Anda di halaman 1dari 87

BABI

PENDAHULUAN
A.LatarBelakangMasalah
Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam berkomunikasi.
PembelajaranbahasaIndonesiadiarahkanuntukmeningkatkansiswaagarmampu
berkomunikasi,baiksecaralisanmaupuntertulis.Selainuntukmeningkatkansiswa
agarmampuberkomunikasi,pembelajaran bahasaIndonesia bertujuan agarsiswa
memilikisikappositifyaitumaumenggunakanbahasaIndonesiadenganbaikdan
benardalamberkomunikasi.Komponenyangpalingpentingdalamberkomunikasi
adalahketerampilanberbicara.Nurhadi(1995:342)menjelaskanbahwaberbicara
merupakan salah satu aspek kemampuan berbahasa yang berfungsi untuk
menyampaikan informasi secara lisan. Berbicara berarti mengemukakan ide atau
pesanlisansecaraaktif.Dalammenyampaikanpesan,informasiyangdisampaikan
harusmudahdipahamiolehoranglainagarterjadikomunikasisecaralancar.
Keterampilanberbicaramerupakansalahsatuketerampilanberbahasayang
harusdikuasaisiswakarenakompetensiketerampilanberbicaraadalahkomponen
terpentingdalamtujuanpembelajaranbahasaIndonesia.Pembelajaranketerampilan
berbicaraperlumendapatperhatianagarsiswamampuberkomunikasidenganbaik.
Perkembanganteknologiinformasiyanglebihcanggihsaatinisepertimediacetak,
mediaelektronik,danberbagaihiburantelahmenggusurkegiatanberbicarasiswa.
Hal demikian diperburuk oleh sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak
anaknyakarenaorangtuasibukbekerja.Orangtuamembiarkananakanaknyalarut
dalam tayangan televisi yang dapat menghambat perkembangan keterampilan
berbahasayangbersifatproduktifsalahsatunyaadalahketerampilanberbicara.
Biasanyasiswalancarberkomunikasidalamsituasitidakresmiataudiluar
sekolah, tetapi ketika mereka diminta berbicara di depan kelas siswa mengalami
penurunankelancaranberkomunikasi.DjagoTarigan(1992:143)berpendapatbahwa
adasejumlahsiswamasihmerasatakutberdiridihadapantemansekelasnya.Bahkan
tidakjarangterlihatbeberapasiswaberkeringatdingin,berdirikaku,lupayangakan
dikatakan apabila ia berhadapan dengan sejumlah siswa lainnya. Sebagaimana
disebutkanolehSupriyadi(2005:179)bahwasebagianbesarsiswabelumlancar

1
berbicaradalambahasaIndonesia.Siswayangbelumlancarberbicaratersebutdapat
disertai dengan sikap siswayang pasif, malas berbicara (ogahogahan),sehingga
siswa merasa takut salah dan malu, atau bahkan kurang berminat untuk berlatih
berbicaradidepankelas.
Kekurangmampuan siswa berbicara di depan umum dengan kendala
kendala seperti di atas juga ditemukan pada beberapa hasil penelitian terhadap
pembelajaran berbicara. Salah satunya adalah Yuni Susilowati (2008: 4) yang
meneliti pembelajaran berbicara siswa sekolah dasar. Hasilnya mengungkapkan
bahwaketerampilanberbicarasiswamasihrendahyangdisebabkanbeberapafaktor,
yaitusiswabelumlancarberceritadalamBahasaIndonesiayangruntut,baik,dan
benar,keterampilanbahasalisansiswamasihrendah,penelitisulitmenugasisiswa
untuktampilberceritadidepankelas.
Hal yang sama juga terjadi pada siswa kelas VII 1 SMPN 2 Binjai,
BerdasarkanpengamatandansharringideasdenganpenelitimatapelajaranBahasa
IndonesiakelasVII1 SMPN2Binjai,sebagianbesar(60%)dari33orangsiswa
kelas VII 1 mengalami permasalahan dalam pembelajaran berbicara. Masalah
tersebut adalah ketidakaktifan siswa ketika peneliti memberikan kesempatan
berbicara untuk praktik di depan kelas. Meskipun kesempatan tersebut diberikan
secaramaksimal,beberapasiswayangmautampildidepankelashanyamemberikan
tanggapan sangat minim bahkan tidak merespon sama sekali. Hal tersebut
dikarenakansiswayangtidakberaniataumalutampildidepankelas.
Selama ini peneliti lebih banyak menerangkan teori dari pada praktik
sehingga siswa kurang terlatih praktik berbicara karena yang tampil hanya siswa
tertentu saja. Siswa yang tampil pun terkadang kesulitan untuk mengungkapkan
pendapatnya, bahkanmerekalupaapayangakandikatakan.Diakuinyabahwaideitu
sebenarnyaada,namunmasihterbatas dipikirandanidetersebutsepertitibatiba
hilangbegitusajasewaktumerekatampildidepanpenelitidantemantemannya.
Selain itu, siswa sulit terinspirasi untuk menemukan ide kreatif sebagai bahan
pembicaraan yang disampaikan di depan kelas. Siswa pun mengalami kesulitan
ketikaharusmerangkaikatakatayangtepatuntukdapatmenjelaskanpesanyang
ingindisampaikan.Akibatnya,ketikapraktikberbicaralebihdarisetengahjumlah

2
siswatidakbisamenguasaiketerampilanberbicaradenganbaik.Hanyasekitar40%
siswayangberbicaradenganbaik.Jadi,nilaisebagiansiswamasihtergolongrendah
darinilairataratayangharusdicapaidalammatapelajaranbahasaIndonesiayaitu
65.
Ketidakberaniansiswatampildidepankelasdisebabkanpenelitimenyuruh
siswauntuktampilsecaraindividusehinggasiswakadangtakutataugrogiketika
tampil di depan kelas. Latar belakang siswa yang mayoritas dalam keseharian
mereka berkomunikasi dengan bahasa Jawa menyebabkan kemampuan berbicara
siswadenganbahasaIndonesiamasihrendah,bahasayangdigunakanmasihkurang
baik dan benar sehingga siswa merasa pesimis, takut salah, takut ditertawakan
sewaktutampildidepantemannya.Penyebabkesulitanberbicarayangdihadapioleh
siswatidakterlepasdenganadanyametodeyangdigunakanpenelitidalamproses
pembelajaran yaitu siswa berbicara dalam mengungkapkan pendapatnya secara
individusehinggamenyitawaktupembelajaranbahasaIndonesiayanghanya2x40
menit tiap pertemuan. Waktu pembelajaran tersebut masih kurang cukup untuk
dilaksanakannya keterampilan berbicara, sedangkan jumlah siswa cukup banyak
yaitu33siswa.
Untukmeningkatkankemampuanberbicarasiswayaituisiruntutdanbahasa
sesuai dengan ragam situasi pembicaranya, seharusnya peneliti mengurangi teori
untukberlatih.Siswaseharusnyalebihbanyakdisuruhpraktikberbicarasehingga
siswaterbiasatampilberbicaradidepankelasdenganbahasayangbaikdanbenar
tanparasatakut,malu,ataupungrogi.
Kendalakendala yang dialami peneliti dalam proses pembelajaran di atas
berdampak pada kualitas proses dan hasil pembelajaran yang kurang maksimal
sehingga keterampilan berbicara siswa kurang dan tidak terkembangkan. Untuk
meningkatkankeberaniansiswatampildidepankelaspenelitiseharusnyamenugasi
siswa tampil atau berbicara di depan kelas bersama temannya atau secara
berkelompok, dengan demikian pembelajaran tersebut harus dilakukan secara
kooperatif.Mengingatkondisiataukarakteristiksiswayangheterogenyaituadayang
beranidantidakberani,adayanglancardankuranglancarketikatampilberbicaradi
depankelas.Sistempengelompokkanharusdikaitkandengankondisitersebutyaitu

3
peneliti yang memilih atau menetapkan anggota kelompok selanjutnya peneliti
menugasi siswa untuk berbicara secara berpasangan. Menurut Slavin metode
pembelajaran tersebut disebut structure dyadic methods atau metode pasangan
terstruktur.Maksudnya,strukturanggotakelompokituditetapkanpenelitibersama
siswadenganperkembangantertentu.
Menurut Slavin (2009: 26), Metode pasangan terstruktur melibatkan
kelompok beranggotakan sekitar empat orang yang memiliki kebebasan tertentu
dalammenentukanbagaimanamerekaakanbekerjasama.Siswadiberikesempatan
untuksalingmengajarkanpembelajaranmateriberpasangan.Dimanasiswasaling
bergantianmenjadipenelitidanmuriduntukmempelajariberbagaimacamprosedur
ataumencariinformasidariteks,dapatmenjadisangatefektifdalammeningkatkan
pembelajaran siswa. Metode pasangan terstruktur adalah metode yang
mengharuskansiswatampilberbicaradidepankelassecaraberpasangan.Peneliti
dapatmengefektifkanwaktupembelajarankarenasiswadimintatampilberbicaradi
depan kelas dengan pasangannya. Siswa yang kemampuan berbicaranya baik
dipasangkandengansiswayangkemampuanbicaranyakurangsehinggasiswayang
memiliki kemampuan kurang akan dibantu atau termotivasi oleh siswa yang
kemampuanberbicaranyabaik,sedangkansiswayangkemampuanberbicaranyabaik
akanlebihsemangatlagidalammenggalipengetahuan.Selainitu,keunggulandari
metode ini adalah siswa tampil di depan kelas secara berpasangan sehingga
diharapkansiswatidakmerasatakut,malu, ataupunlupadenganapayangakan
disampaikan.Dengansiswatampilsecaraberpasangan,diharapkandapatmemotivasi
siswalaindanmenumbuhkembangkansikapkerjasamadankekompakkanpadadiri
siswasertamemberimerekarasapercayadirisewaktuberbicaradidepankelas.
Berdasarkanuraiandiatas,penelititerdoronguntukmelaksanakanpenelitian
tindakan kelas sebagai usaha perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran
keterampilanberbicaradenganjudulPeningkatanKeterampilanBerbicaramelalui
PenerapanMetodePasanganTerstrukturPadaSiswaKelasVII1SMPN2Binjai
TahunAjaran2014/2015.
B.RumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah

4
sebagaiberikut:
1 Apakah penggunaan metode pasangan terstruktur dapat meningkatkan kualitas
prosespembelajaranketerampilanberbicarapadasiswakelasVII1SMPN2Binjai?
2 Apakah penggunakan metode pasangan terstruktur dapat meningkatkan kualitas
hasilpembelajaranketerampilanberbicarapadasiswakelasVII1SMPN2Binjai?

C.TujuanPenelitian
Berdasarkanrumusanmasalahdiatas,tujuanyanghendakdicapaidalam
penelitianiniadalahuntukmeningkatkan:
1 Kualitasprosespembelajaranketerampilanberbicaradenganmenggunakanmetode
pasanganterstrukturpadasiswakelasVII1SMPN2Binjai.
2 Kualitas hasil pembelajaran berbicara dengan menggunakan metode pasangan
terstrukturpadasiswakelasVII1SMPN2Binjai.
D.ManfaatPenelitian
Penelitianinidiharapkanakanmampumemberikanmanfaatsebagaiberikut:
1 ManfaatTeoretis
Secara teoretis hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk
memperkaya khasanah keilmuan, khususnya dalam hal pembelajaran
keterampilan berbicara pada pelajaran bahasa Indonesia di sekolah lanjutan
pertama.
2 ManfaatPraktis
a BagiSiswa
1 Penerapkanmetodepasanganterstrukturpadapembelajaranketerampilan
berbicara,siswaakanmenjaditermotivasi.
2 Penerapkan metode pasangan terstruktur pada pembelajaran,
keterampilanberbicarasiswaakanmeningkat.
b BagiPeneliti
1 Meningkatkan kinerja peneliti karena dengan metode pasangan
terstruktur dapat mengefektifkan waktu pembelajaran keterampilan
berbicara.
2 Metode pasangan terstruktur sebagai sarana bagi peneliti untuk

5
memotivasi siswa agar lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran
keterampilanberbicara.
3 Menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan sehingga
dapatmenarikperhatiansiswa.
c BagiSekolah
1 Mendorong peneliti lain untuk aktif melaksanakan pembelajaran yang
inovatif.
2 Dapatdigunakansebagaiacuanpenelitibidangstudilainkarenametode
pasangan terstruktur diharapkan juga efektif untuk meningkatkan
keterampilansiswapadamatapelajaranlainnya.
d BagiPeneliti
1 Mengembangkan wawasan dan pengalaman peneliti mengenai penerapan
pembelajaranketerampilanberbicara.
2 Mendapatkanfaktabahwadenganmenerapkanmetodepasanganterstruktur
dapatmeningkatkanketerampilanberbicarasiswa.
3 Mengaplikasikanteoriyangtelahdiperoleh.

6
BABII
LANDASANTEORI
A TinjauanPustaka
1 HakikatBerbicara
a PengertianKeterampilanBerbicara
Berbicara merupakan suatu proses penyampaian informasi, ide atau gagasan dari
pembicara kepada pendengar. Pembicara berkedudukan sebagai komunikator sedangkan
pendengarsebagaikomunikan.Informasiyangdisampaikansecaralisandapatditerimaoleh
pendengar apabila pembicara mampu menyampaikannya dengan baik dan benar. Henry
GunturTarigan(2008:16)menyatakanbahwaberbicaraadalahkemampuanmengucapkan
bunyibunyi artikulasi atau katakata untuk mengekspresikan, menyatakan serta
menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Diungkapkannya pula bahwa berbicara
merupakansuatubentukperilakumanusiayangmemanfaatkanfaktorfaktorfisik,psikologis,
neurologis,semantik,danlinguistiksedemikianekstensif,secaraluassehinggadapatdianggap
sebagaialatmanusiayangpentingbagikontrolsosial.
MenurutSuharyanti(1996:5),berbicaraadalahsuatusistemtandatandayangdapat
didengar(audible)danyangkelihatan(visible)yangmemanfaatkansejumlahototdanjaringan
otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasangagasan yang dikombinasikan. Ini
berarti bahwa berbicara merupakan pengucapan bunyibunyi untuk mengomunikasikan
gagasangagasanyangdisusunsesuaidengankebutuhanpenyimak.
Lebih lanjut lagi, Sabarti Akhadiah MK., dkk (1991: 153) menyatakan bahwa
berbicaraadalahketerampilanmenyampaikanpesanmelaluibahasalisan.Apabilaisipesanitu
dapatdiketahuiolehsipenerimapesan,makaakanterjadikomunikasiantarpemberipesan
danpenerimapesan
Maidar G. Arsjad dan Mukti U. S. (1988: 17) menjelaskan bahwa kemampuan
berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyibunyi artikulasi atau mengucapkan kata
kata untuk mengespresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
Pendengarmenerimainformasimelaluirangkaiannada,tekanan,danpenenpatanpersendian
(juncture). Jika komunikasi berlangsung secara tatap muka, ditambah lagi dengan gerak

7
tangandanairmuka(mimik)pembicaraan.

Berbicarabukanlahsekedarkegiatanmengucapkanbunyibunyibahasa,namunperlu
didukung oleh penguasaan beberapa hal sebagai penunjang yang harus dipelajari terlebih
dahulu agar bisa dikatakan terampil. Keterampilan berbicara itu akan terlihat manakala
seseorangtampilmengekspresikanide,pikiran,perasaan,aspirasi,danberbagaipengalaman
hidupkepadaoranglainsecaralisan(MarwotodanYantMujiyanto,1998:4).
Sejalan dengan beberapa pendapat di atas, Iskandarwassid dan Dadang Sunendar
(2008: 241) mengungkapkan bahwa keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan
keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak,
kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain. Ketrampilan ini juga didasari oleh
kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar, jujur, benar dan bertanggungjawab dengan
menghilangkanmasalahpsikologissepertirasamalu,rendahdiri,ketegangan,beratlidah,dan
lainlain.
Berdasarkanbeberapapendapatparaahlidiatas,penelitidapatmenyimpulkanbahwa
berbicara merupakan keterampilan atau kemampuan menyampaikan pesan berupa pikiran,
gagasan dan perasaan melalui bahasa lisan kepada orang lain dan kemampuan berbicara
merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kemahiran seseorang dalam penyampaian
informasisecaralisan.
b.ProsesBerbicara
Proses keterampilan berbicara dimulai sejak kecil. Ketika manusia belajar dari
mendengarataumenyimakkemudianberbicarasesuaiapayangiadengar,dilanjutkandengan
belajarmembacadanmenulis.Berbicarasendirimerupakanaspekyangsangatmendukung
dalam proses komunikasi secara lisan yaitu dengan belajar berbicara maka belajar
berkomunikasi. Manusia sendiri setiap harinya harus berkomunikasi dengan manusia lain,
makaaspekberbicarasangatberpengaruhdalamkehidupanmanusia.
Manusiakemudiandapatberkomunikasidenganbahasadanberbicaraagarmaksud
yangingindisampaikandapattersampaikankepadarekanbicara.Tahapiniakanberlanjut
denganberbicarauntukmenyampaikanideataugagasankepadapendengardimukaumum.
Dalamtahapiniadabeberapaorangyangmengalamikendala.Alasanterbesardarikondisiini

8
adalahkarenakurangpercayadiriyangmengakibatkandemampanggung.
Ellis, (dalam Ahmad Rofiuddin dan Darmiyati Zuchdi 2001: 7) mengemukakan
adanya tiga cara untuk mengembangkan secara vertikal dalam meningkatkan kemampuan
berbicara, yaitu: (1) menirukan pembicaraan orang lain (khususnya peneliti); (2)
mengembangkanbentukbentukujaranyangtelahdikuasai;dan
(3) mendekatkan atau menyejajarkan dua bentuk ujaran, yaitu bentuk ujaran sendiri yang
benardanujaranorangdewasa(terutamapeneliti)yangsudahbenar.
Maidar G. Arsjad dan Mukti U. S. (1988: 31) menyatakan suksesnya sebuah
pembicaraansangattergantungkepadapembicaradanpendengar.Untukitudituntutbeberapa
peryaratankepadaseorangpembicaradanpendengar.Adapunhalhalyangharusdiperhatikan
olehseorangpembicara,yaitu;(1)menguasaimasalahyangdibicarakan;(2)mulaiberbicara
kalausituasisudahmengizinkan;(3)pengarahanyangtepatakandapatmemancingperhatian
pendengar;(4)berbicaraharusjelasdantidakterlalucepat;(5)pandanganmatadangerak
gerikyangmembantu;(6)Pembicaraansopan,terhormat,danmelihatkanrasapersaudaraan;
(7)dalamkomunikasiduaarah,mulailahberbicarakalausudahdipersilahkan;(8)kenyaringan
suara; (9) pendengar akan lebih terkesan kalau ia dapat menyaksikan pembicaraan
sepenuhnya.
Bukti proses keterampilan berbicara ini ditunjukkan ketika seseorang senang
mendengarkanataumenyimak,membacadanmenulismakakemampuanberbicaranyaakan
baik,karenamenguasaibahanyangcukupuntukdibicarakanataudidiskusikandenganrekan
bicara.Apalagidisertaidengankepercayaandiridanpengalamanyangcukup,makaseseorang
tersebutakanfasihberbicaradidepanumumtanpacanggung.Bahkanseseorangyangpandai
berbicaradidepanumumakanmampumempengaruhipendengarnya.
TompkinsdanHoskisson(dalamAhmadRofiuddindanDarmiyatiZuchdi2001:8)
menyatakan bahwa proses pembelajaran berbicara dengan berbagai jenis kegiatan, yaitu
percakapan berbicara estetik, berbicara untuk menyampaikan informasi atau untuk
mempengaruhikegiatanberbicaradenganbercerita.Langkahlangkahnyadiuraikansebagai
berikut.
1 Percakapan
a Memulai percakapan seorang murid secara sukarela atau dengan ditunjuk peneliti

