Anda di halaman 1dari 10

UJI MUTU:ASPEK KOSISTENSI

3.1 LATAR BELAKANG

Sesuai dengan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam upaya memnuhi diversifikasi energi
untuk mendukung penghematan bahan bakar minyak (BBM), maka PT. Pertamina
Geothermal (PT. PGE) akan mengembangkan Lapangan Uap Panasbumi dan Pusat Listrik
Tenaga Panasbumi (PLTP) 55 MW Proyek Geothermal Ulubelu-Lampung. Berkaitan dengan
hal ini, perusahaan telah membuat studi kelayakan untuk melihat konsistensi proyek yang
akan dilakukan. Kondisi proyek yang tidak konsisten butuh dilakukan uji konsistensi data
sebelumdilakukan analisis, karena datanya diperoleh dari data primer dan data sekunder.

Dalam penyusunan AMDAL secara umum lokasi-lokasi pengambilan data ditetapkan


berdasar wilayah studi yaitu pada lokasi tapak proyek rencana Pengembangan Lapangan Uap
Panas Bumi dan PLTP 55 MW Proyek Geothermal Ulubelu-Lampung dan beberapa lokasi
disekitar tapak proyek yang diperkirakan akan terkena sebaran dampak. penentuan titik
sampel ditentukan dengan berdasarkan azas representatif dan efisiensi. dengan cara ini
kondisi atau rona lingkungan hidup awal pada lokasi-lokasi calon penerima dampak dapat
terwakili, sehingga besaran dampak yana diprakirakan dapat mewakili kondisi wilayah studi.

3.2 PERSOALAN YANG SERING DIHADAPI

Menurut data sekunder, masalah yang dihadapi dalam Kerangka Acuan AMDAL PT.
Pertamina Geothermal (PT. PGE) bahwa adanya potensi rawan bencana seperti gempa bumi,
tanah longsor serta erosi. Data tersebut diperoleh melalui data sekunder BMKG Lampung.
Hal ini mengakibatkan tingginya persoalan terhadap proyek yang akan dilakukan di
Kabupaten Tanggamus. Pembangunan proyek Lapangan Uap Panasbumi dan Pusat Listrik
Tenaga Panasbumi (PLTP) juga menghadapi demografi yang meliputi struktur penduduk
menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian, pendidikan dan agama, tingkat
kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk (kelahiran, kematian, migrasi sirkuler/komuter
dan permanen), ketenagakerjaan, dan tingkat partisipasinya.

Ekonomi yang meliputi perekonomian wilayah dan ekonomi rumah tangga (tingkat
pendapatan dan pola nafkah ganda), sumber daya alam (pola pemilikan dan penguasaan
sumber daya alam, pola pemanfaatan sumber daya alam, pola penggunaan lahan, nilai tanah
dan sumber daya alam lainnya, sumber daya alam milik umum).

3.3 Bahan Uji


A. Landasan Hukum
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012
tentang Izin Lingkungan dan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor
05 Tahun 2012 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib memiliki
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, maka kegiatan tersebut wajib
dilengkapi dengan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
(AMDAL), karena rencana Pengembangan Pembangunan Lapangan Uap
Panasbumi dan PLTP 55 MW Proyek Geothermal Ulubelu - Lampung berada di
Kawasan Lindung dan berpotensi menimbulkan dampak penting terhadap
lingkungan.

Tabel 1.1. Perundang-Undangan sebagai Dasar Penyusunan AMDAL


No Peraturan Kegunaan

Undang-Undang

1 Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1960 Sebagai dasar hukum


tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok penetapan ijin lokasi kegiatan.
Agraria.

2 Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Menjadi acuan dalam


tentang Konservasi Sumber Daya Alam pengelolaan SDA hayati dan
Hayati dan Ekosistemnya. ekosistem.

3 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 1999 Menjadi acuan dalam


tentang Jasa Konstruksi menetapkan konstruksi
pembangunannya.

4 Undang-undang RI Nomor 41 Tahun 1999 Menjadi acuan dalam


tentang Kehutanan. pembangunan PLTP di kawasan
hutan.

5 Undang-undang RI Nomor 27 Tahun 2003 Sebagai dasar hukum dalam


tentang Panasbumi. penyusunan rencana
pembangunan PLTP.

