Anda di halaman 1dari 8

Contoh Akta Pemberian Hak Tanggungan dan Analisisnya

AKTA PEMBERIAN HAK TANGGUNGAN


No : 401234981023/0020070000

Pada hari ini, Senin tanggal 12 (dua belas) bulan Maret tahun 2007 (dua ribu
tujuh).Hadir dihadapan saya Emmy Yatmini Noordjasmani, SH.yang berdasarkan
Surat Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional tanggal 14 Nomor
015/102018/04 diangkat/ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah, yang
selanjutnya disebut PPAT, yang dimaksud dalam Pasal 7 Peraturan Pemerintah
Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaptaran Tanah, dengan daerah kerja dan
berkantor di Jl. Cinere raya blok K no 2A. Cinere, Depok 16514
Dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya kenal dan akan disebut pada bagian
akhir akta ini:.
I. komparisi pemberi hak
Pemegang hak atas tanah/Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun yang akan
dibebani Hak Tanggungan, selanjutnya disebut Pemegang Hak adalah;
Nama : M. Aji Ramadan
Umur : 40 tahun
Alamat : Jalan Buah Naga I No. 8 Jakarta Pusat

Pemilik selaku Pemberi Hak Tanggungan, untuk selanjutnya disebut Pihak


Pertama adalah.
Nama : Irham Aprianto
Umur : 31 tahun
Alamat : Jalan Gatot Subroto No 111 Jakarta Pusat

II. komparisi penerima hak


Selaku Penerima Hak Tanggungan, yang setelah Hak Tanggungan yang
bersangkutan didaftar pada Kantor Pertanahan setempat akan bertindak sebagai
Pemegang Hak Tanggungan, untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua adalah:
Nama : Fauzi Hidayat
Umur : 28 tahun
Alamat : Jalan Bangka Raya I No. 28B Jakarta Selatan

Para penghadap dikenal oleh saya/Penghadap saya kenal dan yang lain
diperkenalkan olehnya kepada saya/Para penghadap diperkenalkan kepada saya
oleh saksi pengenal yang akan disebutkan pada akhir akta ini.-----

Pihak Pertama menerangkan : ---------------------------------------------------------


bahwa oleh Pihak Kedua dan
selaku Debitor, telah dibuat dan ditandatangani perjanjian utang-piutang yang
dibuktikan dengan : ---------------------------------------------------------------------
Akta tanggal 21 februari 2007 nomor 2015461404/89050107
dibuat dihadapan Notaris yang salinan resminya diperlihatkan kepada saya; ----
Akta di bawah tangan yang bermeterai cukup, dibuat di Jakarta tanggal 01 Maret
2007 nomor 3567189/0023761 yang aslinya diperlihatkan kepada saya; ------------
-----------------------------

bahwa untuk menjamin pelunasan utang Debitor sejumlah Rp.258.000.000 (dua


ratus lima puluh delapan juta), /sejumlah utang yang dapat ditentukan di kemudian
hari berdasarkan perjanjian utang-piutang tersebut di atas dan penambahan,
perubahan, perpanjangan serta pembaruannya (selanjutnya disebut perjanjian
utang-piutang) sampai sejumlah Nilai Tanggungan sebesar Rp.260.000.000
(duaratus enam puluh juta), oleh Pihak Pertama diberikan dengan akta ini kepada
dan untuk kepentingan Pihak Kedua, yang dengan ini menyatakan menerimanya,
Hak Tanggungan yang diatur dalam Undang-undang Hak Tanggungan dan
peraturan-peraturan pelaksanaannya atas Obyek/Obyek-obyek berupa:
hak atas tanah/Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun yang diuraikan di bawah ini :
-----------------------------------------

Hak Milik/Hak Guna Usaha/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai : --------------


Nomor 50/Tambora atas sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Surat
Ukur/Gambar Situasi tanggal 15 Mei 2002 Nomor 12345/2002 seluas 2000 m2 (
dua ribu meter persegi) dengan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) 0125/620
terletak di : ---------------------------------------------------------------------------
Propinsi: Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kabupaten/Kota : Jakarta Pusat
Kecamatan : Cideng
Desa/Kelurahan : Cideng
Jalan : Jl. Tanah Abang II Nomor 14
yang diperoleh oleh Pemegang Hak berdasarkan : ---------------------------- (Akta Jual
Beli, dst)
Hak Milik/Hak Guna Usaha/Hak Guna Bangunan/Hak Pakai : -------------- atas
sebagian tanah Hak Milik/Hak Guna Usaha/Hak Guna Bangunan/ Hak Pakai
Nomor 15/Tambora dengan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) 0125/620 yaitu
seluas kurang lebih 2000 m2 (dua ribu meter persegi), dengan batas-batas : ------
-------------
sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur/peta tanggal
Nomor yang dilampirkan pada akta ini. ----------------
terletak di : ---------------------------------------------------------------------------
Propinsi : Daerah Khusus Ibukota JakartaDaerah Khusus Ibukota Jakarta
Kabupaten/Kota : Jakarta Pusat akarta Pusat
Kecamatan : Cideng Cideng
Desa/Kelurahan : Cideng Cideng
Jalan : Jl. Tanah Abang II Nomor 14 yang diperoleh oleh Pemegang Hak
berdasarkan :