9
membukapembicaraan.
b Menjagaberlangsungnyapercakapan
Apabilaterjadiperbedaanselamamengadakanpercakapanmuridmuridharusdapat
mengatasinyadenganbaiksehinggatidakterjadipertengkaran.
c Mengakhiripercakapan
Muridmuridseharusnyadapatmencapaisuatupersetujuan,sudahmenjawabsemua
pertanyaanatausudahmelaksanakantugasdenganbaik.
2 BerbicaraEstetik(mendongeng)
a Memilihcerita
Halyangpalingpentingdalammemilihceritaadalahmemilihceritayangmenarik.
b Menyiapkandiriuntukbercerita
Muridmurid hendaknya membaca kembali dua atau tiga kali cerita yang akan
diceritakanuntukmemahamiperwatakanpelakupelakunyadandapatdiceritakannya
secaraurut.
c Menambahbarangbarangyangdiperlukan

Tigabarangyangdapatdigunakanuntukmembuatceritalebihmenarikialahgambar
gambaryangditempelkandipapan,bonekadanbendabendayangmenggambarkan
pelakubinatangataubarangbarangyangdiceritakan.
d Berceritaataumendongeng
Dapat dilakukan dalam kelompokkelompok kecil sehingga penggunaan waktunya
dapatefisien.
I BerbicaraUntukMenyampaikanInformasiatauMempengaruhi
Ketiga macam bentuk kegiatan yang termasuk jenis kegiatan ini ialah melaporkan
informasisecaralisan,melakukanwawancaradanberdebat.
J KegiatanDramatik
Memilikikekuatansebagaiteknikpembelajaranbahasakarenamelibatkanmuridmurid
dankegiatanberpikirlogisdankreatif.
c. FaktorfaktorPenunjangKeterampilanBerbicara
Dalam berkomunikasi seseorang harus memperhatikan faktorfaktor yang dapat

10
mempengaruhidanmenunjangkegiatanberbicara.Halinidimaksudkanagardapatmencapai
hasil yang memuaskan seperti yang telah direncanakan dan ditargetkan. Keterampilan
berbicaraseseorangsangatdipengaruhiolehduafaktorpenunjangutamayaitufaktorinternal
danfaktoreksternal.Faktorinternaladalahsegalasesuatupotensiyangadadidalamdiri
orangtersebut,baikfisikmaupunnonfisik(psikis).Faktorfisikadalahmenyangkutdengan
kesempurnaan organorgan tubuh yang digunakan didalam berbicara misalnya, pita suara,
lidah,gigi,danbibir,sedangkanfaktornonfisikdiantaranyaadalah:kepribadian(kharisma),
karakter,temparamen,bakat(talenta),caraberfikirdantingkatintelegensi.Sedangkanfaktor
eksternalmisalnyatingkatpendidikan,kebiasaan,danlingkunganpergaulan(http://putrychan.
Wordpress.com/2009/07/18/tugasdasardasarberbicara/).
Untuk dapat menjadi pembicara yang baik, seorang pembicara selain harus
memberikankesanbahwaiamenguasaimasalahyangdibicarakan,sipembicarajugaharus
memperlihatkankeberaniannya.Selainitupembicaraharusberbicaradenganjelasdantepat.
Keterampilanberbicaraditunjangolehbeberapafaktor,yangolehMaidarG.ArsjaddanMukti
U. S. (1988: 17) dikelompokkan kedalam dua unsur, yakni faktor kebahasaan dan faktor
nonkebahasaan.

1)Faktorfaktorkebahasaansebagaipenunjangkeefektifanberbicara,antaralain.
a Ketepatanucapan;
b Penempatantekanan,nada,sendi,dandurasiyangsesuai;
c Pilihankata(diksi);dan
d Ketepatansasaranpembicaraan.
2 Faktornonkebahasaanyangmendukungketerampilanberbicara,antaralain.
a Sikapyangwajar,tenang,dantidakkaku;
b Pandanganharusdiarahkankepadalawanbicara;
c Kesediaanmenghargaipendapatoranglain;
d Gerakgerikdanmimikyangtepat;
e Kenyaringansuarajugasangatmenentukan;
f Kelancaran,relevansi/penalaran,dan
g Penguasaantopik.

11
MenurutMarwotodanYantMujiyanto(1998:2)berbicarajugamemerlukanbeberapa
hal yang mendukung keterampilan tersebut, diantaranya: (1) penalaran bahasa, logika,
metodologi, sistematika, transformasi IPTEKS (ilmu pengetahuan, teknologi, agama, dan
seni);(2)kompetensibahasa;(3)penguasaanmateripembicaraan;(4)konsentrasiyangtinggi;
(5) pelafalan katakata dengan jelas dan fasih; (6) ketenangan jiwa; dan (7) pemahaman
psikologimassasertaekspresiwajahdananggotabadanyangmendukung.

Mulgrave (dalam Henry Guntur Tarigan, 2008: 16) memberikan batasan mengenai
penunjangketerampilanberbicara,antaralain:(1)pemahamanberbicaraterhadappenyimak
dan bahan pembicaraan; (2) sikap yang tenang dan mudah menyesuaikan diri; serta (3)
kewaspadaandanantusiasmesangpembicara.Sementaraitu,HenryGunturTarigan(2008:5)
menuturkan bahwa kemampuan berbahasa lisan mencakup ujaran yang jelas dan lancar,
kosakata yang luas dan beraneka ragam, penggunaan kalimatkalimat yang lengkap dan
sempurnabiladiperlukan,pembedaanpendengaranyangtepat,dankemampuanmengikuti
sertamenelusuriperkembanganurutansuatucerita,ataumenghubungkankejadiankejadian
dalamurutanyangwajarsertalogis.
Di samping itu, Powers (dalam Henry Guntur Tarigan, 2008: 20) pun turut
mengetengahkanbeberapahalyangturutmenunjangkeberhasilansesorangpembicaradalam
mengembangkan keterampilannya tersebut. Menurutnya, ada empat keterampilan yang
menunjangketerampilanberbicarasepertiyangdijelaskansebagaiberikut:

1 Keteramilansosialialahkemampuanuntukberpartisipasisecaraefektifdalamhubungan
hubunganmasyarakat.Keterampilaninimenuntutseorangpembicarauntukmengetahui
beberapahalsebagaiberikut.
a Apayangharusdikatakan
b Bagaimanacaramengatakannya
c Kapanmengatakannya
d Kapantidakmengatakannya
2 Keterampilansemantikadalahkemampuanuntukmempergunakankatakatadengantepat
danpenuhpengertian.

12
3 Keterampilan fonetik yakni kemampuan membentuk unsurunsur fonemik bahasa kita
secaratepat.Haliniberkaitandenganhubunganhubunganperoranganyangmenentukan
apakahseseorangituditerimasebagaianggotakelompokatausebagaiorangluar.
4 Keterampilanvokalyaknikemampuanuntukmenciptakanefekemosionalyangdiinginkan
dengansuarapembicara.Halinibisadilakukanmelaluisuara,karena
halinimampumemperlihatkankepribadianseseorang.

Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan seseorang untuk dapat terampil berbicara


ditunjang oleh beberapa faktor yang terbagi menjadi dua, yakni faktor kebahasaan dan
nonkebahasaan.Faktorkebahasaanberkaitandenganpenguasaanunsurunsurlinguistikdan
kaidahtatabahasalainnya,sedangkannonkebahasaanberhubungandenganpenguasaandiri,
sikap,danhubungansosialpembicara.
2 HakikatPembelajaranKeterampilanBerbicaradiSMP
a PembelajaranKeterampilanBerbicaradiSMP
Berbicara adalah kegiatan menyampaikan ide atau gagasan secara lisan. Dalam
kegiatan tersebut, pembicara harus memperhatikan bagaimana cara menyampaikan isi
pembicaraan secara baik dan runtut sehingga dapat diterima dengan baik oleh pendengar.
Sebuahprosespembelajaranselaludiarahkanuntukmencapaitujuanyangtelahditetapkan.
Tujuan dari pembelajaran keterampilan berbicara bukanlah memberi informasi sebanyak
banyaknyakepadasiswatentangpengetahuanberbicara,namunmemberikemampuansiswa
untuk memberikan informasi sebanyakbanyaknya secara lisan tentang berbagai hal.
Pembelajaran keterampilan berbicara seharusnya mampu membantu siswa untuk
mengembangkankemampuanberkomunikasisecaralisandalamberbagaikegiatan.
KirstenSchaetzel(2008)menjelaskanbahwakegiatanberbicaradapatditerapkandi
dalamkelasdanberbagaitopikdalamsuatumatapelajarankhususnyapembelajaranbahasa.
Denganperencanaandandukunganyangbaik,kesempatanuntukberbicaradapatmembuat
pembelajaran di kelas lebih bermakna sehingga siswa lebih mudah untuk memahami
pembelajaran tersebut. Siswa yang tadinya belum memahami suatu bahasa maka dengan
kegiatan berbicara yang dilakukan di dalam kelas akan dapat membantu siswa dalam
pemahamansebuahbahasa.

13
Pembelajaran keterampilan berbicara harus dilakukan dengan menciptakan situasi
belajar yng memungkinkan siswa dapat mengembangkan potensi keterampilan bicaranya
semaksimal mungkin. Apapun kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dalam
pembelajaran, harus senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih
berbicara. Kegiatan berbicara sebagaimana halnya keterampilanketerampilan berbahasa
lainnyahanyadapatdikuasaidenganbaikapabilasipembelajardiberikesempatanberlatih
sebanyakbanyaknya. Menurut Sarwiji Suwandi dan Budhi Setiawan (2003: 40) terdapat
berbagai bentuk kegiatan berbicara yang dapat diajarkan kepada siswa. Untuk pengajaran
keterampilan berbicara di SMP, bentuk kegiatan keterampilan berbicara yang penting
diajarkan dan dilatih kepada siswa adalah bertanya, bercerita, berdialog (wawancara),
ceramah,pidato,diskusikelompok,dansebagainya.Masingmasingkegiatanberbicaraini
memilikitujuanyangberbedabeda.
MenurutWenliTsou(2005)partisipasikelompokdalaminteraksilisanataukegiatan
berbicaramemberisiswakesempatanuntukmemahamikatakatadanstrukturbaruyangsudah
pernahmerekadengarsebelumnyaselamakelasbahasadanmempraktekannyasesuaikonteks.
Jika siswa belum mengerti katakata yang merupakan struktur baru maka dengan praktek
berbicaradidalamkelasakandapatmembantusiswadalammemahamikatakatabarutersebut
yangbiasanyajarangmerekaucapkan.
Untukmengajarataumelatihkemampuankomunikasilisanpadasiswa,penelitidapat
memilih dan menerapkan beberapa aktivitasaktivitas komunikasi sebagaimana yang
dikemukakan oleh Nababan (1993: 175180) bahwa aktifitasaktifitas komunikatif untuk
mencapaikemampuankomunikatiflisandapatdikelompokkanmenjadiduakategori,yaitu
aktivitasaktivitasprakomunikatifdanaktivitasaktivitaskomunikatif.
1 Aktivitasaktivitasprakomunikatif
Yangdisebutprakomunikatifialahyangbelumdapatdinamakankomunikatifbenar
benar,karenabelumadaunsuryangdiperlukanagarsuatukomunikasiitudisebutwajar
danalamiah,yaknitidakadakekosonganinformasiyangdisebutdiatas.
2 Aktivitasaktivitaskomunikatif
Dalambagianinipenelitimulaimengurangipenguasaannyadalamkelasdanmemberi
kesempatankepadaparapelajaruntuklebihbanyakberbicaradaripadapeneliti.Penyajian

14
latihanlatihansecarabertahap.Penelitibahasadianjurkanuntukmemilihyangmanayang
sesuaibagikelasnya.
Bebarapa hal yang perlu diperhatikan agar siswa mampu mengembangkan
keterampilan berbicara, yaitu: (1) memberikan kesempatan secara maksimal kepada siswa
untukberlatihberbicara.Haliniperludikembangkandenganjalanlatihanyang teraturdan
terencana.Jadisiswabukansajamengetahiuteoriberbicara,tetapijugamenerapkanteoriitu
dalamwujudpraktikberbicara;(2)latihanberbicaradijadikansebagaibagianyangintegral
denganpembelajaranlainnya.Olehkarenaitu,perluadanyakoordinasiantarapenelitibahasa
Indonesia dengan peneliti mata pelajaran lain, dalam hal memberi kesempatan berlatih
berbicarasehinggasiswasecaraaktifberlatihberbicaradalamsuatukomunikasisewajarnya;
dan(3)menumbuhkankepercayaandiri,karenahalinilahyangseringkalimenghambatsiswa
untukdapatterampilberbicara.Latihanberbicarayangsecarateratur,sangatbergunabagi
sarana pengembangan kepercayaan diri siswa. Upaya ini dapat dilakukan dengan jalan,
berusahamenguasaiapayangakandisampaikankepadapendengar,menyusunmasalahyang
akandisampaikansecarasistematissehinggamenjadisesuatuyangmenarikbagilawanbicara,
meyakinkan diri bahwa apa yangakan disampaikan adalah hal yang benar, penting, serta
bermanfaat bagi pendengar. Selain itu, berpikir secara terbuka, santai, dan memandang
pendengarsebagaipihakyangbelumtahutentanghalyangakandisampaikan,justruperlu
diberitahumengenaiapayangakandisampaikanitu(Depdiknas,2003:8182).
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan uraian diatas yaitu faktor yang dapat
memenuhi keberhasilan dalam berbicara harus diajarkan kepada siswa agar penyampaian
keberhasilankegiatantersebutdapatdipahamidanterarahdenganbaiksehinggapendengar
dapat memahami apa yang menjadi isi dari yang disampaikan. Selain itu, memberikan
kesempatan kepada siswa semaksimal mungkin untuk berlatih berbicara sangat perlu
dilakukan oleh peneliti karena dengan cara inilah siswa dapat menguasai keterampilan
berbicara.
b.TujuanPembelajaranBerbicarabagiSiswaSMP
Berbicara merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan keterampilan bercerita
secara pragmatis. Berkaitan dengan hal ini, Supriyadi (2005: 188) menyebutkan bahwa
kegiatanberceritainimenambahketerampilanberbahasalisansiswasecaraterorganisasidan

15
membantumenginternalisasikaraktercerita.Kegiatanceritainidapatdilakukanolehsiswadi
depan temantemannya. Keterampilan bercerita yang merupakan bagian dari kompetensi
berbicaraperludiajarkankepadasiswaSMPyangdifokuskanpadakegiatanmengungkapkan
pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan,
menceritakanhasilpengamatan,atauberwawancara,mengungkapkanpikirandanperasaan
secaralisandalamdiskusidanbermaindrama(Depdiknas,2006:247).
Berbicaramerupakansalahsatusumberpendidikanyangsangatdekatdengandunia
anakanak. Berbicara merupakan salah satu budaya yang sangat hidup dalam masyarakat.
Pendidikan awal nonformal anakanak banyak diperoleh melalui komunikasi dengan
berbicara. Melalui bicara, informasi dapat diperoleh dengan cepat karena dalam proses
berbicarakomunikasimenjadilebihbermakna.Pembicaradanpendengarakanmerumuskan
masalah kemudian menanyakannya pada waktu tertentu. Hal inilah yang sebenarnya
diperlukandalamduniapendidikanyangpadadasarnyahidupdalamsuasanaharmonisdan
komunikasiterjadisecaraefektif.
Tujuanutamaberbicaraadalahuntukberkomunikasi.Agardapatberkomunikasisecara
efektif,sebaiknyapembicaraharusmenguasaisegalasesuatuyangingindikomunikasikan.
Pembicara harus mampu mengevaluasi efek komunikasinya terhadap pendengarnya.
Pembicaraharusmampumemahamiprinsipprinsipyangmendasarisegalasituasipembicara,
baik secara umum maupun perorangan. Dengan demikian, kemahiran berbahasa akan
mendatangkan keuntungan bagi masyarakat, bila ia memungkinkan kita mengembangkan
kesanggupankitauntukdapatmempengaruhioranglaindalammengembangkankontrolsosial
yangdiinginkan.
GorysKeraf(2001:320321)menyatakanbahwatujuanberbicara,antaralain:
(1)mendorong,yaitupembicaraberusahamemberisemangat,membangkitkangairahserta
menunjukkan rasa hormat dan pengabdian, (2) meyakinkan, yaitu pembicara ingin
meyakinkan sikap, mental, intelektual, kepada para pendengarnya, (3) bertindak, berbuat,
menggerakkan, yaitu pembicara menghendaki adanya tindakan atau reaksi fisik dari
pendengar,dan(4)menyenangkanataumenghibur,pembicaramenyenangkanpendengar.
c. AspekAspekPenilaianPembelajaranBerbicara
Keberhasilan dalam pengajaran dapat diketahui hasilnya melalui evaluasi atau

16
penilaian pembelajaran yang berfungsi untuk mengukur kemampuan siswa setelah
dilaksanakanprosespembelajaranitu.Terkaitdenganhalini,BurhanNurgiyantoro(2001:5)
menyatakanbahwapenilaiandidalampendidikanadalahsuatuproseskarenapendidikan
danpengajaranitusendirimerupakanprosesmencapaisejumlahtujuanyangtelahditetapkan.
Penilaiandalamhalinidigunakanuntukmengetahuitingkatkeberhasilanpencapaiantujuan
tersebut
MaidarG.ArsjaddanMuktiU.S(1998:91)memberiilustrasipenilaianketerampilan
berbicarasebagaiberikut:(1)pengajarmemberitugaskepadasiswauntukmelakukan
kegiatanberbicara(baiksecaraindividumaupunkelompok);(2)pengajarmenentukan
faktorfaktoryangdinilaiataudiamati;(3)siswayangtidakmendapatgiliranberbicara
diberitugasmengamatiberdasarkanpedomanpenilaianyangtelahdirencanakan;(4)
pengajardansiswaaktifmengamatidanmengisitabelpenilaian;(5)setelahkegiatan
berbicara selesai, para pengamat dan pengajar mengemukakan komentarnya. Saat
siswamemberikomentarkepadasiswalain,pengajarharusmemperhatikannyadan
membetulkan komentar yang kurang tepat; dan (6) selanjutnya kegiatan berbicara
diulangkembaliuntukmelihatperubahanberbicarasetelahmendapatumpanbalik.
Di samping itu, Ahmad Rofiuddin dan Darmiyati Zuchdi (2001: 171)
berpendapat bahwa penilaian kemampuan berbicara dapat dilakukan secara aspectual atau
secara komprehensif. Penilaian aspektual adalah penilaian kemampuan berbicara yang
difokuskan pada aspekaspek tertentu, sedangkan penilaian komprehensifmerupakan
penilaianyangdifokuskanpadakeseluruhankemampuanberbicara.Penilaianaspektual
dapatdibedakanmenjadiduamacam,yaitupenilaianaspekindividualdanpenilaianaspek
kelompok.Penilaianaspekindividualdapatdibedakanlagimenjadiaspekkebahasaandan
nonkebahasaan.Aspekkebahasaanmeliputi:(1)tekanan;(2)ucapan;(3)nadadanirama;(4)
persendian;(5)kosakataatauucapanataudiksi;dan(6)strukturkalimatyangdigunakan.
Aspek nokebahasaan meliputi: (1) kelancaran; (2) pengungkapan materi wicara; (3)
keberanian;(4)keramahan;(5)ketertiban;(6)semangat;(7)sikap;dan(8)perhatian.Selain
itu, penilaian dalam aspek kelompok meliputi: (1) pemerataan kesempatan berbicara; (2)
keterarahan,pembicaraan;(3)kejelasanbahasayangdigunakan;(4)kebakuanbahasayang
digunakan; (5) penalaran dalam berbicara; (6) kemampuan mengemukakan ide baru; (7)

