Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN HASIL PRESENTASI

TATA SUARA PADA UTILITAS BANGUNAN SIPIL


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Utilitas Bangunan Sipil

Dosen pengampu :
Ir.Agung Sutarto ,M.T
M.Faizal Ardhiansyah A ,S.T,M.T

Disusun Oleh :
Kelompok 9

1. Iwanudin 5113413011
2. Afif Nur Faizah 5113413029
3. Puspita Septi A 5113413041
4. Fuad Jauhar Z 5113413055

Teknik Sipil S1

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
BAB I

PENDAHULUAN

Sebuah bangunan terdiri atas satu kesatuan item yang tidak dapat berdiri sendiri.
Seperti halnya sound system (tata suara). Pada bangunan, baik gedung tinggi maupun
bandara tentu memiliki sebuah sistem suara yang ada dengan tidak mengganggu
pendengaran manusia serta dapat didengar oleh semua penghuni bangunan. Sistem suara
yang ada biasanya dikaitkan dengan sistem tanda bahaya, sistem keamanan dan sistem
waktu terpusat.

Perencanaan tata suara tidak lepas dari persyaratan kebisingan yang disesuaikan
dengan fungsi bangunan, agar pengguna bangunan tetap merasa nyaman. Sebelum
melakukan perancangan utilitas hendaknya perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain
memperhatikan situasi bangunan yang berkaitan dengan fungsi bangunan.

Tata suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara
pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain-lain. Tata suara memainkan peranan penting dalam
suatu bangunan. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suatu agar bias
terdengar kencang tanpa mengganggu dan mengabaikan kualitas dari suara-suara yang
dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon, kabel-kabel,
prosesor dan efek suara, pengaturan konsul mixer, kabel-kabel, dan juga Audio Power,
amplifier dan speaker-speakernya.
BAB II
PEMBAHASAN

Sistem tata suara adalah kumpulan dari beberapa peralatan elektronik yang
didesain untuk memperkuat sinyal suara dan musik supaya dapat didengar oleh orang
banyak (lebih dari satu orang)
A. Sistem tata suara berdasarkan jenis kegiatan yang dicakupnya dikelompokkan
dalam beberapa kategori utama, antara lain :

1. Emergency Paging
Bahwa kepentingan pemberitahuan yang ditujukan kepada penghuni bangunan
dalam keadaan darurat adalah prioritas utama dari pengadaan sistem tata suara
(sound system) jenis ini, sehingga fungsi emergency yang dapat melakukan by-
pass dan over-ride terhadap seluruh fungsi-fungsi lainnya merupakan sebuah
persyaratan keselamatan kebakaran sesuai mandate pada NFPA 101 tentang kode
keselamatan jiwa (Life Safety Code). Suatu voice alarm system diaplikasikan
menggunakan pengumuman dan sinyal peringatan secara otomatis. Suatu sistem
tata suara, apabila berfungsi sebagai sistem evakuasi, maka persyaratan kode
keselamatan kebakaran harus terpenuhi, antara lain supervise instalasi
pengkabelan dan cadangan penguat suara.

2. Public Address
Secara umum diketahui bahwa sistem Public Address adalah penguatan sinyal
suara secara elektronik melalui microphone, komponennya terdiri dari mixer,
amplifier dan speaker. Penggunaannya adalah untuk pemberitahuan informasi
ataupun pengumuman tertentu yang terdengar secara menyeluruh dalam sebuah
bangunan seperti perkantoran, apartemen, sekolah, mall dan lainnya.

3. Car Call
Car-call system ini dipasang untuk melayani tamu, dan memanggil
seseorang/sopir. Peralatan car-call system ini terdiri dari paging microphone,
amplifier, horn speaker, perkabelan dan peralatan lainnya yang diperlukan guna
kesempurnaan sistem ini.

4. Background Music
Dalam kondisi biasa sistem tata suara dapat diisikan latar belakang musik
(background music), suara dari radio maupun rekaman lainnya.

