Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring perkembangan zaman, manusia dituntut untuk berfikir lebih kreatif. Dengan semakin
berkembangnya teknologi saat ini, maka setiap orang harus mampu berupaya mengikuti arus informasi
yang berkembang di era teknologi saat ini.

Selama ini kita tahu bahwa setiap benda terdiri atas kumpulan atom-atom penyusunnya. Namun
sayangnya, atom itu bukanlah partikel elementer. Studi tentang atom ternyata berhenti di situ. Para
fisikawan kontemporer kini tak lagi percaya bahwa elektron, proton dan neutron sebagi unit terkecil
dari suatu atom. Mereka justru melihat ketiganya sebagai agregat dari partikel-partikel dasar yang
disebut Quark dan Antiquark membentuk meson, baryon, lambda dan plasma inti berupa proton
dan neutron. Bertahun-tahun setelah John Dalton mengeluarkan 3 postulat teori atomnya pada 1803,
Murray Gell-mann mengklasifikasi prilaku ratusan partikel sebagai kombinasi dari partikel elementer
yang bernama Quark. Quark bersama elektron kemudian menjadi 2 partikel pembentuk materi pertama
yang ditemukan. Di luar itu, ada pula konsep yang menyebutnya subpartikel muon, neutrino,
antineutrino, lepton dan lain-lain dengan istilah fisika partikel. Diketahui bahwa partikel elementer
didefenisikan sebagai elemen dasar penyusun alam semesta, disebut juga elementary particle atau
building block particle karena kombinasi partikel inilah materi tersusun. Hal ini bisa diibaratkan
sebagai batu bata yang menyusun rumah.

Berbicara tentang partikel elementer, ada salah satu jenis partikel elementer dalam fenomena
elektromagnetik. Partikel tersebut adalah foton, yang memiliki sumbangsih atas terciptanya Laser. Kita
semua setuju bahwa laser merupakan salah satu temuan penting pada abad ke-20. Ini adalah salah satu
perangkat elektronika yang banyak di gunakan dalam industri-industri atau perusahaan-perusahaan.
Dalam dunia industri, perangkat elektronika ini menjadi kebutuhan mutlak. Laser merupakan cahaya
yang dikuatkan kemudian di stimulasi untuk menghasilkan radiasi dalam lingkungan industri dan
militer. Laser menggunakan sumber foton yang koheren. Laser memberikan kemudahan dalam
melakukan pekerjaan. Dengan kata lain, laser adalah alat yang digunakan untuk merubah suatu

Page 1
gelombang elektromagnetik dalam bentuk cahaya sehingga dapat membantu dalam melakukan tugas
tertentu.
Masih merujuk pada konsep partikel elementer, dalam aplikasinya ternyata partikel ini lebih
bermanfaat jika partikel tersebut dipercepat. Dalam kamus sains pengertian partikel elementer yang
dipercepat itu lebih dikenal dengan nama akselerator. Akselerator partikel menurut ilmu fisika adalah
mesin untuk meningkatkan energi kinetik partikel elementer bermuatan dengan mempercepatnya di
dalam medan listrik. Komponen utama akselerator terdiri dari sumber berkas partikel bermuatan atau
injektor, sistem pemercepatan, sistem tabung hampa, dan sistem penanganan berkas partikel (sistem
optik), iradiator target, dan sistem instrumentasi dan kendali.
Terlepas dari begitu fundamentalnya ketiga konsep tersebut, bagaimana sifat dan karakteristik
partikel-partikel dasar, begitu pula dengan pemanafaatan laser dan akselerator sesungguhnya hingga
kini masih dipelajari para ahli. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis menyusun makalah yang
membahas mengenai Partikel Elementer, Laser, dan Akselerator. Pada bagian ini penulis akan
menjelaskan lebih dalam mengenai apa itu partikel elementer, laser dan akselerator.

1.2 Rumusan masalah :


1. Apa pengertian partikel elementer?
2. Apa saja jenis jenis partikel elementer?
3. Apa saja contoh partikel elementer?
4. Apa pengertian laser?
5. Bagaimana sejarah laser?
6. Bagaimana prinsip kerja laser?
7. Apa contoh aplikasi laser ?
8. Bagaimana sejarah akselerator?
9. Bagaimana prinsip gerak bebas partikel?
10. Bagaimana pemercepatan berkas partikel?
11. Apa saja komponen akselerator?
12. Apa saja jenis akselerator?
13. Apa manfaat akselerator?

1.3 Tujuan Penulisan:


1. Untuk mengetahui pengertian partikel elementer
2. Untuk mengetahui jenis jenis partikel elementer
3. Untuk mengetahui contoh partikel elementer
4. Untuk mengetahui pengertian laser
5. Untuk mengetahui sejarah laser
6. Untuk mengetahui prinsip kerja laser
7. Untuk mengetahui contoh aplikasi laser
8. Untuk mengetahui sejarah akselerator
9. Untuk mengetahui prinsip gerak bebas partikel

Page 2
10. Untuk mengetahui pemercepatan berkas partikel
11. Untuk mengetahui komponen akselerator
12. Untuk mengetahui jenis akselerator
13. Untuk mengetahui manfaat akselerator

1.4 Manfaat Penulisan:


1. Siswa dapat mengetahui pengertian partikel elementer
2. Siswa dapat mengetahui jenis jenis partikel elementer
3. Siswa dapat mengetahui contoh partikel elementer
4. Siswa dapat mengetahui pengertian laser
5. Siswa dapat mengetahui sejarah laser
6. Siswa dapat mengetahui prinsip kerja laser
7. Siswa dapat mengetahui contoh aplikasi laser
8. Siswa dapat mengetahui sejarah akselerator
9. Siswa dapat mengetahui prinsip gerak bebas partikel
10. Siswa dapat mengetahui pemercepatan berkas partikel
11. Siswa dapat mengetahui komponen akselerator
12. Siswa dapat mengetahui jenis akselerator
13. Siswa dapat mengetahui manfaat akselerator

Page 3
BAB II
ISI

2.1 Partikel Elementer

2.1.1 Pengertian Partikel Elementer


Partikel elementer adalah sebuah partikel yang terbangun dari
sejumlah kecil partikel yang belum dikenal atau belum terdeteksi bagian-
bagiannya. Entah tersusun dari 1 partikel (partikel tunggal) atau tersusun
dari beberapa partikel. Namun kenyataanya, partikel-partikel elementer merupakan
unsur pokok yang membangun materi.

2.1.2 Klasifikasi Partikel Elementer


Partikel elementer secara garis besar dapat dibedakan
berdasarkan nilai spinnya atau berdasarkan interaksi yang
mempengaruhi. Berdasarkan perbedaan nilai spinnya partikel dibedakan
menjadi partikel fundamental fermion (spin pecahan) dan partikel
fundamental boson (spin bulat).

a. Partikel Fundamental Fermions (Materi-Antimateri)


Suatu partikel dikatakan sebagai fermion identitas jika memiliki
spin setengah bilangan bulat dan fungsi-fungsi gelombang dari kedua
gelombang berubah ketika saling bertukaran.
partikel fundamental fermion (spin pecahan di bedakan menjadi :
Quark
Merupakan bagian terkecil dari hadron yang mempunyai
pecahan muatan dan sifat yang disebut dengan warna yang
menyebabkan interaksi kuat. Hadron sendiri merupakan partikel
berinteraksi kuat. Quark pada hakikatnya merupakan partikel-titik
yang tidak memiliki struktur internal, tetapi berlainan dengan lepton
dan bahkan berlainan dengan partikel lain dalam alam diduga
memiliki muatan listrik pecahan.
Page 4
Terdapat beberapa jenis quark, dan dipercaya terdapat paling sedikit enam flavor,
yang disebut up, down, stange, charmed, bottom, dan top. Setiap flavor terdiri dari tiga
warna, yakni merah, hijau dan biru. Perli ditekankan bahwa istilah-istilah seperti
flavor dan khususnya warna hanya merupakan label atau pengenal saja. Quark jauh
lebih kecil dari panjang gelombang cahaya tampak sehingga tidak akan memiliki
warna dalam keadaan yang sebenarnya. Proton dan netron terdiri dari tiga quark
dengan warna yang berbeda.

