Anda di halaman 1dari 9

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP

Fatihatunnisa Ridha Rahman

Jurusan Pendidikan MIPA, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah


dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,

Jl. A.H Nasution No. 150 Bandung 40614


e-mail: elfatihrahman23@gmail.com

Abstrak : Keanekaragaman makhluk hidup pada tumbuhan maupun hewan dapat


dilihat dari berbagai macam variasi yang telah dikembangkan oleh para ilmuan.
Dimana variasi tumbuhan dan hewan termasuk kedalam keanekaragaman makhluk
hidup tingkat gen, spesies, dan ekosistem dimana keduanya saling berinterasi guna
mempertahankan populasi spesiesnya. Keanekaragaman manusia dapat
dilihat dari berbagai variasi seperti bentuk hidung, kemampuan
menggulung lidah dan bentuk tapak kaki. Karakteristik fungsional
dan struktural sel atau organisme yang merupakan
keanekaragaman sifat ini ditentukan oleh sifat-sifat protein yang
merupakan komponen dasar sel dan enzim-enzim yang
mengarahkan metabolisme. Dengan diperolehnya data
keanekaragaman manusia, kita dapat mendeskripsikan perbedaan
dan persamaan seseorang dengan yang lain berdasarkan fenotip
dan genotip melalui hasil pengamatan pada praktikum yang telah
dilakukan.
Kata kunci: keanekaragaman makhluk hidup, variasi, fenotip, dan genotip

PENDAHULUAN

Keanekaragaman merupakan ciri-ciri dari makhluk hidup.


Adanya keragaman genetik merupakan hasil dari suatu spesies
terhadap lingkungannya. Manusia memperlihatkan variasi pada
beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dengan mudah melalui
fenotip atau penampilannya. Beberapa dari ciri tersebut tidak
mengalamai seleksi alam, sehingga tetap ada sampai sekarang
dan dapat ditentukan oleh para ahli genetika melalui beberapa
cara (Brookes, 2008:).

Keanekaragaman merupakan dasar ciriciri makhluk hidup. Adanya


keanekaragaman genetik merupakan hasil seleksi alam dari suatu spesies terhadap
lingkungannya. Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan
saja tetapi juga manusia. Namun pada manusia, keanekaragaman yang terjadi
hanya pada tingkat gen dan berkaitan dengan pewarisan sifat. Manusia
memperlihatkan variasi pada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dengan mudah
melalui fenotip atau sifat yang tampak (Cummings, 2011 : 6-7).

Fenotip dapat dikatakan sebagai karakteristik atau ciri-ciri yang dapat


diukur atau sifat yang nyata yang dmiliki oleh organisme. Ciri itu tampak oleh
mata, seperti warna kulit atau tekstur rambut. Fenotip dapat juga diuji untuk
identifikasinya, seperti pada penentuan angka respiratoris atau uji serologi tipe
darah. Fenotip merupakan hasil produk-produk gen yang diekspresikan di dalam
lingkungan tertentu. Namun, gen memiliki batasan-batasan di dalamnya sehingga
lingkungan dapat memodifikasi fenotip (Stansfield, 1983 : 19).

Genotip ialah seluruh gen yang dimiliki suatu individu. Genotip yang
terekpresikan menampakan fenotip pada suatu individu. Genotip yang melibatkan
alel-alel pada suatu lokus tunggal dapat menghasilkan genotip yang homozigot.
Keturunan homozigot dapat dihasilkan dari galur murni. Perpaduan heterozigot
dihasilkan dari alel yang berbeda (Starr and McMillan, 2010 : 374).

