Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Semakin banyaknya jasa keuangan perbankan di negara Indonesia, seharusnya


diimbangi dengan pengetahuan tentang suku bunga. Namun banyak orang yang
kurang paham mengenai tingkat dan perilaku suku bunga, bahkan pengertian dari
bunga dan suku bungapun ada yang belum tahu sama sekali. Di sini kami mencoba
memaparkan beberapa penjelasan tentang tingkat dan perilaku suku bunga.

Bunga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar oleh bank dan atau
nasabah sebagai balas jasa atas transaksi antara bank dan nasabah. Suku bunga
merupakan salah satu variabel dalam perekonomian yang senantiasa diamati secara
cermat karena dampaknya yang luas dan mempengaruhi secara langsung kehidupan
masyarakat keseharian dan mempunyai dampak penting terhadap kesehatan
perekonomian suatu negara.

Rumusan Masalah

1. Apa pengertian bunga bank?


2. Jelaskan mengenai suku bunga
3. Apa dampak tingkat suku bunga bank dalam perekonomian?
4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi suku bunga?
5. Apa saja komponen-komponen dalam menentukan bunga kredit?
6. Apa saja jenis-jenis pembebanan suku bunga kredit?
7. Berikan contoh dan penyelesaian soal
A.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bunga Bank

Bunga bank dapat di artikan sebagai balas jasa yang di berikan oleh bank yang
berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual
produknya. Bunga juga dapat di artikan sebagai harga yang harus di bayar kepada
nasabh (yang memiliki simpanan) dengan yang harus di bayar oleh nasabah kepada
bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).

Dalam kegiatan perbankan sehari-hari ada dua macam bunga yang di berikan
kepada nasabahnya yaitu sebgaia berikut :

1. Bunga simpanan

Bunga yang di berikan kepada rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang
menyimpan uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus di bayar
bank kepada nasabahnya. Sebagai contoh jasa giro, bunga tabungan, dan bunga
deposito.

2. Bunga pinjaman

Adalah bunga yang di berikan kepada para pemimpin atau harga yang harus di
bayar oleh nasabahpeminjam kepada bank. Sebagai contoh bunga kredit.

Kedua macam bunga ini merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan
bagi bank. Bunga simpanan biaya dana yang harus di keluarkan kepada nasabah,
sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang di terima dari nasabah. Baik
bunga simpanan maupun bunga pinjaman masing-masing saling memengaruhi satu
sama lainny. Sebagai contoh seandainya bunga simpanan tinggi, maka secara
otomatis bunga juga terpengaruh ikut naik dan demikian pula sebaliknya.1

1 Kasmir, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), h.
114

2
B. Suku bunga (bunga tabungan)

Apabila kita menyimpan uang di bank, kita akan mendapatkan tambahan uang yang
disebut bunga. Bunga tabungan dihitung berdasarkan persen nilai. Bunga tabungan
dihitung secara periodic, misalnya sebulan sekali atau setahun sekali. Ada dua jenis
bunga tabungan, yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga tunggal adalah
bunga yang dihitung hanya berdasarkan besarnya modal saja, sedangkan bunga
majemuk adalah bunga yang dihitung berdasarkan besarnya modal dan bunga.

Menurut Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga
tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh
dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman.

Menurut Lipsey, Ragan, dan Cournant (1997: 99-100), suku bunga dapat
dibedakan menjadi dua yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. Suku bunga
nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah
uang yang dipinjamkan. Sedangkan suku bunga riil adalah rasio daya beli uang yang
dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang diharapkan.

Pengertian suku bunga menurut Sunariyah (2004:80) adalah harga dari


pinjaman. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu.
Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang
harus dibayarkan kepada kreditur.