Lepton
Merupakan partikel elementer yang paling sederhana yang
tidak terdapat petunjuk adanya struktur internal, bahkan tidak
ditemukannya ukuran dalam ruang. Partikel ini hampir mendekati
partikel-titik. Elektron dan neutrino merupakan lepton.
Elektron adalah partikel elementer yang pertama, yang
teorinya diusulkan oleh Dirac. Teori tersebut menyebutkan bahwa
didapatkannya persamaan gelombang untuk partikel bermuatan
dalam medan elektromagnetik dengan memasukkan efek relativitas
khusus. Ketika massa dan muatan elektron hasil pengamatan
dimasukkan dalam solusi yang sesuri dengan persamaan tersebut,
momentum sudut elektron didapatkan 1/2h spinnya 1/2 dan momen
magnetiknya didapatkan eh/2m, atau magneton Bohr. Namun,
ramalan Dirac tidak sesuai dengan eksperimen. Dalam
eksperimennya, Dirac menemukan elektron positif yang biasanya
disebut dengan positron. Positron tersebut sering disebut dengan
anti-partikel dari elektron, karena positron dapat bergabung dan
musnah bersama elektron. Anti-partikel dari suatu partikel
mempunyai massa, spin dan umur yang sama, tetapi muatannya
(jika ada) berlawanan dan penjajaran atai anti-penjajaran antara
spinnya dan momen magnetiknya selalu berlawanan dengan
partikelnya.

Page 5
Begitu juga neutrino, neutrino memiliki anti-neutrino.
Keduanya memiliki perbedaan khusus, yaitu terletak pada arah
geraknya. Neutrino memiliki arah gerak yang berlawanan dengan
arah gerak jarum jam, sedangkan antineutrino memiliki arah gerak
yang searah dengan arag gerak jarum jam. Dua anggota lain dari
keluarga lepton adalah muon. Muon merupakan hasil peluruhan
pion. Selain meluruh menjadi mion, pion juga meluruh menjadi
neutrino. Namun, neutrino ini berasal dari peluruhan beta.
Terdapat 6 jenis lepton yaitu:
1) electron,
2) electron neutrino,
3) muon,
4) muon neutrino,
5) tauon,
6) tauon neutrino.

b. Partikel Fundamental Boson


Suatu partikel dikatakan boson identitas jika memiliki spin
bilangan bulat dan fungsi fungsi gelombang dari kedua partikel tidak
berubah ketika saling bertukaran. Meson dan foton adalah termasuk
keluarga boson. Teori fisika partikel dari elektromagnetik meliputi prediksi-prediksi
persamaan Maxwell serta efek kuantumnya (teori elektromagnetik kuantum). Foton
adalah sebuah kuantum dari gaya elektromagnetik dan sebagai mediator/perantara
pertukaran partikel. Sebuah elektron masuk daerah interaksi mengemisikan sebuah foton
dan foton kemudian merambat ke elektron yang lain, mengkomunikasikan gaya
elektromagnetik, kemudian lenyap. Melalui pertukaran ini (foton bertransmisi), foton
memediasi sebuah gaya dan menyampaikan informasi dari satu tempat ke tempat yang
lain. Foton adalah contoh pertama kali yang Keberadan foton sebagai boson gauge
mendorong P. Dirac, R. Feynman dan J.
Schwinger serta S.I. Tomonaga3 yang bekerja secara bebas telah mengembangkan
teori mekanika quantum dari foton dan melahirkan sebuah teori elektrodinamika
kuantum (QED = Qantum Electrodynamics). Teori ini meliputi semua prediksi dari teori
elektromagnetik klasik serta kontribusi partikel (kuantum) terhadap proses fisika, yakni

Page 6
interaksi yang dihasilkan oleh pertukaran partikel-partikel kuantum. QED menjelaskan
bagaimana pertukaran foton menghasilkan gaya elektromagnetik, dua elektron masuk
daerah interaksi yang kemudian terjadi pertukaran sebuah foton. Kemudian dua elektron
muncul dengan lintasan resultannya (sebagai contoh, kecepatan dan arah gerak)
dipengaruhi oleh gaya elektromagnetik yang dikomunikasikan.
Tidak semua proses QED meliputi foton yang kemudian lenyap (sebagai partikel
internal) ada juga sebuah proses riil yaitu melibatkan foton eksternal, partikel yang
masuk atau meninggalkan suatu daerah interaksi. Partikel-partikel seperti ini seringkali
dibelokan dan pula dapat berubah menjadi partikel lain. Partikel-partikel yang masuk
atau meninggalkan suatu daerah interaksi merupakan partikel-partikel fisis riil.diketahui
sebagai boson gauge, partikel elementer yang akan merespon untuk mengkomunikasikan
gaya tertentu. Karena tidak bermassa, jangkauan potensial elektromagnetiknya tidak
berhingga, atau dapat dikatakan besar energi potensial berbanding terbalik dengan jarak,
persamaan (2.9). Contoh lain boson gauge adalah boson lemah (weak boson) dan gluon,
masing-masing mengkomunikasikan gaya lemah dan gaya kuat.
Meson didefinisikan sebagai partikel yang dipengaruhi interaksi
kuat dan mempunyai nilai bilangan barion 0, meson termasuk keluarga
boson yang mempunyai spin bulat. Meson adalah partikel boson yang
terdiri dari quark dan antiquark.
Terdapat 4 jenis boson yaitu :
1) photon,
2) gluon,
3) Z-boson,
4) W-boson.

2.1.3 Contoh Partikel Elementer


Berikut adalah beberapa partikel - partikel elementer, yaitu partikel-partikel dasar
yang tidakn terdapat lagi struktur internalnya. Beberapa partikel elementer adalah lepton,
hadron dan quark. Proton merupakan salah satu bagian partikel elementer yang termasuk
barion.
1. Lepton, merupakan partikel elementer secara ilmiah denga ntak terdapat petunjuk
adanya struktur interna. Elektron dan neutron merupakan bagian dari kelompok lepton.

Page 7
2. Quark, dibayangkan sebagai elementer seperti juga lepton, pada hakekatnya merupakan
partikeltiti yang tidak memiliki struktur internal, tetapi berlainan dengan lepton- bahkan
berlainan dengan partikel lain di alam, diduga quark memiliki muatan listrik
pecahan.sebuah partikel dengan massa kurang lebihsama dengan massa proton
(sebenarnya 0,1%lebih berat), tetapi tidak mempunyai muatan. Menurut model Proton-
neutron, sebuah inti atom terdiri atas Z proton dan (A-Z) neutron yang memberikan
muatan total Ze dan massatotal sekitar A. Karena massa neutron dan proton hampir
sama, keduanya dikelompokkanke dalam nukleon.
2.2 Laser
2.2.1 Pengetian Laser

LASER merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emmission of


Radiation ( penguatan cahaya dengan stimulasi emisi radiasi ) yaitu mekanisme suatu alat
yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat
dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi.
Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga
dapat dikatakan efek dari mekanika kuantum.
Dalam teknologi laser, cahaya yang koheren menunjukkan suatu sumber cahaya
yang memancarkan panjang gelombang yang diidentifikasi dari frekuensi yang sama, beda
fasa yang konstan dan polarisasinya. Selanjutnya untuk menghasilkan sebuah cahaya yang
koheren dari medium lasing adalah dengan mengontrol kemurnian, ukuran, dan bentuknya.
Keluaran yang berkelanjutan dari laser dengan amplituda-konstan (dikenal sebagai CW atau
gelombang berkelanjutan), atau detak adalah dengan menggunakan teknik Q-switching,
modelocking, atau gain-switching.
Dalam operasi detak, dimana sejumlah daya puncak yang lebih tinggi dapat dicapai.
Sebuah medium laser juga dapat berfungsi sebagai penguat optik ketika di-seed dengan
cahaya dari sumber lainnya. Sinyal yang diperkuat dapat menjadi sangat mirip dengan
sinyal input dalam istilah panjang gelombang, fasa, dan polarisasi. Ini tentunya penting
dalam telekomunikasi serat optik. Sumber cahaya umum, seperti bola lampu incandescent
memancarkan foton hampir ke seluruh arah, biasanya melewati spektrum elektromagnetik
dari panjang gelombang yang luas. Sifat koheren sulit ditemui pada sumber cahaya atau
inkoheren dimana terjadi beda fasa yang tidak tetap antara foton yang dipancarkan oleh

Page 8
sumber cahaya. Secara kontras, laser biasanya memancarkan foton dalam cahaya yang
sempit, terpolarisasi, sinar koheren mendekati monokromatik, terdiri dari panjang
gelombang tunggal atau satu warna.

