Anda di halaman 1dari 19

DAFTAR ISI

BAB I.............................................................................................................. 3
PENDAHULUAN............................................................................................... 3
1.1 Latar belakang...........................................................................3
1.2 Tujuan penulisan.......................................................................3
1.3 Manfaat penulisan.....................................................................3
BAB II.............................................................................................................. 4
PEMBAHASAN................................................................................................. 4
2.1 Pengertian perawatan perineum................................................4
2.2 Tujuan perawatan perineum.......................................................5
2.3 Bentuk Luka Perineum...............................................................5
2.4 Lingkup Perawatan.....................................................................6
2.5 Waktu Perawatan.......................................................................6
2.6 Indikasi dan kontra indikasi........................................................6
2.7 Persiapan alat............................................................................6
2.8 Dampak Dari Perawatan Luka Perinium.....................................7
2.9 Perawatan Perineal Wanita.........................................................7
2.10 Perawatan Perineal Pria..........................................................11
BAB III........................................................................................................... 15
PENUTUP...................................................................................................... 15
3.1 Kesimpulan...................................................................................15
3.2 Saran....................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 16

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia (biologis, psikologis,
sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004). Perineum
adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis,
2000). Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai dengan
kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002).
Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara
paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran placenta
sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil.

1.2 Tujuan penulisan


Untuk mengetahui bagaimana cara merawat vulva higiene.

1.3 Manfaat penulisan


Manfaat penulisan makalah ini yaitu memberikan pengetahuan kepada pembaca
tentang apa sebenarnya perawatan perineum atau vulva higiene itu serta bagaimana
pencegahan dan penanggulangannya, khususnya bagi mahasiswa dalam melaksanakan
asuhan keperawatan pada pasien perineum atau vulva higiene.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian perawatan perineum


Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita
yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. Pasien yang harus istirahat di
tempat tidur (misalnya, karena hipertensi, pemberian infus,section caesarea) harus
dimandikan setiap hari dengan pencucian daerahperineum yang dilakukan dua kali
sehari dan pada waktu sesudah selesai membuang hajat. Meskipun ibu yang akan
bersalin biasanya masih muda dan sehat, daerah daerah yang tertekan tetap memerlukan
perhatian serta perawatan protektif.
Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari), biasanya
daerah perineum dicuci sendiri dengan menggunakan air dalam botol atau wadah lain
yang disediakan khusus untuk keperluan tersebut. Penggantian tampon harus sering
dilakukan, sedikitnya sesudah pencucian perineum dan setiap kali sehabis ke belakang
atau sehabis menggunakan pispot. Payudara harus mendapatkan perhatian khusus pada
saat mandi yang bisa dilakukan dengan memakai spons atau shower dua kali sehari.
Payudara dibasuh dengan menggunakan alat pembasuh muka yang disediakan khusus
untuk keperluan ini. Kemudian masase payudara dilakukan dilakukan dengan perlahan
lahan dan puting secara hati hati ditarik keluar. Jangan menggunakan sabun untuk
membersihkan putting.
Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada alat kelamin perempuan, yaitu
perawatan diri pada organ eksterna yang terdiri atas mons veneris, terletak didepan
simpisis pubis, labia mayora yang merupakan dua lipatan besar yang membentuk vulva,
labia minora, dua lipatan kecil di antara atas labia mayora, klitoris, sebuah jaringan
eriktil yang serupa dengan penis laki-laki, kemudian juga bagian yang terkait di
sekitarnya seperti uretra, vagina, perineum, dan anus.

2.2 Tujuan perawatan perineum


Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya
infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan.
Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001), adalah pencegahan terjadinya infeksi
pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah kelahiran anak atau aborsi.

3
2.3 Bentuk Luka Perineum
Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :
1. Rupture
Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan
secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses
persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit
dilakukan penjahitan. (Hamilton, 2002).

2. Episotomi
Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar
muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A.,
1996).
Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang
sedang dalam keadaan meregang. Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan
akan robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan
anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi
dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah mempunyai
keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini
lebih mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002).
Pada gambar berikut ini dijelaskan tipe episotomi dan rupture yang sering
dijumpai dalam proses persalinan yaitu :
1. Episiotomi medial
2. Episiotomi mediolateral
Sedangkan rupture meliputi
1. Tuberositas ischii
2. Arteri pudenda interna
3. Arteri rektalis inferior

2.4 Lingkup Perawatan


Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ
reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui vulva
yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan
penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001).
Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah
1. Mencegah kontaminasi dari rektum
2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma

4
3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau.

