Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH TEKNOLOGI BAHAN DAN

BAHAN SENG (ZN)"

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK :3

ANGGOTA :

Jafar Aji Pramono (165060100111018)

Yusuf Achmad Syafii (145060101111044)

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK SIPIL

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati penulis ucapkan puji syukur kehadiran


Allah SWT atas nikmat dan karunianya yang melimpahkan kepada kita khususnya
dalam menyelesaikan makalah ini yang alhamdulilah selesai tepat pada waktunya
yang berjudul BAHAN SENG (Zn)

Makalah ini berisikan tentang informasi pengertian seng dan proses dalam
pembuatan seng. Edisi pertama dari makalah ini menjelaskan kepada pengajar
untuk mengetahui pengertian seng dan sifat fisika dan kimiawi serta bagaimana
proses dalam pembuatan seng.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada pembaca untuk
dapat memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir.

PENDAHULUAN
Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan
memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah
sfalerit (seng sulfida).Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga dan
seng, telah lama digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak
murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad ke-13 di India, manakala
logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir
abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang
mereka sebut sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman
Andreas Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam seng
murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro Volta berhasil
menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800.
Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan
aplikasi utama seng. Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada
baterai dan aloi. Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan,
seperti seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida
(pada deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat
berpendar), dan seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.
Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad
ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa
sampai dengan akhir abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk
menghasilkan apa yang mereka sebut sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf".
Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai
penemu logam seng murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro
Volta berhasil menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800.
Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi utama
seng. Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada baterai dan aloi.
Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti seng
karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada deodoran),
seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat berpendar), dan
seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.
Seng merupakan zat mineral esensial yang sangat penting bagi tubuh.
Terdapat sekitar dua milyar orang di negara-negara berkembang yang kekurangan
asupan seng. Defisiensi ini juga dapat menyebabkan banyak penyakit. Pada anak-
anak, defisiensi ini menyebabkan gangguan pertumbuhan, mempengaruhi
pematangan seksual, mudah terkena infeksi, diare, dan setiap tahunnya
menyebabkan kematian sekitar 800.000 anak-anak di seluruh dunia. Konsumsi
seng yang berlebihan dapat menyebabkan ataksia, lemah lesu, dan defisiensi
tembaga. Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng
yang digunakan sebagai bahan bangunan.

A. Pengertian
Seng (bahasa Belanda: zink), zink, atau timah sari adalah unsur kimia
dengan lambang kimia Zn, bernomor atom 30, dan massa atom relatif 65,39.
Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa sifat
kimia seng mirip dengan magnesium (Mg). Hal ini dikarenakan ion kedua
unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan
oksidasi +2. Seng merupakan unsur
paling melimpah ke-24 di kerak bumi
dan memiliki lima isotop stabil. Bijih
seng yang paling banyak ditambang
adalah sfalerit (seng sulfida).

Kuningan, yang merupakan aloi


tembaga dan seng, telah lama
digunakan paling tidak sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak murni mulai
diproduksi secara besar-besaran pada abad ke-13 di India, manakala logam ini
masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir abad ke-16.
Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang mereka sebut
sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas
Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam seng murni
pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro Volta berhasil
menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. Pelapisan seng
pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi utama seng.
Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada baterai dan aloi.
Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti seng
karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada
deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat
berpendar), dan seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.

Seng merupakan zat mineral esensial yang sangat penting bagi tubuh.
[1] Terdapat sekitar dua miliar orang di negara-negara berkembang yang
kekurangan asupan seng. Defisiensi ini juga dapat menyebabkan banyak
penyakit. Pada anak-anak, defisiensi ini menyebabkan gangguan
pertumbuhan, memengaruhi pematangan seksual, mudah terkena infeksi,
diare, dan setiap tahunnya menyebabkan kematian sekitar 800.000 anak-anak
di seluruh dunia.[1] Konsumsi seng yang berlebihan dapat menyebabkan
ataksia, lemah lesu, dan defisiensi tembaga.

B. Karakteristik Seng
1. Karakteristik Umum

Seng diambil dari bahasa Belanda yaitu zink adalah unsur kimia dengan
lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan massa atom relatif 65,39. Ia
merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek
kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur
ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan
oksidasi +2. Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan
memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah
sfalerit (seng sulfida).

2. Sifat Fisika

Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat
diamagnetik. Walau demikian, kebanyakan seng mutu komersial tidak
berkilau. Seng sedikit kurang padat daripada besi dan berstruktur kristal
heksagonal.Lehto 1968, p. 826 Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan
suhu, namun menjadi dapat ditempa antara 100 sampai dengan 150 C. Di atas
210 C, logam ini kembali menjadi rapuh dan dapat dihancurkan menjadi
bubuk dengan memukul-mukulnya. Seng juga mampu menghantarkan listrik.
Dibandingkan dengan logam-logam lainnya, seng memiliki titik lebur (420
C) dan tidik didih (900 C) yang relatif rendah. Dan sebenarnya pun, titik
lebur seng merupakan yang terendah di antara semua logam-logam transisi
selain raksa dan kadmium.

