Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KUNJUNGAN WISATA BANTEN

Riana Dwi Okta A. N. 2012330053


Aprianto Dwi Kriswandi 2013330009
Putri Laksono Indah B. 2013330011
Mohamad Sahri 2013330023

Dosen : Dr. Ir. Kholil, M. Com

Mata Kuliah : Perencanaan Kawasan Wisata

Fakultas Teknik

Teknik Lingkungan

Universitas Sahid Jakarta

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................. i
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................................ 2
1.1 LATAR BELAKANG..................................................................................2
1.2 TUJUAN.................................................................................................. 2
BAB 2 ISI LAPORAN................................................................................................ 2
2.1 LAPORAN PERJALANAN..........................................................................2
2.2 OBJEK YANG DIKUNJUNGI.......................................................................2
2.2.1 Keramba Jaring Apung (KJA)........................................................2
2.2.2 Pulau Lima................................................................................... 2
2.2.3 Tempat Budidaya Ikan Air Tawar dan Payau, Serta Tambak Udang
Vannamae............................................................................................. 2
2.2.4 Taman Konservasi Tumbuhan Mangrove......................................2
BAB 3 PENUTUP..................................................................................................... 2
3.1 HASIL DAN KESIMPULAN........................................................................2
3.2 KRITIK DAN SARAN................................................................................2

2
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Gerbang Masuk BAPPL STP...................................................................2
Gambar 2 Pemandangan Teluk Banten..................................................................2
Gambar 3 Keramba Jaring Apung Ikan Kerapu Centang.........................................3
Gambar 4 Proses Pemeliharaan Keramba Oleh Taruna..........................................3
Gambar 5 Ikan Kerapu Centang Hasil Budidaya KJA STP Serang...........................3
Gambar 6 Pulau Lima............................................................................................ 4
Gambar 7 Villa/Penginapan di Pulau Lima.............................................................4
Gambar 8 Taman Konservasi Mangrove.................................................................6
Gambar 9 Kawasan Persemaian Mangrove............................................................6

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Dalam rangka pemenuhan nilai mata kuliah Perencanaan Kawasan Wisata fakultas Teknik
Universitas Sahid Jakarta, telah diadakan kegiatan kunjungan pariwisata ke BAPPL STP (Bagian
Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Lapangan Sekolah Tinggi Perikanan) Serang, Banten.
BAPPL STP merupakan sekolah tinggi di bawah Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik
Indonesia. Sekolah dengan luas 20 ha ini terletak di Jl. Samudra Raya, Karang Antu, Desa
Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kotamadya Serang Banten.

3
BAPPL STP Serang menyediakan berbagai fasilitas dan program pembelajaran yang dapat
menunjang keterampilan mahasiswa dalam menghadapi kondisi lapangan, sehingga BAPPL
STP Serang dapat mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.

Fasilitas yang menjadi tujuan wisata kami adalah KJA (Keramba Jaring Apung) yang terletak
di teluk Banten, budidaya ikan air tawar dan air payau, ecoshrimp busmetik, dan hutan
mangrove. Selain menjadi media pembelajaran, fasilitas-fasilitas tersebut juga menjadi kegiatan
usaha bagi mahasiswa BAPPL STP Serang.

Selain memfasilitasi kegiatan pelatihan dan penelitian bagi mahasiswa, BAPPL STP Serang
juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan dua pulau di dekat
sekolah untuk kegiatan pelatihan, penelitian dan pariwisata. Salah satu pulau tersebut adalah
Pulau Lima yang menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata mahasiswa Universitas Sahid.

1.2 TUJUAN

Tujuan penulisan laporan kunjungan ini adalah sebagai berikut:


a. Melaporkan dan mendeskripsikan tempat wisata yang dikunjungi.
b. Melaporkan halhal yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan.

2
BAB 2
ISI LAPORAN
2.1 LAPORAN PERJALANAN

Pada hari Sabtu, 12 Desember 2015, telah diadakan studi lapang mahasiswa Universitas
Sahid ke BAPPL STP (Bagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Lapangan Sekolah Tinggi
Perikanan) Serang, Banten. Sekolah setingkat perguruan tinggi ini lebih memfokuskan metode
pelajaran di lapangan, sehingga mahasiswa (taruna dan taruni) dapat beradaptasi dengan situasi
di lingkungan kerja. Prinsip yang diterapkan oleh BAPPL STP Serang ini adalah ecofisheries,
yaitu pengembangan teknologi sektor perikanan dengan pendekatan ekologi yang ramah
lingkungan dan berkelanjutan.

Gambar 1 Gerbang Masuk BAPPL STP

Beberapa fasilitas yang terdapat di BAAPL STP Serang yang juga merupan destinasi wisata
kami adalah:
a. Keramba Jaring Apung (KJA)
b. Pulau Lima
c. Budidaya Ikan Air Tawar dan Payau
d. Tambak Bumestik
e. Kawasan Konservasi Mangrove

KJA dan Pulau Lima berada di teluk Banten, sehingga untuk mencapai kedua lokasi
tersebut kita harus menggunakan kapal kayu bermotor. Sedangkan untuk budidaya ikan air tawar
dan payau, tambak bumestik dan kawasan konservasi mangrove masih berada di area
lingkungan sekolah.

