Anda di halaman 1dari 9

PAPER

TAKE HOME TEST DASAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

( Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat Kelas A
sekaligus untuk penilaian UAS Semester Gasal dengan dosen pengampu Dr. Farida Wahyu
Ningtyas, M.kes.)

Disusun oleh:

DEWI PERMATA SARI NUR

162110101150

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS JEMBER

TAHUN AKADEMIK 2016-2017


1. Jelaskan bentuk pengawasan yang dilakukan BPOM-RI terhadap peredaran
makanan di Indonesia !
Pembahasan :
Pengawasan yang dilakukan oleh BPOM-RI berprinsip pada 3E yaitu
Engineering yang mengacu pada perundang-undangan dan peraturan. Tujuan
dibentuknya peraturan dan perundang-undangan adalah sebagai landasan hukum
aparat poemerintah dalam hal pengawasan makanan untuk melindungi masyarakat
terhadap makanan yang memperburuk kesehatan serta sebagai landasan yang wajib
ditaati oleh produsen dan distributor makanan. Education yaitu pemberian informasi
serta melakukan penyuluhan dan pendidikan kepada produsen maupun kepada
konsumen. Terakhir Enforcement yaitu BPOM-RI berhak memberikan peringatan
sampai 3 kali, tetap dilanggar akan diperingatkan dengan tegas, selanjutnya jika masih
tetap melanggar akan ditutup sementara, selanjutnya akan di cabut ijin operasi atau
ijin produksi, jika sudah dicabut namun tetap beroperasi atau berproduksi akan
dipidana sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Pengawasan yang dilakukan
sangatlah ketat.
Ijin produksi, pengawasan proses produksi dan hasil produksi dari obat
tradisional maupun obat campuran bahan kimia, kosmetika, narkotika, minuman keras
sepenuhnya wewenang BPOM-RI. Dimulai dari kegiatan produksi dalam sistem
pengawasan yang disebut Good Manufacturing Practices (GMP) yang megawasi
dalam aspek lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas produksi, peralatan produksi
dan tingkat sanitasi dan higienitas pada sektor produksi. BPOM-RI tidak hanya
mengawasi saja, namun juga menguji laboratorium di balai POM masing-masing
regional tetapi jika diperlukan rujukan untuk konfirmasi ke BPOM-RI pusat yang
terdapat di jakarta dengan mengambil sampel makanan dan minuman yaitu menguji
kandungan atau kompisisi yang terdapat di dalamnya, menguji dalam aspek fisika
kimia, menguji mikrobiologi yang terkandung di dalamnya serta menguji apakah
terdapat bahan berbahaya dan beracun serta memutuskan layak tidaknya untuk
dikonsumsikan ke masyarakat umum. Kemudian pada sub sistem pengawasan
pemerintah BPOM-RI melakukan pengawasan dalam bentuk regulasi,standarisasi
yaitu pemberian nomor registrasi oleh BPOM-RI pada makanan dan minuman serta
produk yang menjadi tanggung jawab BPOM-RI. Jika terdapat inspeksi makanan dan
minuman yang tidak memenuhi syarat yang diterbitkan oleh BPOM-RI terhadap
peredaran makanan di pasaran. Bentuk pengawasan yang terakhir adalah dengan
melakukan pemberdayaan kepada konsumen dan mengedukasi kepada konsumen agar
masyarakat juga berperan aktif dalam kegiatan pengawasan makanan yang beredar
dan berani melaporkan jika terdapat produsen maupun distributor yang melanggar
aturan yang berlaku di Indonesia
2. Jelaskan tantangan ganda keamanan pangan yang dihadapi oleh bangsa
Indonesia ditengah era globalisasi ini!
Pembahasan :
Menurut UU no.18 tahun 2012 keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya
yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia,
dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan
manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat
sehingga aman untuk dikonsumsi. Keamanan pangan di Indonesia telah meningkatkan
kecemasan di benak masyarakat. Perhatian yang kurang diberikan terhadap besarnya
bahaya keracunan makanan disebabkan kontaminasi mikroorganisme yang terjadi
setiap hari. Kelalaian pemerintah dalam menjaga kemanan pangan di indonesia
semakin berkembang seiring dengan peningkatan arus urbanisasi penduduk yang juga
kurang memperhatikan sumber dan kualitas makanan. Tantangan pertama yaitu
kondisi sanitasi lingkungan para pelaku industri kecil dan menengah dalam bidang
pangan juga merupakan ancaman keamanan pangan karena tingkat kebersihan produk
yang dihasilkan yang masih kurang higienis. Jika hal ini dibiarkan dan tanpa ada
tindakan yang tegas dari pihak pemerintah, tingkat keracunan di Indonesia meningkat.
Racun bakteri juga menimbulkan penyakit pada manusia seperti Closteridium
botolinum yang hidup dikaleng ikan, daging maupun sayuran yang tidak dimasak
dengan baik. Bahaya yang ditimbulkan dari racun bakteri tersebut tidak akan hilang
meskipun dimasak dengan baik. Makanan juga bisa terkontaminasi oleh penjamah
makanan dan dapat menularkan dari satu ke lain melalui tangan bahkan peralatan
makan (miss cutting board). Tantangan berikutnya berasal dari sisi perdagangan
internasional karena dapat memunculkan berbagai kontaminan baru yang berdampak
pada terganggunya keamanan pangan yang beredar di pasaran.