Terdapat banyak sekali aloi yang mengandung seng. Salah satu contohnya
adalah kuningan (aloi seng dan tembaga). Logam-logam lainnya yang juga
diketahui dapat membentuk aloi dengan seng adalah aluminium, antimon,
bismut, emas, besi, timbal, raksa, perak, timah, magnesium, kobalt, nikel,
telurium, dan natrium. Walaupun seng maupun zirkonium tidak bersifat
feromagnetik, aloi ZrZn2 memperlihatkan feromagnetisme di bawah suhu 35
K.
KLASIFIKASI SIFAT ZINK
Penampilan Abu-abu muda kebiruan
Fase Padat
Massa Jenis 7,14 g/cm3
Titik Lebur 692,68 K
Titik Didih 1.180 K
Kalor Peleburan 7,32 kJ/mol
Kalor Penguapan 123,6 kJ/mol
Kapasitas Kalor 25,390 J/(mol.K)
Elektronegativitas 1,65
(1) 906,4 kJ/mol
Energi Ionisasi (2) 1.733,3 kJ/mol
(3) 3.833 kJ/mol
Jari-jari atom 135 pm

3. Sifat Kimia

Reaktivitas seng memiliki konfigurasi elektron [Ar]3d104s2 dan


merupakan unsur golongan 12 tabel periodik. Seng cukup reaktif dan
merupakan reduktor kuat.. Permukaan logam seng murni akan dengan cepat
mengusam, membentuk lapisan seng karbonat, Zn5(OH)6CO3, seketika
berkontak dengan karbon dioksida. Lapisan ini membantu mencegah reaksi
lebih lanjut dengan udara dan air.

Seng yang dibakar akan menghasilkan lidah api berwarna hijau kebiruan
dan mengeluarkan asap seng oksida. Seng bereaksi dengan asam, basa, dan
non-logam lainnya Seng yang sangat murni hanya akan bereaksi secara lambat
dengan asam pada suhu kamar. Asam kuat seperti asam klorida maupun asam
sulfat dapat menghilangkan lapisan pelindung seng karbonat dan reaksi seng
dengan air yang ada akan melepaskan gas hidrogen.

Seng secara umum memiliki keadaan oksidasi +2. Ketika senyawa dengan
keadaan oksidasi +2 terbentuk, elektron pada kelopak elektron terluar s akan
terlepas, dan ion seng yang terbentuk akan memiliki konfigurasi [Ar]3d10.
Hal ini mengijinkan pembentukan empat ikatan kovalen dengan menerima
empat pasangan elektron dan mematuhi kaidah oktet. Stereokimia senyawa
yang dibentuk ini adalah tetrahedral dan ikatan yang terbentuk dapat dikatakan
sebagai sp3. Pada larutan akuatik, kompleks oktaherdal, [Zn(H2O)6]2+,
merupakan spesi yang dominan.

Penguapan seng yang dikombinasikan dengan seng klorida pada


temperatur di atas 285 C mengindikasikan adanya Zn2Cl2 yang terbentuk,
yakni senyawa seng yang berkeadaan oksidasi +1. Tiada senyawa seng
berkeadaan oksidasi selain +1 dan +2 yang diketahui. Perhitungan teoritis
mengindikasikan bahwa senyawa seng dengan keadaan oksidasi +4 sangatlah
tidak memungkinkan terbentuk.

Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi periode pertama


seperti nikel dan tembaga. Ia bersifat diamagnetik dan hampir tak berwarna.
Jari-jari ion seng dan magnesium juga hampir identik. Oleh karenanya, garam
kedua senyawa ini akan memiliki struktur kristal yang sama. Pada kasus di
mana jari-jari ion merupakan faktor penentu, sifat-sifat kimiawi keduanya
akan sangat mirip. Seng cenderung membentuk ikatan kovalen berderajat
tinggi. Ia juga akan membentuk senyawa kompleks dengan pendonor N- dan
S-. Senyawa kompleks seng kebanyakan berkoordinasi 4 ataupun 6 walaupun
koordinasi 5 juga diketahui ada.

4. Sifat Mekanik

Modulus Young 108 GPa


Modulus geser 43 GPa
Modulus ruah 70 GPa
Nisbah Poisson 0,25
Skala kekerasan Mohs 2,5
Kekerasan Brinell 412 MPa

C. Reaksi pada Seng


1. Reaksi dengan udara
Seng terkorosi pada udara yang lembab. Logam seng dibakar untuk
membentuk seng (II) oksida yang berwarna putih dan apabila dipanaskan
lagi, maka warna akan berubah menjadi kuning.
2Zn(s) + O2(g) 2ZnO(s)

2. Reaksi dengan halogen


Seng bereaksi dengan bromine dan iodine untuk membentuk seng
(II) dihalida.
Zn(s) + Br2(g) ZnBr2(s) Zn(s) + I2(g) ZnI2(s)

3. Reaksi dengan asam


Seng larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk membentuk gas
hidrogen.
Zn(s) + H2SO4(aq) Zn2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
Reaksi seng dengan asam pengoksidasi seperti asam nitrit dan HNO3
sangat kompleks dan bergantung pada kondisi yang tepat.

4. Reaksi dengan basa


Seng larut dalam larutan alkali seperti potassium hidroksida dan
KOH untuk membentuk zinkat.

D. Persanyawaan

1. Zink klorida (ZnCl2)


Senyawa ini bersifat molekuler, bukan ionik karena memiliki titik
leleh nisbi rendah dan mudah menyublim.

2. Zink oksida (ZnO)


Bersifat amfoterik dan membentuk zinkat dengan basa. Zink oksida dibuat
melalui oksida zink panas di udara.