B. Sistem tata suara berdasarkan sistem pengoperasiannya dikelompokkan dalam dua


kategori utama, antara lain:
a. Sistem Sederhana
Sistem sederhana ini biasanya digunakan bangunan yang tidak terlalu
kompleks dan bangunan-bangunan berlantai sedikit yang memerlukan sistem
suara yang tidak kompleks. Sistem sederhana ini bertujuan agar suara dapat
didengar oleh orang banyak dengan cara memperkuat sinyal suara dan musik.
Pada sistem ini tidak memerlukan ruangan yang cukup luas untuk operator
pengontrol suara. Peralatan utamanya pun sangat sederhana yaitu terdiri dari
tape player, amplifier, microphone, speaker dan peralatan perkabelan

b. Sentral Program
Sentral program ini akan melayani area perkantoran dan area produksi
direncanakan untuk dapat difungsikan dengan prioritas program sebagai
evakuasi kabakaran dan paging/panggilan saja untuk area produksi, sedangkan
program background music dipasang untuk melayani perkantoran. Peralatan
utama pada sistem tata suara ini terdiri dari tape player, amplifier, zone
selector, unidirectional microphone, ceiling speaker, wall speaker, perkabelan
dan peralatan lainnya yang diperlukan guna kesempurnaan sistem ini.
Peralatan utama sistem tata suara ini ditempatkan pada ruang kontrol.
Pemasangan instalasi tata suara adalah secara master di dalam ruang
operator dimana terletak pre-amplifier/ mixing preamplifier power amplifier
program-program input serta switching control, kecuali itu ada pula
penanganan terpisah secara fungsi tata suara misalnya untuk pemanggilan
sopir.
Menjamin bahwa program-program yang diperdengarkan ataupun
pengumuman yang disampaikan ataupun pengumuman yang disampaikan
sesuai dengan yang dikehendaki maka diperlukan master monitoring yang
terletak pada meja monitoring di ruang operator.
Sedangkan pada keadaan darurat (emergency) semua program dapat
diputuskan termasuk sistem tata suara pada departemen store lantai 3A,
kemudian dapat disiarkan pengumuman melalui operator di Auxiliary
Monitoring dengan First Channel Priority di meja monitoring ruang
monitor. Master tata suara harus mampu melayani seluruh group speaker
untuk keseluruhan bangunan.
Setiap interupsi harus didahului dengan suatu nada interupsi tertentu
(chime signal yang dibangkitkan dengan chime generator yang terpasang pada
master sistem tata suara ataupun pada monitor desk.
Pekerjaan tata suara

1. Pengadaan dan pemasangan Unit peralatan utama Tata suara dan Car Call
System, legkap dengan terminal box utama.
2. Pengadaan dan pemasangan terminal-terminal box Tata Suara
3. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi seperti, outlet microphone,
antena FM/AM, ceiling speaker, volume control, selector zone, horn speaker,
lengkap dengan jenis dan ukuran kabelnya, pipa pelindung kabel, junction
box, dan aksesoris lainnya.
4. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi Tata Suara yang terpasang

SISTEM PERINGATAN BAHAYA

Sistem peringatan tanda bahaya dapat juga difungsikan sebagai sistem


penguat suara (public address) dan diperlukan guna memberikan panduan kepada
penghuni dan tamu sebagai tindakan evakuasi atau penyelamatan dalam keadaan
darurat. Ini dimaksudkan agar penghuni bangunan memeperoleh informasi panduan
yang tepat dan jelas, serta diyakinkan bahwa mereka dalam perlindungan yang
handal, sehingga tidak timbul kepanikan diantara mereka yang bias mencelakakan.
Sistem peringatan bahaya terdiri dari :
a. Perangkat penguat suara
b. Sistem komunikasi internal
1. Lokasi pemasangan