6 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2004 Menjadi acuan dalam


tentang Sumber Daya Air. pengelolaan sumber daya air .

7 Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2004 Sebagai acuan adminsitrasi


tentang Pemerintahan Daerah. pemerintah daerah.

8 Undang-undang RI Nomor 38 Tahun 2004 Menjadi acuan dalam penentuan


tentang Jalan. kesesuaian tonase alat
transportasi dengan kelas jalan.
9 Undang-undang RI Nomor 26 Tahun 2007 Sebagai acuan dalam
tentang Penataan Ruang. menentukan kesesuaian lahan
pembangunan PLTP dengan
penataan ruang.

10 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2008 Menjadi acuan dalam


tentang Pengelolaan Sampah. pengelolaan sampah.

11 Undang-undang RI Nomor 29 Tahun 2009 Menjadi acuan untuk tingkat


tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pelayanan jalan.

12 Undang-undang RI Nomor 30 Tahun 2009 Menjadi dasar hukum untuk


tentang Ketenagalistrikan. pembangunan PLTP.

13 Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 Sebagai acuan dasar tentang


tentang Perlindungan dan Pengelolaan perlindungan dan pengelolaan
Lingkungan Hidup. lingkungan hidup.

14 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Menjadi acuan dalam


tentang Kesehatan. pengelolaan kesehatan.

15 Undang-undang RI Nomor 2 Tahun 2012 Sebagai dasar acuan


tentang Pengadaan Tanah Bagi pembebasan tanah, khususnya
Pembangunan untuk Kepentingan Umum. tanah warga.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

1 Peraturan Pemerintah RI Nomor 10 Tahun Sebagai acuan mengenai usaha


1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan penyediaan tenaga listrik.
Tenaga Listrik.

2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 18 tahun Menjadi dasar acuan dalam


1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan pengelolaan limbah bahan
Berbahaya dan Beracun. berbahaya dan beracun.

3 Peraturan Pemerintah RI Nomor 41 Tahun Sebagai dasar acuan dalam


1999 tentang Pengendalian Pencemaran pengendalian pencemaran
Udara. udara.

4 Peraturan Pemerintah RI Nomor 85 Tahun Menjadi dasar acuan dalam


1999 tentang Perubahan Atas Peraturan pengelolaan limbah bahan
Pemerintah RI Nomor 18 Tahun 1999 tentang berbahaya dan beracun dari
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan kegiatan operasi.
Beracun.

5 Peraturan Pemerintah RI Nomor 45 Tahun Sebagai informasi tentang


2001 tentang Perusahaan Perseroan Badan Hukum PT Pertamina
(PERSERO). (PERSERO).

6 Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun Sebagai dasar acuan dalam


2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya pengelolaan bahan berbahaya
dan Beracun. dan beracun.
7 Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun Sebagai dasar acuan dalam
2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan AMDAL untuk pengelolaan
Pengendalian Pencemaran Air. pencemaran air.

8 Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun Menjadi dasar acuan tentang


2004 tentang Penatagunaan Tanah. tataguna tanah.

9 Peraturan Pemerintah RI Nomor 3 Tahun Sebagai acuan mengenai usaha


2005 tentang Perubahan atas Peraturan penyediaan tenaga listrik.
Pemerintah Nomor 10 Tahun 1989 tentang
Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik.

10 Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun Sebagai acuan mengenai usaha


2006 tentang Perubahan Kedua Atas penyediaan tenaga listrik.
Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1989
tentang Penyediaan dan Pemanfaatan
Tenaga Listrik.

11 Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun Sebagai dasar acuan dalam


2007 tentang Pembagian Urusan proses pembahasan penilaian
Pemerintahan antara Pemerintah, dokumen AMDAL.
Pemerintahan Daerah Provinsi,dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

12 Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 Sebagai acuan penilaian


tentang Rencana Tata Ruang Wilayah kesesuaian lokasi dengan
Nasional rencana tata ruang.

13 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun Sebagai acuan dasar tentang


2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan. penggunaan kawasan hutan.

14 Peraturan Pemerintah RI Nomor 14 Tahun Sebagai dasar pelaksanaan


2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan kegiatan.
Tenaga Listrik

15 Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 Tahun Sebagai dasar acuan dalam


2012 tentang Izin Lingkungan. pengajuan izin lingkungan.