17
kesopanan dan rasa saling menghargai; (8) kesopanan dan rasa saling menghargai; (9)
keterkendalianproses;(10)ketertibanberbicara;(11)kehangatandankegairahanberbicara;
(12)pengendalianemosi.
Cara untuk mengukur kemampuan berbicara dapat dilakukan melalui berbagai
tingkatan. Burhan Nurgiyantoro (2001: 292294) menjelaskan tingkatantingkatan tes atau
penilaiankemampuanberbicara,yaknisebagaiberikut.
1 Teskemampuanberbicaratingkatingatan.
Tes kemampuan berbicara tingkat ingatan umum bersifat teoretis, menanyakan halhal
yang berkaitan dengan tugas berbicara, misalnya tentang pengertian, fakta, dan
sebagainya.
2 Testingkatpemahaman
Tes kemampuan berbicara tingkat pemahaman juga masih lebih bersifat teoretis,
menanyakan berbagai masalah yang berhubungan dengan tugas berbicara. Tes tingkat
pemahamandapatpuladimasukkanuntukmengungkapkemampuansiswasecaralisan.
3 Testingkatpenerapan.
Pada tingkat ini tidak lagi bersifat teoretis, melainkan menghendaki siswa untuk
melakukanpraktikberbicara.Testingkatinimenuntutsiswauntukmampumenerapkan
kemampuanberbahasanyauntukberbicaradalamberbagaisituasidanmasalahtertentu.
Penilaian yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbicara adalah tes unjuk
kerjayangdilengkapidenganlembarpenilaianobservasi(pengamatan)terhadapkemampuan
berbicara siswa. Pengamatan dilakukan sewaktu siswa tampil berbicara di depan kelas.
Penelitimemberipenugasankepadasiswauntuktampilberbicaradihadapantemantemannya.
Secararinci,penilaianberbicarasiswadapatdiamatidenganlembarobservasisebagaiberikut.
Tabel1.RubrikPengamatanPenilaianKeterampilanBerbicara
No. NamaSiswa AspekPenilaian Skor
I II III IV

18
DiadopsidariBurhanNurgiyantoro(2001:284287)
Keterangan:
I.Intonasi
Kemampuanmenerapkanintonasi(naikdanturunnyasuara,sertaketepatan
penekanaaannnsukukata)denganbenardapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1. Siswa dalam berbicara tidak terjadi salah penekanan kosakata yang mencolok,
mendekatiucapanstandar.
2. Siswadalamberbicaraintonasinyatepatdantidakmenyebabkankesalahpahaman.
3. Siswaalamberbicarapenekanankosakatanyaseringsalah/kurangtepat.
4. Siswadalamberbicaraseringterjadikesalahanbesardanaksenkuatyangmenyulitkan
pemahaman,menghendakiuntukselaludiulang.
5. Siswadalam berbicara intonasi/penekanannyabanyak yangtidaktepatsering tidak
dapatdipahami

AI PilihanKata
Kemampuanmemilihkatadengantepatdapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1 Siswa mampu memilih katakata dan ungkapan yang baik dan tepat. 4 Siswa
terkadangmenggunakankatakatayangtidaktepat.
2 Siswaseringmenggunakankatayangsalahsehinggapembicaraannyamenjaditerbatas
karenakatakatayangdipakaitidaktepat.
3 Siswa salah menggunakan katakata dan masih terbatas sehingga
menyebabkanpembicaraannyasukarsekaliuntukdipahami.
4 Siswamenggunakankatakatayangsangatterbatassehinggapembicaraannyahampir
tidakpernahdilakukan.

19
BI Kelancaran
Kelancaran sewaktu berbicara dapat dinilai dengan indikator di bawah ini. 5 Siswa
mampuberbicaradenganlancarsekali.
1 Siswatampakberbicaradengankecepatanyangsedikitberkurang.
2 Siswa tampak berkurang kecepatan dan kelancaran berbicaranya karena pengaruh
kesulitankesulitanberbahasa.
3 Siswasedikitraguragudalamberbicara,seringsiswaterpaksaberdiamdirikarena
penguasaanbahasanyaterbatas(seringtersendatsendat).
4 Siswaseringmelakukanpemberhentiandalamberbicaradanpendekpendek,sehingga
menyebabkanpembicaraannyabenarbenartidakberlangsung.

IV.Pemahaman
Kemampuanpemahamanterhadapisidanmaksudpembicaraandapatdinilaidengan
indikatordibawahini.
1 Siswamampumemahamiisipercakapandanmenguasaimaksudnya.
2 Siswamampumemahamiisipercakapandenganbaik.
3 Siswamampumemahamiisipercakapandalamkecepatankurangdarinormal,dengan
banyakpengulanganpengulangan.
4 Siswakurangmampumemahamiisipercakapansehinggasulitberbicara.
5 Siswa tidak mampu memahami isi percakapan sehingga tidak mampu berbicara di
depankelas.
Untuk mencari nilai dari setiap siswa dapat menggunakan teknik penilaian sebagai
berikut:
1 Nilaisetiapunsuryangdinilaidalamberbicaraberkisarantara1sampaidengan5.Nilai5
berartibaiksekali,nilai4berartibaik,nilai3berartisedang,nilai2berartikurang,dan
nilai1berartikurangsekali.
2 Jumlah skor atau total nilai diperoleh dari menjumlahkan nilai setiap unsur
penilaianyangdiperolehsiswa.

20
3 HakikatMetodePasanganTerstruktur
a PengertianMetodePasanganTerstruktur
Metodepasanganterstruktur(structuredyadicmethods)merupakansalahsatujenis
metode pembelajaran kooperatif. Metode pasangan terstruktur ini, melibatkan kelompok
beranggotakan sekitar empat orang yang memiliki kebebasan tertentu dalam menentukan
bagaimanamerekaakanbekerjasama.Melaluipembelajaraninisiswabersamakelompokatau
pasangannyasecaragotongroyongmaksudnyasetiap anggota kelompok salingmembantu
antaratemanyangsatudengantemanyanglaindalamkelompoktersebutsehinggadidalam
kerjasamatersebutyangcepatharusmembantuyanglemah,olehkarenaitusetiapanggota
kelompokpenilaianakhirditentukanolehkeberhasilankelompok.Siswadiberikesempatan
untuksalingmenceritakanpembelajaranmateriberpasangan.Dimanasiswasalingbergantian
menjadi peneliti dan murid untuk mempelajari berbagai macam prosedur atau mencari
informasidariteks,dapatmenjadisangatefektifdalammeningkatkanpembelajaransiswa
(Slavin,2009:26).
Denganmetodetersebut, peneliti dapat mengefektifkan waktupembelajarankarena
siswadimintatampilberbicaradidepankelasdengankelompokataupasangannya.Pasangan
Siswayangtampildidepankelasharusberbicaraatauberceritatentangsuatuhalyangsudah
ditentukanolehpenelitimatapelajaranbahasaIndonesia,sedangkantemanlainyangtidak
tampiltersebutharusmendengarkandanmemberipertanyaankepadasiswayangtampildi
depankelasmengenaimateriataupokokbahasantertentuyangdiceritakandidepankelas.
Metode pasanganterstruktur ini dapat digunakan dalam pembelajaranmenulis,membaca,
mendengarkan,danberbicara.Berdasarkanhaltersebut,metodeinidapatditerapkandalam
pembelajaranberbicarasiswaSMPkelasVII1.Denganmetodeini,pembelajaranberbicara
yangditugaskankepadasiswamenjadilebihmenarik.
Keberhasilanpembelajarankooperatifmetode pasanganterstruktur tergantungpada
keberhasilankelompokataupasangannyadankeberhasilankelompokataupasangansangat
bergantung pada keberhasilan usaha setiap anggotanya. Semua anggota bekerja demi
tercapainya satu tujuan yang sama. Sebaliknya, kegagalan individu adalah kegagalan
kelompok. Oleh karena itu, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa agar setiap
anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar yang lain bisa

21
berhasil. Setiap pasangan harus diberi kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi
mengenaiapayangakandibicarakan.Kegiataninteraksiiniakanmemberikesempatankepada
para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota dengan
prinsip bahwa hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih baik dan kaya daripada hasil
pemikiransatukepala.
Kelebihanmodelpembelajaranmetodepasanganterstrukturadalahdalamwaktuyang
bersamaan siswadapatberbicara berdasarkantugas yang telah diberikansebelumnyaoleh
pengajar secara berpasangan. Hal ini dapat mempengaruhi motivasi, dan keaktifan setiap
individudanmerekamempunyairasapercayadiridandapatmenilaikemampuandirimereka
sendiri. Atmosfer di dalam kelas pun menjadi kondusif dan menyenangkan. Selain itu,
keunggulandarimetodeiniadalahsiswatampildidepankelassecaraberpasangansehingga
diharapkansiswatidakmerasatakut,malu,ataupunlupadenganapayangakandisampaikan.
Dengansiswatampilsecaraberpasangan,diharapkandapatmemotivasisiswayanglaindan
menumbuhkembangkansikapkerjasamadankekompakkanpadadirisiswasertamemberi
merekarasapercayadirisewaktuberbicara.Kelompokberpasangandiatasakanmemiliki
kelebihandankekurangan.
AnitaLie(2005:46)menjelaskankelebihandankekurangannyasebagaiberikut.
1 KelebihanKelompokBerpasangan
a Meningkatkanpartisipasisiswadalamprosespembelajaran.
b Kelompokmodelinicocokuntuktugassederhana.

c Setiap siswa memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk berkontribusi dalam
kelompoknya.
d Interaksidalamkelompokmudahdilakukan.
e Pembentukankelompokmenjadilebihcepatdanmudah.
2 KekuranganKelompokBerpasangan
a Banyakkelompokyangmelapordanperludimonitor.
b Lebihsedikitideyangmuncul.
c Jikaadaperselisihantidakadapenengah.
Pemilihanmetode pasanganterstruktur dalam pembelajaranberbicara tentunya tidak

22
terlepas dari kelebihankelebihan yang dimilikinya di atas. Dengan penerapan metode ini,
siswaakantermotivasidanbekerjasamauntukberanitampilberbicaradidepankelas.Dalam
kelompokataupasanganmasingmasingsiswatersebut,merekaharus bekerjasamauntuk
mendapatkannilaiyangterbaik.Siswayangmemilikikemampuanlebihdalamberbicaraakan
memotivasisiswalainyangkurangterampilberbicaradidepankelas.Denganmenerapkan
metodeini,diharapkanketerampilanberbicarasiswadapatmeningkat.

b.LangkahLangkahPembelajaranKeterampilanBerbicaradenganMetodePasangan
Terstruktur
Langkahlangkahpembelajaranberbicaradenganmetodepasanganterstrukturdalam
penelitianiniadalahsebagaiberikut.
1 Penelitimemberikanpengenalanmengenaitemaatautopikyangakandibahas.Peneliti
bisamenuliskantemadipapantulisdanmenanyakanapayangsiswaketahuimengenai
tematersebut.Kegiataninidimaksudkanuntukmengaktifkanskematasiswaagarlebih
siap mengahadapi bahan pembelajaran yang baru. Dalam kegiatan ini, peneliti perlu
menekankanbahwakesiapanmerekadalammengantisipasibahan pelajaranyangakan
diberikanpadahariitudankeharusanbekerjasamadalampasangannya.
2 Siswadikelompokkansecaraberpasangan,masingmasingpasanganterdiridari2orang.
Pembagian kelompok siswa sesuai dengan perbedaan kemampuan berbicaranya yaitu
siswayangkemampuanberbicaranyabaikdipasangkandengansiswayangkemampuan
berbicaranyakurang,sehinggasiswayangbisaberbicaradenganbaikdapatmemotivasi
siswayangkemampuanberbicaranyakurang.
3 Siswadimintamempelajariataumendiskusikantentangtemayangsudahditentukanoleh
penelitimatapalajaranbahasaIndonesiadenganpasangannya.
4 Setelahwaktudiskusiselesai,penelitimemberikesempatanpasangansiswauntuktampil
ke depan kelas dan mereka mempraktekkan tema yang sudah didiskusikan bersama
pasangannya. Ketika ada pasangan yang tampil ke depan kelas untuk mempraktekkan
keterampilanberbicarayangsudahdidiskusikan,makapasanganlainyangtidaktampil
harusmemperhatikanpasanganyangtampildidepankelas.

23
5 Kegiataninibisadiakhiridengandiskusimengenaitemadalambahanpelajaranhariitu.
Diskusibisadilakukanantarapasanganataudenganseluruhkelas.
Penerapanmetodepasanganterstrukturdikelasdilakukandenganperencanaanyang
menekankan pada pembelajaran yang kooperatif. Selama proses pembelajaran siswa
diharuskanbekerjasamauntukmelengkapitugasyangdiberikanolehpeneliti.Kegiatanini
bisadilakukandalambataswaktuyangsingkatmaupunlama.Halinimengandungpengertian
bahwapenelitimenerapkanpembelajarankooperatifdalamsatuwaktutertentudanseiring
denganperkembangannyapenelitibisamelakukanimprovisasidanmemadukannyadengan
beberapateknikyanglain.Masingmasingpenelitiharusmenyesuaikandengankondisidan
situasikelasagarpenerapanmetodepasanganterstrukturdapatlebihdiefektifkan.

B.KerangkaBerpikir
Pembelajaranberbicarayangselamainidilakukanolehpenelitiadalahsiswadiminta
tampil berbicara di depan kelas secara individu. Tampil berbicara di depan kelas secara
individu dilaksanakan setelah siswa diberi penjelasan mengenai tema dari pembelajaran
tersebut.Temapembelajaranatauwacanatersebutmerekapahamikemudiandipresitasikandi
depankelas.
Metode di atas ternyata masih kurang optimal untuk meningkatkan keterampilan
berbicaradidepankelas.Haliniterbuktidenganmasihsedikitnyasiswayangberanitampildi
depankelas.Merekaseringlupadanbingungapayangakandikatakansetelahmerekadi
depan kelas. Selain itu, rasa takut dan grogi sewaktu tampil di depan kelas masih sering
terlihat.Merekaumumnyamaludantakutapabiladimintatampildidepankelas.Akibatnya,
prestasiketerampilanberbicarasiswamasihrendah.
Berdasarkanhaltersebut,dibutuhkansebuahmetodeyangdapatmemotivasimereka
untukaktifberbicaradidepankelas.Salahsatumetodeyangdapatdilakukanadalahdengan
metodepasanganterstruktur.Halinidiharapkandapatmeningkatkanketerampilanberbicara
siswadidepankelas.Selainitu,merekajugatampilberduaatauberpasangansehinggamereka
tidakmaludantidakgrogisertawaktupembelajaranberbicaraakanlebihefektif.Dengan
metodeyangditerapkanmakatelahdidapatkanhasilyangcukupmemuaskandankualitas
keterampilanberbicarasiswameningkat.

24
Kerangkaberpikirtersebutdapatdigambarkandalambaganberikutini:

Selamadiberitindakan
Sebelumdiberitindakan

MetodePasanganTerstruktur
MetodeKonvensional

1 Siswa aktif dalam pembelajaran


keterampilanberbicara.
1 Siswa pasif dalam pembelajaran
keterampilanberbicara
2 Siswa tampil berbicara secara
berpasangan,waktupembelajaran
2 Siswa tampil berbicara secara
lebihefektif.
individu, waktu pembelajaran
kurangefektif.
3 Siswa tidak malu dan berani
3 Siswa malu dan takut tampil tampilberbicaradidepanteman
berbicara di depan teman temannya.
temannya.
Prestasiketerampilanberbicara
Prestasiketerampilanberbicara siswameningkat
siswarendah

Gambar1.AlurKerangkaBerpikir

D.HipotesisTindakan

Denganpenerapkanmetode pasanganterstruktur dalampembelajaranketerampilan


berbicara akan membantu meningkatkan keterampilan berbicara siswa sehingga dapat
meningkatkankualitasprosesdankualitashasilpembelajaranberbicarapadasiswakelasVII1

25
SMPN2Binjaitahunajaran2014/2015.

26
BABIII
METODEPENELITIAN
A.TempatdanWaktuPenelitian
PenelitianinidilakukandikelasVII1SMPN2Binjai,Sekolahinidipimpinoleh
NgaturkenPA,S.Pd.Padasetiapkelasdisekolahiniumumnyamemilikisituasikelasyang
sama. Ruang kelas terdiri atas bangku, white board dan berbagai hiasan dinding seperti:
gambargambarpahlawan,gambarpresidendanwakilpresiden,gambarburunggaruda,
jamdindingdanlainlain.
Tahappelaksanaanpembelajaranberbicaradenganmetodepasanganterstruktur
diselenggarakanpadasemestergenap(semesterkedua),yaitubulanAprilhinggaMei2015.
Berikuttabelrinciankegiatanwaktudanjeniskegiatanpenelitian.
Tabel2.RincianKegiatanWaktudanJenisKegiatanPenelitian

JenisKegiatan
FebMarApril
1.Penyusunanproposal
2 SharingideasdenganpenelitiBahasa
IndonesiaSMPN2Binjai
3. Menyusunpedomanobservasi
4. Mengadakansimulasi
5. Menyiapkanperangkatpembelajaran
(rubrikpenilaianunjukkerja,lembar
observasiaktivitassiswa)

6 PelaksanaanSiklusI
a Perencanaan
Menyusunskenario
Menyiapkanmedia
b Pelaksanaan
c Observasi

d.Refleksi
7.PelaksanaanSiklusII
a Perencanaan
Menyusunskenario
Menyiapkanmedia
b Pelaksanaan
c Observasi
d Refleksi
8 PelaksanaanSiklusIII
a Perencanaan
Menyusunskenario
Menyiapkanmedia
b Pelaksanaan
c Observasi
d Refleksi
9.Merekaphasiltindakan
10.Menyusunlaporan
11.Ujiandanrevisi

B.SubjekPenelitian
SubjekdalampenelitianiniadalahsiswakelasVII1ESMPNegeri2Binjai,
tahunajaran2014/2015.JumlahsiswakelasVII1adalah33siswayangterdiridari13siswa
putra,20siswaputri.Mayoritassiswaberasaldarikeluargaekonomimenengahyangrata
ratapekerjaanorangtuamerekaadalahpetaniatauhanyawiraswasta.Selainitu,ayoritas
latarbelakangpendidikanorangtuamerekaadalahtamatanSMA.Adapunyangmenjadi
objekpenelitianadalahpembelajaranberbicaramatapelajaranbahasaIndonesia
C.BentukdanStrategiPenelitian
PenelitianiniberbentukPenelitianTindakanKelas(PTK).PTKmenurut
Kemmis(dalamRochiatiWiriaatmaja,2005:12)adalahsebuahbentukinkuirireflektif
yangdilakukansecarakemitraanmengenaisituasisosialtertentu(termasukpendidikan)untuk
meningkatkan rasionalitas dan keadilan. Selanjutnya, Ebbut(dalamKasihaniKasbolah,
2001: 9) mendefinisikan PTK sebagai studi yang sistematis yang dilakukan dalam upaya
memperbaiki praktikpraktik dalam pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta
refleksi dari tindakan tersebut. Ebbut melihat proses pelaksanaan penelitian tindakan ini
sebagai suatu rangkaian siklus yang berkelanjutan. Siklus yang berkelanjutan tersebut
digambarkansebagaisuatuprosesyangdinamis.
Kemmis (dalam Kasihani Kasbolah, 2001: 9) menyebutkan empat aspek dalam
penelitian tindakan kelas, yaitu: perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan
(acting),pengamatan(observing)danrefleksi(reflecting).Keempataspektersebutberjalan
secara dinamis yang merupakan momenmomen dalam bentuk spiral yang terkait dengan
perencanan,tindakan,pengamatan,danrefleksi.PTKmerupakanpenelitianyangbersiklus.
Artinya,penelitianinidilakukansecaraberulangdanberkelanjutansampaitujuanpenelitian
dapattercapai.
Strategiyangdigunakandalampenelitianiniadalahdeskriptifkualitatifdengantiga
siklus.Strategiinibertujuanuntukmenggambarkansertamenjelaskankenyataandilapangan.
Kenyataanyangdimaksudadalahprosespembelajaranketerampilanberbicarasebelumdan
sesudahdiberitindakandenganmenggunakanmetodepasanganterstruktur.

