Anda di halaman 1dari 8

TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI DISAGIO METODE

GARIS LURUS

Tahun Pembayaran Bunga yang Amortisasi Bunga Efektif Disagio Nilai Buku
ke bunga ke dibayar (5% x Disagio 1/10 Obligasi Obligasi
nominal ) x
Rp75.000,00
Rp75.000,00 Rp925.000,0
1 1 Rp50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp67.500,00 0
2 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp60.000,00 Rp932.500,0
2 3 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp52.500,00 0
4 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp45.000,00 Rp940.000,0
3 5 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp37.500,00 0
6 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp30.000,00 Rp947.500,0
4 7 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp22.500,00 0
8 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp15.000,00 Rp955.000,0
5 9 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 Rp7.500,00 0
10 50.000,00 Rp7.500,00 Rp57.500,00 0 Rp962.500,0
0
Rp970.000,0
0
Rp977.000,0
0
Rp985.000,0
0
Rp992.500,0
0
1.000.000,00

Selain menggunakan metode garis lurus untuk amortisasi agio atau disagio,
perusahaan dapat menggunakan metode bunga efektif. Metode bunga efektif
memberikan hasil perhitungan yang lebih teliti dibandingkan dengan metode garis lurus,
walaupun perhitungannya lebih rumit. Bila digunakan metode bunga efektif, maka biaya
bunga efektif tiap periode tidak sama besarnya. Biaya bunga setiap periode dihitung
dengan mengalikan tarif dengan bunga efektif dengan nilai buku obligasi. Nilai buku
obligasi adalah nilai nominal obligasi ditambah agio dikurangi disagio obligasi yang
belum termortisasi.

Sebagai contoh perhitungan amortisasi agio dengan metode tariff efektif, misalnya PT
Risa Fadila mengeluarkan obigasi nominal Rp 1.000.000,00 umur 5 tahun , bunga 10 %
per tahun dibayarkan tiap setengah tahun. Obligasi itu dijual pada awal periode dengan
harga Rp1.081.105,00. Pembeli mengharapkan bunga efektif (seperti yang berlaku di
pasar) sebesar 8%. Harga jual obligasi sebesar Rp1.081.105,00 dapat dihitung sebagai
berikut :

Niai jatuh tempo obligasi Rp1.000.000,00

Nilai tunai Rp1.000.000,00, bunga 8%, 5 tahun =Rp675.560,001)

Nilai tunai bunga Rp50.000,00 sepuluh kali

Tiap setengah tahun dengan tarif 8% =Rp405.545,002)

Harga jual obligasi Rp1.081.105,00

Agio obligasi Rp 81.105,00

1) Periode =10 , tariff = 4%= 1.000,00x 0,67556[Pn7i=(1+i) -n]


2) Periode = 10, tariff = 4%= 50.000x 8,11090(Pn7i=1-Pn7i)
i

agio obligasi sebesar Rp81.105,00 yang diamortisasi selama umur obligasi dengan
metode bunga efektif Nampak pada tabel berikut :

Tahun Pembayaran Debit biaya Debit agio Kredit kas Nilai Buku
ke bunga ke bunga obligasi (bunga Obligasi
yang
dibayar)
1) 2) Rp1.081.105,00
1 1 Rp43.244,20 Rp6.755,80 Rp50.000 Rp1.074.349,20
2 Rp42.973,97 Rp7.026,03 Rp50.000 Rp1.067.323,17
2 1 Rp42.692,92 Rp7.307,07 Rp50.000 Rp1.060.016,10
2 Rp42.400,64 Rp7.599,36 Rp50.000 Rp1.052.416,80
3 1 Rp42.096,67 Rp7.903,33 Rp50.000 Rp1.044.513,50
2 Rp41.780,54 Rp8.219,46 Rp50.000 Rp1.036.294,10
4 1 Rp41.451,76 Rp8.548,24 Rp50.000 Rp1.027.745,90
2 Rp41.109,84 Rp8.890,16 Rp50.000 Rp1.018.855,80
5 1 Rp40.754,23 Rp9.245,77 Rp50.000 Rp1.009.610,10
2 Rp40.384,40 Rp9.615,60 Rp50.000 Rp1.000.000,00*)

1)Rp1.081.105,00 x 8% x 6/12 = Rp43.244,20

2)Rp1.000.000,00 x 10% x 6/12 = Rp50.000,00


3)Rp50.000,00 - Rp43.244,20 = Rp6.755,80

4)Rp1.081.105,00 Rp6.755,80 = Rp1.074.349,20

*)Dibulatkan

Bila obligasi dijual dengan disagio, perhitungan amortisasinya dilakukan dengan


cara yang sama seperti dalam table di atas. Perbedaan yang ada adalah sebagai
berikut :

Debit biaya bunga = bunga obligasi yang dibayar ditambah amortisasi disagio.

