Anda di halaman 1dari 24

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1 Gambaran Umum Desa


1.1.1 Gambaran Secara Geografis
Desa Pangkalan terletak di Kecamatan Teluk Naga, Kota Tangerang,
Provinsi Banten. Luas wilayah Desa Pangkalan 798,975 Ha yang terdiri dari lahan
pertanian seluas 349,180 Ha dan lahan pemukiman seluas 449,795 Ha. Desa
Pangkalan merupakan salah satu desa binaan dari Puskesmas Tegal Angus.
Terdapat enam desa binaan Puskesmas Tegal Angus, yaitu sebagai berikut (RPJM
Desa Pangkalan, 2015):
a. Desa Lemo
b. Desa Tanjung Pasir
c. Desa Tanjung Burung
d. Desa Pangkalan
e. Desa Tegal Angus
f. Desa Muara

Gambar 1.1 Peta Desa Pangkalan


Sumber: Google Maps Tahun 2017

1
1.1.2 Batas Wilayah

Gambar 1.2 Peta Batas Wilayah Desa Pangkalan


Sumber: RPJM Desa Pangkalan, 2015

Batas batas wilayah Desa Pangkalan seperti yang terlihat pada gambar
adalah sebagai berikut :
1) Sebelah utara berbatasan dengan Desa Tanjung Pasir
2) Sebelah timur berbatasan dengan Desa Tegal Angus, Kampung Besar,
Melayu Barat
3) Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kampung Melayu Barat.
4) Sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanjung Burung.

1.1.3 Gambaran Secara Demografi


1.1.3.1 Jumlah Penduduk
Desa Pangkalan sampai dengan tahun 2015 tercatat sebanyak 17.152 jiwa,
dengan jumlah rumah tangga 5.362 rumah tangga, jumlah terdiri dari laki-aki
8824 jiwa dan perempuan 8.328 jiwa. Berdasarkan data dari Kecamatan Teluk
Naga pada tahun 2015, jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
adalah 54.711 jiwa yang tersebar di 6 desa seperti yang tercantum pada tabel
dibawah ini:

2
Tabel 1.1 Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus
No Desa/Kelurahan Luas Jumlah Jumlah Jumlah Rata-rata Kepadatan
Wilayah Penduduk KK Rumah jiwa/rumah Penduduk
2 2)
(km ) (jiwa) (per km

1 Pangkalan 7.54 17.152 5.362 3.229 4.08 2.24


2 Tanjung Burung 5.24 7.911 2.685 1572 4.5 1.48
3 Tegal Angus 2.83 9.488 2.900 1895 4.6 3.31
4 Tanjung Pasir 5.64 9.975 1.823 2319 4.6 1.73
5 Muara 5.14 3.563 492 793 4.4 6.86
6 Lemo 3.61 6.622 655 1408 4.4 1.82
Jumlah 30.02 54.711 13.917 10.745 4.6 10.364
Sumber : Kantor Statistik Puskesmas Tegal Angus, 2015
1.1.3.2 Kondisi Sosial Ekonomi
Lapangan pekerjaan penduduk di Desa Pangkalan cukup beragam. Mata
pencaharian penduduk didominasi oleh petani, buruh, dan pedagang. Namun
masih banyak penduduk yang tidak memiliki pekerjaan.
Tabel 1.2 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat (dalam KK/Jiwa)
Ekonomi Ekonomi Ekonomi
Tinggi Sedang Rendah
15% 35% 50%
Sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Pangkalan, tahun 2015
1.1.3.3 Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat sangat berperan dalam membentuk sikap
dan perilaku masyarakat terhadap program kesehatan, sehingga pendidikan sangat
berperan dalam pembangunan kesehatan.
Tabel 1.3 Sarana Pendidikan Desa Pangkalan
Sarana Pendidikan Jumlah
TK (sederajat) 2 Unit
SD (sederajat) 6 Unit
SMP (sederajat) 2 Unit
SMA (sederajat) 1 Unit
Perguruan Tinggi 1 Unit
Lembaga Keterampilan 1 Unit
(kursus)
Sumber: Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Pangkalan, tahun 2015

3
Tingkat pendidikan di Desa Pangkalan masih tergolong rendah. Dari 16.247
jiwa penduduk Desa Pangkalan, hanya sedikit yang menyelesaikan jenjang
pendidikan sarjana.
Tabel 1.4 Tingkat Pendidikan di Desa Pangkalan
Tidak Tamat SD SD SMP SMA Sarjana
672 1.820 879 231 15
Sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Pangkalan, tahun 2015
1.1.3.4 Lapangan Pekerjaan
Lapangan pekerjaan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus
cukup beragam, hal ini berhubungan dengan geografis kecamatan Teluk Naga
dimana terdapat persawahan dan berbatasan dengan laut serta daerah kota
Tangerang dan akses ke daerah Jakarta. Sebagian besar wilayah kerja Puskesmas
Teluk Naga belum berkembang secara ekonomi. Mata pencaharian penduduk
didominasi oleh nelayan, petani dan buruh dengan pendapatan yang tidak tetap.
Jumlah penduduk miskin di wilayah kerja Puskesmas Teluk Naga pada tahun 2015
adalah 31.898 jiwa yaitu 59.3% dari jumlah penduduk 53.822 jiwa.
Tabel 1.5 Lapangan Pekerjaan Penduduk
No. Lapangan Kerja Penduduk Jumlah