Sistem peringatan bahaya dan sistem komunikasi internal, mengacu pada


ketentuan yang berlaku dan harus dipasang :

a. Secara umum pada bangunan berketinggian kurang dari 24 meter, kecuali :


b. Bangunan kelas 2 yang mempunyai ketinggian lebih dari dua lapis dan
dipergunakan untuk :
1.) Bagian rumah dari sekolahan
2.) Akomodasi untuk orang usia lanjut, anak-anak, atau penyandang cacat
3.) Bangunan kelas 2 yang dipergunakan untuk perawatan orang usia lanjut,
kecuali bila :
a.) Sistem alarmnya langsung membrikan peringatan kepada petugas
b.) Sistem alarmnya telah diatur sedemikian rupa tidak akan menimbulkan
kepanikan dan trauma, sesuai dengan kondisi pasien.
4.) Bangunan kelas 9a yang luas lantainya lebih dari 1.000 m2 atau tingginya
lebih dari dua lantai dengan pengaturan sebagai berikut :
a.) Sistemnya dirancang memebrikan peringatan langsung kepada petugas
b.) Di daerah bangsal perawatan, sistem alarmnya diatur volume dan isi
pesannya agar meminimalkan kepanikan dan trauma, sesuai dengan jenis
dan kondisi pasien.
5.) Bangunan kelas 9b:
a.) Untuk sekolah yang ketinggiannya tidak lebih dari 3 lantai.
b.) Untuk gedung pertunjukan, hall umum, atau sejenisnya yang luas lantainya
lebih dari 1.000 m2 atau ketinggiannya lebih dari dua lantai

2. Secara spesifik, sistem peringatan bahaya harus dipasang :


a.) Pada gedung dengan ketinggian antara 24 meter sampai dengan 60 meter :
1.) Cukup sistem tata suara biasa
2.) Harus tersedia pusat pengendali kebakaran
3.) Harus ada sistem komunikasi dua arah antara pusat pengendali kebakaran
dan setiap lobi untuk pemadaman kebakaran
b.) Pada gedung dengan ketinggian lebih dari 60 meter:
1.) Harus ada sistem komunikasi satu arah
2.) Harus tersedia pusat pengendali kebakaran
3.) Harus ada sistem komunikasi dua arah antara pusat pengendali kebakaran
dan daerah sebagai berikut :
Setiap lobi untuk pemadaman kebakaran
Setiap ruangan yang berisi alat-alat untuk pemadaman kebakaran, seperti
ruang pompa
Setiap ruangan yag berisi alat-alat untuk pengendali asap
Setiap ruang mesin lift
Ruangan-ruangan lain yang mungkin dipersyaratkan oleh instansi pemadam
kebakaran
c.) Untuk hotel dan rumah sakit dengan ketinggian gedung lebih kecil dari 24
meter, harus disediakan:
1.) Sistem tata suara biasa
2.) Loud speaker untuk pengumuman di setiap lobi, tangga dan tempat-tempat
strategis lainnya, sedemikian sehingga pengumuman dapat didengar
disetiap bagian dari gedung
d.) Gedung yang digunakan untuk hunian campuran (rumah tinggal dan
komersial), persyaratan pada butir 2.a dan 2.b berlaku bila :
1.) Hunian komersial berada hanya pada bagian bawah gedung
2.) Jika hunian komersial berada diatas hunian rumah tinggal, maka persyaratan
pada butir 2.a dan 2.b hanya berlaku bila diminta oleh intansi pemadam
kebakaran
3. Intensitas suara
Suara yang dikirimkan harus cukup kuat menjangkau setiap titik hunian
Intensitas suara tidak boleh mengagetkan sehingga dapat menimbulkan kepanikan
Isi pesan harus bersifat menenangkan penghuni, menuntun dan memberi petunjuk
yang tepat dan jelas, tidak membingungkan
Utilitas Tata suara pada Bandara
Secara umum sistem tata suara pada bandara ini dibagi menjadi dua bagian
yaitu sistem tata suara internal kantor dan sistem tata suara bandara. Sistem tata
suara internal kantor adalah sistem tata suara yang sederhana. Pada sistem tata suara
yang sederhana disini sumber suara langsung disalurkan melalui microphone dan
diolah dalam amplifier kemudian disebarkan secara merata melalui speaker yang
berada di masing-masing ruangan. Sistem tata suara ini digunakan untuk kebutuhan
tata suara internal antar kantor departemen satu dengan yang lainnya sehingga
informasi yang diterima oleh tiap kantor sama.
Sedangkan dalam sistem tata suara bandara menggunakan central program
system yang memerlukan ruang tersendiri sebagai ruang kontrol yang mengatur
seluruh sistem tata suara pada bandara ini. Pemasangan instalasi tata suara secara
master di dalam ruang operator dimana terletak pre amplifier/ mixing pre-amplifier,
power amplifier, program-program input serta switching control, selain itu ada pula
penganganan terpisah secara fungsi tata suara misalnya untuk pemanggilan supir.
Untuk menjamin bahwa program-program yang diperdengarkan ataupun
pengumuman yang disampaikan sesuai dengan yang dikehendaki maka diperlukan
master monitoring yang terletak pada meja monitoring di ruang operator.