Nilai buku obligasi = nilai buku periode sebelumnya ditambah amortisasi disagio.

PENCATATAN UTANG OBLIGASI


Apabila obligasi dijual tidak tepat pada tanggal pembayaran bunga , pembeli obligasi di
samping membayar biaya obligasi juga harus membayar bunga berjalan sejak tanggal
bunga terakhir sampai dengan tanggal penjualan obligasi tersebut. Bunga berjalan yang
dibayar oleh pembeli dicatat perusahaan dengan mengkredit rekening biaya bunga atau
rekening utang bunga obligasi. Apabila bunga berjalan dikreditkan ke rekening utang
bunga obligasi sebesar bunga berjalan dan sisanya didebitkan ke rekening biaya
bunga. Jika bunga berjalan dikreditkan ke rekening biaya bunga maka pembayaran
bungan obligasi berikutnya icatat dengan mendebit rekening biaya bunga obligasi
sebesar bunga yang dibayar .

Amortisasi agio atau disagio dapat dicatat setiap bulan , setia tanggal
pembayaran bunga atau setiap akhir periode bersama dengan jurnal penyesuaian yang
lain. Berikut adalah contoh pencacatan utang obligasi .

Misalnya PT Risa Fadila pada tanggal 31 Desember 2005 memutuskan untuk


mengeluarkan obligasi pada tanggal 1 mei 2006 sebesar Rp1.000.000,00 bunga 10 %
per tahun dan jatuh tempo tanggal 1 mei 2011. Bunga obligasi dibayar setiap tanggal 1
Mei dan 1 November. Seluruh obligasi dapan dijual pada tanggal 1 juli 2006 dengan
harga Rp1.029.000,00 (yaitu harga jual Rp1.030.000 dikurangi biaya penjualan
Rp1.000,00) ditambah bunga berjalan untuk jangka waktu 1 Mei 2006 sampai dengan 1
Juli 2006. Tahun buku PT Risa Fadila adalah tahun kalender , amortisasi agio dicatat
setiap akhir periode. Umur obligasi dihitung sebagai berikut :

2006 = 6 bulan (1 Juli sampai 31 Desember )


2007 = 12 bulan

2008 = 12 bulan

2009 = 12 bulan

2010 = 12 bulan

2011 = 4 bulan

Jumlah = 58 bulan

Dalam perhitungan umur obligasi , yang diperhitungkan adalah lamanya obligasi itu
beredar , yaitu sejak tanggal dijual sampai saat jatuh tempo. Agio obligasi sebesar Rp
29.000 (Rp1.029.000,00 dikurangi Rp1.000.000,00) akan diamortisasikan selama umur
obligasi yaitu 58 bulan , sehingga amortisasi agio setiap bulannya sebesar Rp29.000 ,
00 : 58 = Rp 500,00. Transaksi dicatat penjualan , pembayaran bunga dan amortisasi
agio selama umur oblligasi dicatat salam buku buku PT Risa Fadila sebagai berikut :

Transaksi Jurnal

1 Juli 2006

Penjualan Obligasi

Harga Jual Rp.1.030.000,00 Kas Rp.1.045.666,67

Biaya biaya Penjualan 1.000,00 utang obligasi Rp1.000.000,00

Rp.1.029.000,00 agio obigasi 29.000,00

Bunga berjalan (1 mei 1 Juli)= 16.666,67 biaya bunga obligasi 16.666,67

2/12 x 10 %x Rp1.000.000,00 Rp.1.045.666,67

Uang yang diterima

*) dalam contoh ini bunga berjalan dikreditkan ke rekening biaya bunga obligasi.

