Anda di halaman 1dari 12

Nama : Septri Sari

NIM : I31112004
Makul : Metologi Riset

1. Tulislah langkah-langkah dalam membuat penulisan hasil riset dan pembahasan hasil riset
(findings and discussion of study) !
Isi penulisan laporan hasil penelitian meliputi :
a. Pendahuluan
Tujan dari pendahuluan adalah membawa pembaca dalam masalah penelitian,
pentingnya masalah yang didukung oleh jurnal dan daftar pustaka yang sesuai,
kronologis/penyebab terjadinya masalah, dan konsep solusi yang ditawarkan oleh
peneliti. Tahapan pada pendahuluan termasuk gambaran sikap tinjauan pustaka,
kerangka konseptual, pernyataan masalah, serta hipotesis, dan beberapa asumsi dan
mendasari penelitian, yang rasional dalam pengkajian masalah penelitian.
Peneliti harus menjelaskan secara jelas dan ringkas dengan menggunakan
bahasa yang benar dan baik pada latar belakang permasalaha, agar pembaca dapat
mengerti dengan mudah bahwa malasah penelitian tersebut adalah hal yang penting
dan perlu dilakukan penelitian. Secara ideal, justifikasi masalah penelitian
keperawatan harus mengandung dua hal utama, yaitu praktik dan teoretis. Tetapi pada
kenyataannya, banyak penelitian yang hanya menekankan pada kepentingan praktik
atau teoretis saja.
Pernyataan masalah dalam pendahuluan harus disertai ringkasan hasil penelitian
yang sesuai supaya penelitian yang dilakukan sesuai dengan konstektual yang
berkembang saat ini. Oleh karena itu, memperbanyak sumber dari tinjauan pustaka
akan membantu peneliti memperjelas dasar-dasar teoretis dan praktik masalah
penelitian.
Dalam pendahuluan juga harus membahas tentang variable dan definisi
operasional secara ringkas. Meskipun penjelasan secara lengkap terdapat pada bagian
metodologi, tetapi penjelasan singkat pada tahap pendahuluan tentang konsep/definisi
penting akan membant pembaca untuk mengenal istilah-istilah sejak awal, apa yang
akan dilakukan dalam penelitian tersebut.
Kesimpulannya adalah pendahuluan harus memuat penjelasan apa yang sudah
dilaksanakan dan apa yang sudah ditemukan sebelumnya. Pendahuluan juga harus
menjawab pertanyaan: Apa yang telah diketahui oleh peneliti? Apa yang ingin
diketahui oleh peneliti? Dan signifikansi apa yang berdampak terhadap teori dan
praktik dalam penelitian tersebut.