3. Zinkat
Adalah garam yang terbentuk oleh larutan zink atau oksida dalam
alkali. Rumusnya sering ditulis ZnO22- walaupun dalam larutan berair ion
yang mungkin adalah ion kompleks dengan ion Zn2- terkoordinasi dengan
ion OH-. Ion ZnO22- dapat berada sebagai lelehan natrium zinkat, tetapi
kebanyakan zinkat padat adalah campuran dari berbagai oksida.

4. Zink blende
Struktur krital dengan atom zink yang dikelilingi oleh empat atom sulfur
pada sudut-sudut tetrahedron, setiap sulfur dikelilingi oleh empat atom
zink. Kristal ini tergolong sistem kubus.

5. Zink sulfat
Bentuk umumnya adalah ZnSO4.7H2O Senyawa ini kehilangan air diatas
30C menghasilkan heksahidrat dan molekul air selanjutnya dilepaskan
diatas 100C menghasilkan monohidrat. Garam anhidrat terbentuk pada
450C dan ini mengurai diatas 500C.

6. Zink sulfide (ZnS)


Menyublim pada 1180 C.

7. Zink hidroksida Zn(OH)2


Zn hidroksi bersifat amfoter dan dapat membentuk kompleks amina bila
direaksikan dengan ammonia kuat berlebih.

E. Sumber dan Pembuatan Seng.


1. Sumber Seng
Kadar komposisi unsur seng di kerak bumi adalah sekitar 75 ppm
(0,007%). Hal ini menjadikan seng sebagai unsur ke-24 paling
melimpah di kerak bumi. Tanah mengandung sekitar 5770 ppm seng
dengan rata-ratanya 64 ppm. Sedangkan pada air laut kadar sengnya
adalah 30 ppb dan pada atmosfer kadarnya hanya 0,14 g/m3. Unsur
ini biasanya ditemukan bersama dengan logam-logam lain seperti
tembaga dan timbal dalam bijih logam. Seng diklasifikasikan sebagai
kalkofil, yang berarti bahwa unsur ini memiliki afinitas yang rendah
terhadap oksigen dan lebih suka berikatan dengan belerang. Kalkofil
terbentuk ketika kerak bumi memadat di bawah kondisi atmosfer bumi
awal yang mendukung reaksi reduksi. Sfalerit, yang merupakan salah
satu bentuk kristal seng sulfida, merupakan bijih logam yang paling
banyak ditambang untuk mendapatkan seng karena ia mengandung
sekitar 60-62% seng. Mineral lainnya juga mengandung seng meliputi
smithsonit (seng karbonat), hemimorfit (seng silikat), wurtzit (bentuk
seng sulfida lainnya), dan hidrozinkit. Terkecuali wurtzit, kesemua
mineral ini terbentuk oleh karena proses cuaca seng sulfida primordial.
Total keseluruhan kandungan seng di seluruh dunia adalah sekitar 1,8
gigaton. Hampir sekitar 200 megatonnya dapat diperoleh secara
ekonomis pada tahun 2008. Kandungan besar seng dapat ditemukan di
Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Berdasarkan laju konsumsi
seng sekarang ini, cadangan seng diperkirakan akan habis antara tahun
2027 sampai dengan 2055. Sekitar 346 megaton seng telah ditambang
sepanjang sejarahnya sampai dengan tahun 2002. Selain itu,
diperkirakan pula sekitar 109 megatonnya masih digunakan.

2. Proses Pembuatan Seng


a. Electrowinning
Elektowinning adalah proses elektrokimia yang digunakan untuk
mereduksi logam kation ke permukaan katoda dari sebuah larutan
aqueous yang berasal dari proses kimia leaching. Pada proses
elektrowinning Zn, akan diperoleh endapan logam Zn pada permukaan
katoda yang berasal dari reaksi reduksi larutan ZnSO4. Disamping itu,
pada anoda akan terbentuk oksigen karena penggunaan anoda inert.
Proses ini menggunakan coulumeter Cu. Fungsi coulumeter adalah
untuk menentukan jumlah materi yang berubah selama elektrolisis
dengan mengukur jumlah listrik yang diperlukan untuk melakukan
proses elektrolisis.

Secara umum proses ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:


Katoda (Al)
Anoda (Pb)
Eletrolit ZnSO4 (didapat dari reaksi leaching)

Penggunaan logam aluminium sebagai katoda didasarkan pada


termodinamika. Potensial reversibel Zn2+/Zn lebih rendah daripada
potensial reversibel H+/H2 yaitu :
EZn2+/Zn = 0,763 + 0,0295 log (aZn2+) pada 25oC
EH+/H2 = 0,0591 pH pada 25oC, 1 atm.

Maka seluruh hidrogen akan tereduksi pada potensial di mana


pengendapan Zn berlangsung kemudian dapat mengakibatkan
penurunan efisiensi arus yang digunakan. Oleh karena itu kecepatan
reaksi reduksi hidrogen harus dibatasi, yaitu dengan menggunakan
katoda awal (starting cathode) yang memiliki hidrogen overpotensial
yang tinggi misalnya katoda aluminium (-1,602 V) sehingga pada
potensial pengendapan Zn, reduksi ion hidrogen belum berlangsung.
Endapan Zn sendiri memiliki hidrogen overpotensial yang cukup besar
sehingga proses pengendapan Zn dapat berlangsung secara kontinyu
dengan efisiensi yang tinggi setelah satu lapisan endapan Zn terbentuk
pada permukaan katoda aluminium.

