Anda di halaman 1dari 15

[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

BAB IV

PENGUKURAN LINIER PAKU DAN CRANKSHAFT

4.1 PROSEDUR PENGUKURAN


Langkah langkah yang harus dilakukan untuk mengukur benda kerja
dengan menggunakan vernier caliper adalah sebagai berikut.
4.1.1 Pengukuran Linier Paku
1. Persiapkan paku dan alat ukur yang akan digunakan.
2. Beri nomor pada paku dengan nomor 1-4.
3. Lakukan pengukuran satu persatu dari empat paku yang ada.
4. Gunakan vernier caliper untuk mengukur (A) diameter batang, (B)
diameter kepala, dan (C) panjang paku sebanyak tiga kali.

Gambar 4.1 Geometri paku.

5. Tuliskan hasil pengukuran pada tabel 4.2.


6. Rapikan alat dan benda ukur yang digunakan ke tempat semula.
4.1.2 Pengukuran Linier Crankshaft
1. Persiapkan crankshaft dan alat ukur.
2. Gunakan vernier caliper untuk mengukur geometri crankshaft.
3. Lakukan pengukuran sebanyak 3 kali sesuai gambar 4.2 dan tulis hasil
pengukuran panjang yang dilambangkan dengan angka 1 sampai 9 pada
tabel 4.3 dan pengukuran diameter yang dilambangkan dengan I-V pada
tabel 4.4.

Gambar 4.2 Crankshaft sisi kanan (A)

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 51


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

4. Lakukan pengukuran sebanyak 3 kali sesuai gambar 4.3 dan tulis hasil
pengukuran panjang yang dilambangkan dengan angka 1 sampai 4 pada
tabel 4.5 dan pengukuran diameter yang dilambangkan dengan I-V pada
tabel 4.6.

Gambar 4.3 Crankshaft sisi kiri (B)


5. Lakukan pengukuran sebanyak 3 kali sesuai gambar 4.4 ini dan tulis hasil
pengukuran panjang yang dilambangkan dengan A-L pada tabel 4.7.

Gambar 4.4 Connecting rod tampak atas, kanan, dan kiri.


6. Rapikan alat dan benda ukur yang digunakan ke tempat semula.
4.2 ALAT DAN BENDA UKUR
4.2.1 Alat Ukur
Alat ukur yang digunakan pada praktikum pengukuran linier paku dan
crankshaft adalah vernier caliper dan micrometer sekrup dengan detail produk
sebagai berikut.

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 52


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

1. Vernier Caliper
Tabel 4.1 Data alat ukur.
Merk Mitutoyo
Kapasitas Ukur 0 150 mm
Kecermatan 0,02 mm

1 4

3
6

Gambar 4.5 Vernier caliper (Laboratorium Metrologi Industri, 2017)


Keterangan gambar :
1. Inside jaws (rahang dalam) digunakan untuk mengukur diameter dalam
benda.
2. Outside jaws (rahang luar) digunakan untuk mengukur diameter luar
benda.
3. Lock (pengunci) digunakan untuk mengunci bagian yang bergerak dari
vernier caliper.
4. Main scale (skala utama) digunakan untuk membaca hasil pengukuran
suatu benda.
5. Nonius scale (skala nonius) digunakan untuk membaca hasil pengukuran
suatu benda dengan skala detail yang ditunjukkan dengan nilai desimal di
belakang koma setelah pembacaan hasil pengukuran pada skala utama.
6. Depth bar digunakan untuk mengukur kedalaman suatu benda yang
berbentuk rongga.