2.5 Waktu Perawatan

Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah


1. Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka ada
kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada pembalut,
untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula pada perineum
ibu, untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
2. Setelah buang air kecil
Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi
kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada
perineum untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
3. Setelah buang air besar.
Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus,
untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang letaknya
bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum secara
keseluruhan.

2.6 Indikasi dan kontra indikasi


Indikasi : Dikhususkan pada area genital yang terkena edema
Kontra indikasi : berikan perhatian pada wanita yang mengalami menstruasi

2.7 Persiapan alat


Alat dan bahan
Kapas sublimat atau desinfektan
Pinset
Bengkok
Pispot
Tempat cebok yang berisi larutan
Desinfektan sesuai dengan kebutuhan
Pengalas
Sarung tangan

5
2.8 Dampak Dari Perawatan Luka Perinium
Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut ini :
1. Infeksi
Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang
perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.
2. Komplikasi
Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih
ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi
kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir.
3. Kematian ibu post partum
Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu
post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga,1995)

2.9 Perawatan Perineal Wanita

Perawatan perineal pada wanita meliputi pembersihan genitalia eksternal.


Prosedur biasanya dilakukan selama mandi. Kebanyakan wanita menyukai mencuci area
perineal mereka sendiri bila secara fisik mereka mampu melakukannya. Perawatan
perineal mencegah dan mengontrol penyebaran infeksi, mencegah kerusakan kulit,
meningkatkan kenyamanan, dan mempertahankan kebersihan. Ketika memberikan
perawatan perineal pada klien, perawat harus menggunakan sarung tangan untuk
mengurangi risiko penularan mikroorganisme, seperti HIV atau herpes, dari drainase
perineal.

Pendelegasian
Perawat perineal dapat didelegasikan pada personel asisten. Namun, tindakan ini
tetap menjadi tanggung jawab perawat untuk menindaklanjutinya untuk menjamin
perawatan yang tepat diberikan dan untuk mencatat hasilnya. Keterampilan ini tidak
boleh didelegasikan bila klien tidak stabil secara medis.

Peralatan
Baskom cuci
Selimut mandi, handuk mandi, waslap sekali pakai atau waslap biasa (2 atau3)
Penggosok sabun dengan sabun
Bantalan tahan air atau pispot
Tisu kamar mandi
Sarung tangan sekali pakai
Kantung sekali pakai

6
Langkah Rasional
1. Ikuti Protokol Standar
(lihat lampiran) Mencegah pakaian mandi basah.
2. Posisikan bantalan tahan air di bawah
bokong klien atau tempatkan pispot dibawah
klien. Mengurangi penularan mikroorganisme.
3. Kenakan sarung tangan sekali pakai. Pembersihan mencegah penularan
4. Bila ada material fekal, bersihkan area anal mikroorganisme
dengan mengusap material fekal
menggunakan tisu kamar mandi. Cuci area
tersebut dengan sekali usapan dari arah
vagina ke anus. Buang waslap. Ulangi dengan
waslap bersih sampai kulit bersih.
5. Turunkan bagian atas celana tidur kea rah Membuka area perineal untuk kemudahan
kaki dan gulung pakaian klien ke atas area akses.
genital.
a. Bentuk duk limas untuk klien, tempatkan Mencegah pemajanan bagian tubuh yang
selimut mandi dengan satu sudut ada di tidak perlu dan mempertahankan kehangatan
antara kaki klien, satu sudut mengarah ke dan kenyamanan klien selama prosedur.
setiap sisi tempat tidur, dan satu sudut di atas
dada klien. Selipkan satu sudut mengelilingi
kaki dan dibawah panggul klien.
b. Pasang pagar tempat tidur. Isi baskom
dengan air hangat.
Suhu air yang tepat mencegah luka bakar
c. Tempatkan baskom dan tisu toilet di atas pada perineum. Pemasangan pagar tempat
meja tempat tidur. Tempatkan waslap dalam tidur mencegah klien jatuh.
baskom. Peralatan yang ditempatkan dalam jangkauan
6. Bantu klien mengambil posisi dorsal perawat mencegah kemungkinan jatuhnya
rekumben. alat.
7. Turunkan pagar tempat tidur dan bantu
klien memfleksikan lutut dan regangkan kaki. Memberi akses mudah pada genitalia.
Perhatikan pembatasan atau keterbatasan
dalam pemberian posisi klien. Minimalkan Memberikan pemajanan penuh terhadap
derajat abduksi pada wanita bila posisi genitalia wanita.
menyebabkan nyeri karena arthritis atau
kontraktur atau pada lansia dengan penurunan
mobilitas.
8. Lipat sudut bawah selimut mandi diantara
kedua kaki klien ke atas abdomen. Cuci dan
keringkan paha atas klien.