b. Bagian Metodologi
Penulisan pada bagian metodologi difokuskan pada bagaimana penelitian
dilaksanakan agar tujuan/masalah penelitian dapat dijawab. Ada beberapa hal penting
yang harus dituliskan pada bagian metodologi penelitian yaitu : rancangan penelitian,
subjek penelitian, definisi operasional variabel penelitian, instrumen dan
metode/prosedur pengumpulan data, serta analisis data.
a) Penulisan Rancangan Penelitian
Penulisan rancangan dalam penelitian harus secara jelas menggambarkan
sejenis rancangan apa yang dipilih dalam penelitian. Jenis rancangan eksperimen
biasanya ditulis secara jelas dan rinci dibandingkan jenis rancangan eksperimen.
Pada jenis rancangan eksperimen peneliti harus secara jelas menggambarkan jenis
rancangan apa yang dilakukan manipulasi/perlakuan, bagaimana mengelompokan
subjek dan prosedur perlakuan apa yang digunakan. Pada bagian ini juga perlu
dituliskan tentang kerangka operasional (pentahapan) penelitian dilaksanakan,
sehingga mempermudah pembaca memahami langkah-langkah yang diikuti
tentang pelaksanaan penelitian.
b) Penulisan Subjek Penelitian (Populasi dan Sampel)
Penjelasan tentang subjek penelitian biasanya meliputi darimana populasi
diambil dan sampel dipilih. Metode tentang pengambilan sampel, rasionalisasi
sampling, dan jumlah sampel harus dituliskan supaya pembaca dapat mengerti
atau menilai kelebihan dan keterbatasan sampling. Pada bagian ini juga
disarankan untuk dituliskan dasar-dasar karakteristik subjek, misalnya usia, jenis
kelamin, dan hal-hal yang sesuai.
c) Variabel dan Definisi Operasional
Variabel yang perlu dituliskan adalah variabel yang diteliti, biasanya berupa
variabel independen dan dependen. Kemudian isi penulisan definisi operasional,
meliputi jenis variabel, alat ukur, jenis instrumen, jenis data, dan skor yang
ditetapkan.
d) Instrumen dan Metode Pengumpulan Data
Penulisan pada bagian pengumpulan data merupakan komponen yang
penting. Hal yang perlu dituliskan adalah instrumen yang digunakan merupakan
hasil pengembangan/modifikasi atau dari standar instrumen yang sudah baku.
Perlu juga dituliskan tentang validitas dan reabilitas instumen yang digunakan.
Jika instrumen ternyata kurang memenuhi persyaratan, maka peneliti harus secara
jujur menuliskan kelemahan instrumen tersebut. Kedua, perlu dituliskan tentang
lokasi penelitian waktu pelaksanaan penelitian. Ketiga, hal yang tidak kalah
pentingnya adalah langkah-langkah/prosedur pengambilan data. Pada jenis
rancangan eksperimen penelitian perlu dituliskan kapan pelaksaan intervensi,
berapa kali intervensi dilakukan. Pada peneliti dengan instrumen wawancara,
dimana dilaksanakan, siapa yang melakukan wawancara, berapa lama waktu rata-
rata, yang diperlukan untuk setiap satu subjek. Pada instrumen observasi,
bagaimana peran observasi, apa yang diobservasi. Pada instrumen kuisioner,
kapan kuisioner diberikan, bagaimana cara memberikannya, apakah ada tindak
lanjutnya. Kejelasan penulisan pada bagian ini dapat dijadikan sebagai bahan
evaluasi pembaca tentang kualitas pelaksanaan penelitian.
e) Penulisan Analisis Data
Pada penelitian kuantitatif perlu dituliskan tentang jenis statistik yang
dipergunakan dalam pengolahan data. Alasan penetapan penggunaan statistik
yang dipilih, sumber rujukan yang dipergunakan.
No Aspek Metodologi Contoh
1 Rancangan penelitian Desain pra-eksperimental jenis post test only (one shot
case study) digunakan pada penelitian tentang pengaruh
TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) terhadap
peningkatan sosialisasi pada klien menarik diri.
2 Subjek penelitian Subjek diseleksi dengan menggunakan random :
stratified random sampling pada kelompok subjek ibu
hamil dengan tingkat pendidikan tamat SD/lulus SD
dengan pendidikan SMP atau diatasnya.
3 Variabel dan definisi Perawatan diri pada klien pasca serangan stroke adalah
operasional (DO) kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan
makan/minum, mandi, berpakaian, dan eliminasi
(urin/alvi). Contoh lain, respon imun adalah reaksi
yang terjadi pada tingkat sel/gen pada individu melalui
tahap alarm, adaptasi, dan exaustion.
4 Instrumen dan metode Instrumen yang digunakan adalah tingkat kecemasan
pengumpulan data responden, menurut HARS (Hamilton Anxiety Rating
Scale). Setelah mendapatkan informed consent, data
dikumpulkan melalui observasi tingkat kecemasan
klien yang dilakukan sectio cesaria (SC) sebelum
diberikan penyuluhan (kelompok perlakuan dan
kontrol) kemudian penyuluhan dilakukan selama dua
kali pada kelompok perlakuan, setelah itu diukur
kembali tingkat kecemasan pada kelompok perlakuan
dan kontrol sebelum klien dilakukan SC.
5 Analisa data Rata-rata dan standar deviasi dihitung pada dukungan
sosial yang diberikan keluarga pada klien dengan
penyakit terminal (skala 76-100-dukungan yang baik),
kemudian untuk mengetahui pengaruh dukungan
terhadap penurunan stres hospitalisasi menggunakan uji
regresi linier dengan nilai signifikasi 0,05.