Peraturan Presiden Republik Indonesia

1 Peraturan Presiden RI Nomor 71 Tahun 2012 Sebagai acuan dalam upaya


tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah pembebasan tanah.
bagi Pembangunan untuk Kepentingan
Umum.

Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup

1 Keputusan Menteri Negara Kependudukan Sebagai acuan baku mutu


dan Lingkungan Hidup Nomor KEP- lingkungan.
02/MENKLH/I/1988 tentang Pedoman
Penetapan Baku Mutu Lingkungan.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup


1 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Sebagai dasar acuan baku mutu
Hidup No. 13 Tahun 1995 tentang Baku Mutu emisi gas buang.
Emisi Sumber Tidak Bergerak

2 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Sebagai dasar acuan baku


Hidup RI Nomor Kep-48/MENLH/11/1996 tingkat kebisingan.
tentang Baku Tingkat Kebisingan.

3 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Sebagai acuan baku tingkat


Hidup Nomor Kep-49/MENLH/11/1996 getaran dari kegiatan drilling.
tentang Baku Tingkat Getaran.

4 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Sebagai dasar acuan baku


Hidup Nomor Kep-50/MENLH/11/1996 tingkat kebauan.
tentang Baku Tingkat Kebauan.

5 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Sebagai acuan bagi penyusunan


Hidup RI Nomor 45 Tahun 2005 tentang RKL dan RPL dan implementasi
Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan pemantauan pelaksanaannya.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
(RKL) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup (RPL).

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup

1 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sebagai acuan dan arahan


Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman dalam penyusunan dokumen
Penyusunan Analisis Mengenai Dampak AMDAL.
Lingkunngan Hidup.

2 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sebagai acuan baku mutu


Nomor 13 Tahun 2007 tentang Persyaratan limbah kegiatan PLTP.
dan Tatacara Pengelolaan Air Limbah bagi
Usaha dan/atau Kegiatan Hulu Minyak dan
Gas serta Panasbumi dengan Cara Injeksi.

3 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sebagai dasar dalam


Nomor 02 Tahun 2008 Tentang Pemanfaatan pemanfaatan limbah B3 (Drilling
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Cutting)

4 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sebagai acuan baku mutu emisi
Nomor 21 Tahun 2008 tentang Baku Mutu sumber tidak bergerak PLTP.
Emisi Sumber Tidak Bergerak bagi Usaha
dan/atau Kegiatan Pembangkit Tenaga Listrik
Termal.

5 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sebagai acuan baku mutu


Nomor 08 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Air limbah PLTP.
Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan
Pembangkit Listrik Tenaga Termal

6 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sebagai acuan baku mutu


Nomor 19 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air limbah PLTP.
Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan
Minyak dan Gas serta Panasbumi.

7 Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sebagai dasar bahwa rencana


Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis kegiatan pengembangan Proyek
Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Lapangan Uap dan PLTP
Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak diwajibkan memiliki dokumen
Lingkungan Hidup. AMDAL.

Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi

1 Keputusan Menteri Pertambangan dan Sebagai acuan dalam menyusun


Energi Nomor 103.K/008/M.PE/1994 tentang RKL dan RPL kegiatan PLTP.
Pengawasan atas Pelaksanaan Rencana
Pengelolaan Lingkungan dan Rencana
Pemantauan Lingkungan dalam Bidang
Pertambangan dan Energi.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

1 Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Sebagai acuan teknis dalam
Mineral Nomor 1457.K/23/MEM/2000 tentang penyusunan pengelolaan
Pedoman Teknis Pengelolaan Lingkungan di lingkungan hidup kegiatan PLTP.
Bidang Pertambangan dan Energi.

2 Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Sebagai referensi dalam


Mineral Nomor 10 Tahun 2005 tentang Tata perijinan jaringan listrik antar
Cara Perizinan Usaha Ketenagalistrikan provinsi.
untuk Lintas Provinsi yang terhubung dengan
Jaringan Transmisi Nasional.

Keputusan/Peraturan Menteri Kesehatan

1 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 718/ Sebagai acuan dalam


MenKes/Per/XII/1987 tentang Kebisingan pengelolaan kebisingan yang
yang Berhubungan dengan Kesehatan. dapat mengganggu kesehatan.