Gambar 2 Pemandangan Teluk Banten

3
2.2 OBJEK YANG DIKUNJUNGI

2.2.1 Keramba Jaring Apung (KJA)

Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kapal kayu bermotor untuk tiba di KJA
yang dikelola oleh STP. KJA tersebut dikelola dan dipelihara oleh taruna STP saat tidak
ada kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Jenis ikan yang dibudidayakan di KJA
tersebut antara lain ikan kerapu dan kakap putih.

Gambar 3 Keramba Jaring Apung Ikan Kerapu Gambar 4 Proses Pemeliharaan Keramba Oleh
Centang Taruna
Pembudidayaan ikan di KJA, meliputi kegiatan pemijahan, pembenihan,
pembesaran hingga tahap panen yang kemudian dijual ke pihak lain. Salah satu
keramba yang kami amati adalah keramba ikan kerapu. Pada keramba budidaya ikan
kerapu, keramba terbuat dari bahan HDPE di sisinya dan di dasarnya menggunakan
jaring pada umumnya. Berukuran 3x3 meter dengan kedalaman 3 meter. Masing-
masing keramba dapat menampung 500 ekor ikan kerapu jenis cantang siap panen.

4
Gambar 5 Ikan Kerapu Centang Hasil Budidaya KJA STP Serang

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari taruna yang sedang bertugas di
KJA, rata-rata bobot ikan kerapu jenis cantang per ekornya adalah 500 gram dengan
harga jual Rp 100.000 per kilogram. Hasil budidaya ikan kerapu ini didistribusikan ke
beberapa wilayah Indonesia, juga ada beberapa yang diekspor ke luar negeri.

2.2.2 Pulau Lima

Secara teritorial, Pulau Lima terletak di teluk Banten, termasuk ke dalam jajaran
kepulauan Mujan. Pulau Lima yang tidak berpenghuni ini berjarak kira-kira 20 menit
dari pelabuhan nelayan Karanghantu, Kasemen, Kabupaten Serang-Banten. Dengan
luas area 3,5 Ha, kepulauan ini didominasi oleh hutan mangrove pada bagian dalam.

Selain Pulau Lima, teluk Banten juga memiliki gugusan pulau lainnya, seperti
Pulau Kubur, Pulau Panjang, Pulau Tonda, Pulau Pamujan Besar dan Pulau Pamujan
Kecil. Pulau ini dikelola oleh kampus melalui masyarakat sekitar untuk memajukan
potensi pariwisata di wilayah teluk Banten.

5
Gambar 6 Pulau Lima

Pulau Lima dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai mata pencaharian


dalam sektor pariwisatanya. Pemandangan Pulau Lima yang masih alami dan sepi
menjadi daya tarik utama pulau ini. Terdapat 3 bangunan yang disewakan untuk
penginapan untuk para wisatawan. Bangunan tersebut sengaja didesain seperti rumah
panggung untuk mencegah air laut masuk ke dalam bangunan apabila terjadi pasang
air laut.

Gambar 7 Villa/Penginapan di Pulau Lima

Karena penasaran dengan kegiatan apa saja yang biasa wisatawan dilakukan di
pulau ini, kami pun bertanya jawab dengan salah satu pengelola pulau. Dari informasi
yang kami dapat, ternyata wisatawan biasanya menginap sehari-dua hari di villa yang
telah tersedia. Villa yang di banderol seharga Rp 500.000 untuk 2 hari 1 malam,
memiliki 1 kamar mandi dan 2 kamar tidur secara keseluruhan. Untuk sumber listrik
yang kami dapat, pengelola menyediakan generator set sebagai sumber listrik. Dan
untuk air bersih menggunakan cara pengolahan air laut menjadi air bersih yang masih
sangat sederhana makanya terkadang air yang keluar masih terasa asin. Karena air
yang digunakan hanya bias untuk keperluan mandi atau mencuci, maka air untuk
minum dan makanan yang dibutuhkan oleh para wisatawan berasal dari darat. Yang
dibawa oleh pengelola menggunakan kapal motor. Hal tersebut sedikit menyulitkan
namun masih bisa teratasi karena jarak Pulau Lima dengan dermaga teluk bisa
ditempuh selama 1 jam bolak balik bahkan bisa lebih cepat karena adanya kordinasi
antara pengelola.

Bagaimana untuk pengolahan limbah pembuangan dari penginapannya ?


Seperti grey water dan buangan tinja. Ya, seperti yang kami duga semua dilakukan
secara sangat sederhana malah mendekati kurang baik. Grey water atau pembuangan

6
cuci selain limbah tinja ternyata dibuang langsung ke laut melalui jalur parit yang dibuat
sedemikian rupa. Untuk limbah tinja terdapat septic tank per villa nya.