Jenis suku bunga dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Suku bunga tetap


Suku bunga tetap adalah suku bunga pinjaman tersebut tidak berubah
sepanjang masa kredit,
2. Suku bunga mengambang
Suku bunga mengambang adalah suku bunga yang berubah-ubah selama masa
kredit berlangsung dengan mengikuti suatu kurs referensi tertentu. Cara

3
perhitungannya dengan menggunakan sistem penambahan marjin terhadap
kurs referensi.2

Adapun fungsi suku bunga menurut Sunariyah (2004:81) adalah:

1. Sebagai daya tarik bagi para penabung yang mempunyai dana lebih untuk
diinvestasikan.
2. Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka
mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam suatu
perekonomian. Misalnya, pemerintah mendukung pertumbuhan suatu sektor
industry tertentu apabila perusahaan-perusahaan dari industri tersebut akan
meminjam dana. Maka pemerintah memberi tingkat bunga yang lebih rendah
dibandingkan sektor lain.
3. Pemerintah dapat memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol jumlah uang
yang beredar. Ini berarti, pemerintah dapat mengatur sirkulasi uang dalam
suatu perekonomian.

Suku bunga itu sendiri ditentukan oleh dua kekuatan, yaitu: penawaran
tabungan dan permintaan investasi modal (terutama dari sektor bisnis). Tabungan
adalah selisih antara pendapatan dan konsumsi. Bunga pada dasarnya berperan
sebagai pendorong utama agar masyarakat bersedia menabung. Jumlah tabungan akan
ditentukan oleh tinggi rendahnya tingkat bunga. Semakin tinggi suku bunga, akan
semakin tinggi pula minat masyarakat untuk menabung, dan sebaliknya.

Tinggi rendahnya penawaran dana investasi ditentukan oleh tinggi rendahnya


suku bunga tabungan masyarakat.

Contoh:

Vega menyimpan uang di bank sebesar Rp 2.000.000 dengan suku bunga 18%
setahun dengan bunga tunggal.

2 Jimmy Hasoloan, Ekonomi Moneter, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2014), h. 173

4
Tentukan:

a. Besarnya bunga pada akhir bulan pertama;


b. Besarnya bunga pada akhir bulan keenam;
c. Besarnya uang setelah 2 tahun.

Penyelesaian:

Modal = Rp 2.000.000
Bunga = 18% setahun
a. Bunga akhir bulan pertama
= 1/12 x 18% x Rp 2.000.000
= Rp 30.000
b. Bunga akhir bulan keenam
= 6/12 x 18% x Rp 2.000.000
= Rp 180.000
c. Bunga 2 tahun
Bunga selama 2 tahun
= 2 x 18% x Rp 2.000.000
= Rp 720.000

Jadi, uang yang didapat setelah 2 tahun adalah:

Rp 720.000,003

C. Dampak Tingkat Suku Bunga Bank Dalam Perekonomian


a. Tingkat suku bunga akan mempengaruhi keputusan melakukan
investasi yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan
ekonomi.
b. Tingkat suku bunga juga akan mempengaruhi pengambilan keputusan
pemilik modal.
c. Tingkat suku bunga akan mempengaruhi kelangsungan usaha pihak
bank dan lembaga keuangan lainnya.
d. Tingkat suku bunga dapat mempengaruhi volume uang yang beredar.4

D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Suku Bunga

3 Naily Faizatin, Belajar Mengenal Aritmetika (Jakarta: PT Balai Pustaka, 2012) h.


37

5
Untuk menentukan besar kecilnya suku bunga simpanan dan pinjaman sangat di
pengaruhi oleh keduanya, artinya baik bunga simpanan maupun pinjaman saling
memengaruhi di samping pengaruh faktor-faktor lainnya.

Faktor-faktor utama yang memengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga


adalah sebagai berikut :

1. Kebutuhan dana
Apabila bank kekurangan dana, sementara pemohonan pinjaman meningkat,
maka yang di lakukan oleh bank agar dana tersebut cepat terpenuhi dengan
meningkatkan suku bunga simpanan. Peningkatan bunga simpanan secara
otomatis akan pula meningkatkan bunga pinjaman. Namun, apabila dana yang
ada simpanan banyak sementara permohonan simpanan sedikit, maka bunga
simpanan akan turun.

