Anda di halaman 1dari 4

ETOS KERJA, ETIKA KERJA, dan PROFESIONALISME

Definisi:

Etos berasal dari bahasa latin etikos, yang berarti moral atau karakter moral.

Etos bisa juga diartikan sebagai suatu keyakinan, kepercayaan, kebiasaan, sikap atau

dasar dari etika.

Kata lain yang berkaitan erat dengan etos dan etika adalah profesionalisme.

Manusia yang terdiri dari unsur lahir, batin, dan pikir, apabila secara lebih jelas

dapat dikembangkan menjadi keyakinan- kepercayaan- cara pikir- perbuatan.

Keyakinan adalah sesuatu yang sulit dirubah, termasuk di sini adalah nilai-nilai

tentang baik dan buruk, hati nurani, dan ajaran agama.

Etos kerja dimasukkan ke dalam kategori kepercayaan, yang bisa berbuah

dengan sesuai input (masukkan) yang masuk dari pikiran. Etos kerja menjadi dasar dari

cara pikir profesionalime, yang selanjutnya akan diwujudkan dalam bentuk perbuatan

cara kerja.

Ada dua factor utama dari luar yang mempengaruhi etos kerja:

1. Etos kerja lingkungan


2. Etika kerja

Etos kerja lingkungan adalah contoh nyata yang diberikan oleh lingkungan.
Adapun etika kerja adalah bagian dari kesisteman organisasi, yang biasanya
dituangkan dalam bentuk aturan main formal. Prosedural sebagai contoh kasus adlah
kondisi etos kerja di Negara kita, Indonesia. Etos kerja di Negara kita sudah kita
maklumi bersama kondisinya sangat memprihatinkan, yaitu produktivitasnya rendah
dan maraknya kasus korupsi.
Maka salah satu cara untuk melawan etos kerja lingkungan yang buruk ini
adalah dengan menegakkan etika kerja internal organisasi.

Variable yangberkaitan dengan hal di atas sangatlah banyak, akan tetapi dalam
hal ini kita ambilnya 4(empat) variable yang dianggap paling dominan, yaitu terdiri dari
dua variable pertama:

1. Ketuntasan Kerja
2. Hasil kerja yang baik

Kedua variable pertama diatas termasuk dalam keyakinan yang dimiliki setiap
orang adalah merupakan keinginan normal dari setiap manusia untuk menyelesaikan
setiap perkerjaannya dan memberikan hasil yang terbaik.

Dua variable berikutnya adalah:

1. Sistem reward
2. Sistem punishment

Kedua variable di atas merupakan etika kerja.

B
AREA TERLALU A AREA
IDELIS I PROFESIONALISME
K

REWAR

MANGKRAK TUNTAS

B
REWARD U
R
U AREA
K PENUH
AREA KORUPSI
FIKTIF
Profesionalisme adalah diartikan sebagai kemampuan menyaksikan pekerjaan

dengan tuntas dan baik. Sementara etos kerja dapat dibentuk dengan penerapan

reward dan punishment yang tepat. Reward, meskipun lebih rumit, tetapi bisa

memberikan hasil yang positif, yaitu tuntas dan baik. Sedangkan punishment, biarpun

lebih mudah dan sederhana, memang bisa mendorong ketuntasan kerja, tetapi

berpotensi menghasilkan kualitas buruk.

Contoh nyata adalah di dunia jasa kontruksi, banyak terjadi bangunan yang

runtuh atau rusak sebelum sampai umur yang direncanakan. Bagi pemborong atau

pelaksana tidak ada mekanisme reward, yang ada hanya punishment saja, bahkan

sejak sebelum pekerjaan dimulai, yaitu bentuk suap, sunat, dan sejenisnya.
ETOS KERJA
ETOS KERJA
PROFESSIONALIS
LINGKUNGAN ETIKA KERJA
ME
(SISTEM