Minimalkan penularan mikroorganisme.


9. Cuci labia mayora. Gunakan tangan Dengan mempertahankan klien terselimuti

7
nondominan untuk meretraksi secara perlahan sampai prosedur mulai meminimalkan
labia ; dengan tangan dominan, cuci dengan ansietas. Terbentuknya sekresi perineal dapat
cermat lipatan kulitnya. Usap dalam arah dari mengotori sekitar permukaan kulit.
perineum ke rectum (dari depan ke belakang).
Ulangi pada posisi berlawanan dengan Lipatan kulit mengandung sekresi tubuh
menggunakan sisi lain dari waslap. Bilas dan yang menampung mikroorganisme.
keringkan area dengan seksama. Pengusapan dari perineum ke rectum (depan
10. Regangkan Labia dengan tangan dominan ke belakang) mengurangi kesempatan
untuk memajankan meatus uretral dan penularan organisme fekal ke meatus
orifisium vagina. Dengan tangan dominan, urinarius.
cuci ke arah bawah dari area pubis ke anus
dalam sekali usapan (Gbr.3-4). Gunakan sisi
lain waslap untuk setiap usapan. Bersihkan
dengan seksama sekitar labia minora, klitoris,
dan orifisium vagina. (Untuk wanita yang
sedang menstruasi atau klien dengan kateter Metode pembersihan ini mengurangi
urine menetap, bersihkan dengan bola kapas). penularan mikroorganisme ke meatus
11. Dengan tangan lain dan dengan urinarius.
menggunakan sabun sedikit sehingga tidak
mengiritasi kulit, cuci ke arah bawah dari
area pubis ke anus dalam sekali usapan.
Berikan perhatian pada area sekitar labia
minora, klitoris, dan orifisium vaginal (lihat
Gbr.3-4)
12. Bila klien menggunakan pispot, tuangkan air
hangat di atas area perineal. Keringkan area
perineal secara seksama, dengan
menggunakan metode depan ke belakang.
13. Lipat sudut bawah selimut mandi di antara Mengurangi kesempatan penularan
kaki klien dan di atas perineum. Minta klien mikroorganisme ke meatus urinarius.
untuk menurunkan kaki dan mengambul
posisi yang nyaman.
14. Bilas area dengan baik dan keringkan dengan
handuk. Singkirkan selimut dan buang semua
linen kotor.
15. Lepaskan sarung tangan dan buang dalam Dengan pembilasan menghilangkan sabun
wadah yang tepat. dan mikroorganisme lebih efektif daripada
16. Lengkapi bagian Akhir Protokol hanya mengusap ke lembapan yang ada
Keterampilan (lihat lampiran) menjadi wadah mikroorganisme.

Kenyamanan klien membantu meminimalkan


stres terhadap prosedur.

8
Kelembapan yang ada dapat menyebabkan
maserasi kulit. Pembuangan alat yang tepat
mengurangi penyebaran mikroorganisme.
Kelembapan dan ekresi tubuh pada sarung
tangan dapat menjadi wadah organisme.

Kewaspadaan perawat
Wanita dengan inkontinensia urine atau ani atau yang sembuh dari pembedahan rektal
atau perineal, pembedahan meliputi saluran kemih bawah, atau melahirkan memerlukan
perhatian khusus dan perawatan perineal yang sering.

Respon Klien yang Membutuhkan Tindakan Segera

Rospons Tindakan

Adanya rabas berbau menyegat.

