Anda di halaman 1dari 4

Hubungan antara stres kerja dan perilaku merokok pada karyawati

Rs 658.314 KUS h
Author: Kussrini, Dian Ike
Year : 2014
This Material Protected by University of Malang

Hubungan antara stres kerja dan perilaku merokok pada karyawati di Kota Malang / Dian
Ike Kussrini

Kode Buku : Dc 758.303 KUS h

Universitas Negeri Malang. Program Studi Psikologi 2014

Abstrak:
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah mencari hubungan antara stres kerja
dengan perilaku merokok pada karyawati di kota malang. Menurut Nakajima (1990)
adalah salah satu fenomena abad kedua puluh ini, walaupun sudah ada sejak berabad-
abad yang lalu. Pada hakekatnya Columbus memperkenai-kan tembakau kepada dunia
Barat pada abad ke enambelas, Sejak itu, kelihatannya dunia Barat dilanda kebiasaan
merokok. Pada mulanya pria saja yang merokok, kemudian turut juga kaum wanita.
Menurut McWeeney, keinginan untuk merokok lebih besar pada wanita danpada pria
karena wanita lebih cepat merasa gelisah/kalut dan Iain-lain.

Pendahulan: 5 juta orang yang meninggal akibat


Perilaku merokok penyakit yang disebabkan oleh rokok
merupakan perilaku yang dilakukan (WHO, 2015). Menurut Peto et al (2014)
dengan proses membakar tembakau, secara global 50% pria dan 10% wanita
kemudian dihisap asapnya dengan merupakan perokok aktif, hal ini dapat
menggunakan rokok atau pipa (Sitepoe, menyebabkan kematian akibat rokok dari
2000). Perilaku merokok sudah sangat 5 juta orang pada tahun 2010 dan akan
berkembang pada masyarakat Indonesia menjadi 10 juta dibeberapa tahun yang
dari dewasa hingga remaja banyak yang akan datang.
mempunyai kebiasaan merokok. Para Beberapa efek negatif merokok
perokok sangat mudah ditemui, seperti di yang beriaku pada pria juga beriaku pada
rumah, cafe, kantor hingga di sekolah wanita, namun adanya perbedaan struktur
sekolah (Cahyo et al, 2011). tubuh wanita dengan pria menyebabkan
Jumlah perokok di dunia mencapai timbulnya efek khusus yang tidak terdapat
2,8 miliar orang, dimana setiap tahun ada pada pria.
Bahaya rokok memang dapat Berdasarkan latar belakang yang penulis
menyerang kepada siapa saja, namun paparkan diatas, masalah yang ingin di
risiko terbesar dari merokok lebih teliti yaitu:
mengancam para wanita. perokok wanita 1. apakah ada hubungan antara stres kerja
berisiko 25 persen lebih tinggi daripada dengan perilaku merokok pada karyawati?
perokok pria. Perokok wanita memiliki
risiko ganda terhadap penyakit jantung Metode Penelitian
dan kanker paru-paru bila dibandingkan Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan
dengan perokok pria. Penyebabnya karena desain penelitian deskriptif korelasional.
wanita memiliki berat badan dan saluran Teknik pengambilan sampel
darah yang lebih kecil dari pria. Bahaya menggunakan incidental sampling. Subjek
merokok pada wanita antara lain: penelitian berjumlah 98 karyawati yang
Merusak kulit, mengganggu sistem berusia 18-36 tahun. Instrumen penelitian
reproduksi, mengganggu siklus yang digunakan adalah skala stres kerja
menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri, dan skala perilaku merokok. Teknik
menurunkan kesuburan, meningkatkan analisis data dalam penelitian ini
risiko terkena kanker payudara, rahim, menggunakan teknik Pearson Product
dan kanker paru-paru, mengganggu Moment.
pertumbuhan janin dalam rahim,
menganggu kelancaran ASI, keguguran, Adapun alat ukur yang digunakan
hingga kematian janin. di dalam penelitian ini adalah:
Menurut Smet (1994) ada tiga tipe 1. Skala Stres kerja.
perokok yang dapat diklasifikasikan Skala stres kerja merupakan skala
menurut banyaknya rokok yang dihisap. yang disusun berdasarkan aspek-aspek
Tiga tipe perokok tersebut adalah: psikologis dari stres kerja yang