1 Buruh 4592
2 Buruh industri 13757
3 Industri rakyat 13536
4 Nelayan 386
5 Pedagang 6373
6 Pengangguran 4004
7 Pensiunan PNS 45
8 Pensiunan TNI/POLRI 43
9 Perangkat Desa 141
10 Pertukangan 4109
11 Petani Pemilik 13316
12 Petani Penggarap 6063
13 PNS 222
14 TNI/POLRI 65
Sumber : Kantor Statistik Puskesmas Tegal Angus, 2015

4
1.1.3.5 Sarana Kesehatan
Berikut adalah sarana kesehatan yang ada di Desa Pangkalan :

Tabel 1.6 Sarana Kesehatan di Desa Pangkalan


Sarana Kesehatan Jumlah
Apotek 1 Unit
Balai Pengobatan 2 Unit
Klinik Khitan 1 Unit
Poliklinik 3 Unit
Praktik Bidan 3 Unit
Praktik Dokter 2 Unit
Sumber: Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Pangkalan

1.1.4 Puskesmas Tegal Angus


1.1.4.1 Visi dan Misi
Dalam Mendukung terwujudnya Visi Kabupaten Tangerang dan
pembangunan Pemerintah Tangerang dan khususnya Kecamatan Teluk Naga
dalam bidang kesehatan maka dirumuskannya Visi Pembangunan Kesehatan
Puskesmas Tegal Angus yaitu:
MENUJU PELAYANAN PRIMA
Untuk mewujudkan hal tersebut diatas, ditetapkan 4 Misi pembangunan
kesehatan sebagai berikut:
1. Menggerakkan pembangunan berwawasaan kesehatan di wilayah kerjanya.
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerjanya.
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan, dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
4. Memilihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga, dan
masyarakat beserta lingkungannya.
1.1.4.2 Wilayah Kerja
Wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus berada di wilayah Kecamatan
Teluk Naga bagian utara yang terdiri dari enam desa binaan yaitu Desa Pangkalan,
Tanjung Burung, Tegal Angus, Tanjung Pasir, Muara dan Lemo.

5
Gambar 1.3 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus Tahun 2015
Sumber : Laporan Kinerja Puskesmas Tegal Angus Tahun 2015
1.1.4.3 Sepuluh Besar Penyakit
Berdasarkan hasil laporan bulanan penyakit (LBI) Puskesmas Tegal Angus
didapatkan gambaran pola penyakit yang terjadi di Puskesmas Tegal Angus pada
tahun 2016 menurut golongan semua umur seperti grafik berikut ini :

450
400
350
300
250
200
150
100
50
0

Grafik 1.1 Sepuluh Besar Penyakit Puskesmas Tegal Angus Tahun 2016
Sumber : Sistem Pendataan Manajemen Puskesmas Tegal Angus, 2016

1.1.4.4 Upaya Kesehatan


Upaya Pemerintah Desa Pangkalan dengan instansi terkait, dalam hal ini,
antara lain:

6
1. Peningkatan gizi keluarga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita
yang ada di setiap posyandu, pemeriksaan kesehatan kepada ibu hamil.
2. Pencegahan penyakit, imunisasi dasar (BCG, Hepatitis B, Polio, Campak,
DPT), pemberian vitamin A.
3. Penyuluhan Kesehatan dan Penyakit antara lain Demam Berdarah Dengue, Flu
Burung, Chikungunya, dan sejenisnya.
4. Penanganan bagi balita yang kekurangan gizi dengan memberikan susu dan
makanan yang bernutrisi.
5. Penyuluhan kesehatan tentang bagaimana menjaga dan memelihara lingkungan
dengan membersihkan rumah masingmasing dan lingkungan sekitarnya.
6. Pemanfaatan pekarangan dengan ditanami sayur mayur dan Tanaman Obat
Keluarga (TOGA), Tabulapot dan Tabulakar.
7. Peningkatan kualitas kesehatan para LANSIA dengan diadakannya program
senam LANSIA dan POSBINDU.
1.1.4.5 Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan merupakan aspek yang penting di bidang kesehatan,
upaya peningkatan kualitas lingkungan merupakan langkah yang tepat dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan keluarga yang lebih baik. Berikut
ini upaya upaya peningkatan kualitas lingkungan bagi kesehatan yang dilakukan
di Puskesmas Tegal Angus.
1. Perilaku Hidup Bersih Sehat
Pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat di Puskesamas dilakukan
melalui program promosi kesehatan yaitu penyebarluasan informasi
kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Perilaku hidup bersih dan
sehat di masyarakat dapat menggambarkan derajat kesehatan wilayah
tersebut, hal ini dapat disajikan dengan indikator PHBS, adapun dari hasil
kajian PHBS di wilayah Puskesmas Tegal Angus terutama di Desa Pangkalan
pada Tahun 2014 triwulan pertama dapat digambarkan sebagai berikut :
1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (103,42%)
2) Pemberian ASI eksklusif (15,19%)
3) Penimbangan bayi dan balita (100%)
4) Penggunaan air bersih (99,45%)