2. Persaingan
Dalam memperebutkan dana persaingan, maka di samping faktor promosi,
yang paling utama pihak perbankan harus memerhatikan pesaing. Dalam arti
jika untuk bunga simpanan rata-rata 16%, maka jika hendak membutuhkan
dana cepat sebaiknya bunga simpanan kita naikkan di atas bunga pesaing
misalnya 16%. Namun, sebaliknya untuk bunga pinjaman kita harus berada di
bawah bunga pesaing.
3. Kebijaksanaan pemerintah
Dalam arti baik untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman kita tidak
boleh melebihi bunga yang sudah di tetapkan oleh pemerintah.
4. Target laba yang diinginkan
Sesuai dengan target laba yang di inginkan, jika laba yang di inginkan besar,
maka bunga pinjaman ikut besar dan sebaliknya.
5. Jangka waktu

4 Herman Darmawi, Pasar Finansial dan Lembaga-lembaga Finansial, (Jakarta:


Bumi Aksara, 2006), h. 188

6
Semakin panjang jangka waktu pinjaman, akan semakin tinggi bunganya, hal
ini di sebabkan besarnya kemungkinan risiko di masa mendatang. Demikian
pula sebaliknya jika pinjaman berjangka pendek, maka bunganya relatif lebih
rendah.
6. Kualitas jaminan
Semakin likuid jaminan ynag diberikan, semakin rendah bunga kredit yang di
bebankan dan sebaliknya. Sebagai contoh jaminan sertifikat deposito berbeda
dengan jaminan sertifikat tanah. Alasan utama perbedaan ini adalah dalam hal
pencairan jaminan apabila kredit yang di berikan bermasalah. Bagi jaminan
yang likuid seperti sertifikat deposito atau rekening giro yang di bekukan akan
lebih mudah untuk di cairkan jika di bandingkan dengan jaminan tanah.
7. Reputasi perusahaan
Bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit sangat
menentukan tingkat suku bunga yang akan di bebankan nantinya, karena
biasanya perushaan yang bonafit kemungkinan risiko kredit macet di masa
mendatang relatif kecil dan sebaliknya.
8. Produk yang kompetitif
Maksudnya adalah produk yang di biayai tesrsebut laku di pasaran. Untuk
produk yang kompetitif, bunga kredit yang di berikan relatif rendah jika di
bandingkan dengan produk yang kurang kompetitif.
9. Hubungan baik
Biasanya bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah utama (primer)
dan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan kepada keaktifan
serta loyalitas nasabah yang bersangkutan terhadap bank. Nasabah utama
biasanya mempunyai hubungan yang baik dengan pihak bank sehingga dalam
penentuan suku bunganya pun berbeda dengan nasabah biasa.
10. Jaminan pihak ketiga
Dalam hal ini pihak yang memberikan jaminan kepada penerima kredit.
Biasanya jika pihak yang memberikan jaminan bonafit, baik dari segi
kemampuan membayar, nama baik maupun loyalitasnya terhadap bank, maka
bunga yang di beban pun berbeda. Demikian pula sebaliknya jika penjamin

7
pihak ketiganya kurang bonafit atau tidak dapat di percaya, maka mungkin
tidak dapat di gunakan sebagai jaminan pihak ketiga oleh pihak perbankan.

E. Komponen-Komponen dalam Menentukan Bunga Kredit

Khusus untuk menetukan besar kecilnya suku bunga kredit yang akan
diberikan kepada para direktur terdapat beberapa komponen yang mempengaruhi.
Komponen-komponen ini ada yang dapat diperkecil (dikurangi) dan ada yang tidak.

Adapun komponen dalam menentukan suku bunga kredit antara lain sebagai
berikut.

1. Total biaya dana (Cost Of Fund)


Merupakan total Bungan yang dikeluarkan oleh bank untuk memperoleh
dana simpanan baik dalam bentuk simpanan giro, tabungan maupun
deposito. Total biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang
ditetapkan untuk memperoleh dana yang diinginkan. Semakin besar
bunga yang dibebankan terhadap bunga simpanan, semakin tinggi pula
biaya dananya demikian pula sebaliknya. Total biaya dana ini harus
dikurangi dengan cadangan wajib atau Reserve Requirement(RR) yang
telah ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini besarnya RR yang ditetapkan
pemerintah besarnya 5%
2. Biaya Operasi
Dalam melakukan setiap kegiatan setiap bank membutuhkan berbagai
sarana dan prasarana baik berupa manusia maupun alat. Penggunaan
sarana dan prasarana ini memerlukan sejumlah biaya yangn harus
ditanggung bank sebagai biaya operasi. Biaya operasi merupakan biaya
yang dikeluarkan oleh bank dalam melaksanakan operasinya. Biaya ini
terdiri dari biaya gaji pegawai, biaya administrasi, biaya pemeliharaan,
dan biaya-biaya lainnya.
3. Cadangan risiko kredit macet