2.2.2 Sejarah Laser

Semenjak ditemukannya MASER (Microwave Amplification by Stimulated Emission


of Radiation) oleh Charles H. Townes, MASER merupakan cikal bakal ditemukannya
LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation). Laser merupakan
pengembangan dari Maser yang dikembangkan oleh Theodore Maiman pada tahun 1960
(yang pada saat itu mengunakan kristal rubi untuk menghasilkan cahaya laser) walaupun
pada tahun 1917 Albert Einstein telah mempublikasikan teori dasar tentang laser. Laser
merupakan gelombang elektromagnetik. Bagian spektrum radiasi elektromagnetik dapat
ditunjukkan pada gambar 2.1 untuk wilayah yang dicakup dengan laser yang sudah ada saat
ini. Panjang gelombang dari laser dimulai dari rentang spektrum far infrared jauh ( =
Universitas Sumatera Utara 1,000 m) sampai pada bagian spektrum soft-X-ray (= 3nm).,
2004). Laser merupakan akronim dari Light Amplification by Stimulated Emission of
Radiation. Laser yang sudah dikembangkan saat ini terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan
sifat keluarannya, jenis laser dapat dibagi menjadi dua kategori yakni laser kontinyu dan
laser pulsa. Laser kontinyu memancarkan cahaya yang tetap selama medium lasernya
tereksitasi sementara itu laser pulsa memancarkan cahaya dalam bentuk pulsa pada interval
waktu tertentu. (Silfvast, 2004). Pada umumnya laser merupakan seperangkat alat yang
menghasilkan atau memperkuat cahaya dan seperangkat tabung vakum (hampa) dan
penguat sinyal elektronik pada frekuensi audio, radio atau gelombang mikro.

Disini pengertian cahaya harus dipahami secara luas karena perbedaan dari
keanekaragaman laser yang dapat memperkuat radiasi mulai dari panjang gelombang infra
merah paling jauh, penggabungan dari gelombang millimeter dengan gelombang mikro,
sampai pada daerah cahaya tampak dan sekrang diperluas sampai pada daerah vakum
ultraviolet serta daerah sinar X. Laser dapat dikategorikan kedalam beberapa bentuk,
berdasarkan perbedaan penggunaan material laser, perbedaan sistem atomiknya dan
pengunaan berbagai jenis pemompa atau teknik pengeksitasiannya. Radiasi dari sinar laser,

Page 9
sebagai pemancar atau penguat, memiliki karakteristik Universitas Sumatera Utara yakni
keterarahan, intensitas yang tinggi, tingkat kecerahan yang tinggi dan monokromatik.
(Siegmen, 1986).

2.2.3 Prinsip Kerja Laser

Laser dihasilkan dari proses relaksasi elektron. Pada saat proses ini maka sejumlah
foton akan di lepaskan berbeda sengan cahaya senter emisi pada laser terjadi dengan teratur
sedangkan pada lampu senter emisi terjadi secara acak. Pada laser emisi akan menghasilkan
cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. berbeda dengan lampu senter emisi akan
mengasilkan cahaya dengan banyak panjang gelombang. proses yang terjadi adalah elektron
pada keadaan ground state (pada pita valensi) mendapat energi kemudian statusnya naik
menuju pita konduksi ( keadaan eksitasi) kemudian elektron tersebut kembali ke keadaan
awal (ground state) diikuti dengan beberapa foton yang terlepas. Kemudian agar energi
yang dibawa cukup besar maka dibutuhkan sebuah resonator resonator ini dapat berupa
lensa atau cermin yang sering digunakan adalah lensa dan cermin. ketika di dalam resonator
maka foton-foton tersebut akan saling memantul terhadap dinding resonator sehingga cukup
kuat untuk meninggalkan resonator tersebut. laser cukup kuat digunakan sebagai alat
pemotong misalnya adalah laser CO2 laser yang kuat adalah tingkat pelebaranya rendah dan
energi fotonya tinggi.

2.2.4 Manfaat LASER


Banyak sekali aplikasi laser, diantaranya sebagai laser pointer (untuk presentasi), laser
untuk pelurus arah tembakan, pemotong atau cutter yang sudah banyak digunakan di
industri baja dan elektronik, laser hair Removal untuk menghilangkan rambut. Dan ada juga
laser untuk penyembuhan luka. Sedangkan aplikasi lain untuk analisis misalnya:
Spektroskopi
Spektroskopi adalah teknik untuk menganalisa bahan yang sering digunakan
dalam aplikasi ini adalah FTIR ( Fourier Transform Infra Red) menggunakan laser infra
merah untuk di ukur tingkat serapan suatu bahan. kemudian dicocokan dengan tabel
sehingga dapat diketahui bahan apa saja yang terkandung di dalam sampe yang diuji.

Page
10
Material Prosessing
Naterial processing biasa digunakan untuk pemotong laser yang sering di
gunakan adalah laser CO2.
Pengukur Jarak
Untuk mengetahui jarak bulan terhadap bumi dilakukan dengan metode ini
karena kecepatan cahaya sudah diketahui maka dengan mengukur jeda waktu akan
diperoleh besar jaraknya.
Laser Pendingin
Laser sebagai pendingin memanfaatkan metode atom trapping. Metode ini
adalah sebuah metode dimana sejumlah atom diperangkap kedalam kotak yang telah
dirangkai kedalam medan listrik dan medan magnet kemudian meradiasi panjang
gelombang yang keluar, kemudian memperlambat mereka, dan selanjutnya sinar ini
menjadi dingin. Proses ini dikenal dengan Bose-Einstein Condensate.

2.3 Akselerator

2.3.1 Sejarah Akselerator

Awal dari akselerator tak lepas dari eksperimen Geissler seorang peniup gelas yang
mampu memvakumkan tabung gelas sampai 10-3 torr pada tahun 1860. Dengan tabung
lucutan ini membawa dia menemukan sinar katoda, dan inilah merupakan akselerator
pertama yang paling sederhana. Eksperimen dengan akselerator ini kemudian dapat
menghasilkan penemuan besar lainnya yaitu sinar-X oleh W. Rontgen (1895) dan penemuan
elektron oleh J.J. Thomson (1897).

Perkembangan akselerator selanjutnya digunakan pada penelitian dasar fisika nuklir,


untuk mempelajari reaksi partikel-partikel nuklir dan struktur nuklir (inti atom). Ini
diperoleh pada tahun 1932 oleh Cockroft dan Walton pada tahun 1932, dengan
menggunakan proton 600 keV. Dalam perkembangan selanjutnya berkas partikel yang
dihasilkan oleh akselerator dapat digunakan untuk berbagai keperluan aplikasi seperti
diperlihatkan pada Gambar 1.

Page
11
Gambar 1. Sejarah aplikasi akselerator partikel
Seiring dengan berkembangnya teknologi akselerator yang meliputi akselerator
linier dan siklik aplikasi akselerator berkembang pesat dan menjamah berbagai bidang
kehidupan manusia. Tabung Sinar-X merupakan tonggak sejarah aplikasi akselerator
partikel yang mempunyai dampak sangat besar terhadap kehidupan manusia.

Didalam kamus Ilmu Pengetahuan pengertian akselerator partikel menurut ilmu


fisika adalah mesin untuk meningkatkan energi kinetik partikel bermuatan dengan
mempercepatnya di dalam medan listrik. Komponen utama akselerator terdiri dari sumber
berkas partikel bermuatan atau injektor, sistem pemercepatan, sistem tabung hampa, dan
sistem penanganan berkas partikel (sistem optik), iradiator target, dan sistem instrumentasi
dan kendali. Dari uraian tersebut dapat dibayangkan bahwa akselerator mempunyai
kemiripan dengan komponen TV yaitu adanya sumber elektron yang dipancarkan oleh
filamen, sistem pemercepat berupa tegangan tinggi, lempeng vertikal dan horisonal
bermuatan listrik, elektron berada pada keadaan vakum. Pada TV elektron berenergi
ditembakan pada kaca pendar sedangkan pada akselerator elektron dikeluarkan ke atmosfer
untuk keperluan proses radiasi seperti contoh Gambar 2.