7
5) Cuci tangan dengan air bersih, mengalir, dan sabun (70%)
6) Penggunaan jamban sehat (17,15%)
7) Rumah yang bebas jentik (100%)
8) Olahraga atau melakukan aktifitas fisik setiap hari (12,05%)
9) Konsumsi makanan seimbang (25,2%)
10) Tidak merokok dalam rumah (25,15%)
Berdasarkan kajian PHBS di atas didapat ada beberapa yang
cakupannya masih rendah hal ini dikarenakan:
a. Penduduk miskin masih banyak, sehingga yang mepunyai akses air bersih
dan jamban sehat sedikit
b. Tingkat pendidikan yang masih rendah sehingga kurangnya kesadaran
tentang ASI eksklusif, aktifitas fisik, dan merokok di dalam rumah
c. Kurangnya kader jumantik sehingga kegiatan pemeriksaan jentik berkala
kurang optimal.
2. Penyehatan Perumahan
Rumah merupakan tempat berkumpul dan beristirahat bagi semua
anggota keluarga dan untuk menghabiskan sebagian besar waktunya,
sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media
penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya.
Rumah sehat adalah rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan,
hasil pemantauan selama tahun 2015 triwulan pertama menunjukkkan dari
298 rumah yang diperiksa sebanyak 21,28% yang memenuhi syarat
kesehatan.

8
Tabel 1.7 Persentase Rumah Sehat Triwulan I Menurut Kecamatan dan Puskesmas
Tahun 2014
Rumah
Nama
No. Puskesmas Jumlah Jumlah Jumlah
Desa % diperiksa % sehat
seluruhnya diperiksa sehat
Tanjung
1. Tegal Angus 2685 254 9,46 109 42,91
Burung
Pangkalan 5362 298 5,56 123 21,28
Tegal Angus 2900 189 6,52 78 41,27
Tanjung
1823 339 18,60 274 80,83
Pasir
Muara 492 79 16,06 42 52,16
Lemo 655 89 13,59 49 55,06
JUMLAH 13917 1248 70 675 54
Sumber : Data Program Kesling PKM Tegal Angus 2014
Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang ada di wilayah
Puskesmas Tegal Angus mempunyai rumah yang tidak sehat, hal ini dikarenakan
tingkat ekonomi dan pendidikan yang masih rendah, pengetahuan tentang rumah
sehat yang kurang. Perlu kerjasama lintas sektoral untuk meningkatkan jumlah
rumah sehat.
3. Pemenuhan Kebutuhan Sarana Sanitasi Dasar
Pemenuhan kebutuhan sarana sanitasi dasar di wilayah Puskesmas Tegal
Angus sangat kurang sekali seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1.8 Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar di Wilayah Puskesmas Tegal Angus
Jumlah Jumlah Tempat sampah
No Kecamatan PKM
Penduduk KK JKM JKP JKS %JKM %JKP %JKS
1 Pangkalan Tegal 16.871 2.685 1.035 298 123 38,5 28,8 41,3
Tanjung
2 7.754 5.362 618 254 109 11,5 41,1 42,9
burung
3 Tegal angus 9.378 2.900 720 189 78 24,8 26,3 41,3
Tanjung
4 9.738 1.823 447 339 274 24,5 75,8 80,8
pasir
5 Muara 3.524 492 124 79 42 25,2 63,7 53,2
6 Lemo 6.557 655 162 89 49 24,7 54,9 55,1
Jumlah 53.822 13.917 3.106 1.248 3.106 24,9 48,4 52.4
Sumber : Data Program Kesling PKM Tegal Angus tahun 2014

9
Keterangan:
JKM : Jumlah KK Memiliki
JKP : Jumlah KK Periksa
JKS : Jumlah KK Sehat
Seperti yang terlihat pada tabel di atas bahwa dari jumlah rumah yang
diperiksa mengalami penurunan, hal ini dikarenakan tidak adanya sanitarian di
Puskesmas Tegal Angus sehingga kurang tenaga untuk memeriksa sanitasi dasar.
Dilihat dari jumlah rumah yang memiliki hanya 38,5% rumah yang memiliki
tempat sampah, kemudian dari jumlah rumah yang diperiksa jumlah yang
memiliki tempat sampah sehat hanya 41,3%. Jumlah tersebut masih kurang karena
tidak mencapai angka target yaitu 50%. Berbagai faktor seperti tingkat
pengetahuan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan kesadaran penduduk yang masih
rendah menyebabkan sulitnya meningkatkan kesehatan sanitasi masyarakat.
4. Penyehatan Tempat Tempat Umum (TTU)
Pengawasan terhadap TTU dilakukan untuk meminimalkan faktor resiko
sumber penularan bagi masyarakat yang memanfaatkan TTU. Bentuk kegiatan
yang dilakukan antara lain meliputi pengawasan kualitas lingkungan TTU secara
berkala, bimbingan, penyuluhan, dan sarana perbaikan. Tidak adanya tenaga
sanitarian dan kurangnya tenaga di Puskesmas Tegal Angus menyebabkan
pembinaan di TTU tidak dapat dilakukan.
5. Penyehatan Makanan dan Minuman
Makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok manusia dan sumber
utama kehidupan bagi umat manusia, maka dengan itu makanan yang tidak
dikelola dengan baik justru akan menjadi sumber media yang sangat efektif
didalam penularan penyakit saluran pencernaan.

1.2 Data Keluarga Binaan

Data Keluarga Binaan


1.2.1 Keluarga Binaan Tn. Rocing
Keluarga binaan Tn. Rocing terdiri dari 5 anggota keluarga, yaitu Tn. Rocing
sebagai kepala keluarga, Ny. Enah selaku istri, Tn. Bagus sebagai anak sulung
laki-laki, Tn daud sebagai anak tengah laki laki, An Fitri sebagai anak bungsu
perempuan.