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 53


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

2. Micrometer Sekrup

Tabel 4.2. Data Alat Ukur


Merk Mitutoyo

Kapasitas Ukur 50 75 mm

Kecermatan 0,01 mm

3
7
2
5

1 6

Gambar 4.6. Mikrometer Sekrup (Laboratorium Metrologi Industri, 2017)


Keterangan gambar :
1. Frame digunakan untuk meminimalkan terjadinya transfer panas dari
tangan manusia terhadap baja saat proses pengukuran.
2. Anvil atau poros tetap memiliki fungsi sebagai penahan saat sebuah benda
akan diukur dan ditempatkan diantara anvil dengan spindle.
3. Spindle atau poros gerak merupakan sebuah silinder yang bisa digerakan
menuju anvil.
4. Pengunci atau lock mempunyai fungsi untuk menahan spindle atau poros
gerak agar tidak bergerak saat proses pengukuran benda.
5. Sleeve merupakan tempat diletakannya skala utama( satuan milimeter ).
6. Thimble merupakan tempat skala nonius atau skala putar berada.
7. Ratchet Knob dipakai untuk memutar spindle atau poros gerak saat ujung
dari spindle telah dekat dengan benda yang akan di ukur.

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 54


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

4.2.2 Benda Kerja


Benda kerja yang digunakan dalam praktikum Metrologi Industri dan
Kontrol Kualitas 2017 pada pos pengukuran linier paku dan crankshaft adalah
sebagai berikut.
1. Paku
Paku yang digunakan dalam praktikum ini terdiri dari empat buah yang
ditunjukkan pada gambar 4.7 berikut.

Gambar 4.7 Paku (Laboratorium Metrologi Industri, 2017)


2. Crankshaft
Crankshaft yang digunakan dalam praktikum ini ditunjukkan pada gambar
4.6, 4.9, dan 4.10 berikut ini.

Gambar 4.8 Crankshaft (tampak atas) (Laboratorium Metrologi Industri, 2017)

(A) (B)
Gambar 4.9 Crankshaft tampak kanan (A) dan tampak kiri (B) (Laboratorium
Metrologi Industri, 2017)

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 55


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

4.3 PENGOLAHAN DATA


Dalam praktikum pengukuran linier paku dan crankshaft menggunakan
vernier caliper, diperoleh hasil pengukuran dengan tiga kali pengukuran pada
masing-masing benda ukur. Pada subbab ini ditampilkan data hasil pengukuran
dan pengolahan datanya.
4.3.1 Data Hasil Pengukuran
Data hasil pengukuran linier paku dan crankshaft dapat dilihat pada tabel
4.2 - 4.7 dibawah ini.
Tabel 4.2 Data pengukuran paku dalam milimeter

HASIL HASIL HASIL


RATA_RATA
Obyek DK DB PENGUKU PENGUKU PENGUKU
(P)
RAN (P1) RAN (P2) RAN (P3)

Paku 1 8.44 4.64 101.40 101.46 101.46 101.44


Paku 2 9.46 4.12 99.70 99.74 99.72 99.72
Paku 3 6.58 3.14 77.40 77.42 77.40 77.40
Paku 4 5.46 2.74 50.02 50.02 50.06 50.03
*DB = Diameter badan
*DK = Diameter kepala
Tabel 4.3 Data pengukuran crankshaft tampak atas sisi kanan (A) dalam milimeter
Hasil Hasil Hasil
NO Pengukuran Pengukuran Pengukuran Rata rata
1 2 3
1 30.32 30.34 30.36 30.34
2 19.92 19.94 19.96 19.94
3 8.30 8.32 8.36 8.32
4 22.16 22.20 22.22 22.2
5 1.48 1.50 1.52 1.50
6 2.86 2.88 2.90 2.88
7 19.62 19.64 19.66 19.64
8 30.60 30.80 30.10 30.5
9 50.18 50.20 50.24 50.21

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 56


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

Tabel 4.4 Data pengukuran diameter crankshaft tampak atas sisi kanan (A) dalam
milimeter
Hasil Hasil Hasil
NO Pengukuran Pengukuran Pengukuran Rata rata
1 2 3
I 16.08 16.10 16.12 16.1
II 22.02 22.04 22.06 22.04
III 68 68.2 68.4 68.2
IV 110.12 110.14 110.16 110.14
V 110.30 110.32 110.36 110.33