Keenam ciri-ciri yang akan diamati adalah sebagai berikut:


1. Ujung daun telinga (cuping) yang bebas dan melekat
2. Ibu jari yang dapat membengkok dan yang tidak
3. Warna mata biru dan nonbiru
4. Rambut yang tidak lurus dan yang lurus
5. Adanya rambut pada ruas tengah pada jari-jari tangan dan tidak ada rambut
6. Golongan darah : A, B, AB, dan O
Ujung telinga menggantung dan menempel adalah satu contoh dari sifat
genetika. Gen untuk ujung telinga menggantung adalah dominan, sedangkan
untuk ujung telinga menempel adalah resesif. Ibu jari yang melengkung termasuk
sifat dominan, sedangkan ibu jari yang lurus bersifat resesif. (Suryo, 1996)
Warna mata timbul sebagai hasil pantulan cahaya dari granula melanin
yang terdapat dalam iris. Banyaknya granula melanin yang dibentuk ditentukan
oleh gen. Orang yang memiliki genotip bb hanya mampu membentuk sedikit
melanin sehingga matanya berwarna biru. Orang homozigotik dominan BB
mampu membentuk melanin dalam jumlah besar sehingga matanya berwarna
coklat tua sampai hitam (Suryo, 1996).
Rambut lurus merupakan sifat resesif dengan genotip tt. Sedangkan
rambut keriting adalah sifat dominan dengan genotip TT. Rambut ikal mempunyai
genotip Tt. Adanya rambut pada ruas tengah jari-jari tangan merupakan sifat
dominan, sedangkan tidak adanya rambut pada ruas tengah jari jari tangan
merupakan sifat resesif (Suryo, 1996).
Pada sekitar tahun 1900-an K. Landsteiner menemukan bahwa
penggumpalan darah (aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit seseorang
tercampur dengan serum darah orang lain. Akan tetapi ada juga orang yang tidak
mengalami penggumpalan darah ketika dilakukan pencampuran antara darah dan
serum darah. Berdasarkan reaksi tadi, maka Landsteiner membagi orang
menjadi 3 golongan, ialah A, B, dan O. Golongan darah yang ke empat jarang
sekali dijumpai, yaitu golongan darah AB yang ditemukan oleh dua mahasiswa
Landsteiner pada tahun 1902 yaitu A. V. von Decastello dan A. Sturli (Suryo,
1996).
Dikatakan bahwa antigen atau aglutinogen yang dibawa oleh eritrosit
tertentu dapat mengadakan reaksi dengan zat anti atau antibodi atau aglutinin yang
dibawa oleh serum darah. Dikenal dua macam antigen, yaitu antigen-A dan
antigen-B. Zat antinya dibedakan atas anti-A dan anti-B (Syamsuri, 2004).

BAHAN DAN METODE

Pertama tentukan hewan atau tumbuhan (makhluk hidup) yang akan


digunakan dan juga sifat diamati antara lain meliputi warna, ukuran dan ciri khas
yang lainnya. Kedua, amati sifat makhluk hidup yang telah ditentukan dan carilah
variasi yang ada. Jumlah makhluk hidup yang diamati sebaiknya cukup banyak
untuk memberikan hasil yang baik. Ketiga, catatan hasil pengamatan anda pada
lembar pengamatan yang tersedia. Sedapat mungkin buatlah foto dari variasi sifat
yang saudara amati untuk memperjelas dan menguatkan hasil pengamatan saudara
dan lampirkan pada laporan kelompok. Untuk pengamatan pada keanekaragaman
manusia pengamatan dilakukan secara berkelompok, setiap kelompok terdiri dari
4 5 orang dan diusahakan terdiri atas mahasiswa putera dan puteri. Kedua
lakkan candra pada sifat sifat yang tampak pada setiap anggota kelompok,
sekurang kurangnya 8 sifat (ada pada tabel). Ketiga, tuliskan hasil pecandraan
pada tabel 2 yang tersedia, tentukan pada kemungkinan genotip dan sifat tersebut
dengan mengingat sifat dominan dan resesifnya.

HASIL

Untuk tabel hasil pengamatan keanekaragaman makhluk hidup pada


tumbuhan dan hewan terlampir.

