Anda di halaman 1dari 5

Struktur Kayu

Kombinasi Pembebanan Lentur-Aksial

Suatu elemen struktur seringkali menderita kombinasi beberapa macam gaya secara
bersama-sama, salah satu contohnya adalah komponen struktur balok-kolom. Pada
balok-kolom, dua macam gaya bekerja secara bersamaan yaitu gaya momen lentur dan
gaya aksial baik itu aksial tekan maupun tarik

Apabila besarnya gaya aksial yang bekerja cukup kecil dibandingkan momen
lentur yang bekerja, maka efek dari gaya aksial tersebut diabaikan dan komponen
tersebut dapat didesain sebagai komponen struktur lentur. Sedangkan gaya aksial yang
bekerja lebih dominan daripada momen lentur, maka komponen struktur tersebut harus
didesain sebagai komponen struktur tarik (jika yang bekerja gaya aksial tarik) atau tekan
(jika yang bekerja gaya aksial tekan)

Perbedaan antara Kombinasi Lentur-Aksial ( Tarik ) dengan Kombinasi Lentur-Aksial


( Tekan ) :

Lentur dengan tarikan aksial Lentur dengan tekanan aksial


Kemungkinan ketidakstabilannya Untuk gabungan lentur dengan
menjadi berkurang dan kelelehan tekanan aksial, kemungkinan
biasanya membatasi perencanaan ketidakstabilannya menjadi
Kombinasi momen dengan gaya meningkat
tarik tidak terlalu menimbulkan Gaya tekan akan menambah
masalah, karena gaya tarik akan besarnya lendutan yang akan
mengurangi besarnya lendutan akibat menambah besarnya momen.
beban momen

Bagian struktur dari suatu bangunan yang sering menerima beban kombinasi momen dan
beban aksial adalah kolom dari suatu portal. Kolom tersebut disamping menerima gaya
normal tekan, juga menerima momen lentur akibat sambungan kaku pada balok kolom.

Berikut gambar portal statis tak tentu pada gambar di bawah ini :
Dari gambar portal di atas bisa kita ketahui akibat kondisi pembebanan yang bekerja, maka
batang AB tidak hanya memikul beban merata saja, namun juga harus memikul beban lateral
P1. Dalam efek ini efek lentur dan efek gaya tekan P1 yang bekerja pada batang AB harus
dipertimbangkan dalam proses desain penampang batang AB, atau dengan kata lain batang
AB harus didesain sebagai suatau elemen balok-kolom.

Berbeda dengan batang CD yang hanya didominasi oleh efek lentur saja, gaya lateral P2
sudah dipikul oleh pengaku-pengaku (bracing) bentuk X, sehingga batang CD dapat didesain
sebagai suatu elemen balok tanpa pengaruh gaya aksial. Batang CF dan DE hanya akan
memikul gaya aksial tarik maupun tekan saja, melihat kondisi pembebanan pada gambar.
maka batang DE akan memikul gaya aksial tarik, sedangkan batang CF akan sedikit kendur.

Selain batang AB yang didesain sebagai elemen balok-kolom, batang batang


AC,BD,CE,DF juga harus didesain sebagai suatu elemen balok-kolom, karena selain
memikul gaya aksial akibat reaksi dari balok-balok AB dan CD, batang-batang ini juga harus
menerima transfer momen yang diberikan oleh batang AB dan BC, sehingga efek lentur dan
efek gaya aksial yang bekerja tidak boleh diabaikan salah satunya.

1. Kombinasi Lentur-Aksial ( Tarik )


Balok-kolom seperti pada gamabar di bawah menderita kombinasi gaya momen lentur dan
gaya aksial tarik. Diagram tegangan akibat masing-masing gaya dapat dijumlahkan.
Berdasarkan besarnya gaya aksial tarik, akan terdapat dua kondisi diagram tegangan yaitu:
seluruh penampang balok-kolom mengalami tarik (kondisi 1) atau kombinasi tegangan tekan
pada sisi atas dan tegangan tarik pada sisi bawah (kondisi 2).

Dari SNI 7973-2013 ( Spesifikasi Desain Untuk Konstruksi Kayu ) didapatkan persamaan
yang sudah diproporsikan yaitu seperti di bawah ini :

dan

dengan:
Fb* = nilai desain lentur acuan dikalikan dengan semua faktor koreksi kecuali CL
Fb** = nilai desain lentur acuan dikalikan dengan semua faktor koreksi kecuali CV
2. Kombinasi Lentur-Aksial ( Tekan )

Balok-kolom yang dibebani beban merata pada arah lateral dan gaya aksial tekan
seperti pada gambar di atas harus diperhitungkan terhadap pengaruh pembesaran momen
lentur sebagai akibat timbulnya defleksi lateral. Momen lentur yang harus didukung oleh
balok-kolom terdiri dari momen yang diakibatkan oleh beban lateral, dan momen akibat
pengaruh P- (P- effect). Gabungan dari kedua momen lentur ini diberi simbol Mmx yaitu
momen lentur yang mempertimbangkan pengaruh orde kedua.

Dari SNI 7973-2013 ( Spesifikasi Desain Untuk Konstruksi Kayu ) didapatkan persamaan
yang sudah diproporsikan yaitu seperti di bawah ini :

dan

dengan

Untuk lentur uniaksial terhadap sumbu kuat atau lentur biaksial


Untuk lentur uniaksial terhadap sumbu lemah atau lentur biaksial

Untuk lentur biaksial

Keterangan :

fb1 = tegangan akibat lentur terhadap sumbu kuat (beban lentur bekerja di muka sempit
komponen struktur), MPa
fb2 = tegangan akibat lentur terhadap sumbu lemah (beban lentur bekerja di muka lebar
komponen struktur), MPa
d1 = dimensi muka lebar (mm)
d2 = dimensi muka sempit (mm)