2 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/ Sebagai dasar acuan syarat-


Men.Kes/Per/IX/1990 (Lampiran 2) tentang syarat dan pengawasan kualitas
Daftar Persyaratan pengawasan Kualitas Air air.
Bersih.

3 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Sebagai acuan baku mutu


261/1998 tentang Persyaratan Kesehatan kesehatan di lingkungan kerja.
Lingkungan Kerja.

4 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Sebagai acuan dalam teknis


876/MENKES/SK/VIII/2001 tentang kesehatan lingkungan.
Pedoman Teknis Analisis Dampak Kesehatan
Lingkungan.

Keputusan/Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan

1 Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Sebagai dasar dalam menilai


Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 2 kelengkapan administrasi lokasi
Tahun 1999 tentang Ijin Lokasi. rencana kegiatan
Pengembangan Pembangunan
Lapangan Uap Panasbumi dan
PLTP 55 MW Proyek
Geothermal Ulubelu Lampung.

2 Peraturan Kepala Badan Pertahanan Sebagai dasar dalam kegiatan


Nasional RI Nomor 3 Tahun 2007 tentang pengadaan tanah bagi
Ketentuan Pelaksanan Peraturan Presiden kepentingan umum.
Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan
Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan
untuk Kepentingan Umum sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Presiden
Nomor 65 Tahun 2006 tentang Perubahan
atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun
2005.

3 Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Sebagai dasar dalam menilai


Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 2 kelengkapan administrasi izin
Tahun 2011 tentang Pedoman Pertimbangan lokasi rencana kegiatan
Teknis Pertanahan dalam Rangka Pengembangan Pembangunan
Penerbitan Izin Lokasi, penetapan Lokasi Lapangan Uap Panasbumi dan
dan Izin Perubahan Penggunaan Tanah PLTP 55 MW Proyek
Geothermal Ulubelu Lampung.

Keputusan/Peraturan Menteri Kehutanan

1 Peraturan Menteri Kehutanan Nomor Sebagai acauan hukum dalam


P.18/Menhut-II/2011 tentang Pedoman proses peminjaman kawasan
Pinjam Pakai Kawasan Hutan. hutan.

Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan

1 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai acuan dalam


Dampak Lingkungan RI Nomor Kep. 056 penetapan ukuran dampak
tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai penting.
Ukuran Dampak Penting.

2 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai acuan dalam


Dampak Lingkungan RI Nomor pengurusan perijinan tentang
68/BAPEDAL/05/1994 Tahun 1994 tentang penyimpanan dan pengumpul-
Tata Cara Memperoleh Ijin Penyimpanan an serta pengolahan limbah B3.
Pengumpulan, Pengoperasian Alat Peng-
olahan, Pengolahan dan Penimbunan Akhir
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
3 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai acuan dalam tata cara
Dampak Lingkungan RI Nomor 01 Tahun dan persyaratan penyimpanan
1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan dan pengumpul-an limbah
Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan minyak pelumas bekas.
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

4 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai acuan dalam


Dampak Lingkungan RI Nomor penetapan jenis jenis bahan dan
02/BAPEDAL/09/1995 tentang Dokumen B3. limbah B3.

5 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai dasar acuan dalam


Dampak Lingkungan RI Nomor penanganan dan pengelolaan
03/BAPEDAL/09/1995 tentang Persyaratan limbah B3.
teknis pengelolaan limbah B3.

6 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai dasar acuan


Dampak Lingkungan RI Nomor 255 tahun pembuatan Tempat
1996 tentang Tata Cara dan Persyaratan Penyimpanan Sementara (TPS)
Penyimpanan Dan Pengumpulan Minyak dan perijinan.
Pelumas Bekas.

7 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai acuan teknis AMDAL


Dampak Lingkungan RI Nomor 299 Tahun dalam mengkaji aspek sosial.
1996 tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek
Sosial Dalam Penyusunan AMDAL.

8 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai acuan AMDAL dalam


Dampak Lingkungan RI Nomor 124 Tahun kajian aspek kesehatan
1997 tentang Panduan Kajian Aspek masyarakat.
Kesehatan Masyarakat dalam Penyusunan
AMDAL.