Hak Milik atas sebidang tanah : ---------------------------------------------------


Persil Nomor 15/Tambora Blok Kohir Nomor 01 seluas kurang lebih 2000 m2 (dua
ribu meter persegi), dengan batas-batas : -------------------
sebagaimana diuraikan dalam peta tanggal Nomor yang dilampirkan pada akta ini.
- terletak di : ---------------------------------------------------------------------------
Propinsi : Daerah Khusus Ibukota JakartaDaerah Khusus Ibukota Jakarta
Kabupaten/Kota : Jakarta PusatJakarta Pusat
Kecamatan : CidengCideng
Desa/Kelurahan : CidengCideng
Jalan : Jalan Tanah Abang II nomor 14Jl. Tanah Abang II Nomor 00
berdasarkan alat-alat bukti berupa : ----------------------------------------------
Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun : ------------------------------------------
Nomor 15/Tambora terletak di : ----------------------
Propinsi : Daerah Khusus Ibukota Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Kabupaten/Kota : Jakarta PusatJakarta Pusat
Kecamatan : CidengCideng
Desa/Kelurahan : CidengCideng
Jalan : Jl. Tanah Abang II Nomor 14Jl. Tanah Abang II Nomor 00 yang diperoleh
oleh Pemegang Hak berdasarkan : ----------------------------

Hak
Sertipikat dan bukti pemilikan yang disebutkan di atas diserahkan kepada saya,
PPAT, untuk keperluan pendaftaran hak, pendaftaran peralihan hak, dan
pendaftaran Hak Tanggungan yang diberikan dengan akta ini; -------------------
Untuk selanjutnya hak atas Tanah/ Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun dan
benda-benda lain tersebut di atas disebut sebagai Obyek Hak Tanggungan yang
oleh Pihak Pertama dinyatakan sebagai miliknya. ----------------------------
Para pihak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan,
bahwa pemberian Hak Tanggungan tersebut disetujui dan diperjanjikan dengan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut : ---------------------------------------

Membatsi kewenangan pemberi Hak tanggungan untuk menyewakan


obyek Hak Tanggungan dan/atau menentukan atau mengubah jangka
waktu sewa dan/atau menerima uang sewa dimuka kecuali dengan
persetujuan tertulis lebih dahulu dari pemegang Hak Tanggungan.
Membatasi kewenangan pemberi Hak Tanggungan untuk mengubah
bentuk atau tata susunan objek Hak Tanggungan kecuali dengan
persetujuan tertulis lebih dahulu dari pemegang Hak Tanggungan.
Memberikan kewenangan kepada pemegang hak Tanggungan untuk
mengelola objek Hak Tanggugan berdasarkan penetapan Ketua
Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi letak objek Hak
Tanggungan apabila debior sungguh-sungguh cindera janji.
Memberikan kewenanga kepada pemegang Hak Tanggungan untuk
menyelamatkan objek Hak Tanggungan, jika hal itu diperlukan untuk
pelaksanaan eksekusi atau untuk mencegah menjadi hapusnya atau
dibatalkannya hak yang menjadi objek Hak Tanggu ngan karena tidak
dipenuhi atau dilanggarnya ketentuan undang-undang.
Bahwa pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk
menjual atau kekuasan sendiri objek Hak Tanggungan apabila Debitor
cidera Janji.
Pemegang Hak Tanggungan pertama berjanji bahwa objek Hak
Tanggungan tidak akan dibersihkan dari Hak Tanggungan.
Bahwa pemberi Hak Tanggungan tidak akan melepaskan hak nya atas
objek Hak Tanggungan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
pemegang Hak tanggungan.
Bahwa pemegang Hak Tanggungan akan memperoleh seluruh atau
sebagian dari ganti rugi yang diterima pemberi Hak Tanggungan untuk
pelunasan piutangnya apabila Objek Hak tanggungan di lepaskan haknya
oleh pemberi hak Tanggungan atau dicabut haknya untuk kepentingan
umum.
Bahwa pemegang hak Tanggungan akan memperoleh atau sebagian dari
uang asuransi yang diterima pemberi Hak Tanggungan untuk pelunasan
piutangnya, jika objek Hak Tanggungan diasuransikan.
Bahwa pemberi Hak Tanggungan akan mengosongkan objek Hak
Tanggungan pada waktu eksekusi Hak Tanggungan.

