Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Berdirinya Pabrik


1.1.1 Sejarah Singkat Perkembangan PT. Petrokimia Gresik
PT. Petrokima Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

dalam lingkup Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republilk

Indonesia yang bernaung dibawah Holding Company PT. Pupuk Indonesia.


Tabel 1. Sejarah Singkat PT. Petrokimia Gresik

Tahun Keterangan Kapasitas


1964 Pembangunan fisik tahap pertama Projek -

Petrokimia Soerabaja. Pembangunan

dilaksanakan oleh Condisindit Sp, A sebagai

kontraktor utama.
1972 Peresmian oleh Presiden Soeharto tanggal 10 Juli -

1972 dengan nama Perum Petrokimia Gresik.


1983 Pembangunan Pabrik Pupuk TSP II 3000 m3/jam
1986 Pembangunan pabrik pupuk ZA III. 500.000 ton/tahun
1994 Pembangunan pabrik ammonia dan urea. (455.000, 460.000)

ton/tahun
2000 Pabrik Pupuk Majemuk phonska yang dibangun 300.000 ton/tahun

oleh PT.Rekayasa Industri


2003 Pembangunan Pabrik NPK 60.000 ton/tahun
2005 Pembangunan pupuk kalium sulfat,pupuk (10.000, 3000,

petroganik, dan NPK granulation 100.000) ton/tahun


2007-2008 Pembangunan pabrik NPK Granulasi II, III, IV Masing-masing

100.000 ton/tahun

1
2

2008-2009 Pembangunan Pabrik RFO PF II (Phonska III), (600.000, masing-

pembangunan Pabrik ROP Granul I (PF I) dan II masing 500.000)

(PF II), dan pembangunan pembangkit energi batu ton/tahun

bara.
2010-2011 Pembangunan pabrik RFO PF II (Phonska IV) 600.000 ton/tahun
2012- Perluasan ke 12. Revumping Pabrik III B, 2000 m3/jam

sekarang penambahan debit air dari Gunungsari, dan

pembangunan Ammonia, Urea II.


1.1.2 Latar Belakang Pendirian Pabrik

PT. Petrokimia Gresik didirikan berdasarkan atas lingkungan negara

Indonesia yang merupakan negara agraris dan memiliki sumber daya alam yang

sangat melimpah sehingga titik berat pembangunan terletak pada sektor

pertanian. Salah satu usaha intensifikasi pertanian dilakukan dengan cara

mendirikan pabrik pupuk.

Dipilihnya daerah Gresik sebagai lokasi pabrik pupuk merupakan hasil

studi kelayakan pada tahun 1962 oleh Badan Persiapan Proyek-proyek Industri

(BP3I) yang dikoordinir Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan.

Pada saat itu, Gresik dinilai dan dipilih dengan pertimbangan, antara lain :

1) Tersedia lahan yang kurang produktif (untuk pertanian).

2) Tersedia sumber air dari aliran Sungai Brantas dan Sungai

Bengawan Solo.

3) Berdekatan dengan daerah konsumen pupuk terbesar, yaitu

tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan (tebu, tembakau,

teh) di Pulau Jawa.


3

4) Dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan untuk

mengangkut peralatan pabrik selama masa konstruksi, pengadaan

bahan baku, maupun pendistribusian hasil produksi melalui

angkutan laut.

5) Dekat dengan Surabaya yang memiliki kelengkapan memadai,

antara lain tersedianya tenaga-tenaga terampil.

1.2 Gambaran Umum Pabrik


1.2.1 Bahan Baku, Bahan Pembantu, Produk Utama, Produk Samping
a. Bahan Baku
1. Ammonia (NH3)
Merupakan hasil dari Unit Ammonia, Departemen Produksi I dengan

spesifikasi
Wujud : cair (Adanya pemanasan 3 tahap wujud ammonia

menjadi gas)
Kenampakan : tidak berwarna

Bau : khas ammonia

Tekanan : 5 kg/cm2
Temperatur : - 30 0C
Komposisi : NH3 : 99,5 % berat
H2O : 0,5 % berat
2. Karbondioksida (CO2)
Merupakan hasil samping dari unit Ammonia departemen produksi I

dengan spesifikasi :
Wujud : gas
Temperatur : 30 0C

Tekanan : 0,5 kg/cm2

Komposisi : CO2 : 28,3 % berat

Inert : 0,3 % berat

H2O : 71,4 % berat


3. Fosfo Gypsum (CaSO4.2H2O)
Merupakan hasil samping dari pabrik Asam fosfat departemen

produksi III dengan spesifikasi :