9 Keputusan Kepala Badan Pengendalian Sebagai acuan dalam


Dampak Lingkungan RI Nomor 08 Tahun melakukan pengumuman dan
2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan konsultasi publik ke masyarakat.
Keterbukaan Informasi dalam Proses
AMDAL.

Standarisasi Nasional Indonesia (SNI)

1 Standar Nasional Indonesia Nomor 6989.57- Sebagai acuan dalam


2008 tentang Metode Pengambilan Contoh menetapkan metode peng-
Air Permukaan ambilan contoh air permukaan.

2 Standar Nasional Indonesia Nomor 6989.58- Sebagai acuan dalam


2008 tentang Metode Pengambilan Contoh menetapkan metode peng-
Air Tanah ambilan contoh air tanah

3 Standar Nasional Indonesia Nomor 6989.59- Sebagai acuan dalam


2008 tentang Metode Pengambilan Contoh menetapkan metode peng-
Air Limbah ambilan contoh air limbah.
Peraturan Daerah

1 Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor Sebagai acuan terhadap


03 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Sumber pengelolaan sumber daya alam
Daya Alam dan Lingkungan Hidup. dan lingkungan hidup di
Lampung.

2 Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor Sebagai acuan tentang


03 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintah kewenangan Pemerintah
Daerah Provinsi Lampung. Daerah.

3 Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor Sebagai acuan kegiatan


01 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang pembangunan PLTP sesuai
Wilayah (RTRW) Provinsi Lampung Tahun dengan penataan ruang di
2009 sampai dengan Tahun 2029 Provinsi Lampung.

4 Peraturan Gubernur Lampung Nomor 07 Sebagai acuan baku mutu air


Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah limbah dari kegiatan operasional
Bagi Usaha dan/atau Kegiatan di Provinsi PLTP.
Lampung

5 Peraturan Daerah Kabupaten Tanggamus Sebagai acuan kesesuaian


Nomor 16 Tahun 2011 tentang Penataan lokasi kegiatan pembangunan
Ruang Wilayah tahun 2011 2031. PLTP dengan penataan ruang di
Kabupaten Tanggamus.

B. Prosedur Uji
Uji Konsistensi

Dokumen KA Dokumen ANDAL


Komponen atau Komponen atau Komponen atau Komponen atau
parameter parameter parameter dampak parameter dampak
lingkungan yang lingkungan yang lingkungan yang lingkungan yang
diidentifikasi berpotensi terkena diprakirakan besar dievaluasi untuk
berpotensi terkena dampak penting. dampak dan sifat keperluan
dampak penting. Tercantum dalam penting dampak. kelayakan
Bab Metodi Studi. lingkungan.
(kolom 1) (kolom 2) (kolom 3) (kolom 4)
1. Iklim 1. Kualitas 1. Peningkatan 1. Jumlah
2. Kualitas Udara pendapatan Manusia
Udara 2. Hidrologi 2. Peningkatan 2. Luas
3. Kebisingan 3. Peluanmg Konsentrasi Wilayah
4. Vegetasi Kerja Gas Pencemar 3. Intensitas
darat 4. Gangguan 3. Penurunan Dampak
5. Fisiografi Kenyamanan Debit Sungai 4. Banyaknya
dan Geologi 5. Perubahan 4. Potensi Rawan Komponen
6. Biologi pola penyakit Bencana Lingkungan
7. Hidrologi 6. Kerawanan 5. Penurunan 5. Sifat
8. Ruang, Sosial Kesehatan Kumulatif
lahan, dan 7. Peluang Lingkungan Dampak
tanah berusaha 6. Penurunan 6. Berbalik
9. Kesehatan 8. Peningkatan Keanekaragam atau tidak
Masyarakat pendapatan an Flora berbaliknya
10. Sosial- 9. Persepsi 7. Penurunan dampak
Ekonomi- Masyarakat Keanekaragam 7. Sosialisasi
Budaya an Fauna
Proyek
11. Interkasi 8. Perkembangan
8. Perubahan
Sosial Ilmu
Persepsi
Pengetahuan
Masyarakat
dan Teknologi 9. Perubahan
Pendapatan
10. Pembebasan
Lahan dan
Tanam
Tumbuh