Anda di halaman 1dari 3

Tema : Drama Percintaan

Judul : Cinta dan Persahabatan


Penokohan :
1. Emile sebagai Aline
2. Dedi sebagai Yosua
3. Denny sebagai Allan
4. Tati sebagai Emmy
5. Willy sebagai Hendry
6. Bernard sebagai Arta
7. Lani sebagai Melita
8. Novi sebagai Sharon
9. Serlina sebagai Marsha
10. Harmoko sebagai Gerry
11. Nenny sebagai Viola
Peranan :
Aline merupakan gadis tomboy yang manis. Kepribadiannya terkesan cuek, namun
menyenangkan.
Yosua merupakan pria kaya yang tampan, solider dan royal.
Allan merupakan pria kaya yang suka berganti-ganti pasangan dan angkuh.
Emmy merupakan gadis sederhana yang setia kawan dan pemalu.
Hendry merupakan pria kaya yang suka bersaing dengan Yosua.
Arta merupakan pria periang dan gemar makan.
Melita merupakan gadis modis dan cantik yang agak lemot.
Sharon merupakan kekasih Hendry, gadis cantik yang pendiam dan tertutup.
Marsha merupakan salah satu kekasih Allan, gadis yang cantik dan ambisius.
Gerry merpakan pria ramah, periang dan humoris.
Viola merupakan teman Marsha gadis cerewet yang gemar mencela orang lain.

Naskah Drama
Di suatu kedai kopi ternama seperti biasa Aline, Yosua, Emmy, Hendry, Arta, Melita, Sharon
dan Gerry sedang berkumpul menghabiskan malam Minggu. Diantara mereka berdelapan
hanya Aline yang murung.

Yosua : Eh guys! Film kita jam berapa ya mainnya?


Melita : Kayaknya sih midnight jam 9.
Gerry : Mel, kalo masih jam 9 bukan midnight namanya. Dasar!
Melita : Tapi kan selesainya midnight?
Gerry : Tau, ah! Pusing ngomong sama kamu.
Hendry : Line, kenapa diam aja, nih? Biasanya paling bawel.
Arta : Laper ya, Line? Pesen makan, yuk!
Emmy : Kita kan barusan makan, Ta?
Arta : Iya, lupa! Kenapa sih, Line? Ada masalah?
Aline : Hmm.. Nggak kok. Cuma aku bingung aja Allan nggak bisa dihubungi.
Yosua : Oh, iya! Mana nih cowok kamu, Line? Kok nggak dikenalin ke kita-kita?
Aline : Yah, gimana mau ngenalin. Dia tiap diajak keluar bareng kalian selalu nggak bisa.
Mungkin dia maunya berdua aja kali ya sama aku? Hehe..
Sharon : Sama kayak Hendry, Line. Susah banget kalo aku ajak ketemuan sama temen-temen
aku.
Hendry : Apaan sih, sayang.
Emmy : Udah hampir jam 9 nih, guys! Nggak jalan ke bioskop?
Yosua : Iya nih. Oya, aku minta bill deh.
Hendry : Eh, nggak usah, Yos. Aku aja yang bayar.
Yosua : Loh, nggak deh, Hen. Aku aja.
Hendry : Nggak, aku aja..
Sharon : Udahlah sayang, kamu kan udah bayarin anak-anak nonton kemarin
Hendry : Tapi kan..

Yosua meminta bill kepada pelayan dan ia membayar semua makanan dan minuman teman-
temannya. Setelah itu mereka semua keluar dari kedai kopi dan berjalan ke arah bioskop yang
terletak di sudut gedung pusat perbelanjaan ternama tempat mereka berada sekarang. Tiba-
tiba Aline melihat Allan sedang berjalan dengan dua orang wanita. Salah satu wanita tersebut
menggandeng mesra tangan Allan.

Gerry : Aline, itu cowok kamu bukan sih?


Emmy : Eh iya, Line! Allan sama siapa itu? Kok....
Aline berdiri terpaku sampai Allan melihatnya, ia buru-buru melepas tangan Marsha yang
digandengnya. Kemudian Allan menghampiri Aline dan teman-temannya.
Aline : Allan, kamu kok disini? Bukannya kamu sakit?
Allan : Eh, beb.. Hmm.. Iya tadi sakit, Cuma..
Hendry : Siapa tuh cewek, Lan? Kok mesra banget?
Arta : Iya gandengan segala kayak pengantin baru!
Melita : Loh, kalo Allan sama cewek lain. Aline gimana dong?
Aline : Bisa kamu kasih penjelasan ke aku?
Tiba-tiba Marsha dan temannya, Viola menghampiri Allan yang sedang berbincang dengan
Aline.
Marsha : Sayang, kok lama banget? Ini sepupu kamu itu? Kok nggak dikenali ke aku? Hei,
aku Marsha, pacarnya Allan.
Melita : Pacar? Terus Aline juga pacar kamu, Lan? Banyak banget pacar kamu.
Aline hanya berdiri terdiam menahan tangis. Sementara itu, Yosua sudah mengerti tentang
permasalahan yang terjadi. Allan selingkuh dan membohongi Aline.
Yosua : Eh, kamu kalau jadi laki jangan begitu! Maksudnya apa nih mainin Aline temen kita?
Gerry : Iya, sok cakep banget kamu, Lan! Pake selingkuh dua-duain Aline.
Allan : Denger dulu...
Viola : Ini pacar kamu, Lan? Gila.. Jauh cantikan Marsha kali! Minus mata nambah kali tuh,
Lan.
Emmy : Kamu nggak usah ikut-ikutan deh..
Aline berpaling dan berjalan meninggalkan teman-temannya dan Allan. Aline terus berjalan
hingga ke pelataran parkir pusat perbelanjaan. Yosua dan Emmy menyusulnya.
Yosua : Aline! Tunggu oi!
Emmy : Iya, Line! Jangan nekat!
Aline : Emang aku mau ngapain?
Yosua : Loh, kita pikir kamu mau bunuh diri..
Aline : Gila kali ya? Aku masih waras.
Emmy : Line, cowok kayak Allan itu nggak usah kamu pikirin.
Yosua : Iya, Line. Kan masih ada aku, eh maksudnya kita!

Aline dan Emmy sama-sama terperangah mendengar ucapan Yosua tadi. Mereka menatap
Yosua lekat-lekat.

Yosua : Eh, maksud aku...


Tiba-tiba Yosua menggenggam tangan Aline di hadapan Emmy.
Yosua : Line, dari awal kan aku udah nggak setuju kamu pacaran sama Allan. Masih banyak
cowok lain yang lebih baik dari dia...
Aline : Contohnya kamu?
Yosua : Yah.. Bisa dibilang gitu sih..
Emmy : EHEM! Gila, aku nggak dianggap sama sekali ya?
Hendry, Sharon, Gerry, Melita dan Arta menyusul mereka ke pelataran parkir. Mereka
melihat Yosua masih memegang tangan Aline.
Gerry : Wah, kayaknya kelewatan satu babak nih kita!
Arta : Iya nih, besok kayaknya ada traktiran makan!
Yosua : Apaan sih...
Hendry : Yosua? Kamu deketin Aline?
Yosua : Masih penjajakan, Hen. Hehehe.. Akhirnya dia lepas juga dari cowok kurang ajar itu.
Emmy : Eh iya, Allan gimana tuh?
Melita : Udah diberesin sama Hendry.

Kemudian mereka semua bercanda gurau meledek Yosua yang ternyata mendekati Aline.
Padahal, disatu sisi Hendry sedang menyimpan luka karena Aline didekati oleh sahabatnya
sendiri.
Penutup