Pada umumnya logam lain memiliki hidrogen overpotensial yang


lebih rendah sehingga apabila digunakan sebagai katoda dapat
menurunkan efisiensi arus. Oleh karena itu digunakan logam
aluminium sebagai katoda untuk proses elektrowinning Zn.
Reaksi-reaksi yang akan terjadi dalam proses ini adalah:
Leaching
Zn + H2SO4 > ZnSO4 + H2O
ZnSO4 > Zn2+ + SO42-

Elektrowinning
Anoda : 2H2O > 4H+ + O2 + 4e-
Karoda : 2Zn2+ + 4e- > 2Zn +
2Zn2+ + 2H2O > 2Zn + 4H+ + O2

Selama proses ini akan terjadi tiga aliran perpindahan ion, yaitu
1. Konveksi
Pergerakan elektrolit dalam skala yang besar dari larutan ruah ke
lapisan difusi. Proses ini dapat dilakukan dengan memberi
pengadukan, pompaan elektrolit atau injeksi udara
2. Difusi
Merupakan proses pergerakan ion-ion logam menuju OHP (Outer
Helmhotz Plane) melalui lapisan elektrolit yang diam.
3. Migrasi
Merupakan transport ion karena ada perbedaan potensial.

Untuk mengetahui jumlah berat logam Zn yang akan terdeposisi


pada katoda, kita bisa memperkirakan berapa berat endapan yang akan
terbentuk dengan menggunakan hukum Faraday:

b. Thermochemical
Terdapat berbagai proses thermochemical digunakan untuk
memisahkan Zn dari oksidanya, semua menggunakan Carbon. Carbon
berikatan dengan oksigen membentuk CO dan/atau CO2. Sehingga Zn
terbebas dalam bentuk uap (vapor) yang kemudian dipadatkan untuk
memperoleh logam yang diinginkan.
Seng diekstraksi dari seng blende/sphalerite (seng sulfide) atau
calamine/Smithsonite (seng karbonat).

Seng sulfide dibakar di udara untuk menghasilkan seng oksida.


2ZnS(s) + 3O2(g) 2ZnO(s) + 2SO2(g)
Catatan: calamine dapat digunakan secara langsung dalam lelehan seng
karena dalam pemanasannya akan menghasilkan seng oksida,
ZnCO3(s) ZnO(s) + CO2(g)
(dekomposisi termal endotermik).

Seng oksida di bakar dalam smelting furnace dengan karbon (batu


karang, agent pereduksi) dan limestone (untuk menghilangkan
pengotor asam). Reaksi kimia hampir sama dengan besi dari blast
furnace.
C(s) + O2(g) CO2(g)
(sangat oksidasi eksotermik, meningkatkan temperature)
C(s) + CO2(g) 2CO(g)
(C dioksidasi, CO2 direduksi)
ZnO(s) + CO(g) Zn(l) + CO2(g)
(seng oksida direduksi oleh CO, Zn kehilangan O)
Atau reduksi langsung oleh karbon :
ZnO(s) + C(s) Zn(l) + CO(g)
(ZnO direduksi, C dioksidasi)

Karbon monoksida bertindak sebagai agent pereduksi yaitu


menghilangkan oksigen dari oksida.
Seng tidak murni kemudian didistilasi frasional dari campuran ampas
biji dan logam lainnya seperti timah dan cadmium yang keluar dari
pembakaran tinggi pada atmosfer yang kaya akan karbon monoksida
dimana menghentikan seng dioksidasi kembali menjadi seng oksida.
Ampas biji dan timah (dengan logam lainnya seperti cadmium) dari
dua lapisan dapat ditahan pada dasar furnace.
Seng kemudian dapat dimurnikan lebih lanjut melalui distilasi
fraksional ke 2 atau dengan dilarutkan ke dalam larutan asam sulfat
dan dimurnikan secara elektrolit.

F. Paduan dan Senyawa Seng


1. Paduan Seng
Paduan Seng merupakan salah satu bahan cor yang baik dimana Seng
memiliki titik cair yang rendah, sehingga dapat dibentuk dengan berbagai
metoda pengecoran. Pressure die Casting dengan hot chamber system
merupakan proses pengecoran yang paling mudah dan cepat.
Paduan Seng yang dibentuk melalui proses pengecoran digunakan secara
luas dalam pembuatan peralatan rumah tangga tempat peralatan optic,
sound reproducing instrument part, mainan dan komponen ringan dari
kendaraan dan lain lain. Paduan Seng juga dapat difinishing dengan
pengecatan atau electroplating. Dalam pelaksanaannya proses
pembentukan benda kerja dengan cara pengecoran yang menggunakan
paduan seng ini sering ditambahkan unsur Aluminium untuk menurunkan
titik cairnya serta meningkatkan tegangannya.
Sebagaimana dilakukan pada beberapa jenis paduan lainnya dimana
dilakukan ageing untuk penuaan melalui pemadatan cepat dalam proses
die-Casting, walaupun mengakibatkan penurunan angka kekerasan, nilai
impact serta kekuatan tariknya akan tetapi keuletan (ductility) nya akan
meningkat secara actual tergantung pada lamanya proses dan kondisi
ageing tersebut, biasanya mencapai 5 minggu. Dengan demikian akan
diperoleh sifat yang disebut original-properties. Setelah proses ageing
ini Casting akan menyusut untuk waktu selama 8 tahun dengan kehilangan
dimensinya sebesar 0,0015 mm/mm, akan tetapi keadaan ini dapat
direduksi dengan proses stabilizing yakni memberikan pemanasan pada
temperature 1000 C sebelum machining.
Berikut adalah beberapa logam paduan dari zn:
a. Kuningan
Kuningan adalah paduan logam tembaga dan logam seng dengan kadar
tembaga antara 60-96% massa. Dalam perdagangan dikenal 2 jenis
kuningan, yaitu:
Kawat kuningan (brass wire) kadar tembaga antara 62-95%
Pipa kuningan (seamless brass tube) kadar tembaga antara 60-90%
Plat kuningan (brass sheet) kadar tembaga antara 60-90%
Tembaga dalam kuningan membuat kuningan bersifat antiseptik, melewati
efek oligodinamis. Contohnya, gagang pintu yang terbuat dari kuningan
dapat mendisinfeksi diri dari banyak bakteri dalam waktu 8 jam. Efek ini
penting dalam rumah sakit, dan berguna dalam banyak konteks.
brass_rod-2.jpg
Gambar Kuningan

