Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN IVA

No. Kode : Ditetapkan Oleh Kepala


Puskesmas Kawua
Terbitan :

No. Revisi :
SOP
Tgl. Mulai Berlaku :

Puskesmas Kawua
Halaman : Albert Kalengkongan, A.Md.Kep
NIP: 19711015 199303 1 007

1.Pengertian . IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah pemeriksaan deteksi dini kanker leher
rahim dengan cara mengoleskan larutan asam asetat 3-5% pada serviks dan seluruh SSK
untuk melihat apakah terjadi perubahan sel-sel abnormal (lesi pra kanker/lesi
acetowhite).
. SSK (sambungan skuamo kolumnar) adalah garis pertemuan sel-sel skuamosa dan sel-
sel kolumnar tipis yang ada pada permukaan serviks, pertemuan ini merupakan zona
transformasi yaitu area paling rentan terhadap perubahan abnormal sel
. Acctowhite adalah daerah dalam zona transformasi yang berubah menjadi putih ketika
diolesi larutan asam asetat 3-5%
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk melaksanakan pemeriksaan IVA di unit
KIA puskesma kawua/ Polindes sayo.

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas No....

4.Referensi . Tapan Erik, 2005, kanker, Antioksidan, Terapi, Elex Media Komputindo, Jakarta.

. Departemen Kesehatan RI, 2007, Buku Pegangan Peserta Pelatihan Pencegahan


Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara, JNPK-KR, Jakarta.

. Departemen Kesehatan RI, 2007, Buku Acuan Pencegahan Kanker Leher Rahim dan
Kanker Payudara, JNPK-KR, Jakarta.

5.Prosedur PERSIAPAN PASIEN

1. Petugas menyambut pasien dengan ramah


2. Petugas menjelaskan prosedur pemeriksaan dan menjelaskan hal yang mungkin
terjadi selama pemeriksaan : rasa kurang nyaman, sedikit nyeri, sedikit
mengganggu privasi pasien
3. Petugas membuat persetujuan tindakan yang akan dilakukan
4. Petugas meminta pasien untuk mengosongkan kandung kemih membersihkan
genetalia dan melepas pakaian dalam
5. Petugas menanggapi reaksi pasien
PERSIAPAN ALAT

1. Meja Gynekologi
2. Selimut
3. Meja dan alat tulis
4. Kursi
5. Troli
6. Status pasien
7. Spekulum cocor bebek
8. Asam asesat 3-5%
9. Lidi kapas
10. Lampu sorot
11. Sarung tangan steril
12. Larutan clorin 0,5%

PERSIAPAN LINGKUNGAN

1. Petugas menjaga privasi

PENATALAKSANAAN

1. Petugas memposisikan litotomi pasien di meja gynekologi kemudian pakaikan


selimut
2. Petugas menghidupkan lampu sorot, arahkan pada bagian yang akan diperiksa
3. Petugas mencuci tangan dengan air mengalir dan mengeringkan dengan handuk
4. Petugas memakai sarung tangan steril
5. Petugas memasang spekulum dan menyesuaikannya sehingga seluruh leher rahim
dapat terlihat
6. Petugas memeriksa leher rahim apakah curiga kanker serviks, servisitis, ektopion,
tumor, ovula naboti atau luka
7. Petugas membersihkan cairan, darah, atau mukosa menggunakan lidi kapas dari
leher rahim. Kemudian membuang lidi kapas ke dalam tempat sampah medis
8. Petugas mengidentifikasi ostium uteri, SSK, dan zona transformasi
9. Petugas mencelupkan lidi kapas ke dalam larutan asam asetat lalu mengoleskan
pada leher rahim. Kemudian membuang lidi kapas ke dalam tempat sampah medis
10. Petugas menunggu minimal 1 menit agar asam asetat terserap dan tampak
perubahan warna putih yang disebut lesi white
11. Petugas memeriksa SSK dengan teliti, memeriksa apakah leher rahim mudah
berdarah, mencari apakah terdapat plak putih yang tebal dan meninggi atau lesi
white
12. Bila perlu petugas mengoleskan kembali asam asetat atau usap leher rahim dengan
lidi kapas untuk menghilangkan mukosa, darah atau debris, membuang lidi kapas
ke dalam tempat sampah medis
13. Bila pemeriksaan visual telah selesai petugas membersihkan sisa cairan asam
asetat dari leher rahim dan vagina menggunakan lidi kapas baru dan membuang
lidi kapas ke dalam tempat sampah medis
14. Petugas melepaskan spekulum dan melakukan dekontaminasi dengan merendam
spekulum dan sarung tangan dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit
15. Petugas meminta pasien untuk duduk, turun dari meja periksa dan berpakaian
16. Petugas mencuci tangan dengan air mengalir dan mengeringkan dengan handuk
17. Petugas mencatat hasil tes IVA dan temuan lain dalam rekam medis pasien

6.Unit Terkait 1. Polindes sayo


2. KIA / PKM Kawua

7 Dokumen terkait 1. Buku catatan hasil pemeriksaan.


2.