Pada tanggal 1 November 2006 PT Risa Fadila akan membayar bunga obligasi
untuk setengah tahun dicatat sebagai berikut :

1November 2006

Pembayaran bunga obligasi biaya bunga obligasi Rp50.000,00


6/12x10%xRp1.000.000,00 Kas Rp50.000,00

Pada tanggal 31 Desember dibuat jurnal untuk menyesuaikan buku buku. Jurnal
penyesuaian yang berhubungan dengan utang obligasi ada 2 yaitu untuk :

1). Mencatat bunga berjalan

2). Mencatat amortisasi agio

Bunga berjalan dan amortisasi agio utuk tahun 2006 dicatat sebagai berikut :

1) Bunga berjalan (1 November - 31 Desember) Biaya bunga obligasi Rp16.666,67


=2/12x10%xRp1.000.000,00 Utang Bunga Obligasi Rp16.666,67
=Rp16.666,67
2) Amortisasi agio (1 Juli 31 Desember) Agio obligasi R3.000,00
6 bulan x Rp500,00 = Rp3.000,00 Biaya bunga obligasi Rp3.000,00

Pada tanggal 1 januari 2007 dibuat jurnal pembalikan (reversing entry) untuk
utang bunga obligasi , agar nanti pembayaran bunga pada tanggal 1 mei 2007 dapat
dicatat dengan cara biasa .Jurnal pembalikan itu sebagai berikut :

1 Januari 2007

Jurnal pembalikan Utang bunga obligasi Rp16.666,67

Biaya bunga obligasi Rp16.666,67

Pembayaran bunga obligasi dalam tahun 2007 dicatat sebagai berikut :

1 mei 2007

Bunga = 6/12x10%x Rp1.000.000,00 Biaya bunga obligasi Rp50.000,00

= Rp50.000,00 Kas Rp50.000,00

1 november 2007

Bunga = 6/12x10%x Rp1.000.000,00 Biaya bunga obligasi Rp50.000,00

= Rp50.000,00 Kas Rp50.000,00

Pada tanggal 31 Desember 2007 dibuat jurnal penyesuaian untuk :

1. Mencatat bunga berjalan Biaya bunga obligasi Rp16.666,67


2/12x10%xRp1.000.000,00 Utang bunga obligasi Rp16.666,67
Rp16.666,67

2. Mencatat amortisasi agio Agio Obligasi Rp6.000,00


12xRp500,00=Rp6.000,00 Biaya bunga obligasi Rp6.000,00

Untuk tahun tahun berikutnya (sampai dengan tahun 2001) dibuat jurnal yang sama
seperti dalam tahun 2007. Pada tanggal 1 mei 2011 yatu pada saat obligasi jatuh tempo
dibuat jurnal sebagai berikut :

1. Mecatat bunga obligasi dan pelunasan obligasi Utang obligasi Rp1.000.000,00


Bunga =6/12x10%xRp1.000.000,00 Biaya bunga obligasi 50.000,00
Rp 50.000,00 Kas Rp1.050.000
Obligasi =Rp1.000.000,00
=Rp1.050.000,00

2. Mencatat amortisasi agio 4 bulan Agio obligasi Rp2.000,00


4 x Rp500,00=Rp2.000,00 Biaya bunga obligasi Rp2.000,00

Jika agio atau disagio obligasi diamortisasi selama umur obligasi, maka pada saat jatuh
temponya , pelunasan obligasi akan dicatat dengan mendebit rekening uang obligasi
dan mengkredit rekening kas seperti dalam jurnal diatas. Tetapi apabila pada tanggal
jatuh temponya tidak dilakukan pelunasan , maka rekening utang obligasi harus ditutup
dan dipindahkan ke rekening obligasi yang sudah jatuh tempo. Rekening ini termasuk
dalam kelompok utang lancer. Tetapi jika pelunasannya akan dilakukan dari dana
pelunasan obligasi maka tidak dilaporkan dalam utang lancar, tetapi dalam kelompok
utang lain-lain.

PELUNASAN OBLIGASI SEBELUM JATUH TEMPO


Obligasi bias ditarik untuk ditarik kembali sebelum saat jatuh temponya. Selisih
antara jumlah pelunasan dengan jumlah nilai buku obligasi dicatat sebagai laba atau
rugi karena penarikan obligasi. Nilai buku obligasi adalah nilai nominal ditambah
dengan agio yang belum diamortisasi atau dikurangi dengan disagio yang belum
diamortisasi. Apabila terdapat biaya penjualan obligai, maka biaya penjualan yang
belum diamortisasi juga dikurangkan pada nilai nominal obligasi. Laba atau rugi yang
timbul dari pelunasan obligasi, dimasukkan dalam elemen elemen luar biasa (extra
ordinary).