Wujud : padat
Komposisi : CaSO4.2H2O : 72,1 %
4

H2O : 25 %
inert : 2,9 %
4. Asam Sulfat (H2SO4)
Merupakan hasil dari asam sulfat departemen produksi III dengan

spesifikasi:
Wujud : cair
Temperatur : 40 0C
Specific Gravity : 1,81
Komposisi : H2SO4 : 98,5 % berat
H2O : 1,5 % berat
b. Bahan Pembantu
1. Petrocoat
Sebagai bahan anti caking dengan spesifikasi
wujud : cair
fungsi : anti penggumpal
Ketampakan : Kuning-Coklat
SG : 0,8 (70oC)
Viskositas : 50 cps pada 70oC
Titik Leleh : 60oC
c. Produk Utama
Produk utama yang dihasilkan dari unit ammonium sulfat II adalah pupuk

ZA , dengan spesifikasi hasil sebagai berikut :


Kadar N total : 21 %
Kadar H2SO4 bebas : 0,1%
Kadar H2O : 0,15 %
Ukuran Butiran : 55 % tertahan tyler mesh 30
Temperatur : 47 0C
Bentuk : Kristal
Warna : Putih ( Non subsidi )
Orange ( Subsidi )
d. Produk Samping
Produk samping yang dihasilkan dari unit ammonium sulfat II adalah

kapur pertanian (kaptan) , dengan spesifikasi hasil sebagai berikut :

CaCO3 : 67,6 %

CaSO4.2H2O : 3,7 %

Insoluble : 4,9 %

(NH4)2SO4 : 1,8 %

H2O : 22 %

1.2.2 Unit Unit dalam Pabrik


Pabrik I (Unit Pupuk Nitrogen)
Kapasitas produksi per-tahun pabrik I adalah sebagai berikut:
5

Tabel 3. Kapasitas Produksi Pabrik I

Pupuk Pabrik Kapasitas/Thn Tahun Beroperasi


Urea 1 460.000 ton/thn 1994
ZA I, III 2 500.000 ton/thn 1972,1986
Amonia 1 455.000 ton/thn 1994
k
(PT. Petrokimia Gresik, 2017)

Selain itu Unit Produksi I juga menghasilkan produk samping berupa CO2

23.200 ton/tahun dan Es kering (CO2) 4.000 ton/tahun.

Pabrik II (Unit Pupuk Fosfat)

Di Pabrik II terdapat dua departemen, yaitu Departemen Produksi II A

(PF-1, Phonska I, Phonska II dan III, Pengantongan II , dan Candal Produksi II A)

dan Departemen Produksi II B (NPK/ ZK I/ ZK II, NPK II/ III/ IV, Phonska IV,

Utilitas, dan Candal Produksi II B).

Tabel 4. Kapasitas Produksi Pabrik II

Pupuk Pabrik Kapasitas/Thn Tahun Beroperasi


SP-36 1 500.000 ton/thn 1979, 1983, 2009
Phonska I 1 450.000 ton/thn 2000
Phonska II dan III 2 1.200.000 ton/thn 2005, 2009
Phonska IV 1 600.000 ton/thn 2011
NPK I 1 90.000 ton/thn 2005
NPK II 1 120.000 ton/thn 2008
NPK III dan IV 2 240.000 ton/thn 2009
ZK 2 20.000 ton/thn 2005, 2016
(PT. Petrokimia Gresik, 2017)

Pabrik III
6

Produk yang dihasilkan pada Departemen Produksi III diantaranya

adalah:

Tabel 5. Jumlah Pabrik Departemen Produksi III dan Kapasitas Produksi

Pupuk Pabrik Kapasitas/Thn Tahun Beroperasi


Asam fosfat (100% P205) 2 400.000 ton/thn 1985, 2015
Asam sulfat (98% H2SO4) 2 1.170.000 ton/thn 1985, 2015
Cement Retarder 1 440.000 ton/thn 1985
Alumunium Flourida 1 12.600 ton/thn 1985
ZA II 1 350.000 ton/thn 1984
(PT. Petrokimia Gresik, 2017)
7

Gambar 1. Struktur Organisasi PT. Petrokimia Gresik


(Dep. Personalia PT. Petrokimia Gresik, 2017)

1.2.3 Organisasi Perusahaan


1.2.3 Organisasi Perusahaan 1.2.3.1 Struktur dan Job Deskripsi

1.2.3.1 Struktur Organisasi & Job Diskripsi


8

Job Diskripsi

1. Direktur Utama

Direktur utama bertanggung jawab terhadap kondisi perusahaan secara

keseluruhan dan dalam menjalankan tugasnya dibantu direktur SDM dan

umum, direktur teknik dan pengembangan, direktur produksi, direktur

keuangan, dan direktur pemasaran.