c. Bagian Hasil
Pada bagian penulisan hasil penelitian, peneliti harus secara hati-hati
melaporkan semua hasil secara akurat dan selengkap mungkin, baik hasil tersebut
menerima hipotesis, maupun menolak hipotesis. Bagian awal penulisan hasil adalah
tentang karakteristik tempat penelitian dilaksanakan dan karakteristik subjek
penelitian. Tahap berikutnya adalah menuliskan hasil dalam tabel atau gambar disertai
dengan penjelasan. Yang perlu diingat dalam menuliskan tabel atau gambar harus
terdapat komponen 3 W (What, Where, When), yaitu tabel tentang apa, dimana, kapan
dilaksanakan penelitian. Misalnya, tabel hubungan antara pengetahuan dan peran
keluarga dalam perawatan anak selama di rumah sakit (apa) di Ruang Anak RSUD
Dr. Soetomo (tempat) Bulan Maret-Mei 2003 (waktu). Tabel atau gambar tersebut
kemudian diberi penjelasan tentang hasil uji statistik yang signifikan dan penulisan
angka-angka yang mencolok. Tidak perlu dituliskan semua angka pada setiap item
variable yang ada.
Penulisan persentase bisanya dikelompokkan menjadi mayoritas = apabila hasil
menunjukkan 90-100%; sebagian besar = 66-89%; lebih dari 50% (51-69) dan
seterusnya.

d. Bagian Pembahasan
Penulisan pembahasan merupakan unsur yang penting pada bagian ini. Isi dari
penulisan pembahasan didasarkan pada tujuan penelitian, format penulisannya bisa
dituliskan sesuai yang ada di tujuan khusus atau bisa langsung dituliskan dalam
beberapa paragrap. Isi tersebut meliputi penulisan (1) interpretasi hasil penelitian; (2)
mencantumkan literatur/tinjauan pustaka yang mendukung, dan (3) opini/pendapat
dari peneliti tentang rekomendasi implikasi hasil temuannya baik dalam hal akademik
maupun praktik. Pada penelitian kuantitatif, interpretasi hasil meliputi penjelasan
hasil temuan statistik yang dihubungkan dengan makna konsep praktik. Kemudian
peneliti juga harus membuat suatu justifikasi tentang hasil temuannya, mengapa hasil
yang ditemukan mendukung atau bertentangan dengan hasil kajian/konsep yang ada.
Pada bagian ini juga perlu dituliskan tentang keterbatasan penelitian, khususnya
ketidaksesuaian dengan konsep atau temuan yang sudah ada.