Page
12
Gambar 2: Skematik akselerator elektrostatik

Berdasarkan medan elektromagnet yang digunakan, sistem pemercepat partikel


dapat dibedakan menjadi pemercepat elektrostatik (static fields) dan pemercepat
elektrodinamik (alternating fields). Berdasarkan bentuk lintasan partikel, teknologi
akselerator dibagi menjadi dua yaitu akselerator linier dan siklik. Pada akselerator linier
partikel dipercepat dalam sekali lintasan lurus oleh medan elektrostatik atau RF yang
terpasang pada struktur pemercepat. Pada akselerator linier pertambahan energi kinetik total
partikel tergantung dari panjang struktur pemercepat. Oleh karena adanya tegangan dadal
maka untuk dimensi struktur pemercepat yang sama akselerator linier RF dapat
menghasilkan energi kinetik partikel bermuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan
akselerator linier elektrostatik.
Pada akselerator siklik partikel bergerak mengikuti orbit tertutup berevolusi berulang
kali. Energi kinetik partikel yang sangat besar dengan mudah dapat dihasilkan, sesuai
dengan jumlah pengulangan partikel ketika melewati medan RF. Bentuk akselerator siklik
secara garis besar dapat dibagi dua jenis yaitu akselerator medan magnet statik (siklotron)
dan akselerator medan magnet tersinkronisasi (sinkrotron).
Akselerator partikel bekerja berdasarkan interaksi partikel bermuatan dalam medan
elektromagnet. Peran medan elektromagnet ini dimulai sejak awal yaitu ketika partikel
bermuatan dihasilkan dalam suatu sumber pembangkit partikel bermuatan atau injektor,
sebelum dipercepat lebih lanjut dengan medan elektromagnet. Perkembangan teknologi
pemercepatan pada akselerator sangat menakjubkan seperti ditunjukkan pada Gambar 3.
Page
13
Berdasarkan jenis partikel akselerator yang dipercepat maka akselerator partikel dibagi
menjadi dua yaitu akselerator ion dan elektron. Luaran akselerator dapat berbentuk berkas
ion atau elektron yang dicirikan oleh besarnya arus, energi kinetik, dan profil berkas.
Karakateristik dari masing-masing parameter berkas ini sangat penting dalam aplikasi.
Dalam mempelajari akselerator partikel diharapkan pembaca telah mempelajari dasar-
dasar elektromagnetik atau listrik dan magnet serta mekanika relativistik khusus. Satuan
yang digunakan dalam membahas teori akselerator biasanya menggunakan satuan cgs (cm,
gr, second) untuk melihat lebih detail elektrodinamika partikel. Namun dan hal ini penulisan
rumus berdasarkan satuan mks (meter, kg, second) sedangkan untuk perhirungan besaran
fisisnya menggunakan satuan praktis yang umum dipakai. Satuan praktis yang umum
dipakai dalam akselerator untuk energi digunakan eV. Satu eV yaitu energi yang diberikan
pada elektron jika elektron dengan muatan 1 e Coulomb melewati beda potensial 1 volt
sehingga mempunyai energi 1,6022x10-19 CV (Joule). Satuan energi akselerator biasanya
orde keV TeV. Ingat k=103, M=106, G=109 dan T=1012. Satuan arus biasanya dalam orde
ratusan nA ratusan mA. n=10-9 , =10-6, m=10-3. Satuan potensial listrik dalam volt, satuan
medan magnet dalam Gauss, satuan tekanan kehampaan dalam Torr, satuan daya dalam
watt, satuan massa dalam amu (atomic mass unit).

Gambar 3: Perkembangan Teknologi Akselerator

Page
14
2.3.2 Prinsip Dasar Gerak Berkas Partikel

Apabila suatu partikel bermuatan berada dalam medan elektromagnet maka partikel
akan berinteraksi dengan medan elektromagnet sehingga partikel mempunyai gaya bekerja
padanya yang diberikan oleh hukum Lorentz secara relativistik

F = q (E + v B) (1)

F gaya Lorentz, q muatan partikel, v kecepatan partikel, c kecepatan cahaya, E medan


listrik, dan B medan magnet. Kedua komponen gaya ini banyak digunakan dalam
akselerator. Gaya dikarenakan medan listrik F = qE digunakan untuk mempercepat partikel
sedangkan gaya dikarenakan medan magnet F = v B digunakan untuk pembelokan atau
pemfokusan partikel. Pada akselerator energi rendah gaya listrik juga dapat digunakan untuk
pembelokan atau pemfokusan partikel.

Jika gaya Lorentz diintegrasikan terhadap waktu interaksi partikel dengan medan
elektromagnetik maka akan diperoleh perubahan momentum partikel

p = Fdt (2)

Sebaliknya jika gaya Lorentz diintegrasikan terhadap panjang lintasan maka diperoleh
perubahan energi kinetik partikel

Ek = Fds (3)

Jika persamaan (2) dan (3) dibandingkan dengan mengingat ds = vdt, = v/c maka relasi
difrensial momentum dan energi kinetik

c dp = Ek (4)

Jika gaya Lorenta pada persamaan (1) dimasukan ke persamaan (3) dan mengganti ds = vdt
maka diperoleh

Ek = qEds + q(v x B )v dt (5)

Dari persamaan (5) terlihat jelas bahwa energi kinetik partikel akan membesar jika medan
listrik membesar dan percepatan terjadi pada arah medan listrik. Percepatan ini tidak
tergantung pada kecepatan awal partikel, pada kecepatan awal nol pun terjadi percepatan.
Gaya Lorentz pada komponen kedua persamaan (5) tergantung kecepatan partikel. Arah
Page
15
gaya ini tegak lurus arah rambat partikel dan medan magnet. Dari persamaan (5) besarnya
energi kinetik tidak tergantung pada medan magnet karena perkalian skalar (v x B )v = 0.
Jadi keberadaan medan magnet hanya menyebabkan pembelokan arah gerak partikel.

Untuk partikel dengan massa-diam m yang bergerak dengan laju momentum p

secara relativistik (v c), p= mv maka gaya pemercepat partikel sama dengan gaya

listrik yang diberikan oleh

F = dp/dt = (d mv)/dt = qE, = (1- 2 1/2


) . (6)

Selama pemercepatan, kecepatan dan faktor relativistik keduanya merupakan

fungsi waktu, sehingga

dp/dt = m dv/dt + mvd /dt,

d /dt = (d/d )(1- 2 1/2


) d /dt = 3
( /c) dv/dt,

dan persamaan gerak menjadi

F = dp/dt = m [ dv/dt + v 3
( /c) dv/dt].

Untuk gaya yang sejajar kecepatan

dps/dt = m [1 + 2
( /c)v] dvs/dt = m 3
dvs/dt, (7)

sedang untuk gaya yang tegaklurus kecepatan, dv/dt = 0, sehingga

dpt/dt = m dvt/dt. (8)

Pada mekanika relativistik energi total partikel E= Ek + Eo maka energi kinetik elektron

dapat diperoleh dari rumus relativistik Ek = ( -1) mc2.

Medan E yang digunakan untuk mempercepat partikel dibangkitkan secara


elektrostatis atau secara elektrodinamis yang akan dibahas dalam bab berikut.

2.3.3 Pemercepatan Berkas Partikel


Page
16
Berdasarkan medan elektromagnet yang digunakan, sistem pemercepat partikel dapat
dibedakan menjadi pemercepat elektrostatik (static fields) dan pemercepat elektrodinamik
(alternating fields).
A. Pemercepat elektrostatik
Dalam pemercepat elektrostatik partikel hanya dipercepat dalam sekali lintasan
dalam medan elektrostik yang dibangkitkan dengan pembangkit van de Graaf/peletron
secara mekanik atau Cockroft-Walton secara elektronik. Tegangan pemercepat
maksimum yang diberikan tergantung tegangan-dadal (breakdown voltage) antar
elektrode, dan dapat mencapai 20 MV jika digunakan gas bertekanan tinggi untuk
menaikkan tegangan-dadal. Akselerator dengan system pemercepat elektrostatik
merupakan jenis akselerator linier,

Gambar 4 : Generator Van de Graff


Generator Van den Graaff disebut juga sebagai generator sabuk muatan sesuai
dengan komponen yang menjadi ciri khasnya. Ciri khas ini yaitu sabuk pembawa
muatan seperti ditampilkan pada Gambar 4. Komponen utama generator Van de Graaff
terdiri dari sumber DC pemacu (exciter) sebagai sumber pemberi muatan, sabuk isolator
sebagai sabuk pembawa muatan, puli dan motor sebagai penggerak, elektrode berupa
sisir dari jarum sebagai pemuat dan pengumpul muatan, dan terminal sebagai
penampung muatan.

Page
17
Muatan listrik dibangkitkan oleh exciter melalui proses lucutan dengan tegangan
DC sekitar 30 kV yang kemudian dipindahkan ke sabuk pembawa muatan melalui sisir
elektrode di sisi puli yang di ground kan. Kemudian muatan oleh sabuk pembawa
muatan dibawa ke terminal yang berbentuk bola dan terjadi pemindahan muatan melalui
sisir elektrode pengumpul muatan. Tegangan terminal (V) ditentukan oleh jumlah
muatan yang terkumpul (Q) dan kapasitansi terminal terhadap tanah (C) dengan
persamaan V = Q/C.
Secara ideal kenaikan tegangan terminal tidak terbatas yaitu jika tidak ada rugi-
rugi muatan. Kenyataannya tegangan terminal terbatas dan terjadi suatu keadaan
setimbang di mana arus pemuat sama besar dengan arus keluaran. Keterbatasan
tegangan terminal disebabkan adanya dadal tegangan, dan hal ini dapat diatasi dengan
gas bertekanan yang lebih tahan terhadap dadal tegangan, misalnya gas SF 6. Generator
Van de Graaff sangat menguntungkan untuk penggunaan tegangan keluaran besar dan
arus beban kecil.
Pada generator Cockroft-Walton seperti ditunjukkan pada Gambar 5 tegangan
keluaran yang dihasilkan diperoleh dengan menggandakan tegangan masukan pelipat
tegangan dari generator pulsa. Prinsip penggandaannya adalah dengan proses pengisian
kapasitor sebagai pelipat tegangan secara paralel dan pelepasannya secara seri.
Generator ini dapat menghasilkan tegangan keluaran s/d. 2.500 kV dan efisiensinya
dapat mencapai 70 %. Struktur generator Cockroft-Walton secara garis besar
mempunyai bagian-bagian sebagai berikut:

Gambar 5 :
Generator Cockroft-Walton
Osilator
RF,
berfungsi

Page
18
membangkitkan tegangan osilasi dengan frekuensi beberapa ratus kHz dan daya
cukup besar untuk mengatasi kapasitas keluaran generator beserta rugi-ruginya.
Transformator RF, berfungsi meningkatkan tegangan keluaran osilator dari
beberapa kV menjadi beberapa puluh kV untuk masukan pelipat tegangan.
Rangkaian diode-kapasitor, berfungsi sebagai rangkaian pelipat tegangan yang
merubah tegangan AC (sinusoidal dari osilator) menjadi tegangan DC dengan
potensial yang tinggi.
Terminal, berfungsi mencegah terjadinya lucutan atau korona dari bagian-bagian
komponen di sisi ujung tegangan tinggi.