3. Jelaskan pendekatan dalam perubahan perilaku masyarakat dan sebutkan


contohnya yang dilaksanakan di Indonesia!
Pembahasan :
Pendekatan dalam promosi kesehatan guna merubah perilaku masyarakat
untuk hidup sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu :
a. Edukasi atau pendidikan yaitu promosi kesehatan yang lebih ditekankan pada
perubahan perilaku melalui peningkatan kesadaran,kemampuan,dan
kemauan.kedua melalui pendekatan. Adapun strategi yang digunakan dalam
pendekatan edukasi adalah :
o Memanfaatkan sumber daya manusia yang berada di lingkungan
sekolah untuk membangun serta menjaga lingkungan sekolah yang
bersih dan sehat
o Bekerja sama dengan pemerintah atau universitas untuk melakukan
upaya promosi kesehatan di lingkungan sekolah
o Memberikan pendidikan pentingnya kesehatan bagi anak dengan
disesuaikan umurnya
o Memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta didik yang bersifat
preventif dan promotif
Contoh yang telah dilaksanakan di Indonesia adalah pihak pendidik (Guru
maupun kepala sekolah) memberikan pendidikan tentang cuci tangan yang
baik dan benar dan melakukan penyemprotan fogging secara rutin untuk
memberantas jentik-jenting nyamuk yang ada di lingkungan sekolah.
b. Pendekatan medical yaitu pendekatan yang melibatkan pihak medis untuk
mencegah atau meringankan kesakitan dengan menggunakan metode
persuasif. Adapun strategi yang digunakan dalam pendekatan medical adalah :
o Advokasi
Advokasi adalah suatu cara yang digunakan guna mencapai suatu
tujuan yang merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk
mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam
kebijakan publik secara bertahap. Contoh yang telah diterapkan di
Indonesia antara lain yaitu menerbitkan atau memperbaharui undang-
undang dan peraturan, meningkatkan pengawasan pelayanan bagi
publik, dan mempercepat modifikasi terhadap produk.
o Dukungan sosial (social support)
Dukungan sosial adalah ketersediaan sumber daya yang memberikan
kenyamanan fisik maupun psikologis sehingga manusia dapat
menjalankan kehidupan dengan baik. Dukungan sosial ini adalah orang
lain yang berinteraksi dengan petugas medis. Contoh yang telah
berhasil dilakukan di Indonesia adalah masyarakat pada zaman
sekarang mau untuk berobat ke dokter yang dahulunya sangat percaya
akan pengobatan ke dukun dan mantri.
o Memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan namun lebih
condong kearah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
bidang kesehatan. Contoh yang telah dilaksanakan di Indonesia adalah
pemerintah mengadakan lomba kebersihan sekolah atau biasa disebut
dengan program adiwiyata, sehingga para penghuni sekolah saling
berlomba-lomba dalam menciptakan kebersihan lingkungan sekolah.
Sedangkan dalam lingkungan rumah tangga, terdapat kerja bakti untuk
membersihkan selokan secara berkala sehingga sanitasi yang terdapat
di lingkungan rumah tangga tetap terjaga.
c. Pendekatan Perilaku yaitu bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku
masyarakat sehingga mereka mengambil langkah untuk bergaya hidup sehat.
Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini akan yakin bahwa gaya hidup
sehat merupakan hal yang paling tepat untuk dilakukan karena bergaya hidup
sehat sangat menguntungkan bagi yang melaksanakannya dengan teratur.
Contoh yang dilaksanakan di Indonesia adalah memberikan penyuluhan
kepada perokok aktif bagimana cara untuk menghentikan merokok secara
perlahan serta membagikan permen yang terbuat dari cengkeh kepada perokok
aktif sebagai pengganti rokok dan mengajak masyarakat untuk melakukan
latihan olahraga secara teratur meskipun hanya beberapa menit.
4. Jelaskan faktor-faktor penentu kesuksesan sebuah intervensi/program untuk
mengatasi masalah kesehatan!
Pembahasan :
Ada beberapa faktor penentu kesuksesan sebuah intervensi atau program untuk
mengatasi masalah kesehatan antara lain :
