Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

Dasar-Dasar Proses PMB

METODE CERAMAH PLUS DAN TANYA JAWAB


Oleh
Asmadi
STKIP Muhammadiyah Pagaralam

1
BAB I
PENDAHULUAN

Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik,


guru (pendidik), tujuan pembelajaran, metode mengajar, dan media. Selain itu peranan
seorang pendidik/pengajar juga tidak kalah penting, yaitu bagaimana seorang pengajar
bisa mengembangkan potensi kegiatan pengajarannya dan potensi siswanya, dalam
rangka mentransfer ilmu pengetahuan, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara
optimal.

Dalam proses belajar mengajar, tentulah harus menggunakan berbagai metode


yang sesuai dengan kondisi yang ada, agar tercipta suatu lingkungan belajar (class
orcestra) yang efektif dan efisien, yang membuat si peserta didik menjadi fun, dan
senang melakukannya.

Dari sekian banyak metode pembelajaran, metode ceramah adalah metode yang
paling umum dipakai oleh para pengajar, baik ditingkat Sekolah Dasar, hingga
Perguruan Tinggi sekalipun. Namun apa yang menyebabkan itu semua, apa itu metode
ceramah, bagaimana metode ceramah itu dapat dilakukan dengan efektif dan efisien,
segala kelebihan, termasuk kekurangannya.

Penulisan makalah ini, dimaksudkan untuk menginformasikan apa itu metode


ceramah plus tanya jawab dan tugas, dan bagaimana metode cermah yang baik, agar
tidak terdapat kekeliruan dalam cara penyampaian materi, yang merupakan metode
yang banyak dipakai oleh banyak orang.

2
BAB II
PERMASALAHAN

A. Metode Ceramah Plus Tanya Jawab dan Tugas (CPTT)

Didalam makalah ini penulis menggunakan Metode Ceramah Plus Tanya Jawab
(CPTT). Metode ceramah plus adalah metode mengajar ynag menggunakan lebih dari
satu metode, dan metode ini merupakan sebuah metode mengajar dengan
menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa, yang
pada umumnya mengkuti secara pasif. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-
satunya metode yang paling ekonomis untuk penyampaian informasi, dan paling efektif
dalam mengatasi kelangkaan buku dan alat bantu peraga.

Sedangakan Metode Ceramah Plus Tanya Jawab dan Tugas ini yaitu metode
mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.

Metode ini idealnya dilakukan secara tertib, yaitu :

1. Penyampaian materi oleh guru.


2. Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3. Pemberian tugas kepada siswa.

Pada hakikatnya metode tanya jawab berusaha menanyakan apakah murid telah
mengtahui fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan. Dalam hal lain siswa juga
bermaksud ingin mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran murid. Melalui metode
tanya-jawab Guru ingin mencari jawaban yang tepat dan faktual .

3
B. Materi yang Diterapkan

Materi yang akan dipakai penulis untuk metode ceramah plus tanya jawab dan
tugas yaitu BILANGAN BERPANGKAT pada pelajaran matematika. Materi yang akan
dibahas antara lain :

1. Bilangan berpangkat bulat positif


2. Bilangan berpangkat Nol
3. Bilangan berpangkat bulat negatif
4. Bilangan berpangkat pecahan

4
BAB III
PEMBAHASAN

A. Uraian Materi

1. Bilangan Berpangkat Bulat Positif


Jika suatu bilangan a R dikalikan dirinya sendiri, maka hasilnya
merupakan perpangkatan dari a, misalnya:
53 = 5 x 5 x 5
a3=axaxa
3 faktor
a5=axaxaxaxa
5 faktor
Jadi dapat disimpulkan:
an=axaxaxax...xa
n faktor

Pada umumnya, jika a bilangan real dan n bilangan bulat positif, maka
pangkat n dari a ditulis a n dan dapat didefenisikan sebagai hasil perkalian dari a
secara beruntun sebanyak n faktor.

Sifat-sifat bilangan berpangkat bulat positif :

a. Sifat perkalian bilangan berpangkat


Untuk a R, b dan c bilangan bulat maka perkalian pada bilangan
berpangkat akan berlaku a b x a c = a b + c.
Contoh : 32 x 33 = (3 x 3) x (3 x 3 x 3) = 32 + 3 = 35

b. Sifat pembagian bilangan berpangkat


Untuk a R, b dan c bilangan bulat maka pembagian pada bilangan
berpangkat akan berlaku a b : a c = a b - c.
2x2x2x2
Contoh : 24 : 22 = 2x2
= 24 - 2 = 22

c. Sifat pangkat dari bilangan berpangkat

5
Untuk a R, b dan c bilangan bulat maka perpangkatan pada bilangan
berpangkat akan berlaku (a b)c = a b x c.
Contoh : (32)3 = (3 x 3) x (3 x 3) x (3 x 3) = 32 x 3 = 36

d. Sifat pangkat dari perkalian bilangan


Untuk a, b, R, dan c bilangan bulat positif maka pangkat perkalian bilangan
akan berlaku (a x b)c = a c x b c.
Contoh : (2 x 3)2 = (2 x 3) x (2 x 3) = (2 x 2) x (3 x 3) = 22 x 32

e. Sifat pangkat dari pembagian bilangan-bilangan


Untuk a, b, R, dan c bilangan bulat positif maka pangkat perkalian bilangan

a a
c c

akan berlaku = c .
b b

2
4
2x2x2x2 24
Contoh : =
3x3x3x3
= 4
3 3

2. Bilangan Berpangkat Nol


Pada bagian ini kita akan menentukan nilai suatu bilangan jika
dipangkatkan dengan nol.
Contoh : 34 : 34 = 3 44
= 30 =1
Dari uraian diatas bilangan berpangkat akan berlaku sifat : a0 = 1