Tabel 4.5 Data pengukuran crankshaft tampak atas sisi kiri(B) dalam milimeter
Hasil Hasil Hasil
No Pengukuran Pengukuran Pengukuran Rata rata
1 2 3
1 13.92 13.94 13.96 13.94
2 36.48 36.50 36.52 36.50
3 17.64 17.66 17.68 17.66
4 36.08 36.10 36.12 36.10

Tabel 4.6 Data pengukuran diameter crankshaft tampak atas sisi kiri(B) milimeter
Hasil Hasil Hasil
NO Pengukuran Pengukuran Pengukuran
1 2 3 Rata rata
I 15.26 15.28 15.30 15.28
II 19.88 19.90 19.92 19.90
III 66.10 66.12 66.14 66.12
IV 110.78 110.80 110.82 110.80
V 111.48 111.50 111.52 111.50

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 57


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

Tabel 4.7 Data pengukuran connecting rod (C) dalam milimeter


Hasil Hasil Hasil
NO Pengukuran Pengukuran Pengukuran
1 2 3 Rata rata
A 125.56 125.56 125.54 125.55
B 34.74 34.72 34.74 34.73
C 2.68 2.66 2.68 2.67
D 23.18 23.20 23.18 23.18
E 17.34 17.34 17.36 17.34
F 12.72 12.74 12.74 12.72
G 6.82 6.82 6.86 6.83
H 13.92 13.90 13.90 13.90
I 12.52 12.50 12.48 12.50
J 16.74 16.70 16.68 16.70
K 5.18 5.14 5.18 5.16
L 24.78 24.78 24.78 24.78

4.3.2 Perhitungan Ralat


A. Paku
Sampel data dari tabel 4.2 pengukuran paku diketahui dari tabel 4.8,
sampel data pegukuran paku (L).
Tabel 4.8 Sampel data pengukuran paku 1

Paku L ( Ln L)2

101.40 0.0016

1 101.46 0.0004

101.46 0.0004

L = 101.44 = 0.0024

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 58


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

Galat (Error)

= = 0.0394 %

= = 0.0197 %

= = 0.0197 %

= = 0.02 mm

Berdasarkan nilai yang dihasilkan. maka hasil perhitungan ralat


panjang paku 1 akan menjadi :

Nilai L sesungguhnya =
= 0.02 mm

Ralat Nisbi = = 0.0197%

Keseksamaan = = = 99.98

Tabel 4.9 Hasil perhitungan pengukuran linier paku

Ralat
Galat (%) Keseksamaan
Paku L Nisbi
(%)
(%)
1 2 3

1 0.0394 0.0197 0.0197 0.0200 0.0197 99.9803

2 0.0201 0.0201 0.0000 0.0115 0.0116 99.9884

3 0.0000 0.0258 0.0000 0.0082 0.0105 99.9895

4 0.0200 0.0200 0.0600 0.0135 0.0271 99.9729

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 59


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

B. Crankshaft
Sampel data dari tabel 4.3 pengukuran crankshaft diketahui dari tabel
4.10, sampel data pegukuran crankshaft (L).
Tabel 4.10 Sampel data pengukuran crankshaft

Crankshaft L
30.32 0.0004
1 30.34 0
30.36 0.0004
30.34 = 0.0008

Galat (Error)

= = 0.0659 %

= =0%

= = 0.0659 %

= = 0.0115 mm

Nilai L sesungguhnya =
= 0.0115 mm

Ralat Nisbi = = 0.0381%

Keseksamaan = = = 99.9619%

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 60


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

Tabel 4.11 Hasil perhitungan crankshaft tampak atas sisi kanan (A)
Galat (%) Ralat
Keseksamaan
NO L Nisbi
1 2 3 (%)
(%)
1 0.0659 0.0000 0.0659 0.0115 0.0381 99.9619
2 0.1003 0.0000 0.1003 0.0115 0.0579 99.9421
3 0.2404 0.0000 0.4808 0.0183 0.2194 99.7806
4 0.1802 0.0000 0.0901 0.0183 0.0822 99.9178
5 1.3333 0.0000 1.3333 0.0115 0.7698 99.2302
6 0.6944 0.0000 0.6944 0.0115 0.4009 99.5991
7 0.1018 0.0000 0.1018 0.0115 0.0588 99.9412
8 0.3279 0.9836 1.3115 0.2082 0.6825 99.3175
9 0.0659 0.0000 0.0659 0.0115 0.0381 99.9619