D.SumberDataPenelitian
Sumberdatayangdigunakandalampenelitianiniterdiridari:
1 Tempatdanperistiwa,yaituruangkelasVII1danprosespembelajarandidalamnya.
2 Informan, dalam penelitian ini menggunakan informan peneliti mata pelajaran, siswa,
kepalasekolah,danpenelitilain.
3 DokumenberupaRancanganPelaksanaanPembelajaran(RPP),bukumateripembelajaran,
fotokegiatan pembelajaran keterampilanberbicara,hasiltes siswadalamketerampilan
berbicara selama melakukan proses belajar mengajar dengan materi keterampilan
berbicarapadamatapelajaranBahasaIndonesia.
E.TeknikPengumpulanData

Teknikpengumpulandatatentangprosespembelajaranberbicaraadalahsebagai
berikut:
1 Wawancara
Wawancara dilakukan terhadap peneliti kelas VII1 serta siswa kelas VII1 SMPN 2
Binjai.Wawancarainidigunakanuntukmenggaliinformasigunamemperolehdatayang
berkenaan dengan aspekaspek pembelajaran, penentuan tindakan, dan respons yang
timbulsebagaiakibatdaritindakanyangdilakukan.
2 Observasi
Observasi dilakukan di kelas VII1 SMP Negeri Binjai, digunakan untuk mengamati
keaktifan dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran berbicara yang
dilakukan oleh peneliti. Pengamatan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah siklus
penelitianberlangsung.
3 AnalisisDokumen
Analisisdokumen,yaituanalisispadarubrikpenilaianunjukkerjasiswa.Rubrikpenilaian
unjuk kerja digunakan untuk mengetahui perkembangan atau keberhasilan pelaksanaan
tindakandanuntukmengarsipkandatayangberhubungandengantindakanyangdilakukan
selamapenelitian.

F.UjiValiditasData
Datadalampenelitianinidiujidenganmenggunakanbeberapatekniktriangulasi,yaitu
triangulasisumberdatadantriangulasimetode.Dalampenelitinini,penelitimengumpulkan
data dari berbagai sumber yang berbeda. Data yang bersumber dari proses pembelajaran
keterampilan berbicara diuji keabsahannya dengan dokumendokumen pendukung serta
pertanyaanpertanyaan informan. Disamping itu, data yang terkumpul diuji validitasnya
denganbeberapametode.Datayangterkumpuldarikegiatanobservasidicekkebenarannya
melaluikegiatanwawancarasertaanalisisdokumendokumenyangterkait.
G.TeknikAnalisisData
Teknikanalisisdatayangdigunakandalampenelitianiniadalahteknikanalisiskritis.
Tekniktersebutmencakupkegiatanuntukmengungkapkankelemahandankelebihankinerja
siswadanpenelitidalamprosesbelajarmengajaryangterjadididalamkelasselamapenelitian
berlangsung.Kriteriadalamteknikiniberdasarkankajianteoritisyangdipaparkandidepan.
Hasilanalisistersebutkemudiandijadikansebagaidasaruntukmenyusunrencanatindakan
berikutnyasesuaisiklusyangada.Analisisdatadilakukansecarabersamasamaantarapeneliti
dan peneliti, sebab penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kerja sama antara
penelitidenganpeneliti.
Adapun teknik analisis kedua yang dipergunakan, yaitu teknik anlisis interaktif.
TeknikinidigambarkanMilesdanHuberman(dalamSutopo,2002:96)berikut.

Displai
Pengumpulan
data
data

Reduksidata
Penarikan
Kesimpulan/ferifikasi

Gambar2.AnalisisModelInteraktifMilesdanHuberman(dalam
Sutopo,2002:96)

H.ProsedurPenelitian
Prosedurpenelitianmerupakanrangkaiantahapanpenelitiandariawalsampaiakhir
penelitian.Setiaptindakanmenunjukkanpeningkatanindikatortersebutyangdirancangdalam
satuunit sebagaisatu siklus.Setiap siklus tediri dariempat tahap,yaitu: (1)perencanaan
tindakan,(2)pelaksanaantindakan,(3)observasidanterpretasi,dan(4)analisisdanrefleksi
untukperencanaansiklusberikutnya.Dalampenelitianini,direncanakandalamtigasiklus.
Proseduryangditerapkandalampenelitianinimeliputitahaptahapsebagai
berikutini.
permasalahan Perencanaan Pelaksanaan
tindakanI tindakanI

SlikusI Pengamatan/
RefleksiI pengumpulan
dataI

Permasalahanbaru
hasilrefleksi Perencanaan Pelaksanaan
tindakanII tindakanI

RefleksiII Pengamatan/
SlikusII pengumpulan
dataI
Apabilaada
permasalahanyang Dilanjutkankesiklus
belumterselesaikan berikutnya

Gambar3.AlurPenelitianTindakanKelas
DiadopsidariSuharsimiArikunto,SuhardjonodanSupardi(2008:74)
Keterangan:
1.PerencanaanTindakan
Berdasarkan hasil identifikasi dan penetapan masalah, peneliti dan peneliti
kemudianberdiskusiuntukmenemukanalternatif.Alternatifyangdisepakatiantara peneliti
danpenelitiadalahmetodepembelajaranberbicaradenganmetodepasanganterstruktur.Pada
Tahap ini peneliti menyajikan data yang telah dikumpulkan kemudian bersama peneliti
menentukan solusi yang tepat berdasarkan masalah yang dihadapi. Tahap perencanaan
tindakanmeliputi:
a Membuatskeneriopembelajaran,
b Mempersiapkansaranapembelajaran,
c Mempersiapkaninstrumenpenelitian.
2 PelaksanaanTindakan
Tindakan dilakukan dalam pembelajaran berbicara dengan menerapkan metode
pasanganterstruktur.Dalamsetiaptindakanyangdilakukanselaludiikutidengankegiatan
pengamatan dan evaluasi serta analisis refleksi. Pada tahapan ini, peneliti mengadakan
pengamatanapakahtindakanyangtelahdilakukandapatmengatasimasalahyangada.Selain
itu,pengamatandilakukanuntukmengumpulkandatayangnantinyadiolahuntukmenentukan
tindakanyangakandilakukanselanjutnya.

3.Observasi
Observasi ini dilakukan dengan mengamati dan menginterpretasikan aktivitas
penggunaanmetodepasanganterstrukturdalampembelajaranketerampilanberbicara.Dalam
kegiatan ini, peneliti berperan sebagai partisipan pasif. Maksudnya, peneliti berada dalam
lokasipenelitiannamuntidakberperanaktif.Penelitihanyamengamatidanmencatatsegala
aktivitasyangdilakukanolehpenelitidansiswadalampembelajaranberbicara.Setelahitu,
penelitimengolahdatauntukmengetahuiadaatautidakpeningkatankualitashasildanproses
pembelajaran berbicara siswa dengan metode pasangan terstruktur tersebut, juga untuk
mengetahuikelemahanyangmungkinmuncul.
4.AnalisisdanRefleksi
Tindakaninidilakukandenganmenganalisisataumengolahdatahasilobservasidan
interpretasi sehingga diperoleh kesimpulan bagian yangperlu diperbaiki danbagian mana
yangsudahmencapaitujuanpenelitian.Dalammelakukanrefleksi,penelitiharusbekerjasama
denganpenelitisebagaikolaborator.Selainitu,penelitidenganpenelitimengadakandiskusi
untuk menentukan langkahlangkah perbaikan (solusi pemecahan masalah yang dihadapi
dalam pelaksanaan yang telah dilakukan). Setelah itu ditarik kesimpulan penelitian yang
dilakukan, berhasil atau tidak sehingga peneliti dan peneliti dapat menentukan langkah
langkahselanjutnya.
1.RancanganSiklusI
a TahapPerencanaan
1 Pada tahap ini peneliti dan peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa
penentuantemapembelajarandanmenyiapkanrubrikpenilaianunjukkerja;
2 Penelitimenyiapkanskenariopembelajaransebagaiberikut:
a Peneliti memberikan apersepsi, yakni: memberikan pengenalan mengenai topik
pelajaranyangakandibahasdanmenggalipengetahuanawalsiswatentangtema
pembelajaran.
b Penelitimengelompokkansiswasecaraberpasangandengantemannya.Siswayang
kemampuan berbicaranya baik dipasangkan dengan siswa yang kemampuan
bicaranya kurang, siswa yang takut berbicara dipasangkan dengan siswa yang
berani berbicara sehingga siswa yang memiliki kemampuan lebih dan berani
berbicaradidepankelasakanmemotivasisiswalain.
c Penelitimenugasimasingmasingpasangansiswauntukberlatihberbicaradengan
tematertentuyangsudahditentukan.
d Peneliti menugasi masingmasing pasangan tersebut untuk tampil dan
mempraktikkanberbicaradengantematertentuyangsudahditentukan,sedangkan
siswayangtidaktampilmemperhatikanpasangansiswayangtampil.
e Penelitimenilaikegiatanberbicarasiswadenganlembarpenilaianunjukkerja.
f Penelitimelakukanevaluasiterhadaptampilansemuakelompoktentangaktivitas
berbicaradidepankelas.
g Peneliti memberi penghargaan terhadap pasangan yang tampil bagus di depan
temantemannya.
3 Penelitimengadakansimulasipembelajaranberbicaradenganmetodepasanganterstruktur.

b.TahapPelaksanaan
Tahap ini dilakukan dengan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah
direncanakan. Dalam satu siklus, dengan alokasi waktu 2 X 40 menit, sesuai skenario
pembelajaran.Tahapinidilakukanbersamaandenganobservasiterhadapdampaktindakan.
c.TahapObservasi
Tahap ini dilakukan dengan mengamati dan menginterpretasi aktivitas penerapan
metodepasanganterstrukturpadaprosespembelajaran(aktivitaspenelitidansiswa)maupun
padahasilpembelajaranberbicarayangtelahdilaksanakanuntukmendapatkandatatentang
kekurangandankemajuanaplikasitindakanpertama.
d.TahapAnalisisdanRefleksi
Padatahapini,dilakukananalisishasilobservasidaninterpretasisehiggadiperoleh
kesimpulanbagianmanayangperludiperbaikiataudisempurnakandanbagianmanayang
telahmemenuhitarget.

2.RancanganSiklusIIdanSiklusIII
PadasiklusIIdilakukandengantahapantahapansepertipadasiklusItetapididahului
dengan perencanaan ulang berdasarkan hasilhasil yang diperoleh pada siklus I (refleksi),
sehinggakelemahanyangterjadipadasiklusItidakterjadipadasiklusII.Demikianhalnya
pada siklus III dan seterusnya, termasuk perwujudan tahap pelaksanaan, observasi dan
interpretasi,sertaanalisisdanrefleksiyangmengacupadasiklussebelumnya.

I. IndikatorKeberhasilanPenelitian
Untuk mengukur keberhasilan tindakan, peneliti perlu merumuskan indikator
indikatorketercapaiannya.Indikatorkeberhasilanpenelitianinidirumuskansebagaiberikut:
Tabel3.IndikatorKeberhasilanPenelitian
AspekyangDiukur Persentase Caramengukur
Pencapaian
Keaktifansiswadalam 75% Diamatisaatpembelajarandengan
mengikutipembelajaran menggunakanlembarobservasi
berbicara dihitungdarijumlahsiswayang
menampakkankeaktifanselama
pembelajaran
Keberaniansiswauntuk 75% Diamatisaatpembelajarandengan
berbicaradidepankelas menggunakanlembarobservasi
dihitungdarijumlahsiswayang
menampakkankeberaniannyauntuk
berbicaradidepankelas
Kemampuansiswadalam 75% Diamatisaatpembelajarandengan
melakukankerjasamadengan menggunakanlembarobservasi
dihitungdarijumlahsiswayang
temanpasangannya
melakukankerjasamadengan
kelompoknya

Kemampuansiswadalam 75% Diamatisaatpembelajarandengan


melakukanpraktekberbicara menggunakanlembarobservasi
dihitungdarijumlahsiswayang
didepankelasdengankriteria
praktikberbicaranyamencapaibatas
ketuntasanminimum65 ketuntasan65

BABIV
HASILPENELITIANDANPEMBAHASAN
A.KondisiAwal
Sebelummelaksanakanprosespenelitian,terlebihdahulupenelitimelakukankegiatan
surveiawaluntukmengetahuikeadaannyatayangadadilapangan.Surveidilaksanakanpada
hariSenin,20April2015untukmelihatprosespembelajaransertaketerampilanberbicara
siswakelasVII1SMPN2Binjai.Hasildarikegiatansurveiawaltersebutadalahsebagai
berikut:
1 Kemampuanbahasalisansiswamasihrendah.
Berdasarkannilaipembelajaran,nilaikemampuanberbicarasiswamasihrendah.Halini
dapatdilihatdarinilaisiswayangmencapaibatasketuntasanhanyamencapai40,62%.
Berdasarkanwawancaradengansiswa,merekamengatakanbahwamerekamasihtakut,
grogidanseringlupaapayangakandibicarakan.
2 Penelitikesulitandalammembangkitkanminatsiswa.
Berdasarkan pengamatan peneliti selama proses pembelajaran berbicara, siswa kurang
menunjukkansikapyangpeduliterhadapprosespembelajaranyangsudahberlangsung.
Beberapa orang siswa nampak berbicara dengan temannya dan tidak memperhatikan
penjelasanpeneliti.Sementaraitu,siswayangdudukdideretanbangkubelakangnampak
menaruhkepaladiatasmeja.
3 Siswatidakberaniatautakutketikatampildidepankelas.
Berdasarkanpengamatanpenelititerhadapprosespembelajaranberbicarayangdilakukan
peneliti, terungkap banyak siswa yang tidak berani tampil di depan kelas dikarenakan
sikapsiswayangpasif,malasberbicara(ogahogahan),sehinggasiswamerasatakutsalah
danmalu,ataubahkankurangberminatuntukberlatihberbicaradidepankelas.Halini
dibuktikanpenelitisaatmelakukanobservasi,siswacenderungtakuttampilberbicaradi
depankelasdansikapsiswayangenggantampilberbicaradidepankelas.Merekamau
berbicaradidepan kelas dengan terpaksa karenaditunjukpenelitidan itupunmereka
lakukan dengan tanpa persiapan sama sekali. Siswa yang berani tampil pun terkadang
kesulitan untuk mengungkapkan pendapatnya, bahkan mereka lupa apa yang akan
dikatakannya.Akibatnya,keterampilanberbicaratidakterkembangkan.

B.DeskripsiHasilPenelitian
Prosespenelitiandilaksanakandalam3siklusyangmasingmasingsiklusterdiridari4
tahapan,yakni:(1)perencanaan,(2)pelaksanaantindakan,(3)observasidaninterpretasi,(4)
analisisdanrefleksi.
1.SiklusI
a.PerencanaanTindakanI
KegiatanperencanaantindakanIdilaksanakanpadahariSabtu,24April2015diruang
penelitiSMPNegeri2Binjai.PenelitisebagaipenelitikelasVII1mendiskusikanrancangan
tindakan yang akan dilakukan dalam proses penelitian ini. Kemudian disepakati bahwa
pelaksanaantindakanpadasiklusIakandilaksanakandalamwaktu1kalipertemuan(2x40
menit). Adapun pelaksanaannya dilakukan pada hari Senin, 26 April 2015 sesuai dengan
jadwalpelajaranBahasaIndonesia.
TahapperencanaantindakanImeliputikegiatansebagaiberikutini.
1 Peneliti dan peneliti menyusun perangkat pembelajaran, berupa penentuan tema
pembelajaranyaitubertelepondenganteman,danmenyiapkanrubrikpenilaianunjukkerja
yang berisi intonasi, pilihan kata, kelancaran, dan pemahaman. Kemudian, Peneliti
menyusun pedoman observasi untuk mengamati keaktifan, keberanian, kerjasama dan
kemampuan siswa melakukan praktek bertelepon selama kegiatan pembelajaran
berlangsung.
2 Peneliti bersama peneliti merancang skenario pembelajaran berbicara dengan metode
pasanganterstruktur,yaknidenganlangkahlangkahsebagaiberikutini.
a Penelitimemberikanapersepsi,yakni:menggalipengetahuanawalsiswatentangtema
pembelajaran,misalnya:Apakahmerekapernahbertelepondenganteman?Bagaimana
carabertelepondenganteman?
b Peneliti mengelompokkan siswa secara berpasangan sesuai dengan perbedaan
kemampuanberbicaranyayaitusiswayangkemampuanberbicaranyabaikdipasangkan
dengansiswayangkemampuanberbicaranyakurangsehinggasiswayangkemampuan
berbicaranyakurang,dapattermotivasiatauterbantudengansiswayangkemampuan
berbicaranyabaik.
c Penelitimenugasimasingmasingpasangansiswauntukmempelajaritemabertelepon
yangsudahditentukandanberlatihselama10menit.
d Penelitimenugasitiappasanganuntukmempraktikkanbertelepondengantemayang
sudah ditentukan di depan kelas dan teman lain yang tidak maju memperhatikan
pasangansiswayangmajudidepankelas.
e Penelitimenilaikegiatanberbicarasiswadenganlembarpenilaianunjukkerja.
f Penelitiberdiskusidengansiswamelakukanevaluasiterhadapcaraberteleponsiswa.
g Penelitimemberipenghargaanterhadappasanganyangtampilbagusdidepanteman
temannya.
3 Peneliti mengadakan simulasi pembelajaran berbicara dengan metode pasangan
terstruktur dibawahbimbinganpeneliti.Dalamkegiatansimulasiini,dilibatkan siswa
untukberteleponsecaraberpasangan.KegiataninidilakukanpadahariSenin,26April
2015bersamaankegiatanpembelajarandandilaksanakanselama2x40menit.