Page
19
6a 6b

Gambar 6. Contoh bentuk tabung akselerator buatanNEC.


a. Tabung akselerator tipe general purpose
b.Tabung akselerator tipe high gradient
Tegangan pemercepat elektrostatik yang berupa tegangan listrik searah (DC)
yang cukup tinggi dibagi dalam banyak elektrode pada tabung akselerator seperti
ditunjukkan pada Gambar 6, supaya medan pemercepat lebih homogen dan tegangan
antar elektrode lebih rendah. Tegangan tinggi pemercepat dipasang pada salah satu
ujung tabung akselerator, sementara ujung yang lainnya dipasang pada ground. Agar
diperoleh gradient medan listrik yang homogen dan rendah sepanjang tabung
akselerator dilakukan dengan sistem pembagi tegangan (voltage devider) yang terdiri
dari resistor dengan nilai ohm yang tinggi (orde mega ohm) sehingga beda potensial
akan terjaga tetap antara dua buah elektrode.
Tabung akselerator merupakan komponen utama MBE yang berfungsi untuk
mempercepat berkas partikel bermuatan yang dihasilkan oleh injektor sehingga dapat
mencapai energi yang cukup tinggi sesuai dengan kebutuhan. Partikel bermuatan akan
memperoleh energi yang sebanding dengan tegangan yang terpasang pada elektrode-
elektrode tabung akselerator menurut persamaan:
E qV .....................................................................(5)

dengan E energi partkel (eV), q muatan partikel (Coulomb), V tegangan terpasang


(volt).
Sebagai contoh misalnya pada Mesin Berkas Elektron 300 kV/20 mA yang
direncanakan dibuat di PTAPB-BATAN (Gambar 6a), dengan sumber tegangan tinggi
tipe Cockroft-Walton. Simulasi lintasan elektron dengan menggunakan rumus
relativistik (7) dan (8) diberikan pada Gambar 7. Rumus relativistik ini harus digunakan
Page
20
supaya pada ujung tabung pemercepat diperoleh energi kinetik elektron yang benar.

Gambar 7. Simulasi lintasan elektron dengan posisi awal r = 10, 8, 6, 4, 2, dan 0 mm


dengan tangen arah awal 0.

B. Pemercepat elektrodinamik (siklik)

Untuk memperoleh energi pemercepat yang lebih tinggi tanpa dibatasi oleh
tegangan-dadal, pemercepatan dapat dilakukan secara berulang (siklik) dalam medan
elektromagnet yang berubah secara siklik (elektrodinamik) dalam lintasan melingkar
(sirkuler) maupun lintasan lurus (linear).

1. Pemercepat sirkuler

a. Siklotron

Siklotron pertama dibuat oleh E.O. Lawrence sekitar tahun 1930. Lintasan
melingkar terjadi akibat medan magnet statis yang dipasang tegak-lurus lintasan
partikel. Pemercepatan terjadi akibat medan antara 2 dees (Gambar 8) yang
dipasang bolak-balik. Dari kesetimbangan antara gaya Lorentz akibat medan
magnet statis dengan gaya sentrifugal akibat gerak melingkar (tegak lurus lintasan
partikel sehingga berlaku persamaan (8), ruji lintasan melingkar diberikan oleh

= mv/qB, (9)

B kuat medan magnet. Dari v = , diperoleh frekuensi sudut medan bolak-balik


atau gerak melingkar partikel
Page
21
Gambar 8. Diagram sederhana siklotron.

= qB/m. (10)

Untuk partikel non-relativistik ( 1) ruji lintasan sebanding dengan


kecepatan v atau akar energi kinetik partikel dan praktis tetap. Besarnya energi
kinetik untuk non relativistik adalah
Ek = (qB)2/2m (11)

b. Sinkrosiklotron

Untuk partikel relativistik, dalam persamaan (10) gayut pada kecepatan


atau energi partikel sehingga supaya partikel selalu tepat dipercepat pada celah di
antara dees maka frekuensi tegangan bolak-balik () harus disinkronkan sesuai
dengan energi partikel ().

c. Betatron

Dalam persamaan (9) ruji orbit dapat dipertahankan relatif tetap jika medan
magnet B berubah sesuai dengan v dan . Medan magnet yang berubah ini
mengimbas medan listrik E sesuai persamaan Maxwell dalam satuan cgs.

E = -(1/c) dB/dt, (6)


sehingga terjadi medan pemercepat E melingkari medan magnet B yang berubah

Page
22
terhadap waktu. Prinsip ini digunakan untuk mempercepat elektron dalam
betatron dan dengan ruji orbit yang relatif tetap sehingga ruang-pemercepat
elektron yang harus dihampakan dapat dihemat.

Gambar 9. Lintasan partikel dalam mikrotron.

c. Mikrotron
Dalam mikrotron pemercepatan dilakukan dalam ruang yang sama
berulangkali dengan pemakaian 2 magnet pembelok 180 dengan medan magnet
tetap Bo sehingga ruji belokan akan bertambah sesuai dengan kenaikan energi
partikel (Gambar 9).

d. Sinkrotron
Seperti pada mikrotron pemercepatan dilakukan dalam ruang yang sama
berulangkali, tetapi dengan medan magnet pembelok yang kuatnya disinkronkan
dengan energi partikel sehingga diperoleh ruji pembelokan yang relatif tetap dan
ruang berkas partikel maupun magnet pembelok dapat dihemat (Gambar 10).

Page
23
Gambar 10. Lintasan partikel dalam sinkrotron.

Pada sinkrotron pemercepatan partikel dilakukan dengan menambah


percepatan partikel setiap kali melewati accereration cavity yang berupa RFQ.
Adapun medan magnet sektor berfungsi untuk memandu agar berkas partikel tetap
pada lintasan yang ditentukan dengan cara mensinkronkan besarnya medan magnet
sektor dengan percepatan partikel setiap kali mendapat pertambahan percepatan
dari RFQ.
Pemercepat sirkuler umumnya dapat menghemat ruang karena lintasan
partikel dibelokkan/disirkulasi dengan magnet pembelok. Jika partikel berenergi
tinggi diperlukan medan magnet yang sangat kuat untuk membelokkannya,
sehingga sering diperlukan magnet superkonduktor. Selain itu juga dipancarkan
radiasi sinkrotron yang besarnya sebanding dengan 1/, 1/m2, dan energi pangkat 4
(E4), sehingga sangat menghambat pemercepatan partikel bermasa ringan seperti
elektron. Hal ini tidak terjadi pada pemercepat linear, tetapi memerlukan ruang
lebih panjang.

Page
24
2. Pemercepat linear
Pemercepat linear siklik bekerja berdasarkan gelombang elektromagnet yang
bergerak dalam ruang tertutup ke arah tertentu (TW, traveling wave) dalam pandu-
gelombang (wave guide) atau bolak-balik membentuk gelombang-diam (SW,
standing wave) dalam rongga (cavity) pemercepat. Frekuensi gelombang yang
digunakan dari order ratusan MHz (proton, ion) sampai beberapa GHz (elektron).
Teknologi frekuensi tinggi hingga beberapa GHz yang diperlukan diperoleh dari
pengembangan teknologi radar selama perang dunia kedua.

Gambar 11. Pemercepat-linear Alvarez.

a. Pemercepat linear Alvarez

Disebut juga pemercepat-linear tabung-hanyut (DTL, drift tube linac)


(Gambar 11). Pemercepat ini baik untuk 0,04 < < 0,4, misalnya CERN Linac 2
untuk proton 50 MeV, frekuensi 200 MHz.

b. Pemercepat pandu-gelombang

Contoh pemercepat pandu-gelombang terlihat pada Gambar 12, di mana


medan yang terbentuk dalam pandu-gelombang mempercepat sekelompok
(bunch) elektron atau ion yang bergerak dengan fase yang sesuai.