PEREDAM SUARA
Bahan peredam suara pada umumnya dikenal dengan bahan kedap suara atau
sound proofing material yang digunakan secara fungsional untuk menghalangi suara
masuk ke dalam ruangan atau ke luar ruangan. Bahan peredam suara atau bahan
kedap suara diperlukan untuk ruangan-ruangan yang fungsinya tidak boleh diganggu
oleh bising dari luar ruangan (misalnya studio rekaman, studio TV, ruang konser, dan
sebagainya) atau yang fungsinya menghasilkan suara dengan energi yang besar
sehingga tidak diinginkan untuk mengganggu mereka yang berada di luar ruangan
(Home Theater, ruang musik, dan sebagainya). Ciri utama bahan ini tentu saja tidak
boleh menjadi penghantar energi suara (mekanik) yang baik atau dengan kata lain
tidak mudah bergetar bila terpapar energi akustik (suara) atau mengubah energi suara
tersebut menjadi energi bentuk lain saat melintasinya, atau dengan kata lain sesedikit
mungkin meloloskan energi suara yang melewatinya.
Kinerja bahan kedap suara ini akan dipengaruhi oleh frekuensi suara yang
memaparinya, dalam artian sebuah bahan dengan ketebalan tertentu akan menjadi
bahan kedap suara yang baik di frekuensi tinggi tetapi buruk pada frekuensi rendah
atau sebaliknya. Besaran akustik yang mewakili kinerja bahan ini adalah
Transmission Loss (TL) dan terkadang diwakili oleh besaran angka tunggal Sound
Transmission Class (STC). Semakin tinggi STC, pada umumnya semakin baik bahan
tersebut bekerja menahan energi suara (dengan catatan, spektrun TL-ny perlu
diperhatikan, karena STC hanya dihitung berdasarkan frekuensi 125 4000 Hz,
sehingga tidak menunjukkan kinerja di luar range frekuensi tersebut).
Selain dari bahan peredam suara, ada pula bahan penyerap suara atau sound
absorbing material, yang fungsinya untuk mengambil energi suara yang berlebihan
di dalam ruangan. Target utamanya adalah, energi pantulan dalam ruangan dikurangi
sesuai dengan kebutuhan. Bahan ini digunakan apabila ruangan diinginkan untuk
memiliki level waktu dengung sesuai dengan kebutuhan atau ruangan yang
diinginkan untuk tidak memiliki energi pantulan yang besar ( misalnya studio musik,
ruang home theater, ruang bioskop, ruang kelas, ruang seminar, ruang rawat inap,
kamar hotel, dan sebagainya ).
Ada berbagai tipe untuk bahan ini, misalnya tipe bahan berpori (untuk suara
dengan frekuensi menengah sampa tinggi), tipe panel (frekuensi menengah-rendah),
tipe resonator (frekuensi rendah), tipe perforasi mikro (frekuensi tertentu).
Penggunaan bahan ini semata untuk kebutuhan penggun di dalam ruangan, agar
mendapatkan medan suara sesuai dengan fungsi ruang. Besaran yang digunakan
untuk menunjukkan kinerja bahan ini adalah koefisien absorbsi (alpha), yang
memiliki nilai 0-1, o menunjukkan tidak energi suara yang diambil oleh bahan,
sedangkan 1 menunjukkan seluruh energi suara yang datang ke permukaan bahan
akan diambil seluruhnya dan tidak dikembalikan ke ruangan. Bahan penyerap suara
tidak mungkin berdiri sendiri sebagai bahan kedap suara, tetapi bisa dikombinasikan
dengan bahan kedap suara untuk meningkatkan kinerja kedap suara.
DISKUSI