b.PelaksanaanTindakanI
PelaksanaantindakanIinidilaksanakanselamasatukalipertemuan,yaknipadahari
Senin,26April2015diruangkelasVII1SMPN2Binjai.Satukalipertemuandilaksanakan
selama 2 x 40 menit. Sesuai dengan skenario pembelajaran dan RP pada siklus I ini,
pembelajarandilakukanolehpenelitikelas,sedangkanpenelitimelakukanobservasiterhadap
prosespembelajarandanmelakukanwawancarakepadabeberapasiswasetelahpembelajaran
berakhir.
MateripadapelaksanaantindakanIiniadalahbertelepondengantemabertelepon
denganteman.Urutanpelaksanaantindakantersebutadalahberikutini.
1 Peneliti membuka pelajaran dengan mengucap salam, mengondisikan kelas, dan
melakukanpresensi.
2 Penelitimelakukanapersepsidenganbertanyajawabkepadasiswatentangpengalaman
siswaberkenaandengantema,seperti:Apakahmerekapernahbertelepondenganteman?
Bagaimanacarabertelepondenganteman?
3 Penelitimenjelaskankompetensidasardanindikatorpembelajaranyangakandicapai.
4 Penelitimengelompokkansiswasecaraberpasangansesuaidenganperbedaankemampuan
berbicaranyayaitusiswayangnilaiketerampilanberbicaranyabaikdipasangkandengan
siswa yang nilai kemampuan berbicaranya kurang sehingga siswa yang kemampuan
berbicaranya kurang, dapat termotivasi atau terbantu dengan siswa yang kemampuan
berbicaranyabaik.
5 Peneliti menugasi masingmasing pasangan siswa untuk berlatih mempelajari tema
bertelepondengantemandanberlatihselama10menit.
6 Peneliti menugasi tiap pasangan untuk mempraktikkan bertelepon dengan tema
bertelepondengantemandidepankelasdantemanlainyangtidakmajumemperhatikan
pasangansiswayangmajudidepankelas.
7 Penelitimenilaikegiatanberbicarasiswadenganlembarpenilaianunjukkerja.
8 Penelitiberdiskusidengansiswamelakukanevaluasiterhadapcaraberteleponsiswa.
9 Peneliti memberi penghargaan terhadap pasangan yang tampil bagus di depan teman
temannya.
10 Penelitimenyimpulkanhasilpembelajaranyangtelahdilakukan.
11 Penelitimemberikesempatanpadasiswauntukmenanyakanhalhalyangkurangjelas.
12 Peneliti bersama siswa melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah
dilakukan.
13 Penelitimenutupkegiatanpembelajarandengansalam.
Dalamtahapini,penelitibertindaksebagaipemimpinjalannyakegiatanpembelajaran
dikelas,sedangkanpenelitihanyabertindaksebagaipartisipanpasif.

c. ObservasidanInterpretasi
Peneliti mengamati proses pembelajaran berbicara dengan metode pasangan
terstruktur dikelasVII1SMPN2Binjai.Padapelaksanaanprosespembelajaranberbicara
denganmetode pasangan terstruktur, penelitimengajarkanmateribertelepondengantema
bertelepondengan teman.Padaawalpembelajaran,penelitimenerangkanmengenaitema
pembelajaran.Kemudian,penelitimenjelaskankompetensidasardanindikatorpembelajaran
yangakandicapai.Setelahitu,siswaberpasangansesuaidengankelompok(pasangan)yang
telahdibagiolehpenelitiyaitusesuaidenganperbedaankemampuanberbicaranya.Siswayang
kemampuan berbicaranya baik dipasangkan dengan siswa yang kemampuan berbicaranya
kurangsehinggasiswayangkemampuanberbicaranyakurangdapattermotivasiatauterbantu
dengan siswa yang kemampuan berbicaranya baik. Peneliti menugasi masingmasing
pasangan untuk melakukan diskusi dan latihan bertelepon dengan pasangan yang sudah
ditentukanmengenaitemabertelepondengantemanselama10menit.Setelahwaktuberdis
kusi dan berlatih habis, peneliti menugasi masingmasing pasangan tersebut untukpraktik
bertelepondengantemayangsudahditentukandidepantemantemannyasecarabergantian.
Setelah semua siswa tampil bertelepon, peneliti memberi kesimpulan terhadap hasil
pembelajarandanmemberitahunilaiyangterbaikdaripasangansiswa.
Darikegiatantersebut,diperolehdiskripsitentangjalannyaprosesbelajarmengajar
berbicara(bertelepon)denganmetodepasanganterstruktursebagaiberikut.
1 Sebelum mengajar, peneliti telah membuat RP yang akan dijadikan sebagai pedoman
dalammengajar.RPtersebutsesuaidengankurikulumyangberlaku,yakniKTSP.
2 Penelitisudahmelaksanakankegiatanpembelajaranbertelepondenganmetodepasangan
terstrukturdenganbenar,yaitudengancaramengajarsecarakonseptual.Artinya,peneliti
mengajar dengan arah dan tujuan yang jelas dan terencana. Pada awal pembelajaran,
penelitidenganjelasmengemukakanapayangakandiajarkanpadahariitukepadasiswa,
yaituberteleponsecaraberpasangan.Kemudian,penelitimemintasiswauntukberdiskusi
danberlatihdenganpasanganyangsudahditentukanpenelitimengenaitemabertelepon
yang sudah ditentukan tersebut. Setelah itu, siswa diminta secara berpasangan tampil
bertelepondidepankelas.
3 Peneliti memotivasi siswa agar mau bertelepon secara berpasangan dan bekerja sama
denganpasangannya.Penelitimenjelaskanbahwakerjasamadankekompakkanmenjadi
aspek penilaian yang tentunya berbeda dengan penilaian sebelumnya yang tidak
memperhatikan aspek kerja sama dan kekompakkan. Berdasarkan hasil pengamatan
terhadapprosesbelajarmengajarbertelepondenganteman,diperolehgambarantentang
aktivitassiswaselamakegiatanbelajarmengajarberlangsung,yaitusebagaiberikut:
1 Siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran bertelepon selama kegiatan belajar
mengajarberlangsungsebesar53%(18siswa),sedangkan47%(15siswa)lainnyakurang
memperhatikanpenjelasanpeneliti.Siswatersebuttampakberbicaradengantemannya,
melamun,danmenelungkupkankepalanyadiatasmeja.Siswatersebutdudukdikursi
bagianbelakangdansampingkiridaritempatdudukpeneliti,sedangkanposisipeneliti
lebihbanyakberadadidepankelasdandudukdikursi.Jadi,banyaksiswayangmerasa
tidakdiperhatikanolehpenelitinya.
2 Siswayangmenunjukkankeberanianketikapraktikbertelepondidepankelassebesar59%
(20siswa),sedangkan41%(13siswa)lainnyahanyamaupraktikbertelepondidepan
kelaskalauditunjukolehpenelitidenganalasankurangpercayadiri,takut,danmalu.
3 Siswa yang dapat bekerjasama dengan teman pasangannya mencapai 56% (19 siswa),
sedangkan44%(14siswa)lainnyatampaksibuksendiriataumalahbermainmainsendiri.
4 Siswa yang melakukan praktik bertelepon di depan kelas dan telah mencapai batas
ketuntasanminimum65sebesar56,25%(19siswa),sedangkan43,75%(14siswa)lainnya
belummencapaibatasketuntasan.
Selanjutnya, kelemahandarisisisiswadapatdiidentifikasibeberapakelemahan,
yaitu:
1 Saatberdiskusi,tidaksemuasiswaaktifdalamkegiatantersebut.Masihbanyaksiswayang
bersenda gurau. Hal ini menyebabkan penampilan siswa saat bertelepon kadang tidak
maksimal.
2 Siswabelummempunyairasapercayadiridanmasihmalumaluketikatampilberbicaradi
depankelassehinggamempengaruhikualitassaatberbicaradidepankelas.
3 Kelancaran bertelepon belum muncul pada awal pembelajaran. Sebagian besar siswa
hanyabertelepondengansingkatkarenasiswaterkadangmasihterlihatdiamkarenalupa
denganapayangakandibicarakan,makasiswasegeramengakhiripercakapantelepon.
4 Siswalainyangsedangtidaktampilbanyakyangtidakmemperhatikantemannyayang
tampilkedepankelas.Merekabanyakyangberbicaradengantemannyayanglainataupun
masihlatihanbertelepondenganpasangannya.
5 Siswayangbelummencapaibatasketuntasansebesar43,75%;
6 Mayoritassiswabertelepondengansuarayangpelansehinggasiswabagianbelakangtidak
bisamendengarnya.

d.AnalisisdanRefleksi
Berdasarkanhasilobservasitersebut,dilakukananalisisdanrefleksisebagaiberikut:
1 Penelititidakhanyaberadadidepankelasdandudukdikursisaatmemberikanpenjelasan
kepadasiswa.Penelitijugaharusmemonitorsiswayangberadadikursibagianbelakang
danmenyebarkanpandanganmatakeseluruhbagiankelasagarmerekajugaikutaktif
dalamkegiatanbelajarmengajardanmerasadiperhatikanolehpeneliti.Selainitu,peneliti
harusnya menegur siswa yang tidak fokus atau tidak memperhatikan terhadap proses
belajarmengajar.
2 Masalah kekompakkan dalam kelompok atau dengan pasangan, dapat diatasi dengan
penelitimemberikanpenjelasankepadasiswatujuandankeharusanbekerjasamadengan
pasangannya. Penjelasan ini dapat dilakukan dengan cara meminta kepada setiap
kelompok atau pasangan untuk tampil bertelepon secara kompak serta bekerja sama
menjadisatupenilaiankhususdalampembelajaran.
3 Untuk memenumbuhkan keberanian atau rasapercaya diri siswa, dapat diatasi dengan
penelitimemberipenghargaankepadasetiappasangansiswayangberanitampildidepan
kelasdengancaramemberiaplaussehinggamemacutemanyanglainuntukberanidan
percayadiriketikatampildidepankelas.
4 Untukmasalahkelancaran,dapatdiatasidenganpenelitimemberipenjelasankepadasiswa
bahwapengulangankatayangtidakperlusebaiknyaditinggalkan.Untukitu,siswaharus
memahamidenganbaikpercakapanteleponyangdibuatnyaagar sewaktutampiltidak
lupasehinggatidakmengulangkataataumelakukanpemberhentianyanglama.Teman
tampil atau pasangannya dapat membantu untuk mengingat bagian kalimat yang
terlupakan. Hal ini akan membantu dan memotivasi siswa yang kurang lancar untuk
berbicaralebihlancarlagi.
5 Untukmengatasisiswayangtidakmemperhatikantemannyayangtampilataumembuat
gaduh kelas, siswa diberi motivasi yang lebih untuk memperhatikan siswa lain yang
sedang tampil. Setelah itu, siswa akan diajak peneliti untuk mengevaluasi penampilan
kelompokataupasanganyangbarusajatampil.
6 Peneliti memotivasi siswa untuk bersuara keras dan memberitahu siswa bahwa suara
merekadirekamagarmerekalebihtermotivasiuntukmengeraskansuaranya.

2.SiklusII
a.PerencanaanTindakanII
PadahariRabu,28April2015diruangpenelitiSMPNegeri2Binjai,penelitidan
peneliti mengadakan diskusi dan membicarakan rencana siklus II yang akan dilaksanakan
padahariJumat,30April2015.Padakesempatantersebut,penelitimenyampaikananalisis
hasil observasi terhadap siswa kelas VII1 yang dilakukan pada siklus I. Peneliti
menyampaikansegalakelebihandankelemahanselamaberlangsungnyaprosespembelajaran
berteleponpadasiklusI.
Untuk mengatasi berbagai kekurangan yang ada, akhirnya peneliti dan peneliti
mengambilkeputusansebagaiberikut.
1 Penelitimengubahposisitidakhanyaberadadidepankelassaatmemberikanpenjelasan
kepadasiswa.Penelitisesekalimemonitorsiswayangberadadikursibagianbelakang
agar mereka juga ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Peneliti juga akan
menyebarkan pandangan matanya keseluruh bagian kelas dan memperhatikan siswa.
Selain itu, peneliti akan menegur siswa yang tidak fokus atau tidak memperhatikan
terhadapprosesbelajarmengajar.
2 Masalah kekompakkan dalam kelompok, dapat diatasi dengan peneliti memberikan
penjelasankepadasiswatujuandankeharusanbekerjasamadalamsebuahkelompokatau
denganpasangannya.Penjelasaninidapatdilakukandengancaramemintakepadasetiap
pasangan untuk tampil bertelepon secara kompak serta bekerja sama menjadi satu
penilaiankhususdalampembelajaran.
3 Untuk memenumbuhkan keberanian atau rasa percaya diri siswa, dapat diatasi dengan
penelitimemberipenghargaankepadasetiappasangansiswayangberanitampildidepan
kelasdengancaramemberiaplaussehinggamemacutemanyanglainuntukberanidan
percayadiriketikatampildidepankelas.
4 Untukmasalahkelancaran,dapatdiatasidenganpenelitimemberipenjelasankepadasiswa
bahwapengulangankatayangtidakperlusebaiknyaditinggalkan.Untukitu,siswaharus
memahamidenganbaikpercakapanteleponyangdibuatnyaagarsewaktutampiltidaklupa
sehinggatidakmengulangkataataumelakukanpemberhentianyanglama.Temantampil
ataupasangannyadapatmembantunyauntukmengingatbagiankalimatyangterlupakan.
Haliniakanmembantudanmemotivasisiswayangkuranglancaruntukberbicaralebih
lancarlagi.
5 Untukmengatasisiswayangmenggangusiswalainyangsedangtampilataumembuat
gaduh kelas, siswa diberi motivasi yang lebih untuk memperhatikan siswa lain yang
sedang tampil. Setelah itu, siswa tersebut akan diajak peneliti untuk mengevaluasi
penampilankelompokataupasanganyangbarusajatampil.
6 Peneliti memotivasi siswa untuk bersuara keras dan memberitahu siswa bahwa suara
merekadirekamagarmerekalebihtermotivasiuntukmengeraskansuaranya.

TahapperencanaantindakanIImeliputikegiatansebagaiberikut.
1 Penelitimenyusunperangkatpembelajaran,berupapenentuankompetensidasaryangakan
dicapai,danmenyiapkanrubrikpenilaianunjukkerjayangberisiintonasi,pilihankata,
kelancaran, dan pemahaman. Kemudian, peneliti menyusun pedoman observasi untuk
mengamatikeaktifan,keberanian,kerjasamadankemampuansiswamelakukanpraktek
berteleponselamakegiatanpembelajaranberlangsung.
2 Penelitimerancangskenariopembelajaranbertelepondenganmetodepasanganterstruktur
,yaknidenganlangkahlangkahberikutini.
a Penelitimelakukanapersepsidenganbertanyajawabkepadasiswatentangtemabertelepon
denganorangyanglebihtua,misalnyaapakahkalianpernahbertelepondenganorangyang
lebihtua?Dengansiapabiasanyakalianbertelepon?Bagaimanacarabertelepondenganorang
yanglebihtua?
b Penelitimengelompokkansiswasecaraberpasangansesuaidenganpasanganpadapertemuan
sebelumnyayaitusiswayangkemampuanberbicaranyabaikdipasangkandengansiswayang
kemampuan berbicaranya kurang sehingga siswa yang kemampuan berbicaranya kurang,
dapattermotivasiatauterbantudengansiswayangkemampuanberbicaranyabaik.
c Penelitimenugasimasingmasingpasangansiswauntukmempelajaritemaberteleponyang
sudahditentukandanberlatihselama10menit.
d Penelitimenugasitiappasanganuntukmempraktikkanbertelepondengantemayangsudah
ditentukandidepankelasdantemanlainyangtidakmajumemperhatikanpasangansiswa
yangmajudidepankelas
e Penelitimenilaikegiatanberbicarasiswadenganlembarpenilaianunjukkerja.
f Penelitiberdiskusidengansiswamelakukanevaluasiterhadapcaraberteleponsiswa.
g Peneliti memberi penghargaan terhadap pasangan yang tampil bagus di depan teman
temannya.