8
Merupakan cadangan terhadapat macetnya yang akan diberikan, hal ini
disebabkan setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu risiko
tidak terbayar. Risiko ini dapat timbul baik disengaja maupun tidak
disengaja. Oleh karena itu, pihak bank perlu mencadangkannya sebagai
sikap bersiaga menghadapinya dengan cara membebankan sejumlah
presentase tertentu terhadapat kredit yang disalurkan.
4. Laba yang diingikan
Setiap kali melakukan transaksi bank selalu ingin meperoleh laba yang
maksimal. Penentuan ini ditentukan oleh beberapa pertimbangan penting.
Mengingat penentuan besarnya laba sangat mempengaruhi besarnya
bunga kredit. Dalam hal ini, biasanya bank disamping melihat kondisi
pesaing juga melihat kondisi nasabah apakah nasabah utama atau bukan
dan juga melihat sektor-sektor yang dibiayai, misalnya jika proyek
pemerintah atau untuk pengusaha/rakyat kecil, maka labanya pun berbeda
dengan yang komersil.
5. Pajak
Pajak merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank
yang memberikan fasilitas kredit kepada nasabahnya.5

Untuk lebih mudah memahami pembebanan suku bunga berikut ini contok
komponen-komponen pembebanan suku bunga dalam menentukan suku bunga kredit
adalah sebagai berikut:

PT Bank MARINDO menentukan suku bunga deposito sebesar 18% PA kepada para
deposannya. Cadangan wajib (RR) yang ditetapkan pemerintah adalah 5%. Kemudian
biaya operasi yang dikeluarkan adalah 6% dan cadangan risiko kredit macet 1% Laba
yang diinginkan adalah 5% dan pajak 20%.

Pertanyaan :

5 Kasmir, Op.Cit., h. 118

9
Hitung beberapa bunga kredit yang diberikan (based lending rate) kepada para
debiturnya (peminjam).

Bunga yang dibebankan


Cost Of Fund =
100% - Cadangan wajib

18% 18%
Cost Of Fund = = = 18,95%
100% - 5% 95%

Jadi cost of fund 18,95% dibulatkan menjadi 19% untuk mengihitung bunga kredit
yang diberikan adalah sebagai berikut:

Total biaya dana (cost of fund)

Total biaya operasi


Cadangan risiko kredit macet

Laba yang diinginkan

Pajak 20% dari laba (5%)

Bunga kredit yang diberikan (based lending rate)

F. Jenis-Jenis pembebasan suku bunga kredit

Pembebasan besarnya suku bunga kredit dibedakan kepada jenis kreditnya.


Pembebanan disini maksudnya metode perhitungan yang akan digunakan sehingga
memengaruhi jumlah bunga yang akan diabayar. Jumlah bunga yang dibayar akan
memengaruhi jumlah angsuran perbulannya. Dimana jumlah angsuran terdiri dari
utang/pokok pinjaman dan bunga.

Metode pembebanan bunga yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Sliding rate

10
Pembebanan bunga setiap bulan dihitung dari sisa pinjamannya sehingga
jumlah bunga yang dibayar nasabah setiap bulan menurun seiring dengan
turunnya pokok pinjaman. Akan tetapi, pembayaran pokok pinjaman setiap
bulan sama. Cicilan nasabah (pokok pinjaman ditambah bunga) otomatis dari
bulan ke bulan semakin menurun. Jenis siding rate ini biasanya diberikan
kepada sector produktif, dengan maksud si nasabah merasa tidak terbebani
terhadap pinjamannya.