Tabel 4.12 Hasil perhitungan diameter crankshaft tampak atas sisi kanan (A)

Galat (%) Ralat Keseksamaan


NO L
1 2 3 Nisbi (%) (%)

I 0.1242 0.0000 0.1242 0.0115 0.0717 99.9283


II 0.0907 0.0000 0.0907 0.0115 0.0524 99.9476
III 0.2933 0.0000 0.2933 0.1155 0.1693 99.8307
IV 0.0182 0.0000 0.0182 0.0115 0.0105 99.9895
V 0.0272 0.0091 0.0272 0.0178 0.0161 99.9839

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 61


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

Tabel 4.13 Hasil perhitungan crankshaft tampak atas sisi kiri (B)
Galat (%) Ralat Keseksamaan
NO L
1 2 3 Nisbi (%) (%)
1 0.1435 0.0000 0.1435 0.0115 0.0828 99.9172
2 0.0548 0.0000 0.0548 0.0115 0.0316 99.9684
3 0.1133 0.0000 0.1133 0.0115 0.0654 99.9346
4 0.0554 0.0000 0.0554 0.0115 0.0320 99.9680

Tabel 4.14 Hasil perhitungan diameter crankshaft tampak atas sisi kiri (B)

Galat (%) Ralat Keseksamaan


NO L
1 2 3 Nisbi (%) (%)

I 0.1309 0.0000 0.1309 0.0115 0.0756 99.9244


II 0.1005 0.0000 0.1005 0.0115 0.0580 99.9420
III 0.0302 0.0000 0.0302 0.0115 0.0175 99.9825

IV 0.0181 0.0000 0.0181 0.0115 0.0104 99.9896


V 0.0179 0.0000 0.0179 0.0115 0.0104 99.9896

Tabel 4.15 Hasil perhitungan connecting rod (C)

Galat (%) Ralat Keseksamaan


NO L
1 2 3 Nisbi (%) (%)

A 0.0080 0.0080 0.0080 0.0071 0.0056 99.9944


B 0.0288 0.0288 0.0288 0.0071 0.0204 99.9796
C 0.3745 0.3745 0.3745 0.0071 0.2648 99.7352
D 0.0000 0.0863 0.0000 0.0082 0.0352 99.9648
E 0.0000 0.0000 0.1153 0.0082 0.0471 99.9529
F 0.0000 0.1572 0.1572 0.0115 0.0908 99.9092
G 0.1464 0.1464 0.4392 0.0135 0.1982 99.8018
H 0.1439 0.0000 0.0000 0.0082 0.0587 99.9413

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 62


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

I 0.1600 0.0000 0.1600 0.0115 0.0924 99.9076


J 0.2395 0.0000 0.1198 0.0183 0.1093 99.8907
K 0.3876 0.3876 0.3876 0.0141 0.2741 99.7259
L 0.0080 0.0080 0.0080 0.0071 0.0056 99.9944

4.3.3 Gambar 2D dan 3D Menggunakan Dimensi Hasil Pengukuran


Untuk mempermudah dalam memahami benda yang diukur dalam
praktikum pengukuran ini, perlu dibuat suatu gambar teknik. Gambar berikut ini
merupakan gambar teknik 2D dan 3D dari paku dan crankshaft yang dibuat
dengan software desain Solidworks.
4.3.3.1 Gambar 2D
A. Paku
Terlampir

B. Crankshaft
Terlampir

4.3.3.2 Gambar 3D
A. Paku
Terlampir

B. Crankshaft
Terlampir

4.4 Aplikasi Pengukuran Linier pada Undulator dan Crankshaft


Undulator merupakan struktur periodik magnet dipol yang
menghasilkan energi rendah sinar collimated radiasi. Undulator
merupakan komponen utama dari alat FEL yang melakukan atau
memfasilitasi pertukaran energi dari berkas electron relativistik dan
radiasi. Undulator merupakan susunan periodic dari beberapa magnet
dipol dalam konfigurasi Halbach. Didalam Design and analysis of a laser
micrometer for undulator gap measurement applications, Penulis

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 63


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

melaporkan desain dari laser micrometer untuk mengukur gap undulator.


