Anda di halaman 1dari 1

Pada 25 Maret 2017 yang lalu saya mengikuti acara #1000 startup digital .

Banyak pelajaran tentang startup yang saya dapatkan setelah mengikuti acara
ini. Acara ini dimulai dengan presentasi dengan bung kamto. Beliau mengajak
kita untuk sama sama memajukan Indonesia yang lebih baik. Kita dibina agar
negara kita tidak selalu menjadi user/pengguna melainkan negara Indonesia
yang bakal menjadi produsen untuk negara-negara lain di dunia. Sebenarnya
saya ngakak dengan ucapan bung kamto yang mengatakan bahwa ingin nama
dirinya dijadikan nama jalan. Tetapi terharu jg ketika beliau mengatakan bahwa
lebih mengutamakan kebahagiaan orang tua.

kemudian sesi selanjutnya yaitu panel 1 berjudul Building The Startup Mindset.
Saya sangat kagum pada mbak Leonika Sari yang rela menolak tawaran masuk
di Massachusetts Institute of Technology demi membangun startup yang resiko
gagalnya lebih besar. Bahkan mendapat tantangan keras dari orang tua sendiri.

Sesi selanjutnya adalah presentasi dari pak Thomas Diong. Beliau mengajarkan
bahwa dalam pertama kali membangun startup seharusnya lebih memetingkan
kepuasan masyarakat terlebih dahulu . Lebih baik aplikasi startup hanya
mempunyai 100 pemakai tetapi sangat puas dalam pelayanannya daripada
mempunyai sangat banyak pemakai tetapi hanya sedikit atau tidak puas sama
sekali. Kemudian beliau mengatakan bahwa setelah produk startup selesai maka
segeralah diperkenalkan ke publik walaupun masih sangat simpel (versi
0.1(beta)) agar mendapat feedback dari user daripada kita terus berkutat untuk
memyempurnakan produk startup tetapi kita tidak tahu apa yang user inginkan.
Selain itu pak Thomas Diong juga mengajarkan bahwa dalam membangun
startup sebaiknya kita mengincar pasar kecil yang belum terjamah oleh
perusahaan besar sehingga startup kita nantinya memiliki pesaing yang sedikit
atau tidak ada sama sekali supaya lebih mudah untuk memenangkan pasar
tersebut

Sesi selanjutnya adalah panel 2 berjudul focus on your strength . Pembicara


favorit saya pada bagian ini adalah Vivi Aldiano yang tak menyerah untuk terus
menyalurkan keahlian dan kekuatan di bidangnya walaupun karyanya ditolak
sehingga menjadi pengusaha di industri musik.

Sesi paling terakhir adalah panel 3 berjudul Collaborate to Creative Innovation.


Saya mengambil kesimpulan dari sesi ini adalah mencari rekan dalam
membangun startup itu seperti mencari pasangan hidup. Rekan yang
mempunyai visi dan misi yang sama , memiliki kecocokan sifat , dan saling
melengkapi satu sama lain. Hal-hal tersebut sangat penting karena banyak sekali
startup yang gagal karena perpecahan internal dari tim startup itu sendiri .

Demikianlah ilmu-ilmu yang saya dapatkan dari tahap Ignition pada hari sabtu
lalu. Semoga pengetahuan ini dapat berguna untuk perkembangan startup tim
saya di masa yang akan datang.