Anda di halaman 1dari 5

PEMBERIAN PENDAPAT (OPINI) TERHADAP JURNAL TERKAIT

PENGARUH PENERAPAN KONVERGENSI IFRS TERHADAP


PENILAIAN ASET DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP FAIR
VALUE
Yanuarita Rohmatul Laili
TEORI
Akuntansi bertanggung jawab untuk menyertakan nilai kini (current values) dalam
pelaporan keuangan. Penyertaan tersebut harus dapat diandalkan (reliable) sehingga
kegunaan laporan keuangan dapat meningkat. Hal ini dimaksudkan agar investor dapat
memprediksi kinerja masa depan perusahaan. Tujuan dari pendekatan pengukuran ini adalah
untuk meningkatkan kegunaan keputusan. Scout (2009), Laporan keuangan berbasis
Historical Cost terlambat mengakui laba. Laporan keuangan berbasis Historical Cost juga
tidak mampu mengantisipasi kebangkrutan. FASB telah melakukan banyak usaha yang
berorientasi perspektif pengukuran dengan nilai wajar.

Ada banyak contoh penggunaan nilai wajar dalam pelaporan keuangan, diantaranya :

- Piutang dan utang dinilai sebesar jumlah kas yang diharapkan dapat diterima atau
dibayar.
- Surat berharga jangka pendek dan persediaan dinilai dengan LCOM. Prinsip konservatif
mendasari konsep pengukuran ini. Aplikasi perspektif pengukuran diterapkan secara
parsial.
- Pada dasarnya, aktiva tetap dinilai sebesar kos. Namun ada ceiling test, jika Nilai Wajar
(NW) > Nilai Buku maka tidak disesuaikan (writeup), jikak Nilai Wajar < Nilai Buku
maka disesuaikan (writedown).
- Aktiva dana pensiun dinilai sebesar nilai wajar. Utang dana pensiun dinilai sebesar nilai
tunai benefit yang akan diperoleh oleh karyawan, dan lain sebagainya.
Dengan demikian, pengukuran dengan nilai wajar mempunyai kebermanfaatan dalam
pengambilan keputusan semakin meningkat dan nilai wajar memiliki potensi menjadi manfaat
keputusan untuk ukuran yang diinformasikan tentang perubahan dalam posisi dan prospek keuangan.
OVERVIEW JURNAL

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui proses konvergensi PSAK ke
IFRS di Indonesia, dan untuk mengetahui pengaruh konvergensi IFRS terhadap penggunaan
konsep fair value terhadap penilaian aset di suatu entitas. Studi ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif, penelitian dengan cara menguraikan data yang diperoleh untuk
dijabarkan berdasarkan keterangan yang didukung teori sehingga pembaca mengetahui
gambaran umum
mengenai proses konvergensi IFRS yang dilakukan di Indonesia dan pengaruh konvergensi
tersebut yaitu penggunaan konsep fair value dalam penilaian persediaan. Teknik yang
digunakan dalam jurnal ini dengan cara mengumpulkan informasi dari studi pustaka yang
berhubungan dengan konsep IFRS dan juga konsep pengukuran asset yaitu konsep historical
cost dan juga konsep fair value.
Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya konvergensi IFRS ke PSAK di
Indonesia memberikan pengaruh terhadap akuntansi khususnya dalam hal pengukuran dan
penilaian persediaan. Sebelum penggunaan metode fair value, metode yang digunakan dalam
pengukuran dan penilaian persediaan adalah metode historical cost atau harga perolehan
sebagai dasar dalam penilaian sebuah asset perusahaan, namun dengan adanya konvergensi
PSAK ke IFRS pengukuran dan penilaian persediaan adalah fair value dimana persediaan
dinilai berdasarkan pada harga pasar atau pada harga saat ini yang dimana didalam PSAK no.
14 (revisi 2007) tentang persediaan bahwa nilai persediaan berdasarkan mana yang lebih
rendah atau Lower Of Cos or Market (LoCoM). Persediaan yang dilaporkan dengan sistem
akuntansi berdasarkan fair value mempunyai korelasi sangat kuat dengan harga saham, dan
memberi petunjuk bahwa nilai berdasarkan pasar lebih baik (lebih terpercaya) dari pada nilai
berdasarkan historical cost sehingga meningkatkan kebermanfaatan bagi investor dalam
pengambilan keputusan.
Hasil studi di atas mendukung teori yang dikemukakan scout (2009) dimana
pengukuran akuntansi berorientasi pada perspektif pengukuran dengan nilai wajar, seperti
halnya pengukuran persediaan yang dinilai dengan Lower Of Cos or Market (LoCoM).
Dalam hal ini pengukuran dengan nilai wajar mempunyai kebermanfaatan dalam pengambilan
keputusan semakin meningkat dan nilai wajar memiliki potensi menjadi manfaat keputusan untuk
ukuran yang diinformasikan tentang perubahan dalam posisi dan prospek keuangan.
OPINI

Kelompok kami memiliki pemikiran yang sama terhadap penelitian yang dilakukan oleh Laili
(2014) dengan judul Pengaruh Penerapan Konvergensi IFRS Terhadap Penilaian Aset
Dengan Menggunakan Konsep Fair Value bahwa Persediaan yang dilaporkan dengan
sistem akuntansi berdasarkan fair value mempunyai korelasi sangat kuat dengan harga saham,
dan memberi petunjuk bahwa nilai berdasarkan pasar lebih baik (lebih terpercaya) dari pada
nilai berdasarkan historical cost sehingga meningkatkan kebermanfaatan bagi investor dalam
pengambilan keputusan, karena dengan pengukuran fair value informasi yang disampaikan
kepada user (investor) lebih relevance dan realibel dibandingkan dengan pengukuran
menggunakan historical cost.
Scott (2009) menyatakan bahwa investor berusaha untuk memprediksi return yang
akan datang dari investasi mereka. Investor akan berusaha mencari semua informasi relevan
berkenaan dengan hal ini, tidak hanya informasi angka akuntansi. Namun, Angka akuntansi
merupakan salah satu dari banyak sumber informasi. Oleh karena itu, dengan adanya
penerapan konvergensi IFRS dalam PSAK di Indonesia dimana pengukuran terhadap aset
dan liabilitas menggunakan fair value ini mampu mengukur realitas atau kondisi ekonomi di
suatu perusahaan sehingga perubahan nilai riil yang terjadi dapat diakui, sehingga
pengukuran fair value dapat meningkatkan kebermanfaatan bagi user (investor) dalam
pengambilan keputusan.
DAFTAR PUSTAKA

Scott, W.R. 2009. Financial Accounting Theory. 4th ed. Pearson Education Canada Inc.
Toronto.

Laili, Y. R. 2014. Pengaruh Penerapan Konvergensi Ifrs Terhadap Penilaian Aset Dengan
Menggunakan Konsep Fair Value.
TUGAS MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI

OPINI ATAS JURNAL


PENGARUH PENERAPAN KONVERGENSI
IFRS TERHADAP PENILAIAN ASET DENGAN
MENGGUNAKAN KONSEP FAIR VALUE
(Oleh : Yanuarita Rohmatul Laili)

Disusun oleh:
SESILIA ADRIANA ARIF NIM: 041624253012/ KELAS B
FIFI APRILIA NURUL AINI NIM: 041624253005/ KELAS B

MAGISTER AKUNTANSI -FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017