Obligasi yang ditarik dari perdearan dapat dipisahkan menjadi 2 yaitu :


a. Obligasi yang ditarik dan tidak akan dijual kembali.
Dalam keadaan seperti ini , rekening utang obligasi didebit sebesar jumlah
nominal obligasi yang ditarik.
b. Obligasi yang ditarik nantinya akan dijual kembali.
Dalam keadaan speperti ini , pada waktu penarikan obligasi yang didebit adalah
rekening treasury bonds. Rkening treasury bonds ini bukannya rekening aktiva,
tetapi rekening pengurang terhadap rekening utang obligasi. Treasury bonds ini
didebit dengan jumlah nilai nominal, jika obligasi dijual lagi , maka rekening ini
akan dikredit dengan jumlah nilai nominal. Selisih antara nominal dengan jumlah
uang yang akan diterima dalam penjualan treasury bonds dicatat sebagai agio
atau disagio.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dibawah ini diberikan contoh
penarikan obligasi sebelum saat jatuh tempo.
Obligasi PT Risa Fadila dalam contoh di muka, pada tanggal 1 juli 2008 ditarik
sebesar Rp200.000,00 dengan kurs 102. Jurnal yang dibuat untuk penarikan
obligasi pada tahun 2008 sebagai berikut :

Transaksi Jurnal
Rp.600,00
1 juli 2008 Agio obligasi
a) Amortisasi agio 6 bulan
=6xRp500,00xRp200.000,00 = Rp600,00 Biaya Bunga Obligasi Rp.600,00
1.000.000
Rp3.333,33
b) Pembayaran bunga berjalan 1 mei Biaya bunga obligasi
sampai dengan
Rp3.333,33
1 juli = 2/12x10%xRp200.000,00 Kas
= Rp3.333,33
c) Perhitungan labar / rugi :
Rp2.000.000,00 Rp200.000,00
Nominal obligasi Utang obligasi
Rp5.800,00 Rp 600,00
Agio Rugi penarikan obligasi
Rp 3.400,00
Amortisasi agio Agio Obligasi
Rp.204.000,00
2006: Kas
6x500x Rp200.000,00 = Rp600,00
1.000.000

2007:
12x500x Rp200.000,00 = Rp1.200,00
1.000.000

2008:
6x500x Rp200.000,00 = Rp600,00
1.1.1 2.400,00

3.400,00

Rp203.400,00
Nliai buku obligasi
Rp204.000,00
Jumlah pelunasan
Rp 600,00
Rugi penarikan obligasi
Sesudah penarikan obligasi ini, pembayaran bungan setiap tanggal 1
november dan 1 mei adalah dari jumlah Rp800.000,00 yaitu pbligasi yang masih
beredar. Amortisasi premium untuk tahun 2008 dan seterusnya tidak lagi sebesar
Rp500,00 per bulan,tetapi
200.000 X Rp500,00 = Rp100,00
1.000.000

OBLIGASI BERSERI

Obligasi yang pelunasannta dilakukan dalam satu seri disebut obligasi


berseri. Di sini saat jatuh tempo obligasi tidak bersamaan, tetapi urut dalam
umlah jumlah tertentu. Mungkin jumlah yang jatuh tempo selalu sama, tetapi
mungkin juga tidak sama. Masalah pencatatan obligasi berseri timbul jika
obligasi ini dijual dengan agio atau disagio. Prhitungan amortisasi agio atau
disagio setap periode akan menurun sesuai penurunan jumlah utang obligasi.
Amortisasi agio atau disagio dari obligasi bisa dilakukan dengan cara garis lurus
atau bunga efektif. Dalam buku ini akan dibicarakan metode amortisasi dengan
cara garis lurus. Metode garis lurus yang dipakai untuk menghitung amortisasi
agio atau disagio obligasi berseri disebut METODE OBLIGASI BEREDAR
(BONDS OUTSTANDING METHOD).
Dibawah ini adalah contoh amortisasi dengan metode obligasi beredar. PT
XYZ pada tanggal 1 januari 2005 mengeluarkan obligasi sebesar
Rp5.000.000,00. Obligasi ini dijual dengan harga Rp5.045.000,00. Obligasi
dengan nominal Rp.1.000.000,00 jatuh tempo tiap tanggal 1 januari mulai tahun
2006. Bunga obligasi sebesar 10% per tahun. Tahun buku perusahaan adalah
sama dengan tahun kalender. Agio obligasi diamortisasi dengan menggunakan
suatu presentase yang dihitung sebagai berikut :
Presentase amortisasi = nominal obligasi yyang beredar dalam periode itu
Jumlah nominal oligasi yang beredar seluruh periode

Perhitungan amortisasi agio setiap tahun dapat disuse dalam table sebagai
berikut :