2. Direktur Produksi

Direktur produksi bertanggung jawab atas proses produksi kepada direktur

utama. Bagian ini membawahi kompartemen pabrik I, kompartemen pabrik II,

kompartemen pabrik III, dan kompartemen teknologi yang masing-masing

dipimpin oleh general manager.

3. Direktur Teknik dan Pengembangan

Direktur teknik dan pengembangan bertanggung jawab dalam perencanaan

dan pengaturan alat-alat penunjang proses produksi serta pengembangan

teknologi peralatan produksi. Bagian ini membawahi kompartemen

pengadaan, kompartemen riset, kompartemen pengembangan,

kompartemen prasarana dan utilitas yang masing-masing dipimpin oleh

general manager. Dalam menjalankan tugas direktur teknik dan

pengembangan bertanggung jawab terhadap direktur utama dan melakukan

koordinasi dengan dewan direksi.

4. Direktur SDM dan Umum

Direktur SDM dan Umum bertanggung jawab dalam memberdayakan

sumber daya manusia dan para karyawan. Bagian ini membawahi lima
9

bagian yaitu kompartemen sumber daya manusia, kompartemen umum,

kompartemen audit intern, sekretaris perusahaan, dan staf utama.

5. Direktur Keuangan

Direktur keuangan bertanggung jawab atas keuangan perusahaan. Bagian

ini membawahi kompartemen instansi keuangan dan kompartemen

perencanaan dan pengendalian usaha yang masing-masing dipimpin oleh

general manager.

6. Direktur Pemasaran

Direktur keuangan bertanggung jawab atas pemasaran produk yang

dihasilkan oleh PT. Petrokimia Gresik. Bagian ini membawahi kompartemen

pemasaran, kompartemen penjualan komersil, kompartemen pemasaran

dan logistik, dan kompartemen penjualan retail yang masing-masing

dipimpin oleh general manager.

Pimpinan Perusahaan

a. Dewan komisaris

Komisaris Utama : M. Djohan Safri


Anggota Komisaris : Andy Muawiyah Ramly
Anggota Komisaris : Mahmud Nurwindu
Anggota Komisaris : Hari Priyono
Anggota Komisaris : Yoke C. Katon
Anggota Komisaris : Heriyono Harsoyo

b. Dewan Direksi

Direktur Utama : Nugroho Christijanto

Direktur Keuangan : Pardiman

Direktur Teknik & Pengembangan : Arif Fauzan


10

Direktur Produksi : I Ketut Rusnaya

Direktur HRD & Umum : Rahmat Pribadi

Direktur Pemasaran : Meinu Sadaryo

Sebagian besar proses produksi yang ada di PT Petrokimia Gresik

merupakan proses kimia dan beroperasi selama 24 jam. Sistem kerja di PT

Petrokimia Gresik diatur menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Normal Day; Jam kerja : 08.00-16.00 (5 hari kerja)

Hari : Senin-Jumat

2. Shift ; Terdiri dari 3 shift :

1. shift pagi : pukul 07.00-15.00

2. shift sore : pukul 15.00-23.00

3. shift malam : pukul 23.00-07.00

Shift terdiri dari empat grup yaitu grup A, B, C, dan D, setiap hari terdapat

grup masuk dan 1 grup libur shift.

Tabel 1. Jam Kerja Regu

Shift Jam kerja


Pagi (A) 07.00 -15.00

Siang (B) 15.00 23.00

Malam (C) 23.00 07.00

D Libur
(PT. Petrokimia Gresik, 2017)
11

Shift Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin

A Malam Malam Libur Libur Pagi Pagi Siang Siang


B Siang Siang Pagi Pagi
C Pagi Pagi Malam Malam Libur Libur
D Libur Libur Siang Siang Libur Libur
Pagi Pagi Malam Malam
Siang Siang Malam Malam

Tabel 2. Jam Kerja Shift


(PT. Petrokimia Gresik, 2017)

1.2.3.2 Fasilitas Penunjang

PT Petrokimia Gresik memiliki beberapa sarana dan prasarana untuk

menunjang beberapa kegiatan operasi, antara lain :

1. Penjernihan air

a. Unit I, dengan spesifikasi sebagai berikut:

Lokasi : Gunungsari, Surabaya.