2. Flat rate
Pembebanan bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjamannya demikian pula
pokok pinjaman setiap bulan juga dibayar sama sehingga cicilan setiap bulan
sama sampai kredit tersebut lunas. Jenis flat rate ini diberikan kepada kredit
yang bersifat konsumtif seperti pembelian rumah tinggal, pembelian mobil
pribadi atau kredit konsumtif lainnya.
3. Floating rate
Jenis ini membebankan bunga dikaitkan dengan bunga yang ada di pasar uang
sehingga bunga yang diabayar setiap bulan sangat tergantung dari bunga pasar
uang pada bulan tersebut. Jumlah bunga yang dibayarkan dapat lebih tinggi
atau lebih rendah dari bulan yang bersangkutan. Pada akhirnya hal ini juga
berpengaruh terhadap cicilannya setiap bulan.
G. Contoh dan Penyelesaian Soal

PT SUNGAILIAT telah memperoleh persetujuan fasilitas kredit dari Marras


senilai Rp60.000.000,-. Jangka waktu kredit adalah 1 tahun (12 bulan). Bunga
dibebankan sebesar 24 persen setahun. Di samping itu, PT SUNGAILIAT juga
dikenakan biaya administrasi sebesar Rp350.000,-. Kredit tersebut dapat langsung
ditarik sekaligus dari rekeningnya.

Pertanyaan:

Coba saudara hitung dengan menggunakan metode flat rate dan sliding rate
jumlah angsuran setiap bulan berikut table perhitungannya secara lengkap.

11
1. Jawaban Pembebanan Bunga dengan Flat Rate

Sesuai dengan pembebanan bunga dengan metode flat rate, maka setiap bulan
bunga yang dibayar adalah tetap sampai kredit tersebut lunas. Hal ini juga berarti
jumlah angsurannya pun sama setiap bulannya.

a. Menghitung pokok pinjaman (PJ) per bulan sebagai berikut.


Pokok pinjaman yang harus dibayar setiap bulan adalah:
Jumlah Pinjaman
PJ = Jangka Waktu
Rp 60.000 .000,
PJ = 12 bulan = Rp5.000.000,-

b. Selanjutnya mengitung bunga (BG) per bulan adalah:


Bunga x Nominal Pinjaman
BG = 12 bulan x1=

24 x Rp 60.000 .000,
BG = 12 bulan x 1 = Rp1.200.000,-

Jadi jumlah angsuran setiap bulan adalah:

Pokok Pinjaman Rp 5.000.000,-

Bunga Rp 1.200.000,-

Jumlah Angsuran Rp 6.200.000,-

Jumlah angsuran ini setiap bulan sama sampai 12 bulan dan jika kita uraikan dalam
bentuk table sebagai berikut:

TABEL PERHITUNGAN KREDIT


Dengan Flat Rate
(dalam ribuan)

Bulan Sisa Pinjaman Pokok Pinjaman Bunga Angsuran

12
1 55.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
2 50.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
3 45.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
4 40.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
5 35.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
6 30.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
7 25.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
8 20.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
9 15.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
10 10.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
11 5.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
12 0 5.000,- 1.200,- 6.200,-
Jumlah 60.000,- 14.400,- 74.400,-
2. Jawaban Pembebanan Bunga dengan Metode Sliding Rate

Dalam metode sliding rate, maka perhitungan jumlah bunga yang dibayar
didasarkan kepada jumlah sisa pinjamannya. Oleh karena itu, jumlah bunga yang
dibayarnya setiap bulan semakin mengecil, sedangkan pokok pinjaman tetap. Pada
akhirnya jika bunga yang dibayar mengecil dari bulan ke bulan, maka otomatis
jumlah angsuran setiap bulan pun semakin turun.

Pokok Pinjaman setiap bulan adalah sama yaitu:

Rp 60.000 .000,
PJ = 12 bulan = Rp5.000.000,-/bulan

bunga 1 tahun x (sisa pinjaman)


Bunga = 12bulan

a. Angsuran bulan ke-1 adalah


- Pokok pinjaman = Rp5.000.000,-
24 x Rp 60.000 .000,
- Bunga = 12 bulan = Rp1.200.000,-

Jumlah angsuran 1 = Rp6.200.000,-

13
b. Angsuran bulan ke-2 adalah
- Pokok pinjaman = Rp5.000.000,-
24 x Rp 55.000 .000,
- Bunga = 12 bulan = Rp1.100.000,-