Jakarta,12 Maret 2007

Pemegang Hak Pihak Pertama Pihak Kedua

(M. Aji Ramadan) (Irham Aprianto) (Fauzi Hidayat)

Notaris PPAT

(Siti Erlania Fitria NIngsih,SH.)

Analisi dari contoh akta di atas adalah sebagai berikut :


Pihak pertama dan pihak kedua dalam akta tersebut, sebelumnya telah
melakukan perjanjian utang piutang yang dapat dibuktikan dengan Akta tanggal
21 februari 2007 nomor 2015461404/89050107 dibuat dihadapan Notaris dan Akta
di bawah tangan yang bermeterai cukup, dibuat di Jakarta tanggal 01 Maret 2007
nomor 3567189/0023761.
Untuk kepentingan pihak kedua selaku debitur, pihak pertama memberikan
jaminan berupa hak atas tanah yang sah dan debitur menerima hak tanggungan
tersebut.
Selanjutnya hak atas Tanah/ Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun dan
benda-benda lain tersebut di atas disebut sebagai Obyek Hak Tanggungan
dinyatakan oleh pihak pertama sebagai miliknya. Para pihak menerangkan, bahwa
pemberian Hak Tanggungan disetujui dan diperjanjikan dengan ketentuan-
ketentuan yang telah disepakati secara bersama-sama dan sudah tertera dalam
akta tersebut.
PEMBAHASAN

Pada dasarnya yang dapat membebankan suatu tanah dengan hak


tanggungan adalah pemilik tanah itu sendiri. Ini sebagaimana diatur dalam Pasal
8 Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah
Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah (UU Hak Tanggungan) :
Pemberi Hak Tanggungan adalah orang perseorangan atau badan hukum
yang mempunyai kewenangan untuk melakukan perbuatan hukum terhadap
obyek Hak Tanggungan yang bersangkutan.
Kewenangan untuk melakukan perbuatan hukum terhadap obyek Hak
Tanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus ada pada pemberi
Hak Tanggungan pada saat pendaftaran Hak Tanggungan dilakukan.1
Dalam Pasal 1131 dan 1132, mengenai segala kebendaan debitur baik
yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang
akan ada, nantinya menjadi tanggungan untuk segala perikatannya, serta
kebendaan atau obyek yang dijaminkan tersebut menjadi jaminan bersama bagi
semua orang yang mengutang padanya. Berdasarkan pasal 1131 dan 1132
kreditur mendapatkan perlindungan hukum untuk mendapatkan pelunasan
kreditnya dari debitur. Sehingga tidak dipusatkan pada obyek sengketa yang
digunakan untuk melunasi utang debitur, namun harta lain juga bias menjadi
jaminan bagi kreditur untuk mendapatkan pelunasan piutang.2
Jika memang ternyata debitur juga tidak mengetahui bahwa tanah yang
dijaminkan merupakan tanah yang sedang dalam persengketaan, maka debitur
bisa mengganti objek hak tanggungan.
Dalam UU Hak Tanggungan, tidak ada ketentuan yang mengatur
mengenai penggantian benda jaminan hak tanggungan. Akan tetapi, hal tersebut
dimungkinkan dengan melihat ketentuan Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Hak
Tanggungan :
Pasal 18 UU Hak Tanggungan: Hak Tanggungan hapus karena hal-hal
sebagai berikut:

1 Letezia Tobing, Apakah Hak Tanggungan Tetap Berlaku Jika Tanah Disengketakan?,
dalam https://www.hukumonline.com, diakses 5 Maret 2017
2 Arista Nurul S., Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Atas Sengketa Kepemilikan Objek

Jaminan yang Dibebankan Hak Tanggungan, Artikel, Fakultas Hukum Universitas


Brawijaya, 2014, hlm.1
a. hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan;
b. dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan;
c. pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh
Ketua Pengadilan Negeri;
d. hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan.
Namun, bisa juga kreditur yang sudah menguasai hak atas tanah tersebut,
menjual tanah yang telah dijaminkan tersebut dan sedang dalam persengketaan.
Berdasarkan Pasal 6 UUHT, kreditur pemegang Hak Tanggungan pertama
mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri
melalui pelelangan umum, dari hasil pelelangan tersebut kreditur mengambil untuk
pelunasan piutangnya, atau yang biasa disebut dengan parate eksekusi.
Penjelasan Pasal 6 UUHT memberikan ketentuan, bahwa parate eksekusi
tersebut didasarkan pada yang diperjanjikan dalam suatu Akta Pemberian Hak
Tanggungan (APHT)