Bahan baku : air sungai Brantas.

Ukuran pipa : diameter 14 inci sepanjang 22 km.

Kapasitas : 850 m3/jam.

b. Unit II, dengan spesifikasi sebagai berikut:

Lokasi : Babat,Lamongan.

Bahan baku : air sungai Bengawan Solo.

Ukuran pipa : diameter 28 inci sepanjang 60 km.

Kapasitas : 1.700 2.500 m3/jam.


12

2. Dermaga

PT Petrokimia Gresik memiliki 3 buah dermaga, yaitu dermaga

utama, dermaga T, dan dermaga batubara. Dermaga T memiliki bentuk

seperti huruf T dengan panjang 819 meter dan lebar 36 meter. Dermaga

ini dilengkapi dengan 2 unit continuous shipunloader (CSU) berkapasitas

2.000 ton/jam, 2 unit cangaroocrane dengan kapasitas 7.000 ton/hari, 2

unit shiploader dengan kapasitas masing masing 1.500 ton/hari, belt

conveyor sepanjang 22 km, serta fasilitas pemipaan untuk bahan cair.

Pada sisi laut dermaga dapat disandari dengan 3 buah kapal berbobot

mati 40.000 ton, dan pada sisi darat dapat disandari kapal dengan bobot

mati 10.000 ton.

3. Pembangkit tenaga listrik

Ada 3 unit pembangkit tenaga listrik :

a) Gas Turbine Generator, berkapasitas 33 MW untuk memenuhi

kebutuhan proses di unit-unit produksi.

b) Steam Turbine Generator, berkapasitas 20 MW yang juga untuk

memenuhi kebutuhan proses di unit-unit produksi.

c) PLN, berkapasitas 15 MW yang dipakai untuk keperluan non-

proses seperti rumah sakit, perumahan, perkantoran, GOR, dan

lain-lain.

4. Pengolahan limbah

PT Petrokimia Gresik melakukan pengelolaan limbah dengan

menggunakan prinsip 3R yaitu reuse, recycle dan recovery dengan

dukungan : unit pengolahan limbah cair berkapasitas 240 m3/jam,


13

fasilitas pengendali emisi gas di setiap unit produksi, di antaranya

bag filter, cycloneic separator, dust collector, electric precipitator

(EP),dustscrubber, dll.

5. Sarana distribusi

PT Petrokimia Gresik memiliki beberapa Gudang Distribution

Center yang bertempat di Medan, Lampung, Cigading, Padang,

Banyuwangi, Makasar, dan Gresik.

6. Laboratorium

Laboratorium yang terdapat pada PT Petrokimia Gresik antara

lain: Laboratorium Produksi, Laboratorium Kalibrasi, Laboratorium

Uji Kimia, Laboratorium Uji Mekanik, Laboratorium Uji Kelistrikan,

Uji valve,dan Uji Permeabilitas Udara.

7. Kebun percobaan

Untuk menguji hasil riset dan formula yang diperoleh di

laboratorium, PT Petrokimia memiliki kebun percobaan seluas 5

hektar yang dilengkapi dengan fasilitas laboratorium untuk tanah,

tanaman dan kultur jaringan, rumah kaca, mini plant pupuk NPK,

pabrik pupuk organic (Petroganik), pupuk hayati dan Petroseed

(benih padi bersertifikat). Kebun Percobaan atau yang biasa

disebut buncobini berfungsi sebagai tempat pengujian produk

komersil, percontohan pemeliharaan tanaman & ternak, indikator

lingkungan, penelitian dan pengembangan produk inovatif, media

belajar dan studi wisata bagi pelajar, mahasiswa, petani, dan

masyarakat umum, serta sarana pendidikan dan latihan.


14

8. Unit utilitas batubara

Memiliki kapasitas steam 2x150 ton/jam, serta tenaga listrik

sebesar 25 MW. Unit ini dilengkapi dengan dermaga khusus

batubara berkapasitas 10.000 DWT.