b.PelaksanaanTindakanII
PelaksanaantindakanIIinidirencanakanselamasatukalipertemuan,yaknipadahari
Jumat,30April2015diruangkelasVII1SMPN2Binjai.Satukalipertemuandilaksanakan
selama2x40menit.SesuaidenganskenariopembelajaranpadasiklusIIini,pembelajaran
dilakukan oleh peneliti kelas, sedangkan peneliti melakukan observasi terhadap proses
pembelajaran dan melakukan wawancara kepada beberapa siswa setelah pembelajaran
berakhir.
MateripadapelaksanaantindakanIIinisamadenganmateripadapelaksanaansiklusI
yaitubertelepondengantemabertelepondenganorangyanglebihtua.Urutanpelaksanaan
tindakantersebutadalahberikutini.
1 Peneliti membuka pelajaran dengan mengucap salam, mengondisikan kelas, dan
melakukanpresensi.
2 Peneliti melakukan apersepsi dengan bertanya jawab kepada siswa tentang tema
bertelepondenganorangyanglebihtua,seperti:apakahkalianpernahbertelepondengan
orang yang lebih tua? Dengan siapa biasanya kalian bertelepon? Bagaimana cara
bertelepondenganorangyanglebihtua?
3 Penelitimenjelaskankompetensidasardanindikatorpembelajaranyangakandicapai.
4 Peneliti mengelompokkan siswa secara berpasangan sesuai dengan pasangan pada
pertemuan sebelumnya yaitu siswa yang kemampuan berbicaranya baik dipasangkan
dengansiswayangkemampuan berbicaranyakurangsehingga siswayang kemampuan
berbicaranya kurang, dapat termotivasi atau terbantu dengan siswa yang kemampuan
berbicaranyabaik.
5 Peneliti menugasi masingmasing pasangan siswa untuk mempelajari tema bertelepon
denganorangyanglebihtuadanberlatihselama10menit.
6 Peneliti menugasi tiap pasangan untuk mempraktikkan bertelepon dengan tema
bertelepondenganorangyanglebihtuadidepankelasdantemanlainyangtidakmaju
memperhatikanpasangansiswayangmajudidepankelas.
7 Penelitimenilaikegiatanberbicarasiswadenganlembarpenilaianunjukkerja.
8 Penelitiberdiskusidengansiswamelakukanevaluasiterhadapcaraberteleponsiswa.
9 Peneliti memberi penghargaan terhadap pasangan yang tampil bagus di depan teman
temannya.
10 Penelitimenyimpulkanhasilpembelajaranyangtelahdilakukan.
11 Penelitimemberikesempatanpadasiswauntukmenanyakanhalhalyangkurangjelas.
12 Peneliti bersama siswa melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah
dilakukan.
13 Penelitimenutupkegiatanpembelajarandengansalam.
Dalamtahapinipenelitibertindaksebagaipemimpinjalannyakegiatanpembelajaran
dikelas,sedangkanpenelitihanyabertindaksebagaipartisipanpasif.
c. ObservasidanInterpretasi
Peneliti mengamati proses pembelajaran bertelepon dengan metode pasangan
terstrukturdikelasVII1SMPNegeri2Binjai.Penelitimengambilposisidibelakangkelas
agar keberadaannya tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran. Pada pelaksanaan
prosespembelajaranbertelepondenganmetode pasangan terstruktur, penelitimengajarkan
materi dengan tema bertelepon dengan orang yang lebih tua. Padaawal pembelajaran,
peneliti menerangka n mengenai tema pembelajaran. Kemudian, peneliti menjelaskan
kompetensi dasar dan indikator pembelajaran yang akan dicapai. Setelah itu, siswa
berkelompok (berpasangan) sesuai dengan pasangan yang telah dibagi oleh peneliti pada
pertemuansebelumnyayaitusesuaidenganperbedaankemampuanberbicaranya.Siswayang
kemampuan berbicaranya baik dipasangkan dengan siswa yang kemampuan berbicaranya
kurangsehinggasiswayangkemampuanberbicaranyakurangdapattermotivasiatauterbantu
dengan siswa yang kemampuan berbicaranya baik. Peneliti menugasi masingmasing
pasangan untuk melakukan diskusi dan latihan bertelepon dengan pasangan yang sudah
ditentukanmengenaitemabertelepondenganorangyanglebihtuaselama10menit.Setelah
waktu berdiskusi dan berlatih habis, peneliti menugasi masingmasing pasangan tersebut
untukpraktikbertelepondengantemayangsudahditentukandidepantemantemannyasecara
bergantian. Setelah semua siswa tampil bertelepon, peneliti memberi kesimpulan terhadap
hasilpembelajarandanmemberitahunilaiyangterbaikdarikelompokataupasangansiswa.
Dari deskripsi proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti di atas, dapat
disimpulkan bahwa peneliti telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana
pembelajaran yang telah disusun. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses belajar
mengajarbertelepondenganorangyanglebihtua,diperolehgambarantentangaktivitassiswa
selamakegiatanbelajarmengajarberlangsung,yaitusebagaiberikutini.
1 Siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran bertelepon selama kegiatan belajar
mengajarberlangsungsebesar66%(22siswa),sedangkan34%(11siswa)lainnyakurang
memperhatikanpenjelasanpeneliti.Siswatersebuttampakmasihsibukdengandirisendiri,
berbicara dengan temannya atau mengganggu siswa lain yang ingin memperhatikan
penjelasanpeneliti.Siswatersebutdudukdikursibagianbelakangdansampingkiridari
posisipenelitiberdirimengajardidepankelas.
2 Siswayangmenunjukkankeberanianketikapraktikbertelepondidepankelassebesar69%
(22siswa),sedangkan31%(11siswa)lainnyahanyamaupraktekbertelepondidepan
kelas kalau ditunjuk oleh peneliti dengan alasan kurang percaya diri, takut, dan malu
sehinggapraktekberteleponnyakurangmaksimal.
3 Siswayangdapatbekerjasamadenganpasangannyamencapai69%(23siswa),sedangkan
31%(10siswa)lainnyatampaksibuksendiriataumalahbermainmainsendiribahkanada
yanghanyatiduransaja.
4 Siswa yang melakukan praktik bertelepon di depan kelas dan telah mencapai batas
ketuntasanminimum65sebesar71,87%(24siswa),sedangkan28,13%(9siswa)lainnya
belummencapaibatasketuntasan.
Kelemahanyangdimilikiolehpenelitipadatindakanpertamasudahmamputeratasi
denganbaikpadatindakankedua.Kemudian,padapelaksanaantindakankedua,penelitisudah
mampu mengelola kelas dengan baik sehingga tidak ditemukan kelemahan peneliti pada
pelaksanaannya.
Selanjutnya,kelemahandarisisisiswadapatdiidentifikasibeberapakelemahan,yaitu:
1 Siswa masih kurang aktif dan bertanggung jawab saat diadakan diskusi. Masih ada
beberapasiswayangbermainmainsendiriatauhanyabersendagurau.
2 Sebagiansiswamasihadayangkurangpercayadiriataumaluketikatampilberbicaradi
depankelas.
3 Sebagiansiswahanyabertelepondengansingkatkarenabeberapasiswaterkadangmasih
lupa dengan apa yang akan dibicarakan maka siswa segera mengakhiri percakapan
teleponnya.
4 Siswayangbelummencapaibatasketuntasansebesar28,13%;
5 Masihbanyaksiswayangbertelepondengansuarapelansehinggasiswabagianbelakang
tidakbisamendengarnya.

d.AnalisisdanRefleksiTindakanII
Berdasarkanhasilobservasitersebut,dilakukananalisisdanrefleksisebagaiberikut.
1 Untuk mendorong siswa agar lebih aktif diskusi, sebaiknya peneliti memperingatkan
beberapasiswayangtidakaktiftersebutdengancaramenghampirisiswayangtidakaktif
berdiskusitersebutuntukmembimbingsiswaagaraktifberdiskusi.
2 Untukmendorongsiswaagarlebihpercayadiri,sebaiknyapenelitimemberipenghargaan
kepadasetiappasanganyangtampilsehinggadapatmemacutemannyayanglainuntuk
beraniataupercayadiritampilberbicaradidepankelas.
3.SiklusIII
a.PerencanaanTindakanIII
PadahariSabtu,1Mei2015diruangpenelitidantemansejawatmengadakandiskusi
danmembicarakanrencanasiklusIIIyangakandilaksanakanpadahariSenin,3Mei2015.
Dalamkesempatantersebut,penelitimenyampaikananalisishasilobservasiterhadapsiswa
kelas VII1 yang dilakukan pada siklus II. Peneliti menyampaikan segala kelebihan dan
kelemahanselamaberlangsungnyaprosespembelajaranberteleponpadasiklusII.
Untuk mengatasi berbagai kekurangan yang ada, akhirnya peneliti mengambil
keputusansebagaiberikut.
1 Untukmendorongsiswaagarlebihaktifdiskusi,sebaiknyapenelitimemperingatkanbeberapa
siswayangtidakaktiftersebutdengancaramenghampirisiswayangtidakaktifberdiskusi
tersebutuntukmembimbingsiswaagaraktifberdiskusi.
2 Untuk mendorong siswa agar lebih percaya diri, sebaiknya peneliti memberi penghargaan
kepadasetiappasanganyangtampilsehinggadapatmemacutemannyayanglainuntukberani
ataupercayadiritampilberbicaradidepankelas.
TahapperencanaantindakanIIImeliputikegiatansebagaiberikut.
1 Penelitimenyusunperangkatpembelajaran,berupapenentuankompetensidasaryangakan
dicapai,danmenyiapkanrubrikpenilaianunjukkerjayangberisiintonasi,pilihankata,
kelancaran, dan pemahaman. Kemudian, Peneliti menyusun pedoman observasi untuk
mengamatikeaktifan,keberanian,kerjasamadankemampuansiswamelakukanpraktik
berteleponselamakegiatanpembelajaranberlangsung.
2 Peneliti merancang skenario pembelajaran bertelepon dengan metode pasangan
terstruktur,yaknidenganlangkahlangkahberikutini.
a Peneliti melakukan apersepsi dengan bertanya jawab kepada siswa tentang tema
berteleponkesuatuinstansitertentu,misalnya:Apakahkalianpernahberteleponke
suatuinstansitertentu?Bagaimanacaraberteleponkeintansitersebut?
b Penelitimengelompokkansiswasecaraberpasangansesuaidenganpasanganpadapertemuan
sebelumnyayaitusiswayangkemampuanberbicaranyabaikdipasangkandengansiswayang
kemampuan berbicaranya kurang sehingga siswa yang kemampuan berbicaranya kurang,
dapattermotivasiatauterbantudengansiswayangkemampuanberbicaranyabaik.
c Penelitimenugasimasingmasingpasangansiswauntukmempelajaritemaberteleponyang
sudahditentukandanberlatihselama10menit.
d Penelitimenugasitiappasanganuntukmempraktikkanbertelepondengantemayangsudah
ditentukandidepankelasdantemanlainyangtidakmajumemperhatikanpasangansiswa
yangmajudidepankelas.
e Penelitimenilaikegiatanberbicarasiswadenganlembarpenilaianunjukkerja.
f Penelitiberdiskusidengansiswamelakukanevaluasiterhadapcaraberteleponsiswa.
g Penelitimemberipenghargaanberupaaplausdanpujianterhadappasanganyangtampilbagus
didepantemantemannya.
h Siswadanpenelitimenyimpulkanhasilpembelajaranyangtelahdilakukan.

b.PelaksanaanTindakanIII
PelaksanaantindakanIIIinidirencanakanselamasatukalipertemuan,yaknipadahari
Senin,3Mei2015diruangkelasVII1SMPN2Binjai.Satukalipertemuandilaksanakan
selama2x40menit.SesuaidenganskenariopembelajaranpadasiklusIIIini,pembelajaran
dilakukanolehpenelitimelakukanobservasiterhadapprosespembelajarandanmelakukan
wawancarakepadabeberapasiswasetelahpembelajaranberakhir.
MateripadapelaksanaantindakanIIIinimasihsamadenganpelaksanaansiklusIdan
IIyaitubertelepondengantemaberteleponkesuatuinstansitertentu.Urutanpelaksanaan
tindakantersebutadalahberikutini.
1 Penelitimembukapelajarandenganmegucapsalam,mengondisikankelas,danmelakukan
presensi.
2 Peneliti melakukan apersepsi dengan bertanya jawab kepada siswa tentang tema
berteleponkesuatuinstansitertentu,seperti:Apakahkalianpernahberteleponkesuatu
instansitertentu?Bagaimanacaraberteleponkeinstansitersebut?
3 Penelitimenjelaskankompetensidasardanindikatorpembelajaranyangakandicapai.
4 Peneliti mengelompokkan siswa secara berpasangan sesuai dengan nilai keterampilan
berbicarayaitusiswayangkemampuanberbicaranyabaikdipasangkandengansiswayang
kemampuanberbicaranyakurangsehinggasiswayangkemampuanberbicaranyakurang,
dapattermotivasiatauterbantudengansiswayangkemampuanberbicaranyabaik.
5 Penelitimenugasimasingmasingpasangansiswauntukmempelajaritemaberteleponke
suatuinstansitertentudanberlatihselama10menit.
6 Peneliti menugasi tiap pasangan untuk mempraktikkan bertelepon dengan tema
berteleponkesuatuinstansitertentudidepankelasdantemanlainyangtidakmaju
memperhatikanpasangansiswayangmajudidepankelas.
7 Penelitimenilaikegiatanberbicarasiswadenganlembarpenilaianunjukkerja.
8 Penelitiberdiskusidengansiswamelakukanevaluasiterhadapcaraberteleponsiswa.
9 Peneliti memberi penghargaan berupa aplaus terhadap pasangan yang tampil bagus di
depantemantemannya.
10 Penelitimenyimpulkanhasilpembelajaranyangtelahdilakukan.
11 Penelitimemberikesempatanpadasiswauntukmenanyakanhalhalyangkurangjelas.
12 Peneliti bersama siswa melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah
dilakukan.
13 Penelitimenutupkegiatanpembelajarandengansalam.
Dalamtahapinipenelitibertindaksebagaipemimpinjalannyakegiatanpembelajaran
dikelas,sedangkanpenelitihanyabertindaksebagaipartisipanpasif.
c. ObservasidanInterpretasi
Peneliti mengamati proses pembelajaran bertelepon dengan metode pasangan
terstruktur di kelas VII1 SMP Negeri 2 Binjai. Materi yang diajarkan tetap sama yaitu
pembelajaran bertelepon dengan menggunakan metode pasangan terstruktur. Pada
pelaksanaan proses pembelajaran bertelepon dengan metode pasangan terstruktur, peneliti
mengajarkanmateridengantemaberteleponkesuatuinstansitertentu.Penelitimemberi
apersepsi kepada siswa dengan memberi beberapa pertanyaan sesuai dengan tema
pembelajaranhariitu.Setelahitu,siswaberkelompok(berpasangan)sesuaidenganpasangan
yangtelahditentukanolehpenelitipadapertemuansebelumnyayaitusesuaidenganperbedaan
kemampuan berbicaranya. Siswa yang kemampuan berbicaranya baik dipasangkan dengan
siswayangkemampuanberbicaranyakurangsehinggasiswayangkemampuanberbicaranya
kurang dapat termotivasi atau terbantu dengan siswayang kemampuan berbicaranya baik.
Selama 10 menit siswa berlatih, peneliti meminta mereka praktik bertelepon secara
berpasangandengantemayangsudahditentukan.Semuasiswaaktifberdiskusi,sedangkan
peneliti berjalan mengelilingi siswa dan membimbing mereka yang mengalami kesulitan.
Selamaberlatih,penelitiselalumemotivasisiswauntuktampilberbicara(bertelepon)dengan
lancar, kerja sama dengan pasangan, dan dengan suara yang keras. Kemudian, peneliti
menawarkankepadasiswasiapayangberanitampilbertelepon.Adabeberapakelompokatau
pasangan yangtampil secara mandiri dan peneliti selalu memotivasi mereka untuk berani
berbicara.Setiapakhirberteleponpenelitimemberi reward denganmemintasiswabertepuk
tangan bagi pasangan yang tampil bagus. Setelah semua tampil bertelepon, di akhir
pembelajaranpenelitidansiswamenyimpulkanbahwasiswatelahbertelepondenganbaik,
hanya saja masih ada yang menggunakan katakata kurang tepat dan kurang berani
mengungkapkan pendapatnya ketika bertelepon sehingga siswa ingin segera mengakiri
percakapan teleponnya, kadang bertelepon dengan waktu yang singkat. Peneliti kembali
memberimotivasikepadasiswaagarjangantakutataumaluberbicaradidepankelas.
Dari deskripsi proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti di atas, dapat
disimpulkan bahwa peneliti telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana
pembelajaranyangtelahdisusun.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses belajar mengajar bertelepon kesuati
instansitertentu,diperolehgambarantentangaktivitassiswaselamakegiatanbelajarmengajar
berlangsung,yaitusebagaiberikutini.
1 Siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran bertelepon selama kegiatan belajar
mengajarberlangsungsudahmencapai78%(25siswa),sedangkan22%(7siswa)lainnya
tampak kurang memperhatikan. Mereka masih sibuk dengan diri sendiri dan
menelungkupkankepalanyadiatasmejadanterlihatmerekamerasamengantuk.Posisi
penelitisesekaliberjalankebelakangkelasdanmenyebarkanpandanganmatanyasewaktu
mengajar.Jadi,banyaksiswayangsudahmerasadiperhatikanolehpenelitinya.
2 Siswa yang menunjukkan keberanian ketika praktik bertelepon di depan kelas sudah
mencapai88%(28siswa),sedangkan12%(4siswa)lainnyakurangbersungguhsungguh
dikarenakan belum siap, takut atau malu sehingga praktek berteleponnya kurang
maksimal.
3 Siswa yang dapat bekerjasama dengan pasangannya sudah mencapai 81% (26 siswa),
sedangkan19%(6siswa)lainnyatampakbermainmainsendiribahkanadayanghanya
tiduransaja.
4 Siswa yang melakukan praktik bertelepon di depan kelas dan telah mencapai batas
ketuntasanminimum65sudahmencapai87,50%(28siswa),sedangkan12,50%(4siswa)
lainnyabelummencapaibatasketuntasan.

d.AnalisisdanRefleksiTindakanIII

Prosespembelajaranbertelepondenganmetode pasanganterstruktur dikelasVII1


SMPNegeri2BinjaipadasiklusIIIyangdilaksanakanselamasatupertemuan,yakni
padahariSenin,3Mei2015berjalandenganlancar.Siswamerespondengansemangatdan
penuhperhatian.KekurangankekuranganyangterjadipadasiklusIdansiklusIItelahdapat
diatasi. Siswa yang pada awalnya kurang kompak, kurang lancar karena takut dan malu
berbicaradidepankelas,akhirnyaberanitampilberbicaradidepankelasdengankompakdan
lancar. Siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran berbicara dengan
menerapkan metode pasangan terstruktur yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara
maksimal.Secara keseluruhan,prosesbelajarmengajarberjalandenganlancar.Peningkatan
indikatorindikatorinidapatdilihatdarinilaisiswapadarubrikpenilaianunjukkerjayang
dilakukanpadasiklusI,siklusII,dansiklusIII.