1. Nanang Yahya Adithya (5113413003)


Apakah yang dimaksud dengan komunikasi dua arah ?
Jawab :
Komunikasi dua arah adalah komunikasi atau pertukaran informasi yang
dilakukan oleh dua orang pada saat yang bersamaan. Jadi pemberi informasi dan
penerima informasi dapat bergantian menerima informasi secara langsung pada
waktu yang sama.
2. Ajiwirani M (5113413024)
Bagaimana sistem tata suara pada studio music ?
Jawab:
Sistem tata suara pada studio music cenderung ditekankan untuk mncegah
bagaimana suara agar tidak mengganggu pendengaran. Dalam hal ini sistem tata
suara pada studio music menggunakan peredam suara. Tujuan utama dari
pemasangan peredam suara adalah untuk mencegah agar suara tidak
meninggalkan ataupun memasuki ruangan sehingga apapun aktivitas yang sedang
kita lakukan di dalam maupun di luar ruangan tidak terganngu.
Ciri utama untuk bahan peredam studio music adalah tidak boleh menjadi
penghantar energy suara yang baik atau dengan kata lain tidak mudah bergetar
bila terpapar energy akustik sehingga sedikit mungkin meloloskan energy suara
yang melewatinya. Kinerja bahan kedap suara ini akan dipengaruhi oleh frekuensi
suara yang memaparinya. Artinya sebuah bahan dengan ketebalan tertentu akan
menjadi bahan kedap suara yang baik pada frekuensi suara yang tinggi tetapi
buruk di frekuensi rendah. Penggunaan bahan ini adalah untuk kebutuhan orang
yang berada di luar maupun di dalam ruangan.
3. Nurdin Aprilian Hidayat (5113413026)
Bagaimana cara memberikan informasi pengganti ketika ada tanda bahaya
sedangkan listrik dalam kondisi padam ?
Jawab :
Jika terjadi kebakaran misalnya yang disebabkan oleh konsleting listrik tentu
semua peralatan listrik secara otomatis akan padam semua. Untuk memberikan
informasi atau peringatan mengenai tanda bahaya bisa dilakukan dengan
menggunakan handy talky. Penggunan alat ini dikira cukup efektif untuk
memberikan informasi dari bagian pusat pengendali kebakaran dengan :
Setiap lobby untuk pemadam kebakaran
Setiap ruangan yang berisi alat-alat pemadam kebakaran.
Setiap ruangan yang berisi alat penegandali asap.
Setiap ruang mesin lift.
4. Mareta aprilia (5113413074)
Bagaimana sistem tata suara untuk bioskop ?
Jawab :
Sistem tata suara bioskop tidak jauh berbeda dengan sistem tata suara pada
bangunan lainya. Jumlah dan arah penempatan speaker harus diperhatikan melihat
ukuran / kapasitas ruang bioskop yang besar.
Tambahan untuk sistem tata suara pada bioskop yaitu penambahan bahan peredam
suara agar suara yang ada tidak begitu mengganggu pendengaran orang yang
berada di dalam maupun di luar ruang bioskop.
Bahan peredam suara ada beberapa tipe :
Tipe Berpori
Tipe Panel
Resonator
Tipe Perforasi Mikro
5. Yusita Dyka A (5113413075)
Bagaimana sistem tata suara di lapangan indoor FIK agar suara tidak menggema ?
Jawab :
Untuk lapangan Indoor FIK perlu diperhatikan penempatan tata suara yang baik
agar dihasilkan suara yang baik dalam arti dapat didengar dengan baik oleh semua
orang yang berada di ruangan serta tidak mengganggu pendengaran seperti halnya
terlalu keras ataupun menggema. Sebagai contoh peletakan speaker, jumlah dan
arah suara dari speaker harus diperhatikan sesuai dengan fungsi ruangan. Tetap
diperlukan adanya peredam suara yang dihasilkan tidak mengganggu pendengaran
orang yang berada di dalam maupun di luar bangunan.
6. Okta Rio Prasetya (5113413032)

Bagiamana merancang tata suara di sebuah masjid atau mushola sederhana ?