b. Perak Nikel
Perak nikel sering juga disebut sebagai perak jerman, argentann, paktong,
perak baru, campuran nikel atau alpaca. Logam ini terdiri dari campuran
tembaga, nikel dan seng. Formulasi umumnya terdiri dari 60% tembaga,
20% nikel dan 20% seng sehingga menghasilkan logam seperti perak.
Apalagi setelah di elektroplating atau di krom warna perak, maka logam
ini akan benar-benar terlihat perak sesungguhnya. Kata perak nikel
diambil karena campuran logam tanpa perak ini menghasilkan logam yang
terlihat seperti perak.
Perak nikel ini awalnya sangat popular digunakan sebagai peralatan makan
seperti piring, sendok, pisau, garpu dan sejenisnya. Bahkan hingga
berkembang untuk kebutuhan resleting, kunci, perhiasan handmade, alat
musik, jalur rel, hingga kebutuhan industri berat.
Untuk nama alpaca sendiri dinamakan oleh Berlin dan Ernst August
Geitner yang telah menemukan campuran logam perak nikel. Tentu saja
akibat warnanya yang mendekati perak, maka logam ini juga digunakan
untuk fraud / menipu dan menghasilkan koin logam perak dimana bahan
dasarnya bukan lah perak.
Untuk mengetahui perbedaan perak dengan perak nikel kita dapat
menggunakan larutan asam penguji, menggunting logam hingga dapat
melihat logam di dalam nya. Perak asli akan tetap memiliki kualitas warna
yang berbeda dengan perak nikel sebelum di elektro plating / diwarnai
lapisan perak.

c. Solder Lunak

d. Solder Alumunium
e. Cadmium Zinc Telluride
Telluride seng kadmium, (CdZnTe) atau CZT, adalah senyawa kadmium,
seng dan telurium atau, lebih ketat berbicara, paduan telluride kadmium
dan seng telluride. Sebuah semikonduktor celah pita langsung, digunakan
dalam berbagai aplikasi, termasuk detektor radiasi, kisi-kisi
photorefractive, modulator elektro-optik, sel surya, dan generasi Terahertz
dan deteksi. Celah pita bervariasi dari sekitar 1,4-2,2 eV, tergantung pada
komposisi.
Radiasi detektor menggunakan CZT dapat beroperasi di langsung-
konversi (atau fotokonduktif) mode pada suhu kamar, tidak seperti
beberapa bahan lainnya (khususnya germanium) yang memerlukan
pendinginan nitrogen cair. Keuntungan relatif mereka termasuk sensitivitas
tinggi untuk x-ray dan gamma-sinar, karena nomor atom tinggi dan Te Cd,
dan lebih baik energi daripada resolusi detektor sintilator. CZT dapat
dibentuk menjadi bentuk yang berbeda untuk mendeteksi radiasi-aplikasi,
dan berbagai geometri elektroda, seperti grid coplanar, telah
dikembangkan untuk memberikan unipolar (elektron-hanya) operasi,
dengan demikian meningkatkan resolusi energi.
Materi yang memiliki koefisien elektro-optik yang tinggi dan
transparansi di wilayah pertengahan inframerah, sehingga bahan
modulator baik untuk laser inframerah. Sifat yang sama membuatnya
berguna untuk mendeteksi gelombang Terahertz.
Penggunaan tambahan sebagai bahan substrat untuk pertumbuhan
epitaxial merkuri telluride kadmium (HgCdTe), bahan detektor inframerah.
Cd0.96Zn0.04Te hampir sempurna kisi cocok untuk LWIR HgCdTe (80%
Hg, Cd 20%). Namun, sulit untuk tumbuh kristal besar komposisi tetap.
Cadmium Telluride Seng sebagai suatu senyawa yang ditemukan non-
toksik pada 5g/1kg dalam sebuah "Studi Toksisitas Akut Oral Batas" yang
dilakukan oleh Toxikon.

f. Prestal
Campuran logam Prestal, yang mengandung 78% seng dan 22%
aluminium dilaporkan sekuat baja tapi sangat mudah dibentuk seperti
plastik. Prestal sangat mudah dibentuk dengan cetakan murah dari keramik
atau semen.

