Anda di halaman 1dari 8

KOMPONEN PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK

Mata Kuliah: Pembangkit Energi Listrik

Kelompok 6:

1. Bayu Setyo Nugroho (511513


2. Lestari Nurreta Hartanti (5115134261)
3. Ricky Erlangga (5115134276)
4. Nor Muhammad F (5115131473)
5. Wisnu Dewangga (5115131485)
6. Luthfiah Mamluatul I. (5115136230)

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO 2013


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

KATA PENGANTAR

1
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi mata kuliah
Pembangkit Energi Listrik. Komponen Pembangkit Energi Listrik adalah tema yang kami
ambil, sesuai dengan yang telah ditentukan dosen pembimbing mata kuliah Pembangkit Energi
Listrik.
Kami menyadari makalah ini jauh dari kata sempurna oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun untuk dijadikan
bahan masukan guna penulisan yang akan datang sehingga menjadi lebih baik lagi. Semoga
karya tulis ini bisa bermanfaat.

Jakarta, 12 April 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................................................4
B. Rumusan Masalah.................................................................................................................4
C. Tujuan....................................................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi...................................................................................................................................6
B. Komponen dan Fungsi...........................................................................................................6
C. Prinsip Kerja..........................................................................................................................8
D. Diagram Proses....................................................................................................................10
BAB III KONDISI DAN POTENSI
A. Kondisi di Dunia....................................................................................................................6
B. Kondisi di Indonesia..............................................................................................................6
C. Potensi Teknologi di Indonesia..............................................................................................8
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................................................................6
B. Kritik......................................................................................................................................6
C. Saran.......................................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN
3
A. Latar Belakang
Sejak ditemukannya motor listrik pertama pada tahun 1821 oleh Michael Faraday, listrik
telah mengalami perkembangan pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Tidak dapat
dipungkiri bahwa aktivitas sehari-hari manusia kian hari kian bergantung pada listrik sehingga
kebutuhan akan energy listrik semakin meningkat. Listrik sendiri berarti sesuatu yang memiliki
suatu muatan dan positif (proton) dan negatif (elektron) yang bisa mengalir melalui suatu
penghantar (induktor) dalam sebuah rangkaian.
Untuk menciptakan listrik tentu dibutuhkan suatu pembangkit energy listrik. Sampai saat
ini, pembangkit energy listrik terus berkembang dan menjadi beragam, mulai dari pembangkit
listrik konvensional seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga
Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), sampai pembangkit listrik yang
menggunakan sumber daya energy terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),
Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB), dan lain-lain.
Dari sekian banyak jenis pembangkit tersebut, ada beberapa komponen yang mutlak
dibutuhkan. Komponen-komponen tersebut bersifat penting demi tercapainya tujuan pembangkit
untuk menciptakan listrik. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas komponen-komponen
tersebut agar kami dan masyarakat luas mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan tentang
pembangkit energy listrik.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan masalahnya antara
lain:
1. Apa yang dimaksud dengan pembangkit energy listrik?
2. Apa saja komponen pembangkit energy listrik dan apa fungsinya?
3. Bagaimana prinsip komponen pembangkit energy listrik?
4. Bagaimana diagram proses komponen pembangkit energy listrik?

C. Tujuan
Dari rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan penulisan makalah ini
antara lain:
1. Dapat mengetahui definisi dari pembangkit energy listrik.
2. Dapat mengetahui komponen pembangkit energy listrik beserta fungsinya.
3. Dapat mengetahui prinsip komponen pembangkit energy listrik.

4
4. Dapat mengetahui diagram proses komponen pembangkit energy listrik.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Banyak sekali pembangkit listrik di dunia yang terus dikembangkan dan dimanfaatkan
sebagai sumber listrik karena sampai saat ini listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok
hidup manusia. Sebenarnya, apa itu pembangkit listrik? Pembangkit listrik adalah salah satu
bagian dari sistem tenaga listrik yang dapat membangkitkan dan memproduksi
tegangan listrik dengan cara mengubah suatu energi menjadi energi listrik misalnya PLTA
(Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Energi
mekanik ini berupa generator yang berputar karena tenaga air yang disalurkan dan diatur
sehingga dapat memutarkan turbin.

5
B. Komponen dan Fungsi
1. Penggerak Utama (Prime Mover)
a) Mesin Diesel
Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan energi
mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator. Mesin diesel digunakan pada
Pembangkit Listrik Tenaga Diesil (PLTD) sebagai prime mover yang berfungsi
menghasilkan tenaga mekanis yang dipergunakan untuk memutar rotor generator.

b) Turbin
Turbin adalah suatu alat atau mesin penggerak mula, di mana energi fluida kerja yang
langsung dipergunakan untuk memutar roda turbin melalui nosel di teruskan ke sudu-
sudunya. Jadi, berbeda dengan yang terjadi pada mesin torak, pada turbin tidak terdapat
bagian mesin yang bergerak translasi. Bagian turbin yang berputar dinamai rotor atau
roda turbin, sedangkan bagian yang tidak berputar dinamai stator atau rumah turbin.
Roda turbin terletak di dalam rumah turbin dan roda turbin memutar poros daya yang
menggerakkan atau memutar bebannya (generator listrik, pompa, kompresor, baling-
baling atau mesin lainnya).

2. Komponen Listrik
a) Generator

6
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber
energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini
dikenal sebagai pembangkit listrik. Perangkat ini pada dasarnya terdiri atas dua piranti
yang berbeda, yakni alternator atau generator dan engine. Alternator atau generator
berfungsi sebagai perangkat pembangkit listrik, sedangkan engine mengemban tugas
sebagai piranti pemutar. Itulah mengapa generator sering disebut genset atau generator
set.
b) Transfromator
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah
energy listrik satu atau lebih rangkaian listrik satu atau lebih rangkaian listrik ke
rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gendeng magnet berdasarkan prinsip induksi-
elektromagnet. Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan
bolak balik (AC) dari suatu nilai tertentu ke nilai yang kita inginkan terdiri dari kumparan
primer dan sekunder.
c) Peralatan Proteksi
Proteksi sistem tenaga listrik adalah sistem proteksi yang dipasang pada peralatan-
peralatan listrik suatu sistem tenaga listrik, misalnya generator, transformator, jaringan
dan lain-lain, terhadap kondisi abnormal operasi sistem itu sendiri. Kondisi abnormal itu
dapat berupa antara lain: hubung singkat, tegangan lebih,beban lebih, frekuensi sistem
rendah, asinkron dan lain-lain. Dengan kata lain sistem proteksi itu bermanfaat untuk:
1. Menghindari ataupun untuk mengurangi kerusakan peralatan-peralatan akibat
gangguan (kondisi abnormal operasi sistem). Semakin cepat reaksi perangkat proteksi
yang digunakan maka akan semakin sedikit pengaruh gangguan kepada kemungkinan
kerusakan alat.
2. Cepat melokalisir luas daerah yang mengalami gangguan, menjadi sekecil mungkin.
3. Dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi kepada konsumen
dan juga mutu listrik yang baik.
4. Mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.

3. Komponen Sipil
a) Bendungan, pipa pesat (penstock), prasarana dan sarana sipil penunjang (untuk PLTA).
b) Prasarana dan sarana sipil (pondasi peralatan, jalan, cable duct, dan lain-lain).
c) Gedung kontrol (control building) dan perlengkapannya.

7
4. Komponen Mekanis seperti serandang peralatan, komponen pelengkapturbin, dan lain-lain.

C. Prinsip Kerja