Jawab :

Perlu adanya perencanaan yang baik untuk menghasilkan tata suara masjid /
mushola yang baik :

a. Perencanaan yang baik harus dikembangkan berdasarkan kondisi real masjid


dan mushola seperti luas, bentuk bangunan dan lain sebagainya.
b. Setiap masjid / ruang adalah unik dari segi akustik, sehingga harus dicoba
berbagai alternative pemasangan speaker untuk menghasilkan kualitas suara
yang optimal dan minim gangguan.
c. Sesuaikan kriteria perangkat yang akan dipasang sesuai dengan kebutuhan
berdasarkan perencanaan.
d. Ketahuilah parameter amplifier dan speaker yang dibeli terutama impedansi
dan output powernya agar sesuai dengan rencana diatas.
e. Kebutuhan power output dan impedansi antara amplifier dan speaker harus
disesuaikan.
7. Arif Kurniawan (5113413034)
Bagaimana langkah-langkah pemasangan peredam suara pada studio music ?
Jawab :
Langkah-langkah pemasangan peredam studio :
1. Seluruh dinding disekat pake kaso/kayu atau bisa pake holo/rangkayan
aluminium. Semuanya harus hingga menutupi ruangan.
2. Lalu kita tempelkan lapisan pertama yaitu majun kedalam rangkaian
kayu/holo tersebut hingga menutupi rangkaian kaso tersebut hingga merata.
3. Setelah itu barulah kita pasang gypsum board hingga menutupi sekat
ruangan studio.
4. Setelah gypsum terpasang barulah kita tempelkan karpet glasswoll hingga
menutupi ruangan studio, untuk memasangnya bisa langsung dipaku
kerangkaian kaso atau bisa ditempelkan dengan albon.
5. Stelah itu kita, tempelkan karpet standart hingga menutupi ruangan studio
sebenarnya.
8. Achmad Ilham Aulia (5113413010)
Jelaskan tentang perbedaan glasswool,rockwool, dan greenwool ?
Jawab :
a. Glasswool berwaran kuning dan umumnya adalah bahan peredan suara yang
paling murah dibanding dengan yang lain. Namun dibalik harga yang murah
ternyata dari sisi kesehatan glasswool sangat gatal dan sangat menyengat
baunya sehingga dari sisi kesehatan memakai glasswool tidak dianjurkan.
b. Rockwool, meski masih gatal dan kurang sehat, namun radiasi bau tidak
menyengat dan hanya sedikit gatal. Umumnya orang akan menggunaka bahan
peredam ini untuk hasil terbaik dari ruang kedap suara, baik untuk studio
musik, ruang karaoke, home teater, dan sejenisnya. Namun rockwool memiliki
harga yang lebih mahal dibanding dengan glasswoll. Baik rockwool maupun
glasswool merupakan bahan peredam suara yang baik.
c. Greenwool/healthy
Umumnya berwarna hijau dan dapat digunakan sebagai bahan peredam
suara dan panas sekaligus seperti glasswool. Bahan peredam suara ini tidak
tahan api sehingga mudah menghantarkan kebakaran. Bahan peredam ini juga
mempunyai harga yang relatif mahal yaitu sekitar dua kalilipat dari rockwool.
DAFTAR PUSTAKA

Dwiyanto, Agung. 2011. Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda arah
dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan Gedung. Semarang.
SNI 03-6574-2001 Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda arah dan
Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan Gedung.
Jaringan Elektrikal Dan Elektronika Yang Menunjan Utilitas Bangunan. Universitas
Pendidikan Indonesia.
http://bahanperedamsuara.net/bahan-peredam-suara-ruangan.html
http://www.galeripustaka.com/2013/08/sistem-tanda-bahaya-alarm-system.html
http://peredamsuara.co.id/
http://www.mbahlatif.com/2013/07/merancang-tats-suara-masjid-dan.html?=1