1.Perokok berat yang menghisap lebih dikemukakan oleh Sarafino (1994)
dari 15 batang rokok dalam sehari. yang meliputi aspek: kognisi, emosi,
2.Perokok sedang yang menghisap 5-14 dan perilaku sosial. Skor tinggi pada
batang rokok dalam sehari. skala ini menunjukkan tingkat stres
3.Perokok ringan yang menghisap 1-4 kerja yang tinggi pada subjek dan
batang rokok dalam sehari. sebaliknya skor rendah menunjukkan
Penelitian yang dilakukan oleh tingkat stres kerja yang rendah pada
Komasari dan Helmi (2000) menyatakan subjek.
bahwa kepuasan psikologis merupakan
faktor terbesar dalam perilaku merokok 2. Perilaku Merokok
pada individu. Hasil dari penelitian ini Skala perilaku merokok merupakan
juga didapatkan bahwa stres adalah skala yang disusun berdasarkan aspek-
kondisi yang paling banyak menyebabkan aspek perilaku merokok yang
perilaku merokok. Konsumsi rokok ketika dikemukakan oleh Aritonang ((1997)
stres merupakan upaya-upaya pengatasan yaitu fungsi merokok dalam
masalah yang bersifat emosional atau kehidupan sehari-hari, intensitas
sebagai kompensatoris kecemasan yang merokok, tempat merokok, dan waktu
dialihkan terhadap perilaku merokok. merokok. Skor tinggi pada skala ini
Rumusan masalah: menunjukkan perilaku merokok yang
Kebiasaan merokok yang pada umumnya tinggi pada subjek dan sebaliknya skor
menjadi aktivitas para lelaki namun rendah menunjukkan perilaku
sekarang juga dilakukan oleh kalangan merokok yang rendah pada subjek.
wanita termasuk karyawati yang ada di
kota malang.
Hasil Penelitian Daftar Pustaka
Hasil Utama Analisa Data Penelitian: Aritonang, M.R. (1997). Fenomena
Dari hasil perhitungan dan pengujian wanita merokok. Jurnal psikologi
korelasi dengan menggunakan Pearson Universitas Gadjah Mada.
Product Moment, diperoleh hasil rxy = Yogyakarta: Universitas Gadjah
0.792 dengan p = 0.000. Dengan Mada Press.
demikian hipotesis yang diajukan Atkinson, S, dkk. (2000). Introduction to
terbukti, bahwa terdapat hubungan positif psychology (13th Edition).
yang signifikan antara stres kerja dan Harcourt College Publisher.
perilaku merokok pada karyawati di kota Baldwin, R.D. (2002). Stress and illnes in
malang. Hipotesa penelitian diterima. adolescence: Issue of race and
Juga dapat diketahui bahwa sumbangan gender.http://www.fidarticles.com/
efektif variabel stres kerja terhadap [on-line].
peningkatan perilaku merokok adalah Berry, L.M. (1998).. Psychology at work:
sebesar 63%, sedangkan sisanya An introduction to organization
dipengaruhi variabel lain. psychology. (2nd ed). New York :
Mc-Graw Hill.
Tabel 1. Product Moment Pearson Stres kerja Komasari, D. & Helmi, AF. (2000).
dengan Perilaku Merokok Faktor-faktor penyebab perilaku
merokok pada remaja. Jurnal
Psikologi Universitas Gadjah
Mada, 2. Yogyakarta: Universitas
Gadjah Mada Press.
Levy, M.R. (1984). Life and health. New
York: Random House.
Mc Gee, dkk. (2005). Is cigarette
smoking associated with suicidal
ideation among young people? :
The American Journal of
Psychology. Washington.
http://www. proque st.com/ [on-
Saran:
line].
Disarankan (1) bagi karyawati
Me Weeney (1990). Women and tobacco
hendaknya dapat mempertahankan dan
: round table. World Health Forum
meningkatkan kemampuan kerja agar
(11): 6 p.
semakin terhindar dari stres, (2) bagi
Nakajima (1990). Women and tobacco :
perusahaan diharapkan dapat berperan
round table. World Health Forum
serta mengadakan kegiatan positif untuk
(11): 4p.
mengurangi stres kerja yang berdampak
Parrot, A. (2004). Does cigarette smoking
pada perilaku merokok, (3) bagi peneliti
causa stress? . Journal of Clinican
selanjutnya diharapkan untuk menambah
jumlah subjek dan memperhatikan faktor
yang berpengaruh terhadap perilaku
merokok karyawati.