Page
25
Gambar 12. Pemercepat-linear pandu-gelombang.

c. Pemercepat linear kuadrupol

Disebut juga pemercepat-linear kuadrupol-frekuensi-radio (RFQ linac,


radiofrequency qua-drupole linear accelerator). Pemercepat ini baik untuk ion
kecepatan rendah 0,01 dan selain memfokuskan (sifat medan kuadrupol,
Gambar 13) juga mempercepat (dengan modulasi elektrode, Gambar 14) dan
mengubah berkas-malar (continous beam) menjadi berkas-pulsa (bunches).

Gambar 13. Elektrode kuadrupol-listrik panjang dengan tegangan bolak-balik.

Page
26
Gambar 14. Modulasi elektrode RFQ untuk mem-bangkitkan medan
longitudinal.

2.3.4 Komponen Akselerator

Komponen utama akselerator baik yang menggunakan sistem pemercepatan


elektrostatik maupun elektrodinamik adalah hampir sama yaitu terdiri dari :
1. Sumber partikel bermuatan/Injektor
2. Sistem pemercepat
3. Sistem optik (pemfokus, pengarah, pemayar)
4. Sistem vakum
5. Sistem iradiator (target)
6. Sistem Instrumentasi dan Kendali.

1. Sumber Partikel Bermuatan/Injektor

Sumber partikel bermuatan/Injektor berfungsi untuk menghasilkan partikel


bermuatan seperti elektron dan ion. Jadi dari definisi ini ada dua jenis injektor yaitu
sumber elektron dan sumber ion.

a) Sumber elektron

Page
27
Pada umumnya elektron diperoleh dengan cara memanaskan metal berupa unsur
tungsten atau berupa paduan LaB6 dengan mengaliri arus listrik orde amper dari suplai
tegangan DC sehingga elektron pada atom-atom dari bahan tersebut dapat teremisi dan
lepas dari ikatannya. Jenis sumber elektron yang menggunakan bahan padatan untuk
menghasilkan elektron bebas disebut sumber elektron tipe termionik. Contoh skema
dari sumber elektron termionik seperti ditunjukan pada Gambar 15.

Keterangan:
1. Flange dudukan katode DN 160 5. Katode
2. Baut Pengikat 6. Isolator
3. Teminal catu daya 7. Elektrode pemfokus
4. Perisai radiasi termal

Gambar 15. Sumber elektron, (a) Rangkaian sumber elektron,

(b) Susunan sumber elektron

Page
28
e
J eT AT 2 exp ................................................(1)
kT
Bahan padat sebagai
pemancar elektron pada sumber elektron biasanya dinamakan filamen atau katode
panas, dan pemanasan filamen agar terjadi emisi termionik biasanya dilakukan dengan
aliran arus listrik. Rapat arus jenuh emisi elektron mengikuti persamaan Richardson-
Dushmann sebagai berikut:
A adalah tetapan Richardson, adalah fungsi kerja (work function) yang
nilainya tergantung pada jenis bahan filamen, k adalah tetapan Boltzmann (1,38x10-23
W.s.K-1), dan T adalah suhu filamen.

Sumber elektron termionik untuk akselerator mempunyai beberapa tipe


tergantung bentuknya. Bentuk-bentuk ini dibedakan dari bentuk katode (emitor) dan
bentuk anode (ekstraktor). Pada prinsipnya elektron juga dapat dihasilkan dari bahan
gas namun sumber elektron ini masih jarang digunakan untuk kepentingan aplikasi.

b) Sumber ion

Sumber ion banyak jenisnya walaupun demikian secara umum suatu sumber ion
terdiri dari 2 bagian pokok yaitu bagian penghasil ion atau ionisator dan bagian
pembentuk berkas ion. Yang membedakan jenis sumber ion biasanya adalah bagian
ionisatornya. Sedangkan bagian pembentuk berkas ion pada umumnya sama atau
mirip. Pemilihan jenis sumber ion untuk akselerator tergantung dari jenis bahan yang
akan diionisasi. Untuk bahan berbentuk gas banyak digunakan sumber ion katoda
dingin (Penning), sumber ion tipe radio frekuensi (RF), sumber ion multicups, dan
sumber ion Duoplasmatron. Pada akselerator generator neutron karena yang akan
dionisasi adalah gas deuterium umumnya menggunakan sumber ion RF sedangkan
pada akselerator implantor ion untuk bahan gas menggunakan sumber ion tipe Penning
dan untuk bahan padat menggunakan sumber ion katoda panas (jenis tumbukan
elektron atau lucutan dengan menguapkan bahan padat). Berikut salah satu contoh
skema dan prinsip kerja sumber ion RF seperti ditunjukan pada Gambar 16. Pada
sumber ion ini atom gas dalam ruang ionisasi diionisasi menggunakan energi radio
frekuensi. Dengan energi gelombang radio frekuensi, elektron bebas akan berosilasi

Page
29
dipercepat dan lepas dari ikatannya dan akan terjadi tumbukan antara elektron-
elektron tersebut dengan atom-atom gas netral sehingga dapat mengionisasi atom-
atom gas dan terbentuk plasma yang berupa ion gas dan elektron. Gelombang radio
frekuensi yang digunakan biasanya mempunyai frekuensi antara 100 MHz s/d. 150
MHz dengan daya berkisar antara 10 Watt s/d. 1.000 Watt. Sumber elektron ini dapat
digunakan untuk menghasilkan kerapatan plasma antara (10 8 s/d. 1011) cm-3 serta
berkas ion yang dihasilkan sampai puluhan miliamper. Sumber ion ini menghasilkan
ion positip sehingga tegangan yang dipasang pada elektrode pendorong (repeler)
adalah tegangan positip. Untuk meningkatkan efisiensi ionisasi, pada sumber ion RF
juga dapat dilengkapi dengan medan magnet . Medan magnet dari elektromagnet
digunakan untuk memperpanjang lintasan partikel bermuatan di dalam ruang ionisasi
khususnya elektron, sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan antara elektron
dengan atom-atom di dalam ruang ionisasi lebih besar dan akibatnya proses ionisasi
bertambah atau meningkatkan ionisasi. Disamping itu, medan magnet ini dapat
memfokuskan plasma yang terbentuk di ruang ionisasi sehingga kerapatan plasma atau
ion di depan celah (lubang ekstraktor) semakin tinggi dan ion yang dapat diekstraksi
semakin tinggi.

Gambar 16. Prinsip dasar sumber ion RF[3]

2. Sistem Pemercepat

Pemercepatan partikel bermuatan telah dibahas dimuka. Dari uraian tersebut sistem
pemercepatan dapat dipahami bahwa pemercepatan partikel memang unik. Namun perlu
diingat apapun bentuk sistem pemercepatannya bahwa penambahan energi hanya dapat
dilakukan dari gaya Coulomb. Fungsi RF ataupun medan magnet hanyalah bagian dari
Page
30
sistem pemercepatan. Pada sistem pemercepat RF penambahan energi dikarenakan adanya
perubahan potensial positip dan negatip secara beraturan adapun fungsi magnet hanyalah
sebagai pemandu (penyearah, pemfokus, tempat lintasan).
Pada pemercepatan elektrostatik, sistem pemercepat dibagi menjadi 2 bagian yaitu
tabung pemercepat dan tegangan pemercepatan. Tabung pemercepat yaitu suatu peralatan
yang digunakan untuk memberikan tambahan energi (mempercepat) pada partikel
bermuatan (elektron atau ion) sehingga setelah keluar dari tabung pemercepat, partikel
bermuatan tersebut telah mempunyai energi yang cukup sesuai dengan kapasitas sistem
pemercepat. Sumber tegangan tinggi yang digunakan sebagai tegangan pemercepat pada
akselerator elektrostatik terdiri dari beberapa jenis meliputi : transformator, generator Van
de Graaff, generator Cockroft-Walton, generator Deltatron dan generator Dynamitron.
Masing-masing jenis ini mempunyai keuntungan dan kerugian, sehingga dalam
penggunaannya harus dipilih dan disesuaikan yang paling menguntungkan.