C.PembahasanHasilPenelitian
BerdasarkanhasilpelaksanaantindakanpadasiklusI,siklusII,dansiklusIIIdapat
dinyatakanbahwaterjadipeningkatankualitaspembelajaranberbicara(baikprosesmaupun
hasil)denganmetodepasanganterstruktur.Haltersebutdapatdilihatsebagaiberikut.
1 Meningkatnya siswa yang aktif selama mengikuti proses pembelajaran keterampilan
berbicara.PadasiklusIsebanyak53%(18siswa),padasiklusIImeningkatmenjadi66%
(22siswa),danpadasiklusIIImeningkatlagimenjadi78%(26siswa).
2 Meningkatnyasiswayangmenunjukkankeberanianuntukberbicaradidepankelas.Pada
siklusIsebanyak59%(20siswa),padasiklusIImeningkatmenjadi69%(22siswa),dan
padasiklusIIImeningkatlagimenjadi88%(29siswa).
3 Meningkatnyasiswayangdapatbekerjasamadenganpasangannya.PadasiklusIsebanyak
56%(19siswa),padasiklusIImeningkatmenjadi69%(23siswa),danpadasiklusIII
meningkatlagimenjadi81%(27siswa).
4 Meningkatnyahasilketuntasanbelajarsiswa.PadasiklusIsebesar56,25%(19siswa),
padasiklusIImeningkatmenjadi71,87%(24siswa),danpadasiklusIIImeningkatlagi
menjadi87,50%(29siswa).
Penelitiantindakankelasdilaksanakandalamtigasiklus.Setiapsiklusdilaksanakan
dalam empat tahap, yakni: (1) tahap persiapan dan perencanaan tindakan, (2) tahap
pelaksanaantindakan,(3)tahapobservasidaninterpretasi,serta(4)tahapanalisisdanrefleksi.
Sebelum melaksanakan siklus I, peneliti melakukan survei awal untuk mengetahui
kondisiyangadadilapangan.Darikegiatansurveiini,penelitimenemukanbahwakualitas
proses dan hasil pembelajaran berbicara di kelas VII1 SMPN 2 Binjai masih tergolong
rendah. Kemudian, peneliti berkolaborasi dengan guru bahasa Indonesia kelas lain untuk
mengatasimasalahtersebutdenganmenerapkanmetode pasanganterstruktur dalamproses
pembelajaranberbicara.Kemudian,penelitimerancangrencanauntuksiklusI.Sikluspertama
mendeskripsikan pembelajaran berbicara dengan metode pasangan terstruktur. Ternyata
masih terdapat kelemahan atau kekurangan dalam pelaksanaannya. Siklus II dilaksanakan
untukmengatasikelemahanataukekuranganyangadapadasiklusI.Selamapelaksanansiklus
IIinijugaterdapatsedikitkelemahan.Kemudian,kelemahanpadasiklusIIinidiatasidengan
melaksanakanpembelajaranberbicaradenganmetode pasanganterstruktur padasiklusIII.
Selainitu,siklusIIImerupakansiklusyangmenguatkansiklusIdansiklusIIbahwametode
pasanganterstruktur dapatmeningkatkankualitas prosesdanhasilpembelajaran berbicara
siswakelasVII1SMPNegeri2Binjai.
Berdasarkantindakantindakantersebut,penelitiberhasilmelaksanakanpembelajaran
berbicara dengan metode pasangan terstruktur yang mampu mengefektifkan waktu
pembelajaranberbicarasehinggakemampuanberbicarasiswadapatterkembangkandengan
optimal dan meningkatnya kualitas proses dan hasil pembelajaran berbicara. Selain itu,
penelitian ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kinerja peneliti karena dengan metode
pasanganterstrukturdapatmengefektifkanwaktupembelajaranberbicara.Metodepasangan
terstruktur jugasebagaisaranabagipenelitiuntukmemotivasisiswaagarlebihaktifdalam
kegiatan pembelajaran berbicara. Keberhasilan metode pasangan terstruktur dalam
meningkatkankualitasprosesdanhasilpembelajaranberbicaradapatdilihatdariindikator
indikatorsebagaiberikut.
1 Kemampuan berbicara siswa dapat meningkat dan keterampilan berbicara siswa dapat
terkembangkan.
Denganmetode pasanganterstruktur pada pembelajaran berbicara, semua siswa dapat
tampilberbicaradidepankelas.Merekadapatberlatihbertelepondidepankelas.Dengan
demikian,kemampuanberbicarasiswadapatterkembangkandenganbaik.
2 Siswaberminatdalammengikutipembelajaranketerampilanberbicara.
Haliniditunjukkandenganminatsiswadalammengikutipembelajaranberbicara.Siswa
lebihmemperhatikanketikapenelitimenjelaskanmateripelajaran,saatdiajartidakgaduh,
berbicara sendiri atau bersenda gurau dengan teman yang lainnya. Selain itu, siswa
menunjukkankesungguhanketikaberlatihdengantemanpasangannyadanketikapraktek
bertelepondidepankelas.
3 Memupuk kerjasama dan kekompakkan pada diri siswa dengan pasangannya. Dengan
diterapkan metode pasangan terstruktur pada pembelajaran berbicara, siswa belajar
bekerja sama dan menjaga kekompakkan. Mereka dapat saling bekerja sama sewaktu
tampil berbicara di depan kelas. Dalam pasangan tersebut, siswa yang satu dapat
membantu siswa yang lain yang kurang mampu berbicara atau lupa sewaktu praktek
bertelepondidepankelas.Kerjasamaitujugadapatdilihatsewaktumerekaberdiskusi
tentangtemaberteleponyangakanditampilkandidepankelas.Padawaktudiskusidengan
pasangannya, Siswa yang kemampuan berbicaranya baik dapat membantu siswa yang
kemampuanberbicaranyakurangsehinggasiswayangkemampuanberbicaranyakurang
tersebutdapattermotivasi.
4 Siswatermotivasidanberanitampilberbicaradidepankelassecarasukarela.Motivasi
siswauntuktampilberbicaradidepankelassudahmuncul.Merekatidaklagitakut,malu
dan grogi sewaktu diminta tampil berbicara. Kesadaran dan minat siswa untuk tampil
secara sukarela sudah muncul. Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa dalam proses
pembelajaranberbicara.Pasangansiswayangakantampiltidaklagimenunggupanggilan
daripeneliti.Merekasudahberanitampildidepankelassecarasukarela.Haliniterjadi
karena peneliti berhasil membangkitkan minat dan motivasi kepada siswa dengan
memberikanrewardkepadapasangansiswayangtampildidepankelas.

5 Perolehannilaiketerampilanberbicara(bertelepon)siswameningkat.
Darinilaiketerampilanberbicarayangdilakukanpadawaktupratindakan,diketahuibahwa
keterampilanberteleponsiswamasihtergolongrendah.Haliniterlihatdarinilaibertelepon
siswa.Pada kegiatan survey awal diketahui bahwa hanya 13 siswa (40,62%) yang
mencapaibatasminimalketuntasanbelajar(65),sedangkan19siswa(59,38%)yanglain
belummampumencapaibatasminimalketuntasanbelajardengannilairatarata59,21.
padasiklusIterdapatpeningkatannilaiketerampilanberbicarasiswa.18siswa(56,25%)
telah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 14 siswa (43,75%) yang lain belum
mencapai batas ketuntasan belajar tetapi mengalami peningkatan. Ratarata nilai siswa
padasiklusIialah64,21.Padasiklus2,terjadipeningkatannilaiketerampilanbertelepon
siswa.Sebanyak23siswa(71,87%)telahmencapaiketuntasanbelajar,sedangkan9siswa
(28,13%)yanglainbelummencapaiketuntasanbelajartetapimengalamipeningkatanpula
dalam hal nilai. Ratarata nilai siswa pada siklus II ialah 70,62. Pada siklus III,
peningkatan capaian nilai keterampilan bertelepon siswa terjadi sangat signifikan.
Sebanyak 28 siswa (87,50%) telah mencapai ketuntasan belajar,sedangkan 4 siswa
(12,50%)belummencapaibatasketuntasanbelajartetapimerekamengalamipeningkatan
nilai.NilairataratapadasiklusIIIialah77,96.

BABV
SIMPULAN,DANSARAN
A Simpulan

1 Penggunaan metode pasangan terstruktur dapat meningkatkan kualitas proses


pembelajaran keterampilan berbicara pada siswa kelas VII1 SMPN 2 Binjaiterbukti
denganadanyapeningkatanprosespembelajaransebagaiberikut:
a Meningkatnyasiswayangaktifselamamengikutiprosespembelajaranketerampilan
berbicara.PadasiklusIsebanyak53%(17siswa),padasiklusIImeningkatmenjadi
66%(21siswa),danpadasiklusIIImeningkatlagimenjadi78%(25siswa).
b Meningkatnyasiswayangmenunjukkankeberanianuntukberbicaradidepankelas.
PadasiklusIsebanyak59%(20siswa),padasiklusIImeningkatmenjadi69%(23
siswa),danpadasiklusIIImeningkatlagimenjadi88%(29siswa).
c Meningkatnya siswa yang dapat bekerjasama dengan pasangannya. Pada siklus I
sebanyak56%(19siswa),padasiklusIImeningkatmenjadi69%(23siswa),danpada
siklusIIImeningkatlagimenjadi81%(27siswa).
2 Penggunaanmetodepasanganterstrukturdapatmeningkatkankualitashasilpembelajaran
keterampilanberbicarapadasiswakelas VII1SMPNegeri2Binjai.Terbuktidengan
meningkatnyahasilpembelajaranberbicara.HasilketuntasanbelajarsiswapadasiklusI
sebesar56,25%atausebanyak19siswa.PadasiklusIIsebesar71,87%atausebanyak24
siswa.PadasiklusIIIsebesar87,50%atausebanyak29siswa.

B.Saran
Berkaitandengansimpulandanimplikasidiatas,makadapatdiajukansaransebagai
berikutini.
1 BagiSiswa
a Siswahendaknyabanyakberlatihberbicaradidepankelasagarketerampilanberbicara
merekabisamenjadilebihbaik.
b Siswahendaknyameningkatkanrasapercayadiridenganbanyakberlatihagarberani
tampilberbicaradidepanumum.
c Siswa hendaknya aktif dalam kegiatan diskusi kelompok sehingga menumbuhkan
sikapkerjasamayangbaikdanmeningkatkankualitasketerampilanberbicara.
2.BagiSekolah
Agar dapat meningkatkan profesionalisme maupun kualitas pembelajaran yang
dilakukanmelaluiPenelitianTindakanKelas(PTK)inidisarankankepadakepalasekolah
untuk memotivasi peneliti agar senantiasa meningkatkan kemampuan dan kinerjanya
secaraprofesionaluntukmengembangkandirinyadenganmelakukanpembaharuandalam
bidang pendidikan maupun pengajaran misalnya melakukan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) atau dengan mengikuti beberapa forum ilmiah seperti seminar, diskusi ilmiah,
penataranpenataranyangdiselenggarakanolehDepdiknasagarpengetahuandanwawasan
peneliti bertambah luas dan mendalam pemahamannya tentang bidang pendidikan dan
pengajaransesuaidenganprofesiyangdigelutinya.
DAFTARPUSTAKA

AhmadRofiuddindanDarmiyatiZuchdi.2001.PendidikanBahasadanSastraIndonesiadi
KelasTinggi.Malang:UniversitasNegeriMalang.

Anita Lie. 2005. Cooprative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang


RuangKelas.Jakarta:PTGrasindo.
BurhanNurgiyantoro.2001. PenilaiandalamPengajaranBahasadanSastraEdisi Ketiga.
Yogyakarta:BPFE.

Depdiknas.2003. Kurikulum2004SekolahMenengahPertama.Jakarta:DirjenPendidikan
DasardanMenengahDirektoratPendidikanLanjutanPertama.

HenryGunturTarigan.2008. BerbicaraSebagaiSuatuKeterampilanBerbahasa.Bandung:
Angkasa.
IskandarwassiddanDadangSunendar.2008. StrategiPembelajaranBahasa.Bandung:PT
RemajaRosdakarya.
KasihaniKasbolah.2001.PenelitianTindakanKelas.Malang:PenerbitUniversitas
NegeriMalang.
MaidarG.ArsjaddanMuktiU.S.1988. KemampuanBerbicaraBahasaIndonesia.Jakarta:
PenerbitErlangga.

Marwoto dan Yant Mujiyanto. 1998. BPK Berbicara II (Sanggar Bahasa dan Sastra
Indonesia).Surakarta:DepdikbudRIUNSSurakarta.

Nababan,SriUntariSubyakto.1993.MetodologiPengajaranBahasa.Jakarta:PT
Gramedia.
Nurhadi. 1995. Tata Bahasa Pendidikan: Landasan Penyusunan Buku Pelajaran Bahasa.
Semarang:IKIPSemarangPress.
Rochiati Wiriaatmadja. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas Untuk Meningkatkan
KinerjaPenelitidanDosen.Bandung:PTRemajaRosdakarya..

SabartiAkhadiahMK.;MaidarG.Arsjad;SakuraH.Ridwan;ZulfahnurZ.F.;danMuktiU.S.
1991.BahasaIndonesiaI.Jakarta:Depdikbud.

SarwijiSuwandidanBudhiSetiawan.2003.KeterampilanBerbicara.Surakarta:Universitas
SebelasMaretPress.

Slavin, Robert E, 2009. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa
Media.

SuharsimiArikunto,SuhardjonodanSupardi.2008.PenelitianTindakanKelas.Jakarta:Bumi
Aksara.

Suharyanti.1996.Berbicara(IND.202)BPKFKIPPBSIndonesia.Surakarta:UNS
Press.
LAMPIRAN
Lampiran1.Silabus
SILABUS
Jenjang :SMPN2Binjai
MataPelajaran :BAHASAINDONESIA
Kelas/Semester :VII1/II
:VII1/KEMAJUAN
Pelajaran/Tema TEKNOLOGI
Aspek :Berbicara,menulis,membaca
StandarKompetensi:10.Mengungkapkanpikiran,perasaan,informasidanpengalamanmelaluikegiatanmenanggap
KOMPETENSI MATERI KEGIATAN INDIKATOR PENILAIAN
DASAR PEMBELAJARAN TEKNIK BENT CONTOH
INS
10.Bertelepon Tatacara Perhatikangambar Mampumenjelaskan penugasan Penugasan Susunlah
dengankalimat bertelepon orangyangbertelepon masingmasing proyek percakapan
yangsantun dalambukupaketmu gambartersebut. dalam
Menjelaskanmasing Mampumenuliskan telepon
masinggambar langkahlangkah bersama
tersebut. berteleponsesuai teman
Menuliskanlangkah dengangambar sebangku
langkahbertelepon tersebut. dengan
sesuaidengangambar Mampumenyusun mengguna
tersebut. percakapantelepon kalimatya
Menyusunpercakapan denganbahasayang efektifdan
telepondenganbahasa santundankalimat bahasayan
yangsantundan yangefektifbersama santun
kalimatyangefektif temansebangku
bersamateman sesuaidengan
sebangkusesuai langkahbertelepon
denganlangkah sebagaimanacontoh
bertelepon dalambukupaket.
sebagaimanacontoh
dalambukupaketitu.

70
Lampiran2.RPPSurveyawal
RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN
Sekolah :SMPN2Binjai
MataPelajaran:BahasaIndonesia
Kelas/Semester:VII1/2(genap)
AlokasiWaktu:2x40menit
A StandarKompetensi
Mengungkapkanpikiran,perasaan,informasidanpengalamanmelaluikegiatanmenangani
ceritadanbertelepon.
B KompetensiDasar
Bertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
C Indikator
1 Mampumengidentifikasilangkahlangkahberteleponyangefektifdansopan
2 Mampumenyusunpercakapantelepondenganbahasayangsantundankalimatyang
efektif
3 Mampubertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
D TujuanPembelajaran
Siswadapatbertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
E MateriPembelajaran
Tatacarabertelepon
F MetodePembelajaran
1 Inkuiri
2 Permodelan
3 Tanyajawab
4 Demonstrasi
G Langkahlangkah Pembelajaran
Kegiatanawal
1 Siswamemerankandidepanuntukpraktikbertelepon
2 Siswa dan peneliti memberikan respon terhadap pemeranan bertelepon yang telah
dilaksanakan
KegiatanInti
1 Siswamemperhatikangambarorangbertelepondalambukupaket
2 Siswa mengidentifikasi langkahlangkah bertelepon yang efektif dan bahasa yang santun
berdasarkangambartersebut
3 Siswamenyusunpercakapantelepondenganbahasayangsantundankalimatyang
efektif
4 Siswapraktikbertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
Kegiatanakhir
Siswa dan peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
H Alat/SumberPembelajaran
Bukupaket
I Penilaian
1. Teknik :Penugasan
2. BentukInstrumen :PenugasanProyek
3. Soal/instrument :
Perhatikangambarorangyangbertelepondalambukupaketkemudian
kerjakantugasberikutini:
1. Bagaimanalangkahlangkahberteleponyangefektifdanbahasayang
santun?
2. Bagaimanapercakapantelepondenganbahasayangsantundankalimat
yangefektif?
3. Praktiklahbertelepondenganmenggunakankalimatyangefektifdan
bahasayangsantun!
PedomanPenskoran
No Kegiatan Skor
1. Siswamengidentifikasilangkahlangkahbertelepon 2
2. Siswamenyusunpercakapanbertelepondenganbahasayangsantun 3
dankalimatyangefektif
3. Siswapraktikbertelepondengankalimatyangefektifdanbahasa 5
yangsantun

Perhitungannilaiakhirdalamskala010adalahsebagaiberikut:
Nilaiakhir =PerolehanSkor xSkorIdeal(10)
SkoeMaksimal(10)

Binjai , 2015
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

KAMALUDDIN, S.Pd, MM. AMIR RIFAT, S.Pd, M.Pd


NIP. 19660204 199512 1 001 NIP 19620302 198503 1 001
Lampiran10.RPPSiklusI

RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN
(SiklusI)
Sekolah :SMPN2Binjai
MataPelajaran:BahasaIndonesia
Kelas/Semester:VII1/2(genap)
AlokasiWaktu:2x40menit
A StandarKompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan
menanganiceritadanbertelepon.
B KompetensiDasar
Bertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
C Indikator
1 Mampumengidentifikasilangkahlangkahberteleponyangefektifdansopan
2 Mampumenyusunpercakapantelepondenganbahasayangsantundankalimatyang
efektif
3 Mampubertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
D TujuanPembelajaran
Siswadapatbertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
E MateriPembelajaran
Pengertianbertelepon,halhalyangperludiperhatikansaatmenelepon
F MetodePembelajaran
1 Tanyajawab
2 Penugasan
3 Diskusi
4 Pemodelan
5 Ceramah
G LangkahlangkahPembelajaran

No JenisKegiatan Alokasi Metode


Waktu
1 KegiatanPendahuluan 10menit tanyajawab
Penelitimemberikanapresepsikepadasiswa,
denganbertanya:
a. Apakahmerekapernahbertelepondengan
teman?
b.Bagaimanacarabertelepondenganteman?
2 KegiatanInti 60menit
Penelit
a. i mengelompokkan siswa secara penugasan
berpasangan sesuaidengan perbedaan
kemampuanberbicaranyayaitusiswayang
kemampuanberbicaranyabaikdipasangkan
dengan siswa yang kemampuan
berbicaranyakurangsehinggasiswayang
kemampuan berbicaranya kurang, dapat
termotivasiatauterbantudengansiswayang
kemampuanberbicaranyabaik.
b.Peneliti
menugasi masingmasing pasangan penugasan
siswauntukberdiskusimempelajaritema dandiskusi
berteleponyangsudahditentukandan
berlatihselama10menit.
c. Penelitimenugasitiappasanganuntuk penugasan
mempraktekkan bertelepon dengan tema dan
yangsudahditentukandidepankelasdan pemodelan
temanlainyangtidakmajumemperhatikan
danmenilaipasangansiswayangmajudi
depankelas
Penelitiberdiskusidengansiswa
d. melakukan diskusisiswa
evaluasiterhadapcaraberteleponsiswa. danpeneliti
Penelit
e. i memberi penghargaan terhadap ceramah
pasanganyangtampilbagusdidepan
temantemannya.
3 KegiatanPenutup 10menit
a. Siswadanpenelitimenyimpulkanhasil ceramah
pembelajaranyangtelahdilakukan
b.Penelitimemberi kesempatanpada siswa diskusi
untukmenanyakanhalhalyangkurangjelas
c. Penelitibersamasiswamelakukanrefleksi diskusi
terhadapprosespembelajaranyangtelah
dilakukan
d.Penelitimenutuppelajaran ceramah

H MediaPembelajaran
Handphone
I SumberPembelajaran
1 BukuTeksPelajaranBahasaIndonesiauntukSMP/MTSKelasVII1terbitanPusat
PembukuanDepartemenPendidikanNasionalhalaman106107.PengarangAtiakah
AnindyarinidanSriNingsih.
2 BukuLKS/PanduanMateriBahasaIndonesiaKelasVII1SemesterGenaphalaman
2024.PengarangMGMPSMPBahasaIndonesia.
J Penilaian
JenisTagihan :Nontes
Teknik :Unjukkerja
BentukInstrumen:RubrikPengamatan

No. NamaSiswa AspekPenilaian Skor


I II III IIII

DiadopsidariBurhanNurgiyantoro(2001:284287)
Keterangan:
I.Intonasi
Kemampuanmenerapkanintonasi(naikdanturunnyasuara,sertaketepatan
penekanaaannnsukukata)denganbenardapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1 Siswadalamberbicaratidakterjadisalahpenekanankosakatayangmencolok,
mendekatiucapanstandar.
2 Siswadalamberbicaraintonasinyatepatdantidakmenyebabkankesalahpahaman.
3 Siswadalamberbicarapenekanankosakatanyaseringsalah/kurangtepat.
4 Siswadalamberbicaraseringterjadikesalahanbesardanaksenkuatyangmenyulitkan
pemahaman,menghendakiuntukselaludiulang.
5 Siswa dalam berbicara intonasi/penekanannya yang tidak tepat sering tidak dapat
dipahami
II.PilihanKata
Kemampuanmemilihkatadengantepatdapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1 Siswamampumemilihkatakatadanungkapanyangbaikdantepat.4Siswa
terkadangmenggunakankatakatayangtidaktepat.
2 Siswaseringmenggunakankatayangsalahsehinggapembicaraannyamenjaditerbatas
karenakatakatayangdipakaitidaktepat.
3 Siswa salah menggunakan katakata dan masih terbatas sehingga menyebabkan
pembicaraannyasukarsekaliuntukdipahami.
4 Siswamenggunakankatakatayangsangatterbatassehinggapembicaraannyahampir
tidakpernahdilakukan.
BI Kelancaran
Kelancaransewaktuberbicaradapatdinilaidenganindikatordibawahini.5Siswa
mampuberbicaradenganlancarsekali.
1 Siswatampakberbicaradengankecepatanyangsedikitberkurang.
2 Siswatampakberkurangkecepatandankelancaranberbicaranyakarenapengaruh
kesulitankesulitanberbahasa.
3 Siswasedikitraguragudalamberbicara,seringsiswaterpaksaberdiamdirikarena
penguasaanbahasanyaterbatas(seringtersendatsendat).
4 Siswaseringmelakukanpemberhentiandalamberbicaradanpendekpendek,sehingga
menyebabkanpembicaraannyabenarbenartidakberlangsung.
IV.Pemahaman
Kemampuanpemahamanterhadapisidanmaksudpembicaraandapatdinilaidengan
indikatordibawahini.
1 Siswamampumemahamiisipercakapandanmenguasaimaksudnya.
2 Siswamampumemahamiisipercakapandenganbaik.
3 Siswamampumemahamiisipercakapandalamkecepatankurangdarinormal,dengan
banyakpengulanganpengulangan.
4 Siswakurangmampumemahamiisipercakapansehinggasulitberbicara.
5 Siswa tidak mampu memahami isi percakapan sehingga tidak mampu berbicara di
depankelas.
Untuk mencari nilai dari setiap siswa dapat menggunakan teknik penilaiansebagai
berikut:
1 Nilaisetiapunsuryangdinilaidalamberbicaraberkisarantara1sampaidengan5.Nilai5
berartibaiksekali,nilai4berartibaik,nilai3berartisedang,nilai2berartikurang,dan
nilai1berartikurangsekali.
2 Jumlahskoratautotalnilaidiperolehdarimenjumlahkannilaisetiapunsurpenilaianyang
diperolehsiswa.