2. Senyawa Seng

Kebanyakan metaloid dan non logam dapat membentuk senyawa


biner dengan seng, terkecuali gas mulia. Oksida ZnO merupakan bubuk
berwarna putih yang hampir tidak larut dalam larutan netral. Ia bersifat
amfoter dan dapat larut dalam larutan asam dan basa kuat.[18]
Kalkogenida lainnya seperti ZnS, ZnSe, dan ZnTe memiliki banyak
aplikasinya dalam bidang elektronik dan optik. Pniktogenida (Zn3N2,
Zn3P2, Zn3As2 dan Zn3Sb2), peroksida ZnO2, hidrida ZnH2, dan karbida
ZnC2 juga dikenal keberadaannya. Dari keempat unsur halida, ZnF2
memiliki sifat yang paling ionik, sedangkan sisanya (ZnCl2, ZnBr2, dan
ZnI2) bertitik lebur rendah dan dianggap lebih bersifat kovalen. Dalam
larutan basa lemah yang mengandung ion Zn2+, hidroksida dari seng
Zn(OH)2 terbentuk sebagai endapat putih. Dalam larutan yang lebih
alkalin, hidroksida ini akan terlarut dalam bentuk [Zn(OH)4]2-. Senyawa
nitrat Zn(NO3)2, klorat Zn(ClO3)2, sulfat ZnSO4, fosfat Zn3(PO4)2,
molibdat ZnMoO4, sianida Zn(CN)2, arsenit Zn(AsO2)2, arsenat
Zn(AsO4)2.8H2O dan kromat ZnCrO4 merupakan beberapa contoh
senyawa anorganik seng. Salah satu contoh senyawa organik paling
sederhana dari seng adalah senyawa asetat Zn(O2CCH3)2. Senyawa
organo seng merupakan senyawa-senyawa yang mengandung ikatan
kovalen seng-karbon. Dietilseng ((C2H5)2Zn) merupakan salah satu
reagen dalam kimia sintesis. Senyawa ini pertama kali dilaporkan pada
tahun 1848 dari reaksi antara seng dengan etil iodida dan merupakan
senyawa yang pertama kali diketahui memiliki ikatan sigma logam-
karbon. Dekametildizinkosena mengandung ikatan seng-seng kovalen
yang kuat pada suhu kamar.
Senyawa-senyawa seng :

a. Zink klorida (ZnCl2)


Senyawa ini bersifat molekuler, bukan ionik karena memiliki titik
leleh nisbi rendah dan mudah menyublim.

b. Zink oksida (ZnO)


Bersifat amfoterik dan membentuk zinkat dengan basa. Zink oksida
dibuat melalui oksida zink panas di udara.

c. Zinkat
Adalah garam yang terbentuk oleh larutan zink atau oksida dalam
alkali. Rumusnya sering ditulis ZnO22- walaupun dalam larutan berair ion
yang mungkin adalah ion kompleks dengan ion Zn2- terkoordinasi dengan
ion OH-. Ion ZnO22- dapat berada sebagai lelehan natrium zinkat, tetapi
kebanyakan zinkat padat adalah campuran dari berbagai oksida.

d. Zink blende
Struktur krital dengan atom zink yang dikelilingi oleh empat atom
sulfur pada sudut-sudut tetrahedron, setiap sulfur dikelilingi oleh empat
atom zink. Kristal ini tergolong sistem kubus.

e. Zink sulfat
Bentuk umumnya adalah ZnSO4.7H2O Senyawa ini kehilangan air
diatas 30C menghasilkan heksahidrat dan molekul air selanjutnya
dilepaskan diatas 100C menghasilkan monohidrat. Garam anhidrat
terbentuk pada 450C dan ini mengurai diatas 500C.

f. Zink sulfide (ZnS)


Menyublim pada 1180 C.

g. Zink hidroksida Zn(OH)2


Zn hidroksi bersifat amfoter dan dapat membentuk kompleks amina
bila direaksikan dengan ammonia kuat berlebih.

G. Manfaat Seng
Sekitar 35% dari seng diproduksi di seluruh dunia digunakan untuk
menggembleng besi, i1 20% digunakan dalam produksi kuningan, 25%
dalam paduan lainnya, 10% sebagai lembaran seng, sedangkan 10%
sisanya diserap dalam aplikasi yang berbeda.
Seng diproduksi dalam beberapa kelas tergantung pada tingkat
kemurnian yang dapat bervariasi dari%, paling murni 99,995-98%.
Standar kualitas bervariasi dari negara ke negara, dan hanya berbeda
dalam beberapa rincian. UNI 6 memberikan kualitas seng. Dua yang
pertama, kemurnian yang lebih besar (dari 99,995 dan 99,99), digunakan
untuk pembuatan paduan, yang paling penting yang ditujukan untuk
casting atau die casting.
Unsur-unsur paduan biasanya Al, Mg, Cu. Paduan ini, yang mencair pada
suhu yang relatif rendah (sekitar 380-480 C), memiliki penyusutan yang
sangat rendah dan fluiditas tinggi. Fitur-fitur ini memungkinkan merger
juga sangat rumit.
Seng 99,99% juga digunakan untuk persiapan paduan untuk
pembuatan Dingin digulung, profil, bar diekstrusi, anoda korban. Hal ini
juga digunakan dalam produksi cat kawat dan bubuk. Seng 99,95%,
karena kandungan yang relatif tinggi kotoran, digunakan untuk
memproduksi kuningan, perunggu dan galvanis.
Saat ini di pasaran terbuat dari paduan Zn-Cu berguling-Ti, serta
memastikan kekuatan tekan tinggi, memiliki kekuatan tarik yang sangat
baik dan creep. Zinc juga digunakan dalam elemen non-struktural: hujan,
talang hujan, panel dekoratif.