3. Sistem Optik
Sistem optik dalam akselerator terdiri dari sistem pemfokus, sistem analisator dan
sistem pemayar. Sistem pemfokus digunakan hampir untuk seluruh akselerator baik
akselerator ion maupun akselerator elektron. Untuk sistem analisator biasanya digunakan
pada akselerator ion, sedangkan sistem pemayar biasanya hanya digunakan pada
akselerator elektron (mesin berkas elektron).
Sistem pemfokus berfungsi untuk memfokuskan berkas partikel (ion maupun
elektron) agar berkas tersebut mempunyai lintasan sesuai yang diharapkan. Jika lintasan
berkas tersebut tidak terfokus dan menyebar, maka akan menumbuk dinding-dinding di
dalam akselerator dan dapat menyebabkan terjadinya panas serta kehilangan berkas
partikel (ion atau elektron). Sistem pemfokus ada beberapa jenis atara lain: lensa Einzel,
lensa kuadrupol dan pemfokus solenoid. Lensa Einzel dan lensa kuadrupol bekerjanya
didasarkan medan listrik yang dibangkitkan oleh tegangan listrik yang diberikan,
sedangkan pemfokus solenoid didasarkan pada medan magnet yang dibangkitkan oleh
elektromagnet (kumparan solenoid). Untuk lensa Einzel dan lensa kuadrupol, besarnya
energi partikel akan menentukan besarnya tegangan listrik yang diperlukan untuk
memfokuskan. Tetapi untuk pemfokus solenoid, besarnya energi partikel akan
Page
31
menentukan arus listrik pada kumparan solenid. Skematik pemfokus solenoid dapat dilihat
pada Gambar 17.

Gambar 17. Lensa magnetik selenoid dan lintasan elektronnya

Sistem analisator biasanya berbentuk sektor magnet yang digunakan pada


akselerator ion (implantasi ion) untuk memisahkan jenis ion agar jenis ion yang sampai
pada target adalah ion tunggal. Prinsip kerja dari sistem analisator ion didasarkan medan
magnet yang dihasilkan oleh kumparan elektromagnet. Medan magnet ini digunakan
untuk membelokkan berkas ion setelah dipercepat oleh tabung pemercepat dan diarahkan
menuju target. Sudut pembelokan tergantung dari tenaga dan massa (jenis) ion serta
besarnya medan magnet yang dihasilkan oleh elektromagnet. Analisator juga dapat
menggunakan medan listrik menggunakan lempeng elektroda sejajar, namun teknik ini
tidak seteliti analisator magnet sehingga umumnya teknik ini digunakan hanya untuk
depleksi ion atau elektron. Contoh skema sistem optik bentuk analisator seperti
diperlihatkan pada Gambar 18.
Sistem pemayar biasanya digunakan pada mesin berkas elektron yang berfungsi untuk
memayarkan (membelokkan) berkas elektron agar mempunyai jangkauan yang lebih lebar
untuk iradiasi. Besar pembelokan berkas elektron dalam sistem pemayar 30 0 dengan
frekuensi beberapa puluh Hz bahkan ratusan Hz agar menghasilkan iradiasi yang seragam.
Bagian-bagian sistem pemayar meliputi: magnet pemayar, corong pemayar (scanning

Page
32
horn), jendela (window) dan pendingin jendela. Magnet pemayar berupa kumparan
elektromagnet yang berpasangan dan dipasang pada ujung corong pemayar. Tegangan
listrik yang diberikan berupa tegangan gigi gergaji (segitiga) agar medan magnet yang
dihasilkan dapat membelokkan berkas elektron dalam arah bolak balik.

a) b)

Gambar 19. Analisator magnet dan elektrik.

4. Sistem Vakum
Sistem vakum mutlak diperlukan pada akselerator untuk menghampakan udara yang
berada dalam ruang vakum agar partikel bermuatan dapat bergerak dengan bebas
hambatan. Sedangkan yang dimaksud hampa adalah suatu ruangan yang mempunyai
kerapatan gas di dalamnya sangat rendah. Satuan yang lazim untuk memberikan besaran
suatu kehampaan dinyatakan dalam satuan tekanan yaitu Torr (mmHg), Pa (N/m2) dan
mbar. Sistem vakum akselerator terdiri dari pompa vakum, ruang vakum, pipa-pipa
penghubung, kran dan tera vakum. Untuk dapat mencapai kevakuman yang disyaratkan
yaitu orde 10-6 -10-8 maka biasanya digunakan pompa vakum tinggi. Besarnya kecepatan
pompa vakum tinggi yang digunakan tergantung pada volume ruang vakum yang
digunakan. Hal ini berkaitan dengan beban pemompaan. Makin besar volume ruang
vakum, makin besar ukuran pompa vakum tinggi yang diperlukan.
Kehampaan suatu sistem diklasifikasikan menurut tingkat kehampaannya yaitu:
Page
33
Kehampaan rendah s/d. 10-1 Torr

Kehampaan sedang < 10-1 Torr s/d. 10-4 Torr

Kehampaan tinggi < 10-5 Torr s/d. 10-7 Torr

Kehampaan sangat tinggi < 10-7 Torr s/d. 10-16 Torr

Dalam instalasi sistem hampa, untuk menghasilkan tekanan rendah (hampa), ada
beberapa jenis pompa yang dapat digunakan antara lain :
1. Pompa mekanik (pompa rotari, pompa turbomolekular)
2. Pompa-uap (pompa difusi)
3. Pompa ionik.
Alat ukur kehampaan mempunyai dasar kerja dan jangkauan pengukuran yang
berbeda, sebagai contoh alat ukur ini adalah manometer pirani (1 - 10 -4 Torr), manometer
ionisasi katode dingin sering disebut manometer penning (10-2 - 10-7 Torr.), dan
manometer ionisasi katode panas sering disebut manometer ionik (10-3 - 10-10 Torr.).

Gambar 20: Pompa Rotari

Page
34
Gambar 21: Pompa Turbomolekular jenis horisontal

5. Sistem irradiator (Target)


Sistem iradiator/target untuk masing-masing akselerator berbeda-beda dan
disesuaikan dengan aplikasinya. Sehubungan dengan adanya beberapa jenis akselerator
dan sistem iradiatornya berbeda-beda, maka hanya dibicarakan untuk akselerator ion
(implantor ion), akselerator elektron (mesin berkas elektron) dan generator netron.
Sistem iradiator pada implantor ion, untuk menempatkan sampel (cuplikan) yang
diimplantasi dan di dalam ruang vakum. Pemvakuman sistem iradiator (tempat sampel)
dapat dilakukan dengan pompa vakum tersendiri atau menjadi satu dengan pompa vakum
dari implantor ion. Jadi implantor ion tidak menggunakan jendela (window) untuk
mengeluarkan ion ke atmosphir.
Sistem iradiator pada mesin berkas elektron dapat berupa konveyor untuk membawa
target dari tempat preparasi (persiapan) menuju ruang iradiator (dibawah corong
pemayar/jendela) sampai proses iradiasi. Sampel (cuplikan) yang diiradiasi ditempatkan
di atas konveyor (di udara atmosphir) dan berkas elektron dikeluarkan melewati jendela
menuju sampel (cuplikan).
Pada generator netron, berkas ion deuterium ditembakkan ke target tritium untuk
mendapatkan reaksi D-T sehingga menghasilkan netron cepat 14 MeV. Netron cepat ini
yang digunakan untuk mengiradiasi sampel (cuplikan). Sistem iradiator yang digunakan
berupa bejana untuk menempatkan sampel (cuplikan) saat diiradiasi yang berimpit dengan
target tritium. Sistem iradiator pada generator netron dilengkapi dengan sistem pneumatik

Page
35
untuk mengirimkan dan mengambil sampel yang diiradiasi dan selanjutnya sampel
dianalisa (dicacah) dengan multi chanel analisator.

6. Sistem Intrumentasi dan Kendali

Sistem instrumentasi dan kendali (SIK) dalam teknologi akselerator memegang


peranan penting pada saat pengoperasian. Semua bagian utama akselerator mulai dari
injektor, sistem pemercepat, sistem pemfokus berkas, sistem pemayar/pembelok berkas,
sistem analisator berkas, sistem vakum, sistem pendingin, sistem iradiator/target, sampai
dengan konveyor dapat dipantau dan dikendalikan secara otomatis menggunakan
komputer yang terletak di ruang kendali. SIK pada sistem akselerator elektrostatik lebih
sederhana dibandingkan dengan akselerator elektrodinamik khususnya pada akselerator
sinkrotron.