Binjai , 2015
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

KAMALUDDIN, S.Pd, MM. AMIR RIFAT, S.Pd, M.Pd


NIP. 19660204 199512 1 001 NIP 19620302 198503 1 001

Lampiran4.LembarObservasiAktivitasSiswadalamPembelajaran

BerteleponSiklusI

Hari/tanggal :Senin,26April2015
Waktu :Pukul08.0009.20WIB
Persentase K
Aktivitasdalam
No pembelajaran >81% 61% 41% 21% <20%
80% 60% 40%
1 Siswatidakaktif 47% 53%s
dalammengikuti dalam
pembelajaran pemb
bertelepon bertel
2 Siswatidak 41% 59%s
menunjukkan menu
keberanianketika keber
praktek prakte
bertelepondi didep
depankelas
3 Siswatidakdapat 44% 56%s
bekerjasama beker
dengan denga
pasangannya pasan
Lampiran5.RPPSiklusII

RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN
(SiklusII)
Sekolah :SMPN2Binjai
MataPelajaran:BahasaIndonesia
Kelas/Semester:VII1/2(genap)
AlokasiWaktu:2x40menit
A StandarKompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan
menanganiceritadanbertelepon.
B KompetensiDasar
Bertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
C Indikator
1 Mampumengidentifikasilangkahlangkahberteleponyangefektifdansopan
2 Mampumenyusunpercakapantelepondenganbahasayangsantundankalimatyang
efektif
3 Mampubertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
D TujuanPembelajaran
Siswadapatbertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun

E MateriPembelajaran
Pengertianbertelepon,halhalyangperludiperhatikansaatmenelepon
F MetodePembelajaran
1 Tanyajawab
2 Penugasan
3 Diskusi
4 Pemodelan
5 Ceramah
G LangkahlangkahPembelajaran

No JenisKegiatan Alokasi Metode


Waktu
1 KegiatanPendahuluan 10menit tanyajawab
Penelitimemberikanapresepsikepadasiswa,
denganbertanya:

a Apakah mereka pernah bertelepon dengan orang yang


lebihtua?

b Bagaimanacarabertelepondenganorangyanglebihtua?

2 KegiatanInti 60menit
a. Peneliti mengelompokkan siswa secara penugasan
berpasangansesuaidenganpasanganpada
pertemuansebelumnyayaitusiswayang
kemampuanberbicaranyabaikdipasangkan
dengan siswa yang kemampuan
berbicaranyakurangsehinggasiswayang
kemampuanberbicaranya kurang, dapat
termotivasiatauterbantudengansiswayang
kemampuanberbicaranyabaik.
b.Penelitimemberi penjelasan kepada siswa ceramah
bahwapengulangankatayangtidakperlu
sebaiknyaditinggalkan.
c. Penelitimenugasimasingmasingpasangan penugasan
siswauntukberdiskusimempelajaritema dandiskusi
berteleponyangsudahditentukandan
berlatihselama10menit.
d. Penelitiberkelilingmemonitorsiswayang ceramah
berdiskusidenganpasangannyadan
peneliti
menegursiswayangtidakfokusterhadap
prosesbelajarmengajar.
e. Penelitimemotivasisiswauntukbersuara penugasan
kerasdanmemberitahubahwasuaramereka dan
direkam. pemodelan
f. Penelitimenugasitiappasanganuntuk
mempraktikkan bertelepon dengan tema diskusisiswa
yangsudahditentukandidepankelasdan danpeneliti
temanlainyangtidakmajumemperhatikan
danmenilaipasangansiswayangmajudi
depankelas
Penelitiberdiskusidengansiswa
g. melakukan
evaluasiterhadapcaraberteleponsiswa.
h.Penelitimemberipenghargaanberupaaplaus ceramah
danpujianterhadappasanganyangtampil
bagusdidepantemantemannya.

3 KegiatanPenutup 10menit
a. Siswadanpenelitimenyimpulkanhasil ceramah
pembelajaranyangtelahdilakukan
b.Penelitimemberikesempatanpadasiswa diskusi
untukmenanyakanhalhalyangkurangjelas
c. Penelitibersamasiswamelakukanrefleksi diskusi
terhadapprosespembelajaranyangtelah
dilakukan
d.Penelitimenutuppelajaran ceramah

H MediaPembelajaran
Handphone

I SumberPembelajaran

1 BukuTeksPelajaranBahasaIndonesiauntukSMP/MTSKelasVII1terbitanPusat
PembukuanDepartemenPendidikanNasionalhalaman106107.PengarangAtiakah
AnindyarinidanSriNingsih.

2 BukuLKS/PanduanMateriBahasaIndonesiaKelasVII1SemesterGenaphalaman
2024.PengarangMGMPSMPBahasaIndonesia.
J Penilaian
JenisTagihan :Nontes
Teknik :Unjukkerja
BentukInstrumen:RubrikPengamatan

No. NamaSiswa AspekPenilaian Skor


I II III IIII

DiadopsidariBurhanNurgiyantoro(2001:284287)

Keterangan:

I.Intonasi

Kemampuanmenerapkanintonasi(naikdanturunnyasuara,sertaketepatan

penekanaaannnsukukata)denganbenardapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1 Siswa dalam berbicara tidak terjadi salah penekanan kosakata yang mencolok,
mendekatiucapanstandar.
2 Siswadalamberbicaraintonasinyatepatdantidakmenyebabkankesalahpahaman.
3 Siswadalamberbicarapenekanankosakatanyaseringsalah/kurangtepat.
4 Siswadalamberbicaraseringterjadikesalahanbesardanaksenkuatyangmenyulitkan
pemahaman,menghendakiuntukselaludiulang.
5 Siswa dalam berbicara intonasi/penekanannya yang tidak tepat sering tidak dapat
dipahami
AI PilihanKata
Kemampuanmemilihkatadengantepatdapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1 Siswamampumemilihkatakatadanungkapanyangbaikdantepat.4Siswa
terkadangmenggunakankatakatayangtidaktepat.
2 Siswaseringmenggunakankatayangsalahsehinggapembicaraannyamenjaditerbatas
karenakatakatayangdipakaitidaktepat.
3 Siswasalahmenggunakankatakatadanmasihterbatassehingga
menyebabkanpembicaraannyasukarsekaliuntukdipahami.
4 Siswamenggunakankatakatayangsangatterbatassehinggapembicaraannyahampir
tidakpernahdilakukan.
BI Kelancaran
Kelancaransewaktuberbicaradapatdinilaidenganindikatordibawahini.5Siswa
mampuberbicaradenganlancarsekali.
1 Siswatampakberbicaradengankecepatanyangsedikitberkurang.
2 Siswatampakberkurangkecepatandankelancaranberbicaranyakarenapengaruh
kesulitankesulitanberbahasa.
3 Siswasedikitraguragudalamberbicara,seringsiswaterpaksaberdiamdirikarena
penguasaanbahasanyaterbatas(seringtersendatsendat).
4 Siswa sering melakukan pemberhentian dalam berbicara dan pendekpendek,
sehinggamenyebabkanpembicaraannyabenarbenartidakberlangsung.
IV.Pemahaman
Kemampuanpemahamanterhadapisidanmaksudpembicaraandapatdinilaidengan
indikatordibawahini.
1 Siswamampumemahamiisipercakapandanmenguasaimaksudnya.
2 Siswamampumemahamiisipercakapandenganbaik.
3 Siswamampumemahamiisipercakapandalamkecepatankurangdarinormal,dengan
banyakpengulanganpengulangan.
4 Siswakurangmampumemahamiisipercakapansehinggasulitberbicara.
5 Siswa tidak mampu memahami isi percakapan sehingga tidak mampu berbicara di
depankelas.
Untuk mencari nilai dari setiap siswa dapat menggunakan teknik penilaian
sebagaiberikut:
1 Nilaisetiapunsuryangdinilaidalamberbicaraberkisarantara1sampaidengan5.Nilai5
berartibaiksekali,nilai4berartibaik,nilai3berartisedang,nilai2berartikurang,dannilai1
berartikurangsekali.
2 Jumlahskoratautotalnilaidiperolehdarimenjumlahkannilaisetiapunsur
penilaianyangdiperolehsiswa.

Binjai , 2015
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

KAMALUDDIN, S.Pd, MM. AMIR RIFAT, S.Pd, M.Pd


NIP. 19660204 199512 1 001 NIP 19620302 198503 1 001

Lampiran6.LembarObservasiAktivitasSiswadalamPembelajaran
BerteleponSiklusII

Hari/tanggal :Jumat,30April2015
Waktu :Pukul09.2010.40WIB
Persentase K
Aktivitasdalam
No pembelajaran >81% 61% 41% 21% <20%
80% 60% 40%
1 Siswatidakaktif 34% 66%s
dalammengikuti dalam
pembelajaran pemb
bertelepon bertel
2 Siswatidak 31% 69%s
menunjukkan menu
keberanianketika keber
praktek prakte
bertelepondi didep
depankelas
3 Siswatidakdapat 31% 69%s
bekerjasama beker
dengan denga
pasangannya pasan
Lampiran7.RPPSiklusIII

RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN
(SiklusIII)
Sekolah :SMPN2Binjai
MataPelajaran:BahasaIndonesia
Kelas/Semester:VII1/2(genap)
AlokasiWaktu:2x40menit
A StandarKompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan
menanganiceritadanbertelepon.
B KompetensiDasar
Bertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
C Indikator
1 Mampumengidentifikasilangkahlangkahberteleponyangefektifdansopan
2 Mampumenyusunpercakapantelepondenganbahasayangsantundankalimatyang
efektif
3 Mampubertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
D TujuanPembelajaran
Siswadapatbertelepondengankalimatyangefektifdanbahasayangsantun
E MateriPembelajaran
Pengertianbertelepon,halhalyangperludiperhatikansaatmenelepon
F MetodePembelajaran
1 Tanyajawab
2 Penugasan
3 Diskusi
4 Pemodelan
5 Ceramah
G LangkahlangkahPembelajaran
No JenisKegiatan Alokasi Metode
Waktu
1 KegiatanPendahuluan 10menit tanyajawab
Penelitimemberikanapresepsikepadasiswa,
denganbertanya:

a Apakah mereka pernah bertelepon ke suatu instansi


tertentu?

b Bagaimanacaraberteleponkeinstansitersebut?

2 KegiatanInti 60menit
a.Peneliti mengelompokkan siswa secara penugasan
berpasangansesuaidenganpasanganpada
pertemuansebelumnyayaitusiswayang
kemampuanberbicaranyabaikdipasangkan
dengan siswa yang kemampuan
berbicaranyakurangsehinggasiswayang
kemampuanberbicaranya kurang, dapat
termotivasiatauterbantudengansiswayang
kemampuanberbicaranyabaik.
b.Penelitimenugasimasingmasingpasangan penugasan
siswauntukberdiskusimempelajaritema dandiskusi
berteleponyangsudahditentukandan
berlatihselama10menit.
c.Penelitimemotivasisiswaagarlebihaktif ceramah
dalamkegiatandiskusi

d Peneliti berkeliling memonitor siswa yang berdiskusi


dengan pasangannya dan peneliti menegur siswa yang
tidakfokusterhadapprosesbelajarmengajar.

e Peneliti memotivasi siswa untuk lebih banyak berlatih


dengan pasangannya agar tidak lupa dengan apa yang
dibicarakanketikapraktik
bertelepondidepankelassehinggasiswa
tidaksegera mengakhiri percakapan
teleponnya.
f. Penelitimenugasitiappasanganuntuk penugasan
mempraktikkan bertelepon dengantema dan
yangsudahditentukandidepankelasdan pemodelan
temanlainyangtidakmajumemperhatikan
danmenilaipasangansiswayangmajudi
depankelas
g. Penelitiberdiskusidengansiswamelakukan diskusisiswa
evaluasiterhadapcaraberteleponsiswa. danpeneliti
h.Penelitimemberipenghargaanberupaaplaus
danpujianterhadappasanganyangtampil ceramah
bagusdidepantemantemannya.
3 KegiatanPenutup 10menit
a. Siswadanpenelitimenyimpulkanhasil ceramah
pembelajaranyangtelahdilakukan
b.Penelitimemberikesempatanpadasiswa diskusi
untukmenanyakanhalhalyangkurangjelas
c. Penelitibersamasiswamelakukanrefleksi diskusi
terhadapprosespembelajaranyangtelah
dilakukan
d.Penelitimenutuppelajaran ceramah

H MediaPembelajaran
Handphone
I SumberPembelajaran
1 BukuTeksPelajaranBahasaIndonesiauntukSMP/MTSKelasVII1terbitanPusat
PembukuanDepartemenPendidikanNasionalhalaman106107.PengarangAtiakah
AnindyarinidanSriNingsih.
2 BukuLKS/PanduanMateriBahasaIndonesiaKelasVII1SemesterGenaphalaman
2024.PengarangMGMPSMPBahasaIndonesia.
J Penilaian
JenisTagihan :Nontes
Teknik :Unjukkerja
BentukInstrumen:RubrikPengamatan

No. NamaSiswa AspekPenilaian Skor


I II III IIII

DiadopsidariBurhanNurgiyantoro(2001:284287)
Keterangan:
I.Intonasi
Kemampuan menerapkan intonasi (naik dan turunnya suara, serta ketepatan
penekanaaannnsukukata)denganbenardapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1 Siswa dalam berbicara tidak terjadi salah penekanan kosakata yang mencolok,
mendekatiucapanstandar.
2 Siswadalamberbicaraintonasinyatepatdantidakmenyebabkankesalahpahaman.
3 Siswadalamberbicarapenekanankosakatanyaseringsalah/kurangtepat.
4 Siswadalamberbicaraseringterjadikesalahanbesardanaksenkuatyangmenyulitkan
pemahaman,menghendakiuntukselaludiulang.
5 Siswa dalam berbicara intonasi/penekanannya yang tidak tepat sering tidak dapat
dipahami
AI PilihanKata
Kemampuanmemilihkatadengantepatdapatdinilaidenganindikatordibawahini.
1 Siswamampumemilihkatakatadanungkapanyangbaikdantepat.4Siswa
terkadangmenggunakankatakatayangtidaktepat.
2 Siswaseringmenggunakankatayangsalahsehinggapembicaraannyamenjaditerbatas
karenakatakatayangdipakaitidaktepat.
3 Siswa salah menggunakan katakata dan masih terbatas sehingga
menyebabkanpembicaraannyasukarsekaliuntukdipahami.
4 Siswamenggunakankatakatayangsangatterbatassehinggapembicaraannyahampir
tidakpernahdilakukan.
BI Kelancaran
Kelancaran sewaktu berbicara dapat dinilai dengan indikator di bawah ini. 5
Siswamampuberbicaradenganlancarsekali.
1 Siswatampakberbicaradengankecepatanyangsedikitberkurang.
2 Siswa tampak berkurang kecepatan dan kelancaran berbicaranya karena pengaruh
kesulitankesulitanberbahasa.
3 Siswasedikitraguragudalamberbicara,seringsiswaterpaksaberdiamdirikarena
penguasaanbahasanyaterbatas(seringtersendatsendat).
4 Siswaseringmelakukanpemberhentiandalamberbicaradanpendekpendek,sehingga
menyebabkanpembicaraannyabenarbenartidakberlangsung.
IV.Pemahaman
Kemampuanpemahamanterhadapisidanmaksudpembicaraandapatdinilaidengan
indikatordibawahini.
1 Siswamampumemahamiisipercakapandanmenguasaimaksudnya.
2 Siswamampumemahamiisipercakapandenganbaik.
3 Siswamampumemahamiisipercakapandalamkecepatankurangdarinormal,dengan
banyakpengulanganpengulangan.
4 Siswakurangmampumemahamiisipercakapansehinggasulitberbicara.
5 Siswa tidak mampu memahami isi percakapan sehingga tidak mampu berbicara di
depankelas.
Untukmencarinilaidarisetiapsiswadapatmenggunakanteknikpenilaiansebagai
berikut:
1 Nilaisetiapunsuryangdinilaidalamberbicaraberkisarantara1sampaidengan5.Nilai5
berartibaiksekali,nilai4berartibaik,nilai3berartisedang,nilai2berartikurang,dannilai1
berartikurangsekali.
2 Jumlahskoratautotalnilaidiperolehdarimenjumlahkannilaisetiapunsurpenilaianyang
diperolehsiswa.
Binjai , 2015
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

KAMALUDDIN, S.Pd, MM. AMIR RIFAT, S.Pd, M.Pd


NIP. 19660204 199512 1 001 NIP 19620302 198503 1 001

Lampiran8.LembarObservasiAktivitasSiswadalamPembelajaran

BerteleponSiklusIII

Hari/tanggal :Senin,3Mei2015
Waktu :Pukul08.0009.20WIB
Persentase K
Aktivitasdalam
pembelajaran >81% 61% 41% 21% <20%
No
80% 60% 40%
1 Siswatidakaktif 22% 78%s
dalammengikuti dalam
pembelajaran pemb
bertelepon bertel
2 Siswatidak 12% 88%s
menunjukkan menu
keberanianketika keber
praktek prakte
bertelepondi didep
depankelas
3 Siswatidakdapat 19% 81%s
bekerjasama beker
dengan denga
pasangannya pasan