e. Kesimpulan dan Saran

2. Carilah 1 buah jurnal keperawatan kuantitatif dan 1 buah jurnal keperawatan kualitatif !
3. Identifikasi langkah tersebut dan rangkum masing-masing hasil temuan riset (findings)
dari jurnal tersebut !
Jurnal 1 (Kualitatif)
Judul : Studi Fenomenologi: Pengalaman Kesepian pada Lansia yang
Tinggal Di Rumah Seorang Diri Di Desa Tunggul Wulung-Pandan
Peneliti : Evy Aristawati; Retty Ratnawati; dan Fransiska Imavike
a. Pendahuluan
Masa lanjut usia merupakan tahap terakhir dari tahapan perkembangan
kehidupan manusia. Di masyarakat, masa lansia sering diidentikkan dengan masa
penurunan dan ketidakberdayaan. Memasuki masa itu sebagian lansia dapat
menjalaninya dengan bahagia namun tidak sedikit dari mereka yang mengalami hal
sebaliknya (Syamani, 2011).
Data dari kantor kementerian koordinator kesejahteraan rakyat
(MENKOKESRA) tahun 2007 diperoleh bahwa jumlah lansia pada tahun 2006
jumlah lansia sebanyak 19 juta orang (8,90 %) dengan UHH meningkat pada usia
66,2 tahun (Hermana, 2007).
Lansia di masa tuanya kehilangan kontak sosial karena pola hidup semasa
mudanya, mereka cenderung konsentrasi pada pekerjaan kantor dan tidak mempunyai
banyak waktu bergaul dan berorganisasi, hal itu membuat pada saat masa pensiun
mereka binggung apa yang harus dilakukan dan dengan siapa akan mengadakan
kontak serta komunikasi. Selain itu, terkadang lansia menjauh dari Tuhan sehingga
para lansia merasa tidak berguna dan berdampak pada upaya menarik diri dari
pergaulan sosial. Disamping itu, kesepian para usia lanjut dapat disebabkan
pengalaman traumatis, yaitu trauma yang disebabkan oleh meninggalnya orang yang
dicintai (Hanum, 2005)
Kesepian yang dialami lansia memunculkan makna dan harapan yang berbeda.
Lansia terkadang tidak mampu berinteraksi secara aktif dengan lingkungan dan
mereka ber-adaptasi lebih lambat karena kondisi yang mereka alami sehingga peneliti
tertarik menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi.

b. Bagian Metodologi
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi
interpretatif. Penelitian dilakukan di Desa Tunggul Wulung Kecamatan Pandaan.
Partisipan yang dipilih dalam penelitian ini adalah 4 orang memenuhi kriteria inklusi.
Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan open ended interview
dengan pertanyaan semi struktur selama 30 60 menit. Hasil penelitian di dianalisis
dengan menggunakan analisa tematik Braun & Clarke melalui enam tahapan yaitu
family arising yourself with your data (mengenal data), generating initial codes
(melakukan pengkodean), searching for themes (mencari tema), reviewing themes
(mereview tema) defining and naming themes (mendefinisikan dan memberi nama
tema) dan producing the report (menuliskan hasil). Waktu pelaksanaa penelitian ini
adalah pada rentang bulan Maret s/d Juli 2015.

c. Bagian Hasil
Tujuh tema yaitu perasaan kesepian, penilaian diri, emosional, situasional,
kualitas hidup, pola kehidupan serta pandangan mengenai sakit dan kematian.
1) Proses Analisa Tema Perasaan Kesepian
Kesepian adalah sebuah perasaan dimana orang mengalami rasa yang
kuatkehampaan dan kesendirian. Tema perasaan kesepian dibentuk dari empat sub
tema yaitu kekosongan, kesedihan, menikmati dan pengalaman traumatik.
Didalam tema-tema tersebut dalam penelitian ini ditemukan sub-sub tema, berikut
ini akan dijelaskan masing-masing sub tema beserta sub-sub tema dan kategori
yang ditemukan.
2) Proses Analisa Tema Faktor Emosional
a) Sub Tema Tidak Ada Yang Mau Menemani
b) Sub Tema Rasa Memiliki
c) Sub tema kekhawatiran
d) Sub Tema Amanah Orang Tua
e) Sub Tema Tidak Nyaman
f) Sub Tema Perubahan Komposisi Keluarga
3) Proses Analisa Tema Kualitas Hidup
a) Sub Tema Ketenangan
b) Sub Tema Kebutuhan Terpenuhi
c) Sub Tema Kondisi Fisik