1.2.3.3 Jumlah dan Pendidikan Karyawan di Tiap Bagian

Karyawan di PT. Petrokimia Gresik pada tiap tahun mengalami

perubahan, dari segi jumlah dan jabatan. Karyawan PT. Petrokimia Gresik per 1

Maret berjumlah 3.155 orang.

1. Karyawan

Tabel 2. Jumlah SDM berdasarkan Tingkat Pendidikan

(Posisi Baru Maret 2017)

Pendidikan Jumlah (Jiwa)


Pasca Sarjana 92

Sarjana 548

Sarjana Muda 67

SLTA 2.303

SLTP 145
TOTAL 3.155
(Sumber : Dep. Personalia PT. Petrokimia Gresik, 2017)
15

Tabel 3. Jumlah SDM berdasarkan Jenjang Jabatan

(Posisi Baru Maret 2017)

Jabatan Jumlah (Jiwa)


Direksi 6

Eselon I 30

Eselon II 77

Eselon III 205

Eselon IV 792

Eselon V 990

Pelaksan 1036

Bulanan Percobaan 19
TOTAL 3.155
(Sumber : Dep. Personalia PT. Petrokimia Gresik, 2017)

1.2.3.4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan

dalam melakukan pekerjaan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas

1. Tujuan dan Sasaran K3


Tujuan K3
Menciptakan sistem K3 di tempat kerja dengan melibatkan unsur

manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi

dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja

serta terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, efisien dan produktif.

Sasaran K3

- Memenuhi Undang-Undang No.1/1970 tentang keselamatan kerja

- Memenuhi Permen Naker No. PER/05/MEN/1996 tentang Sistem

Manajemen K3

- Mencapai nihil kecelakaan.


16

2. Alat-alat Pelindung Diri


Alat pelindung diri adalah alat-alat yang mempunyai kemampuan untuk

melindungi seseorang dalam melakukan pekerjaan yang fungsinya menutup

tubuh tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja. Penyediaan alat-alat

pelindung diri ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab bagi setiap

pengusaha.

Macam-macam alat pelindung diri adalah sebagai berikut :

1. Topi keselamatan (safety head)


Topi keselamatan berguna untuk melindungi kepala terhadap benturan

kemungkinan tertimpa benda-benda yang jatuh, melindungi bagian kepala

dari kejutan listrik ataupun terhadap kemungkinan terkena bahan kimia yang

berbahaya.
2. Alat-alat pelindung mata (eye goggle)
Alat pelindung mata berguana untuk melindungi mata terhadap benda

yang melayang, geram, percikan, bahan kimia dan cahaya yang

menyilaukan.
3. Alat-alat pelindung muka
Alat pelindung muka berguna untuk melindungi muka dari dahi sampai

batas leher terhadap bahan kimia berbahaya, pancaran panas dan pancaran

sinar ultra violet.

4. Alat-alat pelindung telinga

Alat pelindung telinga berguna untuk melindungi telinga terhadap

kebisingan .

5. Alat-alat pelindung pernafasan


Alat pelindung pernafasan berguna untuk melindungi hidung dan mulut

dari berbagai gangguan yang dapat membahayakan karyawan.


6. Alat-alat pelindung kepala atau kerudung kepala (hood)
Alat pelindung kepala digunakan untuk melindungi seluruh kepala dan

bagian muka terhadap kotoran bahan lainnya.


7. Sarung tangan
17

Sarung tangan digunakan untuk melindungi tangan terhadap bahaya fisik,

kimia dan listrik.


8. Sepatu pengaman
Sepatu pengaman digunakan untuk melindungi kaki terhadap gangguan

yang membahayakan karyawan di tempat kerja.


9. Baju Pelindung
Baju pelindung digunakan untuk melindungi seluruh bagian tubuh

terhadap berbagai gangguan yang dapat membahayakan karyawan.


1.2.3.5 Jaminan Sosial

Jaminan sosial dapat berupa penghasilan dan kesejahteraan. Jaminan

sosial yang berupa penghasilan sebagai berikut :

1. Penghasilan
Penghasilan Karyawan PT. Pertokimia Gresik meliputi gaji pokok, tunjangan

jabatan, tunjangan sarana (perumahan dan angkutan), bantuan pangan, bantuan

pajak, bantuan asuransi, kompensasi shift, kompensasi lembur, kompensasi

stand by call out.