Tabel hasil pengamtan keanekaragaman makhluk hidup pada manusia:

Ciri yang diamati Anggota Kelompok


Ismail Apri Ai Y Ayu Z A rizal Fatih
1. Jenis Kelamin L P P P L P
2. Kemampuan rr rr Rr Rr Rr Rr
Menggulung lidah
3. Lesung pipi pp pp pp pp pp pp
4. Ibu Jari bb bb Bb bb bb bb
5. Rambut Kk Kk kk kk kk kk
6. Tapak kaki ll ll ll L- ll ll
7. Cuping telinga BB bb Bb bb bb bb
8. Tinggi Badan TT Tt tt tt Tt TT
9. Golongan darah A B O O B A

PEMBAHASAN

Pembahasan Keanekaragaman Makhluk Hidup (Tumbuhan dan Hewan):

Hasil pengamatan keanekaragaman makhluk hidup pada tumbuhan dan


hewan, pada pengamatan paprika, paprika ini memiliki variasi warna ada yang
kuning, hijau, dan merah dimana ketiganya memiliki kesamaan pada sifat warna
bunga yaitu putih, bentuk daun yang berbentuk bulat telur dengan ujung yang
runcing, dan memiliki jumlah biji yang sedikit. Perbedaan variasi paprika ini
dibedakan dari warna tubuh buahnya ada yang kuning, hijau, dan merah.
Termasuk kedalam keanekaragaman tingkat gen.

Kemudian pengamatan pada varietas anggur. Anggur ini memiliki banyak


varietas, namun kami hanya mengambil 3 contoh diantaranya: anggur bali, anggur
hijau, dan anggur merah. Ketiganya memiliki persamaan pada bentuk daun yaitu
menjari, pada jumlah biji + 5 biji, kemudian pada ukuran buah yang memiliki
ukuran yang sedang, dan pada bentuk batanag diaman semuanya berbetuk
silindris. Perbedaan pada ketiga anggur ini terletak pada warna buahnya yaitu ada
yang berwarna hitam, hijau, dan merah. Termasuk kedalam keanekaragaman
tingkat gen.

Selanjutnya, pada pengamatan variasi bayam, kami mengamati 3 bayam


yaitu bayam pelik, bayam merah, dan bayam tanah. Pada bayam pelik meiliki
batang yang besar, daun yang besar, warna daun hijau tua serta mengkilap, tekstur
daun yang kasar dan tebal. Kemudian pada bayam merah memiliki batang
berukuran yang kecil, daun yang kecil, warna daun merah serta tidak mengkilap,
dan tekstur daun yang halus dan tipis. Terakhir pada bayam tanah memiliki batang
berukuran sedang, daun berukuran kecil, warna daun kemerahan ditengah, dan
hijau dipinggirnya, tidak mengkilap, dan memiliki tekstur daun yang halus dan
tipis. Bayam ini termasuk keanekaragaman tingkat jenis.

Selanjutnya pada pengamatan semut, kami mengamati 3 semut yaotu


semut hitam, semut merah, dan semut kayu. Diaman semut hitam memiliki warna
badan yan ghitam, kemudian antenanya berukuran panjan, ukuran badannya agak
besar, bentuk rahangnya besar dan tebal, abdomennya berbulu dan garis garis.
Kemudian pada semut merah dimana semut merah ini memiliki warna badan
merah, atena berukuran panjang lancip, ukuran tubuh yang ramping, bentuk
rahang yang besar dan ramping, dan abdomennya berukuran besar dan lonjong.
Terakhir pada semut kayu dimana warna badannya ada yang warna merah dan ada
yang warna hitam, ukuran antenanya agak besar, ukuran tubuhnya besar, bentuk
rahangnya pendek dan besar, dan abdomennya bulat garis garis.

Selanjutnya kami meangamati variasi macan, yaitu macan loreng, macan,


dan macan tutul. Dimana ketiganya memilii persamaan pada warna mata yang
berwarna kuning, ukuran ekor yang panjang, bentuk telinga oval atau bulat, dan
ukuran tubuh yang sama besarnya. Macan loreng warna rambutnya loreng kunig
kecoklatan, dan rambutnya halus memiliki suray atau janggut. Pada macan, warna
rambutnya loreng kuning kecoklatan, rambutnya halus dan lebat di bagian kepala.
Pada macan tutul, memiliki warna kulit totol totol kuning kecoklatan dan
memiliki rambut halus dan tidak terlalu lebat.