d. Bagian Pembahasan
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengeksplorasi pengalaman kesepian
pada lansia yang tinggal dirumah seorang diri di desa Tunggul Wulung Kecamatan
Pandaan. Berdasarkan pembahasan yang dilakukan pada setiap partisipan, diketahui
bahwa keempat partisipan telah berhasil mencapai kehidupan bermakna dengan
kondisi yang telah menjalani kehidupan dengan tinggal dirumah seorang diri.
Keberhasilan lansia dalam mencapai kehidupan bermakna dikarenakan ketiga
partisipan telah dapat memenuhi ketiga komponen kehidupan bermakna yang
dinyatakan oleh Frankl (Bastaman, 2007), yaitu kebebasan berkehendak (the freedom
of will), kehendak hidup bermakna (the will to meaning), dan makna hidup (the
meaning of life), serta telah mampu merealisasikan ketiga nilai yang menjadi sumber
makna hidup yaitu nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilaii bersikap. Hal tersebut
dilihat dari keputusan keempat partisipan yang sama-sama memilih untuk ikhlas
menerima kondisi kesendiriannya serta tidak larut dalam kesepian dan kesedihan yang
mereka alami, berbagai aktivitas yang merupakan rutinitas harian dan juga kegiatan
spiritual banyak mereka lakukan dengan tujuan untuk mengurangi bahkan
menghilangkan rasa kesepian yang kadang mereka rasakan.keempat partisipan
tersebut juga telah bertanggung jawab terhadap pilihan mereka untuk tinggal dirumah
seorang diri.
Pada penelitian ini sebagian besar cara yang dilakukan ketiga subjek untuk
kembali memaknai kehidupannya adalah dengan mencari kesibukan dalam aktivitas
sehari-harinya. Penerimaan yang dilakukan lansia tentunya akan berdampak pada
kepuasan terhadap dirinya, misalnya mengenai gambaran diri, harga diri, perasaan
dan keadaan spiritual lansia.
Pada penelitian ini sebagian besar cara yang dilakukan keempat partisipan untuk
memaknai kehidupan ditengah kondisi kesendiriannya adalah dengan mencari
kesibukan dalam aktivitas baik aktivitas yang ber-hubungan dengan rutinitas sehari-
hari ataupun aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan aspek spiritual, sebagian
besar dari mereka beranggapan dengan melakukan banyak kegiatan harian atau
kegiatan spiritual bisa sebagai obat kesepian yang mereka alami.

e. Kesimpulan dan Saran


1) Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan pada bab sebelumnya,
maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menghasilkan tujuh tema yaitu :
perasaan kesepian, penilaian diri, emosional, situasional, kualitas hidup,
pandangan mengenai sakit dan kematian serta pola kehidupan. Dimana dari ke
tujuh tema tersebut mengerucut pada satu tema utama yaitu makna hidup.
2) Saran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi tataran
pelayanan di tingkat dasar/puskesmas untuk me-nyelenggarakan program
pelayanan kesehatan bagi lansia bukan hanya dalam bentuk pelayanan kesehatan
secara fisik saja namun juga dalam permasalahan kesehatan jiwa.