Seng untuk melindungi baja

Galvanisasi adalah metode yang paling banyak digunakan lapisan


pelindung untuk paduan besi. Lapisan seng adalah perlindungan paduan
besi terhadap efek korosif oksigen atmosfer dan uap air. Pertama,
mencegah kontak fisik dari baja dengan udara, kemudian, jika lapisan seng
dipecah untuk mengekspos paduan besi yang mendasari, seng baja kurang
mulia dilindungi sehingga diskontinuitas lapisan kehilangan karakter dari
bahaya, seperti lapisan seng yang dibutuhkan pada operasi Anoda,
melindungi baja (perlindungan katodik dari baja).
Paduan seng-besi diperoleh dengan teknik yang berbeda:

a. Hot dip galvanizing;


b. logam penyemprotan;
c. cat kaya seng;
d. perlindungan katodik;
e. galvanis cold-rolled;
f. elektroplating seng;
g. sherardizzazione.

a. Hot dip galvanizing

Proses ini terdiri dari lapisan besi atau produk baja dengan cara
merendam dalam bak seng cair, juga disebut elektroplating. Proses ini
menggunakan, tertua sederhana dan luas lapisan seng pada besi. Ini telah
menjadi evolusi besar dalam beberapa tahun terakhir, khususnya melalui
inovasi coninua laminate strip baja galvanis. Sistem otomatis juga untuk
menggembleng pipa, batang untuk kawat beton, pertukangan dan umum.
Artefak, sebelum mengalami proses, harus bebas dari residu minyak, cat
minyak, dan pengelasan terak hadir sebagai hasil dari operasi sebelumnya.
Setelah pembersih, artefak yang diawetkan dalam asam klorida encer
sehingga oksida besi diubah menjadi ferri klorida, larut. Beberapa besi cor
dan baja untuk silikon sulit untuk menggembleng.
Sebelum datang ke dalam kontak dengan produk seng cair melewati
lapisan AC, terdiri dari seng dan garam amonium ganda yang mengapung
di atas seng cair. Ini memiliki fungsi ganda: untuk menghilangkan kotoran
pada besi (misalnya klorida tetap patuh setelah acar) dan untuk mencegah
oksida seng cair di bawah. Dengan cara ini permukaan material besi siap
untuk dikombinasikan dengan seng untuk membentuk lapisan 70-120 pM
spesssore terbuat dari paduan yang berbeda. Ini bervariasi dalam
komposisi ketika mereka bergerak menjauh dari besi menjadi semakin
kaya seng. Paduan ini diperoleh pada suhu di atas titik leleh seng murni
dan, karenanya, hadir dalam objek dilapisi electrolytically.
Hot dip galvanizing menyediakan, di luar perlindungan galvanik,
termasuk perlindungan fisik. Lapisan pelindung memiliki ketahanan yang
tinggi terhadap abrasi dan tindakan mekanis. Suhu mandi galvanis
mempengaruhi penampilan artefak dan keberhasilan seluruh prosedur.
Suhu terlalu tinggi nikmat pembentukan terak dan menghasilkan deposit
kasar dan kusam. Terlalu rendah suhu daun, bagaimanapun, sebuah artefak
pada ketebalan yang tidak merata seng, rapuh, itu memecah. Waktu
perendaman bervariasi tergantung pada ketebalan yang Anda inginkan.
Ekstraksi dari kamar mandi harus dipenuhi sedemikian rupa untuk
memaksimalkan casting seng, sehingga permukaan yang halus dan
seragam mungkin. Benda berongga harus memiliki bukaan cukup besar
untuk memungkinkan mudah masuk dan keluar dari seng cair.

b. Logam penyemprotan

Metalisasi adalah untuk proyek, dengan jet udara terkompresi pada


permukaan logam yang akan dilindungi, seng halus bubuk, kawat seng
dari kemurnian yang tinggi. Senjata khusus digunakan di mana seng
meleleh pada suhu tinggi menggunakan campuran oksigen-asetilen.
Persiapan permukaan harus sangat berhati-hati untuk menghapus semua
jejak minyak, cat oksida, besi. Tujuannya adalah mencapai permukaan
dengan peledakan abrasif. Hal ini diperlukan bahwa permukaan muncul
berkerut setelah sandblasting untuk meningkatkan pelabuhan seng.
Keuntungan dari metode ini adalah sebagai berikut:
teknologi dengan peralatan praktis dan mudah dibaca, untuk
digunakan pada situs dan di bengkel;
kemungkinan mengobati potongan dari berbagai ukuran;
sedang panas (80-85 C maks) dari bagian diobati, sehingga tidak
ada deformasi;
deposito dengan variabel ketebalan.
Semprot seng dibuat dengan lapisan 40-200 pM memberikan perlindungan
terhadap korosi untuk umur panjang. Dengan teknik ini Anda dapat
melindungi jembatan, pertukangan berbagai, mesin termal atau listrik
khusus, struktur dilas, dll.

c. Cat kaya seng

Cat dengan kandungan tinggi dari logam seng (minimal 93% kering)
memberikan hasil yang sangat baik untuk perlindungan dari baja. Mereka
tampak kusam, kering dan mengeras keluar dengan cepat. Setelah kering,
lapisan pelindung terdiri dari sebuah film yang dibentuk oleh lapisan
kering dari kendaraan mengandung partikel seng. Dengan cara ini, cat
cathodically melindungi baja di bawah ini. Bahkan dalam hal ini adalah
penting sebelum menerapkan cat, membuat pembersihan yang baik dari
permukaan struktur harus dilindungi.

d. Perlindungan katodik

Perlindungan ini didasarkan pada perbedaan potensial yang ada antara


seng dan baja, seng sebagai anoda dan katoda baja. Perlindungan ini tidak
memerlukan daya eksternal dan membutuhkan sedikit pemeliharaan.

e. Galvanis cold-rolled

Galvanis cold-rolled terdiri dari meliputi permukaan yang akan dilindungi


dengan pita tipis seng kemurnian tinggi dengan ketebalan 80 = 100
mikron. Rekaman itu dibuat untuk mematuhi struktur menggunakan
perekat dengan konduktivitas listrik yang tinggi. Dengan cara ini Anda
bisa mendapatkan perlindungan pasif dan aktif gabungan.

f. Electroplating Seng

Proses ini adalah untuk mendapatkan lapisan seng dengan elektrolisis.