2.3.5 Jenis Akselerator

Penggolongan jenis akselerator memang unik, namun demikian umumnya


penggolongan jenis akselerator dapat ditentukan dari bentuk lintasan, sistem pemercepatan,
luaran berkas partikel, dari besar energinya dan bahkan aplikasinya.
Dari bentuk lintasan akselerator dibagi menjadi dua yaitu:
1. Akselerator linier : akselerator elektrostatik dan RF linac (linear accelerator)
2. Akselerator sirkular : siklotron, sinkrosiklotron, isokron siklotron, betatron,
mikrotron, sinkrotron.
Dari sistem pemercepatan yang dipakai dibagi menjadi dua yaitu:
1. Akselerator elektrostatik : Cockroft Walton, Van de Graaff, Dynamitron, Tandem
Peletron, Transformator
2. Akselerator elektrodinamik: siklotron, sinkrosiklotron, isokron siklotron, betatron,
mikrotron, sinkrotron, RF linac (linear accelerator)
Dari luaran berkas partikel dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Akselerator elektron
2. Akselerator ion

Page
36
3. Akselerator generator neutron
Dari aplikasi akselerator yang populer dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Akselerator implantor ion untuk industri semikonduktor
2. Akselerator Linac untuk kedokteran
3. Mesin berkas elektron (MBE) untuk proses industri.
Pembagian akselerator berdasarkan energi dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Rendah : ratusan keV puluhan MeV
2. Sedang : ratusan MeV - GeV
3. Tinggi : puluhan GeV - TeV
Khusus untuk MBE mempunyai penggolongan energi sendiri berdasarkan aplikasinya yaitu:

1. MBE energi rendah (100 keV 400 keV) dengan arus orde 1 - 20 mA.
2. MBE energi sedang (400 keV 5 MeV) .dengan arus orde 10 - 100 mA.
3. MBE energi tinggi (5 MeV 15 MeV) dengan arus orde 1- 10 mA.
Untuk memberikan gambaran jenis akselerator berikut ini disajikan jenis akselerator
berdasarkan luaran akselerator yang terdiri dari akselerator generator neutron seperti
ditunjukkan pada Gambar 17, akselerator implantor ion seperti ditunjukkan pada Gambar
18, dan akselerator elektron yang disebeut mesin berkas elektron seperti ditunjukkan pada
Gambar 19. Ketiga akselerator ini kebetulan merupakan akselerator jenis elektrostatik jika
didasarkan pada sistem pemercepatan atau akselerator linier jika didasarkan pada bentuk
lintasannya. Prinsip kerja dari akselerator ini pada prinsipnya hampir sama. Pada generator
neutron dan implantor ion partikel bermuatan berupa ion dihasilkan dari sumber ion
kemudian ion didorong oleh tegangan positip menuju tabung akselerator untuk dipercepat
selanjutnya berkas ion mengalami pemfokusan dan langsung ditembakan ke target tritium
pada generator neutron sedangkan pada implantor ion berkas harus melalui analisator masa
sebelum ditembakan ke target. Pada MBE partikel bermuatan berupa elektron dihasilkan
oleh sumber elektron kemudian didorong ke tabung akselerator, terus mengalami
pengarahan dan pemfokusan sebelum dimayarkan(di scanning) untuk ditembakan ke target.

Page
37
Gambar 22. Skema Generator Neutron

Gambar 23 : Skema Implantor ion

Page
38
Gambar 24 Skema Mesin Berkas Elektron

2.3.6 MANFAAT AKSELERATOR

Akselerator partikel merupakan salah satu instrumen yang paling serbaguna yang
dirancang para fisikawan. Mulanya akselerator partikel digunakan terutama untuk riset
dasar fisika nuklir dan partikel namun kemudian banyak digunakan untuk keperluan aplikasi
dalam bidang lainnya. Tabung Sinar-X yang merupakan tonggak sejarah aplikasi akselerator
partikel sekarang ini mempunyai dampak sangat besar terhadap kehidupan manusia.
Seiring dengan berkembangnya teknologi akselerator yang meliputi akselerator
elektrostatik (Vande Graff ,Tandem Vande Graff, Velicy, Cockcroft Walton, Dynamitron),

Page
39
akselerator linier (akselerator tabung hanyut, dan akselerator pandu gelombang), dan
akselerator orbital (akselerator siklotron, akselerator synchroton, akselerator synchro
synchrotron, dan betatron) aplikasi akselerator berkembang dan menjamah berbagai bidang.
Sampai saat ini akselerator partikel telah digunakan dalam bidang industri, kedokteran,
bioteknologi, lingkungan, riset dasar dan aplikasi, alat analisis unsur yang ampuh, dan
teknologi daya masa datang.
Aplikasi dalam bidang industri terutama yang menonjol dalam industri semikonduktor
dengan menggunakan teknik implantasi ion, dan mikrolitografi dengan menggunakan
berkas synchrotron untuk menghasilkan komponen elektronik terintegrasi yang mempunyai
densitas tinggi. Juga dalam industri akselerator digunakan untuk proses iradiasi untuk
memodifikasi sifat permukaan bahan berbagai material untuk menghasilkan bahan baru
bersifat unggul. Disamping itu akselerator partikel telah digunakan untuk eksplorasi minyak
bumi, pengawetan makanan, polimerasi plastik, dan sterilisasi alat medis.
Dalam bidang kedokteran aplikasi teknologi akselerator partikel dapat dikatakan
mapan. Akselerator partikel digunakan untuk memproduksi radioisotop untuk keperluan
diagnosis atau perlakuan, juga digunakan untuk terapi dengan menggunakan sinar X, sinar
gamma, dan yang paling baru terapi menggunakan neutron, dan partikel bermuatan.
Berkembangnya bidang bioteknologi pada akhir dekade ini juga tidak luput dari
sumbangan teknologi akselerator partikel. Dengan menggunakan radiasi partikel yang
berasal dari akselerator memungkinkan merekaya genetik suatu tumbuhan yang sangat
bermamfaat bagi kehidupan.
Dalam bidang lingkungan akselerator partikel berpartisipasi sebagai alat analisis unsur
yang ampuh dengan menggunakan teknik PIXE, PIGE dan NRA untuk memonitor polusi
lingkungan. Juga sedang dikembangkan teknik purifikasi limbah industri NOx dan SOx.
Akselerator partikel sampai saat ini masih digunakan sebagai alat riset yang ampuh
baik riset dasar maupun aplikasi dalam bidang fisika mulai dari fisika partikel dasar sampai
dengan fisika zat mampat. Akselerator juga digunakan dalam bidang lainnya sebagai alat
analisis untuk mempelajari struktur kimia dan biologi dan sebagai alat analisa unsur
kelumit.
Dewasa ini sedang dikembangkan akselerator sebagai bagian dari sistem pembangkit
daya. Dalam hal ini akselerator digunakan menyediakan panas tambahan untuk
Page
40
menyalakan plasma dalam reaktor fusi tokamak. Akselerator juga digunakan untuk
transmutasi limbah nuklir umur panjang dari hasil reaktor daya nuklir. Dalam proses ini
memungkinkan dibuat suatu reaktor daya yang disebut accelerator driven reactor.

Page
41
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan :

Partikel elementer adalah sebuah partikel yang terbangun dari sejumlah


kecil partikel yang belum dikenal atau belum terdeteksi bagian-bagiannya.
Entah tersusun dari 1 partikel (partikel tunggal) atau tersusun dari beberapa
partikel.
Berdasarkan perbedaan nilai spinnya partikel dibedakan menjadi partikel
fundamental fermion (spin pecahan) dan partikel fundamental boson (spin
bulat). Partikel fundamental fermion (spin pecahan di bedakan menjadi : Quark
dan lepton, Elektron dan neutron merupakan bagian dari kelompok lepton.
LASER merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emmission of Radiation
( penguatan cahaya dengan stimulasi emisi radiasi ) yaitu mekanisme suatu alat yang memancarkan
radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat
dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi.
Akselerator partikel menurut ilmu fisika adalah mesin untuk meningkatkan energi kinetik
partikel bermuatan dengan mempercepatnya di dalam medan listrik. sistem pemercepat partikel
dapat dibedakan menjadi pemercepat elektrostatik (static fields) dan pemercepat elektrodinamik
(alternating fields). Untuk memperoleh energi pemercepat yang lebih tinggi tanpa dibatasi oleh
tegangan-dadal, pemercepatan dapat dilakukan secara berulang (siklik) dalam medan elektromagnet
yang berubah secara siklik (elektrodinamik) dalam lintasan melingkar (sirkuler) maupun lintasan
lurus (linear). Komponen utama akselerator baik yang menggunakan sistem pemercepatan
elektrostatik maupun elektrodinamik adalah hampir sama yaitu terdiri dari : sumber partikel
bermuatan/Injektor, sistem pemercepat, sistem optik (pemfokus, pengarah, pemayar), sistem
vakum, sistem iradiator (target), sistem Instrumentasi dan Kendali. Sampai saat ini akselerator
partikel telah digunakan dalam bidang industri, kedokteran, bioteknologi, lingkungan, riset dasar
dan aplikasi, alat analisis unsur yang ampuh, dan teknologi daya masa datang.

Page
42
3.2 Saran
Baik partikel elementer, laser, dan akselerator partikel sampai saat ini masih digunakan sebagai
alat riset yang ampuh baik riset dasar maupun aplikasi dalam bidang fisika mulai dari fisika partikel
dasar sampai dengan fisika zat mampat. Oleh karena itu diharapkan kepada para pembaca agar
dapat mengembangkan riset dalam ranah fisika ke arah yang lebih jauh lagi, serta berdampak
positif memiliki manfaat untuk masyarakat luas.

Page
43