2. Kesejahteraan
Kesejahteraan yang didapat karyawan PT.Petrokimia berupa uang dan non

uang. Kesejahteraan uang, meliputi bantuan biaya cuti, bantuan hari raya,

bantuan perkawinan, bantuan duka, bantuan pindah, intensif triwulan, jasa

operasi/bonus tahunan, kesejahteraan berkala hari tua (kbht), tabungan hari tua

(tht). Kejejahteraan non uang, meliputi bpjs ketenagakerjaan, cuti, pemeliharaan

kesehatan, pakaian dinas harian, pakaian dinas lapangan, perlengkapan

keselamatan kerja, perumahan dinas, rekreasi, koperasi karyawan, fasilitas

olahraga, fasilitas kesenian, peribadatan, tempat penitipan anak.


1.2.4 Sistem Pemasaran Hasil
Jumlah produk yang dihasilkan adalah 350.000 ton/tahun. Kualitas produk

pupuk ZA dijaga dengan pengemasan dua tingkat bahan (double packing) yaitu

kemasan primer berupa kemasan plastik, dan kemasan sekunder berupa karung

plastik/Polypropilene.
18

Gambar 3. Kemasan Pupuk ZA II SNI 02-1760-2005

(Departemen Pemasaran Petrokimia Gresik, 2017)

Pupuk ZA merupakan jenis pupuk bersubsidi. Pupuk bersubsidi adalah

jenis pupuk yang sebagian biaya produksinya di subsidi oleh pemerintah. Dalam

memasarkan pupuk ZA PT. Petrokimia Gresik mempunyai sejumlah distributor

yang tersebar ke seluruh Indonesia. Distributor-distributor kemudian

menyalurkan ke kios-kios resmi untuk kemudian disalurkan kepada petani atau

grup petani. Mempermudah sistem distribusi pupuk bersubsidi PT. Petrokimia

Gresik mempunyai 105 gudang penyangga yang tersebar di seluruh Propinsi di

Indonesia.
Kelompok
Petani
PT PETROKIMIA GRESIK

19

PETANI PERORANGAN

KIOS RESMI

GUDANG
PENYANGGA
DI LINI III

DISTRIBUTOR

Berikut ini adalah alur proses pendistribusian pupuk bersubsidi

Gambar 4. Jalur Distribusi Pupuk

1.3 Lay Out Pabrik

PT. Petrokimia Gresik berlokasi di Kabupaten Gresik,Provinsi Jawa Timur.

Kantor pusat PT Petrokimia Gresik berlokasi di Jalan Ahmad Yani no.1,

Kabupaten Gresik ,Provinsi Jawa Timur ,sedangkan kantor cabang PT.

Petrokimia Gresik berlokasi di Jalan Tanah Abang III no.16, Jakarta Pusat,

Provinsi DKI Jakarta.

PT. Petrokimia Gresik menempati lahan kompleks seluas 450 Ha,dimana

lahan tersebut sudah ditempati dan dikelola semua sehingga tidak ada lahan

kosong lagi. Daerah-daerah yang ditempati antara lain :

a) Kecamatan gresik,antara lain :

Desa Ngipik

Desa Tlogopojok
20

Desa Sukorame

Desa KarangTuri

Desa Lumpur

b) Kecamatan Kebomas, antara lain :

Desa Tlogopatut

Desa Randuagung

Desa Kebomas

c) Kecamatan Manyar, antara lain :

Desa Pojok Pesisir

Desa Rumo Meduran

Desa Tepen
21

Gambar 2. Denah Komplek PT Petrokimia Gresik

(PT Petrokimia Gresik, 2017)

1.3.2 Lay Out Pabrik ZA II


22

Gambar 6. Layout Pabrik ZA II PT. Petrokimia Gresik

Keterangan :

1. POS R 5402/3 : Neutralizer Tank


2. Parkiran R 5501 : Mixing Tank
3. Bagian K3 D 5308 : Chalk Settler
4. Gudang Pengantongan Pabrik I D 5501 : Evaporator 1
5. LAB pabrik ZA II D 5502 : Evaporator 2
6. Colling Tower D- 5503 : Evaporator 3
7. Gudang Phospo Gypsum M 5501 : Centrifuge
8. Control Room T 5201 : Scrubber Tower
9. Gudang DAP R 5201 A, B, C : Reaktor
10. Colling condensate M 5601 : Rotary Dryer

D 5601 A/B

:DryerCyclone
23

23