Kamar mandi biasanya didasarkan pada asam atau larutan alkali garam
seng. Anoda adalah seng (umumnya 99,99%) atau artikel yang akan
dilapisi, degreased dan acar, bertindak sebagai katoda. Hal ini dapat
melaksanakan perawatan di lembaran logam terus menerus dan kawat.
Ketebalan seng yang sederhana dan disimpan berkisar antara 2 dan 20
mikron. Mengingat ketebalan yang terbatas mereka tidak memiliki umur
panjang dalam lingkungan outdoor.

g. Sherardizzazione

Ini adalah proses difusi dari seng dalam baja (sementasi). Dengan prosedur
ini dapat mengambil artifak dengan lapisan seragam seng pada suhu yang
lebih rendah dari titik leleh dari seng itu sendiri. Objek ditempatkan
bersama dengan debu zinc (seng abu-abu) dalam silinder berputar tertutup,
dipanaskan secara eksternal untuk sekitar 400 C. Operasi berlangsung
dari satu sampai sepuluh jam, tergantung pada objek, yang umumnya kecil
dalam ukuran dan bentuk bervariasi.
Anda mendapatkan lapisan abu-abu terdiri dari kelongsong Fe-Zn paduan
yang ketebalan adalah fungsi dari waktu pengobatan. Menurut UNI 5464-
69 sherardizzazione Anda memiliki tiga kelas: ketebalan 5-10 mM, 10
30 pM dan lebih dari 30 mikron. Sesuai dengan ketebalan yang lebih besar
lebih besar resistansi terhadap korosi. Pengukuran ketebalan dapat
dilakukan dengan menggunakan micrographic, magnetik atau kimia.
Perawatan ini sangat cocok untuk baut, karena ketebalan yang diperoleh
adalah seragam di seluruh bagian potongan.

h. Kegunaan Lain

Selain dari yang telah dijelaskan, kegunaan lain dari seng adalah
Digunakan untuk bahan baterai.
Zink dan alinasenya digunakan untuk cetakan logam, penyepuhan
listrik dan metalurgi bubuk.
Zink dalam bentuk oksida digunakan untuk industri kosmetik
(mencegah kulit agar tidak kering dan tidak terbakar sinar
matahari), plastik, karet, sabun, pigmen warna putih dalam cat dan
tinta (ZnO).
Zink dalam bentuk sulfida digunakan sebagai pigmen fosfor serta
untuk industri tabung televisi dan lampu pendar.
Zink dalam bentuk klorida digunakan sebagai deodoran dan untuk
pengawetan kayu.
Zink sulfat untuk mordan (pewarnaan), stiptik (untuk mencegah
pendarahan), sebagai supply seng dalam makanan hewan serta
pupuk.
Pelapisan cat khususnya dalm industri automobil.
Zn-oksida untuk pembuatan pigmen putih cat air atau cat, sebagai
aktifator pada industri karet; melapisi kulit guna mencegah
dehidrasi kulit, melindungi kulit dari sengatan sinar matahari,
sebagai bahan diaper pada bayi guna mencegah kulit
luka/kemerahan, industry karet dan untuk opaque sunscreen.
Bahan dinding-lantai logam untuk bahan insektisida dapur.
Zn-metil (Zn(CH)) untuk pembuatan berbagai senyawa organic;
Zn-Stearat digunakan sebagai aditif penghalus plastic.
Sebagai anode bahan bakarzinc-air-battery.
Zn-hidroksi-karbonat dan silikat untuk pembuatan lotion pencegah
kulit luka/alergi/kemerahan.
Sebagai bahan suplemen vitamin atau mineral yang memiliki
aktivitas antioksidan guna mencegah penuaan dini serta
mempercepat proses penyembuhan.
PENUTUP

Seng adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn, bernomor atom
30, dan massa atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama
golongan 12 pada tabel periodik.
Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak bumi dan
memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang
adalah sfalerit (seng sulfida).
Proses pembuatan seng diambil dari bahan mentah dalam bentuk
gulungan lapis dan kemudian diolah dengan ammonisium dan zat
aditif lainnya kemudian di lapisi zat baja, setelah itu didinginkan dan
dimasukkan kedalam mesin gelombang dan siap didistribusikan.
Paduan seng-besi dapat diperoleh dengan teknik :
a. Hot dip galvanizing;
b. logam penyemprotan;
c. cat kaya seng;
d. perlindungan katodik;
e. galvanis cold-rolled;
f. elektroplating seng;
g. sherardizzazione.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Seng
http://putrarajawali76.blogspot.hu/2013/04/makalah-seng-dan-
paduannya.html
https://chemiga.wordpress.com/2013/09/06/makalah-zn-cd-hg/

Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan


Semimikro. PT. Kalman Media Pusaka : Jakarta

http://bilangapax.blogspot.co.id/2011/02/seng.html

https://wismaputih.wordpress.com/2009/12/23/logam-seng/