a) Tingkat Pendidikan
Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang dalam
menerima informasi baru yang diterima. Maka dapat dikatakan bahwa
semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin mudah seseorang memahami
dan menerima informasi yang didapatkannya.
b) Tingkat Sosial Ekonomi
Sosial ekonomi juga berpengaruh dalam menerima informasi. Semakin
tinggi tingkat ekonominya, semakin mudah seseorang dalam menerima
informasi. Meskipun seseorang memiliki ekonomi yang rendah, namun tingkat
sosial tinggi juga dapat mempermudah dalam menerima informasi yang ada.
c) Adat Istiadat
Adat istiadat sangat berpengaruh dalam menerima informasi baru
karena masih banyak masyarakat yang percaya dan menghargai akan adat
istiadat yang berlaku di lingkungan mereka. Pihak penyuluh juga harus pandai
dalam menyampaikan informasi dengan cara mengkolaborasi antara adat
istiadat dengan ilmu sains yang ada pada zaman sekarang agar informasi dapat
diterima dengan baik.
d) Kepercayaan Masyarakat
Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh
orang-orang yang mereka anggap telah menguasai materi yang disampaikan.
Kalaupun tidak begitu menguasai, masyarakat lebih percaya kepada orang
yang sudah mereka kenal karena sudah timbul rasa kepercayaan sebelumnya.
e) Ketersediaan Waktu di Masyarakat
Dalam penyampaian informasi, pemateri juga perlu memperhatikan
waktu yang tepat. Jangan sampai dalam menyampaikan materi mengganggu
aktivitas warga sekitar guna memaksimalkan jumlah peserta yang hadir di
dalam forum tersebut. Semakin banyak peserta yang hadir, informasi yang
disampaikan dapat tersalur ke masyarakat yang luas.
f) Penyerapan Materi dalam Promosi Kesehatan atau Penyuluhan tentang
Program Kesehatan
Seseorang dalam menyerap informasi menggunakan panca indera yang
lengkap. Seseorang yang tidak memiliki panca indera yang lengkap atau panca
indera tidak berfungsi dengan baik akan menghambat dalam penyerapan
materi. Setiap indera memiliki pengaruh yang berbeda yaitu:
10% dari apa yang dibaca
20% dari apa yang didengar
30% dari apa yang dilihat
50% dari apa yang dilihat dan di dengar
80% dari apa yang diucapkan
90% dari apa yang diucapkan dan dilakukan
Dapat ditarik kesimpulan bahwa jika seseorang ingin menyerap informasi
dengan cepat maka harus mengucapkan dan melakukan hal tersebut.
5. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis penelitian epidiomologi!
Pembahasan :
Terdapat 3 jenis penelitian epidiomologi antara lain :
a. Penelitian Crosectional
Penelitian crosectional adalah rancangan studi epidiomologi yang
mempelajari tentang penyakit dan paparan (faktor penelitian) dengan cara
mengamati status paparan dan penyakit dalam waktu yang bersamaan pada
individu yang berbeda namun dari populasi yang sama atau tunggal dan pada
saat atau waktu yang sama. Ciri-ciri crosectional adalah :
Mendeskripsikan secara rinci penelitian
Penelitian crosectional tidak memerlukan kelompok pembanding
Hubungan sebab akibat hanya merupakan sebab-akibat
Penelitian ini akan menghasilkan hipotesis
Penelitian crosectional merupakan pendahuluan dari penelitian analitis
Kelebihan yang didapatkan jika menggunakan penelitian crosectional :
Dapat mengefisien waktu karena penilitian ini dapat dilakukan hanya
dengan satu kali pengamatan
Dapat menghemat biaya karena untuk melakukan penelitian ini tidak
memerlukan biaya yang banyak dibandingkan dengan penelitian
lainnya
Sangat berguna untuk informasi perencanaan
Dapat mengamati secara langsung kemungkinan hubungan dari
berbagai variabel yang ada
Kekurangan yang didapatkan jika menggunakan penelitian crosectional :
Tidak dapat digunakan untuk memantau perubahan yang terjadi
seiring dengan berjalannya waktu
Seringkali informasi yang didapatkan tidak mendalam sehingga
masalah kesehatan yang dicari tidak diperoleh.
b. Penelitian Case Control
Penelitian case control adalah rancangan studi epidemiologi yang