Laser mikrometer merupakan alat ukur gap non kontak dimana cahaya
laser difokuskan atau terfokus pada cermin polygon yang berputar. Dalam
penggunaannya, cahaya parallel menembus cermin polygon yang berputar
melewati lensa a F-theta membentuk garis vertical pada bidang gambar.
Saat sebuah objek memotong garis tersebut, cahaya yang terputus maupun
tidak terputus terdeteksi dalam DSO pada detector. Ukuran titik atau
bercak sinar dan kecepatan linier dari bercak sinar pada garis scan
merupakan dua parameter penting pada micrometer laser. Hasil
pengukuran bercak sinar konstan sepanjang garis scan dalam RPM.
Ukurannya konstan di 3 mm terhadap panjang focus efektif lensa F-
theta. Pengukuran dilakukan untuk dua jenis benda yatu benda padat dan
lubang lingkaran dan juga untuk undulator elektromagnet. Undulator
electromagnet diukur dengan akurasi 3-5 m. di jurnal, gambar 1a dan b
menunjukkan atau menggambarkan susunan lengkap dari prinsip
pengaturan micrometer laser. Laser merupakan laser Coherent 0222-200-
00EF dengan 4mW daya, beroperasi pada 635nm. Cahaya laser
membentuk sudut 45 derajat menuju cermin polygon yang berputar.
Sistem detector nya ialah 818-BB yang terhubung dengan digital storage
oscilloscope (DSO) melalui BNC. Tanpa adanya objek yang memperjelas
garis lintasan, lebar pulse proposional dengan ukuran lensa. Saat sebuah
objek diletakkan, cahaya di bagian tengah pulse terganggu sehingga
mengakibatkan naik turunnya pulse. Perbedaan ukuran pulse di plot dan
untuk benda padat berkisar antara 3-13 mm. Curva menunjukkan
linearitas. Prediksi analisa ialah nilai RPM yang mencapai 2000 dapat
digunakan untuk menentukan ukuran objek. Kecepatan linier bercak
cahaya pada garis scanning merupakan parameter penting dalam
micrometer laser. Kecepatan linier pada garis scanning merupakan
kecepatan bercak sepanjang garis scan, kecepatan ini dapat ditentukan
dengan membagi ukuran objek dengan waktu yang dibutuhkan garis
untuk melintasi objek. Dengan kata lain, merupakan invers dari slop curva.

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 64


[PRAKTIKUM METROLOGI 2017] Paku dan Crankshaft

Hasil yang didapat antara lain, micrometer laser untuk aplikasi pengukuran
gap undulator telah didesain (K. Roma, 2015)

Aplikasi dari pengukuran linier pada crankshaft adalah agar crankshaft


mempunyai dimensi yang sesuai, salah satunya adalah untuk pemeriksaan,
crankshaft pada aeroengine. crankshaft adalah salah satu bagian yang
paling penting dalam mesin karena menanggung beban siklik yang besar
selama proses kerja. Komponen ini biasanya memiliki geometri yang
kompleks, bertanggung jawab atas konversi perpindahan linier
reciprocating dari piston ke gerakan rotari poros daya. Kebutuhan akan
kelancaran operasi di dasari konversi antara kedua gerakan ini, diperlukan
kesesuaian yang sangat tepat dari semua komponen yang pada gilirannya
harus menahan beban siklik yang parah sebagai konsekuensi pembakaran
gas di ruang bakar mesin (V. Infante, 2013).

Teknik Mesin Universitas Diponegoro 65