hasil
peternakan. Dangke dapat diolah lagi menjadi krupuk atau dapat digoreng dijadikan lauk pada
saat makan. Pak Nasruddin menjual krupuk dangke original di rumahnya saja dan ada juga
pesanan di luar daerah. Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Saleh(2004), yang menyatakan
bahwa di suatudaerah, dimanapermintaanakansususegarsedikit,
makasebagianproduksisusuharusdiolahmenjadisuatuprodukolahansepertimentega, keju,
condensed milk, ice cream dan lain-lain.

KESIMPULAN

Sistem pemeliharaan pada peternakan sapi perah Pak Nasruddin yaitu dengan cara
intensif yaitu dengan mengndangkan ternak setiap hari. Sapi perah dipelihara dalam kandang
seluruh aktifitas pemeliharaan sapi perah dilakukan di dalam kandang meliputi manajemen
pemberian pakan dan iar minum dan manajemen kesehatan ternak.
Manajemen ternak perah yang baik dan benar apabila manajemen perkandangn,
kesehatan, pemberian pakan dan air dapat dilaksanakan sesuai dengan apa yang semestinya. Pada
manajemen perkandangan yaitu kandang yang baik adalah jenis kandang koloni dan gandang
yang karena lebih mudah dalam pemerahan, pada manajemen pemberian pakan dan air minum
yaitu dengan cara pagi dan sore, dan manajemen kesehatan ternak dapat dicegah dengan cara
vaksin dan sanitasi kandang.

Saran
Saran yang dapat disampaikan melalui praktek lapang ini yaitu sebaiknya sapi yang
digunakanpadaprakteklapangselanjutnyabukanhanyasapi FH saja, agar
kitadapatmelakukanperbandinganpadamanajemenpemeliharaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Ako, Ambo. 2015. Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis. Bogor: IPB Press.

Budi, Usman. 2006. DasarTernakPerah. Sumatera:Universitas Sumatera Utara.

Fadilahet al., 2007.Sukses Beternak Sapi Perah. Jakarta selatan, PT. AgromediaPustaka.
Prihadi.1996. Tata
LaksanadanProduksiSapiPerah.FakultasPeternakanUniversitasWangsaManggala :
Yogyakarta.

Saleh, Eniza. 2004. DasarPengolahanSusudanHasilIkutanTernak. Sumatera: Universitas


Sumatera Utara.

Suprajitna.2008. SapiPerahdanPemberianMakanannya.DiktatKuliah.FakultasPeternakan.
InstitutPertanian Bogor. Bogor.