3. Bilangan Berpangkat Bulat Negatif


Untuk setiap a bilangan bulat dan n juga bilangan bulat maka berlaku

1
sifat berikut ini : a n
= n
a
1
Contoh : 2-3 = 3
2

1. Bilangan Berpangkat Pecahan


Suatu bilangan yang berpangkat pecahan dikatakan sebagai bilangan
berpangkat tak sebenarnya. Karena untuk menyelesaikannya harus diubah
menjadi bilangan berbentuk akar.

6
1
a. Pengertian a n

1
adalah bilangan yang jika dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak
a n

1
n faktor akan menghasilkan a. Hal ini bisa diartikan bahwa a n adalah akar

pangkat ke-n dari a.


1
Jadi a n = n
a .

Dalam hal ini agar nilainya selalu real:


Jika n genap, maka harus a non negatif.
Jika n ganjil, maka a dapat sembarang bilangan real.
1 4
Contoh : 16 4 = 4
16 = 4
24 = 2 4 = 2

m
b. Pengertian a n

m m
dapat diartikan sebagai akar pangkat ke- n dari am. Jadi = n
am
a n
a n

dengan syarat n
a real atau jika n genap, a 0.
5
Contoh : = 4
25
24

B. Tanya Jawab

Dalam penggunaan metode mengajar di dalam kelas, tidak hanya Guru saja
yang senantiasa berbicara seperti halnya dengan metode ceramah. melainkan
mencakup pertanyaan pertanyaan dan penyumbang ide-ide dari pihak siswa.
Sebelumnya guru menanyakan kepada siswa, apakah siswa-siswa tersebut sudah
mengerti dengan materi yang telah diajarkan. Disini guru memberikan soal untuk
diselesaikan.

Soal : Tentukan hasil operasi bilangan berpangkat (2p)-5 : (2p)-7 !


Jawab : (2p)-5 : (2p)-7 = (2p)-5 (-7)
= (2p)-5 + 7
= (2p)2
= 4p2

7
Setelah itu ada siswa yang belum mengerti dengan soal-soal berikut dan
menanyakannya kepada guru :
2
1
Soal : 1.
5
3
1
2

2.
3x

2
1
1 2
Jawab : 1. = 1
5
5
1
= 1
25
25
= 1x
1
= 25

3
1 2 1
2 x ( 3)

2. =
3x 3x
6
1
=
3x
1
6
= 1

3x
1
= 1
729x 6
= 1 x 7296

= 7296

C. Tugas

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk agar siswa bisa memahami lebih
lanjut terhadap materi yang telah disampaikan dan melatih siswa untuk bisa
menyelesaikan soal-soal lainnya.

8
Selesaikan soal-soal berikut :
1. 43 x 46
2. (3p)-3 x (5p2)3
4
3 3
3. x
5 5
2 3
3 -3
4. :
2 2

Macam-Macam Metode Pembelajaran


Posted by' Haryanto, S.Pd onDecember 7, 2011

33

Macam-Macam Metode Pembelajaran


Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan
yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu
serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan
mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang
guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan
demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta
didiknya.
Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain.
Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Disini saya akan
memaparkan beberapa metode pembelajaran menurut Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep yang dapat kita
digunakan.

Macam-Macam Metode pembelajaran :


1. Metode Ceramah

9
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada
sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar.
Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode
ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran
dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika
bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih
untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam
pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang
menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979:
251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat
meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam
transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah.
Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode
diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong
siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana
proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran
adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang
siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci
otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang
didemonstrasikan.

Macam-Macam Metode pembelajaran


4. Metode Ceramah Plus

10
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu
metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode
ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat
resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang
lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa
melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya.
Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan
mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan
sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik
mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan
dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan
keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan
keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari
mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada
peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang
yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara
pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang
diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut
10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang
dibantu oleh temannya sendiri.
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi
juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode
lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa
melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang
siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
12. Project Method

11
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik
merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per
ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya
14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi,
kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.
Demikian macam-macam metode pembelajaran
Semoga dapat menjadi bahan acuan dalam menerapakan metode pembelajaran untuk peserta didik.
Buku acuan : Simamora, Roymond H. (2009). BUKU AJAR PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN. Jakarta
: EGC

Read more: METODE PEMBELAJARAN >> Macam-Macam Metode Pembelajaran

http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/

Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :

a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT)

Dipandang dari sudut namanya saja metode tersebut jelas merupakan kombinasi antara

metode ceramah, metode tanya-jawab, dan pemberian tugas. Implementasi metode

campuran ini idealnya dilakukan secra tertib, yakni:

1) Penyampaian materi oleg guru

2) Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dengan siswa

3) Pemberian tugas kepada siswa.

Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan bagi guru untuk memulai menggunaan

metode CPTT tersebut dengan tanya-jawa. Dalam hal ini, kegiatan tanya jawab tersebut

dapat bersetatus pre test dalam lingkup apersepsi.

Selanjutnya, dalam memberikan tugas, guru sangat dianjurkan memperhatikan hal-hal

sebagai berikut:

1) Tugas yang diberikan harus berhubungan erat dengan materi pelajaran yang akan

disajikan;

2) Tugas yang diberikan harus sesuai dengan kesanggupan ranah cipta dan ranah karsa

siswa;

3) Tugas yang diberikan harus sesuai dengan kesanggupan ranah rasa siswa, dalam ari

12
tidak berlawanan dengan sikap dan perasaan batinnya, sehingga ia dapat melaksanakan

tugas tersebut dengan senang hati;

4) Tugas yang bi berikan harus jelas baik jenis, volume, maupun batas waktu

penyesuaiaannya.

b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)

Berbeda dengan aplikasi metode ceramah plus yang pertama, metode CPDT ini hanya

dapat dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya. Maksudnya,

pertama-tama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi dan

ahirnya memberi tugas.

Penyelenggaraan ceramah dalam konstek metode ceramah plus ini dimaksudkan untuk

memberikan informasi atau penjelasan mengenai pokok bahasan dan topik atau agenda

masalah yang akan didiskusikan. Jadi dalam tahap ini guru mrnjalankan fungsinya sebagai

indikator.

c. Metode ceramah plus demonstrasi dan pelatihan (CPDP)

Dilihat dari sudut namanya, metode ceramah plus ketiga ini merupakan kombinasi antara

kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memeragakan dan latihan.

Metode CPDP ini sangat berguna bagi PMB bidang study atau materi pelajaran yang

berorientasi pada keterampilan jasmaniah (kecakapan ranah karsa) siswa. Walaupun

demikian, sebelum para siswa perlu mempelajari kecakapan ranah karsa, terlebih dahulu

mereka harus mempelajari kecakapan ranah cipta mereka berupa pemahaman konsep,

proses dan kiat melakukan keterampilan ranah karsa tersebut.

Oleh karena itu, aplikasi metode CPDP ini, kurang lebih sam dengan metode CPDT, yaitu

harus dilakukan secra tertib sesuai dengan urutannya. Namun jika diperlukan, guru dapat

memberi ceramah singkat berupa penjelasan tambahan sesuai pelatihan.

http://novanurmalasari061193.blogspot.com/2012/11/metode-metode-
pembelajaran.html
1. . Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni
metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya
yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT)
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

Kelebihan metode ceramah plus:

13
1. Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja.

2. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti
oleh siswa.

3. Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan.

Kelemahan metode ceramah plus:


1. Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila dalam
mengajukan pertanyaan, siswa menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan
pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru.
2. Membutuhkan waktu lebih banyak.
3. Sistem pembelajaran si anak lebih ke arah hafalan (rote learning), sehingga akan kebingungan
bila ditanya pengertian dan asal muasal suatu rumus

https://clarashinta92.wordpress.com/2013/04/17/metode-pembelajaran/

BAB IV
KESIMPULAN

Metode mengajar ceramah plus tanya jawab dan tugas ini perlu dimiliki oleh
pendidik dan dipraktikkan pada saat mengajar. Pendidik yang bijaksana dalam
pelaksanaan pengajaran, selalu berfikir bagaimana murid-muridnya, apakah murid-
muridnya dapat mengerti apa yang disampaikan, apakah murid mengalami proses
belajar, apakah materinya sesuai dengan pemahaman dan kematangan anak, dan
sebagainya. Pengajaran dengan metode yang efektif dan menyenangkan, akan
menghasilkan tujuan pembelajaran yang optimal.

14
A. Kelebihan metode ceramah plus tanya jawab dan tugas :

1. Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja.


2. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru
mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa.
3. Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap
segala sesuatu yang diterangkan.

B. Kelemahan metode ceramah plus tanya jawab dan tugas :

1. Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok


persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan, siswa menyinggung hal-hal lain
walaupun masih ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal
ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru.
2. Membutuhkan waktu lebih banyak.
3. Sistem pembelajaran si anak lebih ke arah hafalan (rote learning), sehingga akan
kebingungan bila ditanya pengertian dan asal muasal suatu rumus

DAFTAR PUSTAKA

Edi Suranto, S.Pd. 2005. Matematika untuk Tingkat 1 SMK. Wonogiri : Yudhistira.
Gawatri, Dra. dkk, 2000. Matematika 1 SMK. Jakarta: Yudhistira.
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2007. Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual. Jakarta : CV. Mitra Sarana Media.

15