Tabel 1.9 Data Dasar Keluarga Tn. Rocing


Status Jenis Usia Penghasilan
No Nama Pendidikan Pekerjaan
Keluarga Kelamin (Tahun) Perbulan
Kepala
1 Tn. Rocing Laki laki 76 th SD - Rp. -
keluarga
Ibu Rumah
2 Ny. Enah Istri Perempuan 66 th SD Rp. -
Tangga
Anak
3 Tn. Bagus Laki laki 35 th SMA Buruh Rp. 800000-,.
kandung
Anak
4 Tn. Daud Perempuan 30 th SMA Wiraswasta Rp. 1.000.000
kandung
Anak
5 An. Fitri Perempuan 26 th SMP - -
Kandung

Keluarga binaan ini bertempat tinggal di RT 03/02 Desa Pangkalan,


Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Keluarga ini terdiri seorang suami,
yang mempunyai satu orang istri dan telah mempunyai tiga orang anak. Tn.
Rocing tidak mempunyai penghasilan per bulan. Ny Enah tidak mempunyai
penghasilan per bulan. Anak pertama Tn. Rocing dan Ny Enah bernama Bagus
yang berusia 35 tahun latar belakang pendidikan SMA berpenghasilan sebagai
buruh dengan pendapatan Rp 800.000 per bulan. Anak kedua Tn. Rocing dan Ny
Enah bernama Daud yang berusia 30 tahun berpenghasilan sebagai wiraswasta Rp
1.000.000 per bulan. Anak terakhir Tn. Rocing dan Ny Enah bernama Fitri yang
berusia 26 tahun.

a. Bangunan Tempat Tinggal


Luas rumah keluarga ini kurang lebih 9 x 7 m. Dalam rumah terdapat ruang tamu
dengan ruang keluarga berukuran 3 x 4 m, dua kamar tidur yang berukuran 3 x 2
m, dapur berukuran 3x3 m.
Pada masing-masing ruangan disertai lampu bohlamp 10 watt gudang.
Ruang keluarga digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga saat makan dan
menonton televisi. Dapur terpisah sendiri, dapur memakai kompor gas untuk
memasak lantai beralaskan semen. Terdapat kamar mandi di dalam rumah.
Terdapat dua buah ventilasi di ruang tamu berukuran 20 x 15 cm yang sering
terbuka. Terdapat satu buah ventilasi di kamar tidur berukuran 30 x 30 cm. Ruang
gudang dipakai untuk menyimpan barang-barang bekas yang beralaskan tanah.
Bagian depan rumah Tn. Rocing dan Ny Enah berupa halaman berukuran 7 x 2 m
beralaskan tanah terdapat bekas kandang ayam berukuran 1x 1 m. Atap rumah
terbuat di genteng yang disusun dan plafon yang terbuat dari anyaman bambu.
Gambar 1.4 Denah Rumah Tn. Rocing
b. Lingkungan Pemukiman
Rumah Tn. Rocing terletak di pemukiman yang padat penduduk. Di bagian depan
terdapat tempat pembuangan sampah, bagian belakang terdapat rumah warga, di
bagian kanan terdapat rumah warga lain, di kiri terdapat jalan gang kecil.
c. Pola Makan
Makanan keluarga dimasak sendiri oleh Ny. Enah. Ia sering memasak makanan
dengan menu seperti sayur, ikan asin, tahu, dan tempe. Yang paling sering adalah
tempe dan tahu. Setiap hari makan besar dilakukan 2x/hari, setiap pagi dan malam.
Keluarga ini jarang mengonsumsi daging, karena keterbatasan finansial. Sumber
air minum keluarga dari air yang dimasak sebelum diminum.
d. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Ibu dan Anak
Ketiga anak Tn. Rocing dan Ny. Enah lahir di rumah dibantu dengan paraji dan
bidan. Ny Enah mengaku tidak pernah mengontrol kehamilan ke dokter saat
hamil. Untuk imunisasi, Ny Enah mengaku membawa anak kedua dan ketiga
untuk Imunisasi tetapi lupa sudah lengkap atau belum. Ny Enah mengaku kedua
anaknya diberikan ASI eksklusif sampai usia anak 2 tahun.
e. Kebiasaan Berobat
Gangguan kesehatan yang sering dialami anggota keluarga adalah batuk, pilek,
dan nyeri kepala. Kebiasaan Ny Enah, mereka biasanya meminum obat warung
untuk menyembuhkan sakitnya. Apabila tidak membaik baru berobat ke klinik
terdekat.
f. Riwayat Penyakit
Tn. Rocing menderita hipertensi sejak usia kurang lebih 65 tahun, sering terputus
minum obat karena dirasakan tidak ada keluhan.
g. Perilaku Dan Aktivitas Sehari-Hari
Tn. Rocing memiliki kebiasaan merokok 1 bungkus perhari sampai usia 50tahun
setelah itu tn rocing mengaku merokok 2-3 batang per hari. Tn Rocing sering
merokok di luar rumah. Tn Rocing dan Ny Enah tidak mempunyai rutinitas
aktivitas berolahraga. An Daud sering berolahraga bermain bola. Keluarga Tn.
Rocing mengaku sering mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan sering
menggunakan sendok. Tn. Rocing tidak memiliki tempat pembuangan sampah.
Keluarga Tn Rocing memiliki kebiasaan tidak memakai alas kaki ke luar rumah
terutama apabila hanya ke halaman dan tidak mencuci kaki ketika ingin masuk ke
dalam rumah. Ny Enah mengaku menyapu rumah dua sampai tiga kali sehari dan
mengepel lantai tetapi jarang mengepel lantai dengan menggunakan sabun pel.
Kebiasaan mandi keluarga Tn Rocing satu hari dua kali dan setiap mandi ganti
baju yang berbeda. Untuk alat mandi Tn Rocking menggunakan alat mandi
masing masing.