Setelah kami rasa cukup, kebeteluan waktu kunjungan terakhir di Pulau Lima
harus di akhiri. Kami dan rombongan kembali ke kampus STP untuk berkumpul di aula
menyambut waktu istirahat.

2.2.3 Tempat Budidaya Ikan Air Tawar dan Payau, Serta


Tambak Udang Vannamae

Waktu istirahat dipergunakan untuk solat Zuhur dan makan siang. Sekitar pukul
13.50 WIB, perjalanan dilanjutkan. Kami kelompok kedua bertukar tempat destinasi
dengan kelompok satu. Masih di komplek BAPPL STP Serang, kami diajak berkunjung
oleh beberapa Taruna ke tempat pembudidayaan ikan-ikan dan tambak udang.

2.2.4 Taman Konservasi Tumbuhan Mangrove

Pada pukul 15.00 tempat terakhir yang kami kunjungi yaitu taman konservasi
tumbuhan mangrove. Secara umum tumbuhan mangrove yaitu tumbuhan air yang
pertumbuhannya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ada banyak manfaat dari
tumbuhnya mangrove di garis pantai. Diantaranya :
a. Menstabilkan pantai
b. Menjernihkan air
c. Mengawali rantai makanan
d. Penahan abrasi air laut

e. Tempat hidup/habitat ikan-ikan kecil, dsb

Gambar 8 Taman Konservasi Mangrove

Di taman konservasi ini pihak kampus engaja tidak menjadikannya objek


komersil. Karena untuk menjaga keasrian lingkungan sekitar dan menjaga agar
lingkungan sekitar hutan mangrove tidak rusak. Namun dengan perjanjian tertentu,
tempat konservasi ini bisa disewa. Seperti untuk melakukan foto pra pernikahan (pre
wedding).

Selepas dari hutan mangrove, kami diajak melihat suatu lahan yang terlindungi
dengan semacam jaring-jaring halus

7
.
Gambar 9 Kawasan Persemaian Mangrove

Disini merupakan tempat persemaian mangrove dari bibit hingga tumbuh batang
sekitar 20 cm tingginya. Menurut Taruna yang mendampingi, untuk menumbuhkan
mangrove perlu waktu berbulan-bulan agar menjadi tunas kemudian muncul batang.

Waktu sudah menunjukan pukul 16.15 WIB. Semua rombongan kembali ke aula
untuk bersiap-siap kembali ke Jakarta. Setelah kelompok pertama kembali dari KJA
dan Pulau Lima, seluruh peserta kembali ke aula untuk diadakan penutupan dari
serangkaian kegiatan kunjungan di BAPPL SPT Serang, Banten.

Pukul 17.00 dengan bis yang sama seperti keberangkatan, kami dengan
rombongan melakukan perjalanan ke Jakarta. Sekitar 2,5 jam waktu yang ditempuh
kembali ke titik pertemuan awal yaitu Universitas Sahid Jakarta, seluruh mahasiswa
peserta kunjungan wisata dibubarkan.

8
BAB 3
PENUTUP
3.1 HASIL DAN KESIMPULAN

Setelah seharian melakukan kunjungan wisata ke Kota Serang, Banten, seluruh


mahasiswa/I Universitas Sahid Jakarta, terutama kami menarik kesimpulan bahwa potensi
pariwisata di sekitar Jakarta pun masih banyak. Terutama wisata laut yang terdiri dari pulau-
pulau dan sekitarnya. Salah satunya Pulau Lima, pulau yang bias dijadikan tempat wisata yang
bagus untuk keluarga maupun bersama orang-orang terdekat.

Dan untuk kampus seperti BAPPL STP Serang, merupakan kampus yang sangat pantas
untuk dijadikan tempat pendidikan dan sumber pengetahuan terutama dibidang kelautan dan
perikanan.

3.2 KRITIK DAN SARAN

Kritik kami ditujukan terutama untuk pihak STP Serang yang mengelola Pulau Lima.
Seperti yang telah kami bahas diatas. Banyak sekali kekurangan sarana dan prasarana
penunjang wisata di pulau tersebut. Seperti rekreasi lautnya (snorkelling, banana boat dsb).
Juga sarana penunjang lainnya, seperti tempat untuk membeli dan membuat makanan serta
ketersediaan air untuk minum di Pulau Lima.

Dan yang tidak kalah penting, suatu tempat wisata dikatakan baik apabila memiliki
pengolahan limbah yang baik pula. Di Pulau Lima pengolahan limbah rumah tangganya kami
nilai kurang baik. Karena berpotensi mencemari lingkungan pulau.

Secara garis besar kegiatan mata kuliah ini sangat baik untuk dilaksanakan kembali
pada tahun berikutnya sebagai bentuk pengembangan mahasiswa terhadap potensi pariwisata.
Terutama wisata-wisata di sekitar kita.