Jurnal 2 (Kuantitatif)
Judul : Efektifitas Olahraga Jalan Kaki terhadap Penurunan Depresi pada Lansia Di
Panti Werdha Tahun 2015
Peneliti : Nurul Hidayah
a. Pendahuluan
Gangguan mental yang paling sering muncul pada lansia adalah depresi,
gangguan kognitif, fobia. Sejumlah faktor resiko psikososial juga mempredisposisikan
lanjut usia kepada gangguan mental. Faktor resiko tersebut adalah hilangnya peranan
sosial,hilangnya otonomi, kematian suami/sanak saudara/teman, penurunan kesehatan
peningkatan isolasi, keterbatasan finansial,dan penurunan fungsi kognitif. Depresi
apabila tidak mendapatkan pengobatan yang memadai bisa menimbulkan resiko
bunuh diri, gangguan tidur insomnia dan hipersomnia, gangguan dalam hubungan,
gangguan dalam pekerjaan dan gangguan pola makan (Lubis, 2009).
Depresi merupakan masalah mental paling banyak di temui pada usia lanjut.
Prevalensi depresi pada lansia di dunia adalah berkisar sekitar 8% 15% dan hasil
rata rata depresi adalah 13,5% dengan perbandingan perempuan dan laki-laki 14 di
banding 8,6. Pada tahun 2020 depresi akan menduduki urutan teratas di Negara
berkembang termasuk Indonesia ( FKUI,2000 ).
Pada kasus depresi berat di perlukan terapi dan pengobatan yang efektif untuk
mengurangi depresi, namun pada kasus depresi ringan dan sedang dapat melakukan
terapi terhadap diri sendiri untuk mengurangi gejala-gejala depresi. Ada beberapa cara
untuk menanggulangi depresi salah satunya dengan berolahraga.
Ilmuan di Duke university Medical Center melakukan tes olahraga dengan
Zoloft dan menemukan bahwa kemampuan keduanya untuk mengurangi depresi
hampir sama, bahkan olahraga lebih efektif dalam menjaga sintom depresi untuk tidak
kambuh lagi. Olahraga tersebut berisi jalan, jogging untuk 30 menit di tambah 10
menit pemanasan dan 5 menit pendinginan ini dilakukan tiga kali dalam seminggu
(Lubis, 2009). Berdasarkan fenomena di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang
efektifitas olahraga jalan kaki terhadap penurunan depresi pada lansia dipanti werdha
Lawang.

b. Bagian Metodologi
Desain penelitian adalah pra eksperimen dengan pendekatan static group com-
parison. Teknik Pengumpulan Data yang peneliti lakukan melalui proses
pengumpulan data dengan berkoordinasi dengan perawat panti untuk melakukan
wawancara terstruktur dan observasi pada responden yang telah dijadikan sampel
penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara terstruktur.
Data yang telah diperoleh kemudian dilakukan pengolahan data melalui: Editing,
Coding, Scoring. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Mean
Whitney, dengan derajat kemaknaan < 0,05. Semua penghuni panti werdha
Lawangdengan jumlah 47 orang. Teknik pengambilan sample yang digunakan dalam
penelitian ini adalah purposive sampling.

c. Bagian Hasil
Distribusi frekuensi depresi pada
lansia sebelum mengikuti olahraga jalan
kaki seluruhnya mengalami depresi
(100%).

Distribusi frekuensi
depresi pada lansia setelah
mengikuti olahraga jalan
kaki

Tabel 2 menunjukkan
bahwa depresi pada lansia
yang mengikuti olahraga jalan kaki (kelompok eksperimen) setelah kurun waktu 1
bulan didapatkan hasil 8 lansia (80%) menunjukkan kemungkinan depresi dan 2
lansia (80 %) depresi. Sedangkan pada lansia yang tidak mengikuti olahraga jalan
kaki (kelompok kontrol) didapatkan hasil bahwa seluruhnya menunjukan depresi.
Tabel 3 didapatkan hasil
responden yang depresi pada
pra observasi kelompok
eksperimen dan kelompok
kontrol masing-masing
sebanyak 10 lansia (100%).
Pada pasca observasi
didapatkan hasil pada kelompok eksperimen sebanyak 8 lansia (80%) kemungkinan
depresi dan 2 lansia (20 %) depresi. Sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan
hasil sebanyak 9 lansia (90%) depresi dan 1 lansia (10%) kemungkinan depresi. Hasil
analisa uji 2 independent sampel Mean Withney test didapatkan nilai p = 0,000
sedangkan pada tabel dengan taraf signifikasi = 0,05, dari data tersebut dapat
diketahui p < sehingga HO ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa olahraga
jalan kaki mempunyai efektifitas terhadap penurunan depresi pada lansia.