Tabel 1.10 Faktor Internal Keluarga Tn. Rocing


No Faktor Internal Permasalahan
1 Pola Makan Setiap hari makan besar dilakukan 2x/hari, setiap pagi dan
malam. Masak sendiri, memasak makanan dengan menu seperti
sayur, ikan, tahu, dan tempe. Jarang mengonsumsi daging,
karena keterbatasan finansial.

2. Olah raga Tn Rocing dan Ny Enah tidak mempunyai rutinitas aktivitas


berolahraga. An Daud sering bermain bola.
3. Pola Pencarian Berobat dengan obat warung terlebih dahulu
Pengobatan
4. Mencuci tangan Keluarga Tn. Rocing sering mencuci tangan sebelum dan
sesudah makan

Tabel 1.11 Faktor Eksternal Keluarga Tn. Rocing


No Faktor Eksternal Permasalahan
1. Luas Bangunan Luas rumah keluarga ini kurang lebih 9 x 7 m
2. Ruangan dalam rumah Dalam rumah terdapat ruang tamu bergabung dengan ruang
keluarga berukuran 3 x 2 m, dua kamar tidur yang berukuran 3 x
2 m, ruang dapur berukuran 3x3 m.
3. Ventilasi Terdapat dua buah ventilasi di ruang tamu berukuran 20 x 15 cm
yang jarang terbuka. Terdapat satu buah ventilasi di kamar tidur
berukuran 30 x 30 cm
4. Pencahayaan Terdapa satu bola lampu tiap ruangan

5. MCK Terdapat kamar mandi di dalam rumah

1.3 Masalah Medis dan Non Medis Pada Keluarga Binaan


1.3.1 Keluarga Tn. Rocing
a. Masalah non medis
1. Perilaku penggunaan alas kaki di luar rumah
2. Pengetahuan Air tidak bersih
3. Tidak terdapat jamban
4. Pencahayaan
5. Pengetahuan Paparan asap berulang
6. Perilaku Lantai tidak higienis
7. Sikap Air masak tidak matang
b. Masalah medis
1. Hipertensi Tidak terkontrol
2. Infeksi Saluran Napas Atas

Data Keluarga Binaan


1.2.1 Keluarga Binaan Tn. Rojamal
Keluarga binaan Tn. Rojamal terdiri dari 5 anggota keluarga, yaitu Tn. Rojamal
sebagai kepala keluarga, Ny. Ida selaku istri, Tn. Firdaus sebagai anak sulung laki-
laki, An.Nur sebagai anak tengah perempuan, An Isma sebagai anak bungsu
perempuan.
Tabel 1.9 Data Dasar Keluarga Tn. Rojamal

Status Jenis Usia Penghasilan


No Nama Pendidikan Pekerjaan
Keluarga Kelamin (Tahun) Perbulan
Kepala Kuli
1 Tn. Rojamal Laki laki 45 th SD Rp. 750.000,-
keluarga Bangunan

2 Ny. Ida Istri Perempuan 36 th SD Buruh Rp. 600.000-,

Anak
3 Tn. Firdaus Laki laki 17 thn SD Buruh Rp. 600.000,-
kandung
Anak Tidak tamat
4 An. Nur Perempuan 12 th Pelajar -
kandung SD
Anak Tidak tamat
5 An.Andi Perempuan 7 th Pelajar -
Kandung SD
Keluarga binaan ini bertempat tinggal di RT 03/02 Desa Pangkalan,
Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Keluarga ini terdiri seorang suami,
yang mempunyai satu orang istri dan telah mempunyai tiga orang anak. Tn.
Rojamal mempunyai penghasilan sebagai kuli bangunan dengan pendapatan rata -
rata Rp 600.000 Rp. 750.000 per bulan. Ny Ida mempunyai penghasilan sebagai
buruh dengan pendapatan Rp 600.000 per bulan. Anak pertama Tn. Rojamal dan
Ny Ida bernama Firdaus yang berusia 17 tahun latar belakang pendidikan SD
berpenghasilan sebagai buruh dengan pendapatan Rp 600.000 per bulan. Anak
kedua Tn. Rojamal dan Ny Ida bernama Nur yang berusia 12 tahun. Anak terakhir
Tn. Rojamal dan Ny Ida bernama Isma yang berusia 7 tahun.