Jumlah angsuran 2 = Rp6.100.000,-

Catatan:
Jumlah Rp55.000.000 berasal dari pinjaman Rp60.000.000,- dikurangi PJ
bulan pertama Rp5.000.000,-

c. Angsuran bulan ke-3 adalah


- Pokok pinjaman = Rp 5.000.000,-
24 x Rp 50.000
- Bunga = 12 bulan = Rp 1.000.000,-

Jumlah angsuran 3 = Rp 6.000.000,-

d. Angsuran bulan ke-4 adalah


- Pokok pinjaman = Rp 5.000.000,-
24 x Rp 45.000
- Bunga = 12 bulan = Rp 900.000,-

Jumlah angsurang 4 = Rp 5.900.000,-

e. Demikian pula seharusnya untuk bunga bulan ke-5, ke-6 sampai bulan 12
perhitungan bunganya tetap dihitung dari sisa pinjamannya.

TABEL PERHITUNGAN KREDIT

Dengan Sliding Rate

(dalam ribuan)

Bulan Sisa Pinjaman Pokok Pinjaman Bunga Angsuran

14
1 55.000,- 5.000,- 1.200,- 6.200,-
2 50.000,- 5.000,- 1.100,- 6.100,-
3 45.000,- 5.000,- 1.000,- 6.000,-
4 40.000,- 5.000,- 900,- 5.900,-
5 35.000,- 5.000,- 800,- 5.800,-
6 30.000,- 5.000,- 700,- 5.700,-
7 25.000,- 5.000,- 600,- 5.600,-
8 20.000,- 5.000,- 500,- 5.500,-
9 15.000,- 5.000,- 400,- 5.400,-
10 10.000,- 5.000,- 300,- 5.300,-
11 5.000,- 5.000,- 200,- 5.200,-
12 0 5.000,- 100,- 5.100,-
Jumlah 60.000,- 7.800,- 67.800,-

Jumlah total pembayaran bunga dengan kedua metode di atas adalah sebagai berikut:

- dengan metode flat rate adalah Rp 14.400.000,-


- dengan metode sliding rate adalah Rp 7.800.000,-
- selisih Rp 6.600.000

15
BAB III

PENUTUP

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan dalam makalah ini menyangkut soal Suku
Bunga maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Bunga bank dapat di artikan sebagai balas jasa yang di berikan oleh bank yang
berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual
produknya.
2. Menurut Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga
tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang
diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah
pinjaman.
3. Dampak tingkat suku bunga bank dalam perekonomian, antara lain:
a. Tingkat suku bunga akan mempengaruhi keputusan melakukan investasi
yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi.
b. Tingkat suku bunga juga akan mempengaruhi pengambilan keputusan
pemilik modal.

16
c. Tingkat suku bunga akan mempengaruhi kelangsungan usaha pihak bank
dan lembaga keuangan lainnya.
d. Tingkat suku bunga dapat mempengaruhi volume uang yang beredar.
4. Faktor-faktor utama yang memengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga
adalah sebagai berikut :
a. Kebutuhan dana
b. Persaingan
c. Kebijaksanaan pemerintah
d. Target laba yang diinginkan
e. Jangka waktu
f. Kualitas jaminan
g. Reputasi perusahaan
h. Produk yang kompetitif
i. Hubungan baik
j. Jaminan pihak ketiga
5. Komponen dalam menentukan suku bunga kredit antara lain sebagai berikut:
a. Total biaya dana (Cost of Fund)
b. Biaya operasi
c. Cadangan risiko kredit macet
d. Laba yang diinginkan
e. Pajak
6. Jenis-jenis pembebanan suku bunga kredit antara lain sebagai berikut:
a. Sliding rate
b. Flat rate
c. Floating rate

17
18
DAFTAR PUSTAKA

Darmawi, Herman. Pasar Finansial dan Lembaga-lembaga Finansial. Jakarta: Bumi


Aksara, 2006.

Faizatin, Naily. Belajar Mengenal Aritmetika. Jakarta: PT Balai Pustaka, 2012.

Hasoloan, Jimmy. Ekonomi Moneter. Yogyakarta: CV Budi Utama, 2014.

Kasmir. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers, 2016.

19