Pada pengamatan terakhir kami mengamati variasi ikan cupang, yaitu ikan
cupang halfmoon, ikan cupang serit, dan ikan cupang plakat. Ikan cupang
halfmoon memiliki warna tubuh berwarna pink, gerakan renangnya santai,
siripnya panjang menyatu dengan ekor, warna ekornya berwarna merah..
kemudian pada ikan cupang serit, memiliki warna tubuh berwarna hitam kebiruan,
sirip berukuran panjang berspace, gerakannya sangat cepat atau gesit, ekornya
berukuran panjang menyerupai mahkota terbalik, dan warna ekornya berwarna
biru. Terakhir pada ikan cupang plakat, warna tubuhnya berwarna hitam dengan
totol totol merah dan biru, siripnya berukuran pendek, gerakannya gesit, ekornya
berwarna merah dan biru.

Pengamatan pada Keanekaragaman Makhluk Hidup (Manusia):

Variasi genetik manusia merupakan keragaman gen yang menunjukkan


jumlah total dari karakteristik gen yang dapat diamati pada manusia. Setiap
manusia memiliki gen yang berbeda-beda. Tidak akan ada dua orang manusia
yang secara genetik sama meskipun mereka kembar identik/ kembar monozigot.
Adanya perbedaan gen tersebut terjadi baik pada tingkat spesies maupun tingkat
populasi. Perbedaan gen pada tingkat spesies dapat terlihat dari adanya variasi
fenotip pada setiap individu. Dengan bantuan cakram genetika, kita dapat melihat
adanya keragaman gen manusia melalui tampilan fenotipnya.
Dalam praktikum ini, variasi fenotip yang diamati dari 6 orang praktikan
meliputi jenis kelamin, keadaan telapak kaki, kemampuan ibu jari, rambut, tinggi
badan, keadaan cuping telinga, , lesung pipi, dan golongan darah.
Pada pengamatan ini dapat dihasilkan, ismail berjenis kelamin laki laki,
tidak dapat menggulung lidah, tidak memiliki lensung pipi, ibu jari tidak dapat
dibengkokkan, rambut yang heterozigot keriting, kemudian pada tapak kaki tidak
lempeng ataupun lurus, cuping pada telinga bebas, tinggi badan memiliki
homozigot tinggi, dan golongan darahnya A. Selanjutnya pada apri berjenis
kelamin perempuan, tidak dapat menggulung lidah, tidak memiliki lesung pipi,
ibu jari tidak dapat dibengkokkan, rabut ikal heterozigot, tapak kaki tidak lurus,
cuping telinga melekat, tinggi badan heterozigot sedang, dan golongan darahnya
B. Kemudian pada Ai Y dapat menggulung lidahnya, tidak memiliki lesung pipi,
ibu jari dapat di bengkokan, rabutnya lurus, tapak kaki yang melengkung, tinggi
badan pendek, cuping telinga bebas heterozigot, dan golongan daranya O.
Selanjutnya pada Ayu Z, dapat meggulung lidah, tidak memiliki lesung pipi, ibu
jari tidak dapat dibengkokkan, rambut yang lurus, tapak kaki yang lurus, cuping
telinganmelekat, tinggi badan pendek t kecil homozigot, dan golongan darahnya
O. Kemudian pada Ahmad Rizal, berjenis kelamin laki laki, dapat menggulung
lidah, tidak memiliki lesung pipi, ibu jari tidak dapat dibengkokkan, rambut yang
lurus, tapak kaki melengkung, cuping telinga melekat, tinggi badan sedang
heterozigot, dan golongan darahnya B. Kemudian yang terakhir pada Fatih
berjenis kelamin perempuan, tidak dapat menggulung lidah, tidak memiliki lesung
pipi, tidak dapat membengkokkan ibu jari, rabutnya lurus, tapak kaki melengkung,
cuping telnga melekat, memiliki tinggi badan yang tinggi, dan memiliki golongan
darah A.
Pada hasil pengamatan yang kami dapat, pada umumnya dikelompok kami
tidak memiliki sifat-sifat yaitu, memiliki lesung pipi, ibu jari yang dapat
dibengkokkan, cuping telinga yang bebas serta tapak kaki yang lurus. Pada
dasarnya Allah telah menciptakan makhluknya dengan berbagai macam keunikan
pada masing masing individu. Dimana semuanya tidak tampak sama meskipun
kembar identik sekalipun.