a. Bangunan Tempat Tinggal


Luas rumah keluarga ini kurang lebih 7 x 8 m. Dalam rumah terdapat ruang tamu
berukuran 3 x 3 m, satu kamar tidur yang berukuran 4 x 3 m, ruang gudang 3 x 5
m, ruang keluarga yang bergabung dengan dapur berukuran 3x5 m.
Pada masing-masing ruangan disertai lampu bohlamp 10 watt kecuali pada
ruang gudang. Ruang keluarga digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga
saat makan dan menonton televisi. Dapur bergabung dengan ruang keluarga, dapur
memakai kompor gas untuk memasak lantai beralaskan tanah. Tidak terdapat
kamar mandi di dalam rumah. Terdapat tiga buah ventilasi di ruang tamu
berukuran 30 x 30 cm yang jarang terbuka. Terdapat dua buah ventilasi di kamar
tidur berukuran 30 x 30 cm. Ruang gudang dipakai untuk menyimpan sepeda dan
barang-barang yang beralaskan tanah. Bagian depan rumah Tn. Rojamal dan Ny
Ida berupa halaman berukuran 7 x 2 m beralaskan tanah terdapat bekas kandang
ayam berukuran 1x 1 m. Atap rumah terbuat di genteng yang disusun dan plafon
yang terbuat dari anyaman bambu.
Luas rumah keluarga ini kurang lebih 7 x 8 m. Dalam rumah terdapat ruang tamu
berukuran 3 x 3 m, satu kamar tidur yang berukuran 4 x 3 m, ruang gudang 3 x 5
m, ruang keluarga yang bergabung dengan dapur berukuran 3x5 m.
Gambar 1.4 Denah
Rumah Tn. Rojamal
b. Lingkungan Pemukiman
Rumah Tn. Rojamal terletak di pemukiman yang padat penduduk. Di bagian
depan terdapat tempat pembuangan sampah, bagian belakang terdapat rumah
warga, di bagian kanan terdapat kebun pepohonan, di kiri terdapat rumah warga.
Tidak ada selokan untuk mengalirkan limbah cair.
c. Pola Makan
Makanan keluarga dimasak sendiri oleh Ny. Ida. Ia sering memasak makanan
dengan menu seperti sayur, ikan, tahu, dan tempe. Yang paling sering adalah ikan
dan tahu. Setiap hari makan besar dilakukan 2x/hari, setiap pagi dan malam.
Keluarga ini jarang mengonsumsi susu, hal tersebut menjadi rutinitas karena
faktor keterbatasan finansial. Mereka juga mengatakan bahwa mereka jarang
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan karena jauhnya tempat untuk sumber
air. Sumber air minum keluarga dari air galon isi ulang yang tidak dimasak lagi
sebelum diminum.
d. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Ibu dan Anak
Ketiga anak Tn. Rojamal dan Ny. Ida lahir di rumah dibantu dengan paraji. Ny Ida
mengaku tidak pernah mengontrol kehamilan ke bidan ataupun dokter saat hamil.
Untuk imunisasi, Ny Ida mengaku membawa anak kedua dan ketiga untuk
Imunisasi tetapi lupa sudah lengkap atau belum. Ny Ida mengaku kedua anaknya
diberikan ASI eksklusif sampai usia anak 2 tahun. Menurut Ny Ida satu tahun
yang lalu anak bungsunya mengalami gizi buruk.
e. Kebiasaan Berobat
Gangguan kesehatan yang sering dialami anggota keluarga adalah batuk, pilek,
dan nyeri kepala. Menurut kebiasaan Ny Ida, mereka biasanya meminum obat
warung untuk menyembuhkan sakitnya. Apabila tidak membaik baru berobat ke
klinik terdekat.
f. Riwayat Penyakit
An. Nur sempat mengalami demam tifoid 1 tahun yang lalu dan dirawat di RS
selama 4 hari. Anggota keluarga yang lain tidak pernah menderita penyakit serius.
Tn. Rojamal dan keluarganya sering mengalami batuk dan nyeri kepala. Riwayat
penyakit yang diturunkan tidak diketahui.
g. Perilaku Dan Aktivitas Sehari-Hari
Tn. Rojamal memiliki kebiasaan merokok 1 bungkus perhari. Tn Rojamal sering
merokok di dalam rumah. Tn Rojamal dan Ny Ida tidak mempunyai rutinitas
aktivitas berolahraga. An Nur dan An Isma setiap hari bersepeda berkeliling
pemukiman warga. Keluarga Tn. Rojamal mengaku jarang mencuci tangan
sebelum dan sesudah makan, karena jauhnya tempat untuk mencuci tangan dan
lebih memilih untuk menggunakan sendok. Tn. Rojamal tidak memiliki tempat
pembuangan sampah. Keluarga Tn Rojamal memiliki kebiasaan tidak memakai
alas kaki ke luar rumah terutama apabila hanya ke halaman dan tidak mencuci
kaki ketika ingin masuk ke dalam rumah. Ny Ida mengaku menyapu rumah dua
sampai tiga kali sehari tetapi jarang mengepel lantai, bagian rumah yang disapu
tidak termasuk kolong tempat tidur. Kebiasaan mandi keluarga Tn Rojamal satu
hari dua kali dan setiap mandi ganti baju yang berbeda. Untuk alat mandi, sikat
gigi hanya satu dipakai untuk bersama-sama dan handuk dua untuk bersama.