Dapat menandakan adanya infeksi:

Laporkan temuan ke perawat dan dokter.


Mungkin memerlukan pembersihan yang sering.

Pertimbangan penyuluhan
Pada aktivitas ini paling baik untuk mengajarkan tentang pemeriksaan vulva/genetalia
sendiri.

Pertimbangan pediatrik
Beri tahu remaja putri higiene dasar dan mengapa mereka menjadi predisposisi untuk
infeksi saluran kemih. Beri tahu semua wanita metode tepat higiene perineal (metode
depan-ke-belakang).
Masalah umum di antara bayi-bayi adalah ruam karena popok, yang terjadi karena
kelembapan lingkungan panas dibawah popok. Orang tua perlu intruksin tambahan
tentang pencegahan ruam karena popok.
Lepaskan pakaian yang berlebihan dan popok yang ketat.

Pertimbangan geriatrik

9
Wanita lansia secara umum mengalami atrofi genetalia eksternal sesuai dengan
berkurangnya pertumbuhan rambut di perineum (Loescher,1995)
Lansia mungkin mengalami keterbatasan mobilitas dan memerlukan bantuan
tamabahan dalam hal hiegene perineal.

Pertimbangan budaya dan spritual.


Sopan santun untk banyak budaya dianggap penting. Asuhan keperawatan perlu diubah
untuk memenuhi kebutuhan privasi personl klien.
Penerjemahan dengan gender sama harus dipertimbangkan bila diperlukan
penerjemahan informasi yang penting.
Pertimbangan perawatan di rumah dan perawatan jangka panjang
Beri tahu pemberi asuhan yang membantu mandi bagaimana mengkaji perineum untuk
tanda infeksi seperti drainase, bau,luka bakar,atau rasa gatal, atau kerusakan kulit seperti
lepuh,hiperemia,atau kerusakan pada integritas kulit perineal.

2.10 Perawatan Perineal Pria

Sepeti kebanyakan klien wanita, klien pria lebih menyukai melakukan perawatan
sendiri bila secara fisik mereka mampu. Bila tidak, klien pria memerlukan perhatian
khusus selama perawatan perineal, khususnya bila ia tidak disirkumsisi. Foreskin
menyebabkan sekresi mengumul dengan mudah disekitar mahkota penis dekat meatus
uretral. Kanker penis terjadi lebih sering pada pria yang tidak disirkumsisi dan diyakini
berkaitan dengan kebersihan. Bakteri yang terkumpul dibawah foreskin bekerja sebagai
sel deskuamasi untuk menghasilkan smegma, zat yang mengiritasi glans penis dan
prepusium. Seperti juga pada klien wanita, perawat harus menggunakan sarung tangan
saat memberikan perawatan perineal. Selain itu, klien pria memerlukan kebersihan
perineal sebagai rutinitas mandi, tetapi juga setiap terjadi inkontinensia urine dan
sebagai bagian dari katetr Foley.

Pendelegasian
Perawatan perineal pria dapat didelegasikan pada personel asisten. Namun,
tindakan ini tetap menjadi tanggung jawab perawat untuk menindaklanjutinya untuk
menjamin perawat tetap diberikan dan untuk mencatat hasilnya. Keterampilan ini tidak
boleh didelegasikan bila klien secara medis tidak stabil.

Peralatan
Baskom cuci
Selimut mandi, handuk mandi, waslap sekali pakai atau waslap biasa (2 atau 3)
Penggosok sabun dengan sabun
Bantalan tahan air atau pispot
Tisu kamar mandi
Sarung tangan sekali pakai