PERTANYAAN

Pertanyaan pada keanekaragaman tumbuhan dan hewan:

1. Apakah ada variasi sifat dari obyek yang saudara amati? Jelaskan !

Jawaban : sebenarnya terdapat banyak variasi sifat yang ada pada obyek yang
kami amati namun, kami hanya memilih beberapa variasi obyek, misalkan pada
ukurannya, warna, dan serta bentuknya.

2. Apakah ada persamaan atau perbedaannya? Jelaskan

Jawaban : terdapat persamaan dan perbedaannya, persamaan meliputi, bentuk


pada buahnya, jumlah bijinya, bentuk daunnya dan bentuk telinga pada variasi
macan. Adapun perbedaannya yaitu, warna kulit buahnya atau warna tubuh pada
hewan.

3. Variasi sifat apakah yang paling banyak dijumpai pada obyek pengamatan
saudara?

Jawaban : pada warna buah atau warna tubuh hewan, serta ukuran atau bentuknya.

4. Buatlah kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan saudara!

Jawaban: keanekaragaman pada makhluk hidup ini banyak sekali variasi pada
spesies spesies yang kami amati. Dimana sampel obyek yang kami amati memiliki
persamaan dan perbedaan pada variasi sifatnya. Ini membuktikan bahwa di bumi
ini satu spesies pun tidak ada yang sama meskipun dalam satu ekosistem dimana
semuanya saling berkaitan satu dengan yang lainya.

Pertanyaan pada keanekaragaman manusia:

1. Dalam kelompok anda berapa orang yang emiliki kemampuan


menggulung lidah?

Jawaban: ada 3 orang yaitu, Ai Yulianti, Ayu Zulfah L S, dan Ahmad Rizal

2. Berapa jumlah orang yang memiliki lesung pipi?

Jawaban : tidak ada yang memiliki lesung pipi.

3. Jika anda bandingkan mana yang lebih banyak antara kuping bebas dan
melekat?

Jawaban: 4:2 melekat:bebas, jadi yang paling banyak memiliki kuping yang
melekat.

4. Dari hasil pengamatan sifat apa yang paling banyak dimiliki dalam
kelompok anda?

Jawaban: berjenis kelamin perempuan, tidak memiliki lesung pipi, dan ibu jari
yang lurus.

5. Dari hasil pengamatan sifat yang paling sedikit anda miliki dalam
kelompok anda?
Jawaban: sifatnya yaitu,berjenis kelamin laki laki, memiliki lesung pipi, dan
telapak kaki lurus.

DAFTAR PUSTAKA

Brookes, Martin. 2008. Bengkel Ilmu Genetika. Jakarta : Erlangga.


Cummings, Michael R. 2011. Human Heredity : Principles and Issues, Ninth
Edition. New York : Brooks/Cole Cengage Learning.

Fried, George. 2005. Bkiiologi. Jakarta : Erlangga.


Stansfield, William D. 1983. Genetika, Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Starr, Cecie and Beverly McMillan. 2010. Human Biology, Eighth Edition. New
York : Brooks/Cole Cengage Learning.

Suryo. 1996. Genetika. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Susanto, Agus H. 2011. Genetika. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Winchester, A. M. 1958. GENETICS : A Survey of The Principles of Heredity.


Massachussets: The Riberside Press.