Tabel 1.10 Faktor Internal Keluarga Tn. Rojamal


No Faktor Internal Permasalahan
1 Pola Makan Setiap hari makan besar dilakukan 2x/hari, setiap pagi dan
malam. Masak sendiri, memasak makanan dengan menu
seperti sayur, ikan, tahu, dan tempe. Jarang mengonsumsi
susu, hal tersebut menjadi rutinitas karena faktor keterbatasan
finansial
2. Olah raga Tn Rojamal dan Ny Ida tidak mempunyai rutinitas aktivitas
berolahraga. An Nur dan An Isma setiap hari bersepeda
berkeliling pemukiman warga
3. Pola Pencarian Berobat dengan obat warung terlebih dahulu
Pengobatan
4. Mencuci tangan Keluarga Tn. Rojamal mengaku jarang mencuci tangan
sebelum dan sesudah makan, karena jauhnya tempat untuk
mencuci tangan
Tabel 1.11 Faktor Eksternal Keluarga Tn. Rojamal
No Faktor Eksternal Permasalahan
1. Luas Bangunan Luas rumah keluarga ini kurang lebih 7 x 8 m
2. Ruangan dalam Dalam rumah terdapat ruang tamu berukuran 3 x 3 m, satu
rumah
kamar tidur yang berukuran 4 x 3 m, ruang gudang 3 x 5 m,
ruang keluarga yang bergabung dengan dapur berukuran 3x5
m.
3. Ventilasi Terdapat tiga buah ventilasi di ruang tamu berukuran 30 x 30
cm yang jarang terbuka. Terdapat dua buah ventilasi di kamar
tidur berukuran 30 x 30 cm
4. Pencahayaan Terdapa satu bola lampu tiap ruangan kecuali ruang gudang

5. MCK Tidak terdapat kamar mandi di dalam rumah

1.3 Masalah Medis dan Non Medis Pada Keluarga Binaan


1.3.1 Keluarga Tn. Adi Rumansya
a. Masalah non medis
1. Pengetahuan mencuci tangan
2. Perilaku penggunaan alas kaki di luar rumah
3. Sikap memelihara hewan peliharaan di dalam rumah
4. Tidak terdapat jamban
5. Perilaku Alat mandi bersama
6. Perilaku merokok di dalam rumah
7. Pengetahuan menyapu rumah
9. Lingkungan depan rumah bekas kandang ayam
b. Masalah medis
1. Demam Tifoid
2. Infeksi Saluran Napas Atas

Data Keluarga Binaan


1.2.1 Keluarga Binaan Tn. Agus
Keluarga binaan Tn. Agus terdiri dari 4 anggota keluarga, yaitu Tn. Agus sebagai
kepala keluarga, Ny. Mira selaku istri, An.Fadhil sebagai anak laki-laki, Ny. Sikem
sebagai ibu dan Tn. Hamid sebagai adik ipar.

Tabel 1.9 Data Dasar Keluarga Tn. Agus


Status Jenis Usia Penghasilan
No Nama Pendidikan Pekerjaan
Keluarga Kelamin (Tahun) Perbulan
Kepala
1 Tn. Agus Laki laki 35 th SD Buruh Rp. 600.000,-
keluarga
Pembantu
Tidak Tamat
2 Ny. Mira Istri Perempuan 35 th Rumah Rp. 350.000,-
SD
Tangga
Anak
3 An. Fadhil Laki laki 6 thn - - -
kandung
Pembantu
Tidak Tamat
4 Ny. Sikem Ibu Perempuan 65 th Rumah Rp. 350.000,-
SD
Tangga

5 Tn. Hamid Adik Ipar Laki-laki 21 th Tidak Tamat Buruh Rp. 100.000,-
SD

Keluarga binaan ini bertempat tinggal di RT 03/02 Desa Pangkalan,


Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Keluarga ini terdiri seorang suami,
yang mempunyai satu orang istri dan telah mempunyai satu orang anak. Tn. Agus
mempunyai penghasilan sebagai buruh dengan pendapatan Rp. 600.000 per bulan.
Ny. Mira mempunyai penghasilan sebagai pembantu rumah tangga dengan
pendapatan Rp 350.000 per bulan. Anak pertama Tn. Agus dan Ny. Mira bernama
Fadhil yang berusia 6 tahun dan belum sekolah. Ibu Tn. Agus bernama Ny. Sikem
mempunyai penghasilan sebagai pembantu rumah tangga dengan pendapatan Rp
350.000 per bulan, dan adik Tn. Agus yang beranama Tn. Hamid mempunyai
penghasilan sebagai buruh dengan pendapatan Rp. 100.000 per bulan.

a. Bangunan Tempat Tinggal


Luas rumah keluarga ini kurang lebih 5 x 4 m. Dalam rumah terdapat ruang
keluarga bergabung dengan kamar tidur berukuran 3 x 4 m, satu kamar tidur yang
berukuran 2 x 3 m, gudang berukuran 2 x 1 m.
Pada masing-masing ruangan disertai lampu bohlamp 10 watt, kecuali ruang
gudang. Terdapat dua kamar tidur dalam satu rumah. Satu kamar tidur bergabung
dengan ruang keluarga yang digunakan untuk makan dan menonton televisi.
Gudang berukuran 2 x 1 m. Di dalam gudang berisi alat-alat makan dan barang-
barang. Tidak terdapat kamar mandi di dalam rumah. Terdapat 4 buah sumber
cahaya di ruang gudang berukuran 30 x 30 cm dan terdapat 1 buah jendela di
ruang keluarga yang tidak dapat di buka. Rumah keluarga Tn. Agus dan Ny. Mira
beralaskan semen, berdinding semen dan sebagian ruangan dicat berwarna putih.
Bagian depan rumah berupa jalanan setapak. Atap rumah bagian tengah terbuat
dari genteng yang disusun dan atap kamar tidur terbuat dari asbes.