10
Kantung sekali pakai.

Rasional
Langkah
1. Ikuti protokol standar
(lihat lampiran)
2. Posisikan bantalan tahan air dibawah Mencegah membasahi seprai
bokong klien atau tempatkan pispot di bawah
klien.
3. Kenakan sarung tangan sekali pakai Mengurangi penularan mikroorganisme
4. Pasang duk pada klien dengan melipat Dengan menutup klien sampai prosedur
sudut bawah selimut mandi ke arah atas di mulai akan meminimalkan ansietas.
antara kaki klien dan di tas abdomen. Basahi Terbentuknya sekresi perineal dapat
dan keringkan paha atas klien. membasahi permukaan kulit sekitar.
5. Dengan perlahan, posisikan penis ke arah
abdomen dan tempatkan handuk mandi
dibawahnya. Dengan perlahan genggam Handuk mencegah kelembapan karena
ujung penis. Bila klien disirkumsisi, penumpukan cairan di area inguinal.
retraksikan foreskin. Tunda prosedure bila Memegang penis secara lembut tetapi kuat
klien mengalami ereksi. mengurangi kesempatan klien mengalami
6. Cuci ujung penis pertama pada meatus ereksi. Skeresi dapat menjadi temapat
uretral. Gunakan gerakan memutar, bersihkan pertumbuhan mikroorganisme di bawah
dari bagian luar meatus. Jangan biarkan foreskin.
sabun masuk kedalam meatus. Buang waslap Arah pembersihan dari area sedikit
dan ulangi sampai penis bersih. Cuci dan terkontaminasi ke area yang paling
keringkan dengan perlahan. (Gbr,3-5) terkontaminasi yang mencegah masuknya
7. Kembalikan foreskin ke posisi asalnya. mikroorganisme ke uretra.

8. Cuci batang penis dengan perlahan tetapi


kuat ke arah bawah. Perhatikan khusus pada
permukaan bawah penis. Bilas dan keringkan
penis secara seksama. Minta klien Pengencangan foreskin di sekitar ujung penis
meregangkan kakinya sedikit. dapat menyebabkan edema lokal dan
ketidaknyaman.
9. Dengan peralahan bersihkan skrotum.
Angkat testis dengan hati-hati dan cuci Masasae kuat pada penis dapat menimbulkan
lipatan kulit dibawahnya. Bilas dan ereksi yang dapat membuat klien dan
keringkan. perawat malu. Permukaan bawah penis dapat
10. Lipat selimut mandi kebelakang perineum menjadi akumjulasi sekresi abduksi kaki
klien dan bantu klien mengambil posisi membuat akses mudah pada jaringan skrotal.
miring.
11. Bila klien mengalami inkontinensia urine
atau ani, beriakan lapisan tipis barrier kulit
yang mengandung petrolium kulit yang Tekanan pada jaringan skrotal dapat

11
mnegandung petrolium atau zink oksida di menimbulkan nyeri yang sangat pada klien.
atas anal dan kulit perineal. Sekresi tertampung bdiantara lipatan kulit.

Selimut mandi mempertahankan kenyamanan


12. Lepas sarung tangan dan buang pada wadah pasien dan meminimalkan snsietas selama
yang tepat. prosedur. Posisi miring memberi akses pada
13. Bantu klien mengambiln posisi yang areal anal.
nyaman dan tutup dengan selimut. Melindungi kulit dari kelembapab berlebihan
14. Lepaskan selimut mandi dan buang semua dan dari toksin yang dihasilkan oleh urine
linen kotor.. atau feses. (maklebust dan margolis,1995).
15. Lengkapi akhir prosedur keterampilan (lihat Klien yang kontinen atau yang terpajan pada
lampiran) sekresi perlu pengkajian lebih sering untuk
memastikan resiko terjadinya dekubitas. Kaji
secara lengkap kulit yang terpajan sebelum
mengubah posisi.
Kelembapan dan sekresi tubuhb pada sarung
tangan dapat menjadi tempat organisme.

Membuat klien nyaman meminimalkan stres


emosi terhadap prosedur
Mengurangi pemindahan mikroorganismes

Respon Klien yang Membutuhkan Tindakan Segera

Respons Tindakan

Genitalia inflamasi, nyeri tekan atau bengkak

12
Yakinkan foreskin dikembalikan keposisi normal kerena ini dapat meneybabkan
penurunan sirkulasi ke area tersebut dan berpotensi nekrosis

Beri tahu dokter bila inflamasi dan edema berlanjut

Mandikan area dengan sering untuk mempertahankan kebersihan dan kering

Dapatkan program untuk rendam duduk.

Berikan barrier pelindung.

Pertimbangan penyembuhan klien


Intruksikan klien pada pemeriksaan testis mandiri. Kanker testis adalah bentuk tumor
pada umum pada pria antara usia 15 atau 35 tahun.