mempelajari hubungan antara paparan (faktor penelitian) dan penyakit dengan
cara membandingkan kelompok kasus dan kontrol paparannya. Ciri-ciri dari
penelitian Case control :
Penelitian case control bersifat observasional yaitu melakukan
penelitian secara langsung terhadap apa yang akan diamati.
Diawali dari kelompok penderita suatu penyakit dan bukan penderita
Terdapat kelompok kontrol
Kelompok kontrol harus memiliki resiko terpajan atau terekspos oleh
faktor resiko yang sama dengan kelompok kasus
Membandingkan besarnya pengalaman terpajan oleh faktor resiko
antara kelompok kasus dan kontrol
Tidak mengukur insidensi atau frekuensi perkembangan penyakit yang
baru dalam suatu populasi dalam periode waktu tertentu
Kelebihan yang didapatkan jika menggunakan penelitian case control :
Penelitian case control sangat sesuai dengan penelitian penyakit yang
jarang terjadi atau bahkan penyakit yang kronik
Penelitian case control relatif efisien waktu dan tidak mengeluarkan
biaya terlalu banyak
Kelemahan yang didapatkan jika menggunakan penelitian case control :
Sangat sulit mendapatkan informasi meskipun dengan periode yang
lama
Tidak dapat menghitung laju insidensi atau frekuensi perkembangan
penyakit yang baru dalam suatu populasi dalam periode waktu
tertentu
Validasi dari informasi yang didapatkan sulit untuk dilakukan
Kelompok kasus dan kontrol dipilih dari dua populasi yang terpisah
atau berbeda
c. Penelitian Kohort
Penelitian kohort adalah rancangan penelitian epidiomologi analitik
observasional yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit
dengan cara membandingkan kelompok yang terpapar penyakit dan kelompok
yang tidak terpapar penyakit berdasarkan dengan status penyakit. Ciri-ciri
penelitian kohort antara lain :
Penelitian bersifat oberservasional dimana penelitian dilakukan secara
langsung tentang apa yang akan diamati
Pengamatan diawali dari sebab kemudian lanjut ke akibat
Dapat disebut sebagai studi insidensi karena menghitung laju
frekuensi perkembangan penyakit yang baru dalam suatu populasi
dalam periode waktu tertentu
Terdapat kelompok kontrol
Hipotesis yang dirumuskan secara spesifik
Penelitian dapat bersifat prospektif yaitu studi penelitian yang
memantau seseorang yang terpapar penyakit untuk jangka waktu
tertentu dimana peristiwa dicatat saat terjadinya peristiwa tersebut
dan bersifat retrospektif yaitu studi penelitian yang didasarkan pada
catatan medis, mencari mundur sampai waktu peristiwanya terjadi di
masa lalu.
Kohort retrospektif menggunakan data sekunder
Kelebihan yang didapatkan jika menggunakan penelitian kohort :
Dapat menghitung laju insidensi
Dapat meneliti paparan langka
Dapat mempelajari dari beberapa akibat suatu paparan
Sesuai dengan logika manusia normal dalam membuat inferensi kausal
Kelemahan yang didapatkan jika menggunakan penelitian kohort :
Membutuhkan banyak dana untuk melakukan penelitian kohort
Membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan penelitian kohort
Pada kohort retrospektif, sangat membutuhkan data sekunder yang
lengkap dan handal untuk dipertanggung jawabkan
Kurang efisien dan dan kurang praktis dalam kasus penyakit langka

DAFTAR PUSTAKA
Rerearchgate. 2015. Tantangan ganda keamanan pangan di Indonesia : peranan
rekayasa proses pangan , dari web
www.researchgate.net/publication/290789942_TANTANGAN_GANDA_KEAMAN
AN_PANGAN_DI_INDONESIA_PERANAN_REKAYASA_PROSES_PANGAN
[ 05 DESEMBER 2016 ]
Marsiyah,Lindarti. 2016. Promosi kesehatan, dari web
www.slideshare.net/mobile/liendhutoutstanding/pendekatanpendekatan-dalam-
promosi-kesehatan [ 05 DESEMBER 2016 ]
Effendy,Muchlish.2010. Penyuluhan Kesehatan, dari web
www.muchlisheffendy.wordpress.com/2010/12/14/hello-world/
[ 06 DESEMBER 2016]
Sentia, Debi. 2013. 3 jenis penelitian epidiomologi, dari web
https://www.academia.edu/9125965/3_JENIS_PENELITIAN_EPIDEMIOLOGI
[ 05 DESEMBER 2016 ]