Gambar 1.4 Denah Rumah Tn. Agus


b. Lingkungan Pemukiman
Rumah Tn. Agus terletak di pemukiman yang padat penduduk. Di bagian depan
terdapat jalan setapak, bagian belakang terdapat rumah warga, di bagian kanan
terdapat jalan setapak, dan di bagian kiri terdapat rumah warga. Tidak ada selokan
untuk mengalirkan limbah cair.
c. Pola Makan
Ny. Mira memasak makanan sendiri untuk keluarganya dengan menumpang di
rumah saudaranya. Ia sering memasak makanan dengan menu seperti tahu, tempe,
dan sayur-sayuran. Setiap hari makan besar dilakukan 1x/hari. Keluarga ini juga
jarang mengonsumsi daging, hal tersebut menjadi rutinitas karena faktor
keterbatasan finansial. Mereka juga mengatakan bahwa mereka jarang mencuci
tangan sebelum dan sesudah makan karena jauhnya tempat sumber air. Sumber air
minum keluarga dari air galon isi ulang yang tidak dimasak lagi sebelum
diminum.
d. Riwayat Obstetrik dan Pola Asuh Ibu dan Anak
Anak laki-laki pertama Tn. Agus lahir di rumah dibantu dengan paraji. Ny. Mira
mengaku tidak pernah mengontrol kehamilan ke bidan ataupun dokter saat hamil.
Untuk imunisasi, Ny. Mira mengaku membawa anaknya untuk imunisasi tetapi
masih kurang untuk imunisasi campak. Ny. Mira mengaku anaknya diberikan ASI
sampai usia anak usia 4 tahun dan tidak ada makanan tambahan selain ASI.
e. Kebiasaan Berobat
Gangguan kesehatan yang sering dialami anggota keluarganya antara lain batuk
dan pilek. Menurut kebiasaan Ny. Mira, mereka biasanya meminum obat warung
terlebih dahulu, jika tidak membaik dibawa ke klinik terdekat.
f. Riwayat Penyakit
Tn. Agus dan keluarganya sering mengalami batuk dan pilek, tapi tidak pernah
menderita penyakit serius. Tidak ada riwayat penyakit yang diturunkan.
g. Perilaku Dan Aktivitas Sehari-Hari
Tn. Agus memiliki kebiasaan merokok 2 batang/hari sejak umur 20 tahun.
Keluarga ini tidak mempunyai rutinitas aktivitas berolahraga. Dengan kegiatan
sehari-hari nya keluarga ini menganggapnya sebagai olahraga. Keluarga Tn. Agus
mengaku mereka jarang mencuci tangan sebelum dan sesudah makan karena
jauhnya tempat untuk mencuci tangan dan lebih memilih menggunakan sendok.
Tn. Agus pergi ketempat kerja sekitar jam 7 pagi dan pulang kerja jam 6 sore.
Keluarga Tn. agus tidak memiliki tempat pembuangan sampah. Keluarga Tn.
Agus memiliki kebiasaan tidak memakai alas kaki ke luar rumah terutama apabila
hanya ke halaman dan tidak mencuci kaki ketika ingin masuk ke dalam rumah.
Ny. Mira mengaku menyapu rumah satu kali sehari tetapi jarang mengepel lantai.
Ny. Mira mengatakan tidak pernah menggunakan sabun saat mengepel lantai.
Kebiasaan mandi Tn. Agus satu hari dua kali dan setiap mandi ganti baju yang
berbeda. Untuk alat mandi, dua sikat gigi dan dua handuk digunakan bersama.

Tabel 1.10 Faktor Internal Keluarga Tn. Agus


No Faktor Internal Permasalahan
1 Pola Makan Keluarga ini mempunyai pola makan satu kali sehari pada
sore hari. Mereka mengatakan bahwa mereka jarang mencuci
tangan sebelum dan sesudah makan karena jauhnya tempat
sumber air. Sumber air minum keluarga dari air galon isi
ulang yang tidak dimasak lagi sebelum diminum.

2. Olah raga Keluarga ini tidak mempunyai rutinitas aktivitas berolahraga.

3. Pola Pencarian Berobat ke klinik terdekat


Pengobatan

4. Mencuci tangan Keluarga Tn. Abi rumansya mencuci tangan dengan sabun
batang sebelum dan sesudah makan.

Tabel 1.11 Faktor Eksternal Keluarga Tn. Agus


No Faktor Eksternal Permasalahan
1. Luas Bangunan Luas rumah 5 x 4 m dengan lantai semen
2. Ruangan dalam Dalam rumah terdapat ruang keluarga bergabung dengan
rumah kamar tidur berukuran 3 x 4 m, satu kamar tidur yang
berukuran 2 x 3 m, gudang berukuran 2 x 1 m

3. Pencahayaan Terdapat 4 buah sumber cahaya di ruang gudang berukuran 30


x 30 cm

1.3 Masalah Medis dan Non Medis Pada Keluarga Binaan


1.3.1 Keluarga Tn. Agus
a. Masalah non medis
1. Pengetahuan mencuci tangan
2. Perilaku penggunaan alas kaki di luar rumah
3. Tidak terdapat jamban
4. Perilaku mencuci baju dengan air kotor
5. Perilaku alat mandi bersama
6. Perilaku merokok di dalam rumah
7. Pengetahuan membersihkan rumah
b. Masalah medis
1. Infeksi Saluran Napas Atas