Pertimbangkan pediatrik
Pada bayi, prepusium normalnya kencang selama beberapa bulan pertama dan tidak
boleh diregangkan untuk membersihkannya. Sobekan tak sengaja pada membran dapat
terjadi.

Pertimbangan geriatrik
Ajarkan lansia bahwa penurunan ukuran testis adalah proses normal penuaan.

Pertimbangan budaya dan spritual


Beberapa agama dan budaya menuntut klien menggunakan pakaian dalam keramat.
Pakaian ini harus dipakai setiap waktu dan hanya boleh dilepaskan pada keadaan
darurat. Minta izin sebelum melepaskan pakaian dalam ini

Pertimbangan perawatan di rumah dan perawatan jangka panjang


Beri tahu pemberi asuhan tentang cara mengkaji perineum untuk tanda infeksi seperti
drainase, bau, rasa terbakar, gatal atau kerusakan kulit seperti lepuh hipermia atau robek
dalam integritas pada penis atau skrotum.

2.11 PERAWATAN GENETALIA HYGIENE

1. Definisi

Membersihkan daerah kemaluan dan sekitar nya pada klien yang tidak dapat
melakukannya sendiri.

13
1. Tujuan

2. Untuk mencegah terjadinya infeksi

3. Mempertahankan kebersihan genitalia

4. Meningkatkan kenyamanan serta mempertahankan personal hygiene

Indikasi

Pada pasien yang tidak mampu secara mandiri merawat kelaminnya

1. Kontraindikasi

2. Pada pasien yang menderita penyakit kelamin, misal HIV

3. Pada pasien yang mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya

4. Berikan perhatian pada pasien pasca operasi

5. Pada pasien hernia

1. Persiapan Alat

2. Baskom berisi air hangat

3. Selimut mandi

4. Waslap 2 buah

5. Pengalas

6. Pispot atau bedpan

7. Tissue kamar mandi

8. Tempat kain kotor tertutup

9. Sampiran kain kotor

10. Baskom berisi kapas air hangat bersih

11. Selimut mandi

14
12. Handuk

13. Sabun

14. Kain penutup

15. Sarung tangan

1. Cara pelaksanaan

2. Jelaskan kepada pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan.

3. Siapkan alat-alat

4. Dekatkan alat-alat ke tempat tidur pasien.

5. Tutup jendela dan pintu atau pasang sampiran.

6. Mencuci tangan

7. Pasang selimut ekstra.

8. Pasang pengalas dibawah bokong pasien

9. Lepaskan pakaian bawah pasien

10. Atur posisi

1. Posisi dorsal recumbent (M shape) pada wanita

2. Posisi supine (V shape) pada pria

11. Bungkuus kaki pasien dengan sudut selimut dan bagian tengah menutupi daerah
pubis (jika selimut lebar) atau buka selimut sampai atas pubis

12. Letakkan bengkok dan kapas sublimat di dekat bokong pasien

13. Pasang sarung tangan

14. Membersihkan genetalia

1. Membersihkan vulva (wanita)

15
2. Buka labia mayora dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang
kapas sublimat. Bersihkan labia mayora dengan kapas sublimat dari atas
ke bawah 1 kali usap. Bersihkan perineum 1 kali usap.

3. Membersihkan penis (pria)

4. Pasang penis dengan tangan kiri, sementara tangan kanan memegang


kappa sublimat. Bersihkan gland penis dari ujung kea rah bawah dengan
cara memutar (bagi pasien yang belum disunat, tarik prepetium kea rah
gland penis dan kembalikan seperti semula jika sudah dibersihkan).
Bersihkan batang penis dari atas ke bawah. Bersihkan skrotum, dari arah
atas ke bawah mengarah ke rectum.

15. Pasang bed pan di bawah bokong pasien

16. Basuh daerah genitalia dengan air hangat

17. Keringkan vulva dengan tisu

18. Angkat bed pan

19. Oleskan obat merah(jika ada luka)

20. Pasang pembalut dari celana (jika ada menstruasi atau lochia) pada wanita

21. Atur posisi pasien

22. Angkat pengalas

23. Ganti selimut ekstra dengan selimut pasien

24. Rapikan alat-alat dan kembalikan ke tempat semula

25. Cuci tangan

Cara perawatan Sistem Reproduksi Wanita

Seperti layaknya organ tubuh yang lain, organ reproduksi seksual juga harus diberi
perawatan dengan baik. Berikut beberapa saran yang bisa dilakukan terkait dengan
perawatan sistem reproduksi:

1. Upayakan untuk senantiasa menjaga kebersihan Anda. Usahakan agar senantiasa


kering dan tidak lembab, karena keadaan basah memudahkan berjangkitnya
infeksi dari luar.