d. Bagian Pembahasan
Dengan hasil yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar lansia yang
mengikuti olahraga jalan kaki secara teratur dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu
dan durasi 30 menit selama 4 minggu mengalami penurunan yang semula depresi
menjadi kemungkinan depresi. Olahraga jalan kaki merupakan aktifitas rutin yang
menggunakan daya kerja otot kaki untuk melakukan pergerakan (Arroyan, 2005).
Ternyata bergerak badan dengan jalan kaki juga membantu pasien dengan status
depresi. Berjalan kaki dapat menggantikan obat anti depresan yang harus di minum
rutin.
Studi Universitas Temple menyebutkan berjalan kaki 30 menit selama 3 kali
dalam 1 minggu bisa membuat anda merasa bahagia karena tubuh manusia
memproduksi endorphin yaitu semacam hormon yang membuat orang menjadi
bahagia (dalam lubis, 2009). Aktifitas fisik perlu sebagai bagian dari terapi untuk
depresi. Bahkan olahraga saja dapat memberikan hasil yang mengejutkan. Studi
menunjukan bahwa jogging selama 30 menit tiga kali seminggu dapat seefektif
psikoterapi dalam mengobati depresi. Olahraga apapun baik, bahkan aerobic lebih
baik lagi.
Olahraga jalan kaki memiliki efektifitas terhadap penurunan depresi pada lansia,
ini dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa lansia yang mengikuti olahraga jalan kaki
mengatakan ada perubahan dalam tubuhnya yaitu kebutuhan tidur tercukupi, tingkat
aktifitas mulai meningkat, tubuh lebih segar dan bugar. Olahraga jalan kaki penting
untuk kesehatan fisik dan mental. Sebagai sarana untuk melepaskan emosi negatif,
misalnya kemarahan, frustasi dan mudah tersinggung. Dengan olahraga jalan kaki
menstimulasi produksi kimia otak misalnya norepinephrin, dapat mencegah depresi.
e. Kesimpulan dan Saran
1) Kesimpulan
Depresi pada lansia sebelum mengikuti olahraga jalan kaki secara teratur 3
kali dalam seminggu selama 1 bulan baik kelompok eksperimen maupun
kelompok kontrol seluruhnya depresi 20 lansia (100%). Depresi pada lansia
setelah mengikuti olahraga jalan kaki secara teratur 3 kali dalam seminggu selama
1 bulan di kelompok eksperimen sebagian besar 8 lansia (80 %) mengalami
kemungkinan depresi dan 2 orang (20 %) depresi. Olah raga jalan kaki
mempunyai efektifitas terhadap penurunan depresi pada lansia di panti werdha
lawang berdasarkan hasil uji 2 independent samples Man Witney test menunjukan
taraf signifikansi = 0,05 dan p = 0,000 sehingga HO ditolak dan Ha diterima.
Hal ini menunjukan bahwa olahraga jalan kaki mempunyai efektifitas terhadap
penurunan depresi pada lansia di panti werdha lawang.

2) Saran
Diharapkan penelitian ini dapat diaplikasikan di dalam menjalankan asuhan
keperawatan gerontik di komunitas masyarakat. Diharapkan panti
mempertahankan kegiatan olahraga jalan kaki sebagai terapi alternatif untuk
mengatasi depresi pada lansia. Diharapakan tenaga kesehatan terutama yang ada
di panti memberikan informasi dan menerapkan pentingnya olahraga jalan kaki
untuk mengatasi depresi pada lansia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
mengenai olahraga jalan kaki untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal
terhadap penurunan depresi pada lansia.

Daftar Pustaka :

Hidayah, Nurul. 2015. Efektivitas Olahraga Jalan Kaki terhadap Penurunan Depresi pada
Lansia di Panti Werdha. Psychology Forum UMM.
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman
Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keprawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Aristawati, Evy; Retty Ratnawati; dan Fransiska Imavike. 2015. Studi Fenomenologi:
Pengalaman Kesepian pada Lansia yang Tinggal Di Rumah Seorang Diri Di Desa
Tunggul Wulung-Pandan. The Indonesian Journal of Helath Science, 5(2).