16
2. Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh vagina

3. Mandi dengan teratur dengan membasuh vagina dengan air hangat dan sabun
yang lembut.

4. Praktekkan cara menyeka yang benar (dengan handuk atau tisu maupun air
sewaktu membersihkan), yaitu dari arah depan ke belakang, agar bibit penyakit
yang kemungkinan besar bersarang di dubur tidak terbawa ke wilayah kemaluan
atau sistem reproduksi Anda, yang akan menimbulkan infeksi, peradangan dan
rangsangan rasa gatal.

5. Hindari penggunaan handuk atau washlap milik orang lain untuk mengeringkan
vagina kita.

6. Selalu gunakan celana dalam yang bersih dan terbuat dari bahan katun (100%).
Bahan lain misalnya nylon, polyester, dan bahan sintesis lain yang kecil daya
serapnya, hanya akan membuat gerah, panas dan membuat vagina menjadi
lembab. Kondisi ini sangat disukai bakteri dan jamur untuk berkembang biak
pada sistem reproduksi Anda.

7. Jangan menggunakan alat pembersih kimiawi tertentu karena akan merusak


keasaman vagina yang berfungsi menumbuhkan bakteri atau kuman yang
masuk. Demikian juga tidak diperbolehkan menggunakan deodorant atau spray,
cairan pembasuh (douches), sabun yang keras, serta tissue yang berwarna dan
berparfum. Rangsangan dari bahan ini dapat menimbulkan peradangan dari liang
senggama dan bibir kemaluan dengan keluhan gatal dan keputihan.

8. Perawatan sistem reproduksi dengan mencukur sebagian dari rambut kemaluan


secara teratur, berfungsi untuk menghindari kelembaban yang berlebihan di
daerah vagina, yang bisa menyebabkan tumbuhnya sejenis jamur atau kutu
sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan gatal bagi kita

9. Jangan menggunakan alat-alat bantuan untuk masturbasi, karena hal ini bisa
menyebabkan robeknya selaput dara dan infeksi pada vagina atau penis.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam perawatan sistem reproduksi bagi perempuan
adalah :

1. Pada saat haid, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi,
karena itu kebersihan vagina harus dijaga karena kuman mudah sekali masuk
dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi.

2. Selama haid mungkin timbul rasa nyeri pada pinggang dan panggul, hal ini
disebabkan adanya peregangan pada otot rahim.

17
3. Untuk menjaga kebersihan, dalam melakukan perawatan sistem reproduksi,
pergunakan pembalut selama haid harus diganti secara teratur 2-3 kali atau
setelah mandi dan buang air kecil.

4. Jika pemakaian pembalut yang dibuang, sebaiknya dibungkus sebelum dibuang


ke tempat sampah. Untuk pembalut lainnya (dari kain) sebaiknya sebelum
dicuci, rendam terlebih dahulu memakai sabun pada tempat tertutup.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada alat kelamin perempuan, yaitu
perawatan diri pada organ eksterna yang terdiri atas mons veneris, terletak didepan
simpisis pubis, labia mayora yang merupakan dua lipatan besar yang membentuk vulva,
labia minora, dua lipatan kecil di antara atas labia mayora, klitoris, sebuah jaringan
eriktil yang serupa dengan penis laki-laki, kemudian juga bagian yang terkait di
sekitarnya seperti uretra, vagina, perineum, dan anus.

3.2 Saran

Saran penulis semoga materi tentang perawatan perineum atau vulva higiene
dapat menambah wawasan bagi mahasiswa yang belum memahami bagaimana cara
merawat perieneum.

18
DAFTAR PUSTAKA

Rahmayanti, Siti. 1998. Perawatan vulva higiene/perineum.


(Online), (http://siti-rahmayanti.